Agar pembaca memahami tentang Sistem Koordinat Kartesian beserta fungsinya yaitu titik, jarak dua titik, persamaan bola serta Vektor dalam ruang dimensi tiga beserta aplikasinya yaitu sudut antara dua vektor, persamaan bidang yang dibentuk dari vektor, hasil kali silang beserta penafsiran secara geometri
Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa dapat :
1. Memahami dan mampu menyelesaikan segala permasalahan yang berkaitan dengan koordinat kartesian dalam ruang dimensi tiga, antara lain Titik, Jarak dua Titik, Persamaan Bola, Posisi dua buah Bola, Persamaan Bidang secara Geometri dan Aljabar
2. Memahami dan mampu menyelesaikan Permasalahan yang berkaitan dengan vektor di Ruang Tiga, yaitu Persamaan Bidang
3. Memahami dan mampu menafsirkan sebuah Hasil Kali Silang dua vektor beserta penerapannya dalam sebuah bidang
TUJUAN PEMBELAJARAN
4.1.
Sistem Koordinat Dimensi Tiga
Pada pembahasan yang telah kita lakukan, kita telah memahami dan belajar pada bidang datar yang dikenal sebagai bidang Euclides atau ruang dimensi dua hal ini telah diterapkan pada fungsi variable tunggal yaitu fungsi yang dapat digambarkan pada bidang datar.
Bagaimana jika fungsi yang akan kita pelajari adalah fungsi yang mempunyai variable ganda atau yang sering kita sebut dengan kalkulus peubah ganda, yaitu yang diterapkan pada suatu fungsi yang mempunyai dua peubah atau lebih.
Ambil tiga garis koordinat yang saling tegak lurus, misalnya sumbu-sumbu
X
,Y
danZ
dengan titik Nol berada pada suatu titikO
yang sama.disebut titik asal. Sistem koordinat dimensi tiga dapatdigambarkan seperti Gambar 4.1
Ketiga sumbu tersebut menentukan tiga bidang, yaitu bidang
yz
, bidangxz
dan bidangxy
yang membagi ruang menjadi delapan oktan, Jika titikP
dalam ruang, maka koordinat kartesiusnya dituliskan berupa bilangan ganda tiga yaituP
(
x
,
y
,
z
)
Dalam sistem koordinat dimensi tiga terbagi atas tiga bidang, yaitu : 1. bidang
yz
yaitu bidang yang tegak lurus sumbu-x2. bidang
xz
yaitu bidang yang tegak lurus sumbu-y 3. bidangxy
yaitu bidang yang tegak lurus sumbu-zketiga bidang tersebut dapat digambarkan seperti Gambar 4.2 berikut Gambar 4.1. Sistem Koordinat Dimensi 3
O Z
X
Diketahui dua Titik yaitu titik
P
(
2
,
1
,
2
)
dan titikQ
(
2
,
3
,
4
)
dimana letak kedua titik tersebut. Titik
P
(
2
,
1
,
2
)
, maka artinya titikP
terletak pada 2 satuan dariX
Sumbu
, 1 satuan dariSumbu
Y
dan 2 satuan dariZ
Sumbu
artinya titikP
terletak pada Oktan pertama. Titik
Q
(
2
,
3
,
4
)
, maka artinya titikQ
terletak pada -2 satuan dariSumbu
X
, -3 satuan dariSumbu
Y
dan 4 satuan dariZ
Sumbu
artinya titikQ
terletak pada Oktan ketiga Gambar 4.2. Tiga Bidang dalam Koordinat Dimensi TigaO
Y Z
X
(a) Bidang yz
O
Y Z
X
(b) Bidang xy
(c) Bidang xz
O
Y Z
X
Contoh 4.1 :
Jika titik
P
(
x
,
y
,
z
)
sebenarnya merupakan jarak dari tiga bidang tersebut, titikP
(
x
,
y
,
z
)
berarti berjarak x dari bidang yz, berjarak y dari xz dan berjarak z dari bidang xy sehingga jika digambar dalam sistem koordinat dimensi tiga seperti Gambar 4.3.
Diketahui titik
P
(
4
,
3
,
5
)
gambarkan dalam sistem koordinat dimesi tigaGambar titik
P
(
4
,
3
,
5
)
seperti bangun sebuah balokO
Y Z
X
-5
-4
3
(-4,3,-5) OZ
X Y
(x,y,z)y x
z
Gambar 4.3. Jarak ke tiga bidang
Contoh 4.2 :
4.1.1.
Jarak Dua Titik
Misalnya ada dua titik yaitu
P
1
x
1,
y
1,
z
1
dan dalam ruang dimensi tiga dimanax
1
x
2,y
1
y
2 danz
1
z
2,P
1 danP
2 merupakan titik sudut yang berlawanan didalam suatu balok seperti pada Gambar 4.4.Jika kita letakan sebuah titik
Q
dan titikR
ternyata masing-masing titik mempunyai koordinatQ
x
2,
y
2,
z
1
dan titik R mempunyai koordinatR
x
2,
y
1,z
1
, karena segiriga
P
2QP
1 siku-siku diQ
dan segitiga
QRP
1 siku-siku diR
, maka akan diperoleh panjang garis2 1
P
P
dan panjang garisQP
1 menurut rumus Pytagoras yaitu.
P
1P
2 2
P
2Q
2
QP
1 2Gambar 4.4. Jarak Dua Titik
Secara umum jika diketahui dua titik
P
1
x
1,
y
1,
z
1
danmaka panjang atau jarak antara titik
P
1 danP
2 dirumuskan sebagai berikut :Penyelesaian 4.3 :
Diketahui titik
P
4
,
5
,
3
dan titikQ
2
,
1
,
7
, maka jarak kedua4.1.2.
Bola dan Persamaanya
Pada pembahasan materi sebelumnya, yaitu telah diketahui bahwa jarak dua buah titik misalnya titik
P
1
x
1,
y
1,
z
1
dan titikmaka persamaan bola dapat dirumuskan sebagai berikut :
Penyelesaian 4.4 :
Jika kita gambarkan sebuah bola dengan titik pusat
a
,
b
,
c
dengan jari-jariR
seperti pada Gambar 4.5.Jika persamaan
x
a
2
y
b
2
z
c
2
R
2 kita uraikan, maka akan menjadi persamaan :
2
2
2 2 persamaan akan menjadi : 2
2
2
0
Dengan Catatan :
a
Gambar 4.5. Bola dengan titik pusat (a,b,c)
Tentukan persamaan bola yang berpusat di titik
2
,
4
,
2
dengan jari-jari 4.Diketahui titik pusat bola
2
,
4
,
2
jari-jarinyaR
4
, maka persamaanya :
2
2
2 2R
c
z
b
y
a
x
2
2
2 24
2
4
2
y
z
x
Sehingga persamaan bolanya adalah :
x
2
2
y
4
2
z
2
2
16
Tentukan persamaan bola yang berpusat di titik
0
,
0
,
0
dengan jari-jari 3.Diketahui titik pusat bola
0
,
0
,
0
jari-jarinyaR
3
, maka persamaanya :
2
2
2 2R
c
z
b
y
a
x
2
2
2 23
0
0
0
y
z
x
Sehingga persamaan bolanya adalah :
x
2
y
2
z
2
9
Diketahui bola
x
2
y
2
z
2
10
x
8
y
12
z
68
0
, tentukan pusat dan kari-jarinyaContoh 4.5 :
Penyelesaian 4.5 :
Contoh 4.6 :
Penyelesaian 4.6 :
Diketahui persamaan bola
x
2
y
2
z
2
10
x
8
y
12
z
68
0
, maka diperoleh dataA
10
,B
8
,C
12
danD
68
, karena.
A
2
a
2
a
10
a
5
.
B
2
b
2
b
8
b
4
.
C
2
c
2
c
12
c
6
.
D
a
2
b
2
c
2
R
2 68
5
2
4
2
6
2
R
2
R
2
25
16
36
68
R
2
9
R
3
Sehingga diperoleh kesimpulan bola tersebut mempunyai titik pusat di titik
5
,
4
,
6
dengan jari-jariR
3
Grafiknya seperti Gambar 4.6
4.1.3.
Titik Tengah
Hal lain yang berkaitan dengan jarak antara dua titik adalah titik tengah, misalkan diketahui dua titik
P
1
x
1,
y
1,
z
1
danP
2
x
2,
y
2,
z
2
yang masing-masing merupakan titik ujung dari sebuah garis, jika titik tengah dari garis tersebut dituliskan sebagaiM
m
1,
m
2,
m
3
dimanam
1,m
2 danm
3 diperoleh dari rumus :2
2 1 1
x
x
m
,
2
2 1 2
y
y
m
,
2
2 1 3
z
z
m
.
Penyelesaian 4.7 :
Z
X
Y
5
,
4
,
6
3
4
5
Jika kita gambar, maka seperti Gambar 4.7 kitagambarkan seperti pada Gambar 4.8
Gambar 4.7. Titik tengah pada suatu Garis
2 2 2
Tentukan persamaan bola yang pusatnya merupakan titik tengah jari belum diketahui, maka langkah pertama adalah menentukan pusat bola dan jari-jari.
. Koordinat Titik tengah antara titik
P
1
1
,
2
,
3
dan titikP
2
5
,
2
,
7
titik pusat bolaGambar 4.8. Titik tengah pada suatu Garis
Z
. Jari-jari bola adalah jarak titik tengah
M
2
,
0
,
5
ke titikSehingga persamaan bola yang dimaksud adalah :
2
2
2
2Atau dalam bentuk :
0
4.1.4.
Persamaan Bidang Datar
Grafik dalam ruang dimensi tiga pada prinsipnya sama dengan grafik pada bidang dimensi dua, jika pada dimensi dua berupa garis, maka pada dimensi tiga akan berupa bidang, demikian juga jika pada dimensi dua berupa bidang, maka jika digambar pada dimensi tiga akan berupa ruang.
Persamaan linier pada ruang dimensi tiga merupakan sebuah bidang, secara umum persamaan linier dalam ruang dimensi tiga dirumuskan sebagai berikut :
dengan syarat
A
2
B
2
C
2
0
dan titik potong sumbu-z yaitu
R
0
,
0
,
z
, untuk menentukan nilaiy
x
,
danz
sebagai berikut :. Untuk menentukan nilai
x
, maka kita beri nilaiy
0
danz
0
. Untuk menentukan nilai
y
, maka kita beri nilaix
0
danz
0
. Untuk menentukan nilai
z
, maka kita beri nilaix
0
dany
0
Sehingga akan diperoleh ketiga titik potong yaitu
P
x
,
0
,
0
,Q
0
,
y
,
0
dan
R
0
,
0
,
z
Gambarkan grafik dari persamaan
3
x
4
y
2
z
12
Untuk menentukan ke tiga titik potong terhadap sumbu-sumbu koordinat, maka kita tentukan nilai-nilai
x
,
y
danz
, yaitu :. Untuk menentukan nilai
x
, maka kita beri nilaiy
0
danz
0
dan kita substitusikan ke persamaan
3
x
4
y
2
z
12
, maka diperoleh
3
x
4
(
0
)
2
(
0
)
12
3
x
0
0
12
3
x
12
x
4
sehingga titik potong sumbu-x adalahP
4
,
0
,
0
. Untuk menentukan nilai
y
, maka kita beri nilaix
0
danz
0
dan kita substitusikan ke persamaan
3
x
4
y
2
z
12
, maka diperoleh
3
(
0
)
4
y
2
(
0
)
12
0
4
y
0
12
4
y
12
y
3
sehingga titik potong sumbu-y adalahQ
0
,
3
,
0
. Untuk menentukan nilai
z
, maka kita beri nilaix
0
dany
0
dan kitasubstitusikan ke persamaan
3
x
4
y
2
z
12
, maka diperoleh
3
(
0
)
4
(
0
)
2
z
12
0
0
2
z
12
Contoh 4.10 :
2
z
12
z
6
sehingga titik potong sumbu-z adalahR
0
,
0
,
6
Sehingga kita peroleh titik-titik potong terhadap ke tiga sumbu yaitu
4
,
0
,
0
P
,Q
0
,
3
,
0
danR
0
,
0
,
6
jika kita letakkan ketiga titik tersebut pada sistem koordinat dimensi tiga, maka akan terlihat pada Gambar 4.9Gambarkan grafik dari persamaan
4
x
6
y
12
Karena persamaannya
4
x
6
y
12
dimana tidak mengandung variablez
, maka grafiknya sebuah bidang yang sejajar dengan sumbu-z
, artinya tidak memiliki titik potong terhadap sumbu-z
, Untuk menentukan ke dua titik potong terhadap sumbu-sumbu koordinat, maka kita tentukan nilai-nilaix
dany
, yaitu :. Untuk menentukan nilai
x
, maka kita beri nilaiy
0
dan kita substitusikan ke persamaan4
x
6
y
12
, maka diperoleh
4
x
6
(
0
)
12
4
x
0
12
4
x
12
x
3
sehingga titik potong sumbu-x adalahP
3
,
0
,
0
12
2
4
3
x
y
z
4
,
0
,
0
P
Q
0
,
3
,
0
R
0
,
0
,
6
Z
X
Y
Gambar 4.9. Bidang dari sebuah persamaan
Contoh 4.11 :
. Untuk menentukan nilai
y
, maka kita beri nilaix
0
dan kita substitusikan ke persamaan4
x
6
y
12
, maka diperoleh
4
x
6
y
12
4
(
0
)
6
y
12
6
y
12
y
2
sehingga titik potong sumbu-y adalahQ
0
,
2
,
0
Karena dalam persamaan
4
x
6
y
12
tidak ada variabelz
, maka berarti bidang datar tersebut sejajar dengan sumbu-z, sehingga tidak ada titik potong sumbu-z, kita hanya memperoleh titik potong terhadap sumbu-x yaituP
3
,
0
,
0
, dan titik potong sumbu-y yaitu
0
,
2
,
0
Q
jika kita letakkan kedua titik tersebut pada sistem koordinat dimensi tiga, maka akan terlihat pada Gambar 4.10Gambarkan grafik dari persamaan
2
x
4
z
8
Karena persamaannya
2
x
4
z
8
dimana tidak mengandung variabley
, maka grafiknya sebuah bidang yang sejajar dengan sumbu-y
, artinya tidak memiliki titik potong terhadap sumbu-y
,
P
3
,
0
,
0
Q
0
,
2
,
0
12
6
4
x
y
Z
X
Y
Gambar 4.10. Bidang Sejajar Sumbu-z
Contoh 4.12 :
Untuk menentukan ke dua titik potong terhadap sumbu-sumbu koordinat, maka kita tentukan nilai-nilai
x
danz
, yaitu :. Untuk menentukan nilai
x
, maka kita beri nilaiz
0
dan kita substitusikan ke persamaan2
x
4
z
8
, maka diperoleh
2
x
4
(
0
)
8
2
x
0
8
2
x
8
x
4
sehingga titik potong sumbu-x adalahP
4
,
0
,
0
. Untuk menentukan nilai
z
, maka kita beri nilaix
0
dan kita substitusikan ke persamaan2
x
4
z
8
, maka diperoleh
2
x
4
z
8
2
(
0
)
4
z
8
4
z
8
z
2
sehingga titik potong sumbu-z adalahR
0
,
0
,
2
Karena dalam persamaan
2
x
4
z
8
tidak ada variabely
, maka berarti bidang datar tersebut sejajar dengan sumbu-y, sehingga tidak ada titik potong sumbu-y, kita hanya memperoleh titik potong terhadap sumbu-x yaituP
4
,
0
,
0
, dan titik potong sumbu-z yaitu
0
,
0
,
2
R
jika kita letakkan kedua titik tersebut pada sistem koordinat dimensi tiga, maka akan terlihat pada Gambar 4.11
Q
0
,
0
,
2
Z
X
Y
4
,
0
,
0
P
8
4
2
x
z
4.1.5.
Soal-Soal Latihan
1. Tentukan jarak titik
P
6
,
1
,
3
ke titikQ
2
,
2
,
5
2. Diketahui titik-titik
4
,
5
,
2
,
1
,
7
,
3
dan
2
,
4
,
5
merupakan titik sudut suatu segitiga, perlihatkan bahwa segitiga tersebut adalah segitiga sama sisi3. Diketahui titik-titik
1
,
0
,
5
,
3
,
6
,
8
dan
7
,
4
,
7
merupakan titik-titik sudut suatu segitiga, perlihatkan bahwa segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku dengan bantuan teorema Phytagoras4. Sebuah kotak persegipanjang sisi-sisinya sejajar bidang-bidang koordinat dan sebagai titik ujung diagonal utamanya adalah
2
,
3
,
4
dan
5
,
2
,
0
, Gambarkan kotak itu dan cari koordinat ke delapan titik sudutnya5. Tuliskan persamaan bola yang titik pusatnya dan jari-jarinya sebagai berikut :
a.
3
,
1
,
4
, 5 b.
1
,
0
,
4
,6
c.
6
,
2
,
3
, 2 d.
3
,
0
,
0
, 36. Cari persamaan bola yang pusatnya
2
,
4
,
5
dan menyinggung bidangxy
7. Tentukan pusat bola dan jari-jarinya dari persamaan bola di bawah ini
a. 2
2
2
12
14
8
1
0
z
y
x
z
y
x
b. 2
2
2
2
6
10
34
0
z
y
x
z
y
x
c.
4
2
4
2
4
2
4
8
16
12
0
z
y
x
z
y
x
d. 2
2
2
8
4
22
77
0
z
y
x
z
y
x
8. Buatkan sketsa grafik dari persamaan yang diketahui a.
2
x
6
y
3
z
12
b.3
x
4
y
2
z
24
c.