• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Teori Dasar dalam Psikologi Sosial

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Teori Teori Dasar dalam Psikologi Sosial"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Teori-Teori Dasar dalam Psikologi Sosial

1. Teori Genetik

Teori ini menekankan pada kualitas pembawaan sejak lahir atas tingkah laku sosial. Dasar asumsi ini merupakan komponen dari tingkah laku sosial yang dihubungkan atau mempunyai akar pada penyebab genetik yang tidak dipelajari. Menurut Konrad Lorenz (1966) tingkah laku agresi adalah perwujudan dari insting agresi yang dibawa sejak lahir dan berasal dari kebutuhan untuk melindungi diri. Sedangkan menurut Douglas (1966) banyak sifat tingkah laku spesifik dpt dijelaskan dalam istilah insting. Misalnya : Ibu melindungi anaknya maka dia menjelaskan tingkah laku

tersebut sebagai parental insting.

. 2. Teori Belajar

(2)

Ada pun ciri-ciri khusus dalam teori belajar yakni : 1) sebab-sebab perilaku diduga terutama terletak pada

pengalaman belajar individu di massa lampau,

2) cenderung menempatkan penyebab peilaku terutama pada lingkungan eksternal dan tidak pada pengertian individu subjektif terhadap apa yang terjadi,

3) biasanya pendekatan belajar diarahkan untuk menjelaskan perilaku yang nyata dan bukan keadaan subjektif atau psikologis ( faktor-faktor internal seperti emosi atau perasaan, motif, dan persepsi.

3. Teori Kognitif

Teori ini menempatkan secara khusus proses-proses berpikir & bagaimana individu memahami dan mempresentasikan dunia.Teori kognitif lebih memusatkan perhatian pada interpretasi dan perseptual mengenai keadaan sekarang, bukan masa lalu. Mencari sebab-sebab prilaku pada persepsi atau interpretasi individu terhadap situasi. Teori kognitif menekankan bahwa pendekatan yang sesuai terhadap gejala psikologi adalah dengan mempelajari proses kognitif dan bgaimana orang-orang membentuk kesan atas orang lain. Teori kognitif ini juga memerlukan teori atribusi, yakni: sebuah studi sistematis atas bagaimana para pengamat menentukan penyebab tingkahlaku orang lain dan kognisi sosial yang berbicara tentang bagaimana cara orang berfikir dalam memahami dan mengerti dunia sosial mereka (Fiske & Tylor, 1982).

(3)

Tingkah laku orang dewasa merupakan refleksi pengalaman masa kecilnya. Teori ini menekankan bahwa orang bergerak melewati suatu tahapan (stage) yang pasti selama tahun-tahun awal perkembangan yang berhubungan dengan sumber-sumber kesenangan seksual (sexual pleasure) yaitu tahap oral, anal, phalik dan genital. Contohnya, tingkah laku agresi dipandang sebagai manifestasi pembawaan sejak lahir. Contoh lain, prasangka pada org lain, dipandang sebagai konflik individu pada masa kecil dengan orang tuanya yang otoriter yang kemudian direfleksikan dalam ketidak sukaannya pada orang-orang dewasa yang tidak mirip dengan dirinya. Namun banyak ahli psikologi sosial yang tidak cocok menggunakan teori ini, karena teori psikoanalisa memprediksi tingkah laku berdasarkan proses-proses ketidaksadaran yang sulit diobservasi, shingga sulit diuji secara ilmiah untuk membuktikan keabsahannya. Teori psikoanalisa hanya dapat menggambarkan fakta tetapi tidak dapat dipakai sebagai prediktor tingkah laku.

5. Teori Peran

Perspektif dasar teori ini adalah bahwa tingkah laku dibentuk oleh peranan-peranan yang diberikan oleh masyarakat bagi individu-individu untuk melaksanakannya. Teori ini mengakui pengaruh faktor-faktor sosial pada tingkah laku individu dalam situasi yang berbeda. Peranan pada umumnya didefinisikan sebagai sekumpulan tingkah laku yang dihubungkan dengan suatu posisi tertentu (Sarbin & Allen, 1968).

(4)

values yang dipegang orang dan mempengaruhi arah dari pertumbuhan & perkembangan kepribadian mereka. "Impression management" Suatu bidang yang mempelajari cara bagaimana orang-orang mencoba membentuk kesan spesifik dan positif tentang dirinya (Schlenker, 1970).

Asumsi dasar teori peran adalah bahwa orang pada dasarnya adalah konformis, artinya individu selalu melaksanakan peran mereka dan menampilkan prilaku sesuai dengan norma-merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial. Dari berbagai pendapat tokoh-tokoh tentang pengertian psikologi sosial dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial.

Menurut Gordon Allport (1985), psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain, baik secara:

a. secara nyata atau actual

b. dalam bayangan atau imajinasi

(5)

Menurut David O Sears (1994), psikologi sosial adalah ilmu yang berusaha secara sistematis untuk memahami perilaku social, mengenai: a. bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi social

b. bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita c. bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi social

Menurut Sherif & Musfer (1956), psikologi sosial adalah ilmu tentang pengalaman dan perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi stimulus social. Dalam defenisi ini, stimulus social diartikan bukan hanya manusia, tetapi juga benda-benda dan hal-hal lain yang diberi makna social.

Menurut Show & Costanzo (1970), psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku individual sebagai fungsi stimulus-stimulus social. Defenisi ini tidak menekankan stimulus eksternal maupun proses internal, melainkan mementingkan hubungan timbale balik antara keduanya. Stimulus diberi makna tertentu oleh manusia dan selanjutnya manusia bereaksi sesuai dengan makna yang diberikannya itu.

Menurut Baron & Byrne (2006), psikologi sosial adalah bidang ilmu yang mencari pemahaman tetnang asal mula dan penyebab terjadinya pikiran serta perilaku individu dalam situasi-situasi sosial. Defenisi ini menekankan pada pentingnya pemahaman terhadap asal mula dan penyebab terjadinya perilaku dan pikiran.

(6)

a. Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya studi tentang persepsi, motivasi, proses belajar, atribusi (sifat). Walaupun topik-topik ini bukan monopoli dari psikologi sosial, namun psikologi sosial tidak dapat menghindar dari studi tentang topik-topik ini.

b. Studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial dan sebagainya.

c. Studi tentang interaksi kelompok, misalnya: kepemimpinan, komunikasi, hubungan kekuasaan, otoriter, konformitas (keselarasan), kerjasama, persaingan, peran dan sebagainya.

(7)

PSIKOLOGI SOSIAL

Oleh :

ACHMAD IRFAN MUZAKKI

0211143396

MANARITA

Manajemen pemberitaan

Referensi

Dokumen terkait

Using frequency of daily transaction of the stock and cumulative actual return to choose winner and loser stock, this study found that stocks which are winner in

[r]

Puji syukur penulis panjatkan Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan LP3A ya g berjudul Gedung Pertunjukan

Hasil dari penelitian ini: Secara simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel lamanya kerja responden menjadi/bekerja sebagai auditor,

Wisuda Periode IV Universitas Terbuka Tahun 2006 5.. Hadirin dan Wisudawan yang berbahagia... Jika kita cermati lebih jauh, dari potret gelap perempuan Indonesia

Dihubungkan ke alat Kjeldahl, dan dipanaskan dalam lemari asam sampai warna hijau jernih (± 3 jam), dinginkan Setelah dingin, ke dalam labu Kjeldahl ditambahkan 10 ml..

Sistem ini dapat pula mengurangi hambatan di antara orang-orang yang perlu bekerja sama secara erat.sedangkan Sistem gaji yang elitis cenderung menyebabkan tenaga kerja yang

e) Berikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mendiskusikan berdasarkan berbagai macam data dan fakta yang ada. Selanjutnya minta setiap kelompok untuk memasukkan biji-biji