• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan Singkat. Untuk membaca Pedoman Pemilik secara lengkap, Anda dapat melihatnya pada CD di sampul belakang buku ini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Panduan Singkat. Untuk membaca Pedoman Pemilik secara lengkap, Anda dapat melihatnya pada CD di sampul belakang buku ini"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

Untuk membaca Pedoman Pemilik secara lengkap, Anda dapat melihatnya pada CD di sampul belakang buku ini

(2)

kendaraan Anda dan keterbatasannya

Daftar Isi

Bab 1 Bab 3

Sebelum Pengendaraan

Fitur Interior

zKunci-kunci ... 10 zSistem anti pencurian ... 10 zTutup tangki bahan bakar ... 16 zSabuk Keselamatan .... 17 zPostur pengendaraan yang benar ... 19 zSRS airbag... 20 zKarpet lantai ... 22 zInformasi keselamatan untuk anak ... 23

zSistem air conditioner depan otomatis ... 34

zSistem pendingin belakang ... 36

zSwitch defogger kaca belakang ... 37

Bab 2 Bab 4

Saat Pengendaraan

Perawatan dan Perlindungan

zKunci kontak (pengapian) ... 25 zTransmisi otomatis ... 26 zTransmisi manual ... 27 zSistem/ penggerak empat roda*... 27 zToyota parking assist-sensor (Tipe 2 Sensor) ... 28 zToyota parking assist-sensor (Tipe 6 Sensor) ... 29 zSistem bantu pengendaraan ... 32 zJadwal perawatan berkala ... 39 zKompartemen mesin ... 47

(3)

indikator... 53

zBila kendaraan Anda harus dihentikan dalam keadaan darurat ... 54

zJika kendaraan Anda perlu diderek... 54

zBila Anda mengalami ban kempes ... 56

zBila mesin tidak dapat dihidupkan ... 61

zBila bahan bakar Anda habis dan mesin mati (hanya mesin diesel) ... 62

zBila tuas pemilih tidak dapat dipindahkan dari “P”(transmisi otomatis) ... 62

(4)

1 Pintu-pintu samping 2 Pintu bagasi 3 Kaca spion luar 4 Wiper kaca depan 5 Pintu pengisi bahan bakar 6 Ban

7 Kap mesin 8 Lampu besar

9 Lampu posisi depan 10 Lampu kabut 11 Lampu tanda belok 12 Lampu belakang 13 Lampu rem/belakang 14 Lampu plat nomor polisi 15 Lampu mundur

(5)

1 Kunci kontak

2 Tuas pemilih (Transmisi otomatis)

3 Tuas pemilih (Transmisi manual) 4 Tuas kontrol penggerak empat

roda (4WD)*1 5 Meter

6 Tuas rem parkir

7 Tuas lampu tanda belok, Switch lampu besar

8 Switch wiper dan washer kaca depan dan belakang

9 Tuas pembebas kunci kap mesin

10 Pembuka pintu pengisi bahan bakar

11 Sistem air conditioner otomatis depan

12 Sistem audio*2

13 Jam, Multi-information display

*1 : Jika dilengkapi

(6)

1 Indikator keamanan 2 Switch kaca spion luar

3 Knob kontrol kecerahan lampu panel instrumen

4 Switch door lock 5 Switch kunci jendela 6 Switch-switch power window

1 Switch remote control audio 2 Tombol “DISP”

3 Tuas pembebas tilt steering lock

(7)

1 SRS airbag 2 Karpet lantai

3 Tempat duduk depan 4 Tempat duduk belakang 5 Sandaran kepala 6 Sabuk keselamatan

7 Console box

8 Tombol kunci sisi dalam 9 Pemegang gelas 10 Pemegang botol 11 Asbak

(8)

1 Kaca spion dalam 2 Pelindung matahari 3 Kaca rias

4 Lampu baca* 5 Boks tambahan*

1 Lampu interior 2 Tuas kontrol kecepatan fan

(9)

Sistem anti pencurian ... 10

Tutup tangki bahan bakar ... 16

Sabuk Keselamatan ... 17

Postur pengendaraan yang benar ... 19

SRS airbag ... 20

Karpet lantai ... 22

(10)

Kunci-kunci

n

Kunci-kunci

Kunci-kunci berikut ini diberikan bersama kendaraan.

1 Kunci master (dengan fungsi wireless remote control)

2 Valet key 3 Plat nomor kunci

n

Wireless remote control

1 Mengunci semua pintu

2 Membuka penguncian semua pintu

Sistem anti pencurian

n

Sistem engine immobilizer

Kunci kendaraan mempunyai chip transponder di dalamnya, agar mesin tidak dapat dihidupkan bila kunci tersebut belum diregistrasi dalam komputer kendaraan.

Jangan pernah menyimpan kunci di dalam kendaraan ketika Anda meninggalkan kendaraan.

Sistem ini dirancang untuk membantu mencegah pencurian kendaraan tetapi tidak menjamin keamanan sepenuhnya terhadap segala penyusup.

Lampu indikator berkedip setelah kunci dilepas dari kunci kontak untuk menunjukkan bahwa sistem sedang bekerja.

Lampu indikator akan padam setelah kunci yang terdaftar dimasukkan ke dalam kunci kontak untuk menunjukkan bahwa sistem dibatalkan.

Jangan memodifi kasi atau melepas sistem. Bila memodifi kasi atau melepas, pengoperasian sistem yang benar tidak digaransi.

(11)

1

Sebelum Pengendaraan

n

Fitur Sistem Alarm & Shock

Sensor

Tombol Lock Lampu indikator LED Tombol Unlock

1 Mengunci dan mengaktifkan alarm

Tekan tombol

z Lampu tanda belok berkedip satu kali.

z Sirene berbunyi beep satu kali.

Beberapa hal yang dapat menyebab-kan alarm (sirene) “berbunyi” saat diaktifkan

z Sensor mendapat benturan keras (*)

* Alarm hanya akan menerima getaran 3 kali dalam waktu 1 jam, getaran ke 4 akan diabaikan ( ) dan normal kembali setelah 1 jam atau setelah menekan tombol . ( ) Hal ini untuk menghindari

ketika ada benturan palsu secara terus menerus

z Salah satu pintu atau kap mesin dibuka

z Sirene akan berbunyi selama 30 detik jika salah satu pintu dibuka kemudian ditutup kembali, dan jika pintu dibuka terus-menerus maka alarm akan berbunyi 3 kali (lama setiap 1 kali bunyi = 30 detik, total ± 90 detik).

z Saat alarm aktif, kunci kontak diputar ke posisi “ON”

z Saat hal ini terjadi, kendaraan akan tetap tidak bisa distarter z Terminal baterai atau rangkaian ECU

dilepas lalu dihubungkan kembali. 2 Membuka dan menon-aktifkan alarm

Tekanlah tombol , maka semua pintu samping dan pintu belakang membuka secara serentak.

z Indikasi yang terjadi:

z nyala jika posisi switch dalam posisi z “DOOR”

* Jika Anda mendengar 3 kali Chirp atau indikator LED alarm berkedip lebih lambat, hal ini untuk memberitahuan bahwa alarm pernah “berbunyi”, untuk mengetahui sumber bunyi lihat pada Tabel Diagnostik LED.

3 Menon-aktifkan Darurat (Tanpa

Remote Control)

Hal ini untuk mengantisipasi kondisi saat alarm aktif dan sirene berbunyi sementara Remote Control dalam kondisi tidak berfungsi.

Bunyi alarm bisa dihentikan dengan cara:

z Buka pintu dengan kunci manual z Masukkan kunci ke lubang kunci

kontak

z Putar kunci dari ACC ke ON sebanyak 10 kali

(12)

4 Membunyikan Sirene (Panic Mode)

Cara Penggunaan:

z Setelah 10 detik alarm aktif, tekan tombol sebanyak 3 kali untuk membunyikan sirene kendaraan dan menyalakan lampu tanda belok.

z Fungsi ini digunakan untuk

menghalangi pencurian kendaraan ketika Anda menyaksikan ada orang yang mencoba memecahkan kaca jendela atau merusak kendaraan Anda.

z Alarm akan berbunyi selama 30 detik atau tekanlah tombol untuk menghentikan.

5 Silent Mode

Fungsi dari alarm untuk menghilangkan suara chirp saat mengaktifkan/menon-aktifkan sistem alarm

z Cara Pengaturan ON/OFF Silent Mode Waktu untuk pengaturan hanya 3 detik. Caranya :

z Tutup semua pintu dan kap mesin

z Tekan tombol lalu lalu lalu .

z Kemudian akan bunyi chrip* * Beep 1 X = OFF & Beep

2X = ON Untuk mengubah settingan ke mode : OFF atau ON, lakukan dengan cara yang sama.

6 Valet Mode

z Cara Pengaturan ON/OFF Valet Mode Waktu untuk pengaturan hanya 3 detik. Caranya:

z Buka kap mesin z Tutup semua pintu

z Beep satu kali = Valet Mode, LED ON >

Beep dua kali = Normal, LED OFF

z Untuk mengubah setting ke mode: Valet Mode atau Normal, lakukan dengan cara yang sama

** Untuk setting ke ON lakukan dengan cara yang sama (Indikator LED)

z Dalam kondisi Valet Mode : LED menyala terus, Chirp menjadi OFF dan Lampu plafon akan kembali ke normal tidak ada delay. LED akan OFF apabila kunci kontak diputar ke posisi ON.

7 Mengunci dan membuka central lock secara otomatis

z Tutup semua pintu mobil

z Ketika kecepatan kendaraan

mencapai 20 km/jam maka, central lock akan mengunci.

z Apabila kecepatan diatas 20 km/ jam, Anda membuka pintu lalu ditutup kembali Central Lock akan kembali mengunci

z Saat Anda berhenti, kemudian membuka Central Lock (tanpa mematikan mesin), kemudian berjalan kembali dan setelah mencapai kecepatan 20 km/ jam Central Lock akan mengunci kembali secara otomatis

z Center Lock akan terbuka jika kunci kontak kembali diputar ke posisi OFF

Keterangan:

Setelah Anda mengunci atau membuka dengan tombol LOCK/ UNLOCK manual, maka fungsi ini akan dibatalkan.

(13)

1

Sebelum Pengendaraan

8 Tabel Diagnostik LED

Secara otomatis LED akan normal kembali ketika kunci kontak di putar ke posisi “ON”

Jumlah

Kedipan LED Telah Terjadi Gangguan Pada 1 Kap mesin telah dibuka 2 Disebabkan oleh benturan 3 Salah satu pintu telah dibuka 4 Konci kontak pernah di “ON”

n

Petunjuk Penggunaan security

system (Tipe G)

ARM (Mengaktifkan sistem anti pencurian)

1. Tekan tombol pada remote

control.

2. Semua pintu akan terkunci.

3. Lampu tanda belok akan berkedip 1x. 4. Sirine akan bunyi nada Beep 1x. 5. Lampu LED indicator akan berkedip

1x .

6. Sistem keamanan sudah aktif (kondisi siaga).

DISARM (Non-aktifkan sistem anti pencurian)

1. Tekan tombol “ “ pada remote control.

2. Semua pintu akan tidak terkunci. 3. Lampu tanda belok akan berkedip 2x. 4. Sirine akan bunyi nada Beep 2x. 5. Lampu LED akan padam.

6. Sistem keamanan sudah tidak aktif. Catatan:

1. Bila sistem keamanan kendaraan pernah mendapat gangguan atau ke trigger, maka pada saat tekan tombol ( ) akan terdengar nada, Beep 3x dan lampu tanda belok akan berkedip sebanyak 3x.

2. Untuk dapat mengetahui dari mana sumber gangguan atau sumber trigger tersebut terjadi, maka anda dapat melihatnya pada kedipan lampu LED indicator. Pada lampu LED indicator ini akan berkedip sebanyak “N” kedipan.

ZONA Gangguan Jumlah kedipan lampu LED Switch kap mesin 1x

Shock sensor 2x

Switch pintu 3x

(14)

3. Untuk “CLEAR STATUS” atau menghilangkan kedipan lampu LED tersebut, Anda cukup putar kunci kontak pada posisi “ON” lalu kembalikan ke posisi “OFF”.

Silent ARM/DISARM (Tanda nada BEEP)

Sistem keamanan kendaraan Anda memiliki fasilitas “SILENT MODE”, bila Anda ingin menghilangkan nada Beep atau tanpa suara pada saat ARM atau DISARM.

Anda dapat lakukan prosedur sebagai berikut:

1. Untuk mengaktifkan fasilitas “SILENT MODE”.

a. Dalam kondisi sistem keamanan tidak aktif (DISARM MODE). b. Tekan tombol “ ” >> “ ” >>

“ ” >> “ ”. (dalam 3 detik) c. Akan terdengar nada Beep 1x

(Sebagai isyarat bahwa ‘’SILENT MODE ‘’ sudah diaktifkan).

a. Dalam kondisi sistem keamanan tidak aktif (DISARM MODE). b. Tekan tombol “ ” >> “ ” >>

“ ” >> “ ”. (dalam 3 detik) c. Akan terdengar nada Beep 2x

(Sebagai isyarat bahwa “SILENT MODE” sudah di nonaktifkan).

VALET MODE (Menonaktifkan sistem keamanan sementara)

Sistem keamanan kendaraan Anda memiliki fasilitas “VALET MODE”, fasilitas ini berfungsi untuk menonaktifkan sistem keamanan kendaraan Anda sementara waktu dan biasa dinormalkan kembali. Biasanya fasilitas ini dipakai atau diaktifkan pada saat Anda sedang melakukan cuci kendaraan atau diaktifkan untuk sebagai Key-less entry. Untuk dapat mengaktifkannya Anda dapat lakukan prosedur sebagai berikut:

1. Untuk mengaktifkan fasilitas “VALET MODE”

a. Dalam kondisi sistem keamanan tidak aktif (DISARM MODE). b. Buka Kap mesin dan semua pintu

kondisi tertutup rapat.

c. Tekan tombol “ ” >> “ ” >> “ ” >> “ ”. (dalam 3 detik)

(15)

1

Sebelum Pengendaraan

2. Untuk menonaktifkan fasilitas “VALET MODE”

a. Dalam kondisi sistem keamanan VALET MODE.

b. Buka kap mesin dan semua pintu kondisi tertutup rapat.

c. Tekan tombol “ ” >> “ ” >> “ ” >> “ ”. (dalam 3 detik) d. Akan terlihat pada lampu LED

indicator akan padam (Sebagai isyarat bahwa “VALET MODE “ sudah non-aktif ).

PANIC MODE (Sirine berbunyi)

Sistem keamanan kendaraan Anda memiliki fasilitas “PANIC MODE” yang dapat membantu Anda dalam mencari posisi kendaraan Anda saat diparkir dan memberikan perhatian pada orang disekitar kendaraan Anda agar menjauh/mencegah pencurian kendaraan ketika Anda menyaksikan ada orang yang mencurigakan. Untuk dapat mengaktifkannya Anda dapat lakukan prosedur sebagai berikut:

a. Sistem kondisi ARM.

b. Setelah 10 detik dari ARM atau lebih.

c. Tekan tombol “ ” sebanyak 3x dalam 3 detik.

d. Sirene akan bunyi terus atau PANIC mode.

e. Untuk memberhentikannya atau stop tekan tombol “ ” sebanyak 1x.

AUTO RE-ARM WITH LOCK (Sistem aktif kembali dan terkunci)

Pada saat sistem keamanan kendaraan Anda kondisi “ARM”, dan apabila Anda tekan tombol untuk menonaktifkan sistem kendaraan. Tapi belum sempat membuka salah satu pintu, dalam 30 detik selanjutnya sistem keamanan kendaraan Anda akan kembali ke posisi “ARM”dan semua pintu akan kembali terkunci. a. Mobil dalam keadaan terkunci (ARM ) b. Tekan tombol “ ” sistem akan

DISARM.

c. Salah satu pintu atau beberapa pintu tidak pernah dibuka.

d. Lampu LED dari berkedip ke posisi padam, setelah berlalu 25 detik akan berkedip cepat selama 5 detik. e. Setelah 30 detik sistem RE-ARM dan

semua pintu terkunci kembali.

f. Lampu LED indicator akan berkedip 1x perdetik.

DOME LIGHT CONTROL (Lampu interior)

Pada sistem keamanan kendaraan Anda sudah dilengkapi fasilitas lampu penerangan interior yang bekerja secara otomatis.

z Bila tombol “ ” ditekan, maka sistem akan DISARM dan lampu penerangan interior/dome light akan menyala secara otomatis (syarat kondisi tombol lampu harus diposisi “DOOR”).

z Selama salah satu pintu dalam posisi terbuka (SISTEM DIASRM), maka lampu penerangan interior/ Dome Light akan menyala terus. Dan setelah pintu tersebut ditutup rapat, maka dalam 20 detik akan padam secara otomatis.

(16)

z Bila sistem DISARM dan lampu penerangan interior menyala, buka lalu tutup pintu dan putar “kunci kontak ke posisi ON”, maka lampu penerangan interior/dome light akan langsung padam.

z Pada saat sistem keamanan

kendaraan mendapat trigger, maka lampu interior atau dome light tidak akan menyala atau posisi padam.

EMERGENCY DISARM (Disarm darurat)

Bila sistem keamanan kendaraan Anda kondisi “ARM” dan kunci remote control Anda tidak dapat berfungsi sementara waktu, dikarenakan “LOW BAT” atau kunci remote control Anda hilang. Maka Anda harus membuka pintu tersebut dengan kunci cadangan atau tanpa melalui remote control.

Pada saat pintu tersebut dibuka, maka sistem keamanan kendaraan akan ke-trigger sehingga sirine akan berbunyi terus. Untuk dapat mematikan atau memberhentikan hal ini dapat dilakukan prosedur sebagai berikut:

a. Sistem kondisi trigger (karena buka pintu tidak melalui kunci remote control).

b. Putar kunci kontak keposisi “ON” lalu putar ke posisi “OFF” sebanyak 10 x. c. Sistem akan DISARM

SPEED LOCK (Sistem penguncian terkendali kecepatan)

Sistem keamanan kendaraan memiliki fasilitas SPEED LOCK yang berfungsi sebagai pengunci semua pintu secara otomatis yang terkendali dengan kecepatan putaran roda. Sistem ini akan bekerja pada kunci kontak ke posisi ON dan memiliki kecepatan roda kisaran 20 Km/jam.

Sistem ini akan Re-Lock apabila salah satu pintu pernah dibuka dan ditutup kembali, apabila salah satu pintu ada yang belum tertutup atau masih kondisi terbuka, maka sistem ini tidak akan berfungsi.

AUTO UNLOCK (Membuka kunci Otomatis Ignition)

Pada saat kunci kontak di posisi “ON” dan fungsi “speed lock” sudah bekerja sehingga semua pintu terkunci. Apabila kunci kontak di putar ke posisi “OFF”, maka pintu akan menjadi kondisi tidak terkunci/UNLOCK.

Tutup tangki bahan bakar

n

Membuka tutup tangki bahan bakar

1 Tarik ke atas tuas pembuka untuk membuka pintu pengisi bahan bakar.

(17)

1

Sebelum Pengendaraan

2 Putar tutup tangki bahan bakar secara perlahan untuk membuka.

3 Gantungkan tutup tangki bahan bakar di sisi dalam pintu pengisi bahan bakar.

n

Menutup tangki bahan bakar

Setelah mengisi bahan bakar, putar tutup tangki bahan bakar hingga Anda mendengar bunyi klik. Sekali tutup dilepas, tutup akan kembali lagi ke arah kebalikan.

Sabuk Keselamatan

Pastikan semua penumpang memakai sabuk keselamatan sebelum menjalankan kendaraan.

n

Penggunaan sabuk

keselama-tan yang benar

 Tipe 3-titik

z Panjangkan sabuk bahu sehingga melewati bahu sepenuhnya, tetapi jangan sampai mengenai leher atau meluncur dari bahu.

z Posisikan sabuk pangkuan serendah mungkin di atas pinggul.

z Setel posisi sandaran tempat duduk. Duduk tegak dan bersandar dengan baik pada tempat duduk.

z Jangan menggulung sabuk kesela-matan.

(18)

 Tipe 2-titik

z Posisikan sabuk pangkuan serendah mungkin di atas pinggul dan jangan ada kelebihan panjang sabuk. z Setel posisi sandaran tempat duduk.

Duduk tegak dan bersandar dengan baik pada tempat duduk.

z Jangan menggulung sabuk

keselamatan.

n

Mengenakan dan melepaskan

sabuk keselamatan

Tombol penguncian

1 Untuk mengencangkan sabuk

keselamatan, dorong plat ke dalam gesper sampai terdengar bunyi klik. 2 Untuk melepaskan sabuk keselamatan,

tekan tombol pembebas.

n

Menyetel ketinggian angkur

bahu sabuk keselamatan

(tempat duduk depan)

Tombol penguncian

1 Tekan angkur bahu sabuk keselamat-an ke bawah sambil menekkeselamat-an tombol pembebas.

2 Tekan angkur bahu sabuk keselamatan ke atas.

Gerakkan penyetel ketinggian ke atas dan ke bawah sampai Anda mendengar suara klik.

n

Menyetel panjang sabuk (jenis

sabuk keselamatan 2-titik)

1 Memanjangkan 2 Memendekkan

(19)

1

Sebelum Pengendaraan

n

Pretensioner sabuk keselamatan

(untuk tempat duduk depan)

Pretensioner membantu sabuk keselamatan untuk melindungi penumpang dengan menarik sabuk keselamatan kembali dengan cepat ketika kendaraan membentur dengan beberapa benturan keras.

Pretensioner mungkin tidak aktif dalam kejadian benturan kecil dari depan, benturan dari samping, benturan dari belakang atau kendaraan berguling.

Postur pengendaraan yang

benar

1 Setel sudut sandaran tempat duduk sehingga Anda dapat duduk dengan tegak dan sehingga Anda tidak perlu membungkuk untuk mengendarai. 2 Setel tempat duduk sehingga Anda

dapat menekan pedal sepenuhnya dan sehingga lengan Anda dapat sedikit menekuk ketika menggenggam roda kemudi.

3 Kuncilah sandaran kepala di tempat-nya dengan bagian tengah sandaran kepala sejajar dengan bagian atas telinga Anda.

4 Kenakan sabuk keselamatan dengan benar.

n

Penggunaan sabuk

keselamat-an ykeselamat-ang benar

Pastikan semua penumpang memakai sabuk keselamatan sebelum menjalankan kendaraan.

Gunakan sistem perlindungan anak yang sesuai dengan anak itu, sampai anak itu cukup besar untuk mengenakan sabuk keselamatan kendaraan dengan sempurna.

n

Menyetel kaca spion

Pastikan bahwa Anda dapat melihat dengan jelas ke belakang dengan menyetel kaca spion dalam dan luar dengan tepat.

(20)

SRS airbag

SRS airbag menggembung ketika kendaraan mengalami benturan keras jenis tertentu yang mungkin dapat menyebabkan cedera berat bagi penumpang. Airbag tersebut bekerja bersamaan dengan sabuk keselamatan untuk membantu mengurangi risiko kematian atau cedera serius.

◆SRS airbag depan

SRS airbag pengemudi/airbag penumpang depan

Dapat membantu melindungi kepala dan dada pengemudi juga penumpang depan dari benturan dengan komponen interior

n

Bila SRS airbag menggembung (inflate)

z Memar dan lecet dapat saja terjadi karena terkena SRS airbag yang menggembung (mengembang).

z Kebisingan dan serbuk putih akan dipancarkan.

z Bagian dari modul airbag (hub roda kemudi, cover airbag dan inflator) begitu juga tempat duduk mungkin panas selama beberapa menit. Airbag itu sendiri juga panas. z Kaca depan mungkin rusak.

(21)

1

Sebelum Pengendaraan

n

Kondisi penggembungan SRS

airbag (SRS airbag depan)

z SRS airbag depan akan menggembung bila kekuatan benturan melebihi tingkat ambang batas yang ditentukan (tingkat kekuatannya sebanding dengan kecelakaan dari depan pada 20 - 30 km/jam dengan dinding tetap yang tidak bergerak atau berubah bentuk).

Namun, ambang batas kecepatan akan menjadi lebih tinggi apabila kendaraan menabrak sesuatu benda, seperti kendaraan yang sedang diparkir dan rambu lalu-lintas, yang dapat bergerak atau berubah bentuk saat terkena benturan, atau bila kendaraan terlibat dalam kecelakaan ke bawah (contohnya kecelakaan dimana bagian depan kendaraan ke bawah, atau masuk ke bawah bak truk dll).

z Tergantung pada jenis kecelakaan, jika memungkinkan hanya pretensioner sabuk keselamatan yang akan aktif.

n

Kondisi di mana SRS airbag

mungkin menggembung, selain

saat kecelakaan (SRS airbag

depan)

SRS airbag depan dapat juga menggem-bung jika mendapat benturan serius ke bagian bawah kendaraan Anda. Beberapa contoh ditunjukkan dalam gambar.

z Menabrak pinggiran jalan, trotoar jalan atau permukaan yang keras z Jatuh atau lompat ke dalam lubang

yang dalam

z Mendarat keras atau kendaraan terjatuh

n

Jenis kecelakaan yang tidak

menggembungkan SRS airbag

(SRS airbag depan)

SRS airbag depan umumnya tidak dirancang untuk menggembung bila kendaraan terlibat kecelakaan dari samping atau belakang, atau bila terguling, atau bila terlibat kecelakaan dari depan pada kecepatan rendah.

z Tabrakan dari samping z Tabrakan dari belakang z Kendaraan terguling

(22)

n

Kapan menghubungi dealer

Toyota Anda

Pada kasus berikut, hubungi dealer Toyota Anda sesegera mungkin.

z Bagian depan kendaraan rusak atau berubah bentuk, atau terlibat kecela-kaan yang tidak cukup keras yang menyebabkan SRS airbag menggem-bung.

z Bagian dari pad roda kemudi atau dashboard dekat airbag penumpang depan tergores, retak, atau bahkan rusak.

Karpet lantai

Gunakan hanya karpet lantai yang dirancang secara khusus untuk kendaraan dengan model dan tahun pembuatan yang sama dengan kendaraan Anda. Letakkan dengan aman di tempatnya di atas karpet.

1 Masukkan kait penahan (klip) kedalam mata ikan karpet lantai.

*

2 Putar knob atas pada setiap kait penahan (kilp) untuk mengamankan karpet lantai di tempatnya.

*: Selalu menyesuaikan tanda . Bentuk kait penahan (klip) mungkin berbeda dari yang ditunjukkan di dalam gambar.

(23)

1

Sebelum Pengendaraan

Informasi keselamatan

untuk anak

Perhatikan tindakan pencegahan berikut ketika anak-anak berada di dalam kendaraan.

Gunakan sistem perlindungan anak yang sesuai dengan anak itu, sampai anak itu cukup besar untuk mengenakan sabuk keselamatan kendaraan dengan sempurna.

z Disarankan bahwa anak-anak duduk di tempat duduk belakang untuk menghindari kontak dengan tuas pemilih, switch wiper dll

z Gunakan kunci pengaman anak pintu belakang untuk menghindari anak membuka pintu saat berkendaraan atau mengoperasikan power window secara tidak sengaja.

z Jangan biarkan anak-anak kecil mengoperasikan peralatan yang dapat terluka atau terjepit pada bagian bodi kendaraan, seperti power window, kap mesin, pintu bagasi, tempat duduk dll

PERINGATAN

Jangan meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan dalam kendaraan, dan jangan membiarkan anak-anak menggunakan kunci.

Anak-anak dapat menghidupkan kendaraan atau menggeser posisi tuas transmisi ke netral. Juga sangat berbahaya bahwa anak-anak dapat melukai dirinya bila memainkan jendela atau fitur lain dalam kendaraan. Selain itu, pemanasan yang terjadi atau temperatur yang sangat dingin dalam kendaraan dapat berakibat fatal bagi anak-anak.

n

Kunci pengaman pada pintu

belakang

Pintu tidak dapat dibuka dari dalam kendaraan ketika fitur diatur ke posisi lock (terkunci).

1 Unlock (Membebaskan penguncian) 2 Lock (Mengunci)

Penguncian ini dapat digunakan untuk mencegah anak-anak membuka pintu belakang. Tekan ke bawah setiap switch di pintu belakang untuk mengaktifkan fitur ini.

(24)

Transmisi otomatis ... 26

Transmisi manual ... 27

Sistem/penggerak empat roda* ... 27

Toyota parking assist-sensor (Tipe 2 Sensor) .. 28

Toyota parking assist-sensor (Tipe 6 Sensor) .. 29

Sistem bantu pengendaraan ... 32

(25)

2

Saat Pengendaraan

Kunci kontak

n

Menghidupkan mesin

 Transmisi otomatis

1 Periksa bahwa rem parkir telah digunakan dengan benar.

2 Periksa bahwa tuas pemilih berada pada posisi P.

3 Mesin bensin:

z Tekan dengan kuat pedal rem. Mesin diesel:

z Tekan dengan kuat pedal rem. z Putar kunci kontak ke posisi “ON” Indikator menyala.

Setelah beberapa saat lampu indikator padam.

4 Putar kunci kontak ke posisi “START” untuk menghidupkan mesin.

 Transmisi manual

Transmisi manual (mesin bensin)

1 Periksa bahwa rem parkir telah digunakan dengan benar.

2 Periksa bahwa tuas pemilih berada pada posisi N.

3 Mesin bensin:

z Tekan dengan kuat pedal kopling. Mesin diesel

z Tekan dengan kuat pedal kopling. z Putar kunci kontak ke posisi “ON” Indikator menyala.

Setelah beberapa saat lampu indikator padam.

4 Putar kunci kontak ke posisi “START” untuk menghidupkan mesin.

n

Mengubah mode kunci kontak

1 “LOCK”

Roda kemudi dikunci dan kunci dapat dilepas. (Kendaraan dengan transmisi otomatis: Kunci dapat dilepas hanya ketika tuas pemilih dalam posisi P.) 2 “ACC”

Beberapa komponen kelistrikan seperti sistem audio dapat digunakan.

3 “ON”

Semua komponen kelistrikan dapat digunakan.

3 “START”

Untuk menghidupkan mesin.

n

Ketika kunci kemudi (steering

lock) tidak dapat dibebaskan

Ketika menghidupkan mesin, kunci kontak mungkin tampak macet dalam posisi “LOCK”. Untuk membebaskannya, putar kunci bersamaan dengan memutar roda kemudi sedikit ke kiri dan ke kanan.

(26)

PERINGATAN

Peringatan selama pengendaraan Jika terjadi kesalahan mesin saat kendaraan bergerak, jangan mengunci atau membuka pintu hingga kendaraan mencapai tempat yang aman dan berhenti sepenuhnya. Pengaktifan steering lock dalam keadaan ini dapat menyebabkan kecelakaan, yang mengakibatkan kematian atau cedera serius.

Transmisi otomatis

n

Menggeser tuas pemilih

Ketika kunci kontak dalam posisi “ON”, geser tuas pemilih dengan pedal rem ditekan.

Ketika menggeser tuas pemilih antara P

n

Fungsi posisi tuas pemilih

Posisi tuas pemilih Fungsi P Memarkir kendaraan/ menghidupkan mesin R Mundur N Netral D Pengendaraan normal* (Kondisi dimana power tidak diteruskan)

3 Posisi pengereman mesin

2 Posisi dari pengereman

mesin yang berlebih L Posisi pengereman mesin

yang maksimum

*: Untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi bising, atur tuas pemilih dalam posisi “D” untuk pengendaraan normal.

n

Batas kecepatan maksimum

ketika downshift

z Model 4WD

Tuas kontrol penggerak 4- roda di HL atau H Downshift D 3 D 3 D 3 Mesin bensin 150 95 45 Mesin diesel 135 90 50 Tual kontrol penggerak empat-roda di “LL” Downshift D 3 D 3 D 3 Mesin bensin - 5 45 Mesin diesel - 35 10 Pre Runner Downshift D 3 D 3 D 3 Mesin bensin 150 95 45

(27)

2

Saat Pengendaraan

Transmisi manual

n

Menggeser tuas pemilih

Tekan sepenuhnya pedal kopling sebelum mengoperasikan tuas pemilih, dan lepaskan secara perlahan.

Jika hal ini sulit untuk digeser secara terbalik, geser tuas pemilih ke N, bebaskan pedal kopling sesaat, dan kemudian coba lagi.

n

Batas kecepatan maksimum

saat downshifting

Perhatikan kecepatan downshifting pada tabel berikut untuk mencegah mesin over-running.

Posisi tuas pemilih Kecepatan maksimum

1 36 km/jam

2 67 km/jam

3 109 km/jam 4 156 km/jam

Sistem/ penggerak empat

roda (Jika dilengkapi)

Gunakan switch kontrol penggerak roda depan untuk memilih mode transfer berikut.

1 H (posisi kecepatan tinggi)

Ini digunakan untuk pengendaraan yang normal di permukaan jalan yang kering. Posisi ini memberikan penghematan yang lebih baik, pengendaraan yang tenang dan keausan minimal.

2 HL (posisi kecepatan tinggi,

differensial tengah terkunci)

Ini digunakan hanya pada pengendaraan di jalur yang dapat menyebabkan ban selip, seperti off-road atau jalan yang tertutup es.

Indikator lampu differensial tengah terkunci menyala

3 N (posisi netral)

Tidak ada power yang hantarkan ke roda. Kendaraan harus dihentikan.

(28)

4 LL (posisi kecepatan redah, differensial tengah terkunci)

Gunakan posisi ini untuk power dan traksi maksimum. Gunakan “LL” untuk mendaki atau menuruni bukit, pengendaraan off-road, dan penarikan berat di pasir, atau lumpur yang dalam.

Indikator lampu differensial tengah terkunci menyala

n

Pemindahan antara H dan HL

Gerakkan tuas kontrol penggerak 4-roda.

z Bila indikator differensial tengah terkunci tidak menyala ketika Anda memindahkan dari H ke HL, berkendara lurus ke depan saat mempercepat atau memperlambat. z Bila indikator differensial tengah

terkunci tidak padam ketika Anda memindahkan dari HL ke H, berkendara lurus ke depan saat mempercepat atau memperlambat, atau berkendara sebaliknya.

n

Mengubah antara HL dan LL

1 Hentikan kendaraan. 2 Posisikan tuas pemilih ke N.

3 Gerakkan tuas kontrol penggerak 4-roda.

Toyota parking

assist-sensor (Tipe 2 Sensor)

Jarak dari kendaraan Anda ke penghalang yang terdeteksi ketika parkir atau memasukkan kendaraan ke garasi diperkirakan dengan sensor dan dikomunikasikan melalui buzzer. Selalu periksa area sekitar ketika menggunakan sistem ini.

n

Sensor belakang

n

Switch Toyota parking

assist-sensor

Mengaktifkan atau menonaktif-kan Toyota parking assist-sensor

Ketika menyala, lampu indikator menyala dan buzzer berbunyi untuk menginforma-sikan pengemudi bahwa sistemnya bekerja.

(29)

2

Saat Pengendaraan

A. Pengoperasian buzzer dan jarak ke rintangan

Buzzer berbunyi ketika kendaraan mendekati rintangan, seperti yang ditunjukkan oleh tabel berikut.

Perkiraan jarak ke

rintangan Buzzer

150 cm sampai 100 cm Intermittent 100 cm sampai 50 cm intermittent cepat Kurang dari 50 cm Terus-menerus

B. Jangkauan deteksi sensor

Sekitar 150 cm

Diagram menunjukkan jangkauan deteksi sensor. Perhatikan bahwa sensor mungkin tidak dapat mendeteksi rintangan yang terlalu dekat dengan kendaraan.

Jangkauan sensor dapat berubah tergantung dari bentuk objeknya dll.

n

Toyota parking assist-sensor

dapat dioperasikan bila

z Kunci kontak di posisi “ON”. z Tuas pemilih dalam posisi R.

Toyota parking

assist-sensor (Tipe 6 Sensor)

Jarak dari kendaraan Anda ke penghalang yang terdeteksi ketika parkir atau memasukkan kendaraan ke garasi diperkirakan dengan sensor dan dikomunikasikan melalui buzzer. Selalu periksa area sekitar ketika menggunakan sistem ini.

n

Tipe sensor

1. Back sensor

Ada 2 sensor yang dipasang dekat bagian tengah bumper belakang, sensor ini akan memeriksa penghalang dan akan membunyikan buzzer peringatan serta kedipan pada indikator sesuai dengan jarak kendaraan terhadap penghalang.

2. Corner sensor

Terdapat 1 sensor yang dipasang pada tiap sudut bumper depan dan belakang, sensor ini akan memeriksa penghalang dan akan membunyikan buzzer peringatan serta kedipan pada indikator sesuai dengan jarak kendaraan terhadap penghalang.

(30)

n

Indikator

Bila sebuah penghalang terdeteksi, indikator akan menyala atau berkedip, yang dibarengi dengan bunyi yang terputus-putus atau secara terus-menerus.

1. Deteksi oleh back sensor

2. Deteksi oleh corner sensor bagian depan

3. Deteksi oleh corner sensor bagian belakang

Kedekatan jarak kendaraan terhadap penghalang ditunjukkan dengan bunyi buzzer dan kedipan indikator yang perlahan-lahan sampai dengan menyala terus-menerus. Back sensor

n

Pengoperasian Dasar

Switch corner sensor

Untuk menggunakan corner sensor, tekan switch corner sensor dengan switch mesin pada posisi ”ON”. Menekan switch sekali lagi akan mematikan corner sensor.

Saat kunci kontak diputar ke posisi ”ON”, lampu sistem (warna hijau) akan menyala. Bila anda mengaktifkan corner sensor, lampu indikator (warna kuning) akan menyala dan bunyi bip pada buzzer akan terdengar selama kurang lebih 1 detik, hal ini menunjukkan bahwa sistem bekerja normal dan siap mendeteksi objek. Kedekatan jarak kendaraan terhadap penghalang ditunjukkan dengan bunyi buzzer dan kedipan indikator yang perlahan-lahan sampai dengan menyala terus-menerus.

(31)

2

Saat Pengendaraan

Corner sensor bagian depan

Corner sensor depan hanya bekerja bila kecepatan kendaraan kurang dari sekitar 15 km/jam. Sensor ini memeriksa penghalang pada tepi depan kendaraan, indikator akan berkedip dan buzzer akan berbunyi sesuai dengan jaraknya.

Jarak (mm) Indikator Buzzer Sekitar 700 - 500 Berkedip Terputus-putus Sekitar 500 - 350 Berkedip Terputus-putus secara cepat Sekitar 350

atau kurang Menyala

Cepat terus-menerus

Corner sensor bagian belakang

Corner sensor belakang hanya bekerja bila transmisi pada posisi “R”. Sensor ini memeriksa penghalang pada tepi belakang kendaraan, indikator akan berkedip dan buzzer akan berbunyi sesuai dengan jaraknya.

n

Toyota parking assist-sensor

dapat dioperasikan bila

z Kunci kontak di mode IGNITION ON. z Sensor pojok depan:

z Tuas pemilih berada di selain P. z Kecepatan kendaraan sekitar

10 km/jam atau kurang.

z Sensor pojok belakang dan sensor tengah belakang:

(32)

Sistem bantu pengendaraan

Untuk membantu meningkatkan kese-lamatan dan kinerja pengendaraan, sistem berikut beroperasi secara otomatis dalam menanggapi berbagai situasi pengendaraan. Berhati-hatilah, bagaimanapun, sistem ini adalah tambahan dan sebaiknya tidak terlalu bergantung pada saat mengoperasikan kendaraan.

ABS (Anti-lock Brake System)

Membantu mencegah roda terkunci ketika pemakaian rem yang tiba-tiba, atau jika pengereman dipakai saat pengendaraan di atas permukaan jalan yang licin

n

Suara dan getaran yang

dise-babkan oleh ABS

Suara mungkin terdengar dari kompartemen mesin bila mesin dihidupkan atau sesaat setelah kendaraan mulai bergerak. Suara ini tidak mengindikasikan bahwa kerusakan telah terjadi di sistem.

z Salah satu kondisi berikut

mungkin terjadi ketika sistem di atas dioperasikan. Tak satu pun menunjukkan kerusakan yang telah terjadi.

z Getaran yang dapat dirasakan melalui bodi kendaraan dan kemudi.

z Suara motor mungkin terdengar setelah kendaraan yang hidup dimatikan.

z Pedal rem mungkin berdenyut sedikit setelah ABS diaktifkan. z Pedal rem mungkin bergerak sedikit

(33)

Sistem pendingin belakang ... 36

Switch defogger kaca belakang ... 37

(34)

Sistem air conditioner depan otomatis

Outlet dan kecepatan kipas secara otomatis diatur sesuai dengan pengaturan temperatur.

n

Kontrol air conditioner

1 Tampilan kecepatan kipas

2 Tombol mengaktifkan/menon-aktifkan fungsi pendingin dan penghilang kelembaban

3 Tampilan udara masuk 4 Tombol mode resirkulasi udara 5 Tampilan outlet udara

6 Tombol mode udara luar

7 Tombol OFF

8 Tombol mode otomatis 9 Tombol kontrol temperatur 10 Tombol defogger kaca depan 11 Tampilan pengaturan temperatur 12 Tombol pemilih outlet udara 13 Tombol kontrol putaran kipas

(35)

3

Fitur Interior

n

Menggunakan sistem air

conditioner otomatis

1 Tekan tombol “AUTO”.

Fungsi penghilang kelembaban udara mulai bekerja. Outlet dan kecepatan kipas secara otomatis diatur sesuai dengan pengaturan temperatur.

2 Tekan untuk menaikkan suhu dan untuk menurunkan suhu.

3 Tekan tombol “A/C”.

Switch fungsi pendingin dan penghilang kelembaban antara on dan off setiap kali tombol ditekan.

Indikator mode otomatis

Jika pengaturan putaran kipas atau mode aliran udara dioperasikan, indikator mode otomatis akan padam. Akan tetapi, mode otomatis untuk fungsi lain selain yang dioperasikan dipertahankan.

n

Menyetel pengaturan secara

manual

1 Untuk menyetel kecepatan fan, tekan untuk menambah kecepatan

fan dan untuk mengurangi

kecepatan fan.

Tekan tombol “OFF” untuk mematikan kipas.

2 Untuk menyetel pengaturan

temperatur, tekan untuk

menaikkan temperatur dan untuk menurunkan temperatur.

3 Untuk mengubah air outlet, tekan

, , atau .

n

Menghilangkan kabut kaca

depan

Tekan .

Pengoperasian fungsi penghilang kelembaban dan menambah kecepatan fan.

Tekan tombol mode udara luar jika mode udara resirkulasi digunakan. (Hal ini mungkin berubah secara otomatis.) Untuk menghilangkan kabut kaca depan dan sisi jendela, naikkan aliran udara dan temperatur.

Untuk mengembalikan ke mode sebelumnya, tekan kembali ketika menghilangkan kabut kaca depan.

(36)

n

Air outlet (Saluran keluar udara)

dan aliran udara

Aliran udara ke bagian atas

Aliran udara ke bagian atas dan kaki

Aliran udara ke kaki

n

Mengubah antara mode udara

luar dan udara diresirkulasi

Tekan untuk mengganti ke mode resirkulasi udara dan tekan untuk mengganti ke mode outside udara.

n

Menyetel posisi dan membuka

serta menutup air outlet

1 Aliran udara langsung ke kiri atau kanan, atas atau bawah.

2 Menutup ventilasi.

Sistem pendingin belakang

Outlet dan kecepatan kipas secara otomatis diatur sesuai dengan pengaturan temperatur.

(37)

3

Fitur Interior

n

Menggunakan sistem pendingin

belakang

Tekan switch ON/OFF pendingin belakang pada panel tengah.

n

Menyetel kecepatan (putaran)

kipas

Untuk menyetel kecepatan fan, geser tuas kontrol kecepatan fan ke kanan (menambah) atau ke kiri (mengurangi).

Menggeser tuas ke “OFF” mematikan fan.

n

Menyetel posisi dan membuka

serta menutup air outlet

1 Aliran udara langsung ke kiri atau kanan, atas atau bawah.

2 Putar knob sepenuhnya ke luar untuk menutup ventilasi.

Switch defogger kaca

belakang

Defogger digunakan untuk menghi-langkan kabut kaca jendela belakang.

Menghidupkan/matikan defogger

Defogger akan mati secara otomatis setelah sekitar 15 menit.

n

Defogger dapat dioperasikan

ketika

(38)
(39)

4

Perawatan dan Perlindungan

Jadwal perawatan berkala

Lakukan perawatan dengan jadwal sebagai berikut:

n

Persyaratan jadwal servis berkala

Kendaraan Anda perlu untuk diservis sesuai dengan jadwal perawatan normal. (Lihat “Jadwal servis berkala”.)

Bila Anda mengutamakan pengoperasian kendaraan Anda di bawah satu atau lebih kondisi pengoperasian khusus di bawah, beberapa item jadwal perawatan berkala yang perlu diservis lebih sering. (Lihat “Jadwal servis berkala tambahan”.)

A. Kondisi Jalanan

1. Mengoperasikan di jalan kasar dan berlumpur.

2. Pengoperasian di jalan berdebu. 3. Mengoperasikan di jalan dengan

jalanan yang mengandung garam 4. Khusus mesin diesel:

Frekuensi pengoperasian lebih tinggi dari 2000m di atas permukaan air laut.

5. Khusus mesin diesel:

Sering mengoperasikan dalam kondisi berdebu yang berlebihan, seperti di tambang.

B. Kondisi Pengendaraan

1. Kendaraan membawa beban berat. (Contohnya, menggunakan car top carrier dan sebagainya)

2. Perjalanan jarak pendek kurang dari 8 km yang berulang-ulang dan temperatur luar tetap di bawah titik beku. (Temperatur mesin tidak akan mencapai temperatur normal) 3. Idle dalam waktu lama dan/atau

pengendaraan pada kecepatan rendah untuk jarak jauh seperti kendaraan polisi, taksi atau kendaraan untuk kunjungan dari rumah ke rumah.

4. Pengendaraan dengan kecepatan tinggi terus menerus (80% atau lebih dari kecepatan maksimum kendaraan) lebih dari 2 jam.

(40)

n

Jadwal servis

Cara kerja servis berkala: P = Pemeriksaan; K = Kencangkan G = Ganti atau mengubah; L = Lumasi

INTERVAL SERVIS: (Pembacaan odometer atau bulan, mana yang dicapai lebih dulu.)

x 1.000km 1 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Bulan 1 6 12 18 24 30 36 42 48 54 60

KOMPONEN-KOMPONEN DASAR MESIN

1 Timing belt (mesin diesel) Ganti setiap 150.000 km

2 Celah katup (mesin diesel) P

3 Drive belt P P P P P P

4 Oli mesin P G G G G G G G G G G

5 Filter oli mesin G G G G G G G G G G

6

Sistem pendingin dan pemanas

<<Lihat catatan 1.>>

P P P P

7 Cairan pendingin mesin

<<Lihat catatan 2.>> P P P P P P P P P P P

8 Pipa pembuangan dan

mounting P P P P P P

SISTEM PENGAPIAN

9 Busi (mesin bensin) P G P G P

10 Baterai P P P P P P P P P P P

SISTEM BAHAN BAKAR DAN KONTROL EMISI

11 Filter bahan bakar (mesin

bensin) <<Lihat catatan 3.>> G

12 Water sediment accumulator

(mesin diesel) P P P P P P P P P P P

13

Filter pembersih udara

Mesin bensin P P P G P P P G P P

(41)

4

Perawatan dan Perlindungan

Cara kerja servis berkala: P = Pemeriksaan; K = Kencangkan G = Ganti atau mengubah; L = Lumasi

INTERVAL SERVIS: (Pembacaan odometer atau bulan, mana yang dicapai lebih dulu.)

x 1.000km 1 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Bulan 1 6 12 18 24 30 36 42 48 54 60

15

Tutup tangki bahan bakar, saluran bahan bakar, sambungannya dan katup kontrol penguapan bahan bakar (jika dilengkapi)

P P P

16 Charcoal canister (mesin

bensin) P P

CHASSIS DAN BODI

17 Pedal rem dan rem parkir P P P P P P P P P P P

18

Kanvas dan tromol rem (Termasuk kanvas dan tromol rem parkir)

P P P P P P P P P P

19 Pad dan piringan rem P P P P P P P P P P

20 Minyak rem P P P P P P P P P P P

21 Minyak kopling P P P P P P P P P P P

22 Pipa-pipa dan selang-selang

rem P P P P P

23

Pompa vakum untuk brake booster (mesin diesel) <<Lihat catatan 4.>>

Periksa setiap 200.000 km

24 Minyak power steering P P P P P P P P P P P

25 Roda kemudi, persambungan

dan steering gear box P P P P P

26 Grease propeller shaft

<<Lihat catatan 5.>> L L L L L L L L L L

27 Baut-baut propeller shaft K K K K K K K K K K

28 Drive shaft boot (Model 4WD) P P P P P

39 Suspension ball joint dan

penutup debu P P P P P P P P P P

30 Minyak transmisi otomatis P P G

(42)

Cara kerja servis berkala: P = Pemeriksaan; K = Kencangkan G = Ganti atau mengubah; L = Lumasi

INTERVAL SERVIS: (Pembacaan odometer atau bulan, mana yang dicapai lebih dulu.)

x 1.000km 1 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Bulan 1 6 12 18 24 30 36 42 48 54 60

32 Oli transfer (Model 4WD) P P

33 Oli diferensial depan

(Model 4WD) P G P G P

34 Oli differensial belakang P G P G P

35 Suspensi depan dan

belakang P P P P P P

36 Ban dan tekanan

pemompaan P P P P P P P P P P P

37 Lampu, klakson, wiper dan

washer P P P P P P P P P P P

38 Filter air conditioner P P P

39 Jumlah refrigerant air

conditioner P P P P P P

CATATAN:

1. Setelah 80.000 km atau 48 bulan pemeriksaan, periksa setiap 20.000 km atau 12 bulan.

2. Penggantian pertama di 160.000 km kemudian setiap 48.000 km. 3. Termasuk filter dalam tangki bahan bakar.

4. Ganti blade dengan yang baru dan jangan gunakan kembali blade bekas pakai. 5. Lumasi dalam 24 jam setelah terendam.

(43)

4

Perawatan dan Perlindungan

n

Jadwal servis berkala tambahan

Lihat tabel berikut untuk item jadwal perawatan normal yang memerlukan servis lebih sering untuk jenis kondisi pengoperasian khusus. (Untuk garis besarnya, lihat “Persyaratan jadwal servis berkala”

A-1: Mengoperasikan di jalan kasar dan berlumpur, atau jalan dengan salju yang mencair.

■ Pemeriksaan kanvas dan tromol rem (termasuk kanvas dan tromol rem parkir)

Setiap 10.000 km atau 6 bulan ■ Pemeriksaan pad dan piringan rem Setiap 5.000 km atau 3 bulan ■ Pemeriksaan pipa-pipa dan

selang-selang rem Setiap 10.000 km atau 6 bulan

■ Penggantian oli transfer (model 4WD) Setiap 40.000 km atau 24 bulan ■ Pemeriksaan roda kemudi,

persambungan dan steering gear box Setiap 5.000 km atau 3 bulan ■ Pelumasan grease propeller shaft

<<Lihat catatan 1.>> Setiap 5.000 km atau 3 bulan ■ Pengencangan baut-baut propeller

shaft Setiap 5.000 km atau 3 bulan

■ Pemeriksaan drive shaft boot (model

4WD) Setiap 10.000 km atau 6 bulan

■ Pemeriksaan suspensi depan dan

belakang Setiap 10.000 km atau 6 bulan

■ Mengencangkan baut-baut dan mur-mur pada chassis dan bodi <<Lihat catatan 2.>>

Setiap 10.000 km atau 6 bulan

A-2: Dioperasikan di jalan berdebu.

■ Penggantian oli mesin

Mesin bensin :

Setiap 5.000 km atau 3 bulan Mesin diesel :

Setiap 2.500 km atau 1,5 bulan ■ Penggantian filter oli mesin Setiap 5.000 km atau 3 bulan

■ Pemeriksaan atau penggantian filter pembersih udara

Mesin bensin

P : Setiap 10.000 km atau 6 bulan G : Setiap 40.000 km atau 48 bulan Mesin diesel

P : Setiap 2.500 km atau 1,5 bulan g : Setiap 30.000 km atau 18 bulan

(44)

■ Pemeriksaan kanvas dan tromol rem (termasuk kanvas dan tromol rem parkir)

Setiap 10.000 km atau 6 bulan ■ Pemeriksaan pad dan piringan rem Setiap 5.000 km atau 3 bulan ■ Penggantian oli transfer (model 4WD) Setiap 40.000 km atau 24 bulan ■ Pelumasan grease propeller shaft

<<Lihat catatan 1.>> Setiap 5.000 km atau 3 bulan ■ Pengencangan baut-baut propeller

shaft Setiap 5.000 km atau 3 bulan

A-3: Mengoperasikan di jalan dengan jalanan yang mengandung garam

■ Pelumasan grease propeller shaft

<<Lihat catatan 1.>> Setiap 5.000 km atau 3 bulan ■ Pengencangan baut-baut propeller

shaft Setiap 5.000 km atau 3 bulan

A-4: Hanya mesin diesel:

Frekuensi pengoperasian lebih tinggi dari 2000 m di atas permukaan air laut.

■ Penggantian oli mesin Setiap 2.500 km atau 1,5 bulan

A-5: Hanya mesin diesel:

Sering mengoperasikan dalam kondisi berdebu yang berlebihan, seperti di tambang. <<Lihat catatan 3.>>

■ Pemeriksaan timing belt Setiap 30.000 km

■ Pemeriksaan timing pulley Setiap 30.000 km ■ Membersihkan penutup timing belt Setiap 30.000 km

B-1: Kendaraan membawa beban berat (Contohnya: Menggunakan peralatan berkemah atau car top carrier, dll.)

■ Penggantian oli mesin

Mesin bensin:

Setiap 5.000 km atau 3 bulan Mesin diesel :

Setiap 2.500 km atau 1,5 bulan ■ Penggantian filter oli mesin Setiap 5.000 km atau 3 bulan ■ Pemeriksaan kanvas dan tromol rem

(45)

4

Perawatan dan Perlindungan

■ Pengencangan baut-baut propeller

shaft Setiap 5.000 km atau 3 bulan

■ Penggantian oli transmisi manual Setiap 40.000 km atau 24 bulan ■ Pemeriksaan atau penggantian fluida

transmisi otomatis

P : Setiap 40.000 km atau 24 bulan G : Setiap 80.000 km atau 48 bulan ■ Penggantian oli transfer (model 4WD) Setiap 40.000 km atau 24 bulan ■ Penggantian oli diferensial

(model 4WD) Setiap 20.000 km atau 12 bulan

■ Penggantian oli deferensial belakang Setiap 20.000 km atau 12 bulan ■ Pemeriksaan suspensi depan dan

belakang Setiap 10.000 km atau 6 bulan

■ Mengencangkan baut-baut dan mur-mur pada chassis dan bodi

<<Lihat catatan 2.>>

Setiap 10.000 km atau 6 bulan

B-2: Perjalanan jarak pendek kurang dari 8 km yang berulang-ulang dan temperatur di luar masih di bawah titik beku (Temperatur mesin tidak akan mencapai ke temperatur normal)

■ Penggantian oli mesin

Mesin bensin :

Setiap 5.000 km atau 3 bulan Mesin diesel :

Setiap 2.500 km atau 1,5 bulan ■ Penggantian filter oli mesin Setiap 5.000 km atau 3 bulan

B-3: Idle dalam waktu lama dan/atau pengendaraan pada kecepatan rendah untuk jarak jauh seperti kendaraan polisi, taksi atau kendaraan untuk kunjungan dari rumah ke rumah.

■ Penggantian oli mesin

Mesin bensin

Setiap 5.000 km atau 3 bulan Mesin diesel

Setiap 2.500 km atau 1,5 bulan ■ Penggantian filter oli mesin Setiap 5.000 km atau 3 bulan ■ Pemeriksaan kanvas dan tromol rem

(termasuk kanvas dan tromol rem parkir)

Setiap 10.000 km atau 6 bulan ■ Pemeriksaan pad dan piringan rem Setiap 5.000 km atau 3 bulan

(46)

B-4: Pengendaraan dengan kecepatan tinggi terus menerus (80% atau lebih dari kecepatan maksimum kendaraan) lebih dari 2 jam.

■ Penggantian oli transmisi manual Setiap 40.000 km atau 24 bulan ■ Pemeriksaan atau penggantian fluida

transmisi otomatis

P : Setiap 40.000 km atau 24 bulan G : Setiap 80.000 km atau 48 bulan ■ Penggantian oli transfer (model 4WD) Setiap 40.000 km atau 24 bulan ■ Penggantian oli diferensial

(model 4WD) Setiap 20.000 km atau 12 bulan

■ Penggantian oli deferensial belakang Setiap 20.000 km atau 12 bulan CATATAN:

1. Lumasi dalam 24 jam setelah terendam.

2. Untuk baut mounting tempat duduk dan baut penahan member suspensi.

3. Periksa keretakan pada timing belt atau keausan yang tidak normal pada timing pulley. Kemudian, bersihkan pasir dan debu di penutup timing belt.

(47)

4

Perawatan dan Perlindungan

Kompartemen mesin

 Mesin bensin

1 Reservoir cairan pendingin mesin 2 Dipstick level oli mesin

3 Tutup filter oli mesin 4 Boks sekring

5 Baterai

6 Tangki fluida washer 7 Kondensor

(48)

 Mesin diesel

1 Reservoir cairan pendingin mesin 2 Intercooler

3 Tutup filler oli mesin 4 Dipstick level oli mesin 5 Filter bahan bakar

6 Boks sekring 7 Baterai

8 Tangki fluida washer 9 Kondensor

10 Radiator

n

Oli mesin

Dengan mesin pada temperatur pengoperasian dan di matikan, periksa level oli pada dipstick.

 Memeriksa oli mesin

1 Parkir kendaraan di tempat yang rata. Setelah memanaskan mesin dan mematikannya, tunggu lebih dari 5 menit agar oli mengalir kembali ke bagian bawah mesin.

(49)

4

Perawatan dan Perlindungan

3 Pegang kain lap di bawah ujungnya, tarik dipstick keluar.

4 Bersihkan dipstick.

Pastikan bahwa saluran guide pengukur permukaan oli mesin dan O-ring dari dipstick bersih dari lumpur dan debu. Jika O-ring rusak, ganti dengan yang baru.

5 Masukkan kembali dipstick sepenuhnya. 6 Pegang kain lap di bawah ujung kain

lap, tarik keluar dan periksa level oli.

1 Rendah (Low) 2 Normal 3 Terlalu banyak

Bentuk dari dipstick mungkin berbeda tergantung pada jenis kendaraan atau mesin.

7 Bersihkan dipstick dan masukkan kembali dipstick sepenuhnya.

n

Menambah oli mesin

Bila oli mesin di bawah atau dekat dengan tanda low level, tambahkan oli mesin dengan jenis yang sama seperti yang ada di mesin.

Pastikan untuk memeriksa jenis oli dan persiapkan item yang diperlukan sebelum menambahkan oli.

Kuantitas oli (Low Full)

Mesin Bensin 1.5 L (1.6 qt., 1.3 Imp.qt.) Mesin Diesel 1.6 L (1.7 qt., 1.4 Imp.qt.) 1 Bersihkan pasir dan debu dari seluruh

tutup filter oli.

2 Lepas tutup pengisi oli dengan memutarnya berlawanan arah jarum jam.

3 Tambahkan oli mesin perlahan, periksa dipstick.

4 Pasang tutup pengisi oli dengan memutarnya searah jarum jam.

n

Cairan pendingin mesin

Level cairan pendingin yang baik bila berada di antara “FULL” dan “LOW” reservoir ketika mesin dingin.

(50)

 Mesin bensin

 Mesin diesel

1 Tutup reservoir 2 Garis atas (FULL) 3 Garis bawah (LOW)

Bila level di atas atau di bawah garis bawah, tambahkan cairan pendingin sampai garis atas.

n

Pemilihan cairan pendingin

Gunakan hanya “Toyota Super Long Life Coolant” atau yang setara dengan kualitas tinggi ethylene glycol berbasis non-silicate, non-amine, non-nitrite, dan non-borate dengan long-life hybrid organic acid technology.

“Toyota Super Long Life Coolant” adalah campuran coolant dan air destilasi. (Temperatur minimum: -35°CC [-31°CF])

n

Bila permukaan cairan

pendingin mesin turun

dalam waktu singkat setelah

pengisian kembali.

Periksa secara visualisasi radiator, selang, tutup reservoir cairan pendingin mesin, sumbat penguras dan pompa air. Bila Anda tidak dapat menemukan kebocoran, pastikan tutup diuji oleh dealer Toyota Anda dan periksa kebocoran dalam sistem pendingin.

n

Radiator dan kondensor

Periksa radiator, kondensor dan intercooler serta bersihkan benda asing apapun. Jika salah satu bagian di atas sangatlah kotor atau Anda tidak yakin kondisi dengan kondisinya, bawalah kendaraan segera ke dealer Toyota Anda untuk diperiksa.

Jangan menyentuh radiator atau kondensor karena mungkin panas dan menyebabkan cedera serius, seperti luka bakar.

n

Baterai

Periksa baterai seperti berikut. z Eksterior baterai

Pastikan bahwa terminal baterai tidak berkarat dan tidak ada sambungan yang longgar, retak, atau klem yang longgar.

(51)

4

Perawatan dan Perlindungan

n

Pemeriksaan fluida baterai

Periksa bahwa level berada di antara atas dan bawah garis.

1 Garis atas (UPPER) 2 Garis bawah (LOWER)

Bila level fluida pada atau di bawah garis “LOWER”, tambahkan air destilasi.

n

Menambah air destilasi

1 Lepas tutup ventilasi. Low (Rendah) OK

2 Tambahkan air destilasi

Bila garis atas tidak dapat dilihat, periksa level fluida dengan melihat langsung pada cell.

3 Pasang sumbat ventilasi kembali dan tutup dengan aman.

Baterai mengandung asam belerang yang beracun dan korosif serta dapat menghasilkan gas hidrogen yang mudah terbakar dan meledak. Untuk mengurangi resiko kematian atau cedera serius, lakukan langkah pencegahan berikut ketika bekerja di dekat baterai:

zJangan merokok atau menyalakan korek dekat baterai.

zHindari terkena dengan mata, kulit dan pakaian.

zJangan menghisap atau menelan elektrolit.

zPakailah kacamata pengaman ketika bekerja dekat baterai.

zJauhkan baterai dari anak-anak. zIsilah selalu baterai di tempat

terbuka. Jangan mengisi baterai di garasi atau ruang tertutup bila di sana tidak cukup ventilasi.

n

Fluida washer

Jika level fluida washer berada di “LOW”, tambahkan fluida washer.

(52)

Bila kendaraan Anda harus dihentikan dalam

keadaan darurat ... 54

Jika kendaraan Anda perlu diderek ... 54

Bila Anda mengalami ban kempes ... 56

Bila mesin tidak dapat dihidupkan ... 61

Bila bahan bakar Anda habis dan mesin mati

(hanya mesin diesel)... 62

Bila tuas pemilih tidak dapat dipindahkan dari

“P”(transmisi otomatis) ... 62

(53)

5

Informasi Penting

Lampu peringatan dan indikator

*

Lampu peringatan sistem rem

* Lampu peringatan peng-gantian timing belt (mesin diesel)

* Lampu peringatan sistem pengisian

* Lampu peringatan permukaan bahan bakar rendah (mesin diesel) * Lampu peringatan tekanan

oli mesin rendah Lampu peringatan pintu

terbuka

* Lampu indikator malfungsi Lampu peringatan

permukaan bahan bakar rendah

* Lampu peringatan SRS

(jika dilengkapi) Lampu pengingat sabuk

keselamatan pengemudi * Lampu peringatan ABS

(jika dilengkapi)

Lampu pengingat sabuk keselamatan penumpang depan

* Lampu peringatan

temperatur fluida transmisi otomatis (jika dilengkapi)

Lampu peringatan “Parkir” tidak dibebaskan (jika dilengkapi)

Indikator lampu tanda belok

Indikator lampu kabut depan

Indikator lampu besar

jarak jauh Indikator mesin preheating

Indikator lampu belakang

Indikator posisi tuas pemilih (transmisi otomatis)

Indikator kunci diferensial

*: Lampu ini menyala ketika kunci kontak diubah ke posisi “ON” untuk menunjukkan bahwa pemeriksaan sistem sedang dilakukan. Lampu akan padam setelah mesin dihidupkan, atau setelah beberapa detik. Mungkin terdapat malfungsi di dalam sistem jika lampu tidak menyala, atau lampu tidak padam. Kendaraan perlu diperiksa oleh dealer Toyota Anda.

(54)

Bila kendaraan Anda harus

dihentikan dalam keadaan

darurat

Hanya dalam keadaan darurat, bila tidak memungkinkan untuk menghentikan kendaraan secara normal, hentikan kendaraan dengan mengikuti prosedur berikut ini:

1 Terus injak pedal rem dengan kedua kaki dan tekan dengan kuat.

Jangan memompa pedal rem berulang-ulang, karena dapat mengurangi usaha yang diperlukan untuk memperlambat kendaraan.

2 Posisikan tuas pemilih ke N.

 Bila tuas pemilih dapat diposisikan ke “N”

3 Setelah melambat, hentikan

kendaraan di tempat yang aman. 4 Matikan mesin.

 Bila tuas pemilih tidak dapat diposisikan ke N

3 Terus injak pedal rem dengan kedua kaki untuk mengurangi kecepatan kendaraan semaksimal mungkin.

4 Matikan mesin dengan memutar kunci

Jika kendaraan Anda perlu

diderek

Jika perlu menderek, kami merekomendasikan agar kendaraan Anda diderek oleh dealer Toyota Anda atau layanan derek komersial, menggunakan truk tipe-lift atau truk bak rata.

Gunakan sistem rantai pengaman untuk semua derek, dan patuhi semua peraturan negara/propinsi dan daerah.

n

Situasi ketika perlu untuk

menghubungi dealer sebelum

menderek

Berikut ini menunjukkan problem dengan transmisi Anda. hubungi dealer Toyota Anda atau pelayanan derek komersil sebelum menderek.

z Bila mesin menyala tetapi kendaraan tidak mau bergerak.

z Kendaraan akan mengeluarkan bunyi yang tidak normal.

n

Menderek dengan truk tipe

sling

(55)

5

Informasi Penting

n

Menderek dengan truk tipe

pengangkat roda

 Dari depan

Kendaraan dengan transmisi otomatis: Gunakan roda penarik (towing dolly) di bawah roda belakang.

Kendaraan dengan transmisi manual: Kami rekomendasikan menggunakan roda penarik di bawah roda belakang.

Ketika tidak menggunakan roda penarik, bebaskan rem parkir dan geser tuas pemilih ke N.

 Dari Belakang

Gunakan dolly derek di bawah roda depan.

n

Menggunakan truck flatbed

Bila Anda menggunakan rantai atau kabel untuk mengikat kendaraan Anda, sudut arsir hitam harus 45°.

Jangan mengikat terlalu kuat atau kendaraan mungkin menjadi cacat.

n

Penarikan darurat

Bila truk derek tidak tersedia, dalam keadaan darurat kendaraan Anda untuk sementara boleh diderek menggunakan kabel atau rantai yang dipasang ke lubang pengait penarik darurat. Hal ini hanya boleh dilakukan pada permukaan jalan yang rata selama 80 km (50 mil) dengan kecepatan rendah.

Pengemudi harus berada dalam kendaraan untuk mengendalikan dan mengoperasikan rem. Roda-roda, drive train, axle, kemudi dan rem kendaraan harus dalam kondisi baik.

Untuk kendaraan dengan transmisi otomatis, hanya lubang penderek depan yang dapat digunakan.

(56)

 Belakang

n

Prosedur pengait penarik

darurat

1 Kaitkan dengan aman kabel atau rantai ke lubang pengait darurat. Berhati-hatilah agar tidak merusak bodi kendaraan.

2 Masuklah ke kendaraan sebelum diderek dan hidupkan mesin.

Jika mesin tidak dapat dihidupkan, putar kunci kontak ke posisi “ON”.

3 Model 4WD: Geser tuas kontrol penggerak empat roda ke H.

4 Geser tuas pemilih ke N dan bebaskan rem parkir.

n

Selama menderek

Bila mesin tidak hidup, tenaga bantu rem dan kemudi akan tidak berfungsi, hal tersebut membuat kemudi dan rem lebih berat.

Bila Anda mengalami ban

kempes

Bila Anda mengalami ban kempes Jangan meneruskan pengendaraan dengan ban yang kempes.

Meskipun pengendaraan jarak dekat dengan ban yang kempes dapat merusak ban dan roda tidak dapat diperbaiki lagi, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan.

n

Sebelum mendongkrak kendaraan

z Hentikan kendaraan di permukaan yang keras dan rata.

z Gunakan rem parkir.

z Pidahkan tuas pemilih ke “P” (transmisi otomatis) atau “R” (transmisi manual).

z Matikan mesin.

z Nyalakan flasher darurat.

n

Lokasi ban cadangan, dongkrak

dan peralatan

(57)

5

Informasi Penting

1 Ban cadangan 2 Tas peralatan 3 Dongkrak

n

Mengeluarkan dongkrak dan

tas peralatan

1 Lepas tutupnya.

2 Lepas karet penahan dan keluarkan tas peralatan.

3 Keluarkan dongkrak. 1 Pengencangan 2 Pengenduran

n

Mengeluarkan ban cadangan

1 Merakit handle dongkrak.

Lepas ujung handle dongkrak, sambungan handle dongkrak dan mur pelek dari tool bag dan assemble dengan mengikuti langkah berikut.

1 Kendurkan baut menggunakan obeng.

2 Rangkai ujung handle dongkrak dan persambungan handle dongkrak dan kunci pas mur pelek dan kencangkan baut-bautnya. Pastikan bahwa baut-bautnya telah dikencangkan dengan kuat.

(58)

2 Masukkan persambungan handle dongkrak ke dalam mengendurkan sekrup.

1 Turunkan 2 Naikkan

Letakkan kain dibawah sambungan handle dongkrak untuk melindungi bumper.

3 Turunkan ban cadangan sepenuhnya ke tanah.

4

n

Mengganti ban kempes

1 Ganjal ban.

Posisi ban kempes Posisi ganjal ban Depan Sebelah kiri Di belakang ban belakang sebelah kanan Sebelah kanan Di belakang ban belakang sebelah kiri

Belakang Sebelah kiri Di depan ban depan sebelah kanan Sebelah

kanan

Di depan ban depan sebelah kiri

2 Melepas ornamen roda, menggunakan ujung sisi miring dari kunci seperti yang ditunjukkan.

Untuk melindungi ornamen roda, letakkan kain lap antara kunci dan ornamen roda.

(59)

5

Informasi Penting

3 Kendurkan sedikit mur roda (satu putaran).

4 Merakit handle dongkrak.

5 Posisi dongkrak di titik pendongkrakan seperti yang ditunjukkan.

1 Depan

Di bawah cross member 2 Belakang

Di bawah rear axle housing

6 Naikkan kendaraan sampai ban

terangkat sedikit dari tanah.

Ketika memposisikan di bawah dongkrak axle housing belakang, pastikan alur di bagian atas dongkrak sesuai dengan rear axle housing.

7 Lepas semua mur pelek dan ban. Ketika merebahkan ban di atas tanah, letakkan ban dengan desain permukaan pelek menghadap ke atas untuk menghindari goresan pada pelek.

(60)

n

Memasang ban cadangan

1 Bersihkan debu atau benda asing dari permukaan kontak roda.

Jika terdapat benda asing pada permukaan kontak roda, mur roda dapat mengendur saat kendaraan bergerak, yang dapat menyebabkan ban terlepas dari kendaraan.

Pelek roda

Mur roda Washer

2 Pasang ban dan kencangkan semam-punya masing-masing mur roda dengan tangan kira-kira dengan jumlah yang sama.

Ketika mengganti pelek aluminium dengan pelek aluminium, kencangkan mur roda sampai bagian tirus bersentuhan dengan pelek roda.

3 Turunkan kendaraan.

4 Kencangkan dengan kuat masing-masing mur roda dua atau tiga kali dengan urutan seperti pada gambar. Momen pengencangan:

105 N•m (10.7 kgf•m, 77 ft•lbf)

(61)

5

Informasi Penting

n

Menyimpan ban kempes,

dongkrak dan semua tool

1 Letakkan ban dengan sisi luar menghadap ke atas, dan kaitkan braket penahan seperti yang ditunjukkan pada gambar.

2 Naikkan ban.

Setelah ban setengah perjalanan naik ke atas, periksa bahwa rantai penggantungannya dapat masuk ke dalam lubang ban, untuk penyimpanan yang tepat.

Periksa ban dari samping untuk melihat bahwa ban telah disimpan secara mendatar.

3 Simpan tool dan dongkrak dengan aman.

Bila mesin tidak dapat

dihidupkan

Bila mesin tidak dapat dihidupkan meskipun telah mengikuti prosedur dengan benar, pertimbangkan setiap hal-hal berikut:

n

Mesin tidak dapat dihidupkan

meskipun motor starter

beroperasi dengan normal.

Salah satu dari berikut ini mungkin menjadi penyebab masalah:

z Mungkin tidak ada bahan bakar yang cukup dalam tangki kendaraan. Mesin bensin:

Isilah bahan bakar kendaraan. Mesin diesel:

Isilah bahan bakar kendaraan dan kosongkan angin dalam sistem bahan bakar dengan mengoperasikan pompa priming hingga Anda merasakan adanya tahanan.

z Mungkin mesin banjir. (mesin bensin) Cobalah untuk menghidupkan mesin sekali lagi sesuai prosedur menghidupkan mesin yang benar. z Mungkin terdapat malfungsi di sistem

engine immobilizer.

n

Motor starter berputar sangat

pelan, lampu interior dan lampu

besar redup, atau klakson tidak

berbunyi atau berbunyi namun

pelan.

Salah satu dari berikut ini mungkin menjadi penyebab masalah:

z Baterai mungkin lemah.

z Koneksi terminal baterai mungkin kendur atau berkarat.

Gambar

Diagram menunjukkan jangkauan  deteksi sensor. Perhatikan bahwa  sensor mungkin tidak dapat mendeteksi  rintangan yang terlalu dekat dengan  kendaraan.

Referensi

Dokumen terkait

Jika Anda tidak dapat menggeser tuas pemilih meskipun pedal rem telah ditekan, mungkin ada masalah dengan sistem shift lock (sebuah sistem yang mencegah kesalahan pengoperasian