Hidayati Sarah-P056121851.50 1 BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Seiring berkembangnya teknologi, komputer pada masa kini tidak hanya berfungsi untuk menghitung saja, namun juga berfungsi dalam mencari informasi, mengolah multimedia dan hiburan. Kemampuan komputer terus meningkat dari hari ke hari. Banyak manfaat yang dapat ditawarkan oleh komputer, apalagi harga komputer yang semakin murah dan terjangkau membuat semakin banyak orang yang memiliki teknologi yang disebut komputer ini.
Kita bisa mengatakan bahwa komponen internal dari sebuah PC adalah suatu jaringan dari piranti yang semuanya terhubung dengan system bus. Jadi pada dasarnya sebuah PC adalah suatu jaringan komputer dengan skala kecil. Aliran power listrik dan informasi, keduanya secara konstan mengalir dalam sebuah komputer. dalam menjelaskan sebuah jaringan komputer sebenarnya sebuah komputer / PC bisa dianggap sebagai sebuah miniature sebuah jaringan, dengan semua komponen dan piranti yang saling terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain.
Kegunaan komputer itu sendiri adalah membantu proses kinerja manusia dengan terdapatnya banyak aplikasi komputer yang dikembangkan untuk kebutuhan, contohnya Microsoft Office, Instant Messenger, Photo dan Video Editing maupun Games. Untuk mewujudkan konsepsi komputer sebagai pengolah data untuk menghasilkan suatu informasi, maka diperlukan sistem komputer (computer system) yang elemennya terdiri dari hardware, software dan
brainware. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan
membentuk kesatuan. Hardware tidak akan berfungsi apabila tanpa software, demikian juga sebaliknya. Dan keduanya tiada bermanfaat apabila tidak ada manusia (brainware) yang mengoperasikan dan mengendalikannya.
1. Hardware atau Perangkat Keras: peralatan yang secara fisik terlihat dan dapat disentuh.
2. Software atau Perangkat Lunak: program yang berisi instruksi/perintah untuk melakukan pengolahan data.
Hidayati Sarah-P056121851.50 2 3. Brainware: manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan sistem
komputer.
Software mempunyai fungsi yakni mengidentifikasi program, menyiapkan
aplikasi program agar tata kerja seluruh peralatan terkontrol, serta mengatur dan membuat pekerjaan lebih efisien. Software merupakan data elektronik yang disimpan sedemikian rupa oleh komputer itu sendiri. Data yang disimpan ini dapat berupa program atau intruksi yang akan dijalankan oleh perintah, maupun catatan-catatan yang diperlukan oleh komputer untuk menjalankan perintah yang dijalankannya. Untuk mencapai keinginannya tersebut dirancanglah suatu susunan logika, logika yang disusun ini diolah melalui perangkat lunak, yang disebut juga dengan program beserta data-data yang diolahnya. pengolahan pada software ini melibatkan beberapa hal, di antaranya adalah sistem operasi, program, dan data. Software ini mengatur sedemikian rupa sehingga logika yang ada dapat dimengerti oleh mesin komputer.
I.2. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas akhir triwulan mata kuliah Sistem Informasi Manajemen. Di dalam makalah ini akan membahas beberapa hal yaitu:
1. Menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan dari outsourcing maupun insourcing pada sistem informasi di sebuah perusahaan
2. Menjelaskan tentang urgensi maintainability pada sebuah software 3. Merangkum tentang Developing business
Hidayati Sarah-P056121851.50 3 BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Perangkat Lunak (Software)
Nama lain dari software adalah perangkat lunak. Seperti nama lainnya itu, yaitu perangkat lunak, sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh manusia, maka software atau Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda tapi bisa di operasikan.
Pengertian software komputer adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui software atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah. Software atau perangkat lunak komputer berdasarkan distribusinya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu software berbayar, software gratis atau free ( Freeware, free software, shareware, adware) .
Software berbayar merupakan perangkat lunak yang didistribusikan untuk
tujuan komersil, setiap pengguna yang ingin menggunakan atau mendapatkan software tersebut dengan cara membeli atau membayar pada pihak yang mendistribusikannya. pengguna yang menggunakan software berbayar umumnya tidak diijinkan untuk menyebarluaskan software tersebut secara bebas tanpa ijin ada penerbitnya. Contoh software berbayar ini misalnya adalah sistem microsoft windows, microsoft office, adobe photo shop, dan lain-lain.
2.2. Rekayasa Perangkat Lunak
Ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikas dari kebutuhan pengguna, desain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan adalah Rekayasa Perangkat Lunak. Tujuan dari Rekayasa Perangkat Lunak adalah untuk menekan biaya (baik pembuatan dan perawatan) seminim dan serendah mungkin dan memanfaatkan waktu yang diberikan secara efektif dan efisien sehingga menghasilkan kinerja yang tinggi, andal dan tepat waktu.
Hidayati Sarah-P056121851.50 4 Sejarah masuknya mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak ke perguruan tinggi dikarenakan telah terjadinya krisis Perangkat Lunak pada tahun 1960-an. Hal ini dipicu oleh banyaknya kegagalan produksi Perangkat Lunak sehingga anggaran dana pun semakin menipis dan faktor lainnya. Selain itu, pada masa itu juga Rekayasa Perangkat Lunak hanya menjadi konsumsi bagi kalangan bisnis dan cuma berkembang di kalangan bisnis (jalan di tempat). Untuk itulah diadakan pertemuan dan akhirnya dimasukkanlah Rekayasa Perangkat Lunak di perguruan tinggi sebagai mata kuliah dengan harapan akan berkembang di masa mendatang.
Bill Gates dengan Microsoft-nya dianggap sebagai intelektual muda yang lahir dari perguruan tinggi. Rekayasa Perangkat Lunak hanyalah sebuah teori, tetapi patut diketahui RPL berkaitan erat dengan semua bidang yang akan digeluti oleh lulusan komputer seperti, bisnis dan manajemen. Dan Bill Gates pun mengamalkan apa yang diketahuinya tentang Rekayasa Perangkat Lunak pada Microsoft. Rekayasa di sini bukan berarti konotasi negatif terhadap Perangkat Lunak. Rekayasa diarahkan kepada positif Perangkat Lunaknya. Menghasilkan yang terbaik, bermanfaat dan kemaslahatan manusia. Perkembangan hardware (perangkat keras) yang cepat membuat software (Perangkat Lunak) harus ikut menyesuaikan.
Pada rekayasa perangkat lunak, banyak model yang telah
dikembangkanuntuk membantu proses pengembangan perangkat lunak. Model-model ini padaumumnya mengacu pada Model-model proses pengembangan sistem yang disebut System Development Life Cycle (SDLC) seperti terlihat pada Gambar 1.
Hidayati Sarah-P056121851.50 5 Setiap model yang dikembangkan mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Namun secara umum ada persamaan dari model-model ini, yaitu:
Kebutuhan terhadap definisi masalah yang jelas
Input utama dari setiap model pengembangan perangkat lunak adalah pendefinisian masalah yang jelas. Semakin jelas akan semakin baik karena akan memudahkan dalampenyelesaian masalah.
Tahapan-tahapan pengembangan yang teratur
Meskipun model-modelpengembangan perangkat lunak memiliki pola yang berbeda-beda, biasanya model-model tersebut mengikuti pola umum, yakni analysis – design – coding – testing - maintenance
Stakeholder berperan sangat penting dalam keseluruhan tahapan
pengembangan
Stakeholder dalam rekayasa perangkat lunak dapat berupa pengguna, pemilik, pengembang, pemrogram dan orang-orang yang terlibatdalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
Dokumentasi merupakan bagian penting dari pengembangan perangkat
lunak
Masing-masing tahapan dalam model biasanya menghasilkansejumlah tulisan, diagram, gambar atau bentuk-bentuk lain yang harus didokumentasi dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perangkat lunak yang dihasilkan.
Keluaran dari proses pengembangan perangkat lunak harus bernilai
ekonomis
Nilai dari sebuah perangkat lunak sebenarnya agak susah di-rupiah-kan. Namun efek dari penggunaan perangkat lunak yang telahdikembangkan haruslah memberi nilai tambah bagi organisasi. Hal ini dapat berupa penurunan biaya operasi, efisiensi penggunaan sumberdaya,peningkatan keuntungan organisasi, peningkatan “image” organisasi danlain-lain. Ada banyak model pengembangan perangkat lunak, antara lain
The Waterfall Model, Joint Application Development (JAD), Information Engineering (IE), Rapid Application Development (RAD) termasuk di dalamnya
Hidayati Sarah-P056121851.50 6
Prototyping,Unified Process (UP), Structural Analysis and Design (SAD) dan Framework for the Application of System thinking (FAST). Tiga model
pengembangan yaitu The Waterfall Model, Prototyping, dan Unified Processs
(UP).
1. The Waterfall Model
Model siklus hidup (life cycle model) adalah model utama dan dasar dari banyak model. Salah satu model yang cukup dikenal dalam dunia rekayasa perangkat lunak adalah The Waterfall Model. Ada lima tahapan utama dalam
The Waterfall Model seperti terlihat pada Gambar 4. Disebut waterfall (berarti air
terjun) karena memang diagram tahapan prosesnya mirip dengan air terjun yang bertingkat. Tahapan-tahapan dalam The Waterfall Model secara ringkas adalah sebagai berikut:
Tahap investigasi dilakukan untuk menentukan apakah terjadi suatu masalah
atau adakah peluang suatu sistem informasi dikembangkan. Pada tahapan ini studi kelayakan perlu dilakukan untuk menentukan apakah sistem informasi yang akan dikembangkan merupakan solusi yang layak
Tahap analisis bertujuan untuk mencari kebutuhan pengguna dan organisasi
serta menganalisa kondisi yang ada (sebelum diterapkan sistem informasiyang baru).
Tahap disain bertujuan menentukan spesifikasi detil dari
komponen-komponen sistem informasi (manusia, hardware, software, network dan data) dan produk-produk informasi yang sesuai dengan hasil tahap analisis.
Tahap implementasi merupakan tahapan untuk mendapatkan atau
mengembangkan hardware dan software (pengkodean program), melakukan pengujian, pelatihan dan perpindahan ke sistem baru.
Tahapan perawatan (maintenance) dilakukan ketika sistem informasi sudah
dioperasikan. Pada tahapan ini dilakukan monitoring proses, evaluasi
Hidayati Sarah-P056121851.50 7
Gambar 2 dan 3. The Waterfall Model dan Protoyping Model
2. Prototyping Model
Prototyping adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak
yang secara langsung mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat lunak atau komponen-komponen perangkat lunak akan bekerja dalam lingkungannya sebelum tahapan konstruksi aktual dilakukan (Howard, 1997).
Prototyping model dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe antara
lain:.
Reusable prototype: Prototype yang akan ditransformasikan menjadi produk final.
Throwaway prototype: Prototype yang akan dibuang begitu selesai menjalankan maksudnya.
Input/output prototype: Prototype yang terbatas pada antar muka pengguna (user interface).
Hidayati Sarah-P056121851.50 8
Processing prototype: Prototype yang meliputi perawatan file dasar dan proses-proses transaksi.
System prototype: Prototype yang berupa model lengkap dari perangkat lunak.
Hidayati Sarah-P056121851.50 9 BAB III
PEMBAHASAN
1. Jelaskan kelebihan maupun kekurangan dari outsourcing dan insourcing pada sistem informasi jika diterapkan pada sebuah perusahaan!
Outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan
dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya. Outsourcing TI atau pengadaan sarana dan jasa TI oleh pihak ketiga merupakan kebijakan strategis perusahaan yang berpengaruh terhadap proses bisnis dan bentuk dukungan TI yang akan diperoleh.
Melalui outsourcing, perusahaan dapat membeli sistem informasi yang sudah tersedia, atau sudah dikembangkan oleh perusahaan outsource. Perusahaan juga dapat meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi sistem yang sudah ada. Perusahaan juga dapat membeli software dan meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi software tersebut sesuai keinginan perusahaan. Dan juga lewat outsourcing perusahaan dapat meminta untuk mengembangkan sistem informasi yang benar-benar baru atau pengembangan dari dasar.
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dalam pengembangan sistem informasi yaitu pendekatan insourcing. Jika outsourcing melimpahkan pengerjaan proyek pada pihak ketiga, insourcing mengembangan proyek dengan memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan tersebut. Insourcing merupakan metode pengembangan sistem informasi yang hanya melibatkan sumber daya di dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan.
Alasan terkuat yang mendorong organisasi untuk menggunakan outsourcing yaitu tingkat persaingan bisnis yang semakin meningkat. Tingkat persaingan bisnis meningkat dengan meningkatnya kebutuhan teknologi informasi yang dapat
Hidayati Sarah-P056121851.50 10 meningkatkan nilai bisnis, ini dapat dicerminkan dalam karakteristik strategik secara umum memiliki beberapa faktor yaitu : cost leadership, differentiation, dan
focus.
Menurut O’Brien dan Marakas (2006), beberapa pertimbangan perusahaan untuk memilih strategi outsourcing sebagai alternatif dalam mengembangkan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi diantaranya:
1. Biaya pengembangan sistem sangat tinggi.
2. Resiko tidak kembalinya investasi yang dilkukan sangat tinggi.
3. Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
4. Faktor waktu atau kecepatan.
5. Proses pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama.
6. Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil
Ada beberapa keunggulan atau keuntungan menggunakan outsourcing, dan juga
kelemahan menggunakan outsourcing. Keunggulan atau keuntungan
menggunakan outsourcing antara lain (Jogiyanto, 2003).
1. Biaya teknologi yang semakin meningkat dan akan lebih murah jika perusahaan tidak berinvestasi lagi tetapi menyerahkannya kepada pihak ketiga dalam bentuk outsourcing yang lebih murah dikarenakan
outsourcer menerima jasa dari perusahaan lainnya sehingga biaya tetap outsourcer dapat dibagi beberapa perusahaan.
2. Mengurangi waktu proses, karena beberapa outsourcer dapat dipilih untuk bekerja bersama-sama menyediakan jasa ini kepada perusahaan.
3. Jasa yang diberikan oleh outsourcer lebih berkualitas dibandingkan dikerjakan sendiri secara internal, karena outsourcer memang spesialisasi dan ahli dibidang tersebut.
4. Perusahaan tidak mempunyai pengetahuan tentang sistem teknologi ini dan pihak outsourcer mempunyainya.
Hidayati Sarah-P056121851.50 11 5. Perusahaan merasa tidak perlu dan tidak ingin melakukan transfer
teknologi dan transfer pengetahuan yang dimiliki outsourcer.
6. Meningkatkan fleksibilitas untuk melakukan atau tidak melakukan investasi.
7. Mengurangi resiko kegagalan investasi yang mahal.
8. Penggunaan sumber daya sistem informasi belum optimal. Jika ini terjadi, perusahaan hanya menggunakan sumber daya sistem yang optimal pada saat-saat tertentu saja, sehingga sumber daya sistem informasi menjadi tidak dimanfaatkan pada waktu yang lainnya.
9. Perusahaan dapat menfokuskan pada pekerjaan lain yang lebih penting. Disamping kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh outsourcing, beberapa kelemahan juga perlu diperhatikan diantaranya:
1. Jika aplikasi yang di outsource adalah aplikasi yang strategik maka dapat ditiru oleh pesaingnya yang juga dapat menjadi klien dari outsourcer yang sama.
2. Perusahaan akan kehilangan kendali terhadap aplikasi yang di
outsource-kan. Jika aplikasinya adalah aplikasi kritikal yang harus ditangani jika
terjadi gangguan, perusahaan akan menanggung resiko keterlambatan penanganan jika aplikasi ini di outsource-kan karena kendali ada di
outsourcer yang harus dihubungi terlebih dahulu.
3. Jika kekuatan menawar ada outsourcer, perusahaan akan kehilangan banyak kendali di dalam memutuskan sesuatu apalagi jika terjadi konflik diantaranya
4. Perusahaan akan kehilangan keahlian dari belajar membangun dan mengopersikan aplikasi tersebut.
5. Pelanggaran kontrak, yang banyak terjadi ketika vendor menjanjikan banyak hal yang kelihatan wah sebelum kontrak ditanda tangani, namun tidak dapat direalisasikan ketika kontrak sudah berjalan.
6. Kontrak jangka panjang, dimana vendor menawarkan kontrak dalam jangka waktu yang relative panjang, dengan biaya yang mahal dan penalti
Hidayati Sarah-P056121851.50 12 pemutusan kontrak yang menyebabkan perusahaan tidak memiliki pilihan selain menjalankan kontrak sampai selesai.
Keunggulan dalam menerapkan metode insourcing diantaranya :
1. Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
2. Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
3. Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut. 4. Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang
dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
5. Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.
6. Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.
7. Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
8. Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.
Sedangkan kelemahan dalam menerapkan metode insourcing diantaranya :
1. Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.
2. Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date). 3. Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer
Hidayati Sarah-P056121851.50 13 4. Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.
5. Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).
Bila perusahaan melakukan keputusan untuk melaksanakan outsourcing, IT Governance Institute (2005) memberikan aturan baku untuk outsourcing yang memiliki tahapan outsourcing life cycle sebagai berikut :
1. Kesesuaian penanda tanganan kontrak dan penanda tanganan proses yang diselesaikan.
2. Persetujuan Service Level Agreement (SLA) 3. Proses Opersional yang dikembangkan
4. Transisi tahapan layanan dan waktu pembayaran
5. Tim operasional, artikulasi yang jelas hubungan dan interface 6. Transisi dan Transformasi rencana penyelesaian
7. Undang-undang sukses, bonus dan penalti 8. Konsensus dalam menentukan tanggung jawab
Hidayati Sarah-P056121851.50 14 2. Mengapa kita perlu memperhatikan faktor “maintainability” dari suatu
software? Jelaskan urgensinya!
Maintainability merupakan usaha yang diperlukan dalam menemukan dan
memperbaiki kesalahan dalam software. Aplikasi pada software bersifat dinamis sehingga untuk selalu meng-upgrade software perlu dilakuakan maintanability.
Terdapat empat jenis maintainance pada software, yaitu: 1. Corrective Maintenance
Corrective maintenance terjadi pada saat produk dipakai dan hasil yang
didapat oleh pamakai baik berupa kesalahan yang timbul maupun kesalahan dalam bentuk output yang tidak sesuai.
2. Adaptive maintenance
Aktivitas yang kedua ini terjadi karena pertumbuhan atau perkembangan
software dan hardware sehingga memerlukan modifikasi dari software yang
telah dibuat.
3. Perfective maintenance
Aktivitas ini terjadi pada saat software yang telah dibuat dan dilakukan uji coba kemudian dipergunakan oleh user. Setelah dipergunakan oleh user mungkin timbul permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai.
4. Preventive maintenance
Pemeliharaan yang terakhir dilakukan untuk menghadapi kemajuan software atau hardware di masa mendatang dengan penambahan fungsi-fungsi atau melengkapi fungsi-fungsi yang telah ada.
Maintanability juga disebut sebagai pemeliharaan sistem dimana setelah
sebuah software berhasil dikembangkan dan diimplementasikan, akan terdapat berbagai hal yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil uji coba maupun evaluasi. Sebuah software yang dirancang dan dikembangkan dengan baik, akan dengan mudah dapat direvisi jika diperlukan. Seberapa jauh software tersebut dapat diperbaiki merupakan faktor lain yang harus diperhatikan.
Ada tiga alasan yang mendasari pentingnya pemeliharaan sistem atau maintenance system, yaitu sebagai berikut.
Hidayati Sarah-P056121851.50 15
Maintenance dilakukan untuk mengatasi kegagalan dan permasalahan yang
muncul saat sistem dioperasikan. Sebagai contoh, maintenace dapat digunakan untuk mengungkapkan kesalahan pemrograman (bugs) atau kelemahan selama proses pengembangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem, sehingga kesalahan tersebut dapat diperbaiki.
2) Menjamin dan Meningkatkan Kinerja Sistem (Feedback Mechanism)
Kajian pasca implementasi sistem merupakan salah satu
aktivitas maintenance yang meliputi tinjauan sistem secara periodik. Tinjauan periodik atau audit sistem dilakukan untuk menjamin sistem berjalan dengan baik, dengan cara memonitor sistem secara terus-menerus terhadap potensi masalah atau perlunya perubahan terhadap sistem. Sebagai contoh, saat user menemukan errors pada saat sistem digunakan, maka user dapat memberi umpan balik atau feedback kepada spesialis informasi guna
meningkatkan kinerja sistem. Hal ini yang menjadikan system
maintenance perlu dilakukan secara berkala, karena system maintenance akan
senantiasa memastikan sistem baru yang di implementasikan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan penggunaanya melalui mekanisme umpan balik. 3) Menjaga Kemutakhiran Sistem (System Update)
Selain sebagai proses perbaikan kesalahan dan kajian pasca
implementasi, system maintenance juga meliputi proses modifikasi terhadap sistem yang telah dibangun karena adanya perubahan dalam organisasi atau lingkungan bisnis. Sehingga, system maintenance menjaga kemutakhiran sistem (system update) melalui modifikasi-modifikasi sistem yang dilakukan.
Hidayati Sarah-P056121851.50 16 3. Rangkuman BAB 10 Developing Business
Siklus hidup sistem (System Life Cycle) merupakan penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Karena tugas-tugas yang dilakukan seakan mengikuti suatu pola yang teratur dan dilakukan secara top-down, maka SLC sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan sistem.
SLC secara umum memiliki 5 tahapan utama dalam pengembangannya, 4 tahapan yang pertama, yakni perencanaan, analisis, rancangan, dan penerapan merupakan tahapan yang sama-sama dinamakan siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle – SLDC), sementara itu tahapan terakhir, yakni tahapan penggunaan, yang berlangsung sampai sudah saatnya untuk merancang sistem kembali dari awal.
Hidayati Sarah-P056121851.50 17 SDLC (Systems Development Life Cycle) dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana (planning), analisa (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance).
Berikut merupakan langkah-langkah untuk pembangunan sistem informasi dari awal sistem dibangun :
1. Tahap Perencanaan
Langkah-langkah yang harus ditempuh selama tahap perencanaan antara lain adalah :
1. Menyadari masalah.
2. Mendefinisikan masalah.
3. Menentukan tujuan sistem secara umum.
4. Mengidentifikasi kendala-kendala sistem.
5. Membuat studi kelayakan.
6. Mempersiapkan usulan penelitian sistem. 7. Menyetujui/menolak penelitian sistem.
8. Menetapkan mekanisme pengendalian.
2. Tahap Analisis
Pada tahap ini, dilakukan penelitian aras sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau sistem yang akan diperbaharui. Selama tahap analisis ini, analis sistem akan terus bekerja sama dengan para manajer dan komite pengarah SIM. Tahap ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
1. Mengumumkan penelitian sistem.
2. Mengorganisasikan Tim Proyek.
3. Mendefinisikan kebutuhan informasi. 4. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem.
5. Menyiapkan usulan rancangan.
Hidayati Sarah-P056121851.50 18 3. Tahapan Rancangan
Dengan memahami sistem yang akan dirancang dan apa saja persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi tim proyek yang telah dibentuk dapat membahasa rancangan sistem baru. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam tahapan ini antara lain adalah :
1. Menyiapkan rancangan sistem yang terperinci.
2. Mengidentifikasi berbagai alternatif konfigurasi sistem. 3. Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem. 4. Memilih konfigurasi yang terbaik.
5. Menyiapkan usulan penerapan.
6. Menyetujui atau menolak penerapan sistem.
4. Tahap Penerapan
Penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. Berikut merupakan bagian-bagian dari tahapan penerapan :
1.Merencanakan penerapan. 2.Mengumumkan penerapan.
3.Mendapatkan sumber daya perangkat keras. 4.Mendapatkan sumber daya perangkat lunak.
5.Menyiapkan database. Database ini nanti akan bertanggung jawab untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan data yang dapat di kelola oleh DBA (database administrator).
6.Menyiapkan fasilitas fisik. Misalkan ruang komputer yang akan menyimpan mainframe atau komputer mini berskala besar yang dilengkapi dengan pengaturan suhu, kelembapan, keamanan, pendeteksi api dan sebagainya. 7.Mendidik peserta dan pemakai (user)
8.Menyiapkan usulan cutover, yang dapat berupa lisan ataupun memo.
9.Memberikan keputusan menyutujui atau menolak sistem baru. Jika para manajer menyetujui, maka segera tetapkan tanggal cutover dan sebaliknya. 10.Masuk ke sistem baru.
Hidayati Sarah-P056121851.50 19 5. Tahap Penggunaan
Tahap penggunaan ini terdiri dari sebagai berikut :
1. Menggunakan sistem baru. Para user menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang telah diidentifikasi pada tahap perencanaan.
2. Audit sistem. Melakukan semacam studi yang disebut dengan penelaahan setelah penerapan dan sebaiknya dilakukan oleh seseorang dari jasa informasi atau auditor internal yang berpengalaman.
3. Memelihara sistem baru, yaitu memperbaiki kesalahan, menjaga kemuthakhiran sistem, dan mengembangkan sistem.
Prototyping adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak
yang secara langsung mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat lunak atau komponen-komponen perangkat lunak akan bekerja dalam lingkungannya sebelum tahapan konstruksi aktual dilakukan.
Gambar 5. Tahapan-tahapan prototyping model
Tahap-tahap dalam prototyping boleh dikata merupakan tahap-tahap yang dipercepat. Strategi utama dalam prototyping adalah kerjakan yang mudah
Hidayati Sarah-P056121851.50 20 terlebih dahulu dan sampaikan hasil kepada pengguna sesegera mungkin. Tahapan-tahapan secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:
Identifikasi kandidat prototyping: Kandidat dalam kasus ini meliputi user interface (menu, dialog, input dan output), file-file transaksi utama, danfungsi-fungsi pemrosesan sederhana.
Rancang bangun prototype dengan bantuan software seperti word
processor, spreadsheet, database, pengolah grafik, dan software CASE
(Computer-Aided System Engineering).
Uji prototype untuk memastikan prototype dapat dengan mudah dijalankan untuk tujuan demonstrasi.
Siapkan prototype USD (User’s System Diagram) untuk mengidentifikasi
bagian-bagian dari perangkat lunak yang di-prototype-kan.
Evaluasi dengan pengguna untuk mengevaluasi prototype dan melakukan
perubahan jika diperlukan.
Transformasikan prototype menjadi perangkat lunak yang beroperasi penuh dengan melakukan penghilangan kode-kode yang tidak dibutuhkan,
penambahan program-program yang memang dibutuhkan dan
Hidayati Sarah-P056121851.50 21 BAB IV
KESIMPULAN
1. Dari pembahasan sebelumnya ditunjukkan bagaimana keunggulan dan kelemahan outsourcing dan insourcing. Dalam membuat keputusan apakah perusahaan akan menggunakan outsourcing dan insourcing tentunya tergantung dari kondisi perusahaan dilihat dari keuntungan dan kerugian yang diterima bila perusahaan memilih salah satu dari dua pendekatan tersebut. 2. Terdapat tiga alasan yang mendasari pentingnya pemeliharaan sistem
atau maintenance system, yakni memperbaiki kesalahan (Correcting Errors), menjamin dan meningkatkan kinerja sistem (Feedback Mechanism), menjaga kemutakhiran sistem (System Update).
3. Untuk dapat membangun sistem informasi yang terintegrasi, ada beberapa tahapan penting yang harus dilakukan, yaitu tahapan perencanaan, tahapan analisis, tahapan rancangan, tahapan penerapan, serta tahapan penggunaan.
Hidayati Sarah-P056121851.50 22 DAFTAR PUSTAKA
O’Brien, JA . Marakas, george. 2009. Management Information System. Ninth
edition. Mc Graw Hill. Inc Boston
Raharjo. B. 2002. Memahami Teknologi Informasi. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta
Antonius Singgih Setiawan. 2007. Hubungan Strategi Outsourcing Information
Technology dan Keberhasilan Outsourcing Information Technology.
http://eprints.undip.ac.id/6816/1/Antonius_Singgih_Setiawan.pdf [25
September 2013]
Mengenal Bagian-bagian Komputer. http://sobatpc.com/mengenal-bagian-bagian-komputer/ [25 September 2013]
Wahono. 2012. Pengertian Komputer.
http://www.smp1gebog.sch.id/index.php?option=com_content&view=artic le&id=85:pengertian-komputer&catid=42:tik&Itemid=56 [25 September 2013]
Pengertian Software (perangkat lunak) Komputer. http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-software-perangkat-lunak-komputer/ [25 September 2013]
Model Proses Rekayasa Perangkat Lunak
http://www.scribd.com/Fadlisyah/d/16918341/11-MODEL-PROSES REKAYASA-PERANGKAT-LUNAK [25 September 2013]
Hidayati Sarah-P056121851.50 23
Tugas Akhir Triwulan 1
Sistem Informasi Manajemen
Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc
Disusun Oleh :
Hidayati Sarah
P056121851.50
PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR