• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya Tulis Ilmiah (hEADSET)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Karya Tulis Ilmiah (hEADSET)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

HEADSET

Oleh:

1.Arifatun Niswah

2.Muhaammad Afraval Saiphedra

Pemerintah Kota Bengkulu

Dinas Pendidikan Nasional

(2)

Kata Pengantar

Kami mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan karya tulis ilimiah yang berjudul “Headset” ini tepat

pada waktunya.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada orang tua dan teman-teman kami yang telah member bantuan moril kepada kami. Serta kepada guru pembimbing, Ibu Fegi yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini dan Kepala Sekolah SMA Plus N 7 Bengkulu, Bapak Eko Purwoko, S.Pd.

Terima kasih atas perhatian saudara

Januari 2010

(3)

Daftar Isi

Halaman Judul...

Kata Pengantar...

Daftar Isi...

BAB I Pendahuluan

1.1

Latar Belakang...

1.2

Pembatasan Masalah...

1.3

Rumusan Masalah...

1.4

Tujuan...

1.5

Manfaat...

BAB II

Tinjauan Pustaka...

BAB III Metodologi

3.1 Tempat...

3.2 Waktu...

3.3 Data yang Dibutuhkan...

3.4 Metode Pengambilan Data...

3.5 Metode Mengolah Data...

BAB IV Pembahasan

4.1 Cara Kerja Headset/Earphone...

(4)

BAB V Penutup

5.1 Kesimpulan...

5.2 Saran...

(5)

BAB I

Pendahuluan

1.1Latar Belakang

Pada zaman sekarang, sudah banyak teknologi yang membantu pekerjaan manusia, contohnya handphone, MP3, MP4, dll. Di handphone, banyak sekali pilihan aplikasi yang dapat digunakan, salah satunya adalah pemutar music. Begitu juga dengan MP3 dan MP4 yang memang merupakan alat pemutar music. Terkadang bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat tersebut kurang memuaskan para pengguna, karena suaranya yang kurang keras. Oleh karena itu, ada alat bantu yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut, yaitu headset atau earphone.

Dewasa ini, penggunaan headset atau earphone sudah sangat lazim. Disamping kualitas yang selalu membaik, bentuk dan ukurannya pun juga semakin beragam dengan harga terjangkau. Umumnya, untuk mendengar lagu favorit orang menggunakan

earphone (headset) yang dikenakan di telinga. Tak hanya dalam waktu 1 atau 2 jam, bahkan saat santai orang biasanya betah mendengarkan musik hingga lebih dari lima jam. Tetapi, kebanyakan orang tidak tahu bahwa headset atau earphone dapat merusak telinga. Telinga yang dipasang headset atau earphone secara rutin akan berkurang daya dengarnya. Sering kali kita tidak menyadari apa yang kita lakukan berbahaya bagi diri kita sendiri.Contohnya saja pada saat kita merasa bosan,kemudian kita berinisiatif untuk

mendengarkan lagu dengan earphone agar lebih ter dengar jelas.Padahal tanpa kita sadari itu dapat mengurangi bahkan merusak fungsi indera pendengaran kita.

Sebagai salah satu panca indra yang vital, telinga adalah organ tubuh yang harus kita jaga. Gangguan pada pendengaran tidak hanya dialami orang dewasa atau manula. Anak-anak pun sering mengalami gangguan pada kedua telinganya.

(6)

2005-2006, diperoleh data bahwa kebanyakan hilangnya kemampuan mendengar terbatas pada frekuensi tinggi, yaitu sebesar 16,4%. Sedangkan yang kehilangan kemampuan mendengar frekuensi rendah adalah sebesar 9%.

Menurut Erlangga, suara yang berfrekuensi lebih dari 80 dB dapat membuat sel-sel rambut mengalami kelelahan, jika terus mengalami kelelahan maka lama-kelamaan akan mengalami kerusakan. Kerusakan pada sel rambut menyebabkan terganggunya proses mendengar, akibatnya terjadinya penurunan fungsi pendengaran.

1.2Pembatasan Masalah

Masalah dalam karya tulis ini hanya dibatasi pada handphone dan earphone/headset.

1.3Rumusan Masalah

1. Apa dampak negative dari penggunaan headset/earphone?

2. Apa perbedaan dampak dari headset/earphone dengan menggunakan speaker biasa?

3. Bagaimana cara mengurangi dampak negative dari penggunaan headset/earphone?

1.4Tujuan

1. Mengetahui dampak negative dari penggunaan headset/earphone

1.5Manfaat

(7)

BAB II

Tinjauan Pustaka

Earphone (atau headphone, headset, earbud, stereophone, Cans (slang)) adalah

sepasang pengeras suara kecil yang digunakan sangat dekat dengan telinga.

Saat kita memakainya kita terhubung dengan frekuensi audio stereofonik, monofonik

atau binaural (4573 nop). Sumber sinyalnya bisa berasal dari penguat suara, radio atau

pemutar CD. Di dalam konteks telekomunikasi, istilah “headset” ini digunakan untuk

merujuk kepada komunikasi dua arah seperti layaknya telepon. Di sini kita dapat

merasakan hubungan timbal balik. Tidak hanya mengirim tetapi juga menerima.

Earphone adalah alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi gelombang suara.

Dipakai dengan cara memasangnya disumpalkan ke dalam telinga.

Kerap kali orang bingung membedakan earphones dengan headphone atau headset.

Menurut beberapa ensoklopedi, headphones mempunyai arti demikian dua earphone

yang memiliki bando yang dikenakan di kepala, sementara headset memiliki tiga makna

yaitu:

 Mikrofon

 pasangan dari headphone

 alat tambahan untuk menggunakan earphone dan pemancar di kepala.

Dalam sebuah perangkat pemutar file digital yang didengarkan melalui earphone, energi suara yang dihasilkan adalah berada di atas 90 dB (desibel). Suara dengan intensitas energi sebesar ini kurang lebih sama dengan yang dimiliki oleh mobil atau mesin pemotong rumput. Sehingga dapat dibayangkan berapa besar intensitas energi suara yang masuk ke dalam telinga. Berdasarkan standar kesehatan telinga yang diakui nasional maupun dunia internasional, seseorang hanya diperbolehkan menerima energi suara maksimal 80 dB secara terus menerus selama maksimal delapan jam. Jika

(8)

intensitas naik menjadi 86 dB maka durasi waktu yang diperbolehkan hanya dua jam, terlebih jika di atas 90 dB tidak boleh mendengarkan lebih dari satu jam. Hal ini dimaksudkan agar telinga tidak mengalami gangguan pendengaran, baik yang bersifat permanen maupun sementara.

Demikian juga dengan pemakaian headset, earphone MP3 atau MP4 player, dan perangkat pemutar musik portable lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika alat pemutar musik yang disambungkan dengan earphone pada volume optimal atau maksimal (intensitas sekitar 100 desibel), telinga hanya boleh terpapar maksimal 5 menit per hari.

Pada volume 90% (90 desibel) hanya boleh terpapar selama 18 menit. Pada volume 80 % (80 desibel) hanya boleh terpapar 1,2 jam dosis maksimal per hari. Dan, pada volume 70% (70 desibel) hanya boleh sekitar 4,6 jam maksimal per hari. Lebih dari itu, akan meningkatkan resiko terjadinya truma bising yang lebih besar. Jadi, sebaiknya dipakai pada volume rendah karena akan lebih aman.

Fakta lain yang menarik adalah orang-orang dengan trauma bising ternyata lebih sering mengalami gangguan pendengaran khususnya pada frekuensi tinggi. Gambaran audiometrik rekam pendengarannya menunjukkan gambaran takik (notch/penurunan) pada frekuensi 4000 Hertz. Ini yang membuat orang awalnya tidak merasa, karena frekuensi pembicaraan kita sehari-sehari ada diantara 500-2000 Hertz. Sehingga ketika mengobrol biasa, rasanya tidak ada gangguan. Baru setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui terjadi penurunan yang tajam pada frekuensi 4000 Hertz.

(9)

BAB III

Metodologi

3.1Tempat

Karya ilmiah ini bersifat literature . Bahan literature ini didapat dari internet serta orang-orang yang merupakan pengguna headset/earphone.

3.2Waktu

Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini kurang lebih 1 minggu.

3.3Data yang Dibutuhkan

Data yang dibutuhkan dalam karya ilmiah ini berupa:

 Literatur yang terkait dengan karya ilmiah

3.4Metode Pengambilan Data

Untuk studi kasus, data yang digunakan adalah data-data yang berada di internet dan orang-orang yang diwawancarai.

3.5Metode Mengolah Data

Mengolah data dengan menggunakan cara:

(10)

 Mewawancarai orang-orang yang merupakan pengguna

headset/earphone

BAB IV

Pembahasan

4.1 Cara Kerja Headset/Earphone

Earphonememiliki 3 komponen utama, yaitu jack, kabel, serta speaker. jack berfungsi sebagai penghubung ke alat penghasil suara (radio, mp3 player, tape, komputer, dll). Jacktersebut berfungsi meneruskan sinyal ke kawat tipis di dalam kabel. sebelum masuk ke jack, bunyi yang akan dikeluarkan diubah menjadi sinyal secara digital di dalam alat penghasil suara tersebut. kemudian sinyal tersebut diteruskan ke speaker, di speaker terdapat pengubah sinyal-sinyal masukkan tadi menjadi suara. secara umum seperti itulah sistem kerja earphone.

4.2 Dampak Negative Headset/Earphone

Dampak awal dari kerusakan bagian pendengaran kita adalah ditandai dengan telinga yang berdengung dan terasa panas.

Earphone memiliki beberapa dampak negative bagi tubuh kita khususnya bagian telinga

1) Suara yang dihasilkan tentunya sangat besar gelombangnya. gelombang

tersebut dapat menyebabkan tuli.

2) Terlalu lama menggunakan earphone, khususnya tipe earbud dapat

menyebabkan bakteri telinga berkembang lebih cepat dan tanpa pergantian dengan lingkungan luar karena jalurnya tertutup.

3) Bisa membuat orang kesal karena memanggil anda, namun anda tak

mendengarnya karena telinga anda tertutup earphone.

4) Penggunaan kawat halus pada kabelnya menyebabkan mudah terputus,

(11)

BAB V

Penutup

5.1 Kesimpulan

Headset/earphone adalah alat yang baik digunakan jika sesuai dengan aturannya. Karena, jika lamanya penggunaan headset/earphone tidak sesuai dengan anjuran, yaitu tidak lebih dari ½ - 1 jam . Maka headset/earphone akan

mengakibatkan kerusakan pada telinga kita

5.2Saran

Ini ada beberapa tips supaya telinga kita terhindar dari kerusakan

1) Volume tidak boleh lebih dari 80 db atau tombol volume dipasang pada 50-60 % total volume.

2) Jangan terlalu lama mendengarkan musik melalui earphone, apalagi terus

menerus. Beri istirahat telinga setiap ½ -1 jam. Sebab jika organ dalam koklea

merasa capek, pendengaran bisa mengalami rusak permanen.

3) Gunakan alat pemutar musik yang memiliki volume control.

4) Jangan gunakan alat pemutar musik dalam pesawat terbang atau pada

lingkungan ramai, sebab di situasi itu Anda cenderung menaikkan volume

yang akan merusak pendengaran.

5) Usahakan copot earphone setiap 20 menit

6) Pastikan ada label ‘CE’ atau ‘SNI’ pada earphone yang anda beli (sudah teruji aman)

7) Jangan pasang earphone sampai menusuk ke dalam telinga 8) Istirahat yang cukup

(12)

Daftar Pustaka

http://edukasi.kompasiana.com/2010/04/19/meninjau-mekanisme-telinga/

http://www.elektroindonesia.com/elektro/ut32.html

http://www.gurumuda.com/search/gelombang+pada+telinga

http://www.gurumuda.com/layangan

http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga

http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=49281

http://surabaya-metropolis.com/kesehatan/mp3-earphone-dan-kerusakan-telinga.html

http://teknologi.vivanews.com/news/read/133615-tips_menggunakan_earphone_supaya_tidak_tuli

http://tentang earphone_headphone « bhebex's blog.html

http://Suka Mendengarkan Musik Lewat Earphone Hati-hati Bahayanya ! _

Rainbroccoli's.html

http://index.php1.html

Referensi

Dokumen terkait

Struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah Struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku baik mengenai struktur kalimat bahasa Indonesia

Penggunaan headphone atau earphone yang berlebihan dalam waktu yang lama dengan volume suara yang tinggi dapat berbahaya jika output konektor headphone atau earphone tidak sesuai

CATATAN Jika Anda mematikan headset atau berada di luar jangkauan saat streaming audio, headset tidak akan memutar/menjeda streaming setelah tersambung kembali hingga Anda

Jika enzim xilanase yang digunakan dalam proses kraft tidak memiliki stabilitas yang tinggi terhadap pH dan suhu tinggi, maka penggunaan enzim xilanase di industri kertas tidak

Penggunaan headphone atau earphone yang berlebihan dalam waktu yang lama dengan volume suara yang tinggi dapat berbahaya jika output konektor headphone atau earphone tidak

Penggunaan headphone atau earphone yang berlebihan dalam waktu yang lama dengan volume suara yang tinggi dapat berbahaya jika output konektor headphone atau earphone tidak sesuai

Penggunaan earphone yang berpengaruh terhadap gangguan telinga dapat dicegah dengan mengurangi masa (lamanya waktu) penggunaan, frekuensi penggunaaan earphone,

Namun terdapat beberapa responden yang tidak menggunakan alat kontrasepsi tetapi mendapatkan dukungan suami dalam penggunaan alat kontrasepsi yaitu 3 responden atau 3,3% dari seluruh