• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Ilmu sosial model Ekonomi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perkembangan Ilmu sosial model Ekonomi"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI

Cabang studi ilmu ekonomi sejatinya telah dikenal sejak lama. Pada dasarnya istilah-istilah ekonomi selalu berhubungan dengan perdagangan. Bahkan istilah perdagangan sendiri sudah dikenal sejak lama. Hal ini diperkuat dengan teori perdagangan dan interdependensi ekonomi yang dikemukakan oleh Adam Smith pada tahun 1776, seorang liberal dan pakar ekonomi klasik, dalam bukunya yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations bahwa setiap tindakan manusia, sadar atau tidak, mereka selalu saling tolong-menolong dan mereka juga tidak akan memetik keuntungan apapun apabila mereka merugikan orang lain (Smith, 1776, dalam Mankiw, 1998: 170). Yang dimaksud disini adalah Adam Smith berusaha menekankan bahwa dalam melakukan aktivitas perdagangan, manusia tidak bisa lepas dari proses kerjasama saling menguntungkan. Walaupun proses tersebut tidak bisa dilihat secara kasat mata dan teori inilah yang kemudian dikenal dengan teori invisible hand atau “tangan tak nampak”. Kemudian dalam ekonomi juga dikenal dengan istilah Laissez-Faire. Para penganut teori ekonomi klasik, seperti Adam Smith, percaya bahwa ekonomi mampu mengontrol keseluruhan mekanisme pasar dengan sendirinya, secara otomatis (Anon, n.d.). Sehingga tidak diperlukan intervensi pemerintah yang berlebihan dalam mekanisme pasar. Teori ini pada dasarnya cenderung mendukung pasar bebas. Disamping itu pasar bebas juga mendatangkan keuntungan berupa transfer teknologi dan pengetahuan diantara negara-negara yang berhubungan. Dengan begitu Adam Smith yakin bahwa kebijakan pasar bebas lebih menguntungkan sebuah negara daripada kebijakan ekonomi merkantilis yang sudah lama diterapkan di Eropa sejak abad ke18 (Schumacher, 2012: 54-5).

Selain pasar bebas, konsep Invisible Hand, serta Laissez Faire, Adam Smith juga mengutarakan gagasannya mengenai keuntungan absolut. Keuntungan absolut adalah perbandingan antara produsen suatu jenis barang, berdasarkan produktivitasnya, dimana produsen yang memerlukan biaya atau input paling sedikit dalam memproduksi barang/jasa adalah yang dianggap sebagai produsen yang memiliki keunggulan absolut (Mankiw, 1998: 64). Sehingga dalam memproduksi barang/jasa para produsen akan berusaha untuk menciptakan barang berkualitas dengan biaya seminimal mungkin. Karena mau tidak mau konsumen, apabila dihadapkan pada pilihan yang sama, akan memilih barang yang lebih murah dengan catatan kualitasnya sama bagusnya. Teori-teori klasik Adam Smith kemudian memunculkan beragam teori lain yang berasal dari ahli ekonomi beraliran klasik lain. Misalnya Hukum Say, merujuk pada seorang ahli ekonom Prancis, J. B. Say (1776-1832), yang memiliki gagasan bahwa penawaran menciptakan permintaannya sendiri (Anon, n.d.). Yang dimaksud dari hukum tersebut adalah ketika perusahaan memproses barang/jasa, ia pun telah memastikan bahwa pemasukannya cukup dan semua outputnya akan terjual. Namun teori tersebut kemudian terbantahkan sejak munculnya fenomena great depression pada sekitar tahun 1929. Hampir semua teori-teori ekonomi klasik tidak bisa diterima kebenarannya sejak great depression (Anon, n.d.). Sehingga munculah ahli ekonomi aliran neo-klasik, John Maynard Keynes.

(2)

penawaran sebagai respon dari permintaan (Anon, n.d.). Kemudian ia juga tidak percaya dengan konsep bahwa aktivitas ekonomi mampu menciptakan mekanisme pasar secara otomatis tanpa adanya intervensi pemerintah tanpa adanya inflasi dan pengangguran. Ia berargumen bahwa pemerintah sebaiknya mengelola tingkat permintaan agregat untuk mencapai tujuan tersebut (Anon, n.d.). Secara teknis pemerintah pada dasarnya mau tidak mau pasti ikut campur dalam menentukan mekanisme pasar. Misalnya penarikan pajak. Perputaran uang pun terjadi di dalam pemerintahan walaupun kapasitasnya tidak terlalu besar. Selain itu Keynes menambahkan bahwa pembuatan kebijakan fiscal maupun kebijaka keuangan dalam pemerintah itu diperlukan agar perekonomian negara bisa teratur (Anon, n.d.). Teori Keynes, atau Keynesian, pun mulai populer dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada sekitar tahun 1970-an pengaruh teori Keynesian mulai memudar karena tidak mampu menjelaskan fenomena stagflation, yaitu fenomena dimana pengangguran dan inflasi terjadi secara bersamaan. Pada akhirnya para akademisi kemudian mencari teori-teori alternativ lainnya agar bisa menjelaskan fenomena ekonomi-sosial yang masih menjadi perdebatan walaupun tak jarang mereka mengalami kebuntuan.

Dari penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa ekonomi klasik memiliki pandangan yang berbeda dengan ekonomi neo-klasik, bahkan bisa dikatakan teori ekonomi neo-klasik adalah sebagai anti-tesa dari teori klasik. Misalnya seperti penolakan John Maynard Keynes atas teori permintaan dan penawaran klasik, serta ketidaksetujuannya terhadap konsep Laissez-Faire. Disamping itu perkembangan ekonomi klasik ke neo-klasik ditandai dengan adanya peristiwa great-depression. Walaupun teori neo-klasik ini pada akhirnya mengalami pengabaian juga, pada dasarnya dinamika ekonomi akan selalu berputar seperti roda. Hal ini disebabkan karena kondisi ekonomi masyarakat akan senantiasa berubah mengikuti jaman. Sehingga konsep-konsep ekonomi sendiri akan mengalami perdebatan nantinya.

REFERENSI

---, ---. Keynes and the Classical Economists: The Early Debate on Policy Activism. S.l.: s.n.

Mankiw, N. G. ed., 1998. Pengantar Ekonomi. Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Referensi

Dokumen terkait

kooperatif tipe NHT di kelas IV SD Negeri Margamulya Kecamatan Cibugel. 2) Mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran IPS mengenai sumber daya. alam dan kegiatan ekonomi

Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik.. Aliran yang

Adam Smith Juga dan yang menyatakan bahwa jumlah penduduk memiliki pengaruh yang searah dengan pertumbuhan ekonomi, sehingga penelitian ini sesuai dengan teorinya (2)

• Menurut Adam Smith: kebijaksanaan Laissez Faire atau sistem mekanisme pasar akan memaksimalkan tingkat pembangunan ekonomi yang dapat dicapai oleh suatu masyarakat.. •