Jurnal
Sosio-Humaniora
PENANGGUNG JAWAB
Kepala LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Ketua Umum :
Dr. Ir. Ch. Wariyah, M.P.
Sekretaris :
Awan Santosa, S.E., M.Sc.
Dewan Redaksi :
Dr. Kamsih Astuti, M.A.
Dr. Hermayawati, M.Pd.
Penyunting Pelaksana :
Tutut Dwi Astuti, S.E., M.Si.
Dra. Indra Ratna KW, M.Si.
Restu Arini, S.Pd., M.Pd.
Sumiyarsih, S.E., M.Si.
Pelaksana Administrasi :
Zulki Adzani Sidiq Fathoni
Hartini
Alamat Redaksi/Sirkulasi :
LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Jl. Wates Km 10 Yogyakarta
Tlpn (0274) 6498212 Pesawat 133 Fax (0274) 6498213
E-Mail : [email protected]
Web : lppm.mercubuana-yogya.ac.id
Jurnal yang memuat ringkasan hasil laporan penelitian ini diterbitkan oleh
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
Universitas Mercu Buana Yogyakarta, terbit dua kali setiap tahun.
Redaksi menerima naskah hasil penelitian, yang belum pernah
dipublikasikan baik yang berbahasa Indonesia maupun Inggris. Naskah
harus ditulis sesuai dengan format di Jurnal Sosio-Humaniora dan harus
diterima oleh redaksi paling lambat dua bulan sebelum terbit.
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayahNya, sehingga Jurnal Sosio-Humaniora Vol. 5 No. 2, September 2014 dapat kami terbitkan. Redaksi mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para penulis yang telah berbagi pengetahuan dari hasil penelitian, untuk dipublikasikan dan dibaca oleh pemangku kepentingan, sehingga memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi perkembangan IPTEKS.
Pada jurnal Sosio-Humaniora edisi September 2014 ini, disajikan beberapa hasil penelitian di bidang manajemen, bidang akuntansi dan bidang psikologi. Pada bidang manajemen disajikan artikel tentang faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas pada perusahaan yang terdaftar di BEI, pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap keputusan pembelian jasa perbankan pada Bank Mandiri unit Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta. Pada bidang akuntansi disajikan artikel tentang adopsi accrual accounting pada pemerintahan Republik Indonesia, sedangkan pada bidang psikologi disajikan artikel tentang hubungan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan motivasi kerja pada wanita karier di PT Kusuma Sandang Mekarjaya, nilai positif pekerjaan-keluarga pada ibu yang bekerja ditinjau dari dukungan sosial, dan hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan dukungan sosial orangtua dengan motivasi belajar pada siswa di MTS Ibadurrahman Tibu Sisok Desa Loang Maka Lombok Tengah tahun ajaran 2013/2014.
Redaksi menyadari bahwa masih terdapat ketidaksempurnaan dalam penyajian artikel dalam jurnal yang kami terbitkan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan, agar penerbitan mendatang menjadi semakin baik. Atas perhatian dan partisipasi semua pihak redaksi mengucapkan terima kasih.
Yogyakarta, September 2014 Redaksi
Jurnal Sosio-Humaniora Vol. 5 No. 2 ini telah direview oleh Mitra Bestari : 1. Awan Santosa, S.E., M.Sc. bidang studi Manajemen
DAFTAR ISI
Hal Kata Pengantar ... iii Daftar Mitra Bestari ... iv Daftar Isi ... v HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DENGAN
MOTIVASI KERJA PADA WANITA KARIER DI PT KUSUMA SANDANG
MEKARJAYA ... 132-143 Betsy Amanda Syauta dan Reny Yuniasanti
EVALUASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BEI ... 144-161 Rina Dwiarti
NILAI POSITIF PEKERJAAN-KELUARGA PADA IBU YANG BEKERJA
DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL ... 162-177 Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA DI MTS IBADURRAHMAN TIBU SISOK DESA LOANG MAKA LOMBOK TENGAH TAHUN AJARAN
2013/2014 ... 178-198 Habibi Al-Ajami dan Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto
PENGARUH DIMENSI KUALITAS JASA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JASA PERBANKAN Studi Kasus Pada Bank Mandiri Unit
Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta ... 199-217 Subarjo
ADOPSI ACCRUAL ACCOUNTING PADA PEMERINTAHAN REPUBLIK
INDONESIA (Studi Literatur) ... 218-231 Maria Immaculata Andriani Novitasari
PENGARUH DIMENSI KUALITAS JASA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JASA PERBANKAN
Studi Kasus Pada Bank Mandiri Unit Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta Subarjo
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi
Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Jl. Wates Km 10 Yogyakarta 55753 Email : [email protected]
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas jasa terhadap keputusan pembelian baik parsial maupun simultan dengan menggunakan indikator
wujud, reliabilitas dan jaminan.
Sampel pada penelitian ini adalah nasabah pada Bank Mandiri Unit Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta. Sudirman. Hasil penelitian ini menunjukkan Tangible berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel (3,414>1,984), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,288. Reliability berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel (4,889>1,984), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,394. Assurance berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel (3,475>1,984) dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,298. Kualitas jasa berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen secara simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel (31,077>2,700) dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). Variabel reliability merupakan faktor dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian dengan koefisien regresi sebesar 0,394, kemudian peringkat kedua diduduki variabel assurance sebesar 0,298, dan peringkat terakhir diduduki variabel tangiables sebesar 0,288.
Kata kunci: Indikator Wujud, Reliabilitas, Jaminan, Keputusan Pembelian
THE EFFECT OF SERVICE QUALITY DIMENSIONS TO PURCHASE DECISION OF BANKING SERVICES
Case Study at Bank Mandiri Unit Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta ABSTRACT
This study aimed to determine the effect of service quality on purchasing decisions either partially or simultaneously by using indicators
form, reliability and
assurance.
The sample in this study is a customer in Bank Mandiri Unit Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta.
Tangible results of this study showed a positive effect on consumer purchasing decisions either partially or simultaneously. This is evidenced by the value of t> t table (3.414> 1.984), and the regression coefficient has a positive value of 0.288. Reliability positive influence on consumer purchase decisions either partially or simultaneously. This is evidenced by the value of t> t table (4.889> 1.984), and the regression coefficient has a positive value of 0.394. Assurance positive influence on consumer purchase decisions either partially or simultaneously. This is evidenced by the value of t> t table (3.475> 1.984) and the regression coefficient has a positive value of 0.298. Service quality has positive influence on consumer purchase decisions simultaneously. This is evidenced by F count> F table (31.077> 2.700) with a significance value of less than 0.05 (0.000<0.05). Variable reliability is the dominant factor influencing purchasing decisions with a regression coefficient of 0.394, ranking second later occupied variable assurance of 0.298, and the last rank occupied tangiables variable of 0.288.
Keywords: Tangible, Reliability, Assurance, Purchasing Decision
PENDAHULUAN
Dewasa ini peranan sektor jasa meningkat secara dramatis selama dekade terakhir ini, baik secara internasional maupun nasional dimana kini kontribusinya hampir dua per tiga dari perekonomian berdasarkan pendapatan dan pekerjaan. Dalam segala sektor perekonomian telah timbul sebuah tren yang berkembang menuju spesialisasi yang mengarah pada ketergantungan yang leih besar pada penyedia jasa spesialis eksternal.
Dalam sejarahnya, Perang Dunia II menandai tonggak bersejarah dalam peningkatan yang luar biasa pada industri jasa. Di akhir masa perang tersebut perubahan-perubahan sosial dan ekonomi yang utama mengubah ekonomi barat.
Restrukturisasi ekonomi Eropa yang morat marit membawa proyek-proyek investasi baru besar-besaran, yang menempatkan permintaan baru dalam sektor jasa finansial. Spesialisasi dalam segala bidang produksi mempunyai arti bahwa bisnis menjadi lebih bisa dipercaya berdasarkan jasa-jasa yang dikontrakkan. Angka pengeluaran meningkat dalam jasa-jasa konsumsi pribadi juga telah mengesankan, meningkat dari kurang lebih 30 persen hingga lebih dari 50 persen dalam tiga puluh tahun terakhir. Para individu menghabiskan proporsi pendapatan mereka lebih banyak pada jasa perjalanan, hiburan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka pada layanan-layanan telepon, pos, komunikasi yang mencerminkan lingkungan yang lebih dinamis dan bergerak cepat, dan
pada pembelian jasa mutu kesehatan dan pendidikan yang lebih bagus. Kompleksitas jasa perbankan, asuransi, investasi, akuntasi dan hukum yang berkembang telah mengarah pada permintaan yang lebih besar terhadap jasa financial dan prfesional dalam masing-masing bidang. Dan sektor jasapun telah mendominasi perekonomian kita. Tren ini menjadi demikian kuat sebagaimana dilukiskan dalam Revolusi Industri Kedua. ( Payne, 2007)
Saat ini hampir semua perusahaan berlomba-lomba mengedepankan kepuasan pelanggan sebagai tujuan perusahaan yang bersangkutan. Hal ini nampak dalam berbagai macam pengungkapannya, misalnya saja “Pembeli adalah raja” ataupun “melayani melebihi ekspektasi” dan masih banyak lainnya. Banyak perusahaan swasta dan pemerintah yang menerapkan hal ini. Dari hal tersebut, maka semakin
disadari bahwa pelayanan kepuasan pelanggan merupakan aspek vital dalam rangka bertahan dalam bisnis dan memenangkan persaingan. Mewujudkan kepuasan pelanggan bukanlah hal yang mudah. Pelanggan saat ini berbeda dengan pelanggan beberapa dasawarsa lalu. Pelanggan kini semakin terdidik dan mengerti akan hak-haknya.
Menurut Kotler (2006), definisi kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa yang dirasakan seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dan harapan-harapannya, dengan kata lain kepuasan sebagai evaluasi paska konsumsi dimana suatu alternatif yang dipilih setidaknya memenuhi atau melebihi harapan. Pelanggan yang puas cenderung akan menjatuhkan keputusan untuk melakukan pembelian, tetap royal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan
harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan. Dalam rangka mewujudkan kepuasan pelanggan yang tak kalah penting adalah kualitas jasa yang ditawarkan. Kualitas jasa mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat (Beneffit) bagi pelanggan. (Schiffman dan Kanuk, 2007) mendefinisikan suatu keputusan sebagai suatu tindakan dari dua tindakan atau lebih pilihan alternatif. Seorang konsumen yang hendak melakukan pilihan maka ia harus memilki pilihan alternatif. Keputusan konsumen untuk membeli atau mengonsumsi produk tertentu akan diawali oleh langkah-langkah proses antara lain pengenalan masalah-masalah, pencarian informasi, penilaian alternatif, keputusan pembelian dan perilaku setelah pembelian. (Kotler&Keller, 2009)
Salah satu perusahaan jasa yang mengedepankan dimensi
kualitas jasa adalah perusahaan perbankan. Semakin banyaknya bank-bank di Indonesia bahkan dunia saling bersaing di bidang pelayanan guna mencapai kepuasan pelanggan yang diharapkan berdampak baik pada keputusan pembelian konsumen pada jasa-jasa yang ditawarkan di bank yang bersangkutan. Persaingan yang semakin kompetitif mengharuskan sebuah bank memperhatikan kualitas jasa pelayanan sebagai salah satu cara mencapai kepuasan pelanggan dan memenangkan persaingan. Baik persaingan mendapatkan pelanggan baru ataupun mempertahankan pelanggan yang sudah ada, dengan mendapatan kepuasan yang melebihi ekpektasi diharapakan pelanggan tidak berpaling pada bank pesaing. Kepuasan pelanggan dapat diperoleh jika adanya hubungan yang baik dengan nasabah.
Secara teori, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
kepuasan konsumen seperti kualitas produk/jasa, faktor situasional dan faktor emosional. Selanjutnya, kepuasan yang dibentuk dari faktor-faktor di atas dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen bagi repeater consumer/ customer.
Mengingat pentingnya faktor-faktor tersebut di atas dalam mempengaruhi keberhasilan setiap perusahaan dalam menciptakan keputusan pembelian konsumen guna peningkatkan jumlah volume penjualan pada perusahaan tersebut maka perlu pemahaman lebih jauh perihal pengaruh kepuasan konsumen terhadap keputusan pembelian konsumen dengan melakukan studi PENGARUH DIMENSI KUALITAS JASA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JASA PERBANKAN (Studi Kasus Pada Bank Mandiri Unit Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta)
Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah pengaruh dimensi kualitas jasa yang terdiri dari tangible (berwujud), reliability
(reliabilitas), dan assurance
(jaminan) terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan?
2. Diantara ketiga faktor tersebut di atas (tangible, reliability dan
assurance), manakah yang
dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen?
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan antara lain:
1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap keputusan pembelian baik parsial maupun simultan dengan menggunakan indikator wujud, reliabilitas dan jaminan. 2. Untuk menganalisis dan
dominan yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan strategi perusahaan untuk waktu mendatang, khususnya strategi meningkatkan jasa layanan perbankan guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Landasan Pustaka
Pengertian Jasa
Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produksi secara fisik ataupun tidak (Kotler, 2006). Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa jasa pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang memiliki beberapa unsur ketakberwujudan yang dapat diberikan oleh suatu pihak kepada
pihak lainnya dan memberikan berbagai manfaat bagi pihak-pihak yang terkait.
Dimensi Kualitas Jasa
Melalui serangkaian penelitian terhadap berbagai macam industri jasa, Parasuman, Zeithhalm dan Berry dalam Kotler dan Keller (2006) berhasil mengidentifikasi 3 dimensi kualitas jasa:
a. Tangible (berwujud), yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan yang dapat diandalkan keadaan lingkungan sekitarnya merupakan bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa.
b. Reliability (reliabilitas), berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk memberikan layanan yang akurat sejak pertama kali tanpa
membuat kesalahaan apapun tanpa dan menyampaikan jasanya sesuai dengan waktu yang disepakati.
c. Assurance (jaminan), yakni perilaku para karyawan mampu menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan dan perusahan bisa menciptakan rasa aman bagi para pelanggannya. Jaminan juga berarti bahwa para karyawan selalu bersikap sopan dan menguasai pengetahuan dan keterampilan untuk menangani setiap pertanyaan atau masalah pelanggan.
Keputusan Pembelian
Terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian, yang pertama adalah sikap orang lain. Sejauh mana sikap orang lain dapat mengurangi alternatif bergantung pada:
a. Intensitas negatif sikap orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen.
b. Motivasi konsumen untuk menuruti sikap orang lain. semakin dekat orang lain tersebut dengan konsumen makan semakin berpengaruh mengubah nilai pembeliannya. Kerangka Pemikiran (+) (+) (+)
Tangible (X1)
Reliability(X2)
Assurance (X3)
Keputusan
Pembelian
(Y)
Hipotesa
Hipotesa dalam penelitian ini yaitu:
Ha1 : Ada pengaruh positif tangible terhadap keputusan pembelian kredit mikro.
Ha2 : Ada pengaruh positif reliability terhadap keputusan pembelian kredit mikro.
Ha3 : Ada pengaruh positif assurance terhadap keputusan
pembelian kredit mikro.
Ha4 : Ada pengaruh positif antara tangible, reliability dan
assurance terhadap keputusan
pembelian kredit mikro secara simultan.
MATERI DAN METODE
Populasi Dan Sampel
Sampel yang dipergunakan ialah tipe non probability sampling kemudian dilakukan metode convenience sampling, yang artinya
mengumpulkan informasi dari yang
sudah ada dipopulasi yang mudah dihubungi atau diakses sehingga memberikan informasi yang mudah dicari dan informasi yang dibutuhkan (Sekaran, 2003). Penentuan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan beberapa metode antara lain dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Widiyanto, 2008).
n =
n =
= 98.01
n adalah jumlah sampel, Z
adalah tingkat keyakinan yang dibutuhkan untuk penentuan sampel 95%. Pada penentuan ini Z pada α=0,5 adalah 1,9856. Sedangkan Mo℮ atau Margin of Error yaitu tingkat kesalahan maksimal yang dapat ditoleransi, ditentukan sebesar 10%. Untuk memudahakan penelitian, maka diambil sampel sebanyak 100 responden
Variabel Dalam Penelitian Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini diukur menggunakan skala likert 3 poin yang terdiri dari:
Tangible (Berwujud)
a. Peralatan fisik yang mendukung untuk memproyeksikan jasa yang akan diberikan antara lain:
b. Kondisi gedung Bank Mandiri yang kokoh, nyaman dan terletak di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh nasabah
c. Peralatan modern yang mendukung seperti ketersediaan mesin ATM di tempat-tempat perbelanjaan, gedung bank, pusat pendidikan, pariwisata serta diberbagai terminal, bandara serta stasiun dan pelabuhan. Mesin cetak buku, komputer untuk oprasional, tersedianya token untuk berbagai transaksi internet banking serta sarana prasarana electronic money (e-money).
d. Penampilan petugas atau pelayan yang rapi.
e. Kerapihan dan kebersihan para petugas serta gedung bank Mandiri.
Reliabitity (Reliabilitas)
Kemampuan untuk
menampilkan layanan yang dijanjikan secara akurat, konsisten dan cermat. .
Assurance (Jaminan)
Pengetahuan penguasaan produk kredit yang ditawarkan, keramahan para petugas serta kemampuannya memperoleh kepercayaan dari nasabah.
Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian.
Metode Pengumpulan Data Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung di lokasi pengamatan saat peneliti melakukan pengamatan. Dalam hal ini, data primer diperoleh dari wawancara, observasi data dan penyebaran kuesioner.
Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara studi pustaka, dalam arti bahan-bahan yang dibutuhkan diperoleh dari buku-buku literatur dan referensi lainnya, catatan-catatan kuliah, jurnal ilmiah dan mengakses internet yang berkaitan dengan penelitian ini.
Uji Koefisien Determinasi (R²) Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model persamaan regresi (independent variable) dalam menerangkan variasi variabel terkait.
Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R²m yang kecil berarti kemampuan variabel-variabelnya bebas dalam menjelaskan variasi variabel terkait sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel terkait (Ghozalli, 2006).
Regresi Linier Berganda
Dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda, dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut (Tony Wijaya, 2010):
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 Keterangan : Y : Keputusan pembelian nasabah/ keputusan mengambil fasilitas kredit mikro. a : Konsatanta X1 : Tangible (berwujud/ tampilan fisik)
X2 : Reliability (reliabilita) X3 : Assurance (jaminan) b1, b2, b3 : Koefisien regresi.
Uji T
1. Menentukan hipoetsis
Ho : bi = 0 (tidak ada pengaruh signifikan antara variabel independen dan variabel dependen)
Hi : bi ≠ 0 (ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen)
2. Menentukan taraf signifikan 95% (α) = 0.05% dan derajat kebebasan (df) = n-k-l serta dengan menggunakan pengujian dua sisi. 3. Kriteria pengujian
Ho diterima apabila –t α/2 (n-k-l) ≤ t hitung ≤ t α/2 (n-k-l)
Ho ditolak apabila t hitung < -t < α/2 l) atau t hitung > t α/2 (n-k-l)
4. Menentukan uji t dengan rumus statistik (Tony Wijaya, 2010):
t =
Keterangan:
t = harga statistik t bi = koefisien regresi
Sbi = standard error of regresi of coefficient
5. Kesimpulan
Membandingkan nilai t hitung dengan t table, Ho diterima atau di tolak.
Uji F
1. Menetukan hipotesis
Ho : b1=b2=b3=0 (variabel independen secara serempak tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen)
Hi : b1≠b2≠b3≠0 (variabel independen secara serempak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen)
2. Menetukan taraf signifikan (α) = 0,05 derajat kebebasan (df) = (k-l);(n-k)
3. Kriteria pengujian
Ho ditolak bila F hitung > F table 4. Menentukan uji statistik
Menghitung nilai F dengan rumus sebagai berikut (Tony Wijaya, 2010)
F =
Keterangan:
JK (Reg) = jumlah kuadrat-kuadrat regresi JK (S) = jumlah
kuadrat-kuadrat residu
k = jumlah variabel bebas n = jumlah data
5. Kesimpulan
Menarik kesimpulan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel, Ho diterima atau ditolak.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji t (secara parsial)
Uji t merupakan pengujian untuk menunjukkan pengaruh secara individu variabel bebas yang ada di dalam model terhadap variabel terikat. Hal ini dimaksudkan untuk
mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas menjelaskan variasi veriabel terikat. Apabila nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (sig<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Penjelasan hasil uji t untuk masing-masing variabel bebas adalah sebagai berikut:
1) Hipotesis Pertama
Hasil statistik uji t untuk variabel tangible diperoleh nilai t hitung sebesar 3,414 dan t tabel 1,984 (df=99) dengan tingkat signifikansi 0,001, karena t hitung > t tabel (3,414>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,001<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,288; maka hipotesis yang menyatakan bahwa “tangible berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen baik” terbukti.
2) Hipotesis Kedua
Hasil statistik uji t untuk variabel reliability diperoleh nilai t hitung sebesar 4,889 dan t tabel 1,984 (df=99) dengan tingkat signifikansi 0,000, karena t hitung > t tabel (4,889>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,394; maka hipotesis yang menyatakan bahwa “reliability berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen” terbukti.
3) Hipotesis Ketiga
Hasil statistik uji t untuk variabel assurance diperoleh nilai t hitung sebesar 3,475 dan t tabel 1,984 (df=99) dengan tingkat signifikansi 0,001, karena t hitung > t tabel (3,475>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,001<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,298; maka hipotesis yang menyatakan bahwa “assurance berpengaruh positif terhadap
keputusan pembelian konsumen” terbukti.
Uji F (Simultan)
Analisis regresi berganda dengan menggunakan uji F (Fisher) bertujuan untuk mengetahui pengaruh semua variabel yang meliputi: kepuasan konsumen yang terdiri dari tangible (berwujud), reliability
(reliabilitas), dan assurance (jaminan) terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan. Apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (sig<0,05) maka model regresi signifikan secara statistik.
Dari hasil pengujian diperoleh nilai F hitung sebesar 31,077 dan F tabel sebesar 2,700 dengan signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena F hitung > F tabel (31,077>2,700) dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa “kepuasan konsumen yang
terdiri dari tangible, reliability, dan assurance berpengaruh terhadap
keputusan pembelian konsumen”.
Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi merupakan suatu alat untuk mengukur besarnya persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Besarnya koefisien determinasi berkisar antara angka 0 sampai dengan 1, besar koefisien determinasi mendekati angka 1, maka semakin besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai R2 sebesar 0,493. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh faktor kepuasan konsumen yang meliputi faktor tangible, reliability, dan
assurance sebesar 49,3%, sedangkan
sisanya sebesar 50,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Faktor Dominan
Untuk mengetahui faktor dominan dari variabel tangible,
reliability dan assurance disajikan
sebagai berikut:
Tabel 1. Sumbangan Per Variabel
Sumber: Data Primer 2014
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa variabel reliability merupakan faktor dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian dengan koefisien regresi sebesar 0,394; kemudian peringkat kedua diduduki variabel assurance sebesar 0,298, dan peringkat terakhir diduduki variabel tangible sebesar 0,288.
Pembahasan masing-masing variabel dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut:
Variabel Koefisien Regresi
Tangible 0,288
Reliability 0,394
Tangible Berpengaruh terhadap
Keputusan Pembelian Konsumen Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan tangibles terhadap
keputusan pembelian, hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar 3,414 dan t tabel 1,984 (df=99) dengan tingkat signifikansi 0,001, karena t hitung > t tabel (3,414>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,001<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,288; maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis pertama yang menyatakan bahwa “tangible berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen”.
Reliability Berpengaruh terhadap
Keputusan Pembelian Konsumen Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan realibility terhadap
keputusan pembelian, hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar
4,889 dan t tabel 1,984 (df=99) dengan tingkat signifikansi 0,000, karena t hitung > t tabel (4,889>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,394; maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis kedua yang menyatakan bahwa “reliability berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen”.
Assurance Berpengaruh terhadap
Keputusan Pembelian Konsumen Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan assurance terhadap
keputusan pembelian, hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar 3,475 dan t tabel 1,984 (df=99) dengan tingkat signifikansi 0,001, karena t hitung > t tabel (3,475>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,001<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,298; maka penelitian ini
berhasil membuktikan hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa “assurance berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen.
Dimensi Kualitas Jasa yang terdiri dari Tangible, Reliability, dan
Assurance Berpengaruh terhadap
Keputusan Pembelian Konsumen Dari hasil pengujian diperoleh nilai F hitung sebesar 31,077 dan F tabel sebesar 2,700 dengan signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena F hitung > F tabel (31,077>2,700) dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis kempat yang menyatakan bahwa “kepuasan konsumen yang terdiri dari tangible, reliability, dan assurance
berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen”.
Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai R2 sebesar 0,493. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh faktor
dimensi kualitas jasa yang meliputi faktor tangible, reliability, dan
assurance sebesar 49,3%, sedangkan
sisanya sebesar 50,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Faktor Dominan
Faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian terdiri dari variabel tangible, reliability, dan assurance. Variabel Reliability
merupakan faktor dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian dengan sumbangan per variabel sebesar 0,394, kemudian peringkat kedua diduduki variabel assurance sebesar 0,298, dan peringkat terakhir diduduki variabel tangiables sebesar 0,288. Tangible (berwujud), yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan
kemampuan sarana dan
prasaranafisik perusahaan yang dapat diandalkan keadaan lingkungan
sekitarnya merupakan bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa.
KESIMPULAN
Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut.
1. Tangible berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel (3,414>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,001<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,288.
2. Reliability berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel (4,889>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,394.
3. Assurance berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel (3,475>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,001<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,298.
4. Dimensi kualitas jasa yang terdiri dari tangible, reliability, dan
assurance berpengaruh positif
terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel (31,077>2,700) dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai R2 sebesar 0,493. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh dimensi kualitas jasa yang meliputi faktor tangible, reliability, dan
sedangkan sisanya sebesar 50,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. 5. Variabel reliability merupakan
faktor dominan yang
mempengaruhi keputusan pembelian dengan koefisien determinasi sebesar 0,394, kemudian peringkat kedua diduduki variabel assurance sebesar 0,298, dan peringkat terakhir diduduki variabel tangiables sebesar 0,288.
DAFTAR PUSTAKA
Aliansyah,Teuku, Hafasnuddin, dan Shabri.(2012). Pengaruh Dimensi Kualitas Jasa Terhadap Kepuasan Nasabah Bank Aceh Syariah Cabang Banda Aceh. Jurnal Ekonomi Bisnis Vol.1 No.1 Tahun 2012.
Al Idrus, Salim.(2002). Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan
Terhadap Keputusan
Pembelian (Studi pada Bisnis Center UIN). Jurnal Ekonomi Bisnis Tahun 2002.
Basu Swastha, dan T. Hani Handoko, 2008, Manajemen Pemasaran, Analisa Perilaku Konsumen, edisi pertama, cetakan keempat, Penerbit : BPFE, Yogyakarta.
Hadi, Sutrisno. (2002). Metodologi Research. Jilid 3. Andi Offset. Yogyakarta:
Ibnu, Widiyanto, 2008. Pointers : Metodologi Penelitian. BP Undip. Semarang.
Keegan, Warren J., Mark C. Green. (2008). Global Marketing.(5th ed.) , Pearson Prentice Hall. London.
Kotler, Philip, Kevin Lane Keller.
(2006). Marketing
Management. (12th ed.). Pearson Education. New Jersey.
Kotler, Philip, Gary Armstrong. (2008). Principles of Marketing (12th ed). Pearson Education.New Jersey.
Muhson, Ali. (2011). Aplikasi
Komputer. FISE UNY.
Ndubisi, N.O. (2007) „Relationship Marketing and Customer Loyalty‟. Journal ofMarketing Intelligence and Planning. 25(1).
Payne, Adrian.(2007). The Essence of Service Marketing Prentice Hall International. London.
Schiffman Leon G., Leslie Lazar Kanuk. (2007). Customer Behaviour. (9th ed.), Pearson Prentice Hall.New Jersey.
Singgih Santoso. 2002. SPSS Versi
11.5 Cetakan Kedua:
Gramedia. Jakarta.
Sekaran, U. 2003. Research Methods for Business : A Skill Building Approach 2 Nd Edition, John Wiley and Son. New York.
Tjiptono, Fandy dan Gregodius Chandra, 2005,Service, Quality & Satisfaction, Penerbit Andi . Yogyakarta.
Tjiptono, Fandy, 2006, Manajemen Pelayanan Jasa, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Wijaya, Tony. 2011. Manajemen Kualitas Jasa. PT Indeks. Jakarta.