Surplus Bank Indonesia naik 40,67% di 2015. Emiten otomotif sulit menginjak pedal gas. Kuartal I, laba Bank Artha Graha turun 33,33%. Bank Ganesha patok harga IPO Rp 103 per saham
DAILY RESEARCH
Statistics Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG pada perdagangan ke‐ marin berhasil rebound sete‐ lah bergerak fluktuatif naik tu‐ run 38 poin, tutup di 4763,115 atau menguat 13,8 poin (0,3%). Rebound sejumlah saham ung‐ gulan seperti saham Astra In‐ ternational Tbk (ASII), emiten bank unggulan, dan penguatan lanjutan saham Telkom berha‐ sil mengimbangi koreksi di se‐ jumlah saham sektoral ber‐ basiskan komoditas. Rebound IHSG kemarin sejalan dengan redahnya tekanan di pasar sa‐ ham Asia menyusul rebound di sejumlah komoditas tambang seperti logam nikel di London.Namun perdagangan masih diwarnai penjualan bersih asing sebesar Rp101,7 miliar. Hingga kemarin penjualan bersih asing di pasar saham mencapai Rp4,2 triliun sejak perdagangan 25 April lalu. Sementara pasar saham global tadi malam juga berhasil rebound menyusul rebound harga sejumlah komoditas energi dan tambang. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing‐masing naik 1,3% tutup di 17928,35 dan 2084,39. Di zona Euro indeks Eurostoxx tadi malam menguat 0,8% di 2978,97. Harga minyak mentah di AS naik 2,8% di USD44,66/barel. Indeks MSCI Emerging Market kemarin naik 0,8% setelah tujuh hari perdagangan sebelumnya terkoreksi.
Redahnya resiko pasar saham global dan kawasan menyusul rebound harga sejumlah komoditas energi dan logam akan memicu aksi beli pada perdagangan hari ini. IHSG berpeluang melanjutkan rebound menguji resisten di 4810. Sedangkan level support bergeser ke 4740. Dari domestik sentimen positif turut ditopang peluang di‐ naikkannya peringkat utang Indonesia oleh S&P menjadi ‘investment grade’. S1 4740 S2 4710 R1 4780 R2 4810 Index Last Chg % DJIA 17928.35 222.44 1.26 S&P 500 2084.39 25.70 1.25 FTSE 100 6156.65 41.84 0.68 CAC 40 4338.21 15.40 0.36 DAX 10045.44 64.95 0.65 NIKKEI 225 16774.63 474.43 2.91 HANGSENG 20250.58 98.48 0.49 STI 2741.15 (21.82) (0.79) SHENZHEN 1802.27 (2.07) (0.11) SHANGHAI 2832.59 0.48 0.02 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 44.60 1.35 3.12 CPO (RM/M.T) 2661.00 (1.00) (0.04) Gold (USD/T.oz) 1268.30 5.30 0.42 Nikel (USD/M.T 8760.00 (250.00) (2.77) Timah (USD/M.T) 17325.00 25.00 0.14 Coal (USD/M.T) 50.30 0.15 0.30 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13288.00 (52.00) (0.39) USD/EUR 1.137 (0.00) (0.18) JPY/USD 109.19 0.81 0.75 IDR/SGD 9710.61 (20.40) (0.21) IDR/AUD 9804.22 50.01 0.51 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 55.62 3695 1.22 2.24
Top Gainers IDR % Chg
TIRA 250 26.90 53 KONI 250 21.40 44 AKKU 158 20.60 27 AGRO 179 17.80 27 GWSA 169 15.80 23
Top Losers IDR % Chg
VICO‐W 4 (20.00) (1)
TRST 270 (10.00) (30)
FORU 595 (9.80) (65)
CEKA 780 (9.80) (85)
NELY 140 (9.70) (15)
Top Value IDR % (miliar) BBCA 13,175 0.40 835 B TLKM 3,700 2.50 749 B ASII 6,525 2.00 604 B BBRI 10,050 0.20 489 B BMRI 9,450 1.60 452 B Top Volume IDR % (juta)
ANTM 710 (4.10) 533.823 MYRX 785 0.60 279.797 PBRX 488 0.00 255.594 DOID 129 (7.20) 205.782 TLKM 3,700 2.50 203.116 IHSG 4,763.12 Change 13.80 Change (%) 0.29 Change (%/ytd) (8.87) Total Value (IDR triliun) 5.283 Total Volume (miliar saham) 3.820 Net Foreign Buy (IDR miliar) (101.000)
News Update
2
Surplus Bank Indonesia naik 40,67% di 2015. Kinerja Bank Indonesia (BI) membaik pada tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan, BI mencetak surplus sebesar Rp 58 triliun pada 2015. Angka ini meningkat 40,67% dibandingkan nilai surplus pada tahun 2014 yang sebesar Rp 41,23 triliun. Surplus tersebut berasal dari penghasilan yang mencapai Rp 117,99 miliar. Penghasilan tersebut meningkat 26,73% dibandingkan penghasilan pada tahun 2014. Adapun kontribusi terbesar penghasilan berasal dari selisih kurs transaksi valuta asing dan pendapatan bunga yang masing-masing meningkat 49,88% dan 10,06% dibandingkan tahun 2014. Di sisi lain, beban turun sebesar 5,87% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu menjadi Rp 38,77 miliar. Walaupun beban bunga terbesar berasal dari beban bunga terkait kebijakan moneter. Meski demikian, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, kinerja BI sebagai otoritas moneter dilihat dari stabilisasi nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, dan angka-angka rasio makro. "Tidak bisa menganalisa BI dari melihat laporan keuangannya karena laporan keuangan BI bukan laporan keuangan korporasi atau perbankan. Jadi kinerja BI bukan dilihat dari surplusnya," kata Mirza. Mirza menambahkan, otoritasnya juga turut membayar pajak. Selain itu, jika surplus yang diperoleh BI berada di atas rasio permodalan BI, maka surplus tersebut juga akan ditransfer ke pemerintah. (Kontan)
Emiten otomotif sulit menginjak pedal gas. Kinerja emiten otomotif sepanjang kuartal I 2016 masih tertekan. Penjualan mobil selama tiga bulan pertama tahun ini hanya mencapai 267.227 unit, turun 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan kendaraan roda dua menurun 6,2% menjadi 1,5 juta unit. Laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 22% periode kuartal I tahun ini menjadi Rp 3,11 triliun. Ini seiring penurunan pendapatan bersih 7% menjadi Rp 41,88 triliun, dibanding periode sama tahun lalu. Kinerja ASII yang loyo ini lantaran turunnya kontribusi dari bisnis otomotif, teknologi informasi, jasa keuangan serta segmen alat berat dan pertambangan. Kontribusi laba bersih sektor otomotif yang menjadi bisnis inti ASII turun 3% ke posisi Rp 1,58 triliun meski ASII mengurangi diskon untuk mengerek margin. Penjualan mobil perseroan di kuartal I turun 7% menjadi 127.000 unit dan pangsa pasar turun dari 49% menjadi 48%. Penurunan ini akibat masih rendahnya permintaan otomotif selama tiga bulan pertama tahun ini. Sedangkan penjualan sepeda motor hanya turun tipis meskipun penjualan secara nasional turun 6%. Alhasil pangsa pasar sepeda motor ASII masih naik dari 68% menjadi 72%. PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) masih mencatat kenaikan laba bersih 53,39%. Tapi, pertumbuhan laba ini disebabkan oleh penurunan beban pokok penjualan dan beban pajak penghasilan serta laba dari entitas asosiasi. Pendapatan IMAS turun 11,1% dari Rp 5,04 triliun menjadi Rp 4,18 triliun. Sedangkan beban pokok pendapatan turun 20,2% menjadi Rp 3,5 triliun. (Kontan)
Kuartal I, laba Bank Artha Graha turun 33,33%. Kinerja PT Bank Artha Graha Internasional Tbk masih loyo pada tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini terlihat dari laba bersih bank berkode emiten INPC ini yang turun 33,33% menjadi Rp 32,28 miliar. Penurunan laba ini disebabkan kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih. Pada kuartal I-2016, bank milik taipan Tomy Winata ini mencatatkan kenaikan biaya operasional sebesar 20,63%, sedangkan pendapatan bunga bersih hanya tumbuh tipis 7,97%. Direktur Utama Bank Artha Graha Andy Kasih mengatakan, penurunan laba ini salah satunya disebabkan karena pertumbuhan bisnis secara umum masih melambat. Kendala terutama dari sektor rill yang menyebabkan cash flow masih berat. “Diharapkan sampai akhir tahun ini, kami masih bisa mencapai target,” ujar Andy. Selain kenaikan biaya operasional, penurunan laba juga akibat turunnya penyaluran kredit. Tercatat pada kuartal I-2016, penyaluran kredit turun 2,44% menjadi Rp 17,01 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) hanya tumbuh tipis 0,17% menjadi Rp 21,02 triliun. Namun yang bisa dicatat, pada kuartal pertama 2016, bank yang 16,7% sahamnya dikuasai oleh PT Sumber Kencana Graha ini mencatatkan pertumbuhan tabungan 10,45% menjadi Rp 1,4 triliun. Andy mengatakan, walaupun industri perbankan masih dibayangi kenaikan biaya operasional terutama untuk bank kategori BUKU III, namun pada 2016, Bank Artha Graha masih akan menganggarkan biaya untuk membuka cabang di beberapa titik, baik di pulau Jawa maupun di Indonesia Timur. Sebagai gambaran, pada kuartal pertama di 2016, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) Bank Artha Graha turun 44,34 bps menjadi 2,41%. Untuk rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dan net interest margin (NIM) pada akhir Maret 2016 tercatat masih di level 93,3% dan 5%. (Kontan)
Bank Ganesha patok harga IPO Rp 103 per saham. PT Bank Ganesha menetapkan harga penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp 103 per lembar saham. Penetapan harga tersebut berada di batas tengah dari target awal perseroan yakni Rp 102- Rp 105 per saham. Berdasarkan pengumuman PT Kustodian Sentral efek Indonesia (KSEI), Selasa (10/5), Bank Ganesha akan melepas saham sebanyak 5,37 juta lembar saham dengan nominal Rp 100. Dengan begitu, perusahaan ini akan mengantongi dana segar Rp 553,34 miliar. Dana IPO tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk menambah modal perusahaan guna menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) II. Saham Perdana Bank Ganesha ini akan dicatatkan di Bursa Saham Indonesia (BEI) pada 12 Mei 2016. Aksi korporasi ini sudah mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 3 Mei 2016. Masa penawaran saham Bank Ganesha telah dilakukan sejak 4-9 Mei lalu. Tanggal penjatahan dilakukan pada 10 Mei dan tanggal distribusi saham secara elektronik serta pengembalian uang pemesanan akan digelar pada 11 Mei. Dalam aksi korporasi ini, PT Indo Premier Securities bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. Sementara penjamin emisi efek di antarannya PT UOB Kay Hian Securities, PT Equity Securities Indonesia dan PT Philip Securities Indonesia. (Kontan)
Stock Picks 3
SIMP 484‐535. Harga saham Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) sepekan terakhir bergerak konsolidasi setelah dilanda aksi ambil untung pada akhir April lalu. Harga sahamnya sempat di Rp555 (27/4). Kemarin harga sahamnya bergerak dalam rentang terbatas tutup di Rp498. Secara technical pergerakan harganya saat ini di kisaran support Rp484 dan resisten di Rp535. Tahun ini kinerja perseroan akan tumbuh lebih baik ketimbang tahun lalu. Hal ini sudah tercermin di kinerja 1Q16. Penjualan perseroan tahun lalu turun 8% mencapai Rp13,83 triliun dibandingkan 2014 sebesar Rp14,96 triliun. Sedangkan laba bersih tahun lalu turun 69% mencapai Rp264 miliar dibandingkan 2014 sebesar Rp866 miliar. Marjin bersih perseroan tertekan dari 5,79% menjadi 1,91%. Turunnya penjualan tahun lalu terutama akibat penurunan kontribusi penjualan dari Divisi minyak dan lemak nabati. Penurunan harga jual rata‐rata produk sawit dan karet tahun lalu menjadi penyebab turunnya penjualan. Namun di kuartal pertama tahun ini (1Q16) kinerja perseroan mulai membaik. Penjualan bersih tumbuh 18% mencapai Rp3,15 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,66 triliun. Laba bersih 1Q16 tumbuh 45% mencapai Rp68 miliar dibandingkan 1Q15 sebesar Rp47 miliar. Pencapaian penjualan perseroan 1Q16 mencerminkan 21% dari proyeksi penjualan bersih tahun ini sebesar Rp14,98 triliun. Namun di bottom line marjin laba masih tertekan hanya 2,16%. Ini membuat proyeksi laba tahun ini akan di bawah perkiraan sebelumnya sebesar Rp577 miliar dengan marjin 3,85%. Dengan merujuk pencapaian laba bersih 1Q16, maka laba bersih tahun ini diperkirakan hanya mencapai Rp395,47 miliar dengan marjin 2,64%. Ini mencerminkan proyeksi EPS tahun ini sebesar Rp25 turun dari proyeksi sebelumnya Rp36,5. Target harga saham SIMP untuk setahun ke depan diperkirakan akan berpeluang mencapai Rp625 dengan PE 25x sesuai sektornya. Dari harga saat ini ada ruang penguatan 25,5%. Secara technical pergerakan harganya mengindikasikan sinyal bullish reversal dengan target resisten di Rp535. Sedangkan support di Rp484. Sepanjang bertahan di atas Rp484, harga sahamnya berpeluang melanjutkan penguatannya. Maintain Buy, SL 475
4
Stock Picks
ASII 6400‐6650. Harga saham Astra Internasional Tbk (ASII) kemarin berhasil rebound terbatas setelah bertahan di kisaran support Rp6400. Harga sahamnya tutup di Rp6525. Peluang penguatan dalam jangka pendek akan menguji resisten sederhana di Rp6650. Kondisi pasar yang kurang kondusif dan kinerja 1Q16 yang kurang menggembirakan telah menekan pergerakan harga sahamnya beberapa waktu terakhir. Namun kesempatan ini bisa dimanfaatkan mengakumulasi sahamnya mengingat tren positif makro ekonomi domestik seperti penurunan tingkat bunga, tekanan inflasi yang relatif rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi domestik tahun ini. Dalam waktu dekat sentimen positif akan digerakkan oleh meningkatnya daya beli menjelang Puasa dan Idul Fitri Juli mendatang yang berpotensi mendorong penjualan otomotif di pasar domestik. Tahun ini pendapatan bersih diperkirakan tumbuh moderat 10% mencapai Rp202,6 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan tumbuh 41% mencapai Rp20,26 triliun dengan marjin 10%. EPS tahun ini diperkirakan Rp500. Hingga 1Q16 pendapatan bersih baru mencapai Rp41,9 triliun atau mencerminkan 21% dari proyeksi pendapatan bersih tahun ini. Pencapaian pendapatan bersih 1Q16 turun 7,3% dibandingkan 1Q15 sebesar Rp45,2 triliun. Sedangkan laba bersih 1Q16 mencapai Rp3,11 triliun atau turun 22% (yoy) dari 1Q15 sebesar Rp3,99 triliun. Pencapaian laba bersih 1Q16 baru mencerminkan 15,4% dari proyeksi laba bersih tahun ini. Harga saham perseroan diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE pasar 17x atau mencapai Rp8500 ketika pasar bullish. Dari harga saat ini di Rp6525 ada ruang penguatan 30%. Secara technical posisi harga sahamnya saat ini berada di oversold area berpeluang mengalami technical rebound. Target rebound akan menguji resisten terdekat di Rp6650. Sedangkan level support saat ini Rp6400. Maintain Buy, SL 6000
5
Stock Picks
BDMN 2750‐3000. Harga saham Bank Danamon Tbk (BDMN) bergerak bearish sejak perdagangan akhir Maret lalu. Kemarin harga sahamnya terkoreksi tutup di Rp2890. Ini merupakan posisi harga terendah sejak perdagangan 15 Desember 2015 lalu. Tekanan jual terutama dipicu kekhawatiran naiknya NPL seiring masih lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi domestik. Hal ini tercermin dari kinerja 1Q16 dimana NPL perseroan naik mencapai 3,59% dari 2,69% periode yang sama tahun lalu. Sepanjang 1Q16 perseroan membukukan pos penyisihan kerugian penurunan nilai Rp1,16 triliun naik 2,6% dibandingkan 1Q15 sebesar Rp1,13 triliun. Selain kenaikan NPL, penyaluran kredit perseroan juga turun 7,29% mencapai Rp125,8 triliun dari 1Q15 sebesar Rp135,7 triliun. Penurunan penyaluran kredit ini karena turunnya penjualan otomotif pada 1Q15 yang berdampak pada penurunan pembiayaan anak usahanya PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebesar 8%. Porsi penyaluran kredit melalui Adira Finance mencapai 30% terhadap total penyaluran kredit perseroan. Namun di bottom line, laba bersih perseroan berhasil tumbuh 18,45% mencapai Rp813,55 miliar dibandingkan periode yang sama 2015 lalu Rp686,83 miliar. Pertumbuhan laba ini di atas pencapaian laba 1Q15 yang membukukan penurunan laba 21,5% (yoy). Tahun lalu pencapaian laba perseroan turun 8,1% mencapai Rp2,39 triliun. Perseroan tahun ini akan fokus pada mesin pertumbuhan barunya yakni bisnis komersial, UKM, konsumer, dan transaction banking. Pencapaian pertumbuhan laba sepanjang 1Q16 ditopang pertumbuhan fee based income 9% (yoy). Tahun ini pencapaian laba dan aset berpeluang naik 10%. Harga saham perseroan diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,2x atau mencapai target harga di Rp4774. Dari harga saat ini punya ruang penguatan 65%. Secara technical harga sahamnya berpeluang mengalami technical rebound karena posisi harga berada di area oversold. Untuk target resisten jangka pendek akan menguji level Rp3000 ketika pasar bergerak bullish. Sedangkan level support saat ini di Rp2750. Maintain Buy, SL 2700
Rabu, 11 Mei 2016 Saham Pilihan TLKM 3650-3770 TB, SL 3275 BBCA 13000-13400 Buy, SL 12800 BMRI 9400-9650 Buy, SL 9100 BBNI 4500-4650 Buy, SL 4400 INDF 7050-7250 Buy, SL 6900 INCO 1560-1710 TB, SL 1530 ANTM 700-750 TB, SL 680
Stock View
6
Rabu, 11 Mei 2016
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG 4763.12 4777.04 4790.96 4738.87 4714.61 PERKEBUNAN AALI 14900 15,183.33 15,466.67 14,708.33 14,516.67 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 246 254.00 262.00 240.00 234.00 LSIP 1465 1,495.00 1,525.00 1,450.00 1,435.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 1970 1,971.67 1,973.33 1,966.67 1,963.33 SIMP 498 504.00 510.00 493.00 488.00 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00
PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 665 681.67 698.33 651.67 638.33 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 50 50.00 50.00 50.00 50.00 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 800 815.00 830.00 785.00 770.00 ITMG 7725 7,816.67 7,908.33 7,641.67 7,558.33 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 6300 6,458.33 6,616.67 6,183.33 6,066.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 456 475.33 494.67 443.33 430.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ELSA 472 480.00 488.00 460.00 448.00 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 1500 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,500.00
MEDC 1565 1,671.67 1,778.33 1,486.67 1,408.33
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 710 740.00 770.00 690.00 670.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 1575 1,603.33 1,631.67 1,553.33 1,531.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 700 713.33 726.67 678.33 656.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 18600 18,833.33 19,066.67 18,458.33 18,316.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 1060 1,095.00 1,130.00 1,030.00 1,000.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9400 9,483.33 9,566.67 9,258.33 9,116.67 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 60 61.67 63.33 58.67 57.33 JPRS 131 132.00 133.00 130.00 129.00 KRAS 530 560.00 590.00 510.00 490.00 PAKAN TERNAK CPIN 3420 3,486.67 3,553.33 3,366.67 3,313.33 JPFA 940 960.00 980.00 900.00 860.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 6525 6,591.67 6,658.33 6,416.67 6,308.33 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 735 745.00 755.00 720.00 705.00
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 15400 15,491.67 15,583.33 15,216.67 15,033.33 INDF 7150 7,216.67 7,283.33 7,016.67 6,883.33 MYOR 36000 36,016.66 36,033.33 35,991.66 35,983.33 ROTI 1445 1,468.33 1,491.67 1,428.33 1,411.67 GGRM 71050 72,600.00 74,150.00 68,650.00 66,250.00 INAF 730 768.33 806.67 678.33 626.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 1145 1,168.33 1,191.67 1,098.33 1,051.67 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1315 1,320.00 1,325.00 1,305.00 1,295.00
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 244 248.00 252.00 242.00 240.00 ASRI 370 378.00 386.00 362.00 354.00 BKSL 78 79.67 81.33 76.67 75.33 BSDE 1720 1,751.67 1,783.33 1,691.67 1,663.33 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 590 591.67 593.33 586.67 583.33 CTRA 1200 1,216.67 1,233.33 1,186.67 1,173.33 CTRP 458 464.00 470.00 448.00 438.00 CTRS 2010 2,025.00 2,040.00 1,980.00 1,950.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 250 254.00 258.00 246.00 242.00 MDLN 358 371.33 384.67 339.33 320.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2590 2,623.33 2,656.67 2,543.33 2,496.67 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 58 60.00 62.00 56.00 54.00 PTPP 3560 3,616.67 3,673.33 3,516.67 3,473.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 605 620.00 635.00 595.00 585.00 TOTL 665 676.67 688.33 656.67 648.33 WIKA 2450 2,500.00 2,550.00 2,400.00 2,350.00 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2300 2,360.00 2,420.00 2,250.00 2,200.00 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1775 1,775.00 1,775.00 1,775.00 1,775.00 JSMR 5275 5,300.00 5,325.00 5,250.00 5,225.00 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3390 3,433.33 3,476.67 3,343.33 3,296.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6600 6,650.00 6,700.00 6,500.00 6,400.00 TLKM 3700 3,726.67 3,753.33 3,666.67 3,633.33 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 420 433.33 446.67 413.33 406.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 302 310.00 318.00 296.00 290.00 WINS 202 206.33 210.67 195.33 188.67 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 460 474.67 489.33 450.67 441.33 BANK BBCA 13175 13,300.00 13,425.00 13,050.00 12,925.00 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 570 590.00 610.00 560.00 550.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 4560 4,603.33 4,646.67 4,483.33 4,406.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 10050 10,125.00 10,200.00 9,975.00 9,900.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 1820 1,865.00 1,910.00 1,790.00 1,760.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 2890 2,933.33 2,976.67 2,813.33 2,736.67 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 935 943.33 951.67 928.33 921.67 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 9450 9,550.00 9,650.00 9,300.00 9,150.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 540 546.67 553.33 531.67 523.33 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6450 6,600.00 6,750.00 6,150.00 5,850.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 248 248.00 248.00 248.00 248.00 UNTR 13525 13,741.67 13,958.33 13,341.67 13,158.33 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 4160 4,216.67 4,273.33 4,076.67 3,993.33 RALS 680 688.33 696.67 673.33 666.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 2170 2,213.33 2,256.67 2,093.33 2,016.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 50 50.67 51.33 49.67 49.33
Corporate Action
8
Code Name Type Date Time Venue
BABP Bank MNC Internasional Tbk. AGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih No.17‐19, Jakarta Pusat
BABP Bank MNC Internasional Tbk. EGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih No.17‐19, Jakarta Pusat
ASII Astra International Tbk. AGM 28/04/2015 0:08:30 The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place
NRCA Nusa Raya Cipta Tbk AGM 28/04/2015 0:10:00
Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐ suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta
12950
RAJA Rukun Raharja Tbk. AGM 29/04/2015 0:10:00 Intercontonental mid plaza hotel
BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk AGM 30/04/2015 0:01:00 Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend Sudirman Kav 21, Jakarta 12920 BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk EGM 30/04/2015 0:10:00 Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend Sudirman Kav 21, Jakarta 12920 BPII Batavia Prosperindo Interna‐ sional Tbk AGM 30/04/2015 0:14:00 Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 21, Jakarta Selatan BPII Batavia Prosperindo Interna‐ sional Tbk EGM 30/04/2015 0:14:00 Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 21, Jakarta Selatan
BRAU Berau Coal Energy Tbk EGM 30/04/2015 0:10:00
ASBI Asuransi Bintang Tbk. AGM 30/04/2015 0:14:00
ASBI Asuransi Bintang Tbk. EGM 30/04/2015 0:14:00
TOTL Total Bangun Persada Tbk. AGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TOTL Total Bangun Persada Tbk. EGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TAXI Express Transindo Utama Tbk AGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
TAXI Express Transindo Utama Tbk EGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190 NAGA Bank Mitraniaga Tbk AGM 5‐Apr‐15 0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410 NAGA Bank Mitraniaga Tbk EGM 5‐Apr‐15 0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
SIMP Salim Ivomas Pratama Tbk AGM 5‐May‐15 0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
SIMP Salim Ivomas Pratama Tbk EGM 5‐May‐15 0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910 Rabu, 11 Mei 2016
Corporate Action
9
EMITEN JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN
DIVIDEN KETERANGAN
PLIN 70 15‐Apr‐15 20‐Apr‐15 7‐May‐15
ITMG 645 8‐Apr‐15 13‐Apr‐15 24‐Apr‐15
SMBR 8.34385 8‐Apr‐15 13‐Apr‐15 30‐Apr‐15
WTON 11,82 9‐Apr‐15 14‐Apr‐15 5‐May‐15
BJBR 71.6 8‐Apr‐15 13‐Apr‐15 30‐Apr‐15
MERK 6500 10‐Apr‐15 15‐Apr‐15 5‐May‐15
PGAS 144,84 13‐Apr‐15 16‐Apr‐15 8‐May‐15
BDMN 81,50 14‐Apr‐15 17‐Apr‐15 8‐May‐15
GEMS 3,36 13‐Apr‐15 16‐Apr‐15 20‐Apr‐15 Dividen Interim
KAEF 8.4488 15‐Apr‐15 20‐Apr‐15 8‐May‐15
BBCA 98 16‐Apr‐15 21‐Apr‐15 13‐May‐15 Dividen Final
BJTM 41,86 15‐Apr‐15 20‐Apr‐15 8‐May‐15
ACST 42 15‐Apr‐15 20‐Apr‐15 4‐May‐15
LEAD 40 7‐Apr‐15 10‐Apr‐15 30‐Apr‐15
JASS 159 ‐ 16‐Apr‐15 23‐Apr‐15
AALI 472 21‐Apr‐15 24‐Apr‐15 15‐May‐15
TURI 10 22‐Apr‐15 27‐Apr‐15 15‐May‐15
BFIN 54 22‐Apr‐15 27‐Apr‐15 15‐May‐15
ASGR 52 23‐Apr‐15 28‐Apr‐15 20‐May‐15
SMGR 375,34 23‐Apr‐15 28‐Apr‐15 20‐May‐15
TOBA ‐ 23‐Apr‐15 28‐Apr‐15 20‐May‐15
JASS 100 ‐ 28‐Apr‐15 7‐May‐15 Dividen Interim
MDIA 10 24‐Apr‐15 29‐Apr‐15 21‐May‐15
SSMS 22,65 24‐Apr‐15 29‐Apr‐15 21‐May‐15
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.
Branch Office
Jakarta:
Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05 Jl. M. H. Thamrin No. 12
Jakarta 10340 Phone : +62 21 3193 1811
Yogyakarta:
Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165 Phone : 0274-543944
Solo:
Universitas Muhammadiyah Surakarta Jalan A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan Kartasura, Surakarta,
Jawa Tengah 57162 (0271) 717417
Makassar :
Jl. Gunung Bawakareng No. 71 Makassar 90157 Phone : +62 411 361 3122
Sampit : Universitas Darwan Ali
Jl. Batu Berlian No. 10 Kalimantan Tengah 74322
Phone : +62 531 31992
Panin Bank Centre
4th Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 10270, Indonesia Phone : +62 21 727 99888 Fax : +62 21 571 0895
Web : www.firstasiacapital.com E-mail : [email protected]
First Asia Research Team :
Ivan Kurniawan ([email protected]) David Nathanael ([email protected])