• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Struktur Gedung Hotel 14 Lantai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Desain Struktur Gedung Hotel 14 Lantai "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Desain Struktur Gedung Hotel 14 Lantai di Surabaya Menggunakan

Sistem Ganda dan Metode Pelaksanaan Pekerjaan Balok

Plat

Lantai dengan Steel Deck

Rizka Rahmi Puspita,

Prof. Ir. M. Sigit Darmawan, M.Eng.Sc., Ph.D

Program Studi Diploma IV Teknik Infrastruktur Sipil FV ITS, Surabaya Email: [email protected]

Abstract

The building of Swiss Bellin Hotel Darmocentrum placed at Jl. Bintoro no. 21-25 kota Surabaya. This building consisted of 14 floors with steel roof and semi-basement floor. There was also a swimming pool on the 10th floor. After some trials, modeling with special moment resisting frame system didn’t fulfill the requirement of structural period fundamental control. Therefore, the design of the structure was using earthquake resistant dual system structure. Calculation of structure and earthquake follow the applicable regulations, as followed SNI 2847-2013, SNI 1726-2012, SNI 1727-2013, and SNI 1729-2015. The calculation of structure contained of mass analysis, structure modeling with the help of SAP software, calculation of reinforcements, and checking the requirements of structural elements. The calculation results of the concrete were main beam with the size 400x800 mm, secondary beam with the size 300x600 mm, and two sizes for columns, basement floor 900x900 mm, 1st-roof floor 800x800 mm, and shear wall with 300 mm thickness. As well, there were also calculations of reinforcement of concrete main structure, beams, and columns. Also, the secondary elements as slab and stairs that would be poured in the form of engineering drawings. In addition, it discussed the implementation method of beam and slab work using steel deck as the replacement of slab framework to accelerate and save cost of the construction. After analyzing the cost estimation to compare between the beam and conventional slab with the beam and slab using steel deck method, the difference of cost was about IDR 38,970,306 or 4,36% for each floor.

Keywords: dual system, semi-basement, swimming pool, steel deck, structure design

Abstrak

Bangunan gedung hotel Swiss Bellin Darmocentrum terletak di Jl. Bintoro no. 21 – 25 kota Surabaya. Bangunan terdiri atas 14 lantai dengan lantai semi-basement dan atap baja. Selain itu, pada struktur ini juga terdapat kolam renang pada lantai 10. Setelah dilakukan percobaan beberapa kali, permodelan dengan sistem rangka pemikul momen khusus saja, tidak dapat memenuhi persyaratan kontrol perioda fundamental struktur. Oleh karena itu, desain struktur yang dilakukan adalah menggunakan sistem ganda yang tahan gempa. Perhitungan struktur dan gempa mengacu kepada peraturan yang berlaku yaitu SNI 2847-2013, SNI 1726-2012, SNI 1727-2013, dan SNI 1729-2015. Proses perhitungan struktur meliputi analisis pembebanan, permodelan struktur dengan bantuan software SAP, analisis gaya dalam, perhitungan penulangan, dan pengecekan syarat elemen struktur. Hasil perhitungan desain gedung meliputi ukuran balok induk 400x800 mm, ukuran balok anak 300x600 mm, dan dua macam ukuran kolom yaitu lantai basement 900x900 mm, lantai 1-Atap 800x800 mm, serta dinding geser dengan ketebalan 300 mm. Serta, terdapat juga hasil perhitungan penulangan beton struktur utama, balok, dan kolom,serta struktur sekunder berupa plat dan tangga yang kemudian akan dituangkan dalam bentuk gambar teknik. Selain itu, akan dibahas metode pelaksanaan pekerjaan balok-plat lantai menggunakan pengganti bekisting plat yang berupa steel deck untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan menghemat biaya pelaksanaan. Setelah dilakukan analisis perkiraan biaya untuk membandingkan antara pelaksanaan metode balok dan plat lantai konvensional, didapatkan selisih biaya yaitu Rp 38,970,306 atau sebesar 4,36% pada setiap lantainya.

(2)

1. Pendahuluan

Desain dilakukan pada bangunan

gedung hotel Swiss Bellin

Darmocentrum yang terletak di Jl. Bintoro no. 21 – 25 kota Surabaya. Bangunan terdiri atas 14 lantai dengan lantai semi-basement dan atap baja. Selain itu, terdapat kolam renang pada lantai 10. Bangunan terletak pada tanah dengan nilai rata-rata SPT titik DB1 sebesar 6,47 m, maka tanah tersebut (N<15) masuk ke dalam situs tanah SE (tanah lunak). Desain struktur yang

dilakukan adalah melakukan

perhitungan dengan persyaratan struktur sistem rangka pemikul momen terlebih dahulu, kemudian bila persyaratan tidak memenuhi, struktur akan didesain menggunakan persyaratan sistem ganda.

2. Metodologi

Metode yang dilakukan dalam

melakukan desain bangunan gedung adalah:

a. Pengumpulan data dan studi literatur b. Penentuan kriteria desain yakni: - Fungsi bangunan: gedung perhotelan

(kategori resiko II). - Klasifikasi situs tanah SE.

- Nilai SDS = 0,607 dan SD1 = 0,496 Sesuai Tabel 7 dan 8 SNI 03-1726-2012 diketahui bangunan berada pada untuk bangunan pada KDS D. Sehingga, sesuai Tabel 9. SNI 03-1726-2012 bangunan dapat didesain

menggunakan SRPMK ataupun

Sistem Ganda.

- Jumlah lantai: 14 lantai dengan lantai semi-basement

- Jenis atap: rangka baja - Tinggi gedung: 64,6 meter

c. Preliminary desain untuk

menentukan dimensi awal yang akan dipakai untuk setiap elemen struktur. d. Pembebanan untuk permodelan

struktur ditentukan sesuai dengan SNI 1727-2013 dan brosur-brosur. e. Analisis struktur agar mengetahui

gaya M,N,D menggunakan bantuan SAP 2000 v.18 serta mengacu kepada persyaratan yang dipakai. f. Metode pelaksanaan yang dibahas

adalah pelaksanaan konstruksi balok-plat dengan bekisting steel deck.

3. Hasil dan Pembahasan

a. Permodelan Struktur

Gambar 1. Permodelan Struktur dengan Open Frame

Dimensi elemen struktur pada permodelan open frame (SRPMK):

B. Induk Mel 40/80 cm

B. Induk Mem 40/80 cm

B. Anak 30/60 cm

Kolom Lt. BS 100/100 cm

Kolom Lt.1-Atap 80/80 cm

(3)

Tabel 1. Kontrol Output Permodelan Open Frame

Kontrol Hasil Keterangan Kontrol

Sumber: Hasil Analisis

Setelah beberapa kali dilakukan perubahan konfigurasi (trial and error), persyaratan kontrol fundamental struktur tidak terpenuhi. Oleh karena itu, dicoba permodelan dengan sistem struktur SRPMK dengan dinding geser (Sistem Ganda).

Dimensi elemen struktur pada permodelan dual system (Sistem Ganda):

Dengan konfigurasi elemen struktur seperti di atas, didapatkan:

Tabel 2. Kontrol Output Permodelan dengan Sistem Ganda

Kontrol Hasil Keterangan

Kontrol perioda fundamental struktur (sesuai pasal 7.8.2 SNI

Δterjadi < Δijin OKE!

Kontrol gaya gempa dinamis (sesuai pasal

Kontrol sistem ganda (sesuai pasal 7.5.2.1 SNI 1726-2012)

SRPMK harus dapat menahan gaya gempa >25%

OKE!

Sumber: Hasil Analisis

Dari tabel di atas, terlihat bahwa permodelan dengan sistem ganda dapat memenuhi semua kontrol permodelan yang disyaratkan peraturan. Oleh karena itu, permodelan ini dipakai untuk menghitung detailing elemen struktur.

a. Perhitungan Elemen Struktur Primer - Desain Struktur Balok Induk

Kuat tekan beton (f’c) = 35 MPa Kuat leleh tulangan (fy) = 400 MPa Dimensi balok = 40 cm x 80 cm Diameter tul. lentur = 22 mm Diameter tul. geser = 13 mm Diameter tul. torsi = 16 mm Bentang balok (l) = 12 m

(4)

Gambar 3. Lokasi Balok Induk yang ditinjau pada Lantai 14

2D 22

3D 22 2D 13 2D 13 - 150 2D 13

9D 22

4D 22 2D 13 3D 13 - 150 2D 13 9D 22

4D 22 2D 13 3D 13 - 150 2D 13

Gambar 4. Konfigurasi Penulangan Balok Induk yang ditinjau

- Desain Struktur Kolom Lt. Basement Kuat tekan beton (f’c) = 40 MPa Kuat leleh tulangan (fy) = 400 MPa Dimensi kolom = 90 cm x 90 cm Diameter tul. lentur = 25 mm Diameter tul. geser = 16 mm Diameter tul. torsi = 16 mm Tebal selimut beton = 40 mm Tinggi kolom (l) = 3,1 m

Gambar 5. Lokasi Kolom dan HBK yang ditinjau pada Lantai Basement

Gambar 6. Konfigurasi Penulangan Kolom yang ditinjau

- Desain Struktur Hubungan Balok Kolom (joint)

Lokasi hubungan balok kolom (HBK) yang ditinjau ditunjukkan pada gambar 6. Sehingga diperoleh hasil konfigurasi penulangan berikut:

Gambar 7. Konfigurasi Penulangan HBK

- Desain Struktur Dinding Geser

(Shearwall)

Dimensi : 300 x 9000 mm Tinggi total dinding: 59000 mm Diameter tul. longitudinal: D19 Diameter tul. geser: D13

f’c dan fy = 35 MPa dan 400 MPa

1 2 3 4 5 6

A

B

C

D

S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1

S1

S1

S1 S2

S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1

S1 S1 S2 S2 S2

(5)

Dari analisis, didapatkan konfigurasi penulangan dinding geser:

Gambar 9. Detail Penulangan Dinding Geser

b. Perhitungan Struktur Kolam Renang dan Lantai Semi-Basement

Kolam renang pada desain Hotel Swiss Bellin Darmocentrum terletak pada lantai 10. Dengan data perencanaan sebagai berikut :

Gambar 10. Permodelan Kolam Renang dengan SAP 2000

 Panjang kolam : 18,9 m

 Lebar kolam : 8 m

 Tinggi kolam : 1,35 m

 Tebal dinding : 20 cm

 air : 1000 kg/m3

Tabel 3. Beban Struktur Kolam Renang

Struktur Beban

Plat Dasar Beban hidup air kolam renang air x h = 1000 kg/m3 x 1,35 m

= 1350 kg/m2.

Dinding Beban segitiga sebesar air =

1000 kg/m3 di input menggunakan

SAP 2000

Gambar 11. Tekanan Air pada Dinding Kolam Renang

Dari hasil analisis menggunakan SAP 2000 didapatkan hasil:

Gambar 12. Detail Penulangan Kolam Renang

Untuk mendesain struktur pada lantai semi-basement perlu dihitung beban tanah yang terjadi terlebih dahulu. Beban tanah yang dihitung berada pada kedalaman -3,1 m.

Tabel 4. Hasil Uji Tanah Darmocentrum

Depth (m)

γ t (kN/m3) c (kN/m2) Ø (⁰ )

2,5 – 3,1 16,3 0,39 0

Ground water lever = 2,36 meter

Gambar 13. Ilustrasi Perhitungan Beban Tanah

 Menghitung nilai Ka

 Menghitung nilai tekanan tanah aktif

Gambar 14. Tekanan Tanah Aktif

(6)

Tabel 5. Beban Tanah Pada Dinding Basement

Kedalanan Beban

Pada h = 0 P = pq - = 9,22 kN/m2

h = 2,36 m P = pq + pa1 = 47,688 kN/m2

h = 3,1 m P= pq + pa2 + pw – =

67,0094 kN/m2

Tekanan tanah pada bagian bawah plat

basement berupa tekanan uplift dengan

nilai 1000kg/m3 x 0,74 m = 740 kg/m2.

Gambar 15. Permodelan Tekanan Tanah Aktif pada Dinding Basement  Kontrol Terhadap Uplift

Adanya beban uplift dan air tanah mengakibatkan konstruksi terkena bahaya dari beban angkat ke atas. Untuk itu dilakukan analisa kontrol uplift,:

Fu = [4]

A plat basement = 1737,295 m2

Fu= 1000 kg/m3 x 0,74m x 1737,295m2 = 1285598 kg

W struktur basement = W dinding + W plat basement = 1630069 kg

SF = [5]

SF = (OK!)

Dari hasil analisis diperoleh hasil:

Gambar 16. Konfigurasi Penulangan Dinding dan Plat Basement

c. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Balok-Plat Lantai dengan Steel Deck

Langkah-langkah pekerjaan

konstruksi balok dan plat dengan pengganti bekisting plat berupa steel

deck adalah sebagai berikut:

- Pemasangan Bekisting dan Perancah

(shoring) Balok

Sebelum bekisting dan perancah dipasang, pastikan elevasi dasar tempat bekisting berpijak sudah cukup kuat untuk menahan beban akibat pengecoran beton. Urutan pemasangan perancah balok adalah pasang base jack, scafolding, cross

brace, head jack, dan pasang balok

kayu 8/12 searah balok.

Gambar 17. Pemasangan Perancah Balok

Urutan pemasangan bekisting balok yaitu pasang suri 6/12, lalu pasang tembereng balok di bagian samping.

(7)

- Pemasangan Perancah Plat Lantai Sebelum plat dicor, steel deck perlu diberi penyangga sementara. Perancah dipasang dengan jarak sesuai pada tabel berikut ini.

Tabel 6. Jarak Perancah Steel-deck

Sumber: Brosur Steel Deck

Diketahui : Tebal slab = 150 mm Maka jarak perancah = 2,27m ≈ 2 m

Gambar 19. Pemasangan Perancah Plat

Dalam desain digunakan steel deck

dengan tebal bahan 0,75 mm.

- Pemasangan Steel Deck

 Lembaran steel deck diletakkan di atas papan bekisting balok pemikul dengan jarak 2,5 cm dari sisi balok sebelum balok atau dinding dicor.

Gambar 20. Pemasangan Steel Deck  Lubangi steel deck sesuai dengan

jarak angkur-angkur atau stek besi

yang akan diangkur. Kemudian letakkan steel deck.

Gambar 21. Cara Pemasangan Steel Deck

Sumber: Brosur Steel Deck

 Lembaran steel deck dipasang searah sumbu pendek bentang plat (x) siapkan angkur-angkur besi yang akan bersamaan dicor dengan balok.

 Penahan geser merupakan pengikat antara lantai beton dengan balok pemikul di bawahnya. Terbuat dari basi baton dengan diameter 10-16 mm. Tinggi maksimum di bawah permukaan akhir plat baton 2 cm.

Gambar 22. Penahan Geser Steel Deck

Sumber: Brosur Steel Deck

- Pemasangan Penulangan Balok Pembesian dilakukan di dalam bekisting balok baik yang sudah dirakit atau yang langsung dipasang di tempat, dengan urutan:

(8)

- Pemasangan Penulangan Plat Lantai

Gambar 24. Pemasangan Tulangan Plat Lantai (Wiremesh)

Tulangan plat yang digunakan adalah wiremesh dengan jenis M12-150 dan M12-200. Tulangan berfungsi untuk mengurangi bahaya keretakan lantai akibat perubahan temperatur dan menyebarkan pembebanan.

- Pengecoran Balok dan Plat Lantai

Gambar 25. Balok dan Plat Lantai dicor Bersamaan

Proses pengecoran dimulai dengan mengecor balok lalu plat lantai. Mutu beton untuk balok dan plat asebesar fc’ = 35 MPa (K – 421,69). Hal ini memenuhi syarat minimum mutu beton untuk steel deck (K-200).

- Perawatan Beton (curing)

Proses perawatan dilakukan setelah balok dan plat sudah selesai dilakukan pengecoran. Proses perawatan pada struktur beton diantaranya adalah menutupi struktur beton dengan terpal, menyirami struktur dengan air.

- Pembongkaran Bekisting dan

Perancah

Gambar 26. Bekisting dan Perancah dibongkar

Setelah umur rencana beton tercapai, bekisting dan perancah konstruksi dapat dibongkar dan digunakan lagi untuk membangun pada tempat yang lain.

- Alat-alat yang digunakan untuk melakukan pelaksanaan konstruksi balok-plat lantai diataranya tower crane, concrete bucket, concrete

pump¸ dan concrete vibrator.

Gambar 27. Peralatan yang dipakai

- Analisis Perkiraan Biaya Pekerjaan Balok-Plat Lantai

Analisis biaya dilakukan pada lantai 5 (yang memiliki konstruksi tipikal sampai dengan lantai 8). Analisis dilakukan untuk membandingkan selisih biaya metode konvensional dengan menggunakan steel deck.

(9)

Tabel 7. Analisis Biaya Pekerjaan dengan Metode Plat Konvesional

No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan

(Rp) Total Harga (Rp) 1 Pek. Cor Beton Ready Mix fc' = 35 MPa 270.6542 m3

930,000

Rp Rp 251,708,430 2 Biaya sewa concrete pump Ls Rp 7,480,000 Rp 7,480,000 3 Biaya sewa concrete vibrator Ls Rp 4,000,000 Rp 4,000,000 4 Pek. Pembesian Wiremesh Lantai 1112.478 m2

80,780

Rp Rp 89,866,007 5 Pek. Pembesian BI dan BA 17468.58 kg Rp 12,966 Rp 226,497,615.95 6 Pek. Bekisting Plat Lantai 868.7669 m2

241,520

Rp Rp 209,824,587.73 7 Pek. Bekisting BI dan BA 140.7043 m2

255,020

Rp Rp 35,882,417 8 Pek. Perancah BI dan BA 140.7043 m2

303,220

Rp Rp 42,664,366 9 Pek. Perancah Plat Lantai 224 set Rp 54,900 Rp 12,297,600 10 Pek. Pembongkaran Bekisting Balok 140.7043 m2

11,530

Rp Rp 1,622,320.89 11 Pek. Pembongkaran Bekisting Plat 868.7669 m2

11,530 Metode Plat Steel Deck

No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan

(Rp) Total Harga (Rp) 1 Pek. Cor Beton Ready Mix fc' = 35 MPa 270.6542 m3 Rp 930,000 Rp 251,708,430 2 End Stop 1008 buah Rp 4,000 Rp 4,032,000 3 Pek. Plat Steeldeck tebal 0,75mm 1029.929 m2

183,000

Rp Rp 188,477,084.78 4 Biaya sewa concrete pump 1 buah Rp 7,480,000 Rp 7,480,000 5 Biaya sewa concrete vibrator 1 buah Rp 4,000,000 Rp 4,000,000 6 Pek. Pembesian Wiremesh Lantai 1112.478 m2

80,780

Rp Rp 89,866,007 7 Pek. Pembesian BI dan BA 17468.58 kg Rp 12,966 Rp 226,497,615.95 8 Pek. Bekisting BI dan BA 140.7043 m2 Rp 255,020 Rp 35,882,417 9 Pek. Perancah BI dan BA 140.7043 m2

303,220

Rp Rp 42,664,366 10 Pek. Temporary Support Plat Lantai 224 set Rp 6,445 Rp 1,443,680 11 Pek. Pembongkaran Bekisting Balok 140.7043 m2

11,530

Dari hasil analisis di atas, menunjukkan bahwa pengerjaan plat lantai konvesional memberikan biaya lebih mahal daripada dengan metode steel

deck, yaitu dengan selisih biaya sebesar

Rp 38,970,306 atau sebesar 4,36%.

4. Kesimpulan

Dari serangkaian proses analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan yakni: a. Perencanaan gedung perhotelan 14

lantai di Surabaya dengan KDS D dan berada pada jenis tanah SE (sangat lunak), dengan kategori resiko II dirancang sistem ganda (SRPMK dan dinding geser).

b. Dari keseluruhan pembahasan yang diurai didapatkan hasil:

Tabel 9. Kesimpulan Balok Induk

(m) (cm) T um Lap Long T arik T ekan T arik T ekan

B1 12 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 9D22 4D22 3D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B2 9 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 7D22 3D22 2D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B3 6,5 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 11D22 5D22 8D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B4 8 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 10D22 5D22 4D22 2D22 3D13-150 3D13-150

9 (KA) 10D22 5D22 9 (KI) 3D22 2D22

B1A 12 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 8D22 4D22 3D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B2A 9 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 6D22 3D22 2D22 2D22 3D13-150 3D13-150 BKR 12 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16 12D25 5D25 6D25 2D25 3D13-150 3D13-150

Dimensi T umpuan Lapangan

4D22 2D22 3D13-150 3D13-150 B5 80/40 4D13-100 4D13-100 2D16

Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa

Tabel 10. Kesimpulan Perhitungan Kolom

T ipe Kolom Dimensi T ul. Lentur T ul. Geser K1 LT . BS 90/90 20 - D25 4D16 - 150 K1 LT . 1-3 80/80 16 - D25 3D16-150 K1 LT .4-9 80/80 16-D25 3D16-150 K1 LT . 10-AT AP 80/80 16 - D25 3D16-150

Tabel 11. Kesimpulan HBK

Tipe HBK Dimensi

Tabel 12. Kesimpulan Dinding Geser

Tipe

Tabel 13. Kesimpulan Plat Kolam Renang

Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa Tebal plat = 20 cm

Tabel 14. Kesimpulan Dinding KR

Tulangan dipakai

Arah

Tul. Susut Tumpuan Lapangan

D13-200 D13-200 D10-200 Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa Tebal dinding kolam renang = 20 cm Tinggi dinding kolam renang = 1,35 m

Tabel 15. Kesimpulan Plat Lt. Basement

Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa Tebal plat basement = 30 cm

Tulangan dipakai

Arah Lx Arah Ly

Tumpuan Lapangan Tumpuan Lapangan

D13-100 D13-100 D13-100 D13-100

Tul. dipakai

Arah Lx Arah Ly

Tumpuan Lapangan Tumpuan Lapangan

(10)

Tabel 16. Kesimpulan Dinding Lt. Basement

Tulangan dipakai

Arah

Tul. Susut Tumpuan Lapangan

D16-200 D16-200 D13-200

Dengan f’c= 35 MPa dan fy= 400 MPa Tebal dinding lt. Basement = 30 cm Tinggi kedalaman = 3,1 m

c. Langkah-langkah pelaksanaan konstruksi balok-plat lantai yaitu: - Pemasangan bekisting dan perancah

(shoring) balok

- Pemasangan steel deck dan perancah

(shoring) plat lantai

- Pembesian Balok

- Pembesian plat dengan wiremash - Pengecoran balok dan plat lantai - Perawatan beton (curing)

- Pembongkaran bekisting dan

perancah

Alat-alat yang digunakan untuk pelaksanaan konstruksi balok-plat lantai diataranya tower crane,

concrete bucket, concrete pump¸ dan

concrete vibrator. Selisih biaya

antara menggunakan bekisting plat konvensional dengan steel-deck yaitu sebesar Rp 38,970,306 atau 4,36%.

Daftar Pustaka

Anonimus, “Super Floor Deck”. PT.

BlueScope Lysaght Indonesia. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 2012. SNI

03-1726-2012 Tata Cara

Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-gedung. Jakarta: BSN. Badan Standarisasi Nasional. 2013. SNI

03-1727-2013 Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Jakarta: BSN.

Badan Standarisasi Nasional. 2013. SNI 03-2847-2013 Persyaratan Beton

Struktural untuk Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.

Badan Standarisasi Nasional. 2015. SNI 03-1729-2015 Spesifikasi untuk

Bangunan Gedung Baja

Struktural. Jakarta: BSN.

Imran, Iswandi dan Fajar Hendrik.

2014. Perencanaan Lanjut

Struktur Beton Bertulang. Bandung: Penerbit ITB.

Setiawan, Agus. 2016. Perancangan

Struktur Beton Bertulang

Berdasarkan SNI 2847:2013. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Gambar

Gambar 1. Permodelan Struktur dengan Open Frame
Gambar 6.  Konfigurasi Penulangan Kolom
Tabel 4. Hasil Uji Tanah Darmocentrum
Gambar 16.
+4

Referensi

Dokumen terkait

Perhitungan untuk plat lantai dan tangga beton. Tahap V : Perencanaan kolom dan balok Meliputi asumsi dimensi awal kolom dan balok, analisis beban yang terjadi

Struktur atas mencakup perencanaan atap (kuda-kuda) dan beton bertulang ( plat lantai, tangga, balok dan kolom), sedangkan struktur bawah mencakup struktur pondasi. Dalam

Struktur atas mencakup perencanaan atap (kuda-kuda) dan beton bertulang ( plat lantai, tangga, balok dan kolom), sedangkan struktur bawah mencakup struktur pondasi. Dalam

Struktur atas mencakup perencanaan atap (kuda-kuda) dan beton bertulang ( plat lantai, tangga, balok dan kolom), sedangkan struktur bawah mencakup struktur pondasi1.

Struktur atas mencakup perencanaan atap (kuda-kuda) dan beton bertulang ( plat lantai, tangga, balok dan kolom), sedangkan struktur bawah mencakup struktur pondasi. Dalam

Tujuh risiko kategori high risk yaitu risiko terjatuh dari ketinggian saat penyusunan bekisting balok dan plat lantai dengan indeks risiko sebesar 14.36, pekerja

Pekerjaan balok dan plat lantai dilakukan pengukuran di lapangan bersamaan dengan persiapan bekisting dan persiapan tulangan dan dilakukan pabrikasi, kemudian hasil

2.182.321 .429 17,2 % PENTUTUP Kesimpulan Sesudah dilakukan analisis Rekayasa Nilai pada jenis pekerjaan struktur balok, plat lantai, dan kolom pada Proyek Pembangunan Gedung Hotel