PEMBELAJARAN SASTRA DRAMA UNTUK PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLA DASAR
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Menulis Ilmiah
yang Diampu Oleh Dwi Rohman Soleh., S.S., M.Pd.
Oleh:
Muhammad Wildan S 12311025
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
Pembelajaran Sastra Drama untuk Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar
Oleh : M. Wildan Setiawan
Abstrak
Anak-anak usia sekolah dasar memiliki karakteristik yang senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung. Oleh sebab itu, pendidikan hendaknya mengarah terhadap pembelajaran yang mengandung unsure permainan, mengusahakan siswa berpindah atau bergerak, dan bekerja atau belajar dalam sebuah kelompok.
Drama adalah bagian karya sastra yang menggambarkan aktivitas kehidupan manusia yang dalam penceritaannya menekankan dialog, laku atau tokoh, dan gerak. Berkaitan dengan keutamaan tujuan pembelajaran drama yang mestinay mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, maka terdapat tiga tahap pengajaran drama yang dapat diaplikasikan, yaitu tahap penjelajahan, tahap interpretasi, dan tahap rekreasi.
A. Pedahuluan
Kecenderungan drama disekolah dianaktirikan. Mengalami ketimpangan kajian bila dibanding genre sastra yang lain seperti puisi dan prosa. Maka harus dibuat paradigm baru, dengan memasukkan drama dalam ranah pemikiran. Drama lebih sering masuk dalam ekstrakulikuler sehingga tidak memiliki ukuran baku. Tiga kompetensi pembelajaran (kognitif, afektif, dan psikomotorik) harus dicapai dalam pembelajaran drama.
pembelajaran drama di sekolah. Karakteristik yang suka bermain, bergerak, dan senang bersama kelompok sangat mengidentifikasikan bahwa drama sesungguhnya cocok membangun dan membantu tumbuh kembang anak sekolah dasar.
B. Pembahasan
1. Karakteristik Siswa Sekolah Dasar
Mengenal karakteristik perserta didik untuk kepentingan proses pembelajaran merupakan hal penting. Adanya pemahaman yang jelas tentang karakteristik peserta didik akan memberikan kontribusi terhadap pemcapaian tujuan pembelajaran secara efektif. Berdasarkan pemahaman yang jelas tentang merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajran sesuai perkembangan anak. Pada siswa sekolah dasar terdapat beberapa aspek dalam pekembangannya, yaitu aspek perkembangan fisik, kognitif, emosi, sosial, dan moral.
a. Aspek Fisik
Aspek perkembangan fisik perlu mendapatkan perhatian, karena perkembangan fisik dipandang penting untuk dipelajarai, karena secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perilaku anak sehari-hari. Meskipun pertumbuhan dan perkembangan fisik adalah teratur dan dapat diramalkan, namun terjadi keanekaragaman, dimana pertumbuhan fisik anak sifatnya sangat individual (setiap anak berbeda-beda) ada yang lambat dan ada yang cepat. Menurut Hurlock (1978: 115) cepat lambatnya pertumbuhan anak dipengaruhi oleh perbedaan gizi dan cara perawatan kesehatan secara umum.
b. Aspek Kognitif
Dalam perkembangan kognitif ada tiga pokok bahasan yang terkait dengan perkembangan kognitif anak, yang pertama adalah bahasa. Bahasa adalah segala bentuk komunikasi untuk menyampaikan segala isi pikiran kepada orang lain yang berkembang tiap masanya. Kedua adalah memori, kemampuan anak dalam menyimpan dan mengembangkan suatu informasi yang telah diterima dan diharapkan memori dapat mengolahnya untuk perkembangan anak. Ketiga yaitu intelegensi atau kecerdasan anak yang mempengaruhi dalam penggunaan bahasa dan kekuatan memori.
c. Aspek Emosi
Aspek perkembangan emosi maminkan peran yang sangat penting dalam kehidupan seseorang, oleh sebab itu perlu kiranya untuk mengetahui bagaimana perkembangan dan pengaruh emosi terhadap penyesuaian pribadi dan sosial. Menurut Hurlock (1998) pola-pola emosi yang umum terjadi pada masa anak-anak adalah takut, malu, canggung, khawatir, marah, cemburu, duka cita, keingintahuan, gembira, kasih sayang.
d. Aspek Sosial
Kemampuan bersosial mulai dipelajari sejak awal kehidupan. Kemampuan belajar ini mulai terbuka ketika memasuki sekolah dasar. Anak mulai memperluas lingkup pergaulannya, tidak hanya di rumah tetapi dengan teman sebaya ketika masuk ruang lingkup sekolah dasar. Interaksi sosial yang terjadi dapat menyebabkan seseorang menjadi dekat dan merasakan kebersamaan, namun jika kurang terjadi interaksi sosial makan akan mengakibatkan seseorang menjadi jauh dan tersisih.
e. Aspek Moral
meningkat kemampuan anak untuk memahami kondisi dan situasi maka akan semakin meningkat pula perkembangan moralnya.
2. Pembelajaran Drama Sekolah Dasar
Drama adalah karya sastra yang menggambarkan aktivitas kehidupan manusia yang dalam penceritaannya menekankan dialog, laku, dan gerak, Meski drama adalah karya sastra yang bisa dibaca dan dianalisa secara kontekstual karena menggunakan medium bahasa dalam penciptaannya, namun drama pada dasarnya ditulis untuk dipentaskan di atas panggung.
Collie (1997) menyatakan bahwa memberi kesempatan siswa secara berkelompok untuk mementaskan naskah drama akan membawa mereka pada sebuah pengalaman yang menarik dan menyenangkan karena pada dasarnya siswa senang dengan pementasan yang didalamnya melibatkan unsure lampu panggung, kostum, tat arias, properti, dan juga ilustrasi musik pengiring cerita. Dengan melibatkan siswa secara aktif maka apresiasi teks drama dapat dilakukan secara maksimal, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Berkaitan dengan tujuan utama pembelajaran drama, terdapat tiga tahapan pengajaran drama yang bisa diaplikasikan yaitu tahap penjelajahan, interpretasi, dan rekreasi. Pada tahap penjelajahan, pengajar harus memberikan rangsangan kepada siswa untuk membaca naskah drama maupun melihat sebuah pementasan drama. Tahap kedua interpretasi, hasil bacaan ataupun tontonan drama harus mereka diskusikan dengan pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan menggali pendapat siswa terutama mengenai watak, tokoh, latar belakang, pesan naskah, dan sebagainya. Sementara pada tahap rekreasi, pengajar melatih siswa membaca peran-perannya dalam naskah drama dan mencoba mementaskan sebuah drama dengan tokoh atau pemain serta pemain musik adalah siswa itu sendiri.
Sebuah pementasan drama bila dikaji lebih jauh akan memberi beberapa efek positif terhadap diri siswa terutama dalam membantu perkembangan siswa sekolah dasar.
a. Siswa akan belajar memahami heterogonitas budaya (multikulturalisme) yang tercermin dalam sebuah pementasan, baik berwujud ide, benda, dan kebiasaan. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa teks drama merupakan cerminan dari hasil budaya yang lahir dan berkembang dalam negara dan bangsa tertentu.
b. Siswa akan lebih memiliki rasa percaya diri terutama ketika berhadapan dengan public atau orang banyak. Beban psikologis untuk berbicara, berkatualisasi, dan bertindak dihadapan orang banyak dengan sendirinya akan terkikis.
Daftar Pustaka
Dahlia Novarianing A., dkk. 2013. Perkembangan Peserta Didik. Madiun: IKIP PGRI Madiun
I Nyoman Yasa. 2012. Teori Sastra dan Penerapannya. Bandung: Karya Putra Darwanti Bandung