• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan 28.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan 28."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN

KEPALA BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI NOMOR : 28/BAPPEBTI/KP/IX/2001

TENTANG

PERSYARATAN PERMODALAN BAGI PIALANG BERJANGKA UNTUK PEMBUKAAN KANTOR CABANG

KEPALA BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi, maka dipandang perlu menetapkan peraturan lebih lanjut yang bersifat teknis mengenai persyaratan penambahan modal bagi Pialang Berjangka yang akan membuka kantor cabang;

b. bahwa untuk itu perlu dikeluarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3720);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3805);

3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12/M/2001;

4. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 07/BAPPEBTI/KP/X/1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka, Penasehat Berjangka, Pengelola Sentra Dana Berjangka, Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasehat Berjangka, Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka.

MEMUTUSKAN : Menetapkan :

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI TENTANG PERSYARATAN PERMODALAN BAGI PIALANG BERJANGKA UNTUK PEMBUKAAN KANTOR CABANG.

Pasal 1

Pialang Berjangka dapat membuka Kantor Cabang setelah memenuhi persyaratan penambahan modal dari jumlah kewajiban modal disetor sebagaimana ditetapkan dalam SK Kepala Bappebti No. 07/BAPPEBTI/KP/X/1999 tanggal 28 Oktober 1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka, Penasehat Berjangka, Pengelola Sentra Dana Berjangka, Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasehat Berjangka, Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka.

Pasal 2

Besarnya modal disetor tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) untuk setiap pembukaan Kantor Cabang Pialang Berjangka.

(2)

Bukti laporan keuangan yang disahkan oleh Akuntan Publik yang mencantumkan pemenuhan kewajiban modal disetor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 wajib disampaikan kepada Bappebti, pada saat pengajuan permohonan pembukaan kantor cabang.

Pasal 4 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 27 September 2001 BADAN PENGAWAS

PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI Kepala,

RIDWAN KURNAEN

SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Menteri Perindustrian dan Perdagangan; 2. Sekretaris Jenderal Depperindag;

3. Inspektur Jenderal Depperindag;

Referensi

Dokumen terkait

bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 10 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 608/MPP/Kep/10/1999 tentang Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi

bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 14 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 527/MPP/Kep/9/2004 tentang Ketentuan Impor Gula, perlu menetapkan Surveyor

Agar kegiatan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi dapat dilaksanakan secara teratur, wajar, efektif dan efisien, serta masyarakat dapat dilindungi dari kerugian yang timbul

Menimbang : bahw a untuk melaksanakan Pasal 44 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Lembaga

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi tentang Kode Etik Pemeriksa

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (3) Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 Tahun 2018 tentang Persetujuan Penyelenggara

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 9 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi.. Setiap kali menerima Amanat Nasabah untuk melakukan transaksi