• Tidak ada hasil yang ditemukan

WILAYAH SU NGA r A NAr-KIIRANJI-ARAU-MA NGA U-ANTOKAN (A KtiA MAN)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "WILAYAH SU NGA r A NAr-KIIRANJI-ARAU-MA NGA U-ANTOKAN (A KtiA MAN)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

tt,, . , i' ., ^.' .-.

i.: i r, \

ilENIERI PEIGR.TAAN UilUM

REPUBLIK INDONESIA

KEPIJTT]SAN

MENTERI

PEKERJAAN

TJMTIM

NOMOR

:

535/KPTS/M/20 I 0

TENTANG

PF]MBENTUKAN

TIM

KOORDINASI PENGELOLAAN

STINIBER

DAYA

AIR

WILAYAH

SU NGA

r

A

NAr-KIIRANJI-ARAU-MA

NGA

U-ANTOKAN

(A

KtiA MAN)

MENTERI

PEKERJAAN

[II\{TIJ\4.

Menimbang

bahwa dalam rangka

mengoordinasikan kepentingan berbagai sektor, wilayah, dan para

pemilik

kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air, dan sesuai dengan ketentuan Pasal 86, Pasal 87

ayat

(3)

Llndang-undang

Nornor 7

Tahurt 2004 tentang Sumber

Daya

Air,

dan

Pasal

7

Peraturan

Menteri

Pekerjaan Umum

Nomor

04/PRT/I\.4/2008 tentang Pedoman Pembentukan Wadah Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya

Air

Pada Tingkat Provinsi.

Kabupaten/Kota,

dan Wilayah

Sungai,

perlu

dibentuk

Tinr

Koordinasi

Pengelolaan Sumber

Daya

Air

(TKPSDA)

lVilayah Sungai Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman),,

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada

huruf

a,

perlu

ditetapkan

TKPSDA Wilayah

Sungai

Anai-Kuranji-Arau-Vfangau-Antokan

(Akuaman),

dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum;

Undang-Undang

Republik

Indonesia

Nomor

7

Tahun

2004 tentang Sumber Daya

Air

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004

Nonror 32.

Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor a377),

Undang-Undang

Republik

lndonesia

Nomor

32

Tahun

2004

tentang

Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004

Nomor

125, Tambahan Lembaran Negara

Republik

Indonesia

Nomor

4437)

sebagaimana

telah

beberapa

kali

diubah

terakhir

dengan Undang-undan-q

Nomor

l2

Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Uridang Nomor 32

Tahun 2004

tentang Pemerintahan

Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor

4844).

Peraturan Pemerintah RepLrblik Indonesia Nomor 42

Talun

2008

tentang

Pengelolaan

Sumber

Daya

Air

(Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 82. Tarnbahan Lembaran

Mengingat 1

(2)

5

6.

7

Negara Republik Indonesia Nomor 4858);

Peraturan Presiden

Nomor

12

Tahun

2008

tentang

Dewan Sumber Daya

Air;

Peraturan Presiden

Republik

[ndonesia

Nomor 47

Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden

Republik

Indonesia

Nomor 24

Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta

Susunan

Organisasi,

Tugas dan Fungsi Eselon

Kementerian Negara;

Keputusan Presiden

Republik

Indonesia

Nomor 84/P

Tahun ?ooq

Peraturan

Menteri

Pekerjaan

Umum Nomor

I lA/PRTA4/2006 tentang Penetapan Wilayah Sungai,

Peraturan

Menteri

Pekerjaan

Umum Nomor

04/PRTA4/2008 tentang Pedoman Pembentukan Wadah

Koordinasi

Pengelolaan Sumber

Daya

Air

pada

Tingkat Provinsi,

Kabupaten/I(ota, dan

Wilayah Sungai;

MEMUTUSKAN:

KEPUTUSAN

MENTERI

PEKERJAAN

UMI.A4

TENTANG

PEMBENTTIKAN

TIM

KOORDTNASI

PENGELOLAAN

SUMBER

DAYA

AIR WILAYAH

SUNGAI

ANAI-KI-JB.ANJI.

ARAU-MANGAU.ANTOKAN

( AKU AM AN )

Membentuk Tim

Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya

Air

Wilayah

Sungai

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan

(Akuaman),

yang

selanjutnya disebut

dengan

Tim

Koordinasi

Pengelolaan Sumber

Daya

Air

Wilayah Sungai (TKPSDA

WS)

Anai-Kuranji-fuau-Mangau-Antokan

(Akuaman),

dengan

susunan

keanggotaan sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini.

a.

TKPSDA WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan

(Akuaman) berkedudukan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

b.

TKPSDA

WS

Anai-Kuranji-Arau-Ivlangau-Antokan (Akuaman)

bersifat

nonstruktural, berada

di

bawah

dan

bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum.

TKPSDA

WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan

(Akuaman)

mempunyai tugas

membantu

Menteri

Pekerjaan

Umum

dalam melakukan koordinasi:

a.

pembahasan rancangan

pola

dan rancangan rencana pengelolaan

sumber daya

air

pada

Wilayah

Sungai

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan

(Akuaman)

guna

perumusan

bahan pertimbangan

untuk

penetapan

pola dan

rencana pengelolaan sumber daya air;

Menetapkan

KESATU

KEDUA

(3)

c.

d.

pembahasan rancangan program dan rancangan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air pada

Wilayah

Sungai

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan

(Ak-uaman)'

guna

pemmusan

bahan pertimbangan

untuk

penetapan

program

dan

rencana kegiatan sumber daya air

pembahasan

usulan

rencana

alokasi

air

dari

setiap sumber air

pada Wilayah

Sungai

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan

(Akuaman)

guna

perumusan bahan

pertimbangan

untuk penetapan rencana alokasi air,

pembahasan

rencana pengelolaan

sistem informasi

hidrologi, hidrometeorologi, dan

hidrogeologi

pada

Wilayah

Sungai

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan

(Akuaman)

untuk

mencapai keterpaduan pengelolaan sistem intormasi;

pembahasan rancangan pendayagunaan

sumber daya

manusia, keuangan, peralatan

dan

kelernbagaan

untuk

mengoptimalkan kinerja pengelolaan sumber daya

air

pada

Wilayah

Sungai Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman); dan

pemberian pertimbangan kepada

Menteri

mengenai pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada

Wilayah

Sungai

Anai-Kuranji-fuau-Mangau-Antokan (Akuaman).

Dalam melaksanakan

tugas

sebagaimana dirnaksud dalam

DIKTUM

KETIGA

TKPSDA

WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman) menyelenggarakan fungsi koordinasi melalui:

a.

konsultasi dengan pihak terkait yang diperlukan guna keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya

air

pada

Wilayah

Sungai

Anai-Kuranji-Arau-Nlangau-Antokan

(Akuaman)

serta

tercapainya

kesepahaman antarsektor, antarwilayah

dan

antarpemilik kepentingan;

b.

pengintegrasian

dan

penyelarasan

kepentingan

antarsektor, antarwilayah serta

antarpemilik

kepentingan dalam pengelolaan

sumber

daya

air

pada

Wilayah

Sungai

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman) ; dan

c.

kegiatan

pemantauan

dan

evaluasi

pelaksanaan

program

dan rencana

kegiatan

pengelolaan

sumber

daya

air

pada

Wilayah Sungai Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman).

Keanggotaan

TKPSDA

WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan

(Akuaman) dapat dikelompokkan

dalam

komisi-komisi

sesuai

kebutuhan

dan

ditetapkan dengan keputusan

Ketua

TKPSDA

WS

WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuarrran), kecuali Ketua dan Ketua Harian.

Dalam melaksanakan

tugas

sebagaimana dimaksud dalam

DIKTUM

KETIGA

TKPSDA

WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan

(Akuaman)

wajib

menyampaikan laporan

tertulis

kepada Menteri Pekerjaan

Umum paling sedikit

2

(dua)

kali

dalam

1

(satu) tahun

KEEMPAT

KELIMA

(4)

KETUJUH

KEDELAPAN

KESEMBILAN

KESEPULUH

dengan tembusan kepada gubernur dan bupati/walikota terkait. a.

Untuk

membantu

tugas

TKPSDA

WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman),

dibentuk

sekretariat

TKPSDA

WS

Anai - Kuranj i- Arau-Mangau- Antokan ( Akuaman).

b.

Susunan organisasi dan tata kerja sekretariat

TKPSDA WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman) ditetapkan oleh Ketua

Harian TKPSDA

WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman).

c.

Sekretariat

TKPSDA

WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman)

dipimpin

oleh Kepala Sekretariat

TKPSDA

WS Anai-Kuranj i-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman)

d.

Kepala

Sekretariat

TKPSDA

WS

Anai-Kuranji-Arau-Mangau-Antokan (Akuaman) dijabat

olelr

salah satu kepala

seksi pada

Balai Wilayah Sungai Sumatera V.

Segala

biaya yang

diperlukan sebagai

akibat

ditetapkannya

Keputusan

ini

dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja

Negara

pada

Satuan

Kerja Balai

Wilayah Sungai

Sumatera V, Direktorat Jenderal Sumber Daya

Air.

Dengan berlakunya

Keputusan

Menteri

ini,

Keputusan

tentang pembentukan rvadah

koordinasi

pengelolaan sumber daya

air

pada

Wilayah Sungai

Anai-Kuranji-Arau-lvlangau-Antokan

(Akuaman), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Keputusan

ini

mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta

a

tanggal

4

Okrobe

r

2010

6W

,8n

Y${\i

Pekeriaan Urnurn.

t(

q

YlW,q,\S

q

\$bi"@Ko

KIRN'rANro

Tembusan disarnpaikan kepada

Yth

.

;--t.

Gubernur Provinsi Sumatera

Barat-2.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum,

i.

lnspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum;

4.

Direktur

Jenderal Sumber Daya

Air;

5.

Staf

Ahli

Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga;

6.

Walikota Pariaman;

7.

Walikota Padang,

8.

Bupati Padang Pariaman;

9.

Bupati Agam;

(5)

Lampiran Keputusan Menteri Pekerjaan Umum

Nomor

:

535/KPTS/M/ 2010

Tanggal

:

4OKober2010

DAFTAR ANGGOTA

TIM

KOORDINASI

PENGELOLAAN SUMBER DAYA

AIR

WILAYAH SUNGAI ANAI-KURANJI.ARAU.MANGAU.ANTOKAN (AKUAMAN)

NO

NAMA/UNIT

KERJA/ JABATAN/

INSTANSI/ASOSIASI/

ORGANISASI

KEDUDUKAN DALAM

TIM

KETERANGAN

1 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan

Daerah Provinsi Sumatera Barat

Ketua merangkap anooota

2 Kepala

Dinas

Pengelolaan

Sumber

Daya Air Provinsi Sumatera Barat

Ketua Harian meranokao anooota

3 Kepala Balai Wilayah Sunqai Sumatera V Anggota 4

Kepala Bidang

Rehabilitasi

Hutan

dan

Lahan Dinas

Kehutanan

Provinsi Sumatera Barat

Anggota

5

Kepala Bidang

Pembinaan

Peningkatan

Konservasi

Sumber Daya

Alam

Badan

Pengendalian

Dampak

Lingkungan Provinsi Sumatera Barat

Anggota

6

Kepala

Bidang Sarana

dan

Prasarana Dinas Peftanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat

Anggota

7

Kepala Bidang

Sumber Daya

Air

Dinas Pekeriaan Umum Kota Padanq

Anggota B

Kepala Bidang

Tanaman

Pangan

Dinas

Peftanian Peternakan

Perkebunan

dan Kehutanan Kota Padanq

Anggota

9 Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Padanq Pariaman

Anggota

10

Kepala

Bidang Sarana

dan

Prasarana Tanaman Pangan

dan

Perkebunan Dinas

Peftanian Tanaman Pangan

Hoftikultura

Perkebunan

dan

Kehutanan

Kabupaten Padanq Pariaman

Anggota

11

Kepala Bidang Sarana

dan

Prasarana

Wilayah Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pariaman

Anggota

t2

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya

Air

Dinas

Pekeqaan

Umum

Kabupaten Aqam

Anggota

13 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabuoaten Aoam

(6)

NO

NAMA/UNIT

KERJA/ JABATAN/

INSTANSI

/ASOSIASI

/

ORGANISASI

KEDUDUKAN DALAM

TIM

KETERANGAN

L4 Gede Mantari, Ketua Perkumpulan Petani Pemakai

Air

Mata

Air

Murni,

Kabupaten Aqam

Anggota

15

Syafri,

Sekretaris Kelompok Kontak Tani Nelavan Andalan Kota Pariaman

Anggota

16

Panji

Kusuma

Hadi,

Sekretaris Gabungan

Perkumpulan

Petani

Pemakai

Air

Hidup Bersama. Kabuoaten Padano Pariaman

Anggota

L7

Ir.

Azril, Pembina

Perkumpulan

Petani Pemakai Air Kuran'ii Sepakat. Kota Padanq

Anggota

18

Dra.

Yelna Osmita,

Sekretaris Kelompok

Kontak

Tani

Nelayan Andalan

Kota Padanq

Anggota

19

Zulfahmi,

BE,,

Kepala

Sub

Bagian Perencanaan

Teknik

Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Aqam

Anggota

20

Mulyadi,

A.Md.,Kepala

Bagian

Teknik Perusahaan Daerah

Air

Minum Kabupaten Padanq Pariaman

Anggota

2T

Afrizal

Kuning,

ST, MM,,

Kepala

Bagian

Perencanaan Perusahaan

Daerah

Air Minum Kota Padanq

Anggota

22

Ir.

Andawarneri, M.Eng.

Sc.,

Koordinator

Teknik

Sumberdaya

Air

Lembaga

Swadaya

Masyarakat

Green

Water Environment

Anggota

23 Ery Iswandi, B.Sc Sekretaris Pemuda Tani

Himpunan Kerukunan

Tani

Indonesia Provinsi Sumatera Barat

Anggota

24

Firdaus

Jabar,

Sekretaris

Forum Masyarakat

Perduli

Daerah

Aliran

Sungai Kota Padano

Anggota

25 M.HS. DT. Sindo Mangkuto, Ketua

Kerapatan Adat Nagari Geragahan, Lubuk Basunq

Anggota

26 A.Azis

Rajo

Bungsu, Anggota

Kerapatan Adat Nagari Koto Tenqah Kota Padanq

Anggota

6rTe

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah :a) Tween 80 dengan konsentrasi 4,5% digunakan dalam basis emulsi, b)Perbedaan konsentrasi ekstrak lulur tradisional

Dengan demikian jumlah dan produksi ternak sapi potong yang dipelihara peternak dapat menentukan besarnya peran peternak dalam usaha pengembangan ternak sapi potong

Berdasarkan hasil analisa diperoleh erosi aktual yang tejadi pada Sub DAS Laeya adalah erosi rendah, sekitar 21,155 ton/ha/tahun sedangkan erosi potensial yang terjadi pada

Dari hasil analisis SWOT, bebe- rapa diantaranya yang merupakan faktor krusial/kritis adalah suku bunga kredit relatif tinggi untuk sektor kre- dit karyawan dan kredit

Panitia memeriksa kelengkapan persyaratan teknis peserta lelang, penilaian dilakukan dengan memberikan bobot pada setiap item syarat teknis yang diajukan Panitia

Jadi karena sepasang keping aljabar mewakili 1 dan -1 akan menghasilkan nol maka nilainya adalah nol (0) dan yang tersisa adalah sebagai berikut:.. karena yang

Penyakit Jantung Rematik (PJR) atau Rheumatic Heart Disease (RHD) adalah suatu kondisi dimana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan,

Bertanggung jawab untuk melaporkan hasil pelaksanaan pemantauan indikator mutu dan pelaksanaan clinical pathway serta kegiatan-kegiatan mutu lainnya kepada Ketua Komite