• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Perencanaan Sdm Rs_nurhikmah.pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. Perencanaan Sdm Rs_nurhikmah.pptx"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Individu

Mata Kuliah Manajemen SDM RS Dosen : Dr. dr. Noer Bahry Noor, M. Sc

PERENCANAAN SDM RS

NURHIKMAH

P1806213403

MAGISTER ADMINISTRASI RUMAH SAKIT

PROGRAM PASCA SARJANA

UNIVERSITAS HASANUDDIN

M A K A S S A R

(2)

PERENCANAAN SDM RUMAH SAKIT

A. Pengertian Perencanaan SDM RS

Era global yang terjadi saat ini telah membuka kesadaran banyak orang bahwa Rumah Sakit yang hidup di tengah-tengah persaingan bisnis Rumah Sakit yang kompetitif ini, teknologi menjadi daya tarik sekaligus simbol sebuah modernitas yang disebut sebagai era teknologi informasi. Kecanggihan bioteknologi dan teknologi alat kedokteran yang lahir dan direspon oleh pasar selalu diikuti terus oleh lahirnya bioteknologi baru dan teknologi alat kedokteran baru yang lebih canggih. Kompetisi dalam melahirkan berbagai layanan kesehatan dan kedokteran seperti tidak ada akhirnya sehingga konsumen sangat dimanjakan oleh banyaknya pilihan yang bervariasi.

Pada era global sekarang untuk mencapai tujuan dalam menyediakan SDM Rumah Sakit maupun untuk proyeksi di masa datang dalam merencanakan SDM Rumah Sakit tidak boleh mengesampingkan fenomena perubahan lingkungan bisnis Rumah Sakit yang sangat cepat seperti sekarang ini. Kelangsungan eksistensi Rumah Sakit yang hidup, tumbuh, dan berkembang di tengah-tengah lingkungan bisnis Rumah Sakit yang kompetitif memerlukan SDM Rumah Sakit yang berkualitas. Dalam era teknologi dan informasi, tuntutan kualitas SDM Rumah Sakit harus disesuaikan dengan kebutuhan Rumah Sakit terutama dalam hal kualitasnya. Hal ini penting karena kemajuan dan kecanggihan teknologi yang tidak diimbangi ketersediaan SDM Rumah Sakit yang mumpuni dalam mengoperasikan peralatan modern yang dimiliki oleh Rumah Sakit, maka hal itu akan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Minimnya SDM Rumah Sakit baik secara kuantitas maupun kualitas dalam suatu Rumah Sakit akibat salah dalam perencanaan/proyeksi SDM Rumah Sakit di masa datang dapat menghambat kecepatan pencapaian tujuan.

(3)

Satu hal yang tidak boleh diabaikan dalam praktek Rumah Sakit adalah pentingnya integrasi atau keterpaduan antara perencanaan bisnis Rumah Sakit dengan perencanaan SDM Rumah Sakit. Perencanaan bisnis Rumah Sakit yang diikuti dengan perencanaan SDM Rumah Sakit yang baik akan menghasilkan tingkat efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan Rumah Sakit. Sebaliknya, perencanaan bisnis Rumah Sakit yang tidak dibarengi dan diikuti perencanaan SDM Rumah Sakit yang baik akan mempengaruhi tujuan Rumah Sakit.

Perencanaan SDM Rumah Sakit adalah proses mengantisipasi dan membuat ketentuan (persyaratan) untuk mengatur arus kinerja SDM Rumah Sakit. Perencanaan SDM Rumah Sakit merupakan perencanaan yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan Rumah Sakit dalam mencapai tujuan, melalui strategi pengembangan kontribusi pekerjanya di masa depan. Dari ke dua definisi yang disebut di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan SDM Rumah Sakit merupakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan upaya merencanakan dalam mengantisipasi masa depan.

Perencanaan SDM Rumah Sakit pada dasarnya dibutuhkan ketika perencanaan bisnis Rumah Sakit sebagai implementasi visi dan misi Rumah Sakit telah ditetapkan. Visi Rumah Sakit sebagai pemandu arah sebuah bisnis Rumah Sakit kemana akan menuju dan dengan strategi apa bisnis Rumah Sakit tersebut akan dijalankan. Berawal dari strategi bisnis Rumah Sakit tersebut kemudian strategi perencanaan SDM Rumah Sakit apa yang akan dipilih. Strategi SDM Rumah Sakit yang dipilih dan ditetapkan sangat menentukan kebutuhan SDM Rumah Sakit seperti apa yang akan diinginkan, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Perencanaan SDM Rumah Sakit sebagai upaya memproyeksikan berapa banyak karyawan dan macam apa yang dibutuhkan Rumah Sakit dimasa yang akan datang. Perencanaan SDM Rumah Sakit merupakan proses menentukan kebutuhan SDM Rumah Sakit, secara kuantitatif dan kualitatif untuk mencapai

(4)

tujuan strategik Rumah Sakit melalui fungsi-fungsi SDM Rumah Sakit dalam jangka pendek maupun jangka panjang secara efektif dan efisien.Dengandemikian dapat disimpulkan bahwa konsep dari perencanaan SDM rumah sakit ini adalah Proses analisis dan identifikasi tersedianya dan kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya. Tujuan dari perencanaan tersebut adalah Untuk menjamin tersedianya kombinasi SDM dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dibutuhkan secara ekonomis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien dengan sumber daya yang tersedia.

b. Empat kegiatan terpadu Perencanaan Rumah Sakit

Adapun kegiatan terpadu perencanaan rumah sakit yaitu : 1. Penyediaan SDM meliputi : rekruitmen, seleksi, penempatan

2. Memperkirakan supply dan demand : mutasi, promosi, pensiun, mengundurkan diri, dan PHK

3. Meningkatkan mutu : Diklat, Training, Pengembangan 4. Evaluasi kondisi SDM : Penilaian prestasi kerja

c. Kepentingan perencanaan SDM

Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumberdaya manusia (SDM), yaitu: 1. Kepentingan Individu

2. Kepentingan Organisai 3. Kepentingan Nasional

d. Proses Perencanaan SDM

Strategi SDM adalah alat yang digunakan untuk membantu organisasi untuk mengantipasi dan mengatur penawaran dan permintaan SDM. Strategi SDM ini memberikan arah secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan SDM akan dikembangkan dan dikelola.

Pengembangan rencana SDM merupakan rencana jangka panjang. Contohnya dalam perencanaan SDM suatu organisasi harus

(5)

mempertimbangkan alokasi orang-orang pada tugasnya untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan atau hanya untuk tahun kedepan. Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat meramal kemungkinan apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan, pengoperasian, dan perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi organisasi tersebut. Prosedur perencanaan SDM. Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan. Mengumpulkan data daninformasi tentang SDM. Mengelompokan data dan informasi serta menganalisisnya. Menetapkan beberapa alternative. Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana. Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan. Metode perencanaan sumber daya manusia, dikenal atas metode non ilmiah dan metode ilmiah. Metode non ilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM hanya didasarkan pengalaman, imajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari perencanaanya saja. Rencana SDM semacam ini resikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga keraja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya timbul mismanajemen dan pemborosan yang merugikan perusahaan. Metode ilmiah diartikan bahwa perencanaan sumber daya manusia dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data dan informasi dan peramalan (forecasting) dari perencanaanya. Rencana SDM semacam ini risikonya relative kecil karena segala sesuatunya telah diperhitungkan terlebih dahulu.

(6)

Secara sederhana langkah dalam melakukan perencanaan SDM adalah dengan melakukan analisis situasi. Adapun cara dalam melakukan analisis situasi adalah : 1. Dilihat jenis dan jumlah tenaga yang ada

2. Analisis beban kerjanya

Cara menghitung beban kerja dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantanya adalah :

a. Dengan Work Sampling

Work sampling dapat dilakukan dengan melakukan sampling kegiatan dari sekelompok karyawan, Untuk setiap petugas, jumlah karyawan yang diamati dibatasi 5-8 orang, dan Interval pengamatan 2-15 menit, tergantung akurasi dan jenis kegiatan

b. Dengan Time and Motion Study

Metode ini dilakukan dengan mengikuti dengan cermat kegiatan yang dilakukan oleh karyawan. Adapun yang diamati adalah jenis kegiatan,waktu yang dibutuhkan dan kualitas

c. Dengan daily log

Metode ini merupakan bentuk sederhana time and motion study yang dimana setiap kegiatan harus catat sendiri, mulai dari saat datang sampai saat pulang, digunakan utk melihat pola beban kerjanya dan sangat memerlukan kerja sama karyawan agar akurat hasilnya.

3. Analisis pola beban kerjanya

4. Analisis kesesuaian beban dan polanya dengan jenis tenaganya

Setelah melakukan analisis situasi, diperlukan kegiatan selanjutnya yakni melakukan analisis persediaan sumber daya manusia yang ada di RS seperti menghitung jumlah dan jenis tenaga yang ada, menghitung jumlah staf yang keluar karena meninggal, pensiun, pindah dan tubel serta menghitung jumlah personel yang masuk karena pindah dari tempat lain atau aktif kembali. Jika data-data tersebut telah terkumpulkan dilakukan analisis kebutuhan tenaga setiap unit di RS dengan memperhatikan beberapa hal seperti :

(7)

1. Ukuran dan tipe RS

2. Fasilitas dan tipe pelayanan yang ditawarkan

3. Jenis dan jumlah peralatan dan frekuensi pemakaiannya 4. Kompleksitas penyakit

5. Usia pasien dan lamanya waktu tinggal di rumah sakit 6. Pemberian cuti,dll

7. Keterbatasan anggaran 8. Turn over personel

9. Pelayanan dan perawatan kesehatan 24 jam

Adapun cara menghitung tenaga perawat di rumah sakit dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, diantaranya :

1. Cara rasio

Metoda ini menggunakan jumlah tempat tidur sebagai denominator personal yang diperlukan.Metoda ini paling sering digunakan karena sederhana dan mudah.Metoda ini hanya mengetahui jumlah personal secara total tetapi tidak bisa mengetahui produktivitas SDM rumah sakit,da kapan personal tersebut dibutuhkan oleh setiap unit atau bagian rumah sakit yang mebutuhkan.Bisa digunakan bila: kemampuan dan sumber daya untuk prencanaan personal terbatas,jenis,tipe, dan volume pelayanan kesehatan relatif stabil.Cara rasio yang umumnya digunakan adalah berdasarkan surat keputusan menkes R.I. Nomor 262 tahun 1979 tentang ketenagaan rumah

sakit,dengan standar sebagai berikut :

Tipe RS TM/TT TPP/TT TPNP/TT TNM/TT A & B 1/(4-7) (3-4)/2 1/3 1/1 C 1/9 1/1 1/5 3/4 D 1/15 1/2 1/6 2/3 Khusus Disesuaikan Keterangan : TM = Tenaga Medis TT = Tempat Tidur

(8)

TPP = Tenaga Para Medis Perawatan TPNP = tenaga para medis non perawatan TNP = tenaga non medis

Cara perhitungan ini masih ada yang menggunakan, namun banyak rumah sakit yang lambat laun meninggalkan cara ini karena adanya beberapa alternatif perhitungan yang lain yang lebih sesuai dengan kondisi rumah sakit dan profesional.

2. Cara Need

Cara ini dihitung berdasarkan kebutuhan menurut beban kerja yang diperhitungkan sendiri dan memenuhi standar profesi. Untuk menghitung seluruh kebutuhan tenaga,diperlukan terlebih dahulu gambaran tentang jenis pelayanan yang diberikan kepada klien selama di rumah sakit. Misalnya saja untuk klien yang berobat jalan,ia akan melalui/mendapatkan pelayanan, antara pembelian karcis, pemeriksaan perawat/dokter, penyuluhan, pemeriksaan laboratorium, apotik dan sebagainya. Kemudian dihitung standar waktu yang diperlukan agar pelayanan itu berjalan dengan baik. Hundgins (1992) menggunakan standar waktu pelayanan pasien sebagai berikut:

Tugas Lama waktu ( menit) untuk pasien

Baru Lama Pendaftaran 3 4 Pemeriksaan Dokter 15 11 Pemeriksaan Asisten Dokter 18 11 Penyuluhan 51 0 Laboratorium 5 7 Diketahui :

Rata –rata pasien RS Hikmah dengan tipe RS kelas B memberikan pelayanan = 250 orang/ hari dimana 50 % adalah pasien baru

Ditanyakan : Berapa jumlah perawat yang dibutuhkan pimpinan keperawatan? Penyelesaian :

(9)

Tenaga yang diperlukan untuk bertugas di bagian pendaftaran adalah : (3+4) / 2= 3,5 x 250 / 240 = 3,64 (4 orang tenaga)

Ket : jika ia bekerja dati jam 08.00 sampai jam 12.00 = 240 menit. Tenaga dokter yang dibutuhkan adalah :

(15+11) / 2 = 13 x 250 / 180 = 18,05 (18 orang dokter) Ket : jika ia bekerja dari jam 09.00 sampai 12.00 = 180 menit Tenaga asisten dokter yang diperlukan adalah :

(18+11) / 2 = 14,5 x 250 / 240 = 15,10 orang (15 oarang asisten dokter) Ket : jika bekerja dari jam 08.00 sampai 12.00 = 240 menit.

Tenaga penyuluhan yang dibutuhkan adalah :

( 51 / 2 ) = 25,5 x 250 / 240 = 26,56 (27 orang tenaga penyuluhan) Ket : jika ia bekerja dari jam 08.00 sampai 12.00 = 240 menit Tenaga laboratorium yang dibutuhkan adalah :

(5+7) / 2 = 6 x 250 / 240 = 6,25 (6 oarang tenaga laboratorium) Ket : jika ia bekerja dari jam 08.00 sampai jam 12.00 = 240 menit

Untuk pasien rawat inap, Douglas (1984) menyampaikan standar waktu pelayanan pasien rawat inap sebagai berikut :

o Perawatan minimal memerlukan waktu : 1-2 jam/24 jam o Perawatan intermediet memerlukan waktu : 3-4 jam/24 jam o Perawatan maksimal/total memerlukan waktu : 5-6 jam/24 jam

Dalam penerapan sistem klasifikasi pasien dengan tiga kategori tersebut di atas adalah sebagai berikut :

a. Kategori I : Self care/perawatan mandiri

Kegiatan sehari-hari dapat dilakukan sendiri,penampilan secara umum baik,tidak ada reaksi emosional,pasien memerlukan orientasi waktu,tempat dan pergantian shift,ttindakan pengobatan biasanya ringan dan simpel

b. Kategori II : intermediet care/perawatan sedang

Kegiatan sehari-hari untuk makan dibantu,mengatur pisisi waktu makan.meberidorogan agar mau makan,eliminasi dan kebutuhan diri juga dibantu atau menyiapkan alat untuk ke kamar mandi.Penampilan pasien sakit

(10)

sedang. Tindakan perawatan pada pasien ini monitor tanda-tanda vital,periksa urine reduksi,fungsi fisiologis,status emosinal,kelancaran drainage atau infus.Pasien memerlukan bantuan pendidikan kesehatan untuk support emosi 5- 10 menit/shift atau 30-60 menit/shiftdengan mengobservasi side efek obat atau reaksi alergi.

c. Kategori III : Intensive care/perawatan total

Kebutuhan sehari-hari tidak bisa dilaksanakan sendiri,semua dibantu oleh perawat penampian sakit berat.pasien memerlukan observasi terus-menerus. Dalam penelitian Douglas (1975) tentang jumlah tenaga pearawat di rumah sakit, didapatkan jumlah perawat yang dibutuhkan pada pagi, sore dan malam teragantung pada tingkat ketergantungan pasien seperti pada table di bawah ini:

Contoh

Diketahui :

Di ruang bedah RS “ Hikmah” dirawat 20 orang pasien dengan kategori sebaga berikut: 5 pasien dengan perawatan minimal, 10 pasien dengan perawatan parsial dan 5 pasien dengan perawatan total.

Ditanyakan : Berapa kebutuhan tenaga perawatan di ruang tersebut ?

Jadi jumlah tenaga yang dibutuhkan adalah: 5,35 + 3,70 + 2,20 = 11,25 (11 orang perawat)

3. Cara Demand

Cara demand adalah perhitungan jumlah tenaga mennurut kegiatan yang memang

(11)

nyata dilakukan oleh perawat. Menurut Tutuko (1992) setiap klien yang masuk ruang gawat darurat dibutuhkan waktu sebagai berikut:

a) untuk kasus gawat darurat : 86,31 menit b) untuk kasus mendesak : 71,28 menit c) untuk kasus tidak mendesak: 33,09 menit

Hasil penelitian di rumah sakit di Filipina, menghasilkan data sebagai berikut:

Jenis Pelayanan Rata-rata jam

perawatan/pasien/hari

Non bedah 3.4

Bedah 3.5

Campuran bedah dan non bedah 3.5 Post partum 3.0 Bayi baru lahir 2.5

Konversi kebutuhan tenaga adalah seperti pada perhitungan cara Need.

4. Cara gilles

Metode ini dibuat berdasarkan riset, pengalaman dan komponen-komponen : produktivitas, pembobotan, bor, jumlah tt, sensus harian.

Rumus :

Keterangan :

A = jam perawatan/24 jam : nursing time B = sensus harian= BOR x jumlah TT C = jumlah hari libur

5. Metode Hasil lokakarya

Menurut hasil lokakarya keperawatan (Depkes RI 1989), rumusan yang dapat digunakan untuk perhitungan kebutuhan tenaga keperawatan adalah sebagai berikut :

(12)

Keterangan :

TP = Tenaga perawat

A = Jumlah jam perawatan / 24 jam

41 Minggu = 365 - 52 (Hr Ming.) - 12 hr libur - 12 hr cuti = 289 / 7

Produktivitas Perawat = 75% = Jumlah Total TP x 125 %

6. Formulasi ilyas

Metode hitung perawat dengan menggunakan formula ilyas dijabarkan dalam rumusan sebagai berikut :

Keterangan :

A = Jumlah jam perawatan /24 jam B = Sensus harian

365 = Jumlah hari kerja selama setahun 255 = Hari kerja efektif perawat pertahun

(13)

KESIMPULAN

Sumberdaya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya dientukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan perestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.

Perencanaan merupakan salah satu fungsi penting dalam manajemen sumber daya manusia RS karena dengan perencanaan sumberdaya manusia akan memberikan petunjuk masa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan tenaga kerja dibutuhkan dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki tenaga kerja.

Gambar

Gambar 1. Proses Perencanaan SDM

Referensi

Dokumen terkait

Konsekuensinya, Gereja tidak merayakan tanggal 1 Januari sebagai Awal Tahun Masehi, karena sudah merayakannya pada tanggal 25 Desember sebagai hari Natal atau

K Jika sebagian besar materi tidak menggunakan peristilahan yang sesuai dengan konsep yang menjadi pokok bahasan dan kurang terdapat penjelasan untuk peristilahan yang sulit. SK

Besarnya capaian pada rapor mutu adalah 5,41 (77%), ini berarti sebanyak 73% SD di Kabupaten Gianyar sudah memiliki ruang kelas yang layak. Masih ada 27% sekolah yang memiliki

c) Mendata hal-hal penting novel dan mewakili apa yang ditulis kemudian dicatat dalam kartu data. d) Data yang terkumpul didokumentasikan untuk dipergunakan sebagai

a) karakter nasabah tidak amanah (tidak jujur dalam memberikan informasi dan laporan kegiatannya). b) kegagalan nasabah, kadang membuka usaha itu tidak selalu sukses

Sedangkan Binary Search adalah algoritma pencarian yang dilakukan dengan cara menebak apakah data yang dicari berada di tengah-tengah data, kemudian membandingkan data

KEMAMPUAN LINUX YANG HANDAL, SEPERTI SISTEM MANAGEMENT MEMORY, TINGKAT SECURITY YANG TINGGI, SISTEM FILING YANG RAPI, DAN KEMUDAHAN PENGGUNAANNYA DITAMBAH DENGAN HARGANYA

Jadi dengan kata lain walaupun produk pakaian jadi, baik itu baju atau celana yang di desain dan diproduksi untuk bisa dipakai oleh jenis kelamin pria dan wanita,