PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI PADA SISWA KELAS VIII
SMP NEGERI 6 SAMBAS TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Oleh : Jaka Afriana
SMP Negeri 6 Sambas baru mendapatkan sarana LCD proyektor pada tahun pelajaran 2012/2013. Hadirnya LCD proyektor telah memotivasi guru untuk mengadakan variasi pembelajaran menggunakan media. Pembelajaran IPA menggunakan media animasi pada materi cahaya merupakan pengalaman mengajar terbaik yang telah dilakukan pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Sambas Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Kemampuan guru dalam merancang pembelajaran IPA menggunakan media animasi mengalami peningkatan sebanyak 16 % yang diartikan bahwa guru telah menyusun rencana pembelajaran dengan sangat baik. Sedangkan dalam melaksanakan pembelajaran, persentase skor rata-rata indikator kinerja guru meningkat sebesar 8 %. Guru telah menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran sehingga siswa antusias, bersemangat, dan senang mengikuti pembelajaran IPA. Hasil belajar IPA menggunakan media animasi diperoleh peningkatan sebesar 21,17 %. Dari uji statistik Mc Nemar diperoleh bahwa χ2
hitung > χ2tabel,
terjadi peningkatan yang positif terhadap hasil belajar IPA menggunakan media animasi.
Kata Kunci : Hasil Belajar, IPA, Media Animasi
SMP Negeri 6 Sambas get LCD projector means in the school year 2012/2013. The presence of LCD projectors has motivated teachers to conduct lessons using a variety of media . Learning science using the media animation on the light material is the best teaching experience that has been done on the eighth grade students of SMP Negeri 6 Sambas A Academic Year 2012/2013. Classroom Action Research (CAR ) is done in two (2 ) cycles . The ability of teachers in designing learning science using the media animation has increased by 16 % which means that the teacher has prepared lesson plans very well. While in implementing the learning, the average percentage score of teacher performance indicator increased by 8 % . Teachers have students cultivate active participation in learning so that students are enthusiastic, excited, and happy to follow the science lesson. Science learning outcomes using animation media obtained an increase of 21.17 % . Of the statistical test shows that χ2
hitung > χ2tabel , increased
positive toward science learning outcomes using the medium of animation.
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu pelajaran pokok dan utama di sekolah menengah pertama. Mengingat pentingnya pembelajaran IPA sebagai bagian integral dari pendidikan pada umumnya sudah dimulai sejak di Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006), mata pelajaran IPA perlu diberikan kepada semua peserta didik untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.
Kegiatan pembelajaran sebagai bagian dari proses pendidikan, sering mendapatkan beberapa masalah yang menjadi penghambat majunya pendidikan. Diantaranya adalah kurangnya motivasi belajar siswa, yang berakibat pada rendahnya hasil belajar, sehingga berakibat pada rendahnya mutu lulusan sekolah. Rendahnya motivasi dan mutu pendidikan dikarenakan dalam proses pembelajaran guru jarang menggunakan variasi pembelajaran sehingga siswa merasa bosan dan monoton berada di dalam kelas.
Fakta yang terjadi di SMP Negeri 6 Sambas bahwa sejak berdiri Juli 2005 hingga Maret 2013 guru IPA hanya melakukan variasi pembelajaran dengan model-model pembelajaran dan melalui metode eksperimen/ praktikum dikarenakan belum memiliki sarana media LCD Proyektor. Guru jarang melakukan variasi pembelajaran menggunakan media pembelajaran karena kelengkapan sarana yang belum memadai. Ada beberapa kompetensi dasar (KD) IPA yang bersifat abstrak, seperti cahaya, dan listrik. Pembelajaran materi cahaya dan listrik sangat memerlukan media visualisasi agar mudah dipahami siswa. Hal ini yang dirasakan peneliti sebagai masalah yang harus dicari jalan keluarnya. Karena proses pembelajaran akan berdampak pada hasil belajar siswa. Dari hasil belajar yang didapat belum mencapai hasil yang memuaskan.
Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran merupakan bentuk variasi guru dalam mempermudah siswa memahami materi yang diajarkan. Karena peserta didik dalam menerima pengalaman belajar atau mendalami materi-materi pelajarannya masih banyak memerlukan benda-benda, kejadian-kejadian yang sifatnya konkrit, mudah diamati atau langsung diamati, sehingga pengalaman-pengalaman tersebut akan lebih mudah dipahami. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu peserta didik dalam memberikan pengalaman yang bermakna.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Untuk membawa proses pembelajaran IPA yang terkesan teoritis dan abstrak ke arah konkrit, maka media animasi merupakan solusi alternatif dalam mempermudah pembelajaran IPA.
Dalam memperbaiki proses pembelajaran yang terjadi guru berusaha untuk memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan dengan melakukan penelitian yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Menggunakan Media Animasi Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Sambas Tahun Pelajaran 2012/2013”.
Dalam penelitian ini, tujuan yang ingin dicapai adalah (1) mengetahui kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran IPA menggunakan media animasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Sambas Tahun Pelajaran 2012/2013, (2) Mengetahui hasil belajar IPA melalui pembelajaran menggunakan media animasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Sambas Tahun Pelajaran 2012/2013, dan (3)Mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran IPA menggunakan media animasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Sambas Tahun Pelajaran 2012/2013.
Ruang lingkup penelitian adalah kemampuan guru merancang dan melaksanakan pembelajaran dan hasil belajar IPA menggunakan media animasi adopsi yang telah dimodifikasi guru.
Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan peningkatan adalah upaya yang dilakukan dalam meningkatkan proses dan hasil belajar IPA. Proses pembelajaran dikatakan meningkat jika media pembelajaran yang digunakan dapat mengkondisikan siswa lebih aktif dan jumlah siswa yang berpartisipasi dalam pembelajaran lebih banyak. Hasil belajar dikatakan meningkat jika hasil belajar yang dicapai tiap siswa selama tindakan menunjukkan kenaikan, bertambah baik dilihat hasil tes setelah pembelajaran. Bertambahnya jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga menjadi indikasi adanya peningkatan dari upaya tindakan yang dilakukan.
Proses adalah runtunan peristiwa dalam perkembangan sesuatu (Sigit, 1998). Proses belajar dalam penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran yang terjadi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yang melibatkan aktivitas siswa dan guru di lihat dari hasil observasi kolaborator menggunakan catatan lapangan.
Hasil belajar siswa menurut penelitian ini adalah tingkat penguasaan atau daya serap siswa terhadap materi pembelajaran cahaya. Tingkat penguasaan tersebut diukur dengan menggunakan tes setelah pembelajaran menggunakan media animasi yang disusun dan direvisi oleh guru sebagai peneliti.
Media animasi dalam penelitian ini direvisi sendiri oleh guru selaku peneliti dengan menggabungkan program aplikasi presentasi powerpoint dan aplikasi macromedia flashplayer yang diunduh melalui internet.
Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Hadari Nawawi (2005 : 3), metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain– lain). Penggunaan metode deskriptif dalam penelitian ini berdasarkan pertimbangan – pertimbangan bahwa peneliti akan mengungkapkan semua gejala – gejala yang dihadapi pada saat penelitian ini dilakukan.
Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri untuk memperbaiki proses pembelajaran. Menurut Suharsimi Arikunto (2007), penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa.
Penelitian ini bersifat kolaboratif yaitu penelitian yang dilakukan bersama-sama dengan teman sejawat untuk mengatasi masalah yang terjadi di dalam kelas. Suharsimi Arikunto (2007) mengemukakan, bahwa kerja sama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti sangat penting dalam bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi . Terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah, menyusun usulan, melaksanakan tindakan, menganalisis data. Peneliti dan guru mempunyai peran dan tanggung jawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan. Peran kerja sama sangat menentukan keberhasilan penelitian tindakan kelas ( PTK ).
Penelitian dilakukan di SMP Negeri 6 Sambas dengan mengambil siswa kelas VIII A menjadi subjek penelitian. Kelas VIII A dipilih karena jumlah siswa yang lebih banyak dari kelas VIII B. Selain itu, kelas VIII A dan VIII B adalah kelas dengan karakteristik yang sama karena di ajar oleh guru yang sama. Siswa kelas VIII A berjumlah 17 orang dengan siswa laki-laki berjumlah 11 orang dan perempuan 6 orang. Pelaksanaan penelitian untuk siklus I pada hari Selasa, 21 Mei 2013 sedangkan pada hari Selasa, 28 Mei 2013 pelaksanaan siklus II.
Hasil
Siklus Pertama (I)
Kemajuan belajar siswa setelah mendapatkan tindakan diukur menggunakan lembar soal tertulis yang dikembangkan oleh guru sebagai peneliti. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan untuk mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 6 Sambas adalah 64. Berdasarkan hasil temuan yang berhubungan dengan hasil belajar siswa pada siklus I dengan perhitungan mean (rata-rata), diperoleh nilai rata-rata siswa 63,24. Ada 6 orang siswa yang masih belum mencapai KKM, dan 11 orang siswa yang telah mendapatkan nilai diatas KKM. Data hasil belajar siswa disajikan pada table 1 berikut ini.
Tabel 1 Hasil Belajar Siswa Siklus I
NO Nama Siswa Nilai Keterangan
1. Ali 45 Belum Tercapai
2. Ari Tri Sakti 35 Belum Tercapai
3. Dendi 70 Terlampaui
4. Eka 70 Terlampaui
5. Eko 50 Belum Tercapai
6. Farida Anum 70 Terlampaui
7. Gedengga 65 Terlampaui
8. Libandri 70 Terlampaui
9. Lili Mulyati 50 Belum Tercapai
10. Misdi 70 Terlampaui
11. Pely Roliyadi 70 Terlampaui
12. Pratiwi 65 Terlampaui
13. Rizal 60 Belum Tercapai
14 Sujiwan 100 Terlampaui
15. Sulastri 65 Terlampaui
16. Wahyudi 55 Belum Tercapai
17. Yeni Yunika 65 Terlampaui
Jumlah 1075 Tuntas 11 (64, 71%)
Rata-rata 63,24 Belum Tuntas 6 (35,29%)
Dengan demikian hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran pada siklus I masih belum memuaskan sehingga perlu ditingkatkan pada siklus berikutnya.
Siklus Kedua (II)
Tabel 2 Hasil Belajar Siswa Siklus II
NO Nama Siswa Nilai Keterangan
1. Ali 75 Terlampaui
2. Ari Tri Sakti 55 Belum Tercapai
3. Dendi 90 Terlampaui
4. Eka 100 Terlampaui
5. Eko 65 Terlampaui
6. Farida Anum 95 Terlampaui
7. Gedengga 85 Terlampaui
8. Libandri 95 Terlampaui
9. Lili Mulyati 100 Terlampaui
10. Misdi 85 Terlampaui
11. Pely Roliyadi 100 Terlampaui
12. Pratiwi 85 Terlampaui
13. Rizal 75 Terlampaui
14 Sujiwan 65 Terlampaui
15. Sulastri 80 Terlampaui
16. Wahyudi 100 Terlampaui
17. Yeni Yunika 85 Terlampaui
Jumlah 1435 Tuntas 16 (94,12%)
Rata-rata 84,41 Belum Tuntas 1 (5,88%)
Dengan demikian hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran pada siklus II terjadi peningkatan sehingga guru dan kolaborator sepakat untuk melakukan tindakan hanya sampai pada siklus II.
Pembahasan
Deskripsi hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dapat peneliti uraikan dalam tahapan siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan. Siswa yang mengikuti pembelajaran IPA dengan menggunakan media animasi adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Sambas berjumlah 17 orang.
Data yang diperoleh pada indikator kerja yaitu data pengamatan guru kolaborator mengamati proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti. Guru yang berperan sebagai kolaborator mencatat hal-hal yang sesuai dengan lembar IPKG dan catatan lapangan yang telah disiapkan oleh peneliti. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perhitungan persentase.
mempunyai penggaris/mistar. Jadi meminjam dengan teman yang lain setelah selesai mengerjakan. Hasil Belajar siswa siklus I dan siklus II disajikan pada tabel berikut.
Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Belajar Tiap Siklus
No Nama Siswa Nilai
Siklus 1
Nilai
Siklus 2 Peningkatan
1 Ali 45 75 30
2 Ari Tri Sakti 35 55 20
3 Dendi 70 90 20
4 Eka 70 100 30
5 Eko 50 65 15
6 Farida Anum 70 95 25
7 Gedengga 65 85 20
8 Libandri 70 95 25
9 Lili Mulyati 50 100 50
10 Misdi 70 85 15
11 Pely Roliyadi 70 100 30
12 Pratiwi 65 85 20
13 Rizal 60 75 15
14 Sujiwan 100 65 - 35
15 Sulastri 65 80 15
16 Wahyudi 55 100 45
17 Yeni Yunika 65 85 20
Jumlah 1075 1435
Rata-rata 63,24 84,41
∑ Siswa dengan nilai < 64 6 (35,29%) 1 (5,88%) ∑ Siswa dengan nilai > 64 11 (64, 71%) 16 (94,12%)
Grafik 1 Peningkatan Persentase Hasil Belajar Siswa dan Ketuntasan Belajar Tiap Siklus
Hasil belajar siswa dan ketuntasan belajar siswa dari siklus pertama sampai siklus kedua mengalami peningkatan yang memuaskan. Tapi ada satu siswa justru mengalami penurunan hasil belajar. Ini disebabkan ketidaktelitian siswa dalam menyelesaikan soal. Berarti dapat disimpulkan bahwa penggunaan media animasi dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Hasil perhitungan statistik Mc Nemar, untuk db = 1, jika χ2
tabel < χ2 hitung,
maka terjadi peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media animasi yang positif antara siklus I dan siklus II (Siegel, 1997:79).
Tabel 4 Rekapitulasi hasil uji Mc Nemar
Siklus I
Siklus II
Perubahan
E χ2 Keterangan
D A
Hasil Belajar 63,24 84,41 21,17 0 10,59 19,22 + Ketuntasan
Belajar 64, 71 94,12 29,41 0 14,71 27,44 + Respon Siswa 78,00 89,00 11,00 0 5,50 9,09 +
Dari perhitungan pada tabel diperoeh bahwa χ2 tabel rata-rata = 3,84 ini
berarti bahwa χ2
hitung > χ2tabel. Secara keseluruhan terjadi peningkatan hasil belajar
IPA dengan menggunakan media animasi.
63.24 % 67.71%
84.41%
94.12%
0 20 40 60 80 100
Hasil Belajar Siswa Ketuntasan Belajar Siswa
Siklus I
Simpulan dan Saran Simpulan
Secara keseluruhan, simpulan dalam penelitian ini adalah : (1) kemampuan guru dalam merancang pembelajaran IPA menggunakan media animasi telah dibuktikan dengan persentase skor rata-rata pada siklus I 75 % (skor rata-rata 3,02) dan siklus II 91 % (skor rata-rata 3,65). Sehingga terjadi peningkatan sebanyak 16 % yang diartikan bahwa guru telah menyusun rencana pembelajaran dengan sangat baik. Sedangkan dalam melaksanakan pembelajaran, hasil penilaian oleh kolaborator dengan skor rata-rata pada siklus I 3,48 dengan persentase 87 % dan siklus II 3,80 dengan persentase 95%. Persentase skor rata-rata indikator kinerja guru meningkat sebesar 8 %., (2). hasil belajar IPA melalui pembelajaran menggunakan media animasi diperoleh peningkatan sebesar 21,17 % dari siklus I dengan rata-rata 63,24 % dan siklus II 84,41 %. Uji statistik Mc Nemar bahwa χ2 hitung > χ2tabel. Secara keseluruhan terjadi peningkatan yang positif
terhadap hasil belajar IPA dengan menggunakan media animasi, (3). respon siswa terhadap pembelajaran IPA menggunakan media animasi antara lain: merasa senang, tertarik, sangat membantu, membentuk sikap kreatif, memahami konsep lebih sederhana dan praktis, semakin faham, belajar sungguh-sungguh, dan perlu diterapkan di sekolah.
Saran
Diharapkan dalam proses pembelajaran IPA guru menggunakan media pembelajaran agar pembelajaran lebih konkrit dan mudah dipahami siswa. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Penelitian penggunaan media animasi dapat dilanjutkan baik pada materi berbeda atau pada kelas yang berbeda.
Daftar Pustaka
BNSP. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP/MTs. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Direktorat Pembinaan SMA. 2008. Sistem Penilaian KTSP. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Endriani, Ani. 2011. Jenis-jenis Media. http://aniendriani.blogspot.com /2011/03/jenis-jenis-media.html. (diakses tanggal 6 Juni 2013)
Indra Munawar. 2009. Hasil Belajar (Pengertian dan Definisi). http://indramunawar. blogspot.com/2009/06/hasil-belajar-pengertian-dan-definisi.html diakses pada tanggal 6 Juni 2013.
Siegel, Sidney. 1997. Statistik Nonparametrik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Sigit Daryanto. 1998. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya : Apollo Sutikno, M. Sobry. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Lombok : Holistica
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Jaka Afriana, lahir di Sambas (Kalimantan Barat), 22 April 1985. Menyelesaikan pendidikan sarjana pada program studi pendidikan fisika di FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak, lulus tahun 2008. Pada tahun 2014, penulis diterima pada program studi pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana UPI Bandung melalui program beasiswa Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Dikdas Kemdikbud.
Penulis memulai karir sebagai guru honorer pada tahun 2008 dan lulus CPNS pada tahun yang sama. Penulis mengajar IPA di SMP Negeri 6 Sambas dan pernah mengajar fisika di SMA swasta. Selama menjadi guru penulis aktif di organisasi dengan menjabat sebagai sekretaris MGMP IPA SMP/MTs Rayon Sambas dan sekretaris Ikatan Alumni Pendidikan Fisika (IAPF) FKIP UNTAN. Tahun 2014, penulis mendapatkan penghargaan guru SMP berprestasi Kabupaten Sambas sekaligus memperoleh predikat kedua guru SMP berprestasi Provinsi Kalimantan Barat. Publikasi ilmiah penulis yang telah terbit antara lain:
1. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA FKIP UNTAN Pontianak vol. 4 No. 1 Juli dengan judul Penggunaan Multimedia dalam Pembelajaran Teori Kinetik Gas di SMA/MA Negeri dan Swasta Kecamatan Sambas sebagai ketua peneliti. 2. Terigas Education Journal Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas No.1 tahun 1
Maret 5 berjudul Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Menggunakan Media Animasi pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 6 Sambas Tahun Pelajaran 2012/2013 .
3. Judul Penggunaan Alat Peraga Sederhana SISI MISTIS dalam Pembelajaran Listrik Statis” terbit di Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika FKIP UAD Yogyakarta vol. 2 No.2, Oktober 2015.
4. Presenter International Seminar on Science Education (ISSE) Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2015 dengan judul Improving Scientific Literacy Through Project-Based Learning”.
5. Proceeding ISSE UNY dengan judul artikel Models of Integrated STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) Learning to Build Scientific Literacy, sebagai penulis kedua.
6. Proceeding International Conference on Educational Research and Development (ICERD) Universitas Negeri Surabaya tahun 2015 sebagai penulis ketiga dengan judul Developing Virtual Test as Alternative Assessment for Measure students Science literacy .
Selain artikel penelitian, penulis juga pernah mendapatkan Research Grant
SEAMEO QITEP in Science bagi guru IPA pada tahun 2015 bersama tim sebagai