• Tidak ada hasil yang ditemukan

Market Preview. HSG pada perdagangan kemarin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Market Preview. HSG pada perdagangan kemarin"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Surplus Bank Indonesia naik 40,67% di 2015.  Emiten otomotif sulit menginjak pedal gas.  Kuartal I, laba Bank Artha Graha turun 33,33%.  Bank Ganesha patok harga IPO Rp 103 per saham

DAILY RESEARCH

Statistics Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

HSG  pada  perdagangan  ke‐ marin berhasil rebound sete‐ lah  bergerak  fluktuatif  naik  tu‐ run 38 poin, tutup di 4763,115  atau menguat 13,8 poin (0,3%).  Rebound  sejumlah  saham  ung‐ gulan  seperti  saham  Astra  In‐ ternational  Tbk  (ASII),  emiten  bank  unggulan,  dan  penguatan  lanjutan  saham  Telkom  berha‐ sil  mengimbangi  koreksi  di  se‐ jumlah  saham  sektoral  ber‐ basiskan  komoditas.  Rebound  IHSG  kemarin  sejalan  dengan  redahnya  tekanan  di  pasar  sa‐ ham  Asia  menyusul  rebound  di  sejumlah  komoditas  tambang  seperti logam nikel di London.  

  Namun  perdagangan  masih  diwarnai  penjualan  bersih  asing  sebesar  Rp101,7  miliar.  Hingga  kemarin  penjualan  bersih  asing  di  pasar saham mencapai Rp4,2 triliun sejak perdagangan 25 April lalu.  Sementara  pasar  saham  global  tadi  malam  juga  berhasil  rebound  menyusul  rebound  harga  sejumlah  komoditas  energi  dan  tambang.  Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing‐masing naik 1,3% tutup di  17928,35  dan  2084,39.  Di  zona  Euro  indeks  Eurostoxx  tadi  malam  menguat  0,8%  di  2978,97.  Harga  minyak  mentah  di  AS  naik  2,8%  di  USD44,66/barel.  Indeks  MSCI  Emerging  Market  kemarin  naik  0,8%  setelah tujuh hari perdagangan sebelumnya terkoreksi.  

  Redahnya resiko pasar saham global dan kawasan menyusul  rebound  harga  sejumlah  komoditas  energi  dan  logam  akan  memicu  aksi  beli  pada  perdagangan  hari  ini.  IHSG  berpeluang  melanjutkan  rebound menguji resisten di 4810. Sedangkan level support bergeser  ke  4740.  Dari  domestik  sentimen  positif  turut  ditopang  peluang  di‐ naikkannya peringkat utang Indonesia oleh S&P menjadi ‘investment  grade’.          S1 4740  S2 4710  R1 4780  R2 4810     Index Last Chg % DJIA  17928.35  222.44   1.26   S&P 500  2084.39  25.70   1.25   FTSE 100  6156.65  41.84   0.68   CAC 40  4338.21  15.40   0.36   DAX  10045.44  64.95   0.65   NIKKEI 225  16774.63  474.43   2.91   HANGSENG  20250.58  98.48   0.49   STI  2741.15  (21.82)  (0.79)  SHENZHEN  1802.27  (2.07)  (0.11)  SHANGHAI  2832.59  0.48   0.02   Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  44.60  1.35   3.12   CPO (RM/M.T)  2661.00  (1.00)  (0.04)  Gold (USD/T.oz)  1268.30  5.30   0.42   Nikel (USD/M.T  8760.00  (250.00)  (2.77)  Timah (USD/M.T)  17325.00  25.00   0.14   Coal (USD/M.T)  50.30  0.15   0.30   Exchange Rates Chg % IDR/USD  13288.00  (52.00)  (0.39)  USD/EUR  1.137  (0.00)  (0.18)  JPY/USD  109.19  0.81   0.75   IDR/SGD  9710.61  (20.40)  (0.21)  IDR/AUD  9804.22  50.01   0.51   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  55.62  3695  1.22   2.24  

Top Gainers IDR % Chg

TIRA  250  26.90   53  KONI  250  21.40   44  AKKU  158  20.60   27  AGRO  179  17.80   27  GWSA  169  15.80   23 

Top Losers IDR % Chg

VICO‐W  4  (20.00)  (1) 

TRST  270  (10.00)  (30) 

FORU  595  (9.80)  (65) 

CEKA  780  (9.80)  (85) 

NELY  140  (9.70)  (15) 

Top Value IDR % (miliar) BBCA  13,175  0.40   835 B  TLKM  3,700  2.50   749 B  ASII  6,525  2.00   604 B  BBRI  10,050  0.20   489 B  BMRI  9,450  1.60   452 B  Top Volume IDR % (juta)

ANTM  710  (4.10)  533.823  MYRX  785  0.60   279.797  PBRX  488  0.00   255.594  DOID  129  (7.20)  205.782  TLKM  3,700  2.50   203.116  IHSG 4,763.12 Change 13.80 Change (%) 0.29 Change (%/ytd) (8.87) Total Value (IDR triliun) 5.283 Total Volume (miliar saham) 3.820 Net Foreign Buy (IDR miliar) (101.000)

(2)

News Update

2

 Surplus Bank Indonesia naik 40,67% di 2015. Kinerja Bank Indonesia (BI) membaik pada tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan, BI mencetak surplus sebesar Rp 58 triliun pada 2015. Angka ini meningkat 40,67% dibandingkan nilai surplus pada tahun 2014 yang sebesar Rp 41,23 triliun. Surplus tersebut berasal dari penghasilan yang mencapai Rp 117,99 miliar. Penghasilan tersebut meningkat 26,73% dibandingkan penghasilan pada tahun 2014. Adapun kontribusi terbesar penghasilan berasal dari selisih kurs transaksi valuta asing dan pendapatan bunga yang masing-masing meningkat 49,88% dan 10,06% dibandingkan tahun 2014. Di sisi lain, beban turun sebesar 5,87% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu menjadi Rp 38,77 miliar. Walaupun beban bunga terbesar berasal dari beban bunga terkait kebijakan moneter. Meski demikian, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, kinerja BI sebagai otoritas moneter dilihat dari stabilisasi nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, dan angka-angka rasio makro. "Tidak bisa menganalisa BI dari melihat laporan keuangannya karena laporan keuangan BI bukan laporan keuangan korporasi atau perbankan. Jadi kinerja BI bukan dilihat dari surplusnya," kata Mirza. Mirza menambahkan, otoritasnya juga turut membayar pajak. Selain itu, jika surplus yang diperoleh BI berada di atas rasio permodalan BI, maka surplus tersebut juga akan ditransfer ke pemerintah. (Kontan)

 Emiten otomotif sulit menginjak pedal gas. Kinerja emiten otomotif sepanjang kuartal I 2016 masih tertekan. Penjualan mobil selama tiga bulan pertama tahun ini hanya mencapai 267.227 unit, turun 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan kendaraan roda dua menurun 6,2% menjadi 1,5 juta unit. Laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 22% periode kuartal I tahun ini menjadi Rp 3,11 triliun. Ini seiring penurunan pendapatan bersih 7% menjadi Rp 41,88 triliun, dibanding periode sama tahun lalu. Kinerja ASII yang loyo ini lantaran turunnya kontribusi dari bisnis otomotif, teknologi informasi, jasa keuangan serta segmen alat berat dan pertambangan. Kontribusi laba bersih sektor otomotif yang menjadi bisnis inti ASII turun 3% ke posisi Rp 1,58 triliun meski ASII mengurangi diskon untuk mengerek margin. Penjualan mobil perseroan di kuartal I turun 7% menjadi 127.000 unit dan pangsa pasar turun dari 49% menjadi 48%. Penurunan ini akibat masih rendahnya permintaan otomotif selama tiga bulan pertama tahun ini. Sedangkan penjualan sepeda motor hanya turun tipis meskipun penjualan secara nasional turun 6%. Alhasil pangsa pasar sepeda motor ASII masih naik dari 68% menjadi 72%. PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) masih mencatat kenaikan laba bersih 53,39%. Tapi, pertumbuhan laba ini disebabkan oleh penurunan beban pokok penjualan dan beban pajak penghasilan serta laba dari entitas asosiasi. Pendapatan IMAS turun 11,1% dari Rp 5,04 triliun menjadi Rp 4,18 triliun. Sedangkan beban pokok pendapatan turun 20,2% menjadi Rp 3,5 triliun. (Kontan)

 Kuartal I, laba Bank Artha Graha turun 33,33%. Kinerja PT Bank Artha Graha Internasional Tbk masih loyo pada tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini terlihat dari laba bersih bank berkode emiten INPC ini yang turun 33,33% menjadi Rp 32,28 miliar. Penurunan laba ini disebabkan kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih. Pada kuartal I-2016, bank milik taipan Tomy Winata ini mencatatkan kenaikan biaya operasional sebesar 20,63%, sedangkan pendapatan bunga bersih hanya tumbuh tipis 7,97%. Direktur Utama Bank Artha Graha Andy Kasih mengatakan, penurunan laba ini salah satunya disebabkan karena pertumbuhan bisnis secara umum masih melambat. Kendala terutama dari sektor rill yang menyebabkan cash flow masih berat. “Diharapkan sampai akhir tahun ini, kami masih bisa mencapai target,” ujar Andy. Selain kenaikan biaya operasional, penurunan laba juga akibat turunnya penyaluran kredit. Tercatat pada kuartal I-2016, penyaluran kredit turun 2,44% menjadi Rp 17,01 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) hanya tumbuh tipis 0,17% menjadi Rp 21,02 triliun. Namun yang bisa dicatat, pada kuartal pertama 2016, bank yang 16,7% sahamnya dikuasai oleh PT Sumber Kencana Graha ini mencatatkan pertumbuhan tabungan 10,45% menjadi Rp 1,4 triliun. Andy mengatakan, walaupun industri perbankan masih dibayangi kenaikan biaya operasional terutama untuk bank kategori BUKU III, namun pada 2016, Bank Artha Graha masih akan menganggarkan biaya untuk membuka cabang di beberapa titik, baik di pulau Jawa maupun di Indonesia Timur. Sebagai gambaran, pada kuartal pertama di 2016, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) Bank Artha Graha turun 44,34 bps menjadi 2,41%. Untuk rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dan net interest margin (NIM) pada akhir Maret 2016 tercatat masih di level 93,3% dan 5%. (Kontan)

 Bank Ganesha patok harga IPO Rp 103 per saham. PT Bank Ganesha menetapkan harga penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp 103 per lembar saham. Penetapan harga tersebut berada di batas tengah dari target awal perseroan yakni Rp 102- Rp 105 per saham. Berdasarkan pengumuman PT Kustodian Sentral efek Indonesia (KSEI), Selasa (10/5), Bank Ganesha akan melepas saham sebanyak 5,37 juta lembar saham dengan nominal Rp 100. Dengan begitu, perusahaan ini akan mengantongi dana segar Rp 553,34 miliar. Dana IPO tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk menambah modal perusahaan guna menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) II. Saham Perdana Bank Ganesha ini akan dicatatkan di Bursa Saham Indonesia (BEI) pada 12 Mei 2016. Aksi korporasi ini sudah mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 3 Mei 2016. Masa penawaran saham Bank Ganesha telah dilakukan sejak 4-9 Mei lalu. Tanggal penjatahan dilakukan pada 10 Mei dan tanggal distribusi saham secara elektronik serta pengembalian uang pemesanan akan digelar pada 11 Mei. Dalam aksi korporasi ini, PT Indo Premier Securities bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. Sementara penjamin emisi efek di antarannya PT UOB Kay Hian Securities, PT Equity Securities Indonesia dan PT Philip Securities Indonesia. (Kontan)

(3)

Stock Picks 3

SIMP  484‐535. Harga  saham  Salim  Ivomas  Pratama  Tbk  (SIMP)  sepekan  terakhir  bergerak  konsolidasi  setelah dilanda aksi ambil untung pada akhir April lalu. Harga sahamnya sempat di Rp555 (27/4). Kemarin  harga sahamnya bergerak dalam rentang  terbatas  tutup di  Rp498. Secara technical pergerakan harganya  saat ini di kisaran support Rp484 dan resisten di Rp535. Tahun ini kinerja perseroan akan tumbuh lebih baik  ketimbang  tahun  lalu.  Hal  ini  sudah  tercermin  di  kinerja  1Q16.  Penjualan  perseroan  tahun  lalu  turun  8%  mencapai  Rp13,83  triliun  dibandingkan  2014  sebesar  Rp14,96  triliun.  Sedangkan  laba  bersih  tahun  lalu  turun  69%  mencapai  Rp264  miliar  dibandingkan  2014  sebesar  Rp866  miliar.  Marjin  bersih  perseroan  tertekan dari 5,79% menjadi 1,91%. Turunnya penjualan tahun lalu terutama akibat penurunan kontribusi  penjualan  dari  Divisi  minyak  dan  lemak  nabati.  Penurunan  harga  jual  rata‐rata  produk  sawit  dan  karet  tahun  lalu  menjadi  penyebab  turunnya  penjualan.  Namun  di  kuartal  pertama  tahun  ini  (1Q16)  kinerja  perseroan  mulai  membaik.  Penjualan  bersih  tumbuh  18%  mencapai  Rp3,15  triliun  dibandingkan  periode  yang  sama  tahun  sebelumnya  Rp2,66  triliun.  Laba  bersih  1Q16  tumbuh  45%  mencapai  Rp68  miliar  dibandingkan  1Q15  sebesar  Rp47  miliar.  Pencapaian  penjualan  perseroan  1Q16  mencerminkan  21%  dari  proyeksi  penjualan  bersih  tahun  ini  sebesar  Rp14,98  triliun.  Namun  di  bottom  line  marjin  laba  masih  tertekan hanya 2,16%. Ini membuat proyeksi laba tahun ini akan di bawah perkiraan sebelumnya sebesar  Rp577 miliar dengan marjin 3,85%. Dengan merujuk pencapaian laba bersih 1Q16, maka laba bersih tahun  ini  diperkirakan  hanya  mencapai  Rp395,47  miliar  dengan  marjin  2,64%.  Ini  mencerminkan  proyeksi  EPS  tahun ini sebesar Rp25 turun dari proyeksi sebelumnya Rp36,5. Target harga saham SIMP untuk setahun ke  depan diperkirakan akan berpeluang mencapai Rp625 dengan PE 25x sesuai sektornya. Dari harga saat ini  ada ruang penguatan 25,5%. Secara technical pergerakan harganya mengindikasikan sinyal bullish reversal  dengan  target  resisten  di  Rp535.  Sedangkan  support  di  Rp484.  Sepanjang  bertahan  di  atas  Rp484,  harga  sahamnya berpeluang melanjutkan penguatannya. Maintain Buy, SL 475  

 

 

(4)

4

Stock Picks

ASII  6400‐6650. Harga  saham  Astra  Internasional  Tbk  (ASII)  kemarin  berhasil  rebound  terbatas  setelah  bertahan di  kisaran support  Rp6400. Harga sahamnya tutup  di Rp6525. Peluang  penguatan  dalam jangka  pendek akan menguji resisten sederhana di Rp6650. Kondisi pasar yang kurang kondusif dan kinerja 1Q16  yang  kurang  menggembirakan  telah  menekan  pergerakan  harga  sahamnya  beberapa  waktu  terakhir.  Namun  kesempatan  ini  bisa  dimanfaatkan  mengakumulasi  sahamnya  mengingat  tren  positif  makro  ekonomi  domestik  seperti  penurunan  tingkat  bunga,  tekanan  inflasi  yang  relatif  rendah,  dan  prospek  pertumbuhan  ekonomi  domestik  tahun  ini.  Dalam  waktu  dekat  sentimen  positif  akan  digerakkan  oleh  meningkatnya  daya  beli  menjelang  Puasa  dan  Idul  Fitri  Juli  mendatang  yang  berpotensi  mendorong  penjualan  otomotif  di  pasar  domestik.  Tahun  ini  pendapatan  bersih  diperkirakan  tumbuh  moderat  10%  mencapai  Rp202,6  triliun.  Sedangkan  laba  bersih  diperkirakan  tumbuh  41%  mencapai  Rp20,26  triliun  dengan  marjin  10%.  EPS  tahun  ini  diperkirakan  Rp500.  Hingga  1Q16  pendapatan  bersih  baru  mencapai  Rp41,9 triliun atau mencerminkan 21% dari proyeksi pendapatan bersih tahun ini. Pencapaian pendapatan  bersih 1Q16 turun 7,3% dibandingkan 1Q15 sebesar Rp45,2 triliun. Sedangkan laba bersih 1Q16 mencapai  Rp3,11  triliun  atau  turun  22%  (yoy)  dari  1Q15  sebesar  Rp3,99  triliun.  Pencapaian  laba  bersih  1Q16  baru  mencerminkan 15,4% dari proyeksi laba bersih tahun ini. Harga saham perseroan diperkirakan berpeluang  ditransaksikan  dengan  PE  pasar  17x  atau  mencapai  Rp8500  ketika  pasar  bullish.  Dari  harga  saat  ini  di  Rp6525 ada ruang penguatan 30%. Secara technical posisi harga sahamnya saat ini berada di oversold area  berpeluang  mengalami  technical  rebound.  Target  rebound  akan  menguji  resisten  terdekat  di  Rp6650.  Sedangkan level support saat ini Rp6400. Maintain Buy, SL 6000

 

 

(5)

5

Stock Picks

BDMN  2750‐3000. Harga  saham  Bank  Danamon  Tbk  (BDMN)  bergerak  bearish  sejak  perdagangan  akhir  Maret  lalu.  Kemarin  harga  sahamnya  terkoreksi  tutup  di  Rp2890.  Ini  merupakan  posisi  harga  terendah  sejak perdagangan 15 Desember 2015 lalu. Tekanan jual terutama dipicu kekhawatiran naiknya NPL seiring  masih lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi domestik. Hal ini tercermin dari kinerja 1Q16 dimana NPL  perseroan  naik  mencapai  3,59%  dari  2,69%  periode  yang  sama  tahun  lalu.  Sepanjang  1Q16  perseroan  membukukan pos penyisihan kerugian penurunan nilai Rp1,16 triliun naik 2,6% dibandingkan 1Q15 sebesar  Rp1,13  triliun.    Selain  kenaikan  NPL,  penyaluran  kredit  perseroan  juga  turun  7,29%  mencapai  Rp125,8  triliun  dari  1Q15  sebesar  Rp135,7  triliun.  Penurunan  penyaluran  kredit  ini  karena  turunnya  penjualan  otomotif  pada  1Q15  yang  berdampak  pada  penurunan  pembiayaan  anak  usahanya  PT  Adira  Dinamika  Multi Finance Tbk sebesar 8%. Porsi penyaluran kredit melalui Adira Finance mencapai 30% terhadap total  penyaluran  kredit  perseroan.  Namun  di  bottom  line,  laba  bersih  perseroan  berhasil  tumbuh  18,45%  mencapai Rp813,55 miliar dibandingkan periode yang sama 2015 lalu Rp686,83 miliar. Pertumbuhan laba  ini di atas pencapaian laba 1Q15 yang membukukan penurunan laba 21,5% (yoy). Tahun lalu pencapaian  laba  perseroan  turun  8,1%  mencapai  Rp2,39  triliun.  Perseroan  tahun  ini  akan  fokus  pada  mesin  pertumbuhan  barunya  yakni  bisnis  komersial,  UKM,  konsumer,  dan  transaction  banking.  Pencapaian  pertumbuhan  laba  sepanjang  1Q16  ditopang  pertumbuhan  fee  based  income  9%  (yoy).  Tahun  ini  pencapaian  laba  dan  aset  berpeluang  naik  10%.  Harga  saham  perseroan  diperkirakan  berpeluang  ditransaksikan  dengan  PBV  1,2x  atau  mencapai  target  harga  di  Rp4774.  Dari  harga  saat  ini  punya  ruang  penguatan 65%. Secara technical harga sahamnya berpeluang mengalami technical rebound karena posisi  harga berada di area oversold. Untuk target resisten jangka pendek akan menguji level Rp3000 ketika pasar  bergerak bullish. Sedangkan level support saat ini di Rp2750. Maintain Buy, SL 2700       

 

  Rabu, 11 Mei 2016 Saham Pilihan TLKM 3650-3770 TB, SL 3275 BBCA 13000-13400 Buy, SL 12800 BMRI 9400-9650 Buy, SL 9100 BBNI 4500-4650 Buy, SL 4400 INDF 7050-7250 Buy, SL 6900 INCO 1560-1710 TB, SL 1530 ANTM 700-750 TB, SL 680

(6)

Stock View

6

Rabu, 11 Mei 2016

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

IHSG  4763.12  4777.04  4790.96  4738.87  4714.61                PERKEBUNAN AALI  14900  15,183.33  15,466.67  14,708.33  14,516.67  13,059,216.00  ‐19.91  393.15  ‐75.27  45.02  BWPT  246  254.00  262.00  240.00  234.00                LSIP  1465  1,495.00  1,525.00  1,450.00  1,435.00  4,189,615.00  ‐11.36  91.36  ‐32.01  18.72  SGRO  1970  1,971.67  1,973.33  1,966.67  1,963.33                SIMP  498  504.00  510.00  493.00  488.00  13,835,444.00  ‐7.53  16.72  ‐68.60  25.18  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  665  681.67  698.33  651.67  638.33  37,032,346.42  ‐10.48  65.74  ‐5.12  10.50  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  82  82.00  82.00  82.00  82.00                BUMI  50  50.00  50.00  50.00  50.00                DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  3,312,510.21  13.47  0.30  48.03  166.35  HRUM  800  815.00  830.00  785.00  770.00                ITMG  7725  7,816.67  7,908.33  7,641.67  7,558.33  21,925,897.16  ‐9.27  770.46  ‐65.05  8.53  PTBA  6300  6,458.33  6,616.67  6,183.33  6,066.67  13,733,627.00  5.01  883.59  0.98  7.64  PTRO  456  475.33  494.67  443.33  430.67               

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

ELSA  472  480.00  488.00  460.00  448.00  3,775,323.00  ‐10.56  51.43  ‐8.99  7.17 

ENRG  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

ESSA  1500  1,500.00  1,500.00  1,500.00  1,500.00               

MEDC  1565  1,671.67  1,778.33  1,486.67  1,408.33               

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  710  740.00  770.00  690.00  670.00  10,531,504.80  11.79  ‐151.06  85.85  ‐3.10  INCO  1575  1,603.33  1,631.67  1,553.33  1,531.67  10,894,532.28  ‐15.64  70.11  ‐67.49  26.24  TINS  700  713.33  726.67  678.33  656.67  6,874,192.00  ‐6.74  13.64  ‐84.08  56.09  SEMEN INTP  18600  18,833.33  19,066.67  18,458.33  18,316.67  17,798,055.00  ‐10.99  1,183.48  ‐17.34  17.00  SMCB  1060  1,095.00  1,130.00  1,030.00  1,000.00  9,239,022.00  ‐12.25  22.85  ‐73.80  47.91  SMGR  9400  9,483.33  9,566.67  9,258.33  9,116.67  26,948,004.47  ‐0.14  762.28  ‐18.76  14.07 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  60  61.67  63.33  58.67  57.33                JPRS  131  132.00  133.00  130.00  129.00                KRAS  530  560.00  590.00  510.00  490.00                PAKAN TERNAK CPIN  3420  3,486.67  3,553.33  3,366.67  3,313.33                JPFA  940  960.00  980.00  900.00  860.00  25,022,913.00  2.31  43.92  40.87  18.44 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  6525  6,591.67  6,658.33  6,416.67  6,308.33  184,196,000.00  ‐8.68  357.28  ‐24.59  20.71 

GJTL  735  745.00  755.00  720.00  705.00               

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  15400  15,491.67  15,583.33  15,216.67  15,033.33                INDF  7150  7,216.67  7,283.33  7,016.67  6,883.33                MYOR  36000  36,016.66  36,033.33  35,991.66  35,983.33                ROTI  1445  1,468.33  1,491.67  1,428.33  1,411.67                GGRM  71050  72,600.00  74,150.00  68,650.00  66,250.00                INAF  730  768.33  806.67  678.33  626.67  1,621,898.67  17.41  2.12  463.17  184.06  KAEF  1145  1,168.33  1,191.67  1,098.33  1,051.67  4,860,371.48  7.51  44.81  6.06  28.68  KLBF  1315  1,320.00  1,325.00  1,305.00  1,295.00               

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  244  248.00  252.00  242.00  240.00                ASRI  370  378.00  386.00  362.00  354.00                BKSL  78  79.67  81.33  76.67  75.33                BSDE  1720  1,751.67  1,783.33  1,691.67  1,663.33  6,209,574.07  11.45  1,164.55  460.00  1.60  COWL  590  591.67  593.33  586.67  583.33                CTRA  1200  1,216.67  1,233.33  1,186.67  1,173.33                CTRP  458  464.00  470.00  448.00  438.00                CTRS  2010  2,025.00  2,040.00  1,980.00  1,950.00                ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  250  254.00  258.00  246.00  242.00                MDLN  358  371.33  384.67  339.33  320.67  2,962,460.90  4.32  69.69  22.80  5.94  KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2590  2,623.33  2,656.67  2,543.33  2,496.67  9,389,570.10  8.51  130.22  43.08  20.93  DGIK  58  60.00  62.00  56.00  54.00                PTPP  3560  3,616.67  3,673.33  3,516.67  3,473.33  14,217,372.87  14.40  152.88  39.17  25.74  SSIA  605  620.00  635.00  595.00  585.00                TOTL  665  676.67  688.33  656.67  648.33                WIKA  2450  2,500.00  2,550.00  2,400.00  2,350.00  13,908,504.01  11.60  101.65  1.60  26.02 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  2300  2,360.00  2,420.00  2,250.00  2,200.00  42,333,969.71  ‐0.16  228.31  ‐38.44  11.61  JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  1775  1,775.00  1,775.00  1,775.00  1,775.00                JSMR  5275  5,300.00  5,325.00  5,250.00  5,225.00  9,848,242.05  7.33  213.14  3.23  26.27  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00                EXCL  3390  3,433.33  3,476.67  3,343.33  3,296.67  22,876,182.00  ‐2.49  ‐2.97  ‐97.16  ‐1,348.39  ISAT  6600  6,650.00  6,700.00  6,500.00  6,400.00                TLKM  3700  3,726.67  3,753.33  3,666.67  3,633.33  102,470,000.00  14.24  153.66  5.81  21.51  TRANSPORTASI GIAA  420  433.33  446.67  413.33  406.67  52,627,783.53  7.55  40.78  ‐122.73  10.94  MBSS  302  310.00  318.00  296.00  290.00                WINS  202  206.33  210.67  195.33  188.67  1,378,353.91  ‐37.37  ‐19.45  ‐129.08  ‐10.95 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  460  474.67  489.33  450.67  441.33                BANK BBCA  13175  13,300.00  13,425.00  13,050.00  12,925.00  47,081,728.00  7.56  730.83  9.30  18.47  BBKP  570  590.00  610.00  560.00  550.00  8,303,973.00  17.07  105.70  32.57  5.58  BBNI  4560  4,603.33  4,646.67  4,483.33  4,406.67  36,895,081.00  10.58  486.18  ‐15.91  10.90  BBRI  10050  10,125.00  10,200.00  9,975.00  9,900.00  85,434,037.00  13.73  1,029.53  4.77  10.95  BBTN  1820  1,865.00  1,910.00  1,790.00  1,760.00  14,966,209.00  16.86  174.91  65.91  10.43  BDMN  2890  2,933.33  2,976.67  2,813.33  2,736.67  22,420,658.00  ‐2.48  249.70  ‐8.09  16.40  BJBR  935  943.33  951.67  928.33  921.67  10,084,451.00  14.70  142.02  23.39  6.79  BMRI  9450  9,550.00  9,650.00  9,300.00  9,150.00  71,570,127.00  14.26  871.50  2.33  11.76  BNGA  540  546.67  553.33  531.67  523.33  22,318,759.00  7.24  17.02  ‐81.74  34.36 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  6450  6,600.00  6,750.00  6,150.00  5,850.00  19,764,821.14  ‐12.03  261.74  27.59  27.03  INTA  248  248.00  248.00  248.00  248.00                UNTR  13525  13,741.67  13,958.33  13,341.67  13,158.33  49,347,479.00  ‐7.14  1,033.07  ‐28.24  14.86  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  4160  4,216.67  4,273.33  4,076.67  3,993.33                RALS  680  688.33  696.67  673.33  666.67               

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  2170  2,213.33  2,256.67  2,093.33  2,016.67               

PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  50  50.67  51.33  49.67  49.33               

(8)

Corporate Action

8

Code Name Type Date Time Venue

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    AGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih  No.17‐19, Jakarta Pusat   

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    EGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih  No.17‐19, Jakarta Pusat   

ASII    Astra International Tbk.    AGM    28/04/2015    0:08:30  The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place   

NRCA    Nusa Raya Cipta Tbk    AGM    28/04/2015    0:10:00 

Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐ suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta 

12950   

RAJA    Rukun Raharja Tbk.    AGM    29/04/2015    0:10:00  Intercontonental mid plaza hotel   

BPFI    Batavia Prosperindo Finance  Tbk    AGM    30/04/2015    0:01:00  Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance  Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend  Sudirman Kav 21, Jakarta 12920    BPFI    Batavia Prosperindo Finance  Tbk    EGM    30/04/2015    0:10:00  Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance  Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend  Sudirman Kav 21, Jakarta 12920    BPII    Batavia Prosperindo Interna‐ sional Tbk    AGM    30/04/2015    0:14:00  Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.  21, Jakarta Selatan    BPII    Batavia Prosperindo Interna‐ sional Tbk    EGM    30/04/2015    0:14:00  Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.  21, Jakarta Selatan   

BRAU    Berau Coal Energy Tbk    EGM    30/04/2015    0:10:00    

ASBI    Asuransi Bintang Tbk.    AGM    30/04/2015    0:14:00    

ASBI    Asuransi Bintang Tbk.    EGM    30/04/2015    0:14:00    

TOTL    Total Bangun Persada Tbk.    AGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL  lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TOTL    Total Bangun Persada Tbk.    EGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL  lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    AGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung  Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    EGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung  Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190    NAGA    Bank Mitraniaga Tbk    AGM    5‐Apr‐15  0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,  LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410    NAGA    Bank Mitraniaga Tbk    EGM    5‐Apr‐15  0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,  LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

SIMP    Salim Ivomas Pratama Tbk    AGM    5‐May‐15  0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,  Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

SIMP    Salim Ivomas Pratama Tbk    EGM    5‐May‐15  0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,  Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910    Rabu, 11 Mei 2016

(9)

Corporate Action

9

EMITEN JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN

DIVIDEN KETERANGAN

PLIN  70  15‐Apr‐15  20‐Apr‐15  7‐May‐15    

ITMG  645  8‐Apr‐15  13‐Apr‐15  24‐Apr‐15    

SMBR  8.34385  8‐Apr‐15  13‐Apr‐15  30‐Apr‐15    

WTON  11,82  9‐Apr‐15  14‐Apr‐15  5‐May‐15    

BJBR  71.6  8‐Apr‐15  13‐Apr‐15  30‐Apr‐15    

MERK  6500  10‐Apr‐15  15‐Apr‐15  5‐May‐15    

PGAS  144,84  13‐Apr‐15  16‐Apr‐15  8‐May‐15    

BDMN  81,50  14‐Apr‐15  17‐Apr‐15  8‐May‐15    

GEMS  3,36  13‐Apr‐15  16‐Apr‐15  20‐Apr‐15  Dividen Interim 

KAEF  8.4488  15‐Apr‐15  20‐Apr‐15  8‐May‐15    

BBCA  98  16‐Apr‐15  21‐Apr‐15  13‐May‐15  Dividen Final 

BJTM  41,86  15‐Apr‐15  20‐Apr‐15  8‐May‐15    

ACST  42  15‐Apr‐15  20‐Apr‐15  4‐May‐15    

LEAD  40  7‐Apr‐15  10‐Apr‐15  30‐Apr‐15    

JASS  159  ‐  16‐Apr‐15  23‐Apr‐15    

AALI  472  21‐Apr‐15  24‐Apr‐15  15‐May‐15    

TURI  10  22‐Apr‐15  27‐Apr‐15  15‐May‐15    

BFIN  54  22‐Apr‐15  27‐Apr‐15  15‐May‐15    

ASGR  52  23‐Apr‐15  28‐Apr‐15  20‐May‐15    

SMGR  375,34  23‐Apr‐15  28‐Apr‐15  20‐May‐15    

TOBA  ‐  23‐Apr‐15  28‐Apr‐15  20‐May‐15    

JASS  100  ‐  28‐Apr‐15  7‐May‐15  Dividen Interim 

MDIA  10  24‐Apr‐15  29‐Apr‐15  21‐May‐15    

SSMS  22,65  24‐Apr‐15  29‐Apr‐15  21‐May‐15    

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05 Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340 Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165 Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta Jalan A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162 (0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71 Makassar 90157 Phone : +62 411 361 3122

Sampit : Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10 Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4th Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 10270, Indonesia Phone : +62 21 727 99888 Fax : +62 21 571 0895

Web : www.firstasiacapital.com E-mail : [email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected]) David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

dewasa berbentuk silindris seperti kumparan dan berwarna putih keabu-abuan atau kemerah-merahan tergantung banyaknya darah yang dihirap (Soulsby, 1982), Ujung anterior

Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Anova satu arah (SPSS 20.0) kadar residu profenofos selada yang tidak dicuci signifikan dibandingkan dengan selada yang dicuci dengan

Dari analisa sistem berjalan diketahui bahwa system memiliki beberapa kekurangan, yaitu:1). belum semua Pet Care memberi kemudahan Customer untuk mengakses informasi

kearifan lokal manajemen konflik Minangkabau mempersyaratkan mediasi (memfasilitasi konflik melalui media budaya) bagi pengaliran dan pengaluran naluri berkonflik

Disimpulkan, keberadaan anggota keluarga sebagai pekerja migrasi ke daerah endemis malaria, merupakan faktor risiko terjadinya kesakitan malaria di wilayah di desa

 Jalan beraspal mencapai 1.125,86 km (80,69%) dari 1.395,276 Km Jalan Kabupaten dengan Kondisi jalan mantap 69,37%, (781,01 km dalam kondisi baik, dan 333,05 km dalam kondisi

berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh auditor, sehingga pada periode selanjutrnya temuan yang sama tidak terulang. Tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun lalu

Dengan demikian, hasil statistik menunjukkan bahwa populasi masyarakat tidak berpengaruh positif terhadap implementasi e-government sebagai sarana akuntabilitas publik di