• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. harian Kompas dan Republika pada periode 20 Juli 10 Agustus 2015, peneliti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. harian Kompas dan Republika pada periode 20 Juli 10 Agustus 2015, peneliti"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

149 BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Setelah melakukan pengamatan, pengujian, analisis serta interpretasi pada penelitian penyajian berita muktamar Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) di harian Kompas dan Republika pada periode 20 Juli – 10 Agustus 2015, peneliti menarik kesimpulan Kompas dan Republika memiliki kecenderungan yang berbeda dalam penyajian berita muktamar Muhammadiyah dan NU. Republika lebih banyak memberi perhatian terhadap pemberitaan muktamar Muhammadiyah dan NU dibanding Kompas. Republika juga lebih banyak memberitakan muktamar Muhammadiyah, sedangkan Kompas cenderung lebih banyak memberitakan muktamar NU. Meskipun terdapat perbedaan kecenderungan, namun kedua media berusaha tetap menyajikan berita yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan masih memikirkan kepentingan pembaca. Kedua media juga berusaha untuk tetap obyektif dan netral pada pemberitaan muktamar. Secara spesifik, kecenderungan antara Kompas dan Republika dapat dilihat pada masing-masing kategori berikut ini:

a. Berdasarkan perbandingan frekuensi penyajian berita muktamar Muhammadiyah dan NU di harian Kompas dan Republika, Republika lebih banyak menyajikan berita muktamar Muhammadiyah dan NU dibanding dengan harian Kompas. Kompas menyajikan sebanyak 38 berita dan Republika menyajikan sebanyak 94 berita. Hal ini dapat dikarenakan karena

(2)

Republika dan Kompas menyesuaikan dengan karakteristik segmen pembaca masing dan menyesuaikan kebijakan redaksional masing-masing media. Distribusi frekuensi pada setiap edisinya baik Kompas dan Republika memiliki kesamaan yaitu: pada masa persiapan muktamar (20-31 Juli 2015) hanya menyajikan 1-3 berita, pada masa pelaksanaan (1-7 Agustus 2015) terjadi puncak pemberitaan yaitu menyajikan 3-17 berita, dan mengalami penurunan pada masa penutupan (8-10 Agustus 2015) menyajikan 2-7 berita.

b. Pada kategori frekuensi penyajian berita muktamar Muhammadiyah dan NU di harian Kompas dan Republika, melalui uji chi square didapat Nilai X2 > Nilai kritis (12.26 > 5.991). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penyajian berita antara Kompas dan Republika. Dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan kebijakan redaksional kedua surat kabar yang mencerminkan sikap, arah, dan kepentingan media massa untuk memberikan porsi lebih besar pada pemberitaan satu golongan organisasi.

c. Pada kategori ragam topik penyajian berita muktamar Muhammadiyah dan NU di harian Kompas dan Republika, didapat nilai X2 < nilai kritis (15.47 < 18.307). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam penyajian berita antara Kompas dan Republika. Dalam hal pemilihan topik yang disajikan, Kompas dan Republika masih

(3)

memihak kepentingan dan kebutuhan pembaca. Kompas dan Republika memiliki kecenderungan untuk mengusung tema yang dibutuhkan oleh pembaca.

d. Pada kategori arah pemberitaan penyajian berita muktamar Muhammadiyah dan NU di harian Kompas dan Republika, didapat nilai X2 > nilai kritis (17.85 > 5.991). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penyajian berita antara Kompas dan Republika. Dalam hal ini Kompas lebih banyak memberitakan berita dengan nada mendukung, sedangkan Republika lebih banyak menyajikan berita yang netral. Hal ini dikarenakan kebijakan redaksional masing-masing media.

e. Pada kategori sumber berita penyajian berita muktamar Muhammadiyah dan NU di harian Kompas dan Republika, didapat nilai X2 < nilai kritis (6.55 < 15.507). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam penyajian berita antara Kompas dan Republika. Pemilihan narasumber merupakan kebijakan redaksional, namun Kompas dan Republika berusaha tetap memilih narasumber yang tepat dan terpercaya untuk memberitakan kebenaran berita.

f. Pada kategori penempatan halaman penyajian berita muktamar Muhammadiyah dan NU di harian Kompas dan Republika, didapat nilai X2

(4)

perbedaan yang signifikan dalam penyajian berita antara Kompas dan Republika. Hal ini juga karena kebijakan redaksional Kompas dan Republika yang melihat berita muktamar Muhammadiyah dan NU memiliki nilai berita yang berbeda. Nilai berita muktamar Muhammadiyah dan NU disesuaikan dengan nilai proximity yaitu kedekatan peristiwa dan segmen pembacanya yang sesuai.

B. Saran

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kecenderungan penyajian berita muktamar Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) pada periode 20 Juli – 10 Agustus 2015 berdasarkan kategori frekuensi, ragam topik, arah pemberitaan, sumber berita, dan penempatan halaman. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, demi kebermanfaatan penelitian ini, peneliti menyarankan:

a. Saran akademis: Peneliti berharap bahwa penelitian analisis isi selanjutnya dapat lebih mendalami bagaimana organisasi masyarakat dengan basis agama dicitrakan pada media nasional atau bagaimana komunikasi ormas agama di media. Penelitian selanjutnya juga dapat meneliti semiotika tentang berita muktamar yang dapat dilihat dari judul berita dan isi pemberitaan serta apakah terdapat keberlanjutan muktamar pada organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam realitanya. Sehingga, dapat menjadi pendukung dan

(5)

pelengkap penelitian-penelitian sebelumnya dan dapat menemukan sesuatu yang menarik dari fenomena ini.

b. Saran praktis untuk media: Peneliti juga berharap media di Indonesia meskipun dalam kegiatan jurnalismenya berpatokan pada kebijakan redaksional, namun tetap harus berpihak pada kepentingan masyarakat. Media seharusnya tidak berpihak pada satu golongan dan bersikap netral serta obyektif. Kebijaksanaan redaksional seharusnya tidak disalahgunakan untuk memainkan opini masyarakat namun lebih untuk memberikan warna dan karakter yang kuat terhadap media itu sendiri.

(6)

154

DAFTAR PUSTAKA

Mursito. (2013). Jurnalisme Komprehensif Konsep, kaidah & Teknik Penulisan Berita, Feature, Artikel. Jakarta: Literate

Bush, Robin. (2009). Nahdlatul Ulama & The Struggle for Power within Islam & Politics in Indonesia. Singapore: ISEAS

Chaer, A. (2010). Bahasa Jurnalistik. Jakarta: PT Rineka CIPTA.

Dominick, J.R. (1996). The Dynamics of Mass Communication (5th edition). New

York: McGraw-Hill.

Eriyanto. (2013). Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Flournoy, D.M (1989). Analisis Isi Surat Kabar-Surat Kabar di Indonesia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Ishwara, L. (2008). Catatan-catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Kompas.

Krippendorff, K. (1993). Analisa Isi Pengantar Teori dan Metodologi. Jakarta: Pers.

Krippendorff, K. (2004). Content Analysis: An introduction to Its Methodology, (2nd

edition). Thousand Oaks: Sage Publication.

Kusumaningrat, Hikmat & Purnama Kusumaningrat. (2006). Jurnalistik: Teori dan. Praktek. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Mencher, M. (2003). News Reporting and Writing (9th edition).. New York:

McGraw-Hill

Mursito. (1999). Penulisan Jurnalistik, Konsep dan Teknik Penulisan Berita. Solo: Spikom.

Oetama, J. (1987). Perspektif Pers Indonesia. Jakarta: LP3ES

Rolnicki, Tom E. (2008). Pengantar Dasar Jurnalime (Scholastic Journalism). Jakarta: Kencana

Santana, S.K. (2005). Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Shoemaker, Vos, Reese. (2009). Journalist as Gatekeepers, dalam Jorgensen, K.,

& Hanitzsch, T. (Ed), The Handbook of Journalism Studies (pp. 79). New York: Routledge.

(7)

Stanley J., Baran. & Dennis K. Davis. (2003). Mass Communication Theory: Foundations, Ferment, and Future (3rd edition). Belmont, CA:

Wadsworth/Thomson.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Wibowo, W. (2009). Menuju Jurnalisme Beretika: Peran Bahasa, Bisnis, dan Politik di Era Mondial. Jakarta: Kompas

SUMBER INTERNET

Badan Pusat Statistik. (2010). Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut. Diakses dari http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321 Badan Pusat Statistik. (2010). Sensus Penduduk 2010. Diakses dari Website BPS:

http://sp2010.bps.go.id/

Heru. (2015). Siaran Langsung Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar 3-7 Agustus 2015 Live Streaming di Muhammadiyah TV. Diakses dari

http://www.heru.my.id/2015/08/siaran-langsung-muktamar- muhammadiyah-ke-47-di-kota-makassar-3-7-agustus-2015-live-streaming-di-muhammadiyah-tv.html

KBBI. (2012). Definisi Muktamar. Diakses dari website KBBI: http://kbbi.web.id/muktamar

Muhammadiyah. (1997). Anggaran Dasar. Diakses dari Website Muhammadiyah: http://www.muhammadiyah.or.id/id/3-content-51-det-anggaran-dasar.html Muhammadiyah. (1997). Anggaran Rumah Tangga. Diakses dari Website Muhammadiyah: http://www.Muhammadiyah.or.id/id/content-52-det-anggaran-rumah-tangga.html

Muhammadiyah. (1997). Direktori Muktamar: Permusyawaratan dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dari Masa ke Masa. Diakses dari Website Muhammadiyah: http://www.muhammadiyah.or.id/id/content-57-det-direktori-muktamar.html

Nadhlatul Ulama. (2013). Basis Pendukung. Diakses dari website Nahdlatul Ulama:

http://www.nu.or.id/a,public-m,static-s,detail-lang,id-ids,1-id,9-t,basis+pendukung-.phpx

Nahdlatul Ulama. (2009). Perbandingan Politik NU dan Muhammadiyah. Diakses dari Website Nahdlatul Ulama: http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-

(8)

PCNU Kebumen. (2010). AD ART NU Terbaru. Diakses dari http://pcnukebumen.or.id/ad-art-nu-terbaru/

Pewforum. (2015). 10 Countries With the Largest Muslim Populations, 2010 and 2050. Diakses dari http://www.pewforum.org/2015/04/02/muslims/pf15-04-02projectionstables74/

JURNAL

Barton, Greg. (2014). The Gulen Movement, Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama:Progressive Islamic Thought, Religious Philantropy and Civil Society in Turkey and Indonesia. Islam and Christian-Muslim Relation, 25(3). 287-301.

Krippendorff, K. (2004). Reliability in Content Analysis Some Common Misconceptions and Recommendations. Human Communication Research, 30(3). 411-433.

Macnamara, J. (2005). Media content analysis: It Uses, benefits and Best Practice Methodology. Asia Pasific Public Relation Journal, 6(1), 1-34.

Soroka, S.N. (2012). The Gatekeeping Function: Distribution of Information in Media and the real world. The Journal of Politics, 74(2). 514-528.

SUMBER LAIN

Kompas. (1 Agustus 2015). Muktamar Nahdlatul Ulama dari Masa ke Masa. (2015). Hlm. 5.

Rahajeng K. (2010). Analisis Isi Rubrik Opini pada Surat Kabar Kompas (Studi Deskriptif Analisis Isi dalam Rubrik Opini pada Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 sampai Bulan Desember 2009). Undergraduate thesis, UPN “Veteran” Jatim

Kurniasih, F. (2010). Studi Analisis Isi Penyajian Berita Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II di Harian Kompas dan Republika Periode 11-31 Oktober 2009. Skripsi. Universitas Sebelas Maret

Referensi

Dokumen terkait

BAB III : Hasil Penelitian dan Pembahasan, dalam bab ini akan dipaparkan tentang penyajian dan analisis data yang merupakan jawaban dari rumusan masalah tetang

Menurut Tillman dkk., (1998) kandungan protein pada bahan pakan ruminansia tidak terlalu dipermasalahkan, karena pada ruminansia penggunaan protein makanan lebih

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

a) Nilai ukur interpremolar dan intermolar pada model studi signifikan dengan nilai hitung interpremolar dan intermolar menggunakan Indeks Pont’s. Terdapat korelasi yang kuat

Kesimpulan dari hal tersebut di atas, bahwa perlindungan hukum dalam arti sempit adalah sesuatu yang diberikan kepada subjek hukum dalam bentuk perangkat hukum, baik yang

Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui adanya kecemasan terhadap sebelum datangnya rasa sakit pada penderita rematik yang mengalami kecemasan

Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Pujiati (2013) yang menyatakan bahwa kompensasi bonus berpengaruh negatif terhadap manajemen laba yaitu

 Satu eksemplar untuk Fakultas (melalui Pengelola Penyelenggara Seminar (setelah ditandatangani Dosen Pembimbing , Dosen Penyelenggara Seminar dan Wakil Dekan Bidang Akademik) 