Desain Struktur Gedung Hotel 14 Lantai di Surabaya Menggunakan
Sistem Ganda dan Metode Pelaksanaan Pekerjaan Balok
–
Plat
Lantai dengan Steel Deck
Rizka Rahmi Puspita,
Prof. Ir. M. Sigit Darmawan, M.Eng.Sc., Ph.D
Program Studi Diploma IV Teknik Infrastruktur Sipil FV ITS, Surabaya Email: [email protected]
Abstract
The building of Swiss Bellin Hotel Darmocentrum placed at Jl. Bintoro no. 21-25 kota Surabaya. This building consisted of 14 floors with steel roof and semi-basement floor. There was also a swimming pool on the 10th floor. After some trials, modeling with special moment resisting frame system didn’t fulfill the requirement of structural period fundamental control. Therefore, the design of the structure was using earthquake resistant dual system structure. Calculation of structure and earthquake follow the applicable regulations, as followed SNI 2847-2013, SNI 1726-2012, SNI 1727-2013, and SNI 1729-2015. The calculation of structure contained of mass analysis, structure modeling with the help of SAP software, calculation of reinforcements, and checking the requirements of structural elements. The calculation results of the concrete were main beam with the size 400x800 mm, secondary beam with the size 300x600 mm, and two sizes for columns, basement floor 900x900 mm, 1st-roof floor 800x800 mm, and shear wall with 300 mm thickness. As well, there were also calculations of reinforcement of concrete main structure, beams, and columns. Also, the secondary elements as slab and stairs that would be poured in the form of engineering drawings. In addition, it discussed the implementation method of beam and slab work using steel deck as the replacement of slab framework to accelerate and save cost of the construction. After analyzing the cost estimation to compare between the beam and conventional slab with the beam and slab using steel deck method, the difference of cost was about IDR 38,970,306 or 4,36% for each floor.
Keywords: dual system, semi-basement, swimming pool, steel deck, structure design
Abstrak
Bangunan gedung hotel Swiss Bellin Darmocentrum terletak di Jl. Bintoro no. 21 – 25 kota Surabaya. Bangunan terdiri atas 14 lantai dengan lantai semi-basement dan atap baja. Selain itu, pada struktur ini juga terdapat kolam renang pada lantai 10. Setelah dilakukan percobaan beberapa kali, permodelan dengan sistem rangka pemikul momen khusus saja, tidak dapat memenuhi persyaratan kontrol perioda fundamental struktur. Oleh karena itu, desain struktur yang dilakukan adalah menggunakan sistem ganda yang tahan gempa. Perhitungan struktur dan gempa mengacu kepada peraturan yang berlaku yaitu SNI 2847-2013, SNI 1726-2012, SNI 1727-2013, dan SNI 1729-2015. Proses perhitungan struktur meliputi analisis pembebanan, permodelan struktur dengan bantuan software SAP, analisis gaya dalam, perhitungan penulangan, dan pengecekan syarat elemen struktur. Hasil perhitungan desain gedung meliputi ukuran balok induk 400x800 mm, ukuran balok anak 300x600 mm, dan dua macam ukuran kolom yaitu lantai basement 900x900 mm, lantai 1-Atap 800x800 mm, serta dinding geser dengan ketebalan 300 mm. Serta, terdapat juga hasil perhitungan penulangan beton struktur utama, balok, dan kolom,serta struktur sekunder berupa plat dan tangga yang kemudian akan dituangkan dalam bentuk gambar teknik. Selain itu, akan dibahas metode pelaksanaan pekerjaan balok-plat lantai menggunakan pengganti bekisting plat yang berupa steel deck untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan menghemat biaya pelaksanaan. Setelah dilakukan analisis perkiraan biaya untuk membandingkan antara pelaksanaan metode balok dan plat lantai konvensional, didapatkan selisih biaya yaitu Rp 38,970,306 atau sebesar 4,36% pada setiap lantainya.
1. Pendahuluan
Desain dilakukan pada bangunan
gedung hotel Swiss Bellin
Darmocentrum yang terletak di Jl. Bintoro no. 21 – 25 kota Surabaya. Bangunan terdiri atas 14 lantai dengan lantai semi-basement dan atap baja. Selain itu, terdapat kolam renang pada lantai 10. Bangunan terletak pada tanah dengan nilai rata-rata SPT titik DB1 sebesar 6,47 m, maka tanah tersebut (N<15) masuk ke dalam situs tanah SE (tanah lunak). Desain struktur yang
dilakukan adalah melakukan
perhitungan dengan persyaratan struktur sistem rangka pemikul momen terlebih dahulu, kemudian bila persyaratan tidak memenuhi, struktur akan didesain menggunakan persyaratan sistem ganda.
2. Metodologi
Metode yang dilakukan dalam
melakukan desain bangunan gedung adalah:
a. Pengumpulan data dan studi literatur b. Penentuan kriteria desain yakni: - Fungsi bangunan: gedung perhotelan
(kategori resiko II). - Klasifikasi situs tanah SE.
- Nilai SDS = 0,607 dan SD1 = 0,496 Sesuai Tabel 7 dan 8 SNI 03-1726-2012 diketahui bangunan berada pada untuk bangunan pada KDS D. Sehingga, sesuai Tabel 9. SNI 03-1726-2012 bangunan dapat didesain
menggunakan SRPMK ataupun
Sistem Ganda.
- Jumlah lantai: 14 lantai dengan lantai semi-basement
- Jenis atap: rangka baja - Tinggi gedung: 64,6 meter
c. Preliminary desain untuk
menentukan dimensi awal yang akan dipakai untuk setiap elemen struktur. d. Pembebanan untuk permodelan
struktur ditentukan sesuai dengan SNI 1727-2013 dan brosur-brosur. e. Analisis struktur agar mengetahui
gaya M,N,D menggunakan bantuan SAP 2000 v.18 serta mengacu kepada persyaratan yang dipakai. f. Metode pelaksanaan yang dibahas
adalah pelaksanaan konstruksi balok-plat dengan bekisting steel deck.
3. Hasil dan Pembahasan
a. Permodelan Struktur
Gambar 1. Permodelan Struktur dengan Open Frame
Dimensi elemen struktur pada permodelan open frame (SRPMK):
B. Induk Mel 40/80 cm
B. Induk Mem 40/80 cm
B. Anak 30/60 cm
Kolom Lt. BS 100/100 cm
Kolom Lt.1-Atap 80/80 cm
Tabel 1. Kontrol Output Permodelan Open Frame
Kontrol Hasil Keterangan Kontrol
Sumber: Hasil Analisis
Setelah beberapa kali dilakukan perubahan konfigurasi (trial and error), persyaratan kontrol fundamental struktur tidak terpenuhi. Oleh karena itu, dicoba permodelan dengan sistem struktur SRPMK dengan dinding geser (Sistem Ganda).
Dimensi elemen struktur pada permodelan dual system (Sistem Ganda):
Dengan konfigurasi elemen struktur seperti di atas, didapatkan:
Tabel 2. Kontrol Output Permodelan dengan Sistem Ganda
Kontrol Hasil Keterangan
Kontrol perioda fundamental struktur (sesuai pasal 7.8.2 SNI
Δterjadi < Δijin OKE!
Kontrol gaya gempa dinamis (sesuai pasal
Kontrol sistem ganda (sesuai pasal 7.5.2.1 SNI 1726-2012)
SRPMK harus dapat menahan gaya gempa >25%
OKE!
Sumber: Hasil Analisis
Dari tabel di atas, terlihat bahwa permodelan dengan sistem ganda dapat memenuhi semua kontrol permodelan yang disyaratkan peraturan. Oleh karena itu, permodelan ini dipakai untuk menghitung detailing elemen struktur.
a. Perhitungan Elemen Struktur Primer - Desain Struktur Balok Induk
Kuat tekan beton (f’c) = 35 MPa Kuat leleh tulangan (fy) = 400 MPa Dimensi balok = 40 cm x 80 cm Diameter tul. lentur = 22 mm Diameter tul. geser = 13 mm Diameter tul. torsi = 16 mm Bentang balok (l) = 12 m
Gambar 3. Lokasi Balok Induk yang ditinjau pada Lantai 14
2D 22
3D 22 2D 13 2D 13 - 150 2D 13
9D 22
4D 22 2D 13 3D 13 - 150 2D 13 9D 22
4D 22 2D 13 3D 13 - 150 2D 13
Gambar 4. Konfigurasi Penulangan Balok Induk yang ditinjau
- Desain Struktur Kolom Lt. Basement Kuat tekan beton (f’c) = 40 MPa Kuat leleh tulangan (fy) = 400 MPa Dimensi kolom = 90 cm x 90 cm Diameter tul. lentur = 25 mm Diameter tul. geser = 16 mm Diameter tul. torsi = 16 mm Tebal selimut beton = 40 mm Tinggi kolom (l) = 3,1 m
Gambar 5. Lokasi Kolom dan HBK yang ditinjau pada Lantai Basement
Gambar 6. Konfigurasi Penulangan Kolom yang ditinjau
- Desain Struktur Hubungan Balok Kolom (joint)
Lokasi hubungan balok kolom (HBK) yang ditinjau ditunjukkan pada gambar 6. Sehingga diperoleh hasil konfigurasi penulangan berikut:
Gambar 7. Konfigurasi Penulangan HBK
- Desain Struktur Dinding Geser
(Shearwall)
Dimensi : 300 x 9000 mm Tinggi total dinding: 59000 mm Diameter tul. longitudinal: D19 Diameter tul. geser: D13
f’c dan fy = 35 MPa dan 400 MPa
1 2 3 4 5 6
A
B
C
D
S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
S1
S1
S1 S2
S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
S1 S1 S2 S2 S2
Dari analisis, didapatkan konfigurasi penulangan dinding geser:
Gambar 9. Detail Penulangan Dinding Geser
b. Perhitungan Struktur Kolam Renang dan Lantai Semi-Basement
Kolam renang pada desain Hotel Swiss Bellin Darmocentrum terletak pada lantai 10. Dengan data perencanaan sebagai berikut :
Gambar 10. Permodelan Kolam Renang dengan SAP 2000
Panjang kolam : 18,9 m
Lebar kolam : 8 m
Tinggi kolam : 1,35 m
Tebal dinding : 20 cm
air : 1000 kg/m3
Tabel 3. Beban Struktur Kolam Renang
Struktur Beban
Plat Dasar Beban hidup air kolam renang air x h = 1000 kg/m3 x 1,35 m
= 1350 kg/m2.
Dinding Beban segitiga sebesar air =
1000 kg/m3 di input menggunakan
SAP 2000
Gambar 11. Tekanan Air pada Dinding Kolam Renang
Dari hasil analisis menggunakan SAP 2000 didapatkan hasil:
Gambar 12. Detail Penulangan Kolam Renang
Untuk mendesain struktur pada lantai semi-basement perlu dihitung beban tanah yang terjadi terlebih dahulu. Beban tanah yang dihitung berada pada kedalaman -3,1 m.
Tabel 4. Hasil Uji Tanah Darmocentrum
Depth (m)
γ t (kN/m3) c (kN/m2) Ø (⁰ )
2,5 – 3,1 16,3 0,39 0
Ground water lever = 2,36 meter
Gambar 13. Ilustrasi Perhitungan Beban Tanah
Menghitung nilai Ka
Menghitung nilai tekanan tanah aktif
Gambar 14. Tekanan Tanah Aktif
Tabel 5. Beban Tanah Pada Dinding Basement
Kedalanan Beban
Pada h = 0 P = pq - = 9,22 kN/m2
h = 2,36 m P = pq + pa1 = 47,688 kN/m2
h = 3,1 m P= pq + pa2 + pw – =
67,0094 kN/m2
Tekanan tanah pada bagian bawah plat
basement berupa tekanan uplift dengan
nilai 1000kg/m3 x 0,74 m = 740 kg/m2.
Gambar 15. Permodelan Tekanan Tanah Aktif pada Dinding Basement Kontrol Terhadap Uplift
Adanya beban uplift dan air tanah mengakibatkan konstruksi terkena bahaya dari beban angkat ke atas. Untuk itu dilakukan analisa kontrol uplift,:
Fu = [4]
A plat basement = 1737,295 m2
Fu= 1000 kg/m3 x 0,74m x 1737,295m2 = 1285598 kg
W struktur basement = W dinding + W plat basement = 1630069 kg
SF = [5]
SF = (OK!)
Dari hasil analisis diperoleh hasil:
Gambar 16. Konfigurasi Penulangan Dinding dan Plat Basement
c. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Balok-Plat Lantai dengan Steel Deck
Langkah-langkah pekerjaan
konstruksi balok dan plat dengan pengganti bekisting plat berupa steel
deck adalah sebagai berikut:
- Pemasangan Bekisting dan Perancah
(shoring) Balok
Sebelum bekisting dan perancah dipasang, pastikan elevasi dasar tempat bekisting berpijak sudah cukup kuat untuk menahan beban akibat pengecoran beton. Urutan pemasangan perancah balok adalah pasang base jack, scafolding, cross
brace, head jack, dan pasang balok
kayu 8/12 searah balok.
Gambar 17. Pemasangan Perancah Balok
Urutan pemasangan bekisting balok yaitu pasang suri 6/12, lalu pasang tembereng balok di bagian samping.
- Pemasangan Perancah Plat Lantai Sebelum plat dicor, steel deck perlu diberi penyangga sementara. Perancah dipasang dengan jarak sesuai pada tabel berikut ini.
Tabel 6. Jarak Perancah Steel-deck
Sumber: Brosur Steel Deck
Diketahui : Tebal slab = 150 mm Maka jarak perancah = 2,27m ≈ 2 m
Gambar 19. Pemasangan Perancah Plat
Dalam desain digunakan steel deck
dengan tebal bahan 0,75 mm.
- Pemasangan Steel Deck
Lembaran steel deck diletakkan di atas papan bekisting balok pemikul dengan jarak 2,5 cm dari sisi balok sebelum balok atau dinding dicor.
Gambar 20. Pemasangan Steel Deck Lubangi steel deck sesuai dengan
jarak angkur-angkur atau stek besi
yang akan diangkur. Kemudian letakkan steel deck.
Gambar 21. Cara Pemasangan Steel Deck
Sumber: Brosur Steel Deck
Lembaran steel deck dipasang searah sumbu pendek bentang plat (x) siapkan angkur-angkur besi yang akan bersamaan dicor dengan balok.
Penahan geser merupakan pengikat antara lantai beton dengan balok pemikul di bawahnya. Terbuat dari basi baton dengan diameter 10-16 mm. Tinggi maksimum di bawah permukaan akhir plat baton 2 cm.
Gambar 22. Penahan Geser Steel Deck
Sumber: Brosur Steel Deck
- Pemasangan Penulangan Balok Pembesian dilakukan di dalam bekisting balok baik yang sudah dirakit atau yang langsung dipasang di tempat, dengan urutan:
- Pemasangan Penulangan Plat Lantai
Gambar 24. Pemasangan Tulangan Plat Lantai (Wiremesh)
Tulangan plat yang digunakan adalah wiremesh dengan jenis M12-150 dan M12-200. Tulangan berfungsi untuk mengurangi bahaya keretakan lantai akibat perubahan temperatur dan menyebarkan pembebanan.
- Pengecoran Balok dan Plat Lantai
Gambar 25. Balok dan Plat Lantai dicor Bersamaan
Proses pengecoran dimulai dengan mengecor balok lalu plat lantai. Mutu beton untuk balok dan plat asebesar fc’ = 35 MPa (K – 421,69). Hal ini memenuhi syarat minimum mutu beton untuk steel deck (K-200).
- Perawatan Beton (curing)
Proses perawatan dilakukan setelah balok dan plat sudah selesai dilakukan pengecoran. Proses perawatan pada struktur beton diantaranya adalah menutupi struktur beton dengan terpal, menyirami struktur dengan air.
- Pembongkaran Bekisting dan
Perancah
Gambar 26. Bekisting dan Perancah dibongkar
Setelah umur rencana beton tercapai, bekisting dan perancah konstruksi dapat dibongkar dan digunakan lagi untuk membangun pada tempat yang lain.
- Alat-alat yang digunakan untuk melakukan pelaksanaan konstruksi balok-plat lantai diataranya tower crane, concrete bucket, concrete
pump¸ dan concrete vibrator.
Gambar 27. Peralatan yang dipakai
- Analisis Perkiraan Biaya Pekerjaan Balok-Plat Lantai
Analisis biaya dilakukan pada lantai 5 (yang memiliki konstruksi tipikal sampai dengan lantai 8). Analisis dilakukan untuk membandingkan selisih biaya metode konvensional dengan menggunakan steel deck.
Tabel 7. Analisis Biaya Pekerjaan dengan Metode Plat Konvesional
No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan
(Rp) Total Harga (Rp) 1 Pek. Cor Beton Ready Mix fc' = 35 MPa 270.6542 m3
930,000
Rp Rp 251,708,430 2 Biaya sewa concrete pump Ls Rp 7,480,000 Rp 7,480,000 3 Biaya sewa concrete vibrator Ls Rp 4,000,000 Rp 4,000,000 4 Pek. Pembesian Wiremesh Lantai 1112.478 m2
80,780
Rp Rp 89,866,007 5 Pek. Pembesian BI dan BA 17468.58 kg Rp 12,966 Rp 226,497,615.95 6 Pek. Bekisting Plat Lantai 868.7669 m2
241,520
Rp Rp 209,824,587.73 7 Pek. Bekisting BI dan BA 140.7043 m2
255,020
Rp Rp 35,882,417 8 Pek. Perancah BI dan BA 140.7043 m2
303,220
Rp Rp 42,664,366 9 Pek. Perancah Plat Lantai 224 set Rp 54,900 Rp 12,297,600 10 Pek. Pembongkaran Bekisting Balok 140.7043 m2
11,530
Rp Rp 1,622,320.89 11 Pek. Pembongkaran Bekisting Plat 868.7669 m2
11,530 Metode Plat Steel Deck
No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan
(Rp) Total Harga (Rp) 1 Pek. Cor Beton Ready Mix fc' = 35 MPa 270.6542 m3 Rp 930,000 Rp 251,708,430 2 End Stop 1008 buah Rp 4,000 Rp 4,032,000 3 Pek. Plat Steeldeck tebal 0,75mm 1029.929 m2
183,000
Rp Rp 188,477,084.78 4 Biaya sewa concrete pump 1 buah Rp 7,480,000 Rp 7,480,000 5 Biaya sewa concrete vibrator 1 buah Rp 4,000,000 Rp 4,000,000 6 Pek. Pembesian Wiremesh Lantai 1112.478 m2
80,780
Rp Rp 89,866,007 7 Pek. Pembesian BI dan BA 17468.58 kg Rp 12,966 Rp 226,497,615.95 8 Pek. Bekisting BI dan BA 140.7043 m2 Rp 255,020 Rp 35,882,417 9 Pek. Perancah BI dan BA 140.7043 m2
303,220
Rp Rp 42,664,366 10 Pek. Temporary Support Plat Lantai 224 set Rp 6,445 Rp 1,443,680 11 Pek. Pembongkaran Bekisting Balok 140.7043 m2
11,530
Dari hasil analisis di atas, menunjukkan bahwa pengerjaan plat lantai konvesional memberikan biaya lebih mahal daripada dengan metode steel
deck, yaitu dengan selisih biaya sebesar
Rp 38,970,306 atau sebesar 4,36%.
4. Kesimpulan
Dari serangkaian proses analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan yakni: a. Perencanaan gedung perhotelan 14
lantai di Surabaya dengan KDS D dan berada pada jenis tanah SE (sangat lunak), dengan kategori resiko II dirancang sistem ganda (SRPMK dan dinding geser).
b. Dari keseluruhan pembahasan yang diurai didapatkan hasil:
Tabel 9. Kesimpulan Balok Induk
(m) (cm) T um Lap Long T arik T ekan T arik T ekan
B1 12 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 9D22 4D22 3D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B2 9 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 7D22 3D22 2D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B3 6,5 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 11D22 5D22 8D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B4 8 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 10D22 5D22 4D22 2D22 3D13-150 3D13-150
9 (KA) 10D22 5D22 9 (KI) 3D22 2D22
B1A 12 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 8D22 4D22 3D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B2A 9 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 6D22 3D22 2D22 2D22 3D13-150 3D13-150 BKR 12 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 12D25 5D25 6D25 2D25 3D13-150 3D13-150
Dimensi T umpuan Lapangan
4D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B5 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16
Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa
Tabel 10. Kesimpulan Perhitungan Kolom
T ipe Kolom Dimensi T ul. Lentur T ul. Geser K1 LT . BS 90/90 20 - D25 4D16 - 150 K1 LT . 1-3 80/80 16 - D25 3D16-150 K1 LT .4-9 80/80 16-D25 3D16-150 K1 LT . 10-AT AP 80/80 16 - D25 3D16-150
Tabel 11. Kesimpulan HBK
Tipe HBK Dimensi
Tabel 12. Kesimpulan Dinding Geser
Tipe
Tabel 13. Kesimpulan Plat Kolam Renang
Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa Tebal plat = 20 cm
Tabel 14. Kesimpulan Dinding KR
Tulangan dipakai
Arah
Tul. Susut Tumpuan Lapangan
D13-200 D13-200 D10-200 Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa Tebal dinding kolam renang = 20 cm Tinggi dinding kolam renang = 1,35 m
Tabel 15. Kesimpulan Plat Lt. Basement
Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa Tebal plat basement = 30 cm
Tulangan dipakai
Arah Lx Arah Ly
Tumpuan Lapangan Tumpuan Lapangan
D13-100 D13-100 D13-100 D13-100
Tul. dipakai
Arah Lx Arah Ly
Tumpuan Lapangan Tumpuan Lapangan
Tabel 16. Kesimpulan Dinding Lt. Basement
Tulangan dipakai
Arah
Tul. Susut Tumpuan Lapangan
D16-200 D16-200 D13-200
Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa Tebal dinding lt. Basement = 30 cm Tinggi kedalaman = 3,1 m
c. Langkah-langkah pelaksanaan konstruksi balok-plat lantai yaitu: - Pemasangan bekisting dan perancah
(shoring) balok
- Pemasangan steel deck dan perancah
(shoring) plat lantai
- Pembesian Balok
- Pembesian plat dengan wiremash - Pengecoran balok dan plat lantai - Perawatan beton (curing)
- Pembongkaran bekisting dan
perancah
Alat-alat yang digunakan untuk pelaksanaan konstruksi balok-plat lantai diataranya tower crane,
concrete bucket, concrete pump¸ dan
concrete vibrator. Selisih biaya
antara menggunakan bekisting plat konvensional dengan steel-deck yaitu sebesar Rp 38,970,306 atau 4,36%.
Daftar Pustaka
Anonimus, “Super Floor Deck”. PT.
BlueScope Lysaght Indonesia. Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. 2012. SNI
03-1726-2012 Tata Cara
Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-gedung. Jakarta: BSN. Badan Standarisasi Nasional. 2013. SNI
03-1727-2013 Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Jakarta: BSN.
Badan Standarisasi Nasional. 2013. SNI 03-2847-2013 Persyaratan Beton
Struktural untuk Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.
Badan Standarisasi Nasional. 2015. SNI 03-1729-2015 Spesifikasi untuk
Bangunan Gedung Baja
Struktural. Jakarta: BSN.
Imran, Iswandi dan Fajar Hendrik.
2014. Perencanaan Lanjut
Struktur Beton Bertulang. Bandung: Penerbit ITB.
Setiawan, Agus. 2016. Perancangan
Struktur Beton Bertulang
Berdasarkan SNI 2847:2013. Jakarta: Penerbit Erlangga.