Siapa kami? Bisnis apa kami ini? Siapa yang menjadi klien dan pelanggan kaim? Apa yang membedakan kami dari kompetitor?

10  15  Download (0)

Teks penuh

(1)
(2)

Tariklah perhatian orang-orang yang penuh semangat, produktif, dan menguntungkan untuk menjadi bagian dari tim Anda, demi meraih kesuksesan dan sinergi yang lebih baik!

Seperti yang diketahui oleh setiap pemilik bisnis yang sukses, sumber daya manusia adalah aset terbesar dari setiap perusahaan. Sebuah tim impian mampu untuk mencapai sejumlah tujuan yang kuat, dan pada saat yang bersamaan juga menyediakan kepuasan karir yang lebih mendalam di sepanjang perjalanan karir mereka. Akan tetapi sumber daya manusia juga dapat menjadi sebuah kewajiban besar – dan hal ini seringkali dibebankan kepada orang yang bersangkutan itu sendiri – bukan kepada orang yang bekerja untuk merekrut mereka. Salah satu keluhan terbesar para pemilik bisnis adalah mereka merasa tidak dapat menemukan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkualitas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut mereka terutama harus menyadari terlebih dahulu bahwa orang-orang yang mereka dapatkan adalah orang yang layak untuk mereka dapatkan.

Untuk mendapat keuntungan dari tim yang unggul, pemilik bisnis harus mampu memenuhi syarat untuk mempekerjakan mereka. Kemurahan hati dimulai dari rumah sendiri. Beri perhatian kepada dasar-dasar bisnis dan organisasi Anda, sehingga bisnis Anda akan menjadi magnet bagi bakat-bakat unggul dan tim kerja yang solid. Dengan demikian proses kerja tim akan menjadi lebih seimbang dan mudah sehingga proses perekrutan menjadi lebih mudah, retensi menjadi sesuatu yang pasti, dan kesuksesan akan mengikuti.

Pada suatu waktu, para pemilik bisnis diminta untuk mengkritik bisnis mereka sendiri dan menemukan seberapa banyak hal yang dapat mereka lakukan jika mereka memiliki karyawan yang lebih cakap dan bersemangat, yang juga berinvestasi pada pertumbuhan bisnis organisasi dengan rasa bangga, penuh tanggung jawab, dan motivasi diri. Jika benar bahwa sebuah rantai hanya akan sekuat mata rantai terlemahnya, maka juga benar bahwa umumnya kita hanya akan mendapatkan orang yang kita inginkan dan layak untuk kita. Pemilik bisnis seringkali merupakan mata rantai yang terlemah.

Terkadang pemilik bisnis akan mengeluh tentang orang sales yang tidak cukup profesional, namun pemilik bisnis tersebut menolak untuk menyediakan pelatihan atau kompensasi yang cukup untuk mereka. Pemilik bisnis lain berpikir bahwa jika saja karyawan mereka lebih produktif dan sedikit membuat kesalahan, pendapatan dan keuntungan mereka akan meningkat – namun, faktanya pemilik bisnis ini tidak memiliki sistem yang cukup memadai untuk membantu meminimalisir kesalahan atau memaksimalkan efisiensi kerja. Tetap saja pemilik bisnis berkeinginan untuk mengatur semua hal dan umumnya mereka cenderung mendelegasikan tugas yang dianggap tidak penting kepada orang lain. Setelahnya, mereka merasa heran mengapa orang-orang terbaik mereka tidak dapat memiliki peran kepemimpinan yang lebih baik dan menanggung tanggung jawab lebih dalam bekerja.

Pada dasarnya, aset sumber daya manusia berhubungan erat dengan orang yang memimpin mereka, dan sebagai hasilnya, seluruh tim akan merasa menderita ketika anggota tim yang kompeten pergi meninggalkan timnya untuk mencari tantangan-tantangan baru, peluang yang lebih menginspirasi, dan karir yang lebih

(3)

menguntungkan. Demikian juga – entah apakah mereka menyadarinya atau tidak – pemilik bisnis yang tulus dan berdedikasi juga kehilangan sebuah kesempatan emas, baik secara personal maupun profesional. Mereka merasa frustasi karena kurangnya jumlah rekan kerja yang kompeten untuk berbagi ide-ide mereka.

Terasa menegangkan untuk melihat mimpi dalam jangkauan – sangat dekat bagi Anda untuk menyentuhnya – tapi kemudian dibantah berulang kali atau beruntung jika Anda dapat memahaminya sebelum ia pergi dan mengarahkan Anda kepada kesedihan dan kesulitan finansial. Solusi bagi karyawan dan pemilik bisnis sangatlah mudah, bagaimanapun, selama pemilik bisnis siap dan mau mencari tahu penyebab dari permasalahan mereka, mereka dapat memperbaikinya dengan membentuk tim yang lebih baik, kemudian melibatkan diri dalam upaya-upaya terbaik yang dilakukan oleh sebuah tim yang unggul.

Hingga para pemilik bisnis mengakui akuntabilitas mereka kepada tim yang mereka bangun, perkembangan tidak akan dapat melaju dan karyawan akan merasa tertekan. Namun, ketika pemilik bisnis telah siap untuk menerima tanggung jawab untuk mendapatkan orang-orang atau tim yang layak bagi mereka, sangat memungkinkan untuk memulai proses membangun tim impian yang sesuai dengan perencanaan dan model bisnis mereka.

Langkah pertama dalam proses ini adalah untuk memahami arti pentingnya sebuah tim. Brad Sugars, penulis buku bisnis yang sekaligus pemilik bisnis, mendefinisikan "T.E.A.M sebagai Together Everyone Achieve More”. Perbedaan antara tim yang biasa-biasa saja dengan tim bintang terlihat dalam orientasinya terhadap sebuah detil, karena detil sekecil apapun bukan untuk ditoleransi melainkan atau disepelekan. Oleh karena itu, tim dari sebuah perusahaan dengan kata lain merupakan dasar dan inti dari sebuah model bisnis.

Tidak efektifnya kerjasama tim seringkali merupakan gejala dari visi bisnis yang perlu diperbarui. Anda mendapatkan apa yang layak Anda dapatkan, dan mencari dan mengetahui akar masalah dan melakukan pembenahan terhadap masalah utama tersebut seringkali dibutuhkan untuk berkembang, tumbuh, dan berkembang.

Banyak pemilik bisnis yang terlambat menyadari bahwa mereka membutuhkan resep baru untuk megnelola timnya, namun tentu saja, kesalahan umum yang mereka lakukan ialah tetap menggunakan pola, sistem, kebiasaan, aktivitas, dan staf yang sama. Pemilik bisnis mungkin bisa mengubah komposisi tim mereka, tetapi kemungkinan besar mereka tidak akan mendapatkan tim impiannya karena mereka masih melakukan kebiasaan lama yang tidak efektif.

Hasil akhir dari membangun tim yang sukses adalah sinergi dan simbiosis. Artinya, total kinerja kerjasama tim akan menghasilkan hasil yang lebih besar daripada melihat anggota tim sebagai masing-masing individu. Dalam istilah bisnis, ini berarti bahwa hasil investasi lebih besar daripada besarnya upaya dan modal yang dikeluarkan untuk investasi tersebut.

(4)

Misalnya, sebuah portofolio mungkin terdiri dari sepuluh saham yang berbeda. Total biaya yang dikeluarkan senilai $ 1.000. Tetapi jika saham-saham tersebut terdiversifikasi dengan seimbang dan tepat antara pertumbuhan, pendapatan, dividen dan IPO agresif atau perusahaan baru berteknologi tinggi, akhirnya total keranjang saham bisa - dan seharusnya - berakhir menjadi berkali-kali lipat dari investasi awalnya.

Namun demikian, setiap investor berpengalaman, team coach atau konselor pernikahan tahu bahwa sinergi dan simbiosis sebuah hubungan tidak selalu positif dan progresif. Membeli saham yang memiliki fundamental buruk dapat menjadi jalan tercepat untuk menuju kemiskinan, dan sama saja sebaliknya, seperti membeli aset yang memiliki potensi positif dapat menjadi jalur cepat menuju kekayaan dan pensiun dini. Apel busuk yang masuk ke dalam box apel baik akan memicu reaksi kimia yang merusak apel di seluruh box – hal ini pun berlaku pada kerja sama tim. Membentuk sebuah tim dengan cara yang dan konsep yang salah akan menghancurkan keseluruhan tim dan individu di dalamnya dan siap-siap untuk tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

Prinsip membangun tim serupa dengan perpaduan antara ilmu interaksi manusia, teori dan filsafat fisika. Seperti menggabungkan kekuatan listrik dengan fenomena magnet dan membuat generator elektromagnetik - yang kemudian menghasilkan kelimpahan listrik. Artinya, ketika Anda menempatkan dua orang atau orang bersamaan dengan komposisi pekerjaan yang tepat, visi, misi, dan perencanaan yang cermat dan kita kadang-kadang bisa mencapai hasil yang lebih maksimal daripada menggambungkan orang-orang asing yang belum pernah saling mengenal sebelumnya dalams uatu tim bersama. Pada dasarnya, manusia cenderung membutuhkan ikatan khusus untuk mencapai hasil yang luar biasa. Kombinasikan dengan cara yang tepat dan Anda akan mendapatkan peningkatan energi, vitalitas, dan keberhasilan yang magis.

Untuk membangun tim yang unggul, mulailah dari bahan-bahan yang bisa dibilang masih mentah lalu kemudian buatlah resep sukses Anda sendiri dari awal. Seorang koki yang ahli membuat pie belum tentu ahli dalam membuat jenis kue lainnya. Bahan dasar dan aspek kekompakkan tim adalah yang paling berkontribusi terhadap berhasilnya sebuah kerja sama tim, yang tentu saja lebih berarti daripada masing-masing individu bekerja sendiri-sendiri.

Bangun bisnis Anda dengan sikap yang tepat terhadap kerjasama tim, kombinasi yang tepat dari anggota tim Anda, ditambah dengan konfigurasi tim dan aturan main yang dinamis, akan menghasilkan kesuksesan yang luar biasa. Dengan tim yang tepat di posisi yang tepat, memainkan peranan yang tepat, bisnis Anda akan menjadi berkelimpahan.

Rekrutmen adalah langkah pertama, dan langkah ideal untuk memulai menemukan siapa pemain bintangnya. Tetapi, sebelum mulai merekrut, penting untuk mengetahui tujuan, visi dan misi bisnis Anda terlebih dahulu. Merekrut gelandang terbaik hanya akan memberikan sedikit keuntungan apabila yang benar-benar dibutuhkan sebenar-benarnya adalah seorang penjaga gawang. Seringkali, pemilik bisnis menilai karyawan sebagai seorang individu tanpa mengintegrasikannya ke dalam gambaran yang lebih besar. Sebagian pemilik bisnis lainnya bahkan mempekerjakan karyawan sebelum si pemilik bisnis sendiri - tahu benar apa nilai-nilai inti dari perusahaannya dan visi kedepan bisnis tersebut.

(5)

Bahkan sebelum Anda mulai mencetak formulir lowongan kerja atau menempatkan iklan baris, sangatlah penting bagi Anda untuk terlebih dahulu menciptakan filosofi dan menentukan misi. Mungkin, nilai-nilai dasar, visi dan misi termasuk positioning bisnis Anda telah ditentukan sejak awal berdirinya, namun tentu saja seiring berjalannya waktu, hal tersebut perlu terus diperbaharui agar tetap relevan.

Beberapa pemilik bisnis melihat dokumen-dokumen awal tersebut hanya untuk kebutuhan mengesankan investor atau meyakinkan pemberi pinjaman untuk menyediakan modal awal. Setelah kebutuhan tersebut tercapai, informasi itu tidaklah lagi relevan bagi mereka. Apabila ini terjadi, artinya para pemilik bisnis ini tidak mempercayai makna yang tertulis di dalam dokumen tersebut dan pada gilirannya akan sangat mudah baginya untuk kehilangan arah ketika memimpin perusahaan mereka di masa depan.

Jika ini terjadi, maka istilah yang tepat ialah orang buta yang menuntun orang buta lainnya dalam menjalankan sebuah organisasi. Untuk itu, pemilik bisnis yang pintar umumnya akan memperhatikan building blocks bisnisnya sendiri dan terus menerus mendefinisikan ulang seiring perkembangan zaman. Tujuannya ialah untuk memenuhi tujuan utama bisnisnya melalui strategi yang selalu berevolusi. Hal inilah yang benar-benar perlu dipersiapkan sebelum mengajak karyawan untuk bergabung dan bekerja untuk mencapai tujuan yang sama.

Anda akan mendapatkan apa yang Anda minta, dan hingga Anda mengetahui apa yang Anda inginkan (dan mengapa) tidak akan ada gunanya menghabiskan waktu dan uang untuk mempekerjakan karyawan. Untuk itu, langkah pertama dan yang paling penting dalam rekrutmen ialah untuk menciptakan visi yang kuat.

Tanpa sebuah visi, bisnis menjadi seperti masyarakat tanpa budaya atau sebuah tim dengan tidak ada memiliki passion untuk menang atau bahkan seperti sebuah tim yang tidak mengetahui aturan atau cara main untuk memenangkan sebuah pertandingan. Value dasar akan membantu Anda mendapatkan visi yang ideal, identitas merek dan etika bisnis yang menjadi framework utama dalam menjalankan bisnis Anda. Mengacu pada value tersebut, lebih mudah bagi Anda untuk meningkatkan kredibilitas, kontinuitas, konsistensi dan pertumbuhan kreatif dari bisnis Anda.

 Siapa kami?  Bisnis apa kami ini?

 Siapa yang menjadi klien dan pelanggan kaim?  Apa yang membedakan kami dari kompetitor?

Visi dan misi perusahaan akan mendefinisikan perilaku yang dapat diterima maupun tidak dalam sebuah tim dan kemudian turut tercermin dalam pelaksanaan customer service di bisnis Anda. Sebagai roadmap yang membantu Anda dalam penyusunan strategi dan eksekusinya. Sebagai tulang punggu bisnis yang menggerakan tim Anda bekerja secara kooperatif menghadapi berbagai tantangan untuk mencapai hasil yang dituju bersama.

(6)

Kerjasama tim yang didorong oleh kekuatan visi dapat membuat perusahaan Anda menjadi tempat yang ideal untuk bekerja dan belajar, dan dapat pada gilirannya membantu pertumbuhan dan profitabilitas bisnis.

Setelah nilai-nilai tersebut dikomunikasikan, nilai ini kemudian akan mendasari setiap keputusan seperti lini produk apa yang cocok untuk ditambahkan, bagaimana melakukan kampanye iklan hingga karyawan mana yang cocok untuk bekerja untuk Anda dan bagaimana proses perekrutan itu sendiri. Ketika merekrut anggota tim – baik dari dalam maupun dari luar perusahaan- komunikasikan dan tekankan visi perusahaan Anda. Dengan demikian, pencarian karyawan di perusahaan Anda menjadi proses seleksi individu mana yang memiliki visi, etika dan semangat yang sama dengan perusahaan.

Psikologi memainkan peranan penting dalam setiap proses interaksi manusia, dan perlu secara kreatif dimanfaatkan untuk membentuk tim yang bermental pemenang. Para psikolog telah menciptakan berbagai alat ukur selama bertahun-tahun untuk membantu melakukan penilaian ciri-ciri kepribadian dan mengkategorikan mereka dalam kluster-kluster yang membantu setiap orang menentukan atau memprediksi perilaku umum dan sikap individu. Meskipun tanpa melakukan sistem evaluasi atau tes, yang terlalu komprehensif, alat bantu ini dapat menangkap kepribadian seseorang secara umum dan dapat membantu Anda membangun tim lebih efektif.

Dua dari penilaian perilaku yang paling populer digunakan ialah DISC Personality Profile dan Myers-Briggs Type Indicator.

Sistem DISC diciptakan oleh psikolog Amerika bernama Dr. William Marsden pada tahun 1920 dan telah teruji dalam hal efektivitasnya sebagai alat bantu penciptaan tim. Beliau membagi manusia ke dalam empat tipe kepribadian yang berbeda yang diidentifikasi dengan huruf "D", "I", "S", dan "C" - yang artinya: D – Dominant

I – Influential S – Steady C – Compliant

(7)

Dengan kombinasi empat kluster diatas, sistem DISC menemukan empat gaya perilaku sebagai berikut. Outgoing

Task Oriented Reserved People Oriented

Cara evaluasi dari system ini ialah setiap individu mengikuti tes penilaian dan kemudian skor yang dihasilkan akan ditabulasikan untuk mengungkapkan pola umum sifat dominan mereka. Seperti semua alat tes kepribadian lainnya, sistem DISC tidak dimaksudkan untuk mendefinisikan secara mutlak tentang seseorang, melainkan hanya dimaksudkan untuk menjadi bantuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan karakteristik relatif terhadap kinerja dan perilaku di situasi yang berbeda.

Tes semacam ini bukanlah tes salah atau benar. Tes ini hanyalah sebuah metrik untuk membantu pembentukan sebuah tim efisien karena anggotanya bisa saling melengkapi sesuai dengan tipe dan gaya perilakunya masing-masing. Alat-alat ini tidak dimaksudkan untuk menciptakan cara untuk menilai orang sebagai suatu entiti yang rigid.

Berdasarkan teori Carl Jung, model ini dikembangkan oleh tim ibu dan anak, Katherine Briggs dan Isabel Briggs-Myers. Penilaian dipatenkan dan digunakan lebih dari 2 juta orang per tahun, termasuk untuk melakukan assessment karyawan di banyak perusahaan Fortune 500. Model Myers-Briggs didasarkan pada beberapa aspek dibawah ini dalam evaluasinya:

Extraversion Introversion Sensing Intuition Thinking Feeling Judging Perceiving

(8)

Kemudian, masing-masing aspek ditandai dengan huruf dan saling dipasangkan sehingga muncul empat kategori utama sebagai berikut.

1. E or I (Extraversion or Introversion) 2. S or N (Sensing or Intuition) 3. T or F (Thinking or Feeling) 4. J or P (Judging or Perceiving)

Dengan demikian, akan tercipta 16 hasil profil yang ditunjukkan dalam Model Myers-Briggs Personality – yang merupakan hasil kombinasi dari ke empat kategori utama diatas.

Jika seorang extrovert, lebih bergantung pada intuisi lebih dari pada indera dalam pengambilan keputusan, artinya ia merupakan seorang analitis dan lebih suka berpikir daripada bergantung pada perasaan atau emosi, kemudian orang tersebut cenderung untuk pergi lebih santai daripada terorganisir pada suatu metoda tertentu, menurut profil Myers-Briggs, orang tersebut akan diberikan kode "ENTP" yang merupakan akronim untuk extraversion, intuition, thinking, dan perceiving.

Melalui metodologi ini, ada berbagai kemungkinan yang terjadi yang menggambarkan kompleksitas seorang individu. Hal ini kemudian bisa membantu seorang manajer atau atasan untuk mengkombinasikan kelompok sumber daya manusia yang sesuai.

Setiap orang tentunya memiliki kekuatan dan kelemahan. Mengkombinasikan kekurangan dan kelebihan masing-masing individu mampu menciptakan harmoni, keseimbangan, efisiensi, dan dinamika kinerja yang lebih baik guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Memilih anggota merupakan upaya awal, ketika talenta terbaik sudah ada di depan mata, bagaimana mengkombinasikan talenta tersebut dengan tim yang telah dimiliki agar mendapatkan hasil akhir yang maksimal adalah yang paling penting dari semua kegiatan ini.

Berikut lima faktor utama yang berkontribusi terhadap suksesnya sinergi sebuah tim: 

Terlepas dari gaya kepemimpinannya, setiap pemimpin yang sukses harus menunjukkan kualitas diri, semangat dan tanggung jawab dan memiliki ownership yang tinggi agar pada gilirannya dapat menjadi panutan bagi para karyawannya.

Prestasi tim bergantung pada dasar tujuan yang jelas dan realistis. Tujuan perusahaan memberikan arah untuk menjaga tim terfokus pada visi dan misi, dan tujuan harus mematuhi aturan SMART Goal - Specific, Measurable, Achievable, Result Oriented, dan Time Attainable.

(9)

Tentukan aturan bermain kemudian ciptakan rencana aksi. Berikan setiap orang 1) jabatan yang tepat, 2) kontrak tertulis yang menunjukkan deskripsi pekerjaan mereka dan mengkomunikasikan bahwa yang ditekankan adalah kerjasama tim dan 3) panduan bisnis yang tersistemasi yang bisa digunakan sebagai panduan seluruh tim.

Tim pada dasarnya seperti pohon – yang bisa tumbuh atau mati. Tanpa mindset yang terbuka untuk mengambil beberapa risiko yang masih dalam batas wajar, tim Anda akan sulit untuk berkembang dan mendorong batas-batas kreativitas mereka. Melakukan terobosan baru terkadang-kadang penting untuk merubah kebiasaan lama dan keluar dari zona kenyamanan untuk mendapatkan kreativitas yang maksimal.

Salah satu perangkap kesalahan utama di bisnis adalah eratnya persaudaraan sebuah tim yang sebenarnya adalah hal yang baik. Namun apabila melewati batasnya, tim yang terlalu inklusif tanpa melibatkan seluruh anggota tim bisa jadi berbahaya dalam arti memecah belah atau membentuk politik kantor. Untuk itu, penting dipastikan bahwa seluruh tim harus dilibatkan dan tetap saling terbuka. Yang paling penting, adalah kontrol harus tetap berada pada Anda, sang pemilik bisnis.

Mendukung tim dengan berbagai tools, pelatihan, teknologi, dan sistem tentu saja sangatlah penting untuk berhasilnya suatu perusahaan. Namun demikian, tidak kalah penting adalah si pemilik bisnis harus bisa mengendalikan bisnisnya bukan dikendalikan oleh bisnisnya. Bekerja untuk bisins Anda bisa jadi hal yang menyenangkan, namun tentu saja, bisa jadi penghalang bagi Anda sendiri. Dengan demikian, sangat penting bahwa pemilik bisnis benar-benar hadir secara fisik maupun pikiran untuk memimpin perusahaan dan karyawan dengan maksimal.

Belajar untuk mampu menjalankan bisnis Anda dari jauh, dengan demikian, Anda mulai bisa melihat uang sebagai entitas yang terpisah dan independen. Kemudian, duplikasikan prosesnya untuk mencetak jumlah uang yang tak terbatas. Henry Ford memiliki bisnis penjualan mobil, namun Beliau menjadi salah satu orang terkaya di dunia, pengusaha sukses dan legendaris dalam sejarah dengan mencari tahu sistem untuk bisa memproduksi, memasarkan, dan menjual mobil untuknya.

Sistem memungkinkan pemilik bisnis untuk bebas melakukan apapun yang diinginkan, apakah itu berarti pensiun ke lapangan golf, melakukan investasi dalam usaha memuaskan lainnya, atau penciptaan tim baru yang dinamis. Menjadi ahli dalam sistem adalah langkah cepat untuk membentuk masa depan Anda sebagai pemilik bisnis, dan belajar untuk membangun tim adalah langkah pertama dalam menciptakan sistem yang melibatkan sumber daya manusia.

(10)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :