Volume 2 No.6 Tahun 2017
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA WEB BLOG PADA
MATERI JARAK DALAM RUANG KELAS 12 SMA
Ahmad Faisel
S-1 Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya [email protected]
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran pada materi jarak dalam ruang kelas 12 SMA. Penggunaan media pembelajaran web blog untuk materi jarak dalam ruang akan membuat materi jarak dalam ruang tersampaikan dengan baik, sehingga membantu peserta didik untuk meningkatkan pemahaman dalam belajar dengan penyajian gambar-gambar, serta video-video yang terkait dengan materi jarak dalam ruang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang hasil akhirnya adalah sebuah produk media pembelajaran multimedia web blog pada materi jarak dalam ruang kelas 12 SMA dengan mengacu pada kriteria valid, praktis, dan efektif.
Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan rincian yaitu: (1) Analysis (meliputi analisis kebutuhan dan analisis media), (2) Design (meliputi pembuatan rancangan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran), (3) Development (meliputi revisi media pembelajaran sampai dinyatakan valid oleh para validator), (4) Implementation (meliputi uji coba media pembelajaran yang telah dinyatakan valid), (5) Evaluation (meliputi evaluasi terhadap media pembelajaran yang telah diujicobakan). Pada tahapan validasi ada 2 validator yang memvalidasi media pembelajaran yaitu: satu orang dosen, dan satu orang guru mata pelajaran matematika yang berasal dari sekolah tempat penelitian. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas 12 SMA tepatnya pada kelas 12 IPA 2 SMAN 1 Kandat tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 29.
Produk media pembelajaran ini memiliki kriteria valid dengan rata-rata total penilaian valid sebesar 3,5 dari skor maksimal 4,00. Praktis dengan rata-rata penilain praktis sebesar 77,5% dari skor maksimasl 100%. Efektif ditunjukkan dengan nilai respon peserta didik yang bernilai positif dengan nilai 90% dari skor maksimal 100% serta skor ketuntasan tes hasil belajar bernilai tinggi dengan nilai 82,76% dari nilai maksimal 100%.
Kata kunci: Media Pembelajaran, Multimedia Web Blog, Jarak.
Abstract
Usage of teaching aid is very important in order to teach the material of “distance in space” in 12th graders. By using web blog, the material can be delivered properly. It is because web blog can help to increase the students’s comprehension and motivation in learning through pictures and videos from the web blogs. Therefore, This research develops web blog as multimedia aid used in teaching the material of “distance in space” in 12th graders based on the criteria validity, pratical, and effectiveness.
This research uses development model of ADDIE which includes: (1) Analysis (including need analysis and media analysis), (2) Design (including concept of teaching aid based on the learning objectives), (3) Development (including the revision of media to be validated by the validator), (4) Implementation (including validated teaching aid trials), (5) evaluation (including evaluation to the teaching aid had been tested). In validation process, there are two validator validating the teaching aid, which are: one lecturer and one teacher of the subject of the math coming from the school. The subjects of this research are 29 students from 12th graders of science 2 program in SMAN 1 Kandat year 2016/2017.
This learning media aid has criteria of validity. The average number of validity is in range 3.50 to 4.00. Furthermore, the average number of pratical is in range of 77.5% to 100%, in maximum. The effectiveness of using this aid is shown by the students’ positive responses, in which is in the score of 54% and 100% in maximum. Moreover, it can also be seen from the students’ final score which are 82.76% ini minimum and up to 100%.
Keywords: Learning Media, Multimedia web blog, Distance.
PENDAHULUAN Guru merupakan salah satu pelaku utama proses pembelajaran di kelas yang merupakan potensi utama perkembangan pendidikan, oleh sebab itu sudah sepatutnya guru selalu mengembangkan kemampuannya dalam rangka meningkat-kan kualitas pembelajaran, salah satunya mengembangkan
kemampuan dalam memanfaatan media pembelajaran. Seorang guru harus pandai dalam menggunakan atau membuat media pembelajaran guna meningkatkan kualitas penyampaian materi kepada peserta didik serta membantu peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan.
Menurut pengamatan selama mengikuti PPL di sekolah kebanyakan guru masih mengandalkan model ceramah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, anggapan yang ada bahwa ketika topik pelajaran atau kompetensi dasar sudah disampaikan dengan lisan, peserta didik berarti sudah mengerti. Padahal, dengan memberitahukan secara lisan saja peserta didik akan cepat lupa dan informasi tidak dapat melekat dalam memorinya, oleh karenanya belajar dengan media peserta didik untuk menangkap kosep yang disampaikan oleh guru.
Menurut Undang-undang No. 14 Tahun
2005 ada empat kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru antara lain: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Berkaitan dengan kompetensi pedagogik, salah satu hal yang harus dilakukan guru adalah pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran (Pasal 3 ayat 4 PP No. 74 tahun 2008 tentang Guru). Salah satu bagian dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran adalah pengetahuan terhadap penggunaan media pembelajaran. Guru yang memiliki pengetahuan tentang mengunakan media pembelajaran seperti dalam proses belajar mengajar akan dapat memberikan kemudahan bagi guru untuk melkukan komunikasi untuk menghantarkan berbagai materi pembelajaran yang diharapkan dan mampu memberikan penguatan dari setiap materi pembelajaran dalam proses pembelajaran yang berlangsung.
Kurikulum yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia saat ini kurikulum 2013. Menurut Permendikbud No. 45 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi
dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013 mata pelajaran TIK atau Teknologi Informasi dan Komunikasi sekarang sudah beralih fungsi yang awalnya menjadi salah satu mata pelajaran di kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) tetapi pada kurikulum 2013 TIK menjadi fasilitas dari seluruh mata pelajaran. Peraturan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam setiap pembelajaran yang ada di kelas.
Pendidikan tidak antipati dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya (Munir 2008). Guru merupakan salah satu unsur yang menggerakan pendidikan di Indonesia. Namun, tanpa wawasan yang selalu dikembangkan maka guru akan semakin ketinggalan sedangkan kebutuhan peserta didik juga semakin berkembang. Pemanfaatan teknologi di kalangan guru masih dianggap memprihatinkan. Kondisi ini dipengaruhi juga oleh kurang optimalnya penggunaan fasilitas penunjang pengembangan teknologi pembelajaran disamping sumber daya manusia yang menguasai teknologi. Web blog merupakan salah satu dari
sekian banyak media pembelajaran berbasis multimedia yang dianggap mudah baik dalam pembuatan maupun penggunaannya. Hal ini dikarenakan web blog dapat digunakan dimanapun dan kapanpun selain itu dalam pembuatannya juga terbilang sangat mudah karena di era sekarang sudah banyak penyedia web blog gratis (domain, hosting, dan aplikasi web) misalnya WordPress.com dan Blogger.com atau Blogspot.com dan di dalam penyedia web blog gratis itu pembuat blog diajari bagaimana untuk membuat blog yang menarik dengan cara membuat desain yang menarik sampai bagaimana memasukkan video atau gambar-gambar yang nantinya mendukung isi dari blog, hal ini kiranya dapat digunakan oleh guru sebagai salah satu media pembelajaran yang mampu membantu peserta didik untuk mengerti dan memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.
Web blog yang akan dikembangkan ini memiliki kelebihan daripada web blog yang lainnya yaitu: materi disajikan dalam bentuk gambar bergerak yang mana dalam web blog lain materi hanya disajikan dalam bentuk gambar diam.
mendesain tampilan web blog agar terlihat menarik. Adobe Dreamweaver CC 2017 digunakan untuk membuat halaman-halaman web blog karena aplikasi ini menyediakan keleluasan bagi penggunanya dalam pembuatan web blog dari pada menggunakan
template yang sudah tersedia pada situs blogger. Sedangkan untuk penyajian materi dalam bentuk gambar bergerak, digunakan aplikasi Adobe Animate CC 2017 karena aplikasi ini mempermudah penggunanya
mengkonversi gambar bergerak dari gambar bergerak dengan ekstensi
.FLA menuju file dengan ekstensi .HTML agar dapat ditampilkan dengan baik dalam web blog.
Pokok bahasan jarak dalam ruang (antar titik, titik ke garis, dan titik ke bidang) yang diajarkan pada peserta didik SMA kelas XII merupakan salah satu materi yang dapat disampaikan dengan bantuan simulasi atau model pengalaman nyata dengan bantuan gambar-gambar bergerak atau video. Melalui pemanfaatan web blog materi pembelajaran jarak dalam ruang dapat disajikan dengan berbagai ilustrasi dalam kehidupan nyata menggunakan animasi, serta latihan soal beserta pembahasannya yang nantinya dapat diakses oleh peserta didik dimanapun dan kapanpun.
Mengingat begitu pentingnya peran media pembelajaran dalam proses pembelajaran dan proses berpikir peserta didik maka perlu dilakukan penelitian untuk menyempurnakan media, salah satu caranya dengan menggunakan penelitian pengembangan. Dari berbagai jenis model pengembangan,
implementasi model ADDIE yang dilakukan secara sistematik dapat membantu seorang perancang program, guru, dan instruktur dalam menciptakan program pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik (Pribadi, 2009). Model ADDIE terdiri dari lima tahap, yaitu (A)nalysis, (D)esaign, (D)evelopment, (I)mplementation, dan
(E)valuation.
Uraian di atas menggambarkan
pentingnya pengembangan media pembelajaran yang baik dan inovatif, sehingga peneliti bermaksud
mengembangkan media pembelajaran multimedia web blog pada materi jarak dalam ruang kelas 12 SMA.
TEKNIK ANALISIS DATA
1. Analisis kevalidan media pembelajaran
Kegiatan yang dilakukan adalah menganalisis hasil penilaian validator pada lembar validasi media pembelajaran berdasarkan pada
pengamatan media pembelajaran. Media pembelajaran
dikatakan valid jika para validator menyatakan bahwa media pembelajaran telah dikembangkan valid dengan skala penilaian sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 3.1 Kriteria penilaian kevalidan
Nilai
Keterangan:
= rata-rata total validitas media
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis kevalidan media pembelajaran meliputi:
a. Membuat lembar validasi yang terdiri dari Aspek, Kriteria, dan hasil penilain validator dan menganalisisnya
Tabel 3.2 Rekapitulasi nilai
kevalidan
Aspek Kriteria Validator
1 2
b. Mencari rata-rata tiap kriteria semua validator dengan rumus:
Dengan = rata-rata kriteria ke-i
= skor hasil penilain validator ke-j untuk kriteria ke-i = banyaknya validator
Khabibah (2006) c. Mencari rata-rata tiap aspek semua validator dengan rumus:
Dengan = rata-rata aspek ke-i
= rata-rata untuk aspek ke-i dan kriteria ke-j
= banyaknya kriteria dalam aspek ke-i
Khabibah (2006) d. Mencari rata-rata total validitas media
dengan rumus:
Dengan media = rerata total
= rerata aspek
= banyaknya aspek
Khabibah (2006) e. Mencocokan
kevalidan media menurut
Khabibah (2006:90) f. Merevisi media
sampai dikatakan valid.
2. Analisis kepraktisan media pembelajaran
Jika hasil penilaian menunjukkan bahwa media pembelajaran memenuhi kriteria cukup praktis atau praktis atau sangat praktis dengan skala penilaian ditunjukkan sebagaimana tabel berikut.
Tabel 3.3 Kategori kepraktisan
Nilai
media
media
media
media
media (Riduwan:2009)
Ket: =
Kepraktisan
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis
kepraktisan media pembelajaran meliputi: a. Melakukan
rekapitulasi pernyataan penilai, yaitu dengan cara memberi poin untuk masing-masing kriteria. b. Pemberian nilai
kepraktisan menggunakan rumus:
x100% Keterangan: P = Nilai akhir
f = Perolehan skor N = Skor maksimum
c. Menghitung rata-rata kepraktisan. d. Menentukan
kepraktisan media pembelajaran dengan cara mencocokan nilai
kepraktisan ( ) dengan tabel kategori
kepraktisan. e. Melakukan revisi
sesuai dengan saran penilai jika hasil menunjukkan kurang praktis atau tidak praktis sampai hasil menunjukkan cukup praktis atau praktis atau sangat praktis.
3. Analisis Tes Hasil belajar peserta didik
Kegiatan yang dilakukan adalah menganalisis data tes hasil belajar peserta didik. Media pembelajaran
dikatakan efektif jika ketuntasan klasikal peserta didik setelah diadakan tes hasil belajar menunjukkan kriteria sedang atau tinggi atau sangat tinggi dengan skala penilaian sebagaimana ditunjukkan pada tabel di bawah.
Tabel 3.4 Kriteria penilaian tes hasil
belajar
Nilai
Untuk menghitung ketuntasan klasikal, ditentukan dengan rumus:
(Mulyasa, 2004:19) Dengan ketentuan, peserta didik dinyatakan tuntas jika memperoleh nilai tes hasil belajar sama atau di atas KKM.
4. Analisis keefektifan media pembelajaran
Jika data respon peserta didik terhadap media pembelajaran menunjukkan kriteria positif atau sangat positif dengan skala penilaian sebagaimana ditunjukkan tabel berikut.
Tabel 3.5 Kriteria penilaian respon peserta
didik
Nilai
Ket: RS = respon positif peserta didik
Khabibah (2006) Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis meliputi: a. Melakukan
rekapitulasi semua pernyataan peserta didik dalam angket respon peserta didik ke dalam tabel.
Tabel 3.6 Rekapitulasi nilai respon peserta didik
No Pertanya
an ∑F positif
Rata-rata %RS Ket: ∑F positif = Banyakny a siswa yang memilih pernyata an A atau B
b. Menghitung %RS dengan menggunakan rumus:
Dengan %RS = rata-rata nilai respon peserta didik dalam persen
A atau B = banyaknya responden yang mengisi angket c. Menentukan nilai
angket respon peserta didik dengan
mencocokkan
nilai Total %
dengan tabel.
HASIL DAN
PEMBAHASAN Hasil
Dibawah ini akan dipaparkan hasil dari setiap tahap pengembangan media pembelajaran web blog pada materi jarak dalam ruang kelas 12 SMA yang menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development,
Implementation, dan
Evaluation.
1. Tahap Analysis
Tahapan ini terdiri dari beberapa analisis yaitu:
a. Analisis Kebutuhan Kegiatan yang dilakukan pada saat analisis kebutuhan yaitu: menguraikan permasalahan yang ada dan menentukan solusi yang tepat. Dalam analisis kebutuhan ini peneliti
mengumpulkan informasi mengenai permasalahan
berdasarkan pada sumber yang dapat
dipertanggungjawabka n yaitu: informasi dari pendidik.
Permasalahan-permasalahan yang didapatkan antara lain: 1) Tidak adanya
media
pembelajaran pada mata pelajaran matematika di SMAN 1 Kandat. 2) Perlu adanya media
pembelajaran yang dapat
memvisualisasikan materi jarak dalam ruang.
Dari permasalahan di atas solusi yang peneliti ambil yaitu: dengan
mengembangkan media pembelajaran dengan memanfaatkan halaman web blog. Dengan menggunakan media pembelajaran yang telah dikembangkan
diharapkan peserta didik dapat belajar dengan
memaksimalkan alat-alat yang dimiliki oleh peserta didik dalam hal ini adalah gadget. b. Analisis Media
Pembelajaran Setelah melakukan analisis kebutuhan serta menentukan solusinya, maka tahapan selanjutnya yaitu: analisis media pembelajaran. Hal-hal yang dilakukan dapat dijelaskan sebagai berikut.
1) Audience analysis
Kegiatan yang dilakukan pada aspek ini yaitu:
menganalisis karaktersitik belajar peserta didik. Hasil dari analisis
karakteristik belajar peserta didik yang akan diteliti dapat diuraikan sebagai berikut.
Karakteristik peserta didik terdiri dari kemampuan berpikir dan gaya belajar peserta didik. Dari informasi yang di dapat peneliti bahwasanya peserta didik kelas XII SMA sudah seharusnya mampu berpikir abstrak. Namun, setelah diamati, ternyata peserta didik masih kesulitan dalam berpikir abstrak. Pengamatan dilakukan dengan cara berdiskusi dengan pendidik. Hasil dari diskusi antara peneliti dengan pendidik dapat disimpulkan bahwasanya peserta didik masih kesulitan dalam memahami materi jarak dalam ruang dikarenakan kesulitan dalam memvisualisai atau membayangkan bentuk-bentuk atau gambar-gambar yang berkaitan dengan materi jarak dalam ruang.
2) Technology analysis
Kegiatan pada
Technology analysis yaitu: menganalisis teknologi yang dibutuhkan dalam penelitian dan teknologi yang sudah ada di tempat penelitian yaitu SMAN 1 Kandat.
Penelitian yang dilakukan
merupakan
penelitian dengan memanfaatkan PC, Speaker, dan Proyektor. PC digunakan untuk membuat media pembelajaran sedangkan proyektor
digunakan untuk menampilkan hasil dari pembuatan media
pembelajaran. Dari hasil pengamatan didapatkan SMAN 1 Kandat memiliki kelengkapan tersebut untuk mendukung uji coba terhadap media
pembelajaran.
3) Objective analysis
Kegiatan yang dilakukan pada aspek ini yaitu: menguraikan tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan bantuan media
dalam ruang, maka indikator yang ingin dicapai dengan
menggunakan media
pembelajaran yang dikembangkan adalah sebagai berikut.
a) Menentukan jarak antara dua buah titik b) Menentukan
jarak antara titik ke garis c) Menentukan
jarak antara titik ke bidang
4) Extant data analysis
Kegiatan yang dilakukan pada aspek ini yaitu: menguraikan bahan, sumber daya, serta rujukan yang digunakan dalam
pembelajaran dengan bantuan media
pembelajaran. Bahan yang dipakai dalam
pengembangan media
pembelajaran ini adalah materi jarak dalam ruang meliputi jarak antara dua titik, jarak titik ke garis, dan jarak titik ke bidang yang diperoleh dari internet, BSE, serta buku diktat.
Untuk sumber daya yang digunakan yaitu: laptop dengan menggunakan
aplikasi Adobe Photoshop CC 2017 untuk membuat latar belakang atau
background dari halaman web blog, Adobe Animate CC 2017 untuk membuat animasi dari materi yang akan disajikan dalam halaman web blog, serta Adobe
Dreamweaver CC 2017 yang digunakan untuk menyunting, membuat, dan mengedit halaman web blog.
Rujukan video yang ditampilkan di dalam halaman web blog berasal dari situs youtube. Yang mana isi dari video ini tidak menyimpang dari materi
pembelajaran yaitu: jarak dalam ruang.
5) Cost benefit analysis
Kegiatan yang dilakukan
menguraikan biaya dalam pembuatan media
pembelajaran. Pada pengembangan media
pembelajaran ini, peneliti
menggunakan aplikasi yang gratis atau tak berbayar. Hal ini dikarenakan Adobe Photoshop CC 2017, Adobe Animate CC 2017, dan Adobe
Dreamweaver CC 2017 sudah dalam keadaan crack.
Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa untuk pengembangan media
pembelajaran ini total biaya yang dikeluarkan adalah nol rupiah.
2. Tahap Design
Dalam tahap design
dilakukan pemilihan model dan bentuk media pembelajaran serta klarifikasi media pembelajaran yang telah dibuat dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Desain tampilan media pembelajaran menggunakan Adobe Photoshop CC 2017, Adobe Animate CC 2017, dan Adobe Dreamweaver CC
2017 yang
dikombinasikan. Adobe Photoshop CC 2017 digunakan untuk membuat latar atau background dari media pembelajaran. Adobe Animate CC 2017 digunakan untuk membuat animasi media pembelajaran. Penggunaan Adobe Dreamweaver CC 2017 sebagai aplikasi utama dalam pembuatan media pembelajaran berbasis web yang digunakan untuk menggabungkan hasil dari photoshop dan hasil dari animate agar dapat diunggah
atau di upload dalam sebuah web blog.
3.Tahap Development
Pada tahap
development
dihasilkan media pembelajaran yang telah direvisi oleh para ahil. Media pembelajaran yang sudah didesain sebelumnya diajukan kepada validator. Dari hasil uji kevalidan didapat beberapa saran yang diberikan oleh validator terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Saran yang diberikan dapat dideskripsikan sebagai berikut. a. Pada sub materi
jarak antara dua titik
1) Untuk soal jarak antara dua titik, animasi pada
pembahasan soal ditambahi dengan
memunculkan atau
menampakkan segitiga siku-sikunya. 2) Penggantian
simbol matematika seperti pangkat dua, dan akar. 3) Penambahan
soal yang sukar misal
dimunculkan perbandingan BX: XA adalah 1:3.
b. Pada sub materi jarak titik ke garis 1) Pada penjelasan
titik ke garis, garis yang menghubungka n titik a dengan garis g diganti menjadi garis putus-putus. 2) Penggantian
simbol matematika seperti pangkat dua, dan akar. c. Pada sub materi
jarak titik ke bidang
1) Penambahan soal yang lebih sederhana. 2) Penambahan
soal yang melibatkan
4. Tahap Implementation
Pada tahapan ini dilakukan uji coba terhadap media pembelajaran, uji coba ini dilakukan di kelas XII-IPA 2 SMAN 1 Kandat. Uji coba media pembelajaran dilakukan dengan cara melakukan
pembelajaran dengan bantuan media pembelajaran.
Setelah melakukan
uji coba diperoleh data analisisnya sebagai berikut.
a. Kepraktisan Media Pembelajaran Kepraktisan pada penelitian ini dilihat dari kemudahan penggunaan media
pembelajaran. Data tentang kepraktisan media pembelajaran diperoleh melalui pengisian lembar kepraktisan oleh guru matematika SMAN 1 Kandat dan 5 peserta didik yang diambil secara acak dimana pengisian lembar kepraktisan didasarkan pada pengamatan responden terhadap media pembelajaran.
Berdasarkan analisis data kepraktisan media pembelajaran, dapat dilihat bahwa media pembelajaran yang dikembangkan
memiliki rata-rata nilai sebesar 77,5% dengan kriteria praktis. b. Respon Peserta
Didik
Pengambilan data respon peserta didik didapatkan dengan memberikan angket yang diberikan kepada 5 peserta didik secara acak setelah penyajian media pembelajaran yang dikembangkan.
Berdasarkan analisis data respon peserta didik, dapat dilihat bahwa media pembelajaran yang dikembangkan
memperolah total %RS sebesar 84%. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka didapatkan media pembelajaran memiliki respon positif.
c. Tes Hasil Belajar Peserta Didik
Tes Hasil belajar diberikan setelah pembelajaran
menggunakan media pembelajaran. Tes diberikan kepada 29 peserta didik. Hasil tes belajar dapat dilihat pada lampiran 12. Berdasarkan hasil analisis data tes hasil belajar peserta didik pada lampiran tersebut, dapat dilihat bahwa nilai ketuntasan klasikal yaitu: 82,76%. Berdasar kriteria yang telah ditentukan maka didapatkan media pembelajaran tuntas dengan skala penilaian tinggi.
5. Tahap Evaluation
Berdasarkan pada data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dengan rincian sebagai berikut. a. Valid, media
pembelajaran telah dinilai valid oleh para validator dengan nilai sebesar 3,5. b. Praktis, media
pembelajaran dinilai praktis dengan skala nilai sebesar 77,5%. c. Efektif, media
pembelajaran mendapat angket respon peserta didik dengan kriteria positif dengan skala penilaian sebesar 84%, dan ketuntasan peserta
didik mendapat kriteria tinggi dengan skala penilaian 82,76%.
Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data didapatkan media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif dengan skala penilaian yang telah dijelaskan di atas. Berikut merupakan beberapa uraian pembahasan dari peneliti.
1.Pembahasan Kevalidan Media Pembelajaran
Berdasar pada penilaian validator pada lembar validasi media pembelajaran diperoleh rekapitulasi data validasi sebagai berikut.
Aspek Kriteri a Rata-rata Total
penilaian validator terdapat satu kriteria yang mendapatkan penilaian dua atau memerlukan
perbaikan. Aspek yang mendapatkan nilai dua adalah tentang apakah media pembelajaran yang disajikan mencantumkan daftar rujukan. Untuk aspek ini memang perlu adanya perbaikan dikarenakan daftar rujukan ini berfungsi agar pengguna atau pemakai media pembelajaran
mengetahui sumber-sumber informasi yang ada dalam media pembelajaran.
2.Pembahasan
Kepraktisan Media Pembelajaran
Berdasarkan pada pengisian lembar kepraktisan media pembelajaran oleh guru mata pelajaran matematika dan peserta didik didapatkan rekapitulasi data kepraktisan sebagai berikut.
Jawaban yang dipilih Pertan
Total 64 64 Nilai
Maks 80 80 Nilai
akhir 80% 80%
Rata-rata
Ket: GM : Guru Mata Pelajaran
PD : Peserta Didik
Berdasar tabel di atas tentang rekapitulasi kepraktisan dan penjelasan setiap butir pertanyaan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang digunakan masuk pada kategori praktis. Pada dasarnya media pembelajaran tidak ada yang sempurna, pasti terdapat kelebihan dan kekurangan. Menurut penilaian dari guru dan beberapa peserta didik yang menggunakan media pembelajaran, media pembelajaran mudah digunakan.
3.Pembahasan
Keefektifan Media Pembelajaran
Adapun aspek yang dibahas dalam keefektifan media pembelajaran antara lain:
a. Ketuntasan peserta didik
Berikut ini disajikan rincian nilai yang diperoleh masing-masing peserta
didik untuk tes hasil belajar. N
o
Nam a
Nilai soal 1 2
Berdasarkan tabel di atas dapat disajikan tabel rincian frekuensi nilai yang diperoleh peserta didik sebagai berikut.
No
Frekuensi nilai jawaban 0-4 5-14 15-dapat diketahui bahwa dari 29 peserta didik terdapat 25 peserta didik yang memperoleh nilai sama atau diatas KKM yaitu: 76. Dengan data tersebut diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 82,76%.
b. Respon peserta didik
Berdasar angket respon peserta didik terhadap media
pembelajaran dapat diperoleh data sebagai berikut.
7 4 80%
8 4 80%
9 5 100%
10 5 100%
Total %RS 90%
Berdasar tabel di atas total %RS menunjukkan penilaian sebesar 90% hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran mendapatkan penilaian sangat positif dari peserta didik.
PENUTUP Simpulan
Proses pengembangan media pembelajaran multimedia web blog pada materi jarak dalam ruang kelas 12 SMA yang memenuhi kriteria aspek valid, praktis, dan efektif dapat menggunakan model uji coba ADDIE dengan penjelasan sebagai berikut.
1. Proses pengembangan media pembelajaran multimedia web blog a. Pada tahap
ACnalysis
diperoleh informasi mengenai
permasalahan dan solusinya,
karakteristik peserta didik, teknologi yang dibutuhkan, indikator, tujuan pembelajaran, bahan dan biaya yang harus dikeluarkan. b. Pada tahap Design
diperoleh
rancangan media pembelajaran yang sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. c. Pada tahap
Development diperoleh media pembelajaran yang sudah direvisi dan dinyatakan valid oleh para validator. d. Pada tahap
Implementation diperoleh informasi tentang kepraktisan media
pembelajaran, respon peserta didik terhadap media
pembelajaran, dan ketuntasan peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran. e. Pada tahap
Evaluation, diperoleh media pembelajaran sesuai harapan yaitu: media pembelajaran yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
2. Hasil pengembangan media pembelajaran multimedia web blog a. Media
pembelajaran yang valid
Media pembelajaran memiliki kriteria valid dengan rata-rata nilai total sebesar 3,5 dengan rincian setiap aspek yang terdiri dari aspek substansi, aspek
desain pembelajaran, aspek tampilan komunikasi visual, dan aspek pemanfaatan software telah mendapatkan nilai valid.
b. Media
pembelajaran yang praktis
Media pembelajaran mendapatkan rata-rata nilai sebesar 77,5% dengan kriteria praktis, sehingga media ini dapat dikatakan mudah digunakan oleh pengakses web blog yang dalam hal ini peserta didik yang mempelajari materi jarak dalam ruang. c. Media
pembelajaran yang efektif
Media pembelajaran mendapat nilai efektif dengan rincian total nilai rata-rata respon peserta didik sebesar 90% dengan kriteria sangat positf dan tes hasil belajar pesert didik berkriteria tinggi dengan nilai sebesar 82,76%.
Saran
Beberapa hal yang peneliti sarankan ketika melakukan penelitian yang sejenis sebagai berikut.
1. Media pembelajaran harus dipersiapkan jauh-jauh hari, agar mendapatkan hasil yang maksimal. 2. Kesesuaian waktu
dengan kebutuhan penyajian media pembelajaran.
3. Instrumen yang digunakan harus benar-benar logis dan realistis.
4. Pengecekan terhadap alat-alat kelengkapan yang mendukung penyajian media pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA Aqib, Mohammad
Auza’i. 2015.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika
Berbasis CAL (Computer Assisted Learning)
Menggunakan Aplikasi Microsoft Visual Studio C# dan Macromedia Flash MX pada Materi Transformasi. Skripsi tidak diterbitkan.
Surabaya:
Universitas Negeri Surabaya.
Arsyad, Azhar. 2015.
Media
Pembelajaran. Edisi Revisi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Depdiknas. 2008.
Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat
Pembinaan SMA. Fathia, Annisa Rizki.
2014.
Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan RMT (Rigorous
Mathematical Thinking) pada Materi Teorema Pythagoras di Kelas VIII SMP. Skripsi tidak diterbitkan. Surabaya:
Universitas Negeri Surabaya.
Fathurrohman,
Muhamad. 2015.
Model-Model Pembelajaran Inovatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Khabibah, S. 2006.
Pengembangan Model pembelajaran Matematika dengan Soal Terbuka untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta didik Sekolah Dasar. Disertasi tidak diterbitkan.
Surabaya: PPs Universitas Negeri Surabaya.
Mudjijo. 1995. Tes Hasil Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Munadi, Y. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi (GP Press Group). Ranoptri, Deni. 2016.
Guru Harus Tahu Inilah Hasil Revisi Final Kurikulum 2013, (Online), (http://www.kurikulu mnasional.net/2016/ 02/guru-harus-tahu-
inilah-hasil-revisi.html, diakses 23 November 2016). Riduwan. 2009. Belajar
Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan
Peneliti Pemula. Bandung : Alfabeta. Rozi, Zaenal A dan
SmitDev. 2015.
Modern Web Design. Magelang: PT Elex Media Komputindo. Sugiyono. 2010. Metode
Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sungkowo. 2010.
Panduan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis TIK. Jakarta: Depdiknas.
Wirawan, Faiz Agil. 2015. Pengertian dan Fungsi Adobe Dreamweaver CC 2017, (Online), (http:/www.burungn et.com/2015/03/- pengertian-dan- fungsi-adobe-dreamweaver.html, diakses 23 November 2016). Yamasari, Yuni. 2010.
“Pengembangan Media Pembelajaran Matematika
Berbasis ICT yang Berkualitas”. Makalah disajikan pada Seminar Nasional