• Tidak ada hasil yang ditemukan

STABILISASI SEMEN DAN FLY PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF The stabilization cement and fly ash of Expansive Clay Soil - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STABILISASI SEMEN DAN FLY PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF The stabilization cement and fly ash of Expansive Clay Soil - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.2. Single silica tetrahedral (Grim, 1959)
Gambar 2.4. Single aluminium octahedron (Grim, 1959)
Gambar 2.6. Struktur kaolinite (Grim, 1959)
Gambar satuan unit illite seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.8.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk penambahan semen terhadap Pengujian UCS untuk jenis tanah Island East Sands (SW) dapat diamati jumlah maksimum kadar semen adalah 10% pada umur pemeraman 28 hari

Dari hasil uji California Bearing Ratio Test campuran semen bubuk + fly ash (BS) memiliki hasil yang tinggi tetapi menurun pada saat fly ash ditambahkan, sedangkan pada

Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan tersebut, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan ASTM 4318, tanah lempung yang digunakan adalah

KAJIAN KUAT TEKAN BEBAS PADA TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN ABU AMPAS TEBU

Dalam pengujian ini akan diperoleh hubungan antara nilai Kuat Tekan Bebas tanah (qu) pada tanah asli dan tanah remoulded (buatan) serta nilai Kuat Tekan Bebas tanah (qu)

Stabilisasi tanah lempung plastisitas tinggi pada kadar air LI = 1 dann LI = 1.25 menggunakan semen dapat meningkatkan kuat tekan dalam kondisi tak-terendam

Pada penelitian ini dibuat 8 campuran dimana terdapat campuran semen bubuk dengan semen slurry dengan campuran semen yang digunakan sebanyak 35% dari berat kering

Pengujian pemadatan standar Proctor Standar pada tanah lempung ekspansif A-7-6 yang distabilisasi dengan fly ash 17% dan enzim molase sebesar 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% menunjukkan