• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengkayaan Selenium Organik, Inorganik dan Vitamin E dalam Pakan Puyuh terhadap Performa serta Potensi Telur Puyuh sebagai Sumber Antioksidan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengkayaan Selenium Organik, Inorganik dan Vitamin E dalam Pakan Puyuh terhadap Performa serta Potensi Telur Puyuh sebagai Sumber Antioksidan"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kandungan nutrisi ransum penelitian  Perlakuan  Nutrisi  T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 T8  Protein  (%)  20,00 20,00 20,00 20,00 20,00 20,00 20,00 20,00 20,00  Lemak  (%)  4,15 4,15 4,15 4,15 4,15 4,15 4,15 4,15 4,15  Serat Kasar (%)  3,74  3,74  3,74 3
Diagram 1. Urutan pengukuran aktivitas antioksidan metode  DPPH (Kubo et  al. 2002; Molyneux , 2004)
Gambar 1. Kandungan Se daging dengan pengkayaan Se organik, inorganik dan vitamin E  inorganik yang dipakai adalah sodium selenite
Gambar 2. Kandungan Se albumin telur dengan pengkayaan Se organik, inorganik  dan vitamin E
+4

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi dengan 0.2 ppm Se organik dan atau 200 IU vitamin E tidak mempengaruhi (p>0.05) profil darah, kadar lemak

Suplementasi vitamin E 300 ppm dan selenium 0.8 ppm dalam ransum dapat maningkatkan ukuran telur namun tidak mempengaruhi performa ayam petelur strain ISA-Brown umur

Pada pemberian vitamin E bagi induk dengan kadar yang lebih kecil atau lebih besar dari 210 mg/kg pakan akan menghasilkan telur dengan rasio asam lemak

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul :"Efektivitas Suplementasi Selenium (Se) Organik dan Vitamin E dalam Ransum Komersial terhadap Reproduksi

Kombinasi suplementasi vitamin C dan vitamin E pada ransum puyuh meningkatkan daya tetas telur secara sangat signifikan (P<0,01) terhadap kelompok kontrol (kontras 4),