• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUBAHAN YANG MEMPENGARUHI OPTIMALITAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERUBAHAN YANG MEMPENGARUHI OPTIMALITAS"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS POSTOPTIMAL/SENSITIVITAS

Dalam sub bab ini kita akan mempelajari apakah solusi optimal

akan berubah jika terjadi perubahan parameter model awal. Jika solusi

optimal berubah, dapatkah kita menghitung solusi optimal baru tanpa

harus menyelesaikan permasalahan secara lengkap sebagai

permasalahan baru? Kita akan temukan dalam banyak kasus, solusi

optimal baru dapat diperoleh tanpa usaha perhitungan tambahan yang

terlalu banyak.

Dasar analisis optimal terletak pada penyelidikan tabel simpleks

umum dalam bentuk matriks. Perubahan parameter model awal dapat

mempengaruhi optimalitas maupun kelayakan. Perubahan yang terjadi

dan pengaruhnya terhadap optimalitas dan kelayakan adalah sebagai

berikut:

1.Perubahan yang hanya mempengaruhi optimalitas:

a. Perubahan pada koefisien fungsi tujuan (CI, CII).

b. Perubahan penggunaan sumber daya aktivitas non basis.

c. Penambahan aktivitas baru

2.Perubahan yang hanya mempengaruhi kelayakan:

a. Perubahan pada nilai kanan (solusi) b.

b. Penambahan batasan baru

3.Perubahan simultan (CI, CII) dan b akan mempengaruhi baik

optimalitas maupun kelayakan.

Perhitungan yang dibutuhkan untuk mendapatkan solusi optimal

masing-masing kategori di atas adalah:

1.Jika tabel menjadi tidak optimal, gunakan metode primal

simpleks sampai diperoleh tabel optimal baru.

2.Jika tabel menjadi tidak layak, gunakan metode dual simpleks

sampai solusi layak diperoleh.

3.Jika tabel menjadi tidak optimal sekaligus tidak layak,

(2)

ketidaklayaknnya. Setelah solusi optimal diperoleh, gunakan

metode dual simpleks untuk mendapatkan solusi optimal

layak.

PERUBAHAN YANG MEMPENGARUHI OPTIMALITAS

Berdasarkan definisi tabel simpleks umum, perubahan (CI, CII)

hanya membutuhkan perhitungan ulang baris tujuan tabel optimal.

Sebagai contoh, model awal permasalahan PL adalah:

Maksimumkan z = 2x1 + 3x2

Terhadap :

10x1 + 5x2 ≤ 600

6x1 + 20x2 ≤ 600

8x1 + 15x2 ≤ 600

x1, x2 ≥ 0

Solusi optimalnya adalah:

VB X1 X2 X3 X4 X5 solusi

z 0 0 0 1/3 11/45 126.67

X3 0 0 1 -5/3 -17/9 166.7

X2 0 1 0 0 -1/5 20

X1 1 0 0 1/6 2/9 100/3

Setelah beberapa lama, fungsi tujuan berubah menjadi maksimumkan

4x1 + 4x2. Perubahan ini dapat mengakibatkan ketidakoptimalan; oleh

karena itu, yang harus kita lakukan adalah memeriksa syarat optimal.

Dari tabel optimal di atas kita dapatkan:

XB = [x3 x2 x1] CB = [0 4 4] B-1 =

Dari formulasi matematik Plnya kita dapatkan: Y = [y1 y2 y3]

(3)

= [0 2/3 4/45]

Berikutnya kita menghitung koefisien baris z untuk vektor yang bukan

vektor basis. Dalam hal ini adalah vektor P4 dan P5.

z4 – c4 = YP4 – c4 = [0 2/3 4/45] - 0 = 2/3

z5 – c5 = YP5 – c5 = [0 2/3 4/45] - 0 = 4/45

Karena koefisien fungsi tujuan (vektor non basis) semua masih bernilai

positif dan fungsi tujuan adalah maksimisasi, maka perubahan koefisien

fungsi tujuan tersebut tidak merubah solusi optimal yang sudah ada,

yaitu x1 = 100/3; x2 =20. Nilai yang berubah hanyalah nilai z, karena

perubahan koefisien. Nilai z (keuntungan maksimum) menjadi 4 x

100/3 + 4 x 20 = 213 .333.

Perhatikan, jika koefisien fungsi tujuan itu setelah beberapa lama

berubah menjadi 3x1 + 6x2. Nilai Y berbeda dengan nilai di atas, yaitu:

Y = CBB-1 = [0 6 3]

Berdasarkan perhitungan di atas, tabel menjadi tidak optimal dan vektor

P5 menjadi vektor masuk. Lanjutkan dengan simpleks yang direvisi

untuk mementukan solusi optimal.

Karena dari perhitungan di atas kita sudah mendapatkan vektor masuk,

maka selanjutnya adalah menentukan vektor keluar.

¾ XB = B-1b = = [-6400/3 -120 700/3]T

¾ α5 = B-1P5 = = [-17/9 -1/5

2/9]T

¾ θ = 1050

(4)

E =

B-1next = EB-1

Kembali menentukan vektor masuk sekaligus memeriksa syarat

optimalitas. Basis pada iterasi ini adalah P3, P2 dan P5.

Y = CBB-1 = [0 6 0]

Perubahan penggunaan sumber daya oleh aktivitas hanya akan

mempengaruhi opimalitas, karena perubahan itu akan mempengaruhi

sisi kiri pembatas dualnya. Perubahan penggunaan sumber daya ini

kita batasi hanya untuk aktivitas non basis. Perubahan penggunaan

sumber daya aktivitas basis akan mempengaruhi invers dan

mengarahkan perhitungan yang sangat kompleks.

Misalkan untuk kasus di atas, setelah beberapa lama terjadi

perubahan penggunaan sumber daya pertama, kedua dan ketiga oleh

aktivitas 1 berubah dari 10, 6 dan 8 ke 8, 7 dan 9 secara berturut-turut.

Batasan dual yang sesuai untuk perubahan itu adalah:

8y1 + 7y2 + 9y3 ≤ 2

Faktor terakhir yang akan kita pelajari yang dapat mempengaruhi

optimalitas adalah penambahan aktivitas baru. Misalkan untuk kasus

di atas, setelah beberapa lama perusahaan memproduksi produk 3 (x6)

menggunakan fasilitas produksi yang sama. Model matematik umum

PL-nya menjadi:

Maksimumkan z = 2x1 + 3x2 + x6

Terhadap :

(5)

6x1 + 20x2 + x6 ≤ 600

8x1 + 15x2 + x6 ≤ 600

x1, x2, x6 ≥ 0

Penambahan aktivitas baru sama dengan mengkombinasikan

analisis perubahan pada tujuan dan koefisien kendala (penggunaan

sumber daya). Kita dapat membayangkan x6 seolah-olah bagian dari

model awal dengan semua koefisien bukan nol, dengan kata lain, x6

adalah non basis. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah

memeriksa batasan dual yang sesuai:

2y1 + y2 + y3 ≥ 1

Karena x6 berfungsi sebagai variabel non basis pada solusi awal

(tabel awal simpleks), maka nilau dual tidak berubah. Oleh karena itu

koefisien x6 dalam tabel optimalnya adalah:

2(0) + 1/3 + 11/45 – 1 = -19/45

Angka ini menunjukkan bahwa solusi optimal saat ini akan lebih

baik jika x6 bernilai positif. Tabel optimal saat ini dimodifikasi dengan

menambahkan satu kolom x6 dengan koefisien pada baris znya adalah

-19/45. Koefisien pembatasnya dihitung dengan cara berikut:

B-1P6 = (1 -5/3 -17/9 (2

0 0 -1/5 1

0 1/6 2/9 1

= [-14/9 -1/5 7/18]T

Lanjutkan iterasi, maka akan didapatkan seperti tabel simpleks di

(6)

X3 4 0 0 1 -1 -1 300.01

X2 18/35 1 0 0 3/35 -3/35 37.14

X6 18/7 0 1 0 6/14 4/7 85.7

PERUBAHAN YANG MEMPENGARUHI KELAYAKAN

Dua faktor yang dapat mempengaruhi kelayakan solusi tabel

simpleks, yaitu perubahan pada nilai kanan (vektor b) dan penambahan

pembatas baru.

Misalkan untuk kasus di atas (kasus 2.5), jam kerja mesin

pertama berubah dari 600 ke 580 menit dan mesin kedua dari 600 ke

575 menit, karena kedua mesin harus mendapatkan perawatan rutin per

hari selama 20 dan 25 menit secara berturut-turut. Karena perubahan

nilai kanan hanya akan mempengaruhi kelayakan, maka kita akan

menghitung nilai XB [x3 x2 x1]

XB = B-1b = [ -1511.6633 -120 1375/6]T

Karena nilai x3 dan x2 menjadi negatif, maka iterasi kita teruskan

dengan nilai kanan variabel basis sama nilai XB di atas.

VB X1 X2 X3 X4 X5 solusi

Tabel sudah optimal pada iterasi pertama.

Perubahan yang terjadi pada kasus di atas ada pada ketersediaan

(7)

sudah berkurang. Bagaimana jika terjadi penambahan batasan baru,

misalnya permintaan terhadap produk yang dihasilkan yang tadinya

tidak dibatasi menjadi terbatas (baik bataasan =/≤/≥)? Penambahan

batasan baru ini juga akan mempengaruhi kelayakan tabel simpleks.

Misalkan untuk kasus di atas, setelah beberapa lama perusahaan

dapat menjalin kerja sama dengan salah satu distributor. Distributor

sudah menyepakati untuk disuplai produk 2 maksimum 50 unit setiap

hari. Karena kontrak yang ditandatangani mengatakan bahwa produk 2

hanya akan dijual ke distributor tersebut, maka permasalahan optimasi

ini mendapatkan satu kendala baru, yaitu:

x2 ≤ 50

Batasan baru ini tidak dipenuhi tabel simpleks optimal di atas,

dimana pada tabel optimal tersebut nilai x2 (jumlah produk 2 yang

diproduksi supaya optimal) adalah 20 unit. Untuk menyelesaikannya,

pertama-tama batasan baru tersebut kita rubah kedalam bentuk

bakunya, yaitu:

x2 + x6 = 50

Nilai x2 pada persamaan di atas harus digantikan dengan nilai x2

dari tabel optimalnya, karena x2 berfungsi sebagai variabel basis pada

tabel tersebut. Maka akan diperoleh:

(8)

PERUBAHAN YANG MEMPENGARUHI OPTIMALITAS DAN

KELAYAKAN

Perubahan yang terjadi tidak hanya dapat mempengaruhi

optimalitas atau kelayakan secara terpisah, tetapi dapat juga

mempengaruhi keduanya secara bersamaan. Perhatikan misalnya

kasus di atas, setelah beberapa lama:

1. terjadi perubahan pada koefisien fungsi tujuan menjadi 3x1 +

6x2

2. jam kerja mesin pertama berubah dari 600 menit menjadi

580 menit dan mesin kedua dari 600 menit menjadi 575

menit.

Gambar

Tabel sudah optimal pada iterasi pertama.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan TD, HR pada kontraksi pertama ke kontraksi kedua dan dari kontraksi kedua ke kontraksi

Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pendidikan istri, lama pendidikan suami, pengaruh pendapatan keluarga, usia kawin pertama istri, lama penggunaan

Kedua, perubahan sosial sebagai dampak penggunaan gawai berbasis Android tidak men- ciptakan perubahan sosial yang terlembaga, yang terjadi adalah proses adaptasi dengan teknologi

Kedua, perubahan sosial sebagai dampak penggunaan gawai berbasis Android tidak men- ciptakan perubahan sosial yang terlembaga, yang terjadi adalah proses adaptasi dengan teknologi

coping with change, yang berarti bahwa perencanaan sumber daya manusia dapat mengkondisikan organisasi untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan. Perubahan yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pendidikan istri, lama pendidikan suami, pengaruh pendapatan keluarga, usia kawin pertama istri, lama penggunaan

Pembatasan di atas berlandaskan fakta bahwa pertama, ketiga agama tersebut adalah terbesar setelah Islam dan rawan gesekan; kedua, kasus-kasus relevan yang ditemukan berasal dari