• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERILAKU BERBICARA MAHASISWA PAPUA PANTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERILAKU BERBICARA MAHASISWA PAPUA PANTA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PERILAKU BERBICARA MAHASISWA PAPUA PANTAI DENGAN MAHASISWA BERIDENTITAS JAWA DALAM KOMUNIKASI SOSIAL DI UKSW SALATIGA

Pendahuluan Latar Belakang

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga merupakan sebuah universitas yang

didalamnya terdapat mahasiswa dari berbagai daerah, Medan, Lampung, Sulawesi, Papua,

bahkan Timor Leste, dan hal ini menjadi salah satu alasan atas adanya keberagaman entis dalam

ruang sosial di UKSW. Sosial pada akhirnya merupakan sebuah wilayah yang membatasi

bagaimana manusia kemudian berperilaku, dan ruang sosial menjadi salah satu istilah yang tidak

jarang mewakili atas pemaknaan wilayah perilaku manusia dalam sebuah komunitas. Dalam

perilaku sekelompok masyarakat yang terikat dalam ruang sosial tertentu, entah itu etnis,

ekonomi, religi, dan lain sebagainya, ternyata tidak lepas dari sebuah interaksi sebagai bentuk

agar saling mengerti, dan komunikasi menjadi salah satu bentuk interaksi yang sering digunakan.

Komunikasi kemudian menjadi penghubung dalam proses saling memahami, yang

didalamnya tidak terlepas dari hal-hal yang disebut komponen komunikasi, yakni komunikator,

pesan, dan komunikan. Komunikasi sebagai salah satu bentuk interaksi sosial menjadi hal yang

disoroti dalam penelitian ini, dan dalam komunikasi pelaku komunikasi menggunakan bahasa

sebagai kode dalam menyampaikan pesan atau gagasan, dan hal ini dalam realitanya tidak terjadi

dalam golongan etnis ataupun wilayah sosial tertentu saja, melainkan terjadi terhadap semua

bentuk komunikasi.

Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat fenomena yang menarik dikampus UKSW, yang

ragam mahasiswanya berasal dari wilayah-wilayah yang memang secara geografis berbeda.

Papua menjadi salah satu identitas wilayah yang dalam penulisan penelitian ini dibahas. Identitas

wilayah asal dalam ruang sosial yang terdapat pada lingkup kampus UKSW Salatiga ada secara

beragam, dan walaupun Jawa (Salatiga) merupakan wilayah yang dipijak oleh sebagian rakyat

(2)

bahkan mereka mampu membaur dengan masyarakat Jawa (Salatiga) yang memang pribumi

pada wilayah tersebut. Jika dalam aktualisasi orang-orang yang berbeda etnis khususnya orang

Papua dan orang Jawa ini bisa terjadi secara harmonis, maka hal ini menjadi bukti bahwa ada

sebuah hasil berupa kesepahaman dari interaksi (komunikasi) mereka. Atas dasar hal tersebut,

kemudian penulis menyusun sebuah permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan ini.

Rumusan Masalah

Bagaimanakah perilaku berbicara mahasiswa papua gunung dengan mahasiswa beridentitas

jawa dalam komunikasi sosial di uksw salatiga?. Pertanyaan tersebut dalam penulisan ini

menjadi sebuah permasalahan yang akan dibahas oleh penulis, yang tentu terdapat tujuan atas

penulisan ini.

Tujuan dan Manfaat Penelitian dan Penulisan

Selain sebagai bukti pemenuhan tugas atas matakuliah Dasar Penelitian Sosial, penulisan ini

bertujuan untuk memahami bagaimana sebuah komunikasi yang didasari oleh perbedaan wilayah

bahkan etnis di UKSW Salatiga dapat terjadi secara baik dan dapat melahirkan kepemahaman

antar pelaku komunikator, sehingga tetap terjadi sebuah interaksi yang baik dalam ruang sosial.

Selain itu, penulisan ini diharapkan mampu memberikan manfaat sebagai wacana atau referensi

(3)

Landasan Konseptual

Komunikasi Antar Pribadi

Komunikasi merupakan sebuah istilah yang digunakan dalam menamai salah satu fenomena

sosial, yakni interaksi. Interaksi sendiri dalam pemahamannya merupakan sebuah proses yang

didalamnya melibatkan tanda, pelaku (aktor), dan pemahaman, yang mana sejalan dengan

pengertian komunikasi. Komunikasi merupakan proses yang dilakukan seseorang untuk berusaha

untuk memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan (Stoner, dalam Triyanto, 2009 : 5).

Dalam sebuah komunikasi yang terjadi antar individu dalam ruang sosial, maka melibatkan

sebuah komunikasi antar pribadi, yang secara nyata dalam prosesnya akan melibatkan konsep

diri, konsep budaya, dan kondisi psikologis yang menjadi dasar atas cara seseorang

bekomunikasi.

Komunikasi antar pribadi tidak terjadi hanya dalam ruang budaya yang sama saja, melainkan

juga terjadi pada antar budaya yang berbeda, namun dalam proses komunikasi ini aktor

komunikasi tanpa disadari akan merepresentasikan ciri budaya yang melekat dalam individu

masing-masing, dan dalam hal ini secara otomatis terjadi sebuah komunikasi antar budaya oleh

sebagian anggota pemeluk budaya. Dalam komunikasi antar pribadi, seberapa dalam ruang

pembicaraan dalam berkomunikasi ditentukan oleh seberapa jauh para aktor komunikasi saling

mengenal secara pribadi, tanpa peduli kebudayaan yang menganggotakan aktor bersifat homogen

atau tidak.

Dalam komunikasi antar pribadi tentu terdapat dua perilaku komunikasi, yakni verbal yang

dalam fenomenanya ditandai dengan bahasa suara yang digunakan dalam percakapan, dan

nonverbal berupa bahasa yang disampaikan melalui gerak-gerik tubuh. Budyatna (2011 : 119)

menjelaskan kaitannya perilaku nonverbal dan komunikasi non verbal, dan dalam tulisannya

menyatakan bahwa psikologi menyoroti perilaku nonverbal adalah sebuah ekspresi keadaan

(4)

internal, dalam sedih misalnya, maka individu menangis. Budyatna (2011 : 120) juga

menjelaskan bahwa pada dasarnya dalam konteks komunikasi interektan menggunakan perilaku

nonverbal untuk mengatur hubungan-hubungan antar pribadi mereka atas dasar apakah

perilaku-perilaku nonverbal seseorang sama dengan perilaku-perilaku nonverbal lainnya. Budyatna (2011 : 125)

kemudian menjelaskan bentuk-bentuk komunikasi nonverbal sebagai berikut :

a) Kinesics

Dalam bahasa nonverbal, kinesics menjadi bentuk komunikasi yang hanya dapat dijamah

oleh indra berdasarkan gerak tubuh, yang didalamnya meliputi kontak mata, ekspresi

wajah, gerak-isyarat, postur atau perawakan, dan sentuhan.

a. Kontak mata dalam sebuah komunikasi antar pribadi, kontak mata menjadi salah satu

bentuk komunikasi nonverbal yang didalamnya menyampaikan banyak makna.

Kontak mata juga menjadi salah satu tanda terkait sejauh mana lawan bicara

memperhatikan apa yang sedang dibicarakan, bisa juga menjadi salah satu bentuk

komunikasi yang menyampaikan emosi seperti marah, sedih, dan lain sebagainya.

b. Ekspresi wajah menjadi sebuah komunikasi antar pribadi menjadi hal yang mewakili

kondisi emosional pelaku komunikasi, kerut wajah yang terjadi atas terbentuknya

otot-otot pada wajah menjadi tanda secara fisik dalam merepresentasikan persepsi

dalm komunikasi.

c. Emosi menjadi salah satu yang mendasari terkait terjadinya rekasi tubuh atas

pemaknaan dalam komunikasi. Dalam proses komunikasi antar pribadi, emosi

menjadi hal yang menciptakan ruang komunikasi yang didalamnya pelaku

komunikasi menjadi saling merasakan atau memahami.

d. Gerak isyarat atau gesture merupakan gerakan-gerakan yang degunakan untuk

memperjelas pesan yang disampaikan oleh komunikator. Gerak tangan yang

menjelaskan seberapa panjang sebuah benda misalnya, atau gerak kepala yang

mengartikan tidak, dan lain sebagainya.

b) Paralanguage

Paralanguage merupakan suara nonverbal dalam sebuah komunikasi, dalam hal ini vocal

(5)

Metode Penelitian

Metode Penyajian Penulisan

Penulisan ini penulis menggunakan kualitatif sebagai metode yang digunakan dalam

menyajikan informasi atas penelitian ini, metode ini bersifat interpretatif dalam pengkajian

terhadap suatu fenomena. Dalam metode ini interpretasi tentu tidak dilakukan secara serta merta,

melainkan berdasar pada beberapa landasan teori atau landasan berfikir sebagai penentu

perspektif terhadap sebuah fenomena yang diteliti, sehingga dalam menginterpretasi sebuah

fenomena melalui metode ini berfokus kepada sudut pandang tertentu dan tidak dari ketidak

jelasan sudut pandang.

Metode Literasi / Studi Pustaka

Metode ini merupakan salah satu metode yang digunakan dalam menghimpun data pada

penulisan ini. Data yang dihimpun melalui metode ini merupakan hasil dari reverensi berupa

buku, yang mana membahas kaitannya dengan data atau teori yang digunakan dalam penelitian,

dan dalam penelitian ini buku yang digunakan merupakan buku yang memuat mengenai hal-hal

yang membahas kajian-kajian dalam disiplin ilmu sosial dan ilmu komunikasi.

Metode Observasi

Observasi menjadi salah satu metode yang digunakan dalam proses prapenulisan, yang dalam

praktiknya yakni melakukan pengamatan lapangan secara langsung untuk memahami fenomena

(dalam hal ini fenomena sosial) tertentu. Metode ini juga digunakan untuk mencari data primer

yang selanjutnya menjadi objek yang diteliti dalam penulisan ini, yang mana dalam penulisan ini

(6)

Analisis Target Penelitian

Analisis target penelitian merupaka analisis yang digunakan untuk menentukan kriteria

objek analisis berdasarkan tiga hal sebagai berikut :

a) Analisis Geografis

Dalam analisis ini, target atau objek penelitian yang dipilih merupakan orang papua

pantai yang menjadi bagian dari mahasiswa UKSW Salatiga dengan status aktif

kuliah.

b) Analisis Demografis

Dalam analisis ini, ditentukannya objek penelitian adalah mahasiswa UKSW Salatiga

dengan status etnis Papua Pantai dengan usia 20 tahun hingga 30 tahun, yang dalam

kesehariannya juga berkegiatan dengan masyarakat non etnis mereka (Jawa).

c) Analisis Psikografis

Dalam analisis ini, ditentukannya objek penelitian adalah mahasiswa Papua Pantai

yang dalam kehidupannya di wilayah Salatiga tidak menutup diri dari lingkungan

mereka dalam beraktualisasi, baik itu dengan kelompok sesama etnis maupun berbeda

etnis.

Tehnik Pengumpulan Data

Dalam subbab ini menjelaskan mengenai tehnik yang digunakan dalam pengumpulan data.

Jika pada metode studi pustaka dalam pengumpulan data menggunakan buku bacaan yang

berkaitan dengan penelitian, begitu pula dalam metode literasi new media. Hal selain itu ialah

tehnik pengumpulan data dalam pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian.

Pengamatan

Tehnik ini dilakukan dengan cara menentukan wilayah atau tempat dimana orang papua pantai

dan orang jawa sering kali bertemu dan berinteraksi sosial. Tehnik ini berpedoman pada model

(7)

Bagan 1 : Model Komunikasi Kuns dan Kym (Sumber Internet)

Pada proses ini pengamatan yang dilakukan tanpa mengenal terlebih dahulu pelaku komunikasi,

dengan harapan mendapat naturalitas terkait komunikasi yang terjadi. Pada pengamatan ini,

objek yang akan disoroti berfokus pada 2 orang saja. Dalam pengamatan kami menggunakan

metode rekam menggunakan media smart phone.

Metode Literasi New Media

Metode ini dalam tujuannya tidak jauh berbeda dengan metode studi pustaka, yang menjadi

berbeda adalah media yang digunakan yang dalam metode ini new media sebagai sumber utama

atas penghimpunan data. Metode ini digunakan untuk menghimpun data yang bersifat elektronik

(8)

Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam aktualisasi diri, komunikasi merupakan salah satu perilaku yang dilakukan oleh

individu untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Perbedaan etnis yang menjadi identitas

antar individu dalam sebuah komunikasi menjadi salah satu hal yang melatar belakangi gaya

komunikasi antar individu. Hal ini dibuktikan dengan adanya gaya bahasa secara tutur dan gerak

tubuh yang dilakukan pelaku komunikasi dalam berkomunikasi. Penelitian ini kemudian

memisahkan dua bentuk komunikasi yang terjadi antara orang papua pantai dan orang jawa di

wilayah Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Komunikasi Verbal

Dalam komunikasi antara orang Papua (pantai) dan orang Jawa, terdapat ciri khas terkait

bahasa tutur dalam berkomunikasi. Secara vokal dalam tutur bahasa, orang Papua memiliki

dialek yang berbeda dengan dialek Jawa. Dalam pengucapan kalimat “ kalau kamu nanti

presentasi jam brapa ?” , dalam bahasa tutur orang papua (pantai) terdapat penekanan suara pada

kata kamu. Dan pada kata “presentasi” terdapat penekanan pada bagian sentasi menjadi senttaasi.

Dan penekana pada kata presentasi juga berlaku pada kata yang menunjukkan pertanyaan, yakni

jam brapa menjadi jam braapa. Berbeda dengan dialek Jawa, jika menyamakan kalimat yang

disebut, maka dalam bahasa tutur menjadi : kkalau presentasi jam bbrapaa…?. Perbedaan ini

kemudian menjadi salah satu bentuk ciri khas dalam bahasa tutur oleh pelaku komunikator,

sebagai identitas asal daerah yang ada dalam komunikasi verbal.

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi nonverbal merupakan komunikasi yang dilihat dari gerak tubuh. Dalam hal ini

(9)

Gambar 1. Percakapan orang Papua (pantai) dan orang Jawa (Sumber Data Penulis)

Kontak mata orang papua pantai (sebelah kiri) ketika bercakap dengan orang Jawa (paling

kanan)memberikan tanda bahwa dia tertarik dengan pembicaraan yang dilakukan. Ketika orang

papua tertarik dengan pembicaraan yang dilakukan dengan lawan bicara, orang tatapan mata

orang tersebut akan sangat memperhatikan lawan bicara (lihat gambar 1 dan 2). Namun pada

bagian pembicaraan tertentu, jika dalam pembicaraan ada hal yang dianggap tidak menarik,

maka orang papua (pantai) akan melepas perhatiannya (lihat gambar 4).

Gambar 2. Percakapan orang Papua (pantai) dan orang Jawa (Sumber Data Penulis)

Kontak mata menjadi salah satu bentuk pertanda dalam komunikasi antra orang papua (pantai)

(10)

Gambar 3. Percakapan orang Papua (pantai) dan orang Jawa (Sumber Data Penulis)

Ekspresi menjadi salah satu hal yang ada dalam sebuah komunikasi antar pribadi. Dalam

penelitian kami, kami mengamati bahwa ekspresi wajah dibentuk dari adanya gerak dari

beberapa bagian muka, yakni jidad, daerah lihat (alis dan mata), pipi, hidung, mulut, dan dagu.

Dalam percakapan yang kami amati, ketika orang papua (pantai) menanggapi percakapan lawan

bicara, akan terjadi perubahan ekspresi pad mulut, sekeliling hidung, pipi, dan kontak mata.

Namun hal tersebut tidak terjadi pada bagian-bagian seperti jidad dan daerah sekeliling mata

(11)

Emosi juga menjadi salah satu hal yang member kontribusi terkait penandaan dalam komunikasi

antar pribadi. Emosi menjadi salah satu hal yang menjelaskan kondisi internal pelaku

komunikasi. Dalam fenomena yang kami amati, orang papua (pantai) cenderung mampu berbaur

dengan wilayah di sekelilingnya (di UKSW). Hal ini terbukti dalam percakapan yang kami

amati, orang papua (pantai) tampak nyaman ketika melakukan percakapan dengan lawan

bicaranya, hal ini diindikasikan dengan posisi badan dan posisi perhatiannya (lihat gambar 1, 2,

dan 3). Kesetabilan emosi orang papua (pantai) saat berinteraksi dengan orang jawa juga tampak

(12)

Penutup

Kesimpulan

Dalam komunikasi antara orang Papua (pantai ) dan orang Jawa, terdapat perilaku-perilaku

yang menjadi penandaan atas suatu hal, entah itu menandakan pemahaman, pertanyaan, dan lain

sebagainya. Orang Papua (pantai) dalam aktualisasi dirinya dengan lingkungannya (di UKSW ),

mampu membaur atau menyesuaikan. Terkait bahasa verbalnya masih dapat dipahami dengan

baik. Yang berbeda secara mencolok dalam bahasa verbal dalam penelitian ini adalah pola

gramatikal orang papua (pantai) dan orang Jawa.

Komunikasi nonverbal oleh orang Papua (pantai) dan orang Jawa, gestur muka menjadi

penandaan yang harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan orang Papua (pantai) dalam komunikasi

nonverbal, kombinasi bagian-bagian muka yang membentuk ekspresi memliliki perbedaan pada

bagian atas bidang muka, yang meliputi jidad, alis dan sekelilingnya, dan mata. Komposisi pada

ekspresi muka orang Papua (pantai) terlihat statis, sehingga bagi orang jawa yang belum terbiasa

berkomunikasi dengan orang papua (pantai) akan memiliki persepsi yang berbeda.

Dalam komunikasi antara orang Papua (pantai) dengan orang Jawa, terdapat

perbedaan-perbedaan tanda yang digunakan dalam berkomunikasi, namun hal ini bukan menjadi hal yang

salah atau buruk, dikarenakan perbedaan tersebut merupakan identitas yang memang lahir

diwilayah mereka masing-masing. Dalam komunikasi semacam ini, perhatian secara focus dan

saling mendengarkan menjadi salah satu cara agar bisa mencapai kesepahaman yang baik antara

pelaku komunikasi yang latarbelakangnya berbeda budaya daerah.

Daftar Pustaka

Budyatna dan Ganiem, 2011. Teori Komunikasi Antar Pribadi. Jakarta : Kencana

Rahmat, Jalaluddi, 2013. Psikologi Komunikasi. Bandung : Rosda Karya

Gambar

Gambar 1. Percakapan orang Papua (pantai) dan orang Jawa (Sumber Data Penulis)
Gambar 3. Percakapan orang Papua (pantai) dan orang Jawa (Sumber Data Penulis)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, saran untuk peningkatan kinerja industri minuman ringan di Indonesia yaitu pelaku industri diharapkan agar tetap mengembangkan produk

Merujuk pada tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:.. Manfaat bagi disiplin psikologi. Memberikan tambahan wacana

Dalam sebuah shopping mall, selain sebagai area sirkulasi, juga menjadi ruang bersama bagi terselenggaranya interaksi antar pengunjung dan antara pengunjung dengan

Dengan adanya buku pedoman penyusunan dan penulisan skripsi ini, diharapkan mahasiswa dan dosen pembimbing dapat melakukan suatu hubungan (interaksi) agar

Kegiatan bakti sosial selain bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan asri diharapkan dapat juga mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat, karena

Penulisan skripsi ini merupakan kajian singkat tentang Pengaruh Tayangan Drama Korea “Goblin” terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa FISKOM Universitas Kristen Satya

Berkaitan dengan pengetahuan adalah kesadaran individu ataupun kelompok dalam melakukan interaksi atau komunikasi antar budaya, secara langsung dari pengalaman sadar

Berkaitan dengan pengetahuan adalah kesadaran individu ataupun kelompok dalam melakukan interaksi atau komunikasi antar budaya, secara langsung dari pengalaman sadar