EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN SEBAGAI BEKAL KEGURUAN BAGI
MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
EFFECTIVENESS OF FIELD EXPERIENCE PROGRAM COACHING AS THE PROVISION OF TEACHER TRAINING OF STUDENTS OF STATE
UNIVERSITY OF MAKASSAR
Muhammad Ali R. 1), M. Ali Latief 2), Yabu Mallabasa3) 1Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar 2Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar 1Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar
1) Email: muhammad.ali.r@ unm.ac.id 2) Email: a li.latief @ unm.ac.id 3) Email: yabu . m@ unm.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang jelas terhadap pelaksanaan pembimbingan Program Pengalaman Lapangan bagi mahasiswa Universitas Negeri Makassar menurut penilaian responden. Sasaran penelitian adalah mahasiswa peserta Program Pengalaman Lapangan pada semester gasal tahun ajaran 2016/2017. Variabel utama yang diamati adalah efektivitas pelaksanaan pembimbingan terhadap: (1) pembuatan perangkat pembelajaran, (2) pelatihan mengajar terbimbing, (3) pelatihan mengajar mandiri, (4) pelaksanaan ujian praktik mengajar, dan (5) kegiatan non-mengajar lainnya. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui angket terhadap 187 responden yang diambil melalui teknik sampel kuota dari 384 jumlah populasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembimbingan Program Pengalaman Lapangan yang dilakukan oleh guru pamong sudah sangat baik dan terlaksana sesuai dengan mekanisme pembimbingan, baik dilihat dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas, sehingga dinilai bahwa pembimbingan Program Pengalaman Lapangan sudah efektif, tetapi pembimbingan yang dilakukan oleh dosen tutor belum terlaksana sesuai dengan mekanisme pembimbingan yang seharusnya, sehingga dinilai kurang efektif yang disebabkan oleh berbagai faktor.
Kata Kunci: Efektivitas, pembimbingan, Program Pengalaman Lapangan.
Abstract:
lecturers tutor has not accomplished in accordance with the guiding mechanism which should thus considered less effective due to various factors.
1. PENDAHUL UAN
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bagian intra kurikuler
yang wajib
dilaksanakan oleh mahasiswa
Jurusan/Program Studi
Kependidikan sebagai bagian integral dalam pembentukan profesionalisme keguruan,
sekaligus sebagai persyaratan profesi
kependidikan. Universitas Negeri Makassar sebagai lembaga pendidikan tinggi yang salah satu visi dan misi utamanya adalah menyiapkan tenaga kependidikan yang memiliki dan menguasai
kompetensi keguruan untuk siap bertugas dalam bidang pendidikan, baik sebagai guru maupun sebagai tenaga
kependidikan lainnya. Oleh
karena itu
komposisi kurikulum
pendidikan untuk program S1 tidak terlepas dari latihan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), yakni berupa praktik
pengajaran di sekolah-sekolah latihan bagi calon guru dan praktik non-pengajaran bagi para calon non-kependidikan lainnya.
Untuk mempersiapkan tenaga pengajar yang profesional dan terampil,
maka mahasiswa calon guru dan tenaga
kependidikan harus dibekali kompetensi keguruan melalui program latihan Praktik
Pengalaman Lapangan yang pelaksanaannya dilakukan secara terbimbing dan terpadu di sekolah-sekolah latihan.
M. Entang
(1980: 1)
menjelaskan bahwa: 1) Kegiatan
Program Pengalaman Lapangan mencakup latihan
mengajar dan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan dunia persekolahan atau
keguruan. 2) Program
Pengalaman Lapangan merupakan
proses penyatuan wilayah teoritik berbagai mata kuliah
metodologi pembelajaran dan
manajemen pendidikan. 3) Program
Pengalaman Lapangan adalah salah satu program dalam
pendidikan prajabatan guru yang dirancang untuk melatih calon guru agar
menguasai kemampuan ke-guruan yang utuh dan terintegrasi, sehingga setelah menyelesaika n
pendidikanny
a dapat
mengembang -kan tugas sebagai guru.
Dalam Buku Panduan Program Pengalaman Lapangan Unit Pengelola Teknis Program
Lapangan Universitas
Negeri Makassar (UPT-PPL UNM) dijelaskan bahwa: 1) Program
Pengalaman Lapangan adalah titik kulminasi dari seluruh 2) Program
Pengalaman Lapangan dapat diartikan sebagai salah program yang bersifat ajang pelatihan profesional. 3) Program
Pengalaman aplikatif dan terpadu dari seluruh
pengalaman belajar sebelumnya
ke dalam
program pelatihaan berbagai kinerja dalam semua hal baik kegiatan mengajar
kurikulum, PPL merupakan mata kuliah proses belajar mengajar yang
dipersyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang untuk
menyiapkan mahasiswa calon
guru agar
memiliki atau menguasai
kemampuan keguruan yang terpadu secara utuh, sehingga setelah mereka menjadi guru dapat mengemban
tugas dan
tanggung jawab secara profesional (Sumber: Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
Dalam Buku Panduan Program Pengalaman Lapangan
UPT-PPL UNM
sebagaimana telah disinggung
terdahulu bahwa Program
Pengalaman Lapangan adalah titik kulminasi dari seluruh program
pendidikan yang harus dialami oleh mahasiswa
di Lembaga
Pendidikan Tenaga Kependidikan
(LPTK). Oleh karena itu, PPL dapat diartikan sebagai salah satu program yang bersifat ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan,
sikap dan
keterampilan dalam rangka pembentukan
guru yang
profesional. Dengan demikian, PPL merupakan program yang mempersyarat-kan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh
pengalaman belajar
sebelumnya ke dalam program pelatihaan
kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya.
Kegiatan tersebut
diselenggarakan dalam bentuk pelatihan terbatas, pelatihan
terbimbing, dan pelatihan mandiri yang diarahkan kepada
terbentuknya kemampuan keguruan, yang terjadwal serta memenuhi syarat.
Dipandang dari segi isi, PPL adalah
seperangkat komponen pelatihan
prajabatan guru yang berlangsung dalam siklus teori-praktik secara berlapis dan berulang pada setiap langkah yang
dipersyaratkan
dalam program pelatihan tersebut (Sumber: Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan untuk membentuk mahasiswa calon guru menjadi calon pendidik yang profesional sesuai prinsip pendidikan
berdasarkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Selain itu, PPL berfungsi sebagai bekal bagi mahasiswa calon guru agar memiliki
pengalaman secara nyata tentang
pengajaran di sekolah sehingga diharapkan
mahasiswa/calon
guru juga
memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial (Sumber: Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai paket peningkatan pe-ngembangan kemampuan calon guru, khususnya kamampuan profesionalnya, maka melalui program kegiatan PPL diharapkan dapat
memberikan kesempatan kepada
mahasiswa calon guru untuk memperoleh pengalaman lapangan dalam hal
mengaplikasikan teori pengelolaan kegiatan belajar-mengajar dalam pengalaman nyata.
Hal ini karena guru merupakan pendidikan
profesional
dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Kompetensi yang harus dimiliki seorang guru adalah
kompetensi sosial.
Kompetensi adalah
seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang dimiliki, dihayati dan dikuasai guru. Ruang lingkup keempat
kompetensi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminka n kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif,
memiliki etos kerja sebagai guru. perilaku yang positif
terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. Dalam
konteks guru atau pendidik, kompetensi kepribadian mencakup: (1) bertindak sesuai norma agama,
hukum, sosial, dan peserta didik dan mantap, stabil, dewasa, arif,
dan rasa
percaya diri;
2) Kompetensi pedagogik meliputi: (a) menguasai karakteristik peserta didik dari aspek (b) menguasai teori belajar dan prinsip-kan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu; (d) informasi dan komunikasi n potensi peserta didik untuk
mengaktualisa sikan potensi yang dimiliki; (f)
berkomunikas
i secara
efektif,
empatik, dan santun dengan peserta didik; (g)
menyelenggar akan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar;
dan (h)
memanfaatka
n hasil
penilaian evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 3) Kompetensi
sosial
meliputi: (a) bersifat
inklusif, bertindak obyektif, serta tidak
diskriminasi karena
i secara efektif,
empatik, dan santun,
terhadap sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua, dan masyarakat; (c)
beradaptasi di tempat tugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya;
dan (d)
berkomunikas
i dengan
komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tertulis atau bentuk lain. 4) Kompetensi
profesional meliputi: (a) menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu; (b)
mengembang kan
keprofesional an secara berkelanjutan
dengan melakukan tindakan reflektif (Sumber: Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
Sehubungan dengan
kompetensi guru tersebut, perlu ditegaskan di sini
bahwa guru
merupakan komponen
penting dari proses
pembelajaran sehingga guru harus mempunyai kualitas, cara atau metode mengajar, penguasaan dan pengelolaan materi,
penampilan dan kepribadian. Seorang guru harus memiliki kompetensi dalam menjalankan tugasnya, seorang
guru harus
memiliki
kompetensi yang
diperoleh melalui pendidikan
profesi. Demikian kompetensi-kompetensi utama yang diharapkan dimiliki oleh seorang guru, termasuk di dalamnya bagi calon guru.
Praktik Pengalaman Lapangan
bertujuan untuk membentuk mahasiswa agar menjadi calon pendidik yang profesional sesuai prinsip
pendidikan berdasarkan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Selain itu, PPL berfungsi sebagai bekal
bagi mahasiswa calon guru agar memiliki
pengalaman secara nyata tentang
pengajaran di sekolah sehingga diharapkan
mahasiswa calon
guru juga
memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial (Sumber: Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
maka melalui PPL diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada
mahasiswa/calon guru untuk memperoleh pengalaman lapangan dalam hal
mengaplikasikan teori pengelolaan kegiatan belajar mengajar dalam pengalaman
1) Memberikan kesempatan
an teori
kegiatan pendidikan; 2) Meningkatkan
kompetensi 3) Kegiatan yang
akan dan
sedang dilaksanakan sebagai tolak pangkal untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa; 4) Memberikan
pengalaman lapangan nyata sebagai usaha Ditinjau dari aspek
pengetahuan, mahasiswa dapat memiliki:
1) Pengetahuan praktis dalam mengaplikasik
an teori
pengelolaan akurat;
2) Pengetahuan dalam hal me-laksanakan matang; dan 3) Pengetahuan
dalam hal Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
Ditinjau dari aspek
keterampilan, mahasiswa dapat memiliki:
1) Keterampilan untuk
mengaplikasik
an teori
pengelolaan
2) Ketrampilan menyusun 3) Keterampilan
melaksanakan (KBM); dan 4) Keterampilan
menilai keberhasilan pelaksanaan pengajaran (Sumber: Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
Ditinjau dari aspek sikap, mahasiswa dapat memiliki:
1) Sikap sebagai guru
profesional; 2) Sikap
pengabdian pada tugas profesionalny a;
4) Kesadaran bahwa guru senantiasa terus menerus harus dan teknologi (Sumber: Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
Manfaat Program Pengalaman Lapangan secara umum, yaitu memberi bekal kepada
mahasiswa calon
guru agar kepribadian, dan kompetensi sosial. Selain itu,
pelaksanaan PPL diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap semua komponen yang terkait
dalam PPL
tersebut, seperti mahasiswa, sekolah, dan perguruan tinggi yang
bersangkutan. Manfaat bagi mahasiswa
adalah:
1) Diharapkan mendapatkan kesempat-an untuk
mempraktekk an bekal yang diperoleh selama kuliah di kampus di tempat PPL; 2) Mengetahui
dan mengenal secara
langsung proses belajar-mengajar di sekolah
latihan; dan 3) Mendewasaka
n cara Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
Manfaat bagi sekolah:
1) Meningkatkan kualitas pendidikan; 2) Memberikan
masukan dating; dan 3) Mempererat
kerjasama antara sekolah latihan dengan perguruan Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
Manfaat bagi institusi:
1) Memperoleh masukan tentang kasus pendidikan yang dipakai sebagai bahan pertimbangan penelitian; 2) Memperluas
dan
meningkatkan jaringan kerja sama dengan sekolah-sekolah latihan; dan 3) Memperoleh
masukan tentang perkembanga n pelaksanaan PPL, sehingga kurikulum dan metode yang dipakai dapat disesuaikan dengan
tuntutan yang
ada di
lapangan (Sumber: Buku Panduan PPL UPT-PPL UNM).
dan pada bulan Februari s.d. Juni untuk semester genap. Sedangkan mahasiswa yang diperbolehkan memprogramkan mata kuliah PPL II adalah mereka
yang telah
memenuhi
persyaratan, yakni mahasiswa
tingkat akhir dan telah lulus semua mata kuliah kependidikan yang
dipersyaratkan, telah lulus mata kuliah sekurang-kurangnya 120 sks (Sumber: Petunjuk
Pelaksanaan PPL UNM).
Mahasiswa yang memenuhi persyaratan mengikuti
program kegiatan PPL terlebih dahulu
mendaftarkan diri
di UPT-PPL
UNM dengan cara mengisi formulir
pendaftaran. Formulir
pendaftaran PPL tersebut harus diketahui dan mendapatkan persetujuan Ketua Jurusan/Ketua Program Studi dan oleh Kepala BAKA UNM, kemudian
dikembalikan ke UPT-PPL untuk didaftarkan secara resmi sebagai calon peserta PPL.
Berdasarkan jumlah peserta
PPL yang
terdaftar secara resmi, lalu kemudian
UPT-PPL UNM
menetapkan sekolah mitra tempat latihan
PPL dengan
mempertimbangk
an bidang studi mahasiswa
peserta PPL serta mata pelajaran yang ada di sekolah.
Atas dasar pertimbangan tersebut,
kemudian UPT-PPL
mendistribusikan jumlah peserta
PPL setiap
Jurusan/Prodi pada setiap sekolah mitra.
Terkait dengan
pembimbingan mahasiswa, dalam pelaksanaan PPL, mahasiswa akan dibimbing oleh guru pamong dan oleh dosen tutor.
Guru pamong adalah guru tetap
dalam mata
pelajaran tertentu yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah
berdasarkan surat
permintaan
kebutuhan guru pamong dari pihak UPT-PPL UNM dengan memperhatikan syarat-syarat utama untuk menjadi
pembimbing PPL. Oleh karena itu, Kepala Sekolah berkewenangan menunjuk guru pamong
berdasarkan kompetensi guru, serta kesesuaian mata pelajaran dan pengalaman mengajar.
Dosen tutor adalah dosen tetap Universitas Negeri Makassar yang memiliki kompetensi atau keahlian dalam pembimbingan PPL dan atau
sekurang-kurangnya pernah mengikuti
pembimbingan PPL, serta dapat bertanggungjawa
b untuk
melaksanakan tugas
pembimbingan PPL. Dosen pembimbing PPL ditetapkan oleh Ketua
Jurusan/Ketua Program Studi melalui pimpinan fakultas masing-masing
berdasarkan surat permintaan
kebutuhan dosen pembimbing dari Kepala UPT-PPL UNM.
Selain dosen tutor dan guru pamong, maka untuk kelancaran pelaksanaan PPL di sekolah-sekolah mitra diperlukan
koordinator PPL, yaitu koordinator dari pihak sekolah
mitra dan
koordinator dari pihak UPT-PPL UNM.
Koordinator PPL dari pihak sekolah bertugas dan bertanggung jawab tehadap pelaksanaan kegiatan PPL di sekolah masing-masing.
Sedangkan
koordinator PPL dari pihak
UPT-PPL UNM
bertugas dan bertanggung jawab tehadap pelaksanaan kegiatan PPL di sekolah mitra dimana
koordanator PPL tersebut
ditugaskan oleh Kepala UPT-PPL. Oleh karena itu, koordinator PPL wajib memantau kegiatan PPL di sekolah-sekolah mitra.
Pada awal kegiatan PPL, koordinator PPL memberikan pembekalan kepada
mahasiswa yang dikoordinir, mengantar dan menyerahkan mahasiswa ke pihak sekolah.
Pada akhir
kegiatan PPL, koordinator PPL menarik/menjemp ut mahasiswa PPL di sekolah mitra yang dikoordinir.
Kegiatan observasi dan orientasi sekolah merupakan
kegiatan
pengenalan bagi mahasiswa
peserta PPL agar dapat mengenal lingkungan
sekolah yang akan ditempat untuk latihan praktik megajar. Selain itu,
kegiatan ini diharapkan agar mahasiswa
peserta PPL beradaptasi dengan lingkungan
sekolah yang berorientasi pada keadaan fisik sekolah, keadaan sosial sekolah, masalah
kurikulum dan sistem
pembelajaran, model-model pembelajaran, serta
kelas. Selanjutnya berikut ini akan dijelaskan
mekanisme pembimbingan PPL.
Mekanisme atau prosedur pelaksana-an pembimbingan PPL diatur dalam Panduan PPL UNM. Untuk kelancaran
pembimbingan PPL tersebut, Kepala UPT-PPL memiliki
kewenangan menentukan dan menunjuk dosen pembimbing yang akan bertanggung jawab dalam pem-bimbingan PPL tersebut melalui Ketua Jurusan/Ketua Program Studi pada masing-masing fakultas. Penunjukan dosen pembimbing
didasarkan pada kemampuan dan pengalaman dosen dalam pembimbingan PPL.
Tahapan-tahapan
pembimbingan PPL, meliputi: tahapan observasi dan orienstasi lapangan
(orienstasi sekolah), pelatihan mengajar terbimbing, pelatihan
mengajar mandiri, ujian praktik mengajar, dan bimbingan non-mengajar.
Mekanisme pembimbingan PPL selama masa observasi dan orientasi sekolah antara lain: a) Koordinator
pengantaran
PPL ke
sekolah mitra
menjelaskan kepada mahasiswa
dan guru
pamong tentang tugas-tugas yang akan
dilaksanakan di sekolah tempat ber-PPL,
termasuk dalam kegiatan observasi dan orientasi sekolah. b) Guru pamong
menjelaskan kepada mahasiswa bimbibingann ya tentang tugas yang akan
dilaksanakan, model-model pembelajaran yang berlaku di sekolah, termasuk program pembelajaran/
RPP yang akan
digunakan. c) Mahahsiswa
PPL
menghubungi dosen
pembimbing dan meminta tanda tangan untuk
persetujuan di dalam RPP yang akan digunakan di sekolah
tempat ber-PPL.
Secara praksis Praktik
Pengalaman Lapangan mencakup
beberapa kegiatan berbeda.
Pertama,
pengalaman pembelajaran terbatas atau pem-belajaran mikro
(micro teaching/
isolated skill
development),
pembelajaran sesungguhnya
(real teaching)
tetapi dalam bentuk mikro atau dibatasi baik jumlah peserta didik, waktu, bahan, maupun keterampilan mengajar
sehingga dapat dikontrol. Sifat mikro
dimaksudkan sebagai upaya mengisolasi secara sistematis bagian-bagian pembelajaran yang meliputi
curriculum skill, material skill dan instnicsional
skill. (S.L. La
Sulo, dkk,
1984:6-8).
Kedua,
pengalaman persekolahan yang mencakup dua kegiatan; 1) pembelajaran di kelas
sesungguhnya
(real
teaching/real classroom
teaching), yaitu
pem-belajaran yang dilakukan oleh mahasiswa praktikan di sekolah dalam kelas baik dalam bimbingan
(supervied
teaching) sampai
dapat ber-tangungjawab penuh (full responsibility teaching).dan 2).
Praktek berbagai aktivitas yang berhubungan dengan sekolah
(field
familiarization)
yang
dimaksudkan sebagai upaya mem-perkenalkan mahasiswa
praktikan akan kehidupan
sekolah (school
lift) (S.L. La Sulo,
dkk, 1984 :4). Melalui program kegiatan latihan Praktik Pengalaman Lapangan diharapkan
menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa calon guru untuk mengetahui lebih jauh tentang dunia pendidikan serta belajar berinteraksi dengan peserta
didik agar
nantinya bisa menjadi guru yang profesional seperti yang diharapkan oleh semua pihak.
Untuk menjadikan tenaga pengajar yang profesional dan terampil
maka perlu
dilakukan
program kegiatan latihan Praktik
Pengalaman Lapangan dengan pembimbingan yang optimal. .
Permasalahan yang diamati dalam penelitian
ini adalah
pelaksanaan pem-bimbingan
Praktik Pengalaman Lapangan II (PPL
II) bagi
mahasiswa Universitas
Negeri Makassar. Fokus penelitian diarahlan pada proses
pembimbingan yang meliputi bimbingan
pembuatan perangkat pembelajaran, pelatihan mengajar terbimbing, pelatihan
dan kegiatan non-mengajar lainnya.
Dalam Laporan
Pelaksanaan PPL UNM diperoleh informasi bahwa pelaksanaan PPL
lima tahun
terakhir ini mengalami
peningkatan yang cukup signifikan ditinjau dari segi kuantitas, tetapi
dari segi
kualitasnya, terutama terhadap pembimbingan dari pihak dosen tutor belum terlaksana
sebagaimana yang diharapkan.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap
pembimbingan PPL selama ini, serta informasi dari guru pamong dan dosen tutor diperoleh
informasi bahwa
pelaksanaan pembimbingan
PPL belum
optimal yang disebabkan oleh berbagai hal. Diantaranya adalah dosen tutor kurang
memberikan perhatian terhadap mahasiswa
bimbingannya, sebaliknya juga mahasiswa tidak secara efektif melakukan
konsultasi dengan dosen tutor.
Untuk membuktikan asumsi tersebut,
maka perlu
dilakukan
penelitian yang cermat dan akurat. Itulah beberapa alasan yang mendasari
pentingnya
penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan data
dan informasi yang jelas dan akurat mengenai efektivitas
pelaksanaan pembimbingan
PPL bagi
mahasiswa Universitas Negeri Makassar.
2. METODE PENELITIA N
Penelitian ini dilakukan
terhadap mahasiswa
peserta Praktik Pengalaman Lapangan II (PPL
II) bagi
mahasiswa Universitas
Negeri Makassar. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa
peserta PPL reguler pada semester ganjil tahun ajaran 2016/2017.
Jumlah populasi sebanyak 374 orang dari 21 Jurusan/Program Studi dalam lingkungan
Universitas
Negeri Makassar. Variabel utama yang diamati adalah efektivitas pelaksanaan pembimbingan PPL, khususnya terhadap: (1) pembuatan
perangkat
pembelajaran, (2) pelatihan
mengajar
terbimbing, (3) pelatihan
mengajar mandiri, (4) pelaksanaan ujian praktik mengajar, dan (5) kegiatan non-mengajar lainnya. Teknik
yang diambil melalui teknik sampel kuota dari
374 jumlah
populasi.
Penelitian ini menggunakan teknik quota
sampling. Dalam
penelitian ini, peneliti
memastikan bahwa komposisi sampel akhir yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi kriteria kuota penelitian
ini untuk
mewakili dari seluruh sampel. Teknik
pengumpulan datanya menggunakan
angket dan
wawancara
terbatas. Oleh karena peneliti mengalami
kesulitan untuk mengumpulkan responden secara bersamaan maka
secara otomatis peneliti
memerlukan waktu yang cukup untuk menemui responden dalam rangka pengisian angket. Artinya peneliti harus mendatangi responden, baik di sekolah tempat PPL maupun di kampus dan di luar kampus dimana mereka berada.
Data yang bersifat kuantitatif dianalisis melalui teknik analisis
deskriptif-kuantitatif, yakni melalui tabel persentase.
Sedangkan data yang bersifat data kualitatif yang diperoleh dari wawancara
terbatas, catatan-catatan penting dari responden dianalisis melalui
teknik analisis
deskriptif-kualitatif setelah diinterpretasi terlebih dahulu.
Teknik analisis datanya, menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman (1992:16-20), yakni melalui metode induktif sebagaimana petunjuk/saran F. Bacon (dalam Muhammad Ali, 1985: 20). Dalam hal ini, ada tiga komponen utama dalam model analisis tersebut, yakni (a) reduksi
data, (b)
penyajian data, dan (c) penarikan kesimpulan
(verifikasi). 3. HASIL DAN
PEMBAHAS AN
Berdasarkan hasil penelitian
diperoleh
informasi bahwa
peran guru
pamong dalam kegiatan
pembimbingan PPL menurut penilaian
responden sudah baik. Indikatornya adalah
pelaksanaan pembimbingan sudah terlaksana sesuai dengan mekanisme
pembimbingan sebagaiman diatur dalam panduan teknis
pembimbingan PPL.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa
pembimbingan Praktik
Pengalaman Lapangan terhadap mahasiswa Universitas
sesuai dengan mekanisme
pembimbingan, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas, sehingga dapat dikatakan bahwa pembimbingan PPL dinilai sudah efektif, terutama pembimbingan dari pihak guru pamong, namun pembimbingan dari pihak dosen tutor belum terlaksana sesuai dengan
mekanisme pem-bimbingan yang seharusnya
sehingga dinilai belum efektif yang disebabkan oleh berbagai faktor.
Data tersebut ditunjukkan dalam hasil penilaian
responden, yakni sebanyak 116 responden
(62,03%) memberikan penilaian dengan “skor 3” (cukup tinggi) dan 71 responden lainnya (37,97%)
memberikan penilaian dengan “skor 4” (sangat tinggi) terhadap pembimbingan dalam kegiatan orientasi dan observasi
lapangan,
sebanyak 153 responden
(81,82%) memberikan penilaian dengan “skor 4” (sangat tinggi) dan 34 responden
(18,18%) memberikan penilaian dengan “skor 3” (cukup tinggi) terhadap pelaksanaan pembimbingan pembuatan perangkat pembelajaran.
Berdasarkan jawaban
responden
terhadap variabel peran dosen tutor dalam
pembimbingan PPL, khususnya terhadap
pembuatan
perangkat pem-belajaran,
pelatihan
mengajar ter-bimbing,
pelatihan
mengajar mandiri, dan ujian praktik mengajar, pada umumnya
responden memberikan penilaian dengan skor relatif rendah, yakni sebanyak 146 responden
(78,07%) memberikan penilaian dengan “skor 1” (sangat rendah) dan 41 responden
(21,93%)
memberikan penilaian dengan “skor 2” (rendah).
Jika dibandingkan antara peran guru pamong dengan dosen tutor, responden
mengakui bahwa guru pamong yang lebih banyak berperan dalam proses
pembimbingan PPL. Hal ini karena guru pamonglah yang terlibat langsung dalam proses pembimbingan mahasiswa di sekolah mitra masing-masing.
Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa
pembimbingan Praktik
Universitas
Negeri Makassar pada semester ganjil tahun akademik
2016/2017 sudah cukup efektif, terutama
pembimbingan dari pihak guru pamong, tetapi pembimbingan dari pihak dosen tutor dinilai belum terlaksana sesuai dengan yang diharapkan yang disebabkan oleh berbagai faktor.
Sehubungan manfaat PPL bagi mahasiswa, responden
mengakui bahwa selama ber-PPL sekalipun dalam waktu yang relatif singkat, namun telah banyak menimbah
pengalaman dari guru pamong terkait dengan
tugas-tugas keguruan.
Melalui kegiatan PPL, mahasiswa calon guru: (1) belajar untuk memahami dan mengalami secara langsung tugas-tugas
keguruan yang sesungguhnya, (2) belajar
beradaptasi dengan lingkungan
sekolah, baik terhadap guru pamong, siswa, staf tata usaha, dan atau seluruh warga sekolah; (3) mengenal secara langsung lingkungan sosial, fisik,
adminsitrasi, dan akademik
sekolah; (4) belajar
mengaplikasikan berbagai ke-mampuan
keguruan atau
kependidikan secara utuh, dan terintegrasi dalam situasi nyata di lapangan; dan (5) dapat menarik pelajaran dan pengalaman terhadap
penghayatan yang direfleksikan ke dalam perilaku sehari-hari di sekolah.
Terkait dengan variabel peran koordinator PPL dan
UPT-PPL dalam
pelaksanaan PPL, pada umumnya responden
memberikan penilaian relatif tinggi, yakni antara skor 3 (cukup tinggi dan skor 4 (sangat tinggi).
Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran koordinator PPL
dan pihak UPT-PPL sangat , penting dalam pengelolaan dan pelaksanaan PPL. Indikatornya adalah
koordinator PPL dan UPT-PPL
UNM telah
melaksanakan tugas secara efektif sesuai dengan
kewenangan masing-masing.
4. KESIMPUL AN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh
pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017 sudah terlaksana sesuai dengan mekanisme pembimbinga n, sehingga dapat
dikatakan bahwa
pembimbinga n PPL sudah cukup efektif, terutama pembimbinga n dari pihak guru pamong, namun
pembimbinga n dari pihak dosen tutor belum
terlaksana sesuai dengan mekanisme pem-bimbingan yang seharusnya sehingga dinilai belum
efektif yang disebabkan oleh berbagai faktor.
2) Peran koordinator PPL dan UPT-PPL UNM dalam
pelaksanaan program kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan sangat penting dalam
pengelolaan dan
pelaksanaan PPL dengan per-timbangan bahwa pihak koordinator PPL telah melaksanakan tugas secara efektif sesuai dengan
kewenangan masing-masing. Sebagai
implikasi dari
hasil penelitian ini disarankan sebagai berikut: 1) Rendahnya
penilaian responden terhadap kuantitas pembimbinga n dari pihak dosen tutor yang dinilai relatif kurang dan belum terlaksana secara optimal sehingga perlu dicari solusi yang tepat agar dosen tutor dapat melaksanakan tugas pem-bimbingan secara optimal sebagai-mana diharapkan. 2) Pihak
UPT-PPL
Universitas Negeri Makassar perlu merancang
dengan baik suatu program monitoring dengan melibatkan dosen pem-bimbing untuk berkunjung ke sekolah mitra guna
mengamati pelaksanaan pelatihan mengajar ter-bimbing, serta melakukan diskusi
dengan guru pamong sebagai evaluasi bagaimana mahasiswa mengajar (guru pamong diminta
masukan seperlunya.
5. REFERENSI
Ali, Muhammad, 1985.
Penelitian Kependidika n: Prosedur
dan Strategi,
Bandung; Angkasa. Burhanuddin
Salam, 1997. Pengantar Pedagogik.
PT Rineka Citra:
Jakarta. Depdiknas, 2005.
Undang-Undang RI, Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan
Dosen,
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Depdiknas, 2007.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru,
Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional. Depdiknas, 2008.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru,
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Kunandar, 2009.
Guru
Profesional.
PT Rajawali: Jakarta. Miles, Matthew
B. dan A. Michael Huberman, 1992.
Analisis Data Kualitatif,
Penerjemah: Tjetjep Rohendi Rohidi, Jakarta UI Press.
Moleong, Lexy, J. (2008).
Metode Penelitian
Kualitatif,
Bandung, Ramadja Karya.
---, 2015.
Laporan Pelaksanaan KKN-PPL Terpadu Universitas
Negeri
Makassar.
---, 2016.
Buku Panduan Pelaksanaan KKN-PPL Terpadu.
Makassar: Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Makassar. http/mahmudin