Informasi Dokumen
- Penulis:
- Idris
- Pengajar:
- Dr. H. Masruchan, M.Ag.
- Sekolah: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
- Mata Pelajaran: Ilmu al-Qur’an dan Tafsir
- Topik: PERSPEKTIF YU<SUF AL-QARAD{A<WI< TENTANG ISRA<I<LIYYA<T (Studi atas kitab Kayfa Nata’a>mal ma’ al-Qur’a>n al-’Az}i>m)
- Tipe: Tesis
- Tahun: 2016
- Kota: Surabaya
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang masalah yang relevan dengan studi perspektif Yusuf al-Qaradawi tentang Israiliyyat dalam kitabnya, Kayfa Nata’amal Ma’al-Qur’an al-’Azim. Latar belakang ini menekankan pentingnya memahami metode penafsiran Al-Qur'an dan isu Israiliyyat, khususnya kritik al-Qaradawi terhadapnya. Identifikasi masalah menjabarkan pertanyaan penelitian yang difokuskan pada penilaian al-Qaradawi terhadap Israiliyyat dan implikasinya terhadap penafsiran Al-Qur'an. Rumusan masalah secara eksplisit merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan dijawab. Tujuan penelitian menjelaskan tujuan utama penelitian untuk memahami dan menganalisis pandangan al-Qaradawi. Kegunaan penelitian menjabarkan manfaat akademis dan praktis dari penelitian ini, mencakup kontribusi terhadap pengembangan ilmu tafsir dan pemahaman yang lebih kritis terhadap Israiliyyat. Kerangka teori menjelaskan landasan teoritis yang digunakan, meliputi klasifikasi hadis (marfu', mawquf, maqtu') dan kriteria keshahihan hadis. Telaah pustaka meninjau karya-karya sebelumnya yang relevan dengan topik Israiliyyat. Metode penelitian menjelaskan pendekatan kualitatif yang digunakan, dengan analisis isi (content analysis) sebagai metode utama. Sistematika pembahasan menjelaskan alur dan struktur penulisan tesis.
1.1 Latar Belakang Masalah
Sub-bab ini memaparkan konteks historis dan keagamaan yang melatarbelakangi pentingnya studi tentang Israiliyyat. Penjelasan mengenai otentisitas Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam dikontraskan dengan keberadaan Israiliyyat dalam tafsir. Perdebatan seputar metode penafsiran, khususnya perbandingan antara metode riwayat dan ra'yu, dijelaskan sebagai landasan untuk memahami posisi al-Qaradawi. Penggunaan ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan untuk mendukung argumen mengenai keberadaan dan potensi penyimpangan dalam Israiliyyat juga dibahas. Sub-bab ini mengarahkan pembaca pada pentingnya studi kritis terhadap Israiliyyat dalam konteks pemahaman Al-Qur'an yang sahih.
1.2 Identifikasi dan Batasan Masalah
Sub-bab ini mengidentifikasi poin-poin krusial dalam argumen al-Qaradawi tentang Israiliyyat. Pernyataan al-Qaradawi yang menentang penggunaan Israiliyyat sebagai sumber tafsir menjadi fokus utama. Sub-bab ini secara rinci menjelaskan berbagai pertanyaan yang muncul dari pernyataan tersebut, seperti implikasi bagi sejarah tafsir dan status para sahabat dan tabi'in yang meriwayatkan Israiliyyat. Batasan masalah ditekankan untuk memastikan fokus penelitian tetap terjaga dan menghindari cakupan yang terlalu luas. Dengan demikian, penelitian ini terfokus pada analisis mendalam terhadap argumen utama al-Qaradawi dan konsekuensinya.
1.3 Rumusan Masalah
Sub-bab ini secara spesifik merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan dijawab dalam tesis. Rumusan masalah ini langsung berkaitan dengan poin-poin penting yang telah diidentifikasi sebelumnya, fokusnya pada dua pertanyaan utama: bagaimana penilaian al-Qaradawi terhadap Israiliyyat dan apa implikasi dari penilaian tersebut dalam konteks tafsir Al-Qur'an. Rumusan masalah ini berfungsi sebagai pedoman penelitian dan memastikan agar penelitian terarah dan terstruktur.
1.4 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Sub-bab ini menjelaskan tujuan utama penelitian, yaitu menjelaskan penilaian Yusuf al-Qaradawi tentang Israiliyyat dalam tafsir dan dampaknya terhadap wacana ilmu tafsir. Kegunaan penelitian diuraikan dari dua perspektif: akademis dan praktis. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu tafsir dan membuka ruang diskusi yang lebih kritis. Secara praktis, hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan renungan bagi pembaca, terutama dalam memahami dan menyikapi isu Israiliyyat dalam konteks tafsir Al-Qur'an. Sub-bab ini menunjukkan kontribusi penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik keagamaan.
1.5 Kerangka Teori
Sub-bab ini menjelaskan kerangka pemikiran yang mendasari analisis penelitian. Penelitian ini menggunakan teori-teori yang relevan dalam ilmu hadis, khususnya mengenai klasifikasi hadis (marfu’, mawquf, maqtu’) dan kriteria keshahihan hadis. Pembahasan mengenai hadis marfu’, mawquf, dan maqtu’ serta kriteria keshahihannya (adil, dhabit, dll.) memberikan kerangka teoritis untuk menganalisis keabsahan riwayat-riwayat yang berkaitan dengan Israiliyyat. Dua hadits Nabi yang relevan yang digunakan sebagai acuan dalam mengkaji Israiliyyat juga dijelaskan sebagai bagian dari kerangka teoritis. Dengan demikian, sub-bab ini memberikan dasar analitis yang kuat untuk menelaah pandangan al-Qaradawi.
1.6 Telaah Pustaka
Bagian ini menelaah penelitian atau karya sebelumnya yang membahas topik serupa. Beberapa skripsi, buku, dan karya ilmiah yang mengkaji Israiliyyat dan metode tafsir diulas, menunjukkan kesamaan dan perbedaan dengan penelitian ini. Telaah pustaka ini menunjukkan kontribusi orisinalitas penelitian dengan menonjolkan fokus pada perspektif al-Qaradawi yang belum banyak dikaji secara mendalam. Dengan demikian, sub-bab ini menegaskan posisi dan kontribusi penelitian dalam konteks studi yang telah ada sebelumnya.
1.7 Metode Penelitian
Sub-bab ini menjelaskan secara detail metode penelitian yang digunakan, menekankan pada penggunaan pendekatan kualitatif dan teknik analisis isi (content analysis). Jenis penelitian, sumber data (data sekunder berupa karya tulis al-Qaradawi dan literatur pendukung), teknik pengumpulan data (kutipan langsung dan tidak langsung), dan teknik pengolahan data (editing dan pengorganisasian) dijelaskan secara sistematis. Teknik analisis data (deskriptif-analitis) dan pendekatan yang digunakan (historis, sosio-kultural, dan fenomenologis) juga diuraikan. Sub-bab ini menjamin transparansi dan kredibilitas metodologi penelitian.
1.8 Sistematika Pembahasan
Sub-bab ini menguraikan struktur dan alur pembahasan tesis secara keseluruhan. Penjelasan rinci mengenai isi setiap bab dan sub-bab membantu pembaca untuk memahami organisasi dan alur pemikiran tesis. Sistematika pembahasan ini memastikan keselarasan antara tujuan, rumusan masalah, dan isi tesis. Hal ini juga menunjukkan kejelasan dan ketelitian peneliti dalam menyusun dan menyajikan penelitian.
II. Deskripsi Kayfa Nata’amal Ma’al-Qur’an al-’Azim
Bab ini mendeskripsikan konteks karya Yusuf al-Qaradawi yang menjadi objek penelitian, yaitu kitab Kayfa Nata’amal Ma’al-Qur’an al-’Azim. Pembahasan dimulai dengan biografi Yusuf al-Qaradawi, meliputi latar belakang keluarganya, pendidikannya, kiprahnya sebagai ulama dan aktivis, serta karya-karya tulisnya yang luas. Penjelasan detail mengenai kiprah dan karya-karya al-Qaradawi memberikan konteks intelektual yang penting untuk memahami pandangannya tentang Israiliyyat. Deskrisi kitab Kayfa Nata’amal Ma’al-Qur’an al-’Azim kemudian dijelaskan, meliputi tema utama, metode penulisan, dan posisi kitab ini dalam keseluruhan karya al-Qaradawi. Bab ini memberikan landasan pemahaman yang komprehensif sebelum masuk ke analisis isi kitab tersebut.
2.1 Biografi Yusuf al-Qaradawi
Sub-bab ini menjabarkan secara rinci kehidupan Yusuf al-Qaradawi, mulai dari kelahirannya hingga kiprahnya sebagai ulama dan intelektual muslim. Latar belakang keluarga, pendidikan di berbagai lembaga pendidikan di Mesir dan Qatar, hingga peran aktifnya dalam berbagai organisasi dan lembaga keagamaan, dijelaskan secara detail. Penjelasan mengenai guru-gurunya dan pengaruhnya terhadap pemikiran al-Qaradawi juga diuraikan. Sub-bab ini penting untuk memberikan pemahaman kontekstual terhadap pemikiran al-Qaradawi tentang Israiliyyat.
2.2 Kiprah al-Qaradawi
Sub-bab ini memaparkan berbagai peran dan aktivitas al-Qaradawi dalam kehidupan keagamaan dan intelektual. Baik peran formal sebagai pengajar, dosen, dan pejabat di berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan, maupun peran informal sebagai dai dan penulis, dijelaskan secara komprehensif. Penekanan diberikan pada konsistensi dan komitmen al-Qaradawi dalam menyampaikan pandangannya, baik melalui jalur formal maupun informal. Sub-bab ini memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pengaruh dan dampak pemikiran al-Qaradawi.
2.3 Karya Tulis al-Qaradawi
Sub-bab ini mengkatalogkan beberapa karya tulis al-Qaradawi yang relevan dengan kajian ini dan karya-karyanya yang lain, menunjukkan produktivitas dan pengaruhnya yang luas dalam dunia Islam. Karya-karyanya diklasifikasikan berdasarkan bidang keilmuan (fiqih, akidah, dakwah, dll.) untuk menunjukkan cakupan pemikirannya yang luas. Sub-bab ini menekankan pentingnya memahami karya Kayfa Nata’amal Ma’al-Qur’an al-’Azim sebagai bagian dari keseluruhan pemikiran al-Qaradawi. Dengan demikian, pembaca memiliki pemahaman kontekstual yang lebih baik tentang kitab yang menjadi fokus analisis.
2.4 Tentang Kayfa Nata’amal Ma’al-Qur’an al-’Azim
Sub-bab ini fokus pada kitab Kayfa Nata’amal Ma’al-Qur’an al-’Azim sebagai objek utama penelitian. Deskripsi kitab ini mencakup tema utama, metode penulisan, dan tujuan penulisan. Posisi kitab ini dalam konteks karya-karya al-Qaradawi lainnya dijelaskan, menunjukkan relevansinya dengan tema penelitian. Penjelasan ini bertujuan untuk mempersiapkan pembaca terhadap analisis isi kitab tersebut di bab-bab selanjutnya. Dengan demikian, pembaca memahami konteks dan signifikansi kitab ini dalam keseluruhan penelitian.
III. Israiliyyat dalam Perspektif Yusuf al-Qaradawi
Bab ini membahas pemahaman Yusuf al-Qaradawi tentang Israiliyyat. Dimulai dengan pengertian Israiliyyat menurut al-Qaradawi, kemudian dijelaskan asal-usul masuknya Israiliyyat ke dalam tafsir Al-Qur'an, serta bagaimana al-Qaradawi memandang potensi penyimpangan yang ditimbulkan oleh Israiliyyat. Al-Qur'an sebagai rujukan utama dalam memahami ajaran Islam dijelaskan sebagai dasar kritik al-Qaradawi terhadap Israiliyyat. Bab ini menyediakan landasan pemahaman sebelum analisis kritis terhadap pandangan al-Qaradawi.
3.1 Pengertian Israiliyyat
Sub-bab ini menjelaskan definisi Israiliyyat menurut al-Qaradawi dan pemahaman umum mengenai istilah tersebut. Perbedaan antara Israiliyyat yang sahih dan yang batil, serta kriteria untuk membedakan keduanya, dibahas secara rinci. Sub-bab ini penting untuk memberikan pemahaman dasar sebelum memasuki analisis kritis terhadap pandangan al-Qaradawi. Dengan pemahaman yang jelas tentang Israiliyyat, pembaca dapat lebih memahami argumen dan kritik al-Qaradawi.
3.2 Masuknya Israiliyyat
Sub-bab ini mengkaji proses masuknya riwayat-riwayat Israiliyyat ke dalam khazanah tafsir Al-Qur'an. Faktor-faktor yang menyebabkan penyebaran Israiliyyat di kalangan umat Islam dibahas, termasuk peran para sahabat dan tabi'in. Analisis ini penting untuk memahami konteks historis dan sosiologis munculnya dan tersebarnya Israiliyyat dalam tafsir. Sub-bab ini memberikan gambaran bagaimana Israiliyyat menjadi bagian dari tradisi tafsir.
3.3 Israiliyyat Sumber Penyimpangan
Sub-bab ini membahas pandangan al-Qaradawi mengenai potensi Israiliyyat sebagai sumber penyimpangan dalam pemahaman Al-Qur'an. Alasan al-Qaradawi mengkritik penggunaan Israiliyyat dalam tafsir dijelaskan secara detail. Sub-bab ini berfokus pada argumen al-Qaradawi mengenai bahaya Israiliyyat terhadap akidah dan pemahaman ajaran Islam yang sahih. Sub-bab ini mempersiapkan pembaca untuk memahami analisis kritis terhadap pandangan al-Qaradawi.
3.4 Al-Qur’an Sumber Rujukan
Sub-bab ini menekankan posisi Al-Qur'an sebagai sumber rujukan utama bagi al-Qaradawi dalam memahami agama Islam dan mengkritisi Israiliyyat. Al-Qur'an sebagai Kalamullah yang mutlak kebenarannya dikontraskan dengan Israiliyyat yang dianggap memiliki potensi kesalahan dan penyimpangan. Sub-bab ini menunjukkan dasar epistemologis pandangan al-Qaradawi. Dengan memahami dasar pemikiran ini, pembaca dapat lebih memahami argumen dan kritik al-Qaradawi terhadap Israiliyyat.
IV. Analisis Pendapat al-Qaradawi terhadap Israiliyyat
Bab ini merupakan inti analisis tesis, menganalisis secara mendalam pendapat al-Qaradawi tentang Israiliyyat dalam kitab Kayfa Nata’amal Ma’al-Qur’an al-’Azim. Analisis ini mencakup kekhususan Al-Qur'an sebagai kitab suci yang otentik dan metode memahami Al-Qur'an menurut al-Qaradawi. Peran sahabat dan tabi'in dalam penafsiran Al-Qur'an serta hubungannya dengan Israiliyyat juga dibahas. Contoh-contoh Israiliyyat yang dikritik al-Qaradawi dan dianggap sebagai sumber khurafat diuraikan dan dianalisis. Bab ini merupakan inti dari analisis penelitian.
4.1 Kekhususan Al-Qur’an
Sub-bab ini membahas kekhususan Al-Qur'an sebagai kitab suci yang otentik dan terpelihara dari penyimpangan. Otentisitas Al-Qur'an sebagai kalamullah ditekankan sebagai dasar argumentasi al-Qaradawi. Hubungan Al-Qur'an dengan kitab-kitab samawi sebelumnya juga dikaji untuk memperkuat argumen al-Qaradawi tentang pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur'an. Sub-bab ini memperkuat landasan pemikiran al-Qaradawi dalam mengkritisi Israiliyyat.
4.2 Pendapat al-Qaradawi terhadap Israiliyyat
Sub-bab ini menjabarkan secara detail pendapat al-Qaradawi tentang Israiliyyat. Metode memahami Al-Qur'an yang dianut al-Qaradawi, peran sahabat dan tabi'in dalam penafsiran, dan bagaimana al-Qaradawi menyikapi riwayat-riwayat Israiliyyat, dibahas secara menyeluruh. Sub-bab ini merupakan inti dari analisis penelitian, menjelaskan secara rinci pandangan al-Qaradawi tentang Israiliyyat.
4.3 Tahrif Israiliyyat dalam Tafsir
Sub-bab ini menganalisis contoh-contoh konkret Israiliyyat yang dikritik al-Qaradawi dan dianggap sebagai sumber khurafat. Beberapa kisah yang sering dikaitkan dengan Israiliyyat diulas, termasuk analisis kritis terhadap keabsahan dan potensi penyimpangannya. Sub-bab ini menunjukkan bagaimana al-Qaradawi menerapkan kriteria dan metode analisisnya dalam mengkaji Israiliyyat. Contoh-contoh ini memperkuat analisis dan argumentasi al-Qaradawi.
V. Penutup
Bab penutup ini menyimpulkan hasil analisis terhadap perspektif Yusuf al-Qaradawi tentang Israiliyyat. Kesimpulan tersebut merangkum poin-poin utama dari analisis bab sebelumnya, menjawab rumusan masalah yang telah diajukan di bab pendahuluan. Saran-saran untuk penelitian selanjutnya diberikan untuk memperkaya dan melengkapi studi tentang Israiliyyat dan metode penafsiran Al-Qur'an.
5.1 Kesimpulan
Sub-bab ini menyimpulkan hasil analisis terhadap pandangan al-Qaradawi mengenai Israiliyyat. Kesimpulan ini menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan di awal. Kesimpulan ini merangkum temuan utama dan memberikan jawaban yang komprehensif terhadap rumusan masalah. Sub-bab ini menjadi inti dari seluruh pembahasan, menunjukkan hasil penelitian yang telah dicapai.
5.2 Saran
Sub-bab ini memberikan saran-saran untuk penelitian selanjutnya. Saran ini dapat berupa pengembangan metode analisis, penambahan data, atau perluasan kajian terhadap aspek-aspek tertentu yang terkait dengan Israiliyyat. Sub-bab ini menunjukkan keterbukaan peneliti terhadap kemungkinan pengembangan dan perluasan studi di masa mendatang. Saran ini juga memperkuat nilai akademis penelitian.
Referensi Dokumen
- Kayfa Nata’a>mal ma’ al-Qur’a>n ( al-Qarad}a>wi> )
- Agama RI, al-Qur’a>n dan …
- Nazhat al-Naz}ar Sharh Nukhbat al-Fikr ( Ibnu H{ajar Asqalani> )
- al-Mufasiru>n H}ayatuhum wa Manhajuhum ( Muh}ammad ‘Ali> Ayazi )
- Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya ( Muhammad Must}afa Azami )