STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DAERAH GODONG KM-51 DENGAN MENGGUNAKAN GYPSUM ATAU ARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Semarang. Pada penelitian ini digunakan accu zuur sebagai stabilizer yang akan membantu proses pemecahan partikel air dan mengalirkan air
Tugas Akhir dengan judul “Stabilisasi Semen dan Fly Ash Pada Tanah Lempung Ekspansif” disusun untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan Sarjana tingkat Strata
Dalam kondisi tanah dasar yang natural, bahan tanah di Godong ini dianggap tidak sesuai bila digunakan sebagai tanah dasar atau subgrade ataupun untuk lapis pondasi bawah
Ketika semen ditambahkan pada tanah dasar yang akan distabilisasi maka akan terjadi dua proses yaitu yang pertama adalah proses primer terdiri dari hidrolis dan hidrasi semen
Untuk kondisi optimum didapat pada tanah campuran III (2%PC+6%FA) dengan waktu pemeraman 7 hari sebesar 5,58%, untuk selisih nilai kadar air dengan waktu pemeraman
Hartosukma, Endang W, 2005, “ Perilaku Tanah Lempung Ekspansif Akibat Penmbahan Semen dan Fly ash Sebagai Stabilizing Agents”, Master´s Tesis UNDIP.. Iyer Balu, 1987, “
(2002) melakukan penelitian dengan bahan stabilisator berbentuk cair (ion, polimer dan enzim) pada 3 (tiga) tipe tanah lempung (kaolinit, illite dan