Mengatasi Urgensi Maintenance Sebuah Perusahaan
dengan Optimalisasi Condition Based Maintenance
Disusun Oleh:
Teti Filantri Siregar (P056132582.48E)
(Untuk memenuhi Tugas Ujian Akhir Triwulan mata kuliah Sistem Informasi Manajemen)
Dosen:
Dr.Ir.Arif Imam Suroso, MSc(CS)
2 | P a g e
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan, rahmat, taufik dan hidayah. Penulis sangat bersyukur telah berhasil menyelesaikan Paper ini sebagai Tugas Ujian Akhir Triwulan mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.
Pada kesempatan ini, penulis akan membahas “Mengatasi Urgensi Maintenance Sebuah Perusahaan dengan Optimalisasi Condition Based Maintenance”. Isu yang akan diangkat adalah pentingnya maintenance secara berkesinambungan di suatu perusahaan untuk menghemat biaya maintenance dan memudahkan manajemen mengambil keputusan. Dalam penulisan paper ini penulis banyak melihat bahwa mata kuliah yang disampaikan oleh dosen pembimbing sangat banyak membantu penulis dalam membuat menyusun dan menganalisa topik pembahasan. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
Dr.Ir.Arif Imam Suroso, MSc(CS) selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam penyusunan Paper atau Makalah ini.
Penulis menyadari bahwa Paper ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Jakarta, 29 Januari 2014
3 | P a g e DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ………. 3 BAB I PENDAHULUAN ………. 4 1.1. Latar Belakang ……… 4 1.2. Tujuan Penulisan ……….. 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………... 6
2.1. Definisi computer ………. 6
2.2. Software (Perangkat Lunak) ………. 6
2.3. Hardware ……….. 6
2.4. Maintenance (Perawatan/Pemeliharaan) ……….. 7
2.5. Condition Based Maintenance ………. 7
BAB III PEMBAHASAN ………. 8
3.1. Software Maintenance (Pemeliharaan Perangkat Lunak) ……… 8
3.2. Biaya Pemeliharaan Sistem …..……… 8
3.3. Studi Kasus: Optimalisasi Condition Based Maintenance Sebuah Perusahaan Aircraft ……… 9
BAB IV PENUTUP ..……… 11
4.1. Kesimpulan ……….………. 11
4 | P a g e
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Di Era globalisasi ini, teknologi sangat cepat berkembang pesat, begitu pula dengan perkembangan software komputer. Perusahaan atau organisasi yang tidak ingin ketinggalan dengan perkembangan jaman dan teknologi tentu akan tetap mengikuti semua perkembangan yang terjadi di bidang teknologi ini. Perusahaan juga ingin tahu kelayakan sistem yang mereka gunakan dan kapan waktu mengganti dengan yang baru. Tapi di balik semua itu, biaya juga menjadi pertimbangan mereka.
Untuk dapat selalu up-to-date perusahaan-perusahaan ini memiliki Sistem Informasi Manajemen yang terintegrasi. Software maintenance menjadi salah satu bagian dari integrasi sistem manajemen dalam perusahaan atau organisasi. Karena pemeliharaan software maupun hardware sebuah sangat vital bagi perusahaan untuk menjaga kesinambungan sistem di dalam perusahaan atau organisasi.
IEEE Standard Glossary Software Engineering Terminology mendefinisikan software maintenance sebagai modifikasi produk software setelah ia dikeluarkan, untuk mengoreksi kesalahan, untuk meningkatkan penampilan atau atribut lainnya, atau untuk menyesuaikan produk dengan lingkungan yang telah berubah. Dengan demikian software dapat didefinisikan sebagai cara membuat dan mengelola perubahan software.
Sistem maintenance di suatu perusahaan terkadang tidaklah murah, oleh karena itu seringkali perusahaan atau organisasi sering mengabaikan masalah maintenance ini. Padahal bila perusahaan atau organisasi tersebut mengerti teknologi apa yang paling dibutuhkan perusahaan maka masalah biaya atau cost maintenance dapat ditekan.
Untuk melihat bagaimana sistem maintenance dapat dijalankan dengan baik, tetap up-to-date dan tetap hemat biaya, akan dibahas perusahaan yang berhasil mengoptimalkan kinerja perusahaan namun tetap menghemat biaya melalui sebuah program yang disebut Condition Based Maintenance (CBM).
5 | P a g e
1.2.Tujuan Penulisan
Melalui perusahaan yang telah menerapkan Condition Based Maintenance dapat dilihat bagaimana urgensi maintenance tersebut dalam sebuah perusahaan dan sebesar apa dampak software maintenance ini terhadap kinerja perusahaan.
6 | P a g e
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi komputer
Komputer adalah alat elektronik yang bisa melakukan tugas yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi (Robert H. Bilssmer 1985). Pendapat lain mengatakan bahwa komputer merupakan sistem elektronik yang dapat memanipulasi data dengan cepat dan tepat serta dirancang secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang sudah tersimpan.
2.2. Hardware (Perangkat Keras)
Hardware atau Perangkat Keras adalah komponen pada komputer yang dapat dilihat dan disentuh secara fisik. Oleh karena itu komputer dapat kita sebut sebagai Hardware atau Perangkat Keras. Yang termasuk Hardware adalah sebagai berikut:
1. Perangkat Input yang digunakan untuk memasukkan instruksi dari pengguna komputer seperti keyboard, mouse, dan joystick.
2. Perangkat Pemrosesan yang terdapat pada sebuah komputer untuk memproses input dari pengguna yaitu Prosesor.
3. Perangkat Output yang digunakan untuk menghasilkan suatu proses dari pengguna komputer yaitu Monitor, Speaker, dan Printer.
2.3. Software (Perangkat Lunak)
Software atau perangkat lunak berbeda dengan hardware atau perangkat keras. Pengertian software komputer adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh computer. Data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi untuk menjalankan suatu perintah. Software ini merupakan catatan bagi mesin komputer untuk menyimpan perintah, maupun dokumen serta arsip lainnya. Berdasarkan jenisnya, software dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Firmware (BIOS)
2. Sistem Operasi (Windows, Linux, Mac OS, dll) 3. Software Aplikasi (Photoshop, WinAmp, WinZip, dll)
7 | P a g e
2.4. Maintenance (Perawatan)
Maintenance atau dalam bahasa Indonesia disebut perawatan yaitu aktivitas yang dilakukan secara berkala dengan tujuan untuk melakukan pergantian kerusakan peralatan dengan resources yang ada. Perawatan ditujukan untuk mengembalikan sebuah sistem kepada kondisi yang baik agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, memperpanjang usia kegunaan mesin, dan menekan kerusakan.
Secara garis besar kegiatan perawatan/pemeliharaan dibagi atas dua bagian yaitu : Maintenance software antara lain update software seperti antivirus, program dan
aplikasi, sistem operasi, dan file-file lainnya.
Maintenance hardware meliputi perawatan teknis terhadap semua bagian perangkat keras pada computer, antara lain pembersihan atau pemeriksaan bagian CPU, monitor, perangkat input, perangkat cetak dan perangkat jaringannya.
Untuk dapat menjalankannya perlu dilakukan manajemen perawatan yang antara lain: mengidentifikasi kekurangan eksisting, membuat tujuan akhir dari program, menetapkan skala prioritas, menetapkan parameter untuk pengukuran performansi, menetapkan rencana jangka pendek dan juga jangka panjang, sosialisasi perencanaan terhadap bagian-bagian yang terkait, implementasi perencanaan, laporan berkala.
2.5. Condition Based Maintenance
Condition Based Maintenance adalah sebuah metode penentuan waktu perawatan/pemeliharaan yang didasarkan pada data kegagalan dan kondisi dari komponen. CBM didasarkan pada penggunaan real-time data untuk memprioritaskan dan mengoptimalkan sumber daya pemeliharaan. Pengamatan status sebuah sistem dikenal sebagai condition monitoring. Sistim ini mampu menentukan kesehatan peralatan, dan bertindak hanya ketika pemeliharaan benar-benar perlu. CBM memungkinkan seorang untuk melakukan hal yang sesuai dengan kondisi, memperkecil biaya onderdil, sistem downtime dan memperkecil waktu yang terbuang sia-sia saat menunggu datangnya waktu pemeliharaan.
8 | P a g e
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Software Maintenance (Pemeliharaan Perangkat Lunak)
Menurut Lientz dan Swanson selama pemeliharaan ada tiga jenis perubahan yang terjadi pada sistem yaitu:
o Perfective maintenance (pemeliharaan perfektif) yaitu aktivitas penambahan fungsi pada sistem, yang biasanya dalam usaha merespon (menanggapi) permintaan dari para pemakai atau programmer.
o Adaptive maintenance (pemeliharaan adaptif) adalah aktivitas pengubahan sistem karena untuk menyesuaikan dengan lingkungan operasi sistem. Misalnya menngganti program sistem operasi.
o Corrective maintenance (pemeliharaan korektif) yaitu aktivitas untuk memperbaiki kesalahan sistem.
Bila disimpulkan, pada dasarnya Lientz dan Swanson mengatakan bahwa aktivitas pemeliharaan bukanlah perbaikan sistem seperti yang sering terjadi, melainkan aktivitas penambahan daya fungsi ke program. Sementara menurut Arnold dan Parker aktivitas yang paling penting adalah peningkatan program, walaupun baru pada tingkat rendah. Pemeliharaan perfektif ini membutuhkan life cycle penuh untuk melakukan perubahan yang tajam.
3.2.Biaya Pemeliharaan Sistem
Pada umumnya perusahaan seringkali terbentur dengan masalah tingginya biaya maintenance sehingga maintenance yang dilakukan perusahaan tidak maksimal.
Mengapa hal ini terjadi dan mengapa biaya maintenance bisa sangat mahal? Banyak faktor yang mempengaruhi biaya pemeliharaan sistem baik teknis maupun non teknis. Seringkali maintenance dilakukan dengan asal sehingga mengakibatkan bertambahnya biaya dalam putaran aktivitas pemeliharaan selanjutnya dan mengakibatkan permasalahan yang bertambah banyak pada sistem.
Selain itu, seringkali tugas maintenance ini diserahkan pada programmer junior yang belum berpengalaman dan tidak memiliki kemampuan yang memadai dan mumpuni untuk menangani masalah maintenance. Lebih dari itu, maintenance atau pemeliharaan dalam anggaran biaya perusahaan atau organisasi
9 | P a g e
serinngkali diabaikan, maka ketika terjadi kerusakan atau masalah pada sistem, biaya yang yang dikeluarkan jauh lebih besar. Hal ini tentunya meningkatkan biaya pemeliharaan sistem.
Bagaimana cara menangani biaya maintenance yang besar ini? Manajemen sebuah perusahaan harus lebih menyadari pentingnya maintenance dengan memberikan kebijaksanaan manajemen tentang maintenance secara berkala misalnya. Namun sebelumnya perlu ditentukan dahulu model perawatan seperti apa yang harus dijalankan perusahaan atau organisasi. Tentukan sehingga menjadi sumber yang memadai, kebijaksanaan personnel yang lebih baik, misalnya mengadakan giliran tugas design antara para pekerja, test yang harus dilakukan dan perawatan apa yang harus dilaksanakna secara berkala. Semua kegiatan ini harus dipantau dan diukur secara berkala oleh manajemen. Piranti-piranti yang digunakan juga harus mendukung untuk dapat melaksanakan kegiatan pemeliharaan dengan baik.
3.3.Studi Kasus: Optimalisasi Condition Based Maintenance di Sebuah Perusahaan
Condition based maintenance (CBM) adalah salah satu cara efektif sebuah perusahaan mengatasi masalah maintenance di sebuah perusahaan. Condition based maintenance ini dipergunakan karena dapat diandalkan, menekan biaya operasional seperti di perusahaan penerbangan, pabrik maupun pembangkit tenaga listrik. CBM ini diciptakan karena semakin tinggi kesadaran bahwa pada umumnya suatu sistem akan mengalami beberapa tahap sebelum akhirnya rusak. CBM dapat mendeteksi sejauh mana sistem dapat digunakan sehingga dapat mengoptimalkan pengaturan jadwal maintenance yang tepat sehingga meminimalisir kerusakan pada sistem. Manfaatnya, biaya operasional dapat ditekan.
Software yang biasa digunakan untuk mengoptimalisasi condition based maintenance perusahaan pada umumnya adalah EXAKT (Banjevic et al. 2001), karena telah terbukti berhasil mengatasi masalah maintenance pada perusahaan penambangan, industry pengolah makanan, manufaktur, penerbangan, perusahaan berbasis mesin dan masih banyak lagi.
Penggunaan software EXAKT pada condition based maintenance terbukti sangat efektif. Apa yang dimaksud dengan EXAKT dan bagaimana cara kerja
10 | P a g e
software EXAKT? EXAKT di desain oleh sekelompok ahli mesin, statistic dan software yang di motori oleh Dr.Andrew Jardine dari University of Toronto. EXAKT adalah software yang dapat membantu memprediksikan kelayakan dan mengoptimalkan condition based maintenance. EXAKT dapat diandalkan, meramalkan kerusakan, life time suatu alat, apa yang harus dilakukan.
Secara garis besar condition based maintenance optimization ini digunakan untuk mengoptimalkan beberapa hal yaitu meminimalisir biaya maintenance, dapat diandalkan, dan memperlambat kerusakan peralatan. Di beberapa perusahaan dimana maintenance merupakan keharusan untuk menjalankan roda perusahaan atau organisasi, software maintenance sebaiknya didukung dengan sebuah program condition based maintenance. Pada perusahaan seperti ini, urgensi maintenance merupakan sesuatu yang wajib dijalankan.
11 | P a g e
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Pada perusahaan yang telah well-established, maintenance bukanlah masalah yang dipandang sebelah mata, namun merupakan suatu kewajiban yang menjadi perhatian manajemen. Bahkan untuk menjalankan maintenance, perusahaan khusus menerapkan condition based maintenance (CBM). Dengan mengoptimalisasi CBM, perusahaan dapat memastikan kapan suatu alat masih layak digunakan, kapan waktunya penggantian software atau hardware yang baru bahkan kapan peralatan tersebut akan rusak. Bila digarisbawahi life cycle hardware maupun software dapat diramalkan dengan baik. Manfaat paling menguntungkan bagi perusahaan adalah penghematan biaya yang sangat besar dan memudahkan manajemen mengambil keputusan.
12 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA
1. Kavanagh, J. (2005). Understanding software is vital to stop maintenance costs soaring. Computer Weekly, , 38. Retrieved from
http://search.proquest.com/docview/236997280?accountid=32819
2. Anders, S. B. (2013). Website of the month: Cloud computing roundup. The CPA Journal, 83(11), 72-73. Retrieved from
http://search.proquest.com/docview/1467950434?accountid=32819
3. Joshi, P., Imadabathuni, M., He, D., Al-kateb, M., & Bechhoefer, E. (2012). Application of the condition based maintenance checking system for aircrafts. Journal of Intelligent Manufacturing, 23(2), 277-288. doi:http://dx.doi.org/10.1007/s10845-009-0350-2
4. Tian, Z., Lin, D., & Wu, B. (2012). Condition based maintenance optimization considering multiple objectives. Journal of Intelligent Manufacturing, 23(2), 333-340.
doi:http://dx.doi.org/10.1007/s10845-009-0358-7
5. Knott, C. L., & Steube, G. (2012). Student perceptions of password security and maintenance. International Journal of Management & Information Systems (Online), 16(3), 189. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/1418458240?accountid=32819
6. Phillips, J. T. (1999). Databases as information management tools. Information Management Journal, 33(1), 58-61. Retrieved from
http://search.proquest.com/docview/227759528?accountid=32819
7. Nah, F. F., Tan, X., & Teh, S. H. (2004). An empirical investigation on end-users' acceptance of enterprise systems. Information Resources Management Journal, 17(3), 32-51. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/215883253?accountid=32819 8. http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/646/jbptunikompp-gdl-brostitota-32271-7-unikom_b-.pdf 9. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22691/3/Chapter%20III-VII.pdf 10. http://solehsoul.wordpress.com/2009/08/31/apa-itu-software-komputer-%E2%80%93-definisi-software/ 11. http://www.dautic.com/definisi-komputer-menurut-para-ahli.html 12. http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_rekayasa_perangkat_lunak/bab9.pdf 13. http://www.oliver-group.com/exakt.asp