1
PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (eWOM)
TERHADAP MINAT BELI FOLLOWERS INSTAGRAM PADA
WARUNK UPNORMAL
Aditya Ayu Laksmi1, Farah Oktafani2
Administrasi Bisnis, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom. Email: [email protected], dan [email protected]
Abstract
Along with the development of technology and information, Warunk Upnormal using social media Instagram as a place for promoting. From the results of the initial survey that researchers do indicate that the many comments that recommends Warunk Upnormal, causing people interested in being followers Instagram of Warunk Upnormal to get information and would like to visit Warunk Upnormal.This study aimed to analyze the effect of Electronic Word of Mouth towards purchase intention of followers instagram Warunk Upnormal. The type of research used is descriptive and causal research with the method used is quantitative. The population in this study is Warunk Upnormal’s Instagram followers. The sampling technique that being used is nonprobability sampling with the sampling incidental sampling. This study was involving 400 respondents of followers Instagram Warunk Upnormal. This study uses simple regression analysis technique. Based on the results, it can be concluded that Electronic Word of Mouth has significant effect on purchase intention of followers instagram Warunk Upnormal. Based on the coefficient of determination (R2) calculation can be known the magnitude of the effect of electronic word of mouth (X) variable on purchase intention (Y) was 14.9%. While the remaining 85.1% is influenced by other factors.
Abstrak
Seiring perkembangan teknologi dan informasi, Warunk Upnormal menggunakan media sosial Instagram sebagai media promosi. Dari hasil survey awal yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa banyaknya rekomendasi melalui comment, menyebabkan orang tertarik menjadi followers Instagram Warunk Upnormal untuk mendapatkan informasi tentang produknya dan berminat untuk mengunjungi Warunk Upnormal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh electronic word of mouth terhadap minat beli followers Instagram Warunk Upnormal. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif – kausal. Populasi pada penelitian ini adalah followers Instagram Warunk Upnormal. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan metode pengambilan sampel incidental sampling. Kuesioner dibagikan kepada 400 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Electronic Word of Mouth berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli followers Instagram Warunk Upnormal. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya pengaruh variabel electronic word of mouth (X) terhadap minat beli (Y) adalah sebesar 14,9%. Sedangkan sisanya sebesar 85,1% dipengaruhi oleh faktor lain.
Kata Kunci: electronic word of mouth, minat beli, perilaku konsumen.
PENDAHULUAN
Selama ini kita mengenal Kota Bandung sebagai kota dengan segudang kreativitas. Maka tidak heran jika Bandung mendapat gelar Kota Kreatif di Indonesia (sisiusaha.com). Nunung Sobari, Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat
meyakinkan bahwa Bandung
memang diarahkan ke wisata kuliner. Nunung Sobari mengatakan saat ini paling tidak sudah lebih dari 200 unit yang beroperasi di Kota Bandung.
Dengan menawarkan menu
tradisional, barat, ataupun varian
menu yang dikembangkan oleh
pengelola cafe Bandung
(Merdeka.com). Saat ini sudah banyak pengusaha khususnya di bidang kuliner di Kota Bandung yang menggunakan media sosial
sebagai wadah untuk
mempromosikan produk yang dijual, salah satunya adalah „Warunk Upnormal‟. Warunk Upnormal adalah tempat makan yang identik dengan anak muda ini menyediakan menu utama bertema mie, roti bakar, susu segar, kopi, dessert dan main course.
Sosial media adalah salah satu tools yang digunakan dalam online markerting. Dari beberapa sosial media yang ada, salah satu sosial media yang sedang populer di Indonesia adalah Instagram. Menurut
Global Web Index
(www.globalwebindex.net), jumlah pengguna Instagram di Indonesia mencapai 22 Juta di tahun 2016. Tren ini sejalan dengan survei JakPat
yang menyimpulkan bahwa
Instagram kini lebih populer ketimbang Twitter di Indonesia, apalagi di kalangan anak muda (JakPat, 2016).
Melihat perkembangan teknologi dan internet di Indonesia serta peluang yang besar dalam melakukan
promosi. Warunk UpNormal
menggunakan media sosial
Instagram sebagai sarana publikasi dan promosi. Melalui akun media
sosial Instagram yaitu
@warunk_upnormal, mereka
menjadikan akun media sosial tersebut sebagai tools dari online marketing. Aktivitas yang dilakukan adalah seperti melakukan repost dari posting konsumen, ataupun informasi promosi, dan informasi produk dan layanan yang ditawarkan. Adanya peningkatan jumlah followers Instagram Warunk Upnormal secara drastis, mendorong peneliti melakukan survey awal dengan cara disebarkan melalui direct message di Instagram kepada 30 followers Instagram Warunk Upnormal. Untuk mengetahui alasan followers mengikuti akun Instagram
Warunk Upnormal. Hasilnya diketahui bahwa followers mengikuti Instagram Warunk Upnormal dikarenakan rekomendasi dari teman melalui kolom comment dan melihat review dari orang lain di Instagram yang merupakan salah satu bentuk electronic word of mouth (eWOM). Hal tersebut menjadi perhatian Warunk Upnormal, dengan adanya electronic word of mouth yang dilakukan konsumen melalui media sosial, hal tersebut akan mendorong terjadinya percakapan yang nantinya konsumen melakukan ulasan dan memberi komentar terhadap produk Warunk Upnormal yang akan membuat jaringan pemasaran
mengenai Warunk Upnormal
semakin luas. Sehingga Warunk Upnormal memiliki kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru. Komentar-komentar dalam media sosial mengenai Warunk Upnormal akan menjadi sebuah informasi yang akan berguna bagi Warunk Upnormal sebagai media pemasaran tanpa biaya pemasaran yang besar. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sebelum konsumen melakukan pembelian suatu produk atau jasa, konsumen akan mencari informasi mengenai produk atau jasa tersebut yang akhirnya akan menciptakan suatu minat beli. Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan maka perlu untuk meneliti lebih jauh mengenai electronic word of mouth (eWOM) dan dampaknya atas minat
beli pada followers instagram warunk upnormal.
Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini antara lain: (a) Bagaimana tanggapan followers instagram mengenai electronic word of mouth di social media Warunk UpNormal Bandung, (b) Bagaimana minat beli pada followers social media instagram Warunk UpNormal Bandung, (c) Seberapa besar pengaruh electronic word of mouth di social media terhadap minat beli followers instagram pada Warunk UpNormal Bandung.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini antara lain: (a) Untuk mengetahui tanggapan followers instagram mengenai electronic word of mouth di social media Warunk UpNormal Bandung, (b) Untuk mengetahui minat beli pada followers social media instagram Warunk UpNormal Bandung, (c) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh electronic word of mouth di social media terhadap minat beli followers instagram pada Warunk UpNormal Bandung.
KAJIAN TEORI
Electronic Word Of Mouth
Electronic Word Of Mouth merupakan pernyataan positif atau negatif yang dibuat oleh pelanggan potensial, pelanggan aktual dan mantan pelanggan tentang produk atau perusahaan melalui internet (Henning-Thurau et al., 2004).
Menurut Goyette et al., (2012) mengatakan bahwa terdapat dimensi-dimensi yang dapat digunakan untuk mengukur electronic word of mouth, yaitu:
1. Intensity. Intensitas dalam electronic word of mouth adalah banyaknya pendapat yang ditulis oleh konsumen dalam sebuah situs jejaring sosial. Indikator dari intensitas adalah:
a) Frekuensi mengakses informasi dari situs jejaring sosial.
b) Frekuensi interaksi dengan pengguna situs jejaring sosial.
c) Banyaknya ulasan yang ditulis oleh pengguna situs jejaring sosial.
2. Positive Valence. Adalah pendapat konsumen yang positif mengenai produk, jasa, dan brand. Indikator dari positive valence meliputi:
a) Komentar positif dari pengguna situs jejaring sosial.
b) Rekomendasi dari pengguna situs jejaring sosial.
3. Negative Valence. Adalah pendapat konsumen yang negatif mengenai produk, jasa, dan brand. Indikator dari negative valence adalah komentar negatif dari pengguna situs jejaring sosial.
4. Content. Adalah isi informasi dari situs jejaring sosial berkaitan dengan produk dan jasa. Indikator dari content meliputi:
a) Informasi Variasi makanan dan minuman.
b) Informasi kualitas (rasa, tekstur, suhu).
c) Informasi harga.
Minat Beli
Minat beli konsumen merupakan keinginan seorang konsumen terhadap pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang tersembunyi dalam benak konsumen. Minat beli konsumen selalu terselubung dalam tiap diri individu yang mana tak seorang pun bisa tahu apa yang diinginkan dan diharapkan oleh konsumen (Nasution & Yasin, 2014). ur Rehman et al., (2014) menjabarkan tahap-tahap dalam pengukuran menggunakan model AIDA, yaitu:
1. Awareness. Adalah tahap pertama dari model hierarki, dimana mulai timbul kesadaran mengenai sebuah produk, dalam
tahap ini, pemasar
memperkenalkan produk, jasa dan berbagai informasi mengenai produknya. Berdasarkan Baca et al., (Rehman et al., 2014) kesadaran atau awareness adalah tahap kognitif untuk menarik konsumen dan tahap pertama dalam proses komunikasi.
2. Interest. Iklan dari sebuah produk atau jasa bertujuan untuk menciptakan ketertarikan atau interest oleh pembaca karena menciptakan ketertarikan adalah prioritas pemasar. Pembelian secara terus menerus atau
continous buying terhadap suatu produk menunjukan ketertarikan konsumen (Ghirvu dalam ur Rehman et al., 2014).
3. Desire. Adalah tahap ketiga dari model hierarki yang menunjukan tahap pembentukan keinginan konsumen untuk membeli sebuah produk atau jasa. Dari sudut pandang pemasaran, desire merupakan seberapa besar keinginan untuk memiliki sebuah produk. Menciptakan keinginan atau desire adalah hal yang diutamakan oleh pemasar, dimana mereka menjelaskan keunggulan fitur dan kehebatan dari produk mereka. Dalam tahap
ini, pemasar mencoba
memberikan penjelasan yang mendalam mengenai sebuah
produk kepada konsumen
(Rowley dalam ur Rehman, 2014).
4. Action. Dalam tahap keempat dari model hierarki, konsumen sudah siap melakukan transaksi untuk memenuhi keinginan terhadap produk tersebut.
Pemasaran yang efektif
menciptakan perasaan positif
yang mengarahkan pada
pembelian produk yang
diiklankan.
Kerangka Pemikiran dan
Hipotesis
Pada saat ini, konsep pemasaran tidak hanya mencakup kebutuhan dan keinginan saja, tetapi juga mencakup pengharapan konsumen, dan hal ini berkaitan dengan semakin
banyaknya informasi yang diterima
oleh konsumen sehingga
menimbulkan tuntutan yang lebih tinggi akan pemenuhan kebutuhan, keinginan, dan harapan itu sendiri. Electronic Word of mouth sebagai sumber informasi yang diberikan konsumen kepada calon konsumen baru tentang produk yang telah direkomendasikan, dan juga dapat menjadi sarana promosi gratis bagi perusahaan.
Dalam dunia digital seperti saat ini, electronic word of mouth dapat mempengaruhi perilaku konsumen salah satunya adalah purchase intention konsumen terhadap suatu produk. Ketika isi pesan electronic word of mouth tersebut jujur, maka setiap orang akan menganggapnya sebagai sesuatu yg menyenangkan, tidak menimbulkan kerugian, mendorong diri mereka untuk layak menceritakan kepada orang lain (Gruen et al., 2006).
Menurut Mahendrayasa et al., (2014) sebuah komunikasi word of mouth akan sangat berpengaruh terhadap konsumen yang tertarik dengan saran dari orang yang telah memiliki pengalaman terhadap produk tersebut. Faktanya seseorang akan lebih percaya dengan pendapat orang lain yang memiliki pengalaman terhadap suatu produk dibandingkan dengan iklan dan media-media yang diluncurkan oleh perusahaan.
Menurut penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Prasetyo &
Suryadi (2013) electronic word of mouth di media sosial Twitter berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konnsumen pada restoran cepat saji Hoka Hoka Bento. Penelitian yang dilakukan oleh Jalilvand & Samiei (2012) komunikasi electronic word of mouth memiliki pengaruh yang positif terhadap brand image dan minat pembelian. Ulasan mengenai sebuah produk yang dilakukan konsumen di internet merupakan bentuk yang paling penting dalam komunikasi electronic word of mouth, konsumen cenderung mencari ulasan produk secar online dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai produk tertentu yang pada akhirnya akan membentuk sebuah minat pembelian.
Berdasarkan pada kerangka pemikiran tersebut diatas maka dapat digambarkan sebagai berikut;
Gambar 1. Kerangka Penelitian
Hipotesis Penelitian
Dari kerangka pemikiran yang telah dikemukakan, maka hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah: “Electronic Word Of Mouth
berpengaruh terhadap minat beli followers Instagram Warunk Upnormal Bandung”.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan kausal. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah serta teori yang telah dipaparkan, maka penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini followers Instagram Warunk Upnormal. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik incidental sampling.
Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Ukuran sampel (jumlah responden) ditentukan dengan
menggunakan Rumus Slovin
(Sugiyono, 2014:116) sehingga di dapatkan jumlah sampel sebanyak 400 responden.
PEMBAHASAN Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dilakukan dengan membagi skor total dengan skor perolehan pada jawaban kuesioner. Persentase tanggapan responden terhadap variabel electronic word of mouth (X) pada followers Instagram Warunk Upnormal Bandung, secara keseluruhan mendapatkan nilai presentase sebesar 80,03% yang dalam garis kontinum termasuk
dalam kategori baik. Untuk variabel minat beli (Y) pada followers Instagram Warunk Upnormal Bandung mendapatkan nilai persentase sebesar 80,4% yang dalam garis kontinum termasuk kategori baik.
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Model regresi yang baik adalah berdistribusi normal atau mendekati normal.
Tabel 1. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual N 400 N ormal Paramete rsa,b Mean .0000000 Std. Deviation .5375960 4 M ost Extreme Differen ces Absolute .058 Positive .034 Negative -.058 Kolmogorov-Smirnov Z 1.164 Asymp. Sig. (2-tailed) .133
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Uji heterokesdastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Priyatno, 2012).
Gambar. 2. Uji Heterokesdastisitas
Analisis Regresi Linier Sederhana Pada penelitian ini, analisis regresi sederhana dimaksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel Electronic Word of Mouth (X) terhadap Minat Beli (Y). Tujuannya untuk meramalkan atau memperkirakan nilai variabel Electronic Word Of Mouth dalam hubungan sebab akibat terhadap nilai variabel Minat Beli.
Tabel 2. Hasil Regresi
Coefficientsa Model Unstandardize d Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant ) 2.041 .183 11.18 1 .00 0 Electronic Word Of Mouth .430 .052 .386 8.350 .00 0 a. Dependent Variable: Minat Beli
Berdasarkan output di atas didapat nilai konstanta dan koefisien regresi sehingga dapat dibentuk persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut:
Y = 2,041 + 0,430X
Berdasarkan persamaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Konstanta (α) = 2,041. Ini menunjukkan nilai konstanta yaitu jika variabel Electronic Word of Mouth = 0, maka Minat Beli tetap sebesar 2,041.
2. Koefisien (β) = 0,430. Ini menunjukkan bahwa variabel Electronic Word of Mouth (X) berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Beli (Y) followers Instagram Warunk
Upnormal jika variabel
Electronic Word of Mouth ditingkatkan sebesar satu satuan, maka Minat Beli akan meningkat sebesar 0,430.
Pengujian secara Parsial
Berikut tabel hasil perhitungan dari hasil uji t menggunakan program SPSS 22:
Tabel 2. Uji Parsial
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa:
Variabel Electronic Word of Mouth (X) memiliki nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel karena nilai thitung (8,350) > ttabel (1,965942) dan tingkat signifikansi ,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari variabel Electronic Word of Mouth (X) terhadap Minat Beli (Y) followers Instagram Warunk Upnormal Bandung.
Koefisien Determinasi
Tabel 3. Koefisin Determinasi
KD = R2 X 100% = 0,386 x 100% = 14,8996% ≈ 14,9%
Berdasarkan hasil perhitungan rumus di atas diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 14,9%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel Electronic Word of Mouth (X) terhadap variabel Minat Beli (Y) adalah sebesar 14,9%. Sedangkan sisanya sebesar 85,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti word of mouth antar konsumen, promosi yang dilakukan Warunk Upnormal Bandung, kenyamanan tempat, lifestyle masyarakat, lokasi yang strategis dan harga yang ditawarkan Warunk Upnormal.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang, landasan teori, analisis data dan hasil pengujian yang dilakukan terhadap hipotesis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Electronic Word of Mouth Warunk Upnormal Bandung. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis deskriptif, variabel electronic word of mouth (X) secara keseluruhan masuk dalam kategori “baik”. Dari jawaban
responden terhadap 9 pernyataan mendapatkan nilai skor sebesar 14.406 atau 80,03% masuk dalam kategori “baik”. Hal ini menunjukkan bahwa Warunk Upnormal Bandung memiliki electronic word of mouth yang baik dimata responden.
2. Minat Beli Followers Instagram Warunk Upnormal Bandung. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis deskriptif, variabel minat beli (Y) menurut tanggapan responden secara keseluruhan masuk ke dalam kategori “Baik”. Dari 7 pernyataan pada variabel minat beli secara keseluruhan mendapat nilai skor total sebesar 11.256 atau 80,4% dan masuk dalam kategori “Baik”. Hal ini menunjukkan bahwa banyak responden yaitu followers Instagram @warunk_upnormal berminat untuk mengunjungi dan membeli produk di Warunk Upnormal Bandung.
3. Pengaruh Electronic Word of Mouth Terhadap Minat Beli Followers Instagram Warunk Upnormal Bandung. Electronic Word of Mouth berpengaruh secara positif terhadap minat beli followers Instagram Warunk Upnormal Bandung. Berdasarkan hasil perhitungan rumus diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 14,9%. Hal
ini menunjukkan bahwa
pengaruh variabel Electronic Word of Mouth (X) terhadap variabel Minat Beli (Y) tidak
terlalu besar yaitu sebesar 14,9%. Sedangkan sisanya sebesar 85,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti word of mouth antar konsumen, promosi
yang dilakukan Warunk
Upnormal Bandung, kenyamanan tempat, lifestyle masyarakat, lokasi yang strategis dan harga
yang ditawarkan Warunk
Upnormal. Saran
Adapun saran adalah sebagai berikut; 1. Bagi Perusahaan. Warunk
Upnormal Bandung harus
meningkatkan peran konsumen dalam menyampaikan ulasan atau komentar positif di Instagram. Sehingga calon pembeli atau followers Instagram Warunk Upnormal Bandung lebih tertarik dengan promo atau ulasan yang
diberikan dan mereka
memutuskan untuk membeli makanan atau minuman di Warunk Upnormal.
a) Untuk menjaga electronic word of mouth agar tidak menjadi negatif atau kecenderungan
menyampaikan informasi terkait dengan lebih negatif diperlukan peran Public Relation Warunk Upnormal Bandung dalam bentuk seperti melakukan press release ketika ada berita negatif mengenai Warunk Upnormal Bandung.
b) Untuk membuat Warunk Upnormal sebagai pilihan utama saat pembeli ingin pergi ke tempat makan
dengan menu yang
bervariasi, sebaiknya Warunk Upnormal harus lebih melakukan promosi agar calon pembeli atau konsumen tertarik untuk
datang dan membeli
makanan atau minuman di Warunk Upnormal.
a) Bagi Penelitian Selanjutnya. Penelitian ini hanya meneliti tentang pengaruh electronic word of mouth di social media terhadap minat beli followers Instagram Warunk Upnormal Bandung. Untuk penelitian selanjutnya disarankan:
b) Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Electronic Word of Mouth (X) dan Minat Beli (Y) telah terbukti saling mempengaruhi satu sama lain berdasarkan nilai koefisien determinasi sebesar 14,9%. Namun 85,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini sehingga variabel lainnya di luar penelitian ini diindikasikan
kemungkinan memiliki
pengaruh, maka disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti dengan
menggunakan
yang telah diteliti dalam
penelitian ini agar
memperoleh hasil yang lebih variatif serta memperkaya teori yang ada.
c) Objek penelitian dan ruang lingkup yang berbeda akan memberikan hasil penelitian yang berbeda, sehingga penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas objek penelitian atau melakukan penelitian pada cafe atau tempat makan lainnya, menggunakan ruang lingkup populasi yang lebih luas serta sampel yang lebih
banyak agar dapat
memberikan hasil yang semakin spesifik.
REFERENSI
Goyette, I., Ricard, L., Bergeron, J., & Marticotte, F. (2010). e‐WOM
Scale: word‐of‐mouth
measurement scale for e‐services context. Canadian Journal of Administrative Sciences/Revue Canadienne des Sciences de l'Administration, 27(1), 5-23. Gruen, T. W., Osmonbekov, T., &
Czaplewski, A. J. (2006). eWOM: The impact of customer-to-customer online know-how exchange on customer value and loyalty. Journal of Business research, 59(4), 449-456.
Hennig-Thurau, T., Gwinner, K. P., Walsh, G., & Gremler, D. D. (2004). Electronic
word-of-mouth via consumer-opinion platforms: what motivates consumers to articulate
themselves on the
internet?. Journal of interactive marketing, 18(1), 38-52.
JakPat. (2016). Jumlah pengguna Instagram di Indonesia(Online). www.dailysocial.id (Diakses pada 6 September 2016)
Jalilvand, M. R. dan Samiei, N. (2012). The effect of electronic word of mouth on brand image and purchase intention: An empirical study in the automobile industry in Iran. Marketing Intelligence & Planning, 30(4), 460-476.
Jurnalis Sisi Usaha. (2015, Juni 13). Industri Kuliner Bandung. Diakses pada 16 Oktober 2016 dari http://sisiusaha.com/news/ Mahendrayasa, A. C., Kumadji, S.,
dan Abdillah, Y. (2014). Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Minat Beli Serta Dampaknya Pada Keputusan
Pembelian (Survei pada
Mahasiswa Pengguna Kartu Selular GSM “IM3” Angkatan 2011/2012 dan 2012/2013 Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya
Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 12(1), 1-7.
Nasution, M. F. R. & Yasin, H. (2014). Pengaruh Promosi dan Harga Terhadap Minat Beli Perumahan Obama PT. Nailah Adi Kurnia Sei Mencirim
Manajemen & Bisnis, 14(2), 135-143.
Prastyo, K., & Suryadi, N. (2013). Pengaruh Electronic Word-of-Mouth di Media Sosial Twitter Terhadap Minat Beli Konsumen pada Restoran Cepat Saji Hoka Hoka Bento. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 2(1).
Ramdani, Alwan. (2012, Oktober 27). Kisah kejayaan wisata kuliner Bandung. Diakses pada
16 Oktober 2016 dari
https://www.merdeka.com/ Sugiyono. (2014). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R.D. Bandung: Alfabeta.
ur Rehman, F., Nawaz, T., Khan, A., & Hyder, S. (2014). How Advertising Affects the Buying Behavior of Consumers in Rural
Areas: A Case of
Pakistan. Academic Research International, 5(4), 405-412.