JEJARING PELAYANAN DARAH
Ria Syafitri
Unit Transfusi Darah Pusat PALANG MERAH INDONESIA
2
OUTLINE
• PENDAHULUAN
• PELAYANAN DARAH
• KEBIJAKAN PELAYANAN DARAH
• STANDAR PELAYANAN TRANSFUSI DARAH
• PEDOMAN PENATALAKSANAAN DONOR DARAH REAKTIF • PENUTUP
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
PENDAHULUAN
• Pelayanan darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang terdiri dari serangkaian kegiatan mulai dari pengerahan dan pelestarian donor, pengambilan, pengamanan, pengolahan, penyimpanan darah dan tindakan medis pemberian darah kepada resipien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan
• Pelayanan darah merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan modern
• Semua produk darah harus aman, berkualitas, tersedia dalam jumlah
yang cukup dan tepat guna secara klinis.
• Untuk menjamin ketersediaan darah, mutu, keamanan, sistem informasi pendonor darah, akses, rujukan dan efiseiensi pelayanan darah perlu dilakukan jejaring pelayanan darah
Jejaring Pelayanan Darah Seminar UTDP 2016
PELAYANAN DARAH
• Pelayanan darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang
terdiri dari serangkaian kegiatan mulai dari:
1. Pengerahan dan pelestarian donor 2. Pengambilan darah
3. Pengamanan darah
4. Pengolahan komponen darah 5. Penyimpanan darah
6. Pendistribusian darah dan tindakan medis pemberian darah kepada resipien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan
sesuai topik seminar akan dibahas kegiatan no 1 dan 3,
dikaitkan dengan jejaring pelayanan darah
4
Dilaku
kan di
UTD
Dilaku kan di BDRSKEBIJAKAN NASIONAL
PP No. 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah
• Pasal 9: Pengambilan Darah
Pengambilan darah didahului oleh pemeriksaan
kesehatan dan disetujui oleh pendonor, Pendonor harus
diberi informasi tentang risiko pengambilan darah serta
hasil pemeriksaan darahnya dan
Jika hasil pemeriksaan
reaktif, dianjurkan tidak mendonorkan darah dan
dilakukan pemeriksaan konfirmasi
• Pasal 11: Pencegahan Penularan Penyakit
Setiap kantong darah harus dilakukan uji saring darah
paling sedikit terhadap HIV, Hep B, Hep C dan sifilis
untuk mencegah penularan penyakit
KEBIJAKAN NASIONAL
PP No. 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah
• Pasal 28-31: Pendonor Darah
Pendonor darah dilakukan secara sukarela, memberi
informasi yang benar tentang kesehatannya dan terjaga
kerahasiannnya
• Pasal 42: jejaring
Jejaring pelayanan darah untuk menjamin ketersediaan
darah, mutu, keamanan, sistem informasi pendonor
darah, akses, rujukan dan efisiensi pelayanan darah
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
Permenkes No. 83/2014 tentang UTD, BDRS dan Jejaring Pasal 28-30
1. Seleksi pendonor bertujuan untuk mendapatkan pendonor potensial risiko rendah terhadap Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) demi menjamin kesehatan dan keselamatan pendonor, resipien, dan petugas.
2. Pengambilan darah pendonor dilakukan pada pendonor yang telah lolos seleksi.
3. Pengamanan darah dilaksanakan untuk menjaga keselamatan pasien dan mencegah penularan terhadap penyakit akibat transfusi
Standar Pelayanan Transfusi Darah dan Pedoman
Penatalaksanaan Donor Darah Reaktif
KEBIJAKAN PMI
Peraturan Organisasi Tentang Unit Transfusi Darah
• Pasal 38 Kualitas Penyediaan Darah
Kualitas penyediaan darah di UTD PMI didasarkan pada Standar Kualitas Penyediaan Darah yang ditetapkan oleh Pemerintah.
• Pasal 42 Jejaring pelayanan darah
Jejaring pelayanan darah untuk menjamin jejaring persediaan darah yang aman berkualitas, sistem informasi pendonor darah dan rujukan; Dibentuk jejaring peyediaan darah antar UTD PMI yang berjenjang dari tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota;
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
STANDAR PELAYANAN TRANSFUSI DARAH
Penting adanya informasi kepada calon pendonor darah, dapat melalui Banner, brosur atau leaflet yang berisi informasi terkait:
– Persyaratan donor
– Manfaat dan risiko menyumbangkan darah kepada donor dan resipien
– Jenis penyakit yang menghambat seseorang menjadi donor – Jenis, tanda, gejala dan cara penularan IMLTD
– Pengertian uji saring
– Pemeriksaan uji saring infeksi yang akan dilakukan – Pengertian hasil uji saring
– Informasi akan adanya surat pemberitahuan untuk konfirmasi hasil uji saring jika ditemukan hasil reaktif pada salah satu atau lebih parameter uji saring IMLTD
Sebelum pendonor darah mendonorkan darahnya harus mengisi kuisioner dan informed consent donor
Lampiran 1: Formulir Kuesioner dan Informed Consent Donor
Logo UTD
KUESIONER DONOR
Beri tanda x (silang) pada jawaban anda Ya Tidak Diisi petugas
Apakah anda :
1. Merasa sehat pada ?hari ini 2. Sedang minum antibiotik ?
3. Sedang minum obat lain untuk infeksi? Dalam waktu 48 Jam terakhir
4. Apakah anda sedang minum Aspirin atau obat yang mengandung aspirin Dalam waktu 1 minggu terakhir
5. Apakah anda mengalami sakit kepala dan demam bersamaan? Dalam waktu 6 minggu terakhir
6. Untuk donor wanita : apakah anda saat ini sedang hamil?Jika Ya, kehamilan keberapa?... Dalam waktu 8 minggu terakhir
7. Apakah anda mendonorkan darah, trombosit atau plasma? 8. Apakah anda menerima vaksinasi atau suntikan lainnya?
9. Apakah anda pernah kontak dengan orang yang menerima vaksinasi smallpox? Dalam waktu 16 minggu terakhir
10. Apakah anda mendonorkan 2 kantong sel darah merah melalui proses aferesis? Dalam waktu 12 bulan terakhir
11. Apakah anda pernah menerima transfusi darah?
12. Apakah anda pernah mendapat transplantasi, organ, jaringan atau sumsum tulang? 13. Apakah anda pernah cangkok tulang atau kulit?
14. Apakah anda pernah tertusuk jarum medis?
15. Apakah anda pernah berhubungan seksual dengan ODHA ? 16. Apakah anda pernah berhubungan seksual dengan WPS?
17. Apakah anda pernah berhubungan seksual dengan pengguna narkoba jarum suntik?
18. Apakah anda pernah berhubungan seksual dengan pengguna konsentrat faktor pembekuan ? 19. Donor wanita : apakah anda pernah berhubungan seksual dengan laki-laki yang biseksual ? 20. Apakah anda pernah berhubungan seksual dengan penderita hepatitis?
21. Apakah anda tinggal bersama penderita hepatitis? 22. Apakah anda memiliki tatto?
23. Apakah anda memiliki tindik telinga atau bagian tubuh lainnya?
24. Apakah anda sedang atau pernah mendapat pengobatan sifilis atau GO (kencing nanah) 25. Apakah anda pernah ditahan di penjara untuk waktu lebih dari 72 jam?
Dalam waktu 3 tahun
26. Apakah anda pernah berada di luar wilayah Indonesia? Tahun 1980 hingga 1996
27. Apakah anda tinggal selama 3 bulan atau lebih di Inggris? Tahun 1980 hingga sekarang
28. Apakah anda tinggal selama 5 tahun atau lebih di Eropa? 29. Apakah anda menerima transfusi darah di Inggris? Tahun 1977 hingga sekarang
30. Apakah anda menerima uang, obat atau pembayaran lainnya untuk seks?
31. Laki-laki : Apakah anda pernah berhubungan seksual dengan laki-laki, walaupun sekali? Apakah anda PERNAH
32. Mendapatkan hasil positif untuk tes HIV/AIDS?
33. Menggunakan jarum suntik untuk obat-obatan,steroid yang tidak diresepkan dokter? 34. Menggunakan konsentrat faktor pembekuan?
35. Menderita Hepatitis? 36. Menderita Malaria?
37. Menderita kanker termasuk leukimia? 38. Bermasalah dengan jantung dan paru-paru ?
39. Menderita perdarahan atau penyakit berhubungan dengan darah?
40. Apakah anda pernah berhubungan seksual dengan orang yang tinggal di Afrika? 41. Tinggal di Afrika?
* = Daftar negara dengan prevalensi IMLTD tinggi **= Jenis vaksinasi/imunisasi
INFORMED CONSENT DONOR
Yth Unit Transfusi Darah ………..
Saya mengerti dan bersedia menyumbangkan darah dengan volume sesuai standar yang diberlakukan dan setuju diambil contoh darahnya untuk keperluan pemeriksaan laboratorium berupa uji golongan darah, HIV, Hepatitis B , Hepatitis C, Sifilis dan infeksi lainnya yang diperlukan serta untuk kepentingan penelitian. Bila ternyata hasil pemeriksaan labotarium perlu ditindaklanjuti, maka saya setuju untuk diberi kabar tertulis.
Jika komponen plasma tidak terpakai untuk transfusi, saya setuju dapat dijadikan produk plasma untuk pengobatan.
UNIT TRANSFUSI DARAH
Selamat Datang, Terima kasih atas kesediaan anda meluangkan waktu untuk menyumbangkan darah. Mohon formulir ini diisi dengan sejujurnya untuk keselamatan anda dan calon penerima darah anda.
Saya telah mendapatkan dan membaca semua informasi yang diberikan serta menjawab pertanyaan dengan jujur.
Tanda Tangan Petugas Tanda Tangan Donor
10
Jejaring Pelayanan Darah Seminar UTDP 2016
INFORMED CONSENT DONOR
• Harus ada Informed Consent tertulis
• Informed Consent merupakan bagian dari
catatan/dokumen donor
• Informed Consent yang ditanda tangani harus
membuktikan bahwa donor telah membaca,
mengerti dan memberikan jawaban yang jujur
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
UTDP 2016 12
INFORMED CONSENT
Yth. Unit Transfusi Darah ………..Saya telah mendapatkan dan membaca semua informasi yang diberikan serta menjawab pertanyaan dengan jujur.
Saya mengerti dan bersedia menyumbangkan darah dengan volume sesuai
standar yang diberlakukan dan setuju diambil contoh darahnya untuk keperluan pemeriksaan laboratorium berupa uji golongan darah, HIV, Hepatitis B ,
Hepatitis C, Sifilis dan infeksi lainnya yang diperlukan serta untuk kepentingan penelitian. Bila ternyata hasil pemeriksaan labotarium perlu ditindaklanjuti, maka saya setuju untuk diberi kabar tertulis.
Jika komponen plasma tidak terpakai untuk transfusi, saya setuju dapat dijadikan produk plasma untuk pengobatan.
Tanda Tangan Petugas
Nama jelas
Tanda Tangan Donor
PENCATATAN DAN DOKUMENTASI
DONOR DARAH
• Dalam Kuisioner dan informed consent, pendonor harus
menerangkan mengenai riwayat medisnya terkini dengan
memberi informasi yang benar
• Saat memberikan Informasi donor, pendonor harus
menunjukkan identitasnya
• Informasi pendonor ini harus terhubung dengan
pencatatan donor dan harus didokumentasikan sehingga
memungkinkan untuk dilakukan penelusuran bila
diperlukan
PROGRAM DONOR CARE
Setiap kantong darah yang disumbangkan pendonor akan dilakukan uji saring dan apabila hasil pemeriksaan reaktif, dianjurkan tidak mendonorkan darah dan dilakukan pemeriksaan konfirmasi
Program Donor Care
Program Donor Care berupa:
• Notifikasi secara tertulis (informed consent)
• Konseling oleh konselor (bila hasil uji saring reaktif) • Rujukan untuk pemeriksaan diagnostik
‐ Ada kerjasama antara UTD dng RS
• Kerahasiaan donor terjaga
‐ Pembatasan akses terhadap data hasil uji saring IMLTD
(identitas kantong darah dan sampelnya ke laboratorium hanya no saja tidak ada nama donor)
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
PEDOMAN PENATALAKSANAAN
DONOR DARAH REAKTIF
Tujuan pedoman:
Umum :
Terselenggaranya penatalaksanaan donor darah reaktif yang
berorientasi pada pencegahan IMLTD.
Khusus :
Tersedianya standardisasi pelayanan Donor Darah Reaktif.
Meningkatkan akses pelayanan IMLTD bagi Donor Darah
Reaktif.
ALGORITMA UJI SARING
Lakukan uji saring inisial (A) Non Reaktif
(A)
Initial Reactive (A+)
Keluarkan darah & komponen darah
yang dihasilkan
Pilihan 1
(Sistim Kualitas tidak ada/terbatas)
Musnahkan darah dan komponen darah yang dihasilkan
Pilihan 2
(Sistim Kualitas efektif) Ulangi uji saring in duplicate dengan sampel dan asay yg sama
Negatif pada ke-dua pemeriksaan ulang
(A+, A-, A-)
Keluarkan darah & komponen darah yang dihasilkan
Reaktif pda salah satu atau Kedua pemeriksaan ulang (A+, A+, A-) atau (A+, A+, A+)
Musnahkan darah dan komponen darah yang dihasilkan
Kirim sampel untuk pemeriksaan konfirmasi
A = Asay
A+ = Hasil reaktif pada asay A A - = Hasil non reactive pada asay A
Lakukan uji saring inisial (A) Non Reaktif
(A)
Initial Reactive (A+)
Keluarkan darah & komponen darah
yang dihasilkan
Pilihan 1
(Sistim Kualitas tidak ada/terbatas)
Musnahkan darah dan komponen darah yang dihasilkan
Pilihan 2
(Sistim Kualitas efektif) Ulangi uji saring in duplicate dengan sampel dan asay yg sama
Negatif pada ke-dua pemeriksaan ulang
(A+, A-, A-)
Keluarkan darah & komponen darah yang dihasilkan
Reaktif pda salah satu atau Kedua pemeriksaan ulang (A+, A+, A-) atau (A+, A+, A+)
Musnahkan darah dan komponen darah yang dihasilkan
Kirim sampel untuk pemeriksaan konfirmasi
A = Asay
A+ = Hasil reaktif pada asay A A - = Hasil non reactive pada asay A
Pemeriksaan hasil Rujukan Reaktif HIV dari UTD PMI ke UTD PMI
Pusat Jejaring Pelayanan Darah Seminar
Cara Pengiriman Sampel Rujukan
X
Bentuk label pada cool box / doos / styrofoam
Palang Merah Indonesia
Pengiriman Perlakuan Khusus Kepada :
d/a:
Unit Transfusi Darah Pusat Palang Merah Indonesia
Up : Sub-Bidang Rujukan Nasional
Jl. Joe No.7 Lenteng Agung Jakarta Selatan – 12610 Telp / fax : 021-7815464-68 / 021-7815469-70 Pengirim : Dari : Alamat : Telp :
STRATEGI UJI SARING
• Tidak direkomendasikan untuk:
– Pooling assay serologi
– Uji saring berurutan (sequential) – Uji saring pre-donasi
• Semua darah dan komponen darah dengan hasil uji saring reaktif harus di label “Tidak Untuk Transfusi”
• Setiap kantong darah dan komponennya yang telah siap pakai harus diberi label yang berisi informasi:
– Uji saring IMLTD (HBsAg, Ab dan atau Ag HIV, Anti-HCV dan Sifilis) NON REACTIVE
– Label dapat juga memuat data hasil pemeriksaan uji silang serasi
RUJUKAN DONOR DARAH REAKTIF
• PEMBERITAHUAN HASIL UJI SARING REAKTIF
‐ Donor dengan hasil uji saring repeated reactive akan dikirimi surat pemberitahuan untuk datang ke UTD untuk penjelasan hasil uji saring dan tindak lanjut atas tes konfirmasi
• Dalam melaksanakan pemberitahuan kepada donor harus diyakinkan bahwa:
‐ Peran dan fungsi UTD adalah untuk mengamankan darah bukan menetapkan apakah donor terinfeksi atau tidak.
‐ Dalam uji saring digunakan reagensia yang sangat sensitif MUNGKIN ADA hasil uji saring yang reaktif palsu (false reactive).
‐ Pemberitahuan dilakukan agar donor dapat dirujuk ke RS untuk tes diagnostik kepastian status infeksinya, untuk perawatan & pengobatan.
‐ Darah yang disumbangkan tidak dapat ditransfusikan
‐ Status penyumbangan darah berikutnya akan ditetapkan setelah diperoleh hasil tes diagnostik dari RS.
‐ Donor tidak perlu panik dan tetap menjaga kesehatannya. ‐ Donor bersedia untuk dirujuk ke RS
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
SURAT PEMBERITAHUAN
Surat pemberitahuan kepada donor untuk datang ke UTD
guna konfirmasi hasil uji saring meliputi hal-hal tersebut di
bawah ini:
– Surat dialamatkan kepada donor yang bersangkutan sesuai dengan nama dan alamat yang tertera pada formulir pendaftaran donor
– Informasi bahwa hasil uji saring IMLTD yang dilakukan oleh UTD pada contoh darah donor yang bersangkutan menunjukkan hasil reaktif (tanpa menyebutkan jenis parameter uji saring apa yang reaktif)
– Donor diharapkan datang ke UTD dengan membawa surat pemberitahuan untuk mendapatkan penjelasan
PENJELASAN UTD
Penjelasan di UTD meliputi hal-hal tersebut di bawah ini:
• Tidak dapat digunakannya darah untuk transfusi, oleh karena hasil uji saring reaktif terhadap IMLTD ( parameter uji saring dengan hasil reaktif yang bersangkutan)
• Donor dirujuk dengan surat pengantar dari UTD:
– Ke Bagian Penyakit Dalam di RS, untuk donor dengan hasil uji saring hepatitis B dan atau hepatitis C reaktif
– Ke Bagian Kulit dan Kelamin di RS, untuk donor dengan hasil uji saring Sifilis reaktif
– Ke Unit Layanan KTS di RS, untuk donor dengan hasil uji saring HIV repeated reactive
• Rujukan donor untuk mengetahui kepastian status kesakitan, pelayanan perawatan dan atau pengobatan.
• Dengan diketahuinya status kesakitan donor, donor terinfeksi dapat lebih menjaga kesehatannya dan dapat mencegah penularan kepada orang disekelilingnya.
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
Lampiran 3
Contoh surat pemberitahuan hasil uji saring dari UTD kepada donor
..., tanggal ... No :
Lamp : -
Hal : Pemanggilan Donor untuk Konsultasi Kepada:
Yth. (Nama Donor) Alamat ...
Kota ... Kode Pos ... Pendonor yang terhormat,
Pertama-tama perkenankan kami mengucapkan terima kasih atas kesediaann Saudara untuk menyumbangkan darahnya di UTD kami. Sebagaimana diketahui bahwa pada semua darah yang disumbangkan dilakukan uji saring terhadap berbagai jenis infeksi yang dapat ditularkan melalui transfusi darah.
Ketika Saudara menyumbangkan darah, salah satu dari uji saring memberikan hasil yang perlu ditindak lanjuti. Untuk itu mohon kesediaan Saudara datang ke UTD sesegera mungkin, pada jam pelayanan, guna membahas tindak lanjut tersebut.
SURAT RUJUKAN DONOR KE RS
..., tanggal ... No :
Lamp : -
Hal : Rujukan Donor Reaktif untuk Tes Diagnostik Kepada:
Yth. (Nama Bagian Penyakit Dalam/Kulit Kelamin/Unit Layanan KTS RS ...) Alamat ...
Kota ... Kode Pos ... Dengan Hormat,
Bersama ini kami rujuk donor darah dengan hasil uji saring darah reaktif untuk mendapatkan tindak lanjut, guna konfirmasi diagnostik dari yang bersangkutan.
Nama Donor : ... No. Kantong Darah : ...
Uji Saring Darah : HBsAg / Anti-HCV / Anti-HIV / TPHA / RPR Reaktif (coret yang tidak penting)
Dengan nilai absorbance (jika metoda uji saring Chemiluminescen atau Elisa): ... (tuliskan) Metoda Uji Saring : Chemiluminescen / Elisa / Rapid /NAT
(coret yang tidak penting)
Setelah hasil tes diagnostik selesai, diharapkan kami mendapat pemberitahuan agar kami dapat menetapkan status Penyumbangan Darah selanjutnya. Terlampir formulir umpan balik hasil tes diagnostik.
Demikian, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Hormat kami,
Dr. ... Direktur UTD
Bag. Peny Dalam
Ditujukan ke dokter KGEH
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
PENATALAKSANAAN
DONOR DARAH REAKTIF
• UTD tetap mempunyai tugas keperdulian kepada donor,
keluarganya dan populasi umum
• Tes diagnostik donor yang terinfeksi harus dirujuk
untuk konseling, pengobatan dan pengelolaan lanjutan
yang tepat
• Donor dengan hasil pemeriksaan diagnostik negatif
untuk IMLTD harus didorong untuk menyumbangkan
darah kembali secara teratur dan diarahkan untuk
menjalani gaya hidup berisiko rendah
LAPORAN UMPAN BALIK HASIL DIAGNOSTIK
• Hasil tes diagnostik dengan kesimpulan negatif
diinformasikan dan dikirim kembali ke UTD
• Sedangkan untuk hasil tes diagnostik dengan
kesimpulan reaktif atau inconclusive, RS tidak
memberikan laporan umpan balik kepada UTD.
• Dan UTD memasukkan donor yang bersangkutan ke
dalam daftar donor yang ditolak permanen untuk
menyumbangkan darahnya.
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
PENOLAKAN DONOR
• Donor dengan hasil tes diagnostik reaktif– Donor harus ditolak dari penyumbangan darah, diberitahu status infeksinya, dikonseling dan dirujuk untuk pengelolaan klinis
• Donor dengan hasil uji saring ulang reaktif namun hasil tes
diagnostik negatif
– Bagian kritis dari program uji saring
– Pemilihan assay uji saring yang cocok dan penggunaan algoritma uji saring yang tepat dapat meminimalkan kasus ini
– Donor diberitahu, diyakinkan ulang, dikonseling dan ditolak sementara hingga non reaktif pada follow up menggunakan assay uji saring yang sama atau assay yang berbeda. Jika negatif, mereka dapat diterima kembali menjadi donor darah.
PENOLAKAN DONOR
• Donor dengan hasil tes diagnostik tidak dapat
disimpulkan
– Merupakan tantangan bagi UTD karena pengelolaannya lebih tidak jelas.
– Sangat penting untuk menentukan apakah mereka akan dipertahankan sebagai donor atau ditolak.
– Disarankan untuk memberitahukan, konseling dan menolak sementara donor, biasanya sampai enam bulan. – Jika hasil uji saring non reaktif dan hasil tes diagnostik
negatif pada follow up, mereka dapat diterima sebagai donor di masa yang akan datang.
Jejaring Pelayanan Darah Seminar
PENUTUP
• Pelayanan darah merupakan komponen penunjang penting dari pelayanan kesehatan
• Transfusi darah merupakan tindakan medis yang berisiko salah satunya IMLTD Uji saring darah merupakan langkah penting
• Tahap seleksi donor penting donor perlu diberi informasi dan edukasi .
• Pemberitahuan hasil uji saring dan atau tes diagnostik reaktif, adalah kabar yang sangat sensitif bagi para donor.
• Arahan pada perawatan dan pengobatan harus dapat diberikan oleh unit pelaksana tes diagnostik
• Jejaring pelayanan darah termasuk rujukan hasil pemeriksaan IMLTD dapat membantu UTD PMI dalam hal penentuan donor reaktif
REFERENSI
• PP No: 7 tahun 2011 Pelayanan Darah
• Permenkes No 83 tahun 2014: UTD, BDRS dan
Jejaring Pelayanan Transfusi Darah
• PO UTD PMI No 001KEP/PP PMI/1/2016
• Aid Memoire WHO
• Permenkes No 91/2015: Standar Pelayanan Darah
• Pedoman penatalaksanaan donor darah reaktif
Jejaring Pelayanan Darah Seminar