Kerusakan Lingkungan Yang disebabkan Ill

13 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Hutan sebagai sumber daya alam yang memiliki berbagai manfaat penting bagi keberlangsungan hidup mahluk hidup. Pengelolaan hutan yang baik harus dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Hutan pun memiliki fungsi yang sangat banyak bagi makhluk hidup di dunia, salah satunya sebagai tempat tinggal spesies-spesies tumbuhan dan hewan yang langka. Tapi sayangnya di Indonesia masih kurangnya pengelolaan hutan yang baik dan benar dan masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya fungsi hutan. Maka dari itu tidak heran jika banyak kerusakan hutan di Indonesia. Kerusakan hutan di Indonesia paling banyak dipengaruhi oleh kasus Illegal logging.

Permasalah pembalakan liar (illegal logging) di Indonesia bukan lagi menjadi sesuatu hal yang baru. Maraknya kasus illegal logging di Indonesia terutama di provinsi Kalimantan membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus illegal logging terbanyak didunia. Banyaknya kasus illegal logging yang terjadi di Indonesia dikhawatirnya dapat menimbulkan banyak dampak negatif, terutama dampak untuk hewan dan juga tumbuhan. Jika hutan rusak maka sudah pasti banyak makhluk hidup yang kehilangan tempat tinggalnya dan bisa saja menimbulkan kepunahan bagi beberapa spesies. Selain itu dampak yang ditimbulkan bagi kehidupan manusia ialah mulai terasanya pemanasan global, mudah terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor.

(2)

Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali peraturan tentang kehutanan yang terutama membahas tentang tindakan illegal logging. Namun karena tidak semua orang mengetahuinya dan juga kurangnya sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat yang berada di pedalaman membuat masih maraknya tindakan illegal logging. Selain itu pratisipasi masyarakat yang masih minim untuk melestarikan hutan di Indonesia memberikan pengaruh terhadap kecintaan masyarakat untuk melestarikan hutan yang ada di Indonesia.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini utuk meninjau kerusakan hutan di Indonesia yang diakibatkan oleh illegal logging dan juga faktor penyebab dan dampak yang ditimbulkan. Selain itu juga memberika info tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi praktek illegal logging di Indonesia.

1.3 Rumusan Masalah

Adapun beberapa masalah yang dibahas di makalah ini, yaitu:

1. Apa pengertian dari illegal logging ?

2. Bagaimana kasus illegal loging di Indonesia ?

3. Apa saja faktor-faktor penyebab praktek illegal logging di Indonesia ?

4. Bagaimana penanggulangan dan peraturan atas praktek illegal logging di Indonesia ?

(3)

BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Illegal Logging

Ileggal logging atau pembalakan liar berdasarkan Inpres No.5 Tahun 2011, tentang Pemberantasan Penebangan Kayu illegal (Illegal Logging) dan Peredaran Hasil hutan Illegal di Kawasan Ekosistem Leuser dan taman Nasional Tanjung Puting, adalah penebangan kayu dikawasan hutan dengan tidak sah.

Menurut pendapat Haryadi Kartodiharjo, illegal logging merupakan penebangan kayu secara tidak sah dan melanggar peraturan perundang-undangan, yaitu berupa pencurian kayu didalam kawasan hutan Negara atau hutan hak (milik) dan atau pemegang ijin melakukan penebangan lebih dari jatah yang telah ditetapkan dalam perizinan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa illegal logging adalah praktek penebangan hutan kayu yang tidak sah dan tidak memiliki izin yang sah dari pemerintah setempat.

2.2 Praktek Illegal Logging di Indonesia

(4)

Kementerian Kehutanan menyebutkan dari sekitar 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia, 42 juta hektar diantaranya sudah habis ditebang. Kerusakan atau ancaman yang paling besar terhadap hutan alam di Indonesia adalah penebangan liar, alih fungsi hutan menjadi perkebunan, kebakaran hutan dan eksploitasi hutan secara tidak lestari baik untuk pengembangan pemukiman, industri, maupun akibat perambahan. Kerusakan hutan yang semakin parah menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan disekitarnya. Contoh nyata yang frekuensinya semakin sering terjadi adalah konflik ruang antara satwa liar dan manusia. Rusaknya hutan habitat satwa liar menyebabkan mereka bersaing dengan manusia untuk mendapatkan ruang mencari makan dan hidup, yang sering kali berakhir dengan kerugian bagi kedua pihak. Rusaknya hutan telah menjadi ancaman bagi seluruh makhluk hidup.1

Kasus illegal loggin di Indonesia sendiri banyak terjadi di provinsi Kalimantan. Provinsi Kalimantan merupakan provinsi yang memiliki hutan terbanyak di Indonesia bahkan dunia. Maka dari itu Kalimantan disebut-sebut sebagai paru-paru dunia.

Menurut data olahan Tempo (22 Juli 2007), sejak tahun 2001 hingga 2006 jumlah penebangan illegal berkisar antara 19 hingga 27 juta meter kubik per tahun, atau rata-rata 23 juta meter kubik per tahun dalam 5 tahun terakhir. Angka tersebut jika dianalogikan dengan luas hutan yang ditebang mencapai 27 kilometer persegi setiap tahunnya, setara dengan 40 kali luas Jakarta. Epidemi llegal logging tidak hanya merambah kawasan hutan produksi negeri ini, tetapi juga kawasan hutan konservasi dan taman-taman nasional yang dilindungi demi menjaga kekayaan dan kelestarian keanekaragaman hayati. Laporan PBB tersebut menemukan bahwa praktek illegal logging terjadi di 37 dari 41 taman nasional di Indonesia, seperti Taman Nasional Tanjung Putting dan Taman Nasional Gunung Leuser. Jenis-jenis kayu yang menjadi objek aksi Illegal logging di Indonesia adalah kayu-kayu yang laku di pasaran internasional, seperti kayu ramin dan jelatung.

Para aktor intelektual di balik praktek Illegal logging di Indonesia merupakan penjahat berkerah putih yang sepertinya tidak pernah terjerat oleh hukum. Mereka terdiri dari para pengusaha kayu (cukong kayu) dibantu oleh aparat militer dan polisi, pejabat pemerintah dan politisi yang korup, mafia peradilan, sampai sidikat penyelundupan internasional yang

(5)

melakukan segala upaya untuk mengeksploitasi seluruh sumber daya hutan yang ada di Indonesia. Mereka sangat sukar untuk diadili karena mereka mampu membeli peradilan dengan uang hasil dari Illegal logging.2

Negara sudah sangat dirugikan oleh praktek Illegal logging. Departemen Kehutanan memprediksi kerugian ekonomi akibat praktek Illegal logging mencapai 30-40 triliun rupiah per tahun. Belum lagi kerugian ekologis dan sosial akibat pengrusakan hutan. Illegal logging dapat disebut sebagai biang keladi dari serangkaian bencana ekologis, seperti banjir, tanah longsor, dan yang baru-baru ini muncul ke permukaan, isu pemanasan global, serta menjadi ancaman terhadap habitat spesies-spesies yang terancam punah. Dalam konteks kehidupan sosial manusia, praktek Illegal logging harus dibayar mahal berupa hilangnya penghidupan tradisional masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan. Semestinya, masyarakat sekitar hutan bisa menikmati hasil hutan dan menjadikannya sebagai sumber penghidupan, tetapi kebanyakan hasil hutan dinikmati kalangan tertentu.3

Kasus terbesar pembalakan liar di Indonesia terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Tambora dengan volume penebangan diperkirakan mencapai 1.000 meter kubik lebih itu diduga menyalah gunakan SKAU kayu. Terkait dengan praktik pembalakan liar itu jajaran Dinas Kehutanan NTB telah menyita 5 truk memuat 52 meter kubik kayu di Desa Beriungin Jaya dan 3 truk membuat 30 hingga 33 meter kubik yang diduga ditebang di kawasan hutan lindung Gunung Tambora. Jenis kayu yang ditebang di kawasan hutan lindung Tambora tersebut didominasi oleh jenis Rajumas (duabanga mollucana) berdiameter satu sampai dua meter lebih yang usianya lebih dari 100 tahun. Satu batang bisa mencapai 50 hingga 60 meter kubik. Praktik pembalakan liar di kawasan hutan lindung Gunung Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat diduga melibatkan oknum pengusaha yang memberikan modal dan peralatan untuk menebang kayu. 4

Tingkat kerusakan hutan Tambora akibat penebangan pohon secara liar itu sudah mencapai 30 persen dari luas kawasan hutan Tambora yang mencapai 70.000 hektare lebih. Kawasan hutan lindung Tambora terbagi atas tiga bagian, yakni kawasan hutan produksi, hutan

2 http://deviratnasavitri.wordpress.com/illegal-logging/ 3 ibid

(6)

olahan investor dan hutan taman buru. Namun semua bagian mengalami kerusakan yang diperkirakan mencapai 30 persen. Kerusakan terparah terjadi di kawasan hutan olahan investor yang mencapai 50 persen dari total luas areal 30.000 ha. Kawasan itu pernah dikelola PT Vener Production yang mengantongi Hak Pemanfaatan Hutan (HPH) dan tidak sempat direklamasi pascakontrak pengelolaan. Sementara tingkat kerusakan di hutan produksi mencapai 25 persen dari total 26.000 ha, demikian pula tingkat kerusakan hutan taman buru yang juga mencapai 25 persen lebih.5

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan terjadi 124 kasus kejahatan kehutanan sejak 2001 hingga 2012 yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 691 triliun. Peneliti ICW, Lalola Easter Kaban, mengatakan kondisi tersebut menunjukan banyaknya penyimpangan yang terjadi di sektor kehutanan.6

Ada tiga jenis pembalakan illegal. Pertama, yang dilakukan oleh orang atau kelompok orang, baik yang tinggal di sekitar hutan atau bahkan jauh berada dari hutan yang tidak mempunyai hak legal untuk menebang pohon. Kedua, dilakukan oleh perusahaan kehutanan yang melanggar ketentuan-ketentuan dalam izin yang dimilikinya. Ketiga dilakukan olehorang-orang tertentu yang mengatasnamakan rakyat.7

Pelaku illegal logging di Indonesia pun sangat beragam, dan pelaku illegal logging pun membuat maraknya terjadi praktek illegal logging. Ini adalah beberapa pelaku illegal logging di Indonesia8:

 Cukong, yaitu pemilik modal yang membiayai kegiatan penebangan liar dan yang

memperoleh keuntungan besar dari hasil penebangan liar. Di beberapa daerah dilaporkan bahwa para cukong terdiri dari anggota MPR, anggota DPR, pejabat pemerintah (termasuk para pensiunan pejabat), para pengusaha kehutanan, oknum TNI dan POLRI.

 Sebagian masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan maupun yang

didatangkan sebagai pelaku penebangan liar (penebang dan pengangkut kayu curian).

5 ibid

6 http://www.tempo.co/read/news/2013/10/27/063525081/ICW-Kejahatan-Hutan-Rugikan-Uang-Negara-Rp-691-Triliun

7 http://green.kompasiana.com/penghijauan/2011/04/23/problematika-penanganan-illegal-logging-di-indonesia-357287.html

(7)

 Sebagian pemilik pabrik pengolahan kayu (industri perkayuan) skala besar, sedang, dan

kecil, sebagai pembeli kayu curian (penadah).

 Oknum pegawai pemerintah (khususnya dari instansi kehutanan) yang melakukan KKN,

memanipulasi dokumen SAKB (SKSHH), dan tidak melaksanakan tugas pemeriksaan sebagaimana mestinya.

 Oknum penegak hukum (hakim, jaksa, polisi, TNI) yang bisa dibeli dengan uang

sehingga para aktor pelaku penebangan liar, khususnya para cukong dan penadah kayu curian dapat terus lolos dengan mudah dari hukuman. Oknum TNI dan POLRI turut terlibat, termasuk ada yang mengawal pengangkutan kayu curian di jalan-jalan kabupaten/provinsi.

2.3 Faktor Penyebab Tidakan Illegal Logging

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya illegal logging di Indonesia, yaitu9:

 Adanya krisis ekonomi yang berkelanjutan mengakibatkan tingginya harga –harga barang

konsumsi, sementara masyarakat disekitar hutan yang sudah miskin tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan hidupnya, sehingga salah satu cara yang paling mudah adalah memanfaatkan hutan untuk kepentingan diri sendiri dengan jalan memanfaatkan hutan dengan tanpa memperhatikan kaidah-kaidah pemanfaatan hutan, khususnya kayu, dengan cara yang tidak benar.

 Dengan krisis ekonomi pula mengakibatkan perusahaan yang bergerak disektor

kehutanan, khususnya industri kayu, banyak yang mengalami kemunduran usaha, karena tingginya harga – harga barang produksi, sehingga untuk mendapatkan bahan baku kayu dengan harga murah dilakukan pembelian dari kayu yang tidak syah yang berasal dari hasil praktek illegal logging.

 Lemahnya penegakan hukum, karena tidak adanya concerted action yang dapat

menyuburkan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Disamping itu kurangnya dana atau lack of budget dalam upaya mendukung kemampuan politik dan kurangnya tekanan

(8)

publik. Pada tataran masyarakat, kondisi moral, sosial dan budaya masyarakat, serta aparat cenderung menjadi tidak kondusif terhadap kelestarian hutan dan dilain pihak masih banyak industri pengolahan kayu yang membeli dan mengolah kayu dari hasil illegal logging.

 Tingginya permintaan kebutuhan kayu yang berbanding terbalik dengan persediaannya.

Dalam kontek demikian dapat terjadi bahwa permintaan kebutuhan kayu sah tidak mampu mencukupi tingginya permintaan kebutuhan kayu. Hal ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional dan besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri/konsumsi lokal. Tingginya permintaan terhadap kayu di dalam dan luar negeri ini tidak sebanding dengan kemampuan penyediaan industri perkayuan. Ketimpangan antara persediaan dan permintaan kebutuhan kayu ini mendorong praktik illegal logging di taman nasional dan hutan konservasi.10

2.4 Peraturan Tentang Illegal Logging di Indonesia

Sebenarnya sudah banyak Undang-Undang yang mengatur tentang praktek illegal logging. Namun tetap saja aturan hanyalah aturan, karena pada faktanya masih banyak orang-orang yang melakukan praktek illegal logging tersebut. Peraturan-peraturan tersebut tidak disertai dengan praktik penegakannya. Itulah mengapa masih banyak orang yang melanggarnya.

Undang-undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Di pasal tersebut dibahas jelas tentang segala peraturan dan hukuman bagi ornag-orang yang melakukakn praktek illegal logging. Peraturan-peraturan tersebut seharusnya disosialisasikan kepada masyarakat luas, agar masyarakat mengetahui peraturan-perautan tersebut.

2.5 Penaggulangan illegal logging di Indonesia

Untuk mengatasi illegal logging dan sekaligus juga perambahan hutan, kiranya pemerintah perlu melakukan restrukturisasi atas kelebagaan ini sebagaimana yang diamanatkan dalam program ketiga Departemen Kehutanan yaitu: restrukturisasi kelembagaan sektor

(9)

kehutanan, dengan cara antara lain perlu dibentuk unit-unit pengelolaan hutan untuk setiap unit kawasan hutan di bawah satuan kerja yang telah ada dengan fasilitas yang memadai. Perlu mendudukkan fungsi Dinas Kehutanan di provinsi sebagai regulator di samping fungsinya sebagai koordinator lembaga/instansi kehutanan yang ada di provinsi/ kabupaten/kota; sehingga jelas tugas/fungsinya sebagai instansi pemerintah yang melaksanakan tugas umum pemerintahan (melaksanakan kebijakan publik). Selain itu, perlu mengembalikan fungsi Perhutani ke dalam fungsi BUMN murni yang diberi tugas mencari/ mendapatkan keuntungan finansial bagi perusahaan untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan kehutanan dalam arti luas.11

Pengembangan pengelollan hutan bersama masyarakat dan juga peningkatan pengawasan hutan dan penegakan hukum bersama masyarakat. Mensosialisasikan pentingnya hutan bagi kehidupan dan juga sosialisasi tentang illegal logging. Maka dari beberapa langkah tersebut yang dilakukan bisa meminimalisir jumlah praktek ilegal logging di Indonesia.

2.6 Dampak Illegal Logging

Ada banyak dampak yang ditimbulkan dari praktik illegal logging di Indonesia, sudah jelas dampak tersebut sudah mulai terasa ter;utama dampak terhadap lingkungan. Ini adalah beberapa dampak illegal logging12:

 Kepunahan berbagai varietas hayati

Illegal logging yang kian marak tentunya akan merusak bahkan menghilangkan habitat asli dari berbagai flora dan fauna. Dengan rusaknya habitat mereka, maka mereka akan kesulitan untuk melangsungkan kehidupannya, seperti kesulitan mencari makan akibat sumber makanan mereka yang ditebang, tidak adanya tempat untuk berkembang biak dan sebagainya. Contoh nyata ialah populasi orang hutan yang terancam punah,

khususnya di Pulau Kalimantan yang diakibatkan illegal logging dan pengalih fungsian hutan menjadi perkebunan sawit. Selain itu, populasi gajah Sumatra juga terancam punah akibat pembalakan hutan. Para ahli mengestimasikan apabila hal ini tidak ditangani

11 http://green.kompasiana.com/penghijauan/2011/04/23/problematika-penanganan-illegal-logging-di-indonesia-357287.html

(10)

dengan serius, generasi mendatang hanya akan mengetahui flora dan fauna tersebut melalui fosil ataupun foto-foto saja.

 Menimbulkan Bencana Alam

Pohon-pohon ditebangi hingga jumlahnya semakin hari semakin berkurang

menyebabkan hutan tidak mampu lagi menyerap air hujan yang turun dalam jumlah yang besar,sehingga air tidak dapat meresap ke dalam tanah. Tentunya, ini bisa menyebabkan banjir,seperti yang terjadi belum lama ini yaitu bencana banjir bandang di Wasior, Papua yang menewaskan hampir 110 orang. Contoh lainnya ialah banjir yang setiap tahunnya menjadi langganan di Jakarta. Banjir di ibu kota Indonesia terjadi karena kurangnya daerah serapan air akibat adanya pengalih fungsian hutan menjadi pemukiman. Dengan pengalih fungsian ini, fungsi hutan juga akan menurun.

 Menipisnya Cadangan Air

Seperti yang kita ketahui, salah satu fungsi hutan ialah tempat cadangan air. Dengan semakin maraknya illegal logging akan mengurangi eksistensi hutan, maka cadangan air bersih juga akan berkurang. Itulah sebabnya, di Indonesia sering terjadi kekeringan air khususnya pada musim kemarau.

 Merusak Lapisan Tanah

Ketika eksistensi hutan menurun, maka hutan akan tidak optimal untuk menjalankan fungsinya menjaga lapisan tanah sehingga akan memperbesar probabilitas terjadi erosi yang nantinya dapat mengakibatkan lapisan tanah hilang dan rusak.

 Penyebab Global Warming

Isu global warming pastilah tidak asing di telinga kita. Isu ini tidak hanya menyedot perhatian sebagian masyarakat tertentu, tetapi telah menjadi masalah global. Global warming membawa dampak berupa bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, seperti angin puyuh, seringnya terjadi ombak yang tinggi, dan sulitnya memprediksi cuaca yang mengakibatkan para petani yang merupakan mayoritas penduduk di

Indonesia sering mengalami gagal panen. Global warming juga mengakibatkan semakin tingginya suhu dunia, sehingga es di kutub mencair yang mengakibatkan pulau-pulau di dunia akan semakin hilang terendan air laut yang semakin tinggi volumenya. Global warming terjadi oleh efek rumah kaca dan kurangnya daerah resapan CO2 seperi hutan. Hutan di Indonesia yang menjadi paru- paru dunia telah hancur oleh ulah para pembalak liar.

(11)

Dari perspektif ekonomi kegiatan illegal logging telah mengurangi penerimaan devisa negara dan pendapatan negara. Berbagai sumber menyatakan bahwa kerugian negara yang diakibatkan oleh illegal logging mencapai Rp 30 trilyun per tahun. Permasalahan ekonomi yang muncul akibat penebangan liar bukan saja kerugian finansial akibat hilangnya pohon, tidak terpungutnya DR dan PSDH akan tetapi lebih berdampak pada ekonomi dalam arti luas, seperti hilangnya kesempatan untuk memanfaatkan keragaman produk di masa depan (opprotunity cost).

 Dilihat dari aspek sosial, illegal logging menimbulkan berbagai konflik hak atas hutan,

konflik kewenangan mengelola hutan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah serta masyarakat adat setempat.

 Dilihat dari aspek budaya seperti illegal logging dapat memicu ketergantungan

(12)

BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Tindakan illegal logging merupakan tindakan kejahatan di sektor kehutanan. Illegal logging bukan lah masalah yang sepele, karena jika terus menerus makan dampaknya akan semakin memburuk. Banyak faktor pula yang melatar belakangi terjadinya kasus illegal logging. Saat ini saja dampaknya sudah mulai banya baik yang secara langsung maupun tidak langsung. Maka dari itu sebaiknya pemerintah serta masyarakat pun harus semakin mengawasi dan benar-benar menindak palaku illegal logging dengan hukuman yang berat, karena ini merupakan kejahatan yang bisa mengancam kehidupan dimasa depan. Mungkin memang sulit untuk benar-benar menghapus tindakan illegal logging, namun jika kita mau mengingatkan masyarakat akan pentingnya hutan dan juga menurunkan permintaan barang-barang yang berasal dari kayu mungkin bisa sedikit meminimalisir tindakan illgal logging di Indonesia.

Apalagi jika kita tahu bahwa di Indonesia ada paru-paru dunia yaitu Kalimantan, maka wajib bagi masyarakat Indonesia untuk melestarikannya. Karena jika Indonesia kehilangan banyak hutannya dikarenakan illegal logging maka akan berdampak pula pada dunia. Bayangkan saya jika dunia adalah manusia yang dimana paru-parunya rusak, makan tidak mungkin organ lainnya akan berfungsi jika paru-parunya sendiri pun rusak begitu pula dunia.

3.2 Saran

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Hakim Ridha, Kehutanan,

http://www.wwf.or.id/tentang_wwf/upaya_Skami/forest_spesies/tentang_forest_spesies/ke hutanan/ (diakses pada tanggal 5 Februari 2014)

Savitri Ratna Devi, Illegal Logging, http://deviratnasavitri.wordpress.com/illegal-logging/

(diakses pada pada tanggal 8 Januari 2014)

Wijaya Sukma Angga, ICW Kejahatan Hutan Rugikan Uang Negara Rp.691 Triliun,

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/27/063525081/ICW-Kejahatan-Hutan-Rugikan-Uang-Negara-Rp-691-Triliun (diakses pada tanggal 5 Februari 2014)

Masud Masnun, Menguak Kasus Pembalakn Liar di Hutan Tambora,

http://www.antarantb.com/print/23568/menguak-kasus-pembalakan-liar-di-hutan-tambora-oleh-masnun-masud (diakses pada tanggal 8 Januari 2014)

Artikel Kuliah Makalah Illegal Logging, http://www.makalahkuliah.com/2012/05/illegal-logging.html (diakses pada tanggal 8 Januari 2014)

Hilal Syamsul, Upaya Pemberatasan Illegal Logging,

http://syamsuhilal.blogspot.com/2013/01/upaya-pemberantasan-illegal-logging-di.html

(diakses pada tanggal 5 Februari 2014)

Malik Halim, Problematika Penanganan Illegal Logging di Indonesia,

http://green.kompasiana.com/penghijauan/2011/04/23/problematika-penanganan-illegal-logging-di-indonesia-357287.html (diakses pada tanggal 5 Februari 2014)

Sekar Agnes, Illegal Logging di Indonesia Harus Segera Ditanggulangi Untuk Menuju Good Governanc, http://agnessekar.wordpress.com/2009/07/04/illegal-loging-di-indonesia-harus-segera-ditanggulangi-untuk-menuju-good-governance/ (diakses pada tanggal 5 Februari 2014)

Agies , Makalah Illegal Logging di Indonesia,

http://candlesinmyheart.wordpress.com/2012/07/20/makalah-illegal-logging-di-indonesia/

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...