• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN BAHAN PAKAN DAN FORMULASI RANSUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN BAHAN PAKAN DAN FORMULASI RANSUM"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas Sebelas Maret
  • Mata Pelajaran: Peternakan
  • Topik: Laporan Bahan Pakan Dan Formulasi Ransum
  • Tipe: praktikum
  • Tahun: 2009
  • Kota: Surakarta

I. IDENTIFIKASI DAN PENGENALAN BAHAN PAKAN

Bagian ini membahas pentingnya pakan dalam pemeliharaan ternak. Pakan berfungsi untuk pertumbuhan, kesehatan, dan produksi ternak. Ditekankan bahwa pemilihan pakan harus mempertimbangkan kualitas nutrisi dan harga agar peternakan tidak merugi.

1.1. PENDAHULUAN

Pakan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ternak dan produksi hasil ternak. Untuk mendukung pertumbuhan yang baik, pakan harus berkualitas dan cukup jumlahnya. Peternak perlu cermat dalam memilih bahan pakan yang sesuai.

1.2. TUJUAN

Tujuan dari laporan ini adalah untuk menghindari pemalsuan dan kerusakan bahan pakan, serta memastikan pakan yang diberikan kepada ternak berkualitas baik.

1.3. WAKTU DAN TEMPAT

Praktikum dilakukan pada tanggal 28, 30 April dan 1, 5, 8 Mei 2009 di laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka ini menjelaskan berbagai jenis bahan pakan yang digunakan dalam peternakan, termasuk hijauan, sumber energi, protein, mineral, dan vitamin. Setiap kategori bahan pakan memiliki karakteristik dan nilai gizi yang berbeda.

2.1. BAHAN PAKAN HIJAUAN

Hijauan terdiri dari berbagai jenis rumput dan leguminosa. Hijauan yang baik adalah yang tidak terlalu muda atau tua, dengan kandungan protein yang bervariasi. Pemanfaatan hijauan harus memperhatikan kecernaan dan kualitas nutrisi.

2.2. BAHAN PAKAN SUMBER ENERGI

Karbohidrat dan lemak adalah sumber energi utama. Bahan pakan seperti jagung dan umbi-umbian memiliki kandungan energi yang tinggi dan penting untuk pertumbuhan ternak. Kombinasi bahan pakan harus seimbang agar memenuhi kebutuhan energi ternak.

2.3. BAHAN PAKAN SUMBER PROTEIN

Sumber protein seperti bungkil kedelai dan tepung ikan penting untuk pertumbuhan dan produksi ternak. Kandungan protein yang tinggi dalam bahan pakan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan ternak untuk mencegah gangguan kesehatan.

2.4. BAHAN PAKAN SUMBER MINERAL

Mineral penting untuk fungsi fisiologis ternak. Tepung tulang dan kapur adalah sumber mineral yang baik, menyediakan kalsium dan fosfor yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan ternak.

2.5. BAHAN PAKAN SUMBER VITAMIN

Vitamin berperan dalam berbagai proses metabolisme. Sumber vitamin seperti hijauan dan suplemen vitamin harus ada dalam ransum untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan ternak.

2.6. FEED ADDITIF

Penggunaan feed additif seperti antibiotik dan hormon dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan regulasi untuk menjaga kesehatan ternak.

III. MATERI DAN METODE

Bagian ini menjelaskan materi yang digunakan dalam praktikum dan metode pengamatan yang dilakukan untuk menganalisis bahan pakan.

3.1. MATERI

Materi yang digunakan dalam praktikum termasuk sampel bahan pakan, cawan petri, sendok, dan tabel kandungan nutrien bahan pakan. Semua materi ini diperlukan untuk analisis yang tepat.

3.2. METODE

Metode pengamatan dilakukan dengan mengambil sampel bahan pakan, mengamati dengan panca indera, mengidentifikasi bahan, dan mencatat hasil dalam tabel. Analisis dilakukan untuk menyimpulkan kualitas bahan pakan.

IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Hasil pengamatan menunjukkan variasi dalam kualitas dan kandungan nutrisi bahan pakan yang diuji. Pembahasan mencakup analisis mendalam terhadap setiap jenis bahan pakan dan relevansinya dalam formulasi ransum.

4.1. BAHAN PAKAN HIJAUAN

Pengamatan terhadap berbagai jenis hijauan menunjukkan bahwa rumput dan leguminosa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Rumput yang muda lebih palatable, sedangkan hijauan tua cenderung kurang bergizi.

4.2. BAHAN PAKAN PENYUSUN KONSENTRAT

Konsentrasi pakan seperti biji lamtoro dan dedak padi menunjukkan potensi sebagai sumber energi. Namun, perlu perhatian khusus terhadap kualitas dan cara penyimpanan untuk mencegah kerusakan.

Referensi Dokumen

  • Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Monogastrik ( Aminudin )

Gambar

Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Hijauan Graminae No Nama Bahan Hasil Pengamatan
Tabel 2.1.1 Kandungan nutrient bahan pakan
Tabel 2.1.2 Formulasi dan Kandungan Nutrien Ransum
Table 2.1.3 Perbandingan Kandungan Nutrient Langsung Dengan
+3

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan ransum tongkol jagung dengan kombinasi sumber protein bungkil kelapa dan tepung ikan atau kombinasi sumber protein bungkil kelapa dan bungkil

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dievaluasi bahan pakan hasil samping agro industri berupa ampas tahu, bungkil kopra, bungkil kelapa sawit, bungkil

Untuk melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap penggunaan Bungkil Kelapa sebagai bahan baku pakan, maka diperlukan suatu standar yang harus dipenuhi untuk dapat dipergunakan

Percobaan tersebut meliputi : (1) pengukuran laju degradasi bahan pakan sumber protein (tepung ikan, bungkil kedele, silase limbah ikan yang diikat dengan tepung

Ransum dengan sumber serat tongkol jagung sebesar 30% dengan kombinasi sumber protein bungkil kelapa dan tepung ikan atau kombinasi sumber protein bungkil kelapa dan

Percobaan tersebut meliputi : (1) pengukuran laju degradasi bahan pakan sumber protein (tepung ikan, bungkil kedele, silase limbah ikan yang diikat dengan tepung

Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian pakan dengan bahan pakan sumber energi berupa jagung dan bekatul serta bahan pakan sumber protein berupa bungkil

Tepung daging buah Ara dapat melengkapi defisiensi jenis asam amino pada bahan pakan ikan, karena sumber protein yang berasal dari kacang- kacangan mengalami defisiensi asam amino