DAILY REPORT 11 November 2015

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

    

 

           

 

 

NEWS HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Peluang IHSG untuk melaju pada teritori positif di pekan ini cukup terbuka, pasalnya dari beberapa indkator teknikal mengkonfirmasikan positif. Hal tersebut tercermin dari indikator MACD dan Stochastics yang mensinyalkan trend IHSG positif. Selain itu, lagging indikator yang terlihat dari MA5 dan MA20 mengkonfirmasikan positif bagi IHSG

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)

IHSG 4451.053 -48.454 4,702.28 6,760.71

LQ-45 754.703 -13.287 1,000.67 2,987.82

MARKET REVIEW

MARKET VIEW

IHSG ditutup melemah 1,08% atau 48,45 poin ke 4.451,05 pada perdagangan Selasa (10/11). Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,18% ke Rp13.619. Pelemahan indeks sejalan dengan pelemahan bursa global dan regional seiring meningkatnya spekulasi penaikan suku bunga AS oleh The Fed serta data ekonomi China yang lesu. Dari domestik, meski penguatan rupiah terbesar di emerging market, namun penurunan cadangan devisa Bank Indonesia pada bulan lalu menunjukkan rentannya perekonomian Indonesia saat suku bunga AS dinaikkan. Cadangan devisa BI kembali turun untuk delapan bulan berturut-turut sebesar 1 miliar dollar AS menjadi 100,7 miliar dollar AS. Penurunan itu disebabkan meningkatnya biaya untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan penggunaan cadangan devisa untuk stabilisasi rupiah. Intervensi yang dilakukan pemerintah berhasil mengangkat performa rupiah. Hanya saja, cadangan devisa Indonesia saat ini berada di level terendahnya sejak januari 2014 dan mendekati ambang batas nilai psikologis di posisi 100 miliar dollar AS. Dengan posisi seperti itu, BI dinilai kekurangan amunisi jika The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya pada Desember 2015 mendatang. Dari global, bursa AS melemah pada perdagangan hari Senin (09/11). Data tenaga kerja yang lebih baik dari ekpektasi telah meningkatkan spekulasi akan penaikan suku bunga sekaligus mendorong penguatan USD. Dari regional, saham bank mendongkrak Nikkei 225 ke zona hijau pada akhir perdagangan setelah seharian tertekan. Indeks Nikkei 225 pada Selasa (10/11) ditutup menguat 0,15% ke level 19.671,26, naik ke zona hijau pada penghujung hari perdagangan. Saham-saham bank adalah motor yang mendorong indeks Nikkei bangkit dari tekanan. Dari China, indeks Shanghai Composite melemah 0,17% ke level 3.640,49 setelah data ekonomi China terbaru menunjukkan perlambatan. Selain itu, Gubernur bank sentral Zhou Xiaochuan menyatakan China akan melakukan reformasi ekonomi dan keuangan selama lima tahun ke depan, yang akan membantu yuan menjadi mata uang internasional pada tahun 2020. Pemerintah akan memperkuat pengawasan sistem keuangan untuk mencegah "risiko sistemik". Sementara itu, Hang Seng juga melemah 1,43% mengikuti pelemahan bursa regional. Dari Eropa, bursa-bursa Eropa dibuka tentatif melemah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan pemerintah memiliki rencana untuk menurunkan pajak penghasilan (PPh) final di sektor jasa konstruksi. Hal itu dilakukan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja sebagai bagian dari upaya menggenjot perekonomian Indonesia. Dalam pernyataan tersebut di tekankan bahwa perusahaan jasa kontruksi yang berhasil meningkatkan tenaga kerja tetapnya yakni apabila bertambah 10% maka ada insentif pajak nantinya. Menurutnya dalam transformasi ekonomi, ada peralihan penyerapan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor modern seperti industri dan jasa. Darmin mengungkapkan sektor konstruksi adalah sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja harian. Berdasarkan catatannya, sekitar 90% pekerja di sektor konstruksi perkotaan merupakan buruh harian yang juga bekerja di sektor pertanian. Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi yang telah diubah oleh PP Nomor 40 Tahun 2009, pajak penghasilan atas penghasilan jasa konstruksi merupakan pajak final. Dengan rincian, bagi kontraktor yang memiliki kualifikasi usaha maka besaran pajak final ada di kisaran 2–4%. Sementara bagi yang tidak memiliki kualifikasi usaha maka untuk pekerjaan konstruksi dikenakan PPh sebesar 2% dan untuk pekerjaan perencanaan dan pengawasan dikenakan pajak 6%. Kendati sentimen ini tersebut telah mampu memberikan dampak bagi sektor kontruksi pada perdagangan Selasa kemarin, lebih lanjut pasar akan menantikan kapan realisasinya dari langkah pemerintah tersebut. Jika hal itu terjadi, diperkiran akan mendorong kinerja saham sektor jasa kontruksi akan prospek yang aktraktif. Selain dari faktor internal, pelaku pasar dalam negari juga akan melihat perkembangan yang terjadi dari sisi eksternal. Rilis data ekonomi Cina yang kembali menunjukan perlambatan. Kali ini, pada laju inflasi konsumen yang melambat di bulan Oktober, sementara deflasi pada harga produsen memperpanjang rekor penurunan. Indeks harga konsumen naik sebanyak 1.3% di bulan Oktober dari setahun lalu, Angka tersebut turun dibandingkan posisi September dari 1.6%. Indeks harga produsen turun 5.9%, Melambatnya inflasi, menjadi sinyalemen diperlukannya kebijakan tambahan guna meredakan tekanan deflasioner. Perlambatan ekonomi Cina ini ditambah dengan kekhawatiran potensi kenaikan fed rate sempat menghambat laju indeks bursa saham global, kondisi ini masih membuka peluang terjadinya tekanan bagi IHSG hari ini, meski polanya bergerak mixed.

DAILY REPORT

11 November 2015

• Total areal tertanam AALI mencapai 298 ribu hektar • PTBA raih net profit margin 14%

• ADRO percepat financial closing

• TINS siapkan capex Rp 1 triliun tahun depan • TBIG refinancing pinjaman US$275 Juta • ACSTperoleh kontrak baru Rp 3,1 triliun • SSIA siapkan capex Rp 1,7 triliun pada 2016 • SMBR alokasikan capex Rp 2,4 triliun • WTON kaji bentuk anak usaha

• BSDE telah menambah cadangan lahan sebanyak 42 hektar • BSDE berpotensi kehilangan marketing sales Rp800 miliar • ASRI lakukan hedging hingga US$90 Juta

• ASRi rencana jual lahan 13 hektare • ASRI realisasikan 32,4% marketing sales • BKSL lakukan private placement Rp235,47 miliar • PPRO akan terbitkan surat utang Rp1,3 triliun

• BBRI alokasikan Rp5 triliun guna menambah anak usaha • BBRI berencana melakukan revaluasi aset

• BBRI berencana meluncurkan satelit

• BBNI akan membuka kantor cabang di luar negeri

• BMRI memperkirakan capex tahun depan akan lebih rendah • AGRO optimistis kembali mencatatkan kinerja positif • SIDO targetkan kontribusi ekspor naik jadi 10% • SIDO anggarkan capex Rp 200 miliar di tahun 2016 • LTLS siapkan capex hingga Rp300 miliar tahun 2016

Support Level 4428/4406/4361

Resistance Level 4496/4541/4564

Major Trend Down

(2)

     

           

 

 

11 November 2015

11 November 2015

Total luar areal tertanam perkebunan kelapa sawit Astra Agro Lestari (AALI) sampai dengan September 2015 sebesar 297.852 hektar yang terdiri dari kebun inti dan kebun plasma. Dari total luas areal tertanam tersebut, 256.548 hektar merupakan areal yang sudah menghasilkan. Perseroan telah melakukan repplanting seluas 1.733 hektar sampai dengan September 2015. Adapun kapasitas oleh pabrik kelapa sawit perseroan sampai saat ini adalah sebesar 1.435 ton TBS per jam dengan jumlah pabrik kelapa sawit sebanyak 29 unit. Belanja modal perseroan hingga September 2015 terserap Rp2,08 triliun atau lebih rendah dari serapan tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp2,62 triliun. Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) meraih net profit magin sebesar 14% ini merupakan yang tertinggi secara nasional untuk industri pertambangan batubara periode Januari-September 2015. Sementara Operating Profit Margin (OPM) PTBA sebesar 16% dan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 29%. Perolehan laba bersih selama sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp1,5 triliun dibandingkan Rp1,58 triliun periode tahun sebelumnya. Pendapatan mengalami kenaikan 9% menjadi Rp10,50 triliun dibandingkan periode tahun sebelumnya yang Rp9,65 triliun. Peningkatan pendapatan merupakan kontribusi dari keberhasilan peningkatan volume penjualan sebesar 14,35 juta ton atau naik 8 persen dari tahun sebelumnya.

Adaro Energy (ADRO) menargetkan penuntasan pendanaan (financial closing) dua proyek pembangkit listrik bisa tercapai pada tahun ini. Kedua proyek itu yakni PLTU Batang berkapasitas 2x1.000 megawatt di Jawa tengah dan Tanjung Power Indonesia berkapasitas 2x100 megawatt di Kalimantan Selatan. Pembebasan lahan yang sudah 100% membuat peseroan yakin perjanjian pendanaan PLTU Batang dengan JBIC dapat dituntaskan sebelum 2016. Dengan financial closing akhir tahun ini, berarti pembangunan dapat dimulai dan ditargetkan konstruksi selesai pada 2018.

Timah (TINS) menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk belanja modal tahun depan. Capex tahun depan akan digunakan untuk replacement peralatan agar produksi timah dapat meningkat dan membuat pabrik pemurnian (smelter) menggunakan fuming part. Tahun 2016, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 9-10 triliun, lebih tinggi dari target pendapatan tahun ini sebesar Rp 7,5 triliun. Pendapatan TINS dari sektor non timah tahun depan diperkirakan berkontribusi 25% dari total pendapatan.

Tower Bersama Infrastructure (TBIG) refinancing pinjaman jatuh tempo dengan pinjaman baru sebesar US$275 juta dari 10 bank. Fasilitas pinjaman baru tersebut digunakan untuk melunasi pinjaman jangka pendek Fasilitas C, bagian dari Fasilitas Pinjaman Unsecured Term dan Revolving, yang ditandatangani pada November 2014. Dari pinjaman baru ini rerata tenor utang emiten sewa menara telekomunikasi berkode saham TBIG itu menjadi 4,5 tahun. Semula nilai pinjaman sebesar US$200 juta, tapi karena kelebihan penawaran hingga empat kali maka nilai pinjaman ditingkatkan menjadi US$275 juta. Sebanyak 10 bank yang diundang ke dalam fasilitas ini menyediakan setidaknya masing-masing US$25 juta.

Acset Indonusa (ACST) anak usaha dari PT United Tractors Tbk (UNTR) telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 3,1 triliun. Artinya, kontrak baru tersebut naik 416,66% dibandingkan dengan capaian kontak baru pada tahun lalu sebesar Rp 600 miliar. Sebelum diakuisisi kontrak baru Rp 600 miliar. Tahun ini Rp 3,1 triliun kontrak proyek. Ini naik hampir lima kali lipat. Kontribusi dari kontrak tersebut akan masuk ke pendapatan dalam jangka waktu

2-3 tahun ke depan. Saat ini ACST baru memberikan kontribusi sebesar dua persen ke pendapatan perseroan dari total pendapatan Rp 38,29 triliun.

Surya Semesta Internusa (SSIA) akan menyiapkan belanja modal tahun depan sebesar Rp 1,7 triliun. Perseroan akan menggunakan sebagian besar capex untuk mengakuisisi lahan di Subang, Karawang dan Bekasi. Tahun depan, SSIA berencana mengakuisisi lahan seluas 1.200 ha yang terdiri dari lahan di Subang seluas 800 ha, Karawang 200 ha dan sisanya di Bekasi. Tahun depan, pendapatan perseroan diproyeksikan meningkat 10% menjadi Rp 5,5 triliun, sementara laba bersih ditargetkan flat seperti tahun ini sebesar Rp 450 miliar. Sementara itu, penjualan tanah kawasan industri SSIA ditargetkan mencapai 30 ha tahun depan.

Semen Baturaja (SMBR) menyiapkan belanja modal senilai Rp 2,4 triliun tahun depan. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan pabrik dan penambahan aset rutin. Perseroan menganggarkan senilai Rp 2,3 triliun untuk membiayai lanjutan pembangunan pabrik Baturaja II. Pabrik dengan kapasitas produksi sebanyak 1,85 juta ton ini ditargetkan membutuhkan dana Rp 3,32 triliun dan selesai pada semester I-2017. Selain peningkatan kapasitas, SMBR berencana memperkuat angkutan distribusi dengan membentuk anak usaha baru. Tahun depan, perseroan menargetkan peningkatan penjualan semen menjadi 1,75 juta ton atau meningkat dari target tahun ini yang mencapai 1,5 juta ton.

Wijaya Karya Beton (WTON) akan mendirikan anak usaha baru pada awal tahun depan guna mendukung bisnis supporting, yang merupakan bagian dari komponen material. Pendirian anak usaha tersebut saat ini masih dalam tahap pengkajian.

Wijaya Karya Beton (WTON) menargetkan potensi pendapatan hingga Rp 100 miliar untuk memasok kebutuhan pipa pancang pada proyek tanggul laut raksasa yang menjadi bagian dari megaproyek National Capital Integrated Coastal Development. Pipa pancang tersebut akan diproduksi di pabrik baru yang berada di Lampung Selatan.

Bumi Serpong Damai (BSDE) telah menambah cadangan lahan (landbank) 42 hektar sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Perseroan menggelontorkan dana Rp 2,07 triliun dalam akuisisi lahan tersebut. Perseroan memiliki landbank seluas 4.717 hektar di seluruh Indonesia. Biaya akuisisi diambil dari kas dari operasional perseroan yang mencapai Rp 2,42 triliun. Penambahan terbesar landbank terutama dilakukan pada proyek terbesar BSD yaitu BSD City seluas 37 hektar. Aksi penambahan cadangan lahan ini diharapkan menjadi dasar pertumbuhan perseroan ke depan. Hingga saat ini, BSDE memiliki cadangan lahan di sejumlah lokasi strategis seperti di CBD Kuningan, Grand Wisata di Bekasi, Grand City di Balikpapan, serta Kota Wisata di Cibubur.

Bumi Serpong Damai (BSDE) berpotensi kehilangan marketing sales senilai Rp800 miliar seiring dengan ditundanya peluncuran tiga proyek baru di 2015. Sebelumnya perseroan berniat meluncurkan apartemen The Element Rasuna di Kuningan, apartemen Taman Permata Buana, perumahan di Samarinda, dan mixed-use development di Tanjung Barat. Namun, di tengah lesunya pasar karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung, perseroan akhirnya memutuskan untuk menunda peluncuran tiga proyek terakhir.

(3)

     

           

 

 

11 November 2015

11 November 2015

Alam Sutera Realty (ASRI) telah melakukan lindung nilai (hedging) dengan total nilai mencapai US$90 juta. Jumlah hedging sebesar US$60 juta telah dilakukan pada April lalu, dengan proteksi nilai tukar rupiah setiap dolar AS sebesar Rp13.000-Rp14.500. Kemudian untuk hedging sebesar US$30 juta dilakukan pada September lalu dengan proteksi Rp11.750-Rp13.750 per dolar. Perseroan memiliki obligasi jatuh tempo 2019 dengan nilai US$225 juta. Obligasi tersebut memiliki suku bunga 9% per tahun. ASRI juga mempunyai utang obligasi US$235 juta yang jatuh tempo 2020 dengan suku bunga 6,95% per tahun. Perseroan berkonsentrasi untuk mengurangi jumlah utang yang ada. ASRI tidak ada memiliki rencana untuk mencari pinjaman baru lainnya dalam dolar AS, mengingat kondisi volatilitas kurs yang masih tinggi.

Alam Sutera Realty (ASRI) akan menjual lahan seluas 13 hektare di kawasan perumahan Alam Sutera, Serpong, untuk mengejar sisa target pendapatan prapenjualan (marketing sales) tahun ini. Diperkirakan hasil penjualan lahan tersebut perseroan bisa memperoleh dana hingga Rp2,9 triliun.

Alam Sutera Realty (ASRI) telah mengantongi pendapatan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp1,46 triliun. Jumlah itu setara dengan 32,4% target marketing sales perseroan tahun ini yang dipatok Rp4,5 triliun. Pada Agustus lalu, emiten dengan kode saham ASRI itu telah memangkas 22,41% target marketing sales dari posisi awal Rp5,8 triliun. Sebagian besar penjualan diperoleh pada awal tahun ini yang hampir menyentuh angka Rp600 miliar. Penjualan kemudian terus melemah dalam periode tahun berjalan, dan memperlihatkan titik terendah pada medio September-Oktober yang berkisar Rp100 miliar. Pendapatan prapenjualan berdasarkan produk, yakni 42% dari proyek residensial (rumah dan tanah kavling), 37% dari proyek komersial, 17% dari proyek apartemen, dan 4% dari gedung perkantoran.

Sentul City (BKSL) akan menerbitkan sebanyak 3,14 miliar saham biasa seri D tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement) dengan harga pelaksanaan Rp75 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, BKSL akan memperoleh dana sebesar Rp235,47 miliar. Adapun yang menjadi calon pembeli adalah PT Citra Kharisma Komunika (CKK). Dana yang diperoleh dari penambahan modal ini akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha perseroan. BKSL bermaksud untuk meminta persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang akan diadakan pada Kamis, 17 Desember mendatang. Pada akhir September, BKSL akhirnya meneken perjanjian kerja sama dengan PT Aeon Mall Indonesia terkait kehadiran mal yang akan dikelola oleh perusahaan asal Jepang itu di kawasan Sentul City, Bogor. BKSL membutuhkan dana sekitar Rp1,2 triliun untuk mengembangkan mal tersebut. Perseroan memperkirakan mal akan beroperasi pada 2018 mendatang.

Nirvana Development (NIRO) telah mendirikan perusahaan baru pada 23 Oktober 2015, Perusahaan baru tersebut diberi nama PT Genta Nirvana Mahaputra dimana 99 persen sahamnya dimiliki oleh anak usaha perseroan PT Nirvana Property. Perusahaan ini mencatat penjualan sebesar Rp363,63 miliar per Juni 2015 dengan laba operasional sebesar Rp65,85 miliar dan laba bersih diraih sebesar Rp25,62 miliar.

PP Properti (PPRO) akan menerbitkan surat utang dengan total nilai mencapai Rp1,3 triliun untuk mendanai kebutuhan akuisisi lahan dan belanja modal tahun depan. Surat utang senilai Rp300 miliar akan diterbitkan dalam bentuk medium term notes (MTN)

pada akhir tahun ini, kemudian perseroan akan menerbitkan obligasi sekitar Rp1 triliun dengan tenor antara 3-5 tahun.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berencana akan membagikan saham kepada karyawannya di tahun depan. Pembagian yang mengganti pemberian insentif ini diharapkan meningkatkan jumlah investor termasuk aktivitas di pasar modal. Langkah yang dilakukan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah investor dan aktivitas di pasar modal sejalan dengan keinginan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan mempunyai jumlah karyawan sebanyak 130 ribu orang. Angka tersebut terbilang besar dan diharapkan bisa memberi stimulus positif, baik bagi pasar modal maupun kinerja perseroan.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalokasikan dana sebesar Rp5 triliun guna menambah anak usaha dengan melakukan akuisisi pada tahun depan. Perseroan berencana melakukan penambahan anak usaha dari sektor multifinance atau sekuritas. Sekadar informasi, BRI saat ini masih dalam proses penyelesaian akuisisi perusahaan asuransi, yaitu PT Asuransi Jiwa Bringin Life Sejahtera. Proses akuisisi itu bernilai Rp2 triliun dan diharapkan dapat selesai pada akhir tahun ini. Hingga kini, BRI memiki tiga anak perusahaan, yaitu PT BRI Syariah, BRI Remittance, dan PT Bank BRI Agro.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berencana melakukan penilaian aset atau revaluasi sebelum berakhirnya tahun 2015. Pasalnya, dengan revaluasi diperkirakan akan meningkatkan capital adequity ratio (CAR) 2%. Dilakukannya revaluasi aset demi mengambil peluang dengan memamfaatkan insentif pajak PPh (Pajak Penghasilan) 3%.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berencana meluncurkan satelit pada pertengahan tahun 2016. Adapun dana investasinya diperkirakan mencapai US$ 200 juta. Hal ini dilakukan perseroan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan serta mendukung pengembangan dan inovasi teknologi perbankan di masa depan. Begitu satelit diluncurkan, peserta didik akan kembali ke Indonesia untuk siap bekerja menjalankan infrastruktur tersebut. Satelit yang diharapkan dapat menjangkau seluruh nasabah BBRI hingga ke pelosok desa ini merupakan salah satu bentuk efisiensi perseroan dalam menghemat biaya. Jadwal peluncurannya akan dilakukan di Launch Site milik Arianespace di Kourou, French Guyana pada pertengahan tahun depan antara bulan Mei atau bukan Juni 2016. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memperkirakan jumlah kartu debit milik perseroan yang beredar mencapai 40 juta keping pada akhir tahun. Per Oktober 2015, jumlah kartu debit perseroan telah mencapai 38,8 juta keping kartu.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menargetkan market cap naik 100% dalam lima tahun ke depan, dari Rp 255,21 triliun per 10 November 2015 menjadi Rp 510,42 triliun pada 2020. Perseroan akan memperkuat permodalan dan likuiditas, meningkatkan efisiensi dan porsi dana murah, serta mengembangkan layanan dan produk bank maupun keuangan non bank.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memperkirakan penyaluran kredit tahun depan tumbuh sekitar 13% YoY. Sementara itu, laba diproyeksikan naik 5% pada 2016.

Bank Negara Indonesia (BBNI) akan membuka kantor cabang di luar negeri. Hal ini merupakan upaya perseroan untuk menambah pendapatannya selain dari pendapatan yang berasal dari sektor yang sudah ada. BNI terus berekspansi dengan membuka kantor

(4)

     

           

 

 

11 November 2015

11 November 2015

cabang di Myanmar dan juga Korea. Untuk membuka cabang di Korea, perseroan telah memperoleh lisensi dan juga mendapat persetujuan melakukan bisnis di Myanmar.

Bank Negara Indonesia (BBNI) mempertahankan kontribusi kredit dari bisnis internasional sebesar 5% terhadap total kredit. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan rasio NPL di bisnis internasional sebesar 0%. Dari sisi margin, bisnis di luar negeri tidak menghasilkan margin tinggi karena risiko di negara lain jauh lebih rendah dibanding Indonesia.

Bank Mandiri (BMRI) memperkirakan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun depan lebih rendah dibandingkan tahun ini. Perseroan hanya akan menyiapkan dana sekitar Rp1,7 triliun. Nilai capex tahun depan terdiri dari capex IT senilai US$100 juta dan capex non IT Rp400 miliar. Untuk kebutuhan IT, BMRI akan mengalokasikan dana capex untuk pengembangan ATM, EDC, dan lainnya. Tahun ini, anggaran capex BMRI berkisar Rp3,5 triliun. Namun, penyerapan anggaran capex Bank Mandiri hingga September lalu baru berkisar 50%. Aksi tambah modal Bank Tabungan Negara (BBTN) untuk melancarkan peran perseroan sebagai motor utama penggerak program satu juta rumah tidak kunjung membuahkan hasil. Langkah tersebut masih terganjal kendati berbagai pihak telah menyatakan persetujuannya. Langkah yang tengah disiapkan yakni dengan mengubah perhitungan dana Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BLU Kementerian PUPR). Perubahan perhitungan dari dana giro menjadi pinjaman subordinasi tersebut tinggal dilakukan dengan menandatangani pembaruan perjanjian penempatan dana.

Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) optimistis akan kembali mencatatkan kinerja positif ke depannya seiring dengan fokus pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur di bidang pertanian seperti pembangunan waduk dan irigasi. Perseroan akan mendapatkan manfaat dari pembangunan infrastruktur di sektor pertanian. Penyaluran kredit perseroan untuk sektor pertanian mencapai sebesar Rp2,195 triliun, atau sekitar 39,02 persen dari total kredit yang disalurkan perseroan periode September 2015. Pada periode itu, penyaluran kredit di sektor perdagangan juga memberi kontribusi yang cukup baik sebesar 17,07% senilai Rp960,636 miliar.

Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) menargetkan laba bersih hingga akhir tahun ini sebesar Rp 65 miliar, tumbuh tipis dibandingkan laba akhir 2014 sebesar Rp 62 miliar. Perseroan memperbesar pencadangan guna mengantisipasi kondisi ekonomi yang masih menunjukkan ketidakpastian. Hingga saat ini, rasio pencadangan terhadap NPL mencapai 104% dan akan kembali ditingkatkan hingga di kisaran 110% pada akhir tahun ini. Hingga akhir tahun ini, penyalurean kredit AGRO akan tumbuh sekitar 28% yoY menjadi sekitar Rp 6 triliun.

Bank Victoria International (BVIC) menargetkan untuk dapat naik kelas ke kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Saat ini perseroan masuk ke kelas BUKU II dengan modal inti senilai Rp2,13 triliun per September 2015.

Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) menargetkan naik kelas ke kelompok bank umum kegiatan usaha III pada kuartal III/2015. Rencana ini telah dipetakan oleh manajemen perseroan di tengah perlambatan ekonomi.

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) berencana melakukan revaluasi aset dan rights issue untuk menambah permodalan. Dengan aksi korporasi tersebut, perseroan berharap CAR mencapai 18-19%. Nilai rights issue yang akan diterbitkan BJBR dikabarkan mencapai Rp 1,5 triliun dan dilakukan tahun depan. Selain itu, perseroan menargetkan kredit tumbuh 13-14% pada tahun depan.

Kresna Graha Investana (KREN) melalui anak usahanya telah sepakat untuk melakukan investasi penyertaan saham sampai dengan sekitar 5 persen pada Vickers Capital Group. Perseroan optimistis bahwa investasi di VCG ini dapat menciptakan nilai investasi jangka pendek maupun panjang bagi para pemegang saham dengan membangun portofolio perusahaan-perusahaan yang mempunyai pertumbuhan tinggi dan stabil. Perseroan percaya investasi ini akan memberikan kontribusi dan/atau pengaruh yang positif secara signifikan terhadap perkembangan Perseroan sebagai perusahaan holding investasi di masa yang akan datang.

Global Mediacom (BMTR) akan menggelontarkan belanja modal pada 2016 yang besarannya lebih kecil dari belanja modal tahun ini. Lebih kecilnya alokasi capex tersebut disebabkan perseroan tidak perlu lagi menggelontarkan dana untuk membangun studio pada tahun depan.

XL Axiata (EXCL) memperluas wilayah layanan 4G Long Term Evolution (LTE) sejalan dengan selesainya proses penataan ulang kembali atau refarming frekuensi 1.800 Mhz di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) berencana memperbesar kontribusi ekspor hingga 10% terhadap total penjualan bersih. Sejauh ini, Sido Muncul telah menjual produk di beberapa negara di Asia, Australia, Amerika, Eropa, dan Afrika. Beberapa negara yang menjadi pasar Sido Muncul, a.l. Malaysia, Korea Selatan, Qatar, Nigeria, Suriname, dan Amerika Serikat. Saat ini kontribusi ekspor baru 2% terhadap penjualan bersih Rp1,65 triliun sepanjang Januari-September 2015. Perseroan akan mempertajam pasar ekspor yang sudah ada ketimbang mencari pasar baru. Pasalnya, saat ini penjualan di negara tujuan masih dilakukan oleh distributor setempat.

Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) mengalokasikan Rp200 miliar untuk belanja modal (capital expenditure/capex) 2016. Alokasi itu merupakan sisa dana hasil penawaran umum saham perdana yang dilakukan Desember 2013. Dari angka tersebut, sebesar Rp176 miliar di antaranya akan digunakan untuk perluasan fasilitas produksi Sido Muncul dengan menambah 10 jalur mesin baru. Sementara itu, Rp48 miliar akan digunakan untuk penambahan armada distribusi anak usaha PT Muncul Mekar. Sisanya Rp11 miliar digunakan untuk pembangunan teknologi informasi. Khusus tahun ini, perseroan membelanjakan modal Rp175 miliar. Dana itu digunakan a.l. untuk perluasan pabrik ekstraksi PT Semarang Herbal Indo Plant (SHI), anak usaha perseroan, sehingga kapasitas produksi menjadi tiga kali lipat dari kapasitas saat ini 3.750 kg per hari. Proyek itu akan selesai awal 2016. Hasil SHI mencakup ekstraksi daun, bunga, kulit tanaman, akar, benih, dan buah, untuk memasok produk makanan, minuman, farmasi, nutraceutical, kosmetik, dan pertanian.

Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul (SIDO) melalui anak usahanya PT Semarang Herbal Indo, tengah membangun pabrik ekstraksi. Pabrik ini didirikan guna meningkatkan kapasitas produksi perseroan sebesar dua kali lipat. Saat ini kapasitas

(5)

     

           

 

 

11 November 2015

11 November 2015

produksi ekstraksinya sebesar 85 juta sachet per bulan. Dengan adanya pabrik ini maka kapasitas pabrik perseroan akan menjadi sebesar 255 juta per bulan. Pabrik tersebut akan selesai pada awal tahun mendatang sehingga, kapasitas pabrik perseroan meningkat dua kali lipat dari sekarang. Untuk melakukan pembangunan pabrik ini perseroan akan menginvestasikan dana sebesar Rp 175 miliar. Dana tersebut berasal dari dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang dilaksanakan pada tahun 2013 lalu. Dalam IPO tersebut perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 870 miliar. Sisa dana IPO yang digunakan untuk belanja modal Rp 235 miliar dimana Rp 175 untuk ekspansi fasilitas produksi Sido Muncul, Rp 48 miliar untuk penambahan armada distribusi Muncul Sekar dan Rp 11 miliar untuk pembangunan teknologi informasi.

Lautan Luas (LTLS) menganggarkan dana Rp250 miliar- Rp300 miliar untuk belanja modal tahun depan, sebagai pendukung berbagai rencana ekspansi perusahaan. Perseroan berencana membangun pabrik sweetener (pemanis) berkapasitas 100.000 metrik ton per tahun di Cikande, Tangerang. Pabrik ini bakal dibangun pada awal atau pertengahan tahun depan, dan dijadwalkan rampung pada 2018. Perseroan juga berniat meningkatkan kapasitas pabrik krimer di Mojokerto, Jawa Timur dari 21.600 metrik ton per tahun menjadi 61.600 metrik ton per tahun. Selain itu, ada pembangunan pusat distribusi di Semper, Jakarta Utara yang direncanakan kelar akhir 2016.

Lautan Luas (LTLS) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% pada 2016, lebih tinggi dibandingkan proyeksi kinerja tahun ini antara 10%-15%. Perseroan memperkirakan kondisi ekonomi 2106 lebih baik yang didukung oleh paket kebijakan dari pemerintah.

Steel Pipe Industry (ISSP) menargetkan penjualan pada 2016 tumbuh 20% dibandingkan dengan tahun ini. Target optimis tersebut sering dengan proyeksi akan cerahnya sektor konstruksi di tahun depan. Perseroan juga akan mengganggarkan capex sebesar US$40 juta pada 2016 yang akan digunakan untuk pengembangan pabrik dan peningkatan kapasitas gudang. Perusahaan barang konsumsi, Kino Indonesia, menawarkan 228,57 juta lembar saham (16% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) pada harga penawaran Rp3.750-Rp5.225/lembar saham dalam penawaran umum perdana (IPO). Dengan demikian perseroan menargetkan dapat memperoleh dana segar senilai maksimum Rp1,26 triliun. Adapun sekitar 27% dana hasil IPO akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan sejenis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan pemerintah memiliki rencana untuk menurunkan pajak penghasilan (PPh) final di sektor jasa konstruksi. Hal itu dilakukan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja sebagai bagian dari upaya menggenjot perekonomian Indonesia. Darmin mengungkapkan sektor konstruksi adalah sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja harian. Berdasarkan catatannya, sekitar 90% pekerja di sektor konstruksi perkotaan merupakan buruh harian yang juga bekerja di sektor pertanian. Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi yang telah diubah oleh PP Nomor 40 Tahun 2009, pajak penghasilan atas penghasilan jasa konstruksi merupakan pajak final. Dengan rincian, bagi kontraktor yang memiliki kualifikasi usaha maka besaran pajak final ada di kisaran 2–4 persen. Sementara bagi yang tidak memiliki kualifikasi usaha maka untuk pekerjaan konstruksi dikenakan PPh 2% dan untuk

(6)

      

 

 

 

 

 

11 November 2015

COMMODITIES DUAL LISTING

Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change

(IDR)

Crude Oil (US$)/Barrel 43,69 -0,52 TLKM (US) 39 13.429 -177

Natural Gas (US$)/mmBtu 2,33 0,01 ANTM (GR) 0,01 205 15

Gold (US$)/Ounce 1090,45 0,81

Nickel (US$)/MT 9580,00 -50,00

Tin (US$)/MT 14575,00 -65,00

Coal (NEWC) (US$)/MT* 52,15 -10,25

Coal (RB) (US$)/MT* 52,20 -11,16

CPO (ROTH) (US$)/MT 627,50 2,50

CPO (MYR)/MT 2147,50 -29,50

Rubber (MYR/Kg) 628,50 -0,50

Pulp (BHKP) (US$)/per ton 806,32 -2,27

*weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

Change PER (X) PBV (X)

Country Indices Price

%Day %YTD 2014E 2015F 2014E 2015F

Market Cap (USD Bn)

USA DOW JONES INDUS. 17758,21 0,16 -0,36 16,08 15,12 3,05 2,90 5.379,8

USA NASDAQ COMPOSITE 5083,25 -0,24 7,33 22,81 19,50 3,64 3,34 8.021,7

ENGLAND FTSE 100 INDEX 6275,28 -0,32 -4,43 15,59 14,58 1,76 1,71 1.627,0

CHINA SHANGHAI SE A SH 3812,72 -0,18 12,49 15,52 13,90 1,81 1,65 4.713,8

CHINA SHENZHEN SE A SH 2312,14 0,82 56,39 31,63 22,79 3,62 3,23 2.788,3

HONG KONG HANG SENG INDEX 22401,70 -1,43 -5,10 11,24 10,61 1,18 1,11 1.780,1

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 4451,05 -1,08 -14,84 15,79 13,74 2,32 2,09 347,3

JAPAN NIKKEI 225 19671,26 0,15 12,72 18,79 17,15 1,67 1,57 2.947,5

MALAYSIA KLCI 1686,11 0,02 -4,27 16,38 15,05 1,82 1,72 227,0

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 2997,72 -0,42 -10,92 13,03 12,35 1,16 1,11 289,5

FOREIGN EXCHANGE FOREIGN EXCHANGE

Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change

USD/IDR 13.619,25 -24,75 1000 IDR/ USD 0,07 0,0001

EUR/IDR 14.627,48 -10,61 EUR / USD 1,07 0,0016

JPY/IDR 110,65 0,18 JPY / USD 0,01 0,0000

SGD/IDR 9.584,47 2,95 SGD / USD 0,70 0,0006

AUD/IDR 9.593,20 -13,04 AUD / USD 0,70 0,0012

GBP/IDR 20.620,36 68,28 GBP / USD 1,51 0,0022

CNY/IDR 2.140,70 0,00 CNY / USD 0,16 0,0000

MYR/IDR 3.107,64 -10,19 MYR / USD 0,23 -0,0003

KRW/IDR 11,77 -0,01 100 KRW / USD 0,09 0,0000

CENTRAL BANK RATE INTERBANK LENDING RATE

Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)

FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 8.24

BI Rate (%) Indonesia 7.50 LIBOR (GBP) England 0.51

ECB Rate (%) Euro 0.05 SIBOR (USD) Singapore 0.17

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.13

BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.13

(7)

      

 

 

 

 

 

11 November 2015

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS SBI

Description October-15 September-15 Description Rate (%)

Inflation YTD % 2.16 2.24 SBI (9M) 7.10

Inflation YOY % 6.25 6.83 SBIS (9M) 7.10

Inflation MOM % -0.08 -0.05 SBI (12M) 7.15

Foreign Reserve (USD) 100.70 Bn 101.72 Bn SBIS (12M) 7.15

GDP (IDR Bn) 2,866,909.10 2,728,847.00

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

Date Agenda Expectation

12 Nov US Initial Jobless Claims Turun menjadi 270 ribu dari 276 ribu

12 Nov US Continuing Claims Naik menjadi 2165 ribu dari 2163 ribu

13 Nov Indonesia BoP Current Account Balance --

13 Nov US Monthly Budget Statement Sekitar -$130.0 Bn

13 Nov US Retail Sales Advance MoM Naik menjadi 0.3% dari 0.1%

13 Nov US Business Inventories Naik menjadi 0.1% dari 0.0%

13 Nov US PPI MoM Naik menjadi 0.1% dari -0.5%

13 Nov US PPI YoY Turun menjadi -1.2% dari -1.1%

16 Nov Indonesia Exports YoY --

16 Nov Indonesia Imports YoY --

16 Nov Indonesia Trade Balance --

16 Nov US Empire Manufacturing Naik menjadi -5.00 dari -11.36

Ket: (*) US Time (^) Tentative

LEADING MOVERS LAGGING MOVERS

Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt

HMSP IJ 100575 2.86 3.32 UNVR IJ 35400 -3.54 -10.12 ASII IJ 6500 1.17 3.10 BMRI IJ 8400 -3.45 -7.07 ACES IJ 760 12.59 1.49 BBCA IJ 12925 -1.52 -4.98 ISAT IJ 4795 5.38 1.36 TLKM IJ 2695 -1.28 -3.60 SCMA IJ 3200 2.89 1.34 KLBF IJ 1370 -4.86 -3.35 MIKA IJ 2695 2.67 1.04 TOWR IJ 4050 -6.90 -3.12 EXCL IJ 3145 3.62 0.96 BBRI IJ 10450 -1.18 -3.12 CTRA IJ 1245 4.62 0.86 CPIN IJ 2450 -6.84 -3.01 SMAR IJ 4900 4.81 0.66 PGAS IJ 2700 -3.91 -2.72 PPRO IJ 200 29.03 0.65 ICBP IJ 12525 -2.91 -2.23 UPCOMING IPO'S

Company Business IPO Price

(IDR)

Issued

Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter

Kino Indonesia Consumer 3750-5225 228.57 02-04 Dec 2015 09 Dec 2015 Indo Premier, Credit Suisse

Deutsche Securities

Gelombang Seismic Indonesia

(8)

      

 

 

 

 

 

 

11 November 2015

11 November 2015 DIVIDEND

Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment

BBCA 55.00 Cash Dividend 12 Nov-15 13 Nov-15 17 Nov-15 09 Dec-15

EMTK 40.00 Cash Dividend 13 Nov-15 16 Nov-15 18 Nov-15 04 Dec-15

CORPORATE ACTIONS

Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period

MAIN Rights Issue 4:1 1200.00 06 Nov-15 09 Nov-15

 

13 Nov – 19 Nov’15

 

MCOR Rights Issue 100:154 100.00 20 Nov-15 23 Nov-15

 

27 Nov – 03 Dec’15

 

BACA Rights Issue 81:8 102.00 24 Nov-15 25 Nov-15

 

01 Dec – 07 Dec’15

 

BEKS Rights Issue 1000:256 200-225 07 Dec’15 08 Dec’15

 

14 Dec – 21 Dec’15

 

GSMF Rights Issue 32:15 100.00 15 Dec’15 16 Dec’15

 

22 Dec – 30 Dec’15

 

AGRS Rights Issue TBA 100.00 15 Dec’15 16 Dec’15

 

22 Dec – 30 Dec’15

 

DEFI Stock Split 1:10 -- -- TBA TBA

TIRA Stock Split 1:10 -- -- TBA TBA

TRAM Reverse Stock 5:1 -- -- TBA TBA

GENERAL MEETING

Emiten AGM/EGM Date Agenda

PICO RUPSLB 11-Nov-15

MCOR RUPSLB 13-Nov-15

MYRX RUPSLB 16-Nov-15

ASII RUPSLB 16-Nov-15

OKAS RUPSLB 16-Nov-15

PSAB RUPSLB 16-Nov-15

UNSP RUPSLB 17-Nov-15

GEMS RUPSLB 17-Nov-15

BLTA RUPST/LB 17-Nov-15

BIPI RUPST/LB 19-Nov-15

CNKO RUPSLB 19-Nov-15

INDR RUPSLB 20-Nov-15

TOWR RUPSLB 20-Nov-15

SMMA RUPSLB 20-Nov-15

VINS RUPSLB 20-Nov-15

MDKA RUPSLB 23-Nov-15

BBNP RUPSLB 23-Nov-15

GDST RUPSLB 24-Nov-15

JPRS RUPSLB 24-Nov-15

BTON RUPSLB 24-Nov-15

KREN RUPSLB 24-Nov-15

MERK RUPSLB 24-Nov-15

WINS RUPSLB 24-Nov-15

SOBI RUPSLB 24-Nov-15

MEDC RUPSLB 25-Nov-15

RAJA RUPSLB 25-Nov-15

SONA RUPSLB 30-Nov-15

BEKS RUPSLB 30-Nov-15

BBHI RUPSLB 01-Dec-15

BNII RUPSLB 01-Dec-15

SAFE RUPSLB 02-Dec-15

BBRI RUPSLB 02-Dec-15

AISA RUPSLB 03-Dec-15

TBLA RUPSLB 03-Dec-15

BSWD RUPSLB 03-Dec-15

GMCW RUPSLB 04-Dec-15

(9)

      

 

 

 

 

 

11 November 2015

11 November 2015

BBTN

TRADING BUY

S1 1095 R1 1140 Trend Grafik Major Down Minor Down

S2 1050 R2 1185

Closing

Price 1120

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area neutral • Harga berada dalam area lower band Prediksi • Trading range Rp 1110-Rp 1140

• Entry Rp 1120, take Profit Rp 1140

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 25.88 Positif

MACD -8.2 Positif

True Strength Index (TSI) -51.4 Positif

Bollinger Band (Mid) 1168 Negatif

MA5 1148 Negatif 960.0 1,020.0 1,080.0 1,140.0 1,200.0 1,260.0 1,320.0

Jun Jul August September October November NICK MA Swing System - BBTN - Daily - 10/11/2015 -

Op-1100 Hi-1130 Lo-1085 Cl-1120 Vol= 7,935,900.000

1,120 1,120 1,120 1,117.4 1,108.38 1,105 1,097.5 1,148 1,155 1,161.88 1,167.5 1,215 1,226.62 7,935,900 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 BBTN - Stochastic %D(5,3,3) = 16.04, Stochastic %K = 10.49, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

16.0386 10.4895 10.4895 16.0386 20 80 -24.0 -18.0 -12.0 -6.0 0.0 6.0 12.0 18.0 0.0 BBTN - MACD (6,9) = -8.23, Signal() = -5.45 -8.23484 -5.44627 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 BBTN - TSI(3,5,3) = -51.41 -39.6474 -51.4093 0.00000

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

ADHI

TRADING BUY

S1 2135 R1 2280 Trend Grafik Major Down Minor Down

S2 1990 R2 2425

Closing

Price 2225

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area neutral • Harga berada dalam area lower band Prediksi • Trading range Rp 2225-Rp 2280

• Entry Rp 2215, take Profit Rp 2280

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 46.61 Positif

MACD -4.8 Positif

True Strength Index (TSI) -22.3 Positif

Bollinger Band (Mid) 2234 Negatif

MA5 2239 Negatif 1,600 1,800 2,000 2,200 2,400 2,600

Jun Jul August September October November NICK MA Swing Sys tem - ADHI - Daily- 10/11/2015 -

Op-2140 Hi-2250 Lo-2105 Cl-2225 Vol= 33,774,000.000

2,225 2,225 2,225 2,160 2,155 2,130 2,064.12 2,233.5 2,239 2,246.88 2,277.64 2,345 2,402.88 33,774,000 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 ADHI - Stochastic %D(5,3,3) = 40.71, Stochastic %K = 31.55, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

31.5461 31.5461 20 40.7075 40.7075 80 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 0.0 ADHI - MACD (6,9) = -4.81, Signal() = -1.75

-4.81415 -1.75054 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 ADHI - TSI(3,5,3) = -22.34 -16.4174 -22.3388 0.00000

(10)

      

 

 

 

 

 

11 November 2015

11 November 2015

WSKT

TRADING BUY

S1 1645 R1 1720 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 1575 R2 1785

Closing

Price 1685

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area neutral • Harga berada dalam area lower band Prediksi • Trading range Rp 1685-Rp 1720

• Entry Rp 1675, take Profit Rp 1720

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 56.58 Positif

MACD 1.1 Positif

True Strength Index (TSI) -5.1 Positif

Bollinger Band (Mid) 1669 Negatif

MA5 1689 Negatif 1,400 1,500 1,600 1,700 1,800 1,900 2,000

Jun Jul August September October November NICK MA Swing System - WSKT - Daily- 10/11/2015 -

Op-1645 Hi-1705 Lo-1635 Cl-1685 Vol= 24,306,800.000

1,685 1,676.19 1,668.5 1,660 1,645 1,605 1,579.05 1,685 1,685 1,686.88 1,689 1,755 1,757.95 24,306,800 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 WSKT - Stochastic %D(5,3,3) = 49.14, Stochastic %K = 39.55, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

39.5455 39.5455 20 49.1414 49.1414 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 0.0 WSKT - MACD (6,9) = 1.05, Signal() = 2.30 1.05227 2.30347 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 WSKT - TSI(3,5,3) = -5.09 -0.244851 -5.09318 0.00000

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

PWON

TRADING BUY

S1 426 R1 455 Trend Grafik Major Down Minor Down

S2 397 R2 481

Closing

Price 435

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area neutral • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp 435-Rp 455 • Entry Rp 433, take Profit Rp 455

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 58.0 Positif

MACD 1.1 Positif

True Strength Index (TSI) -7.8 Positif

Bollinger Band (Mid) 440 Negatif

MA5 444 Negatif 320.0 360.0 400.0 440.0 480.0 520.0

Jun Jul August September October November NICK MA Swing Sys tem - PWON - Daily - 10/11/2015 -

Op-420 Hi-443 Lo-417 Cl-435 Vol= 72,215,400.000

435 435 435 425.7 408 396.5 374.764 440.475 440.625 444.6 454 468 476.636 72,215,400 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 PWON - Stochastic %D(5,3,3) = 58.00, Stochastic %K = 40.05, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

40.0497 40.0497 20 58.0019 58.0019 80 -8.0 -4.0 0.0 4.0 8.0 0.0 PWON - MACD (6,9) = 1.10, Signal() = 2.28

1.09939 2.28014 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 PWON - TSI(3,5,3) = -7.83 0.00000 -7.82725 6.19249

(11)

      

 

 

 

 

 

11 November 2015

11 November 2015

SSIA

TRADING BUY

S1 635 R1 685 Trend Grafik Major Down Minor Down

S2 585 R2 735

Closing

Price 665

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI mendekati area oversold • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp 665-Rp 685 • Entry Rp 645, take Profit Rp 685

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 20.4 Positif

MACD -9.3 Positif

True Strength Index (TSI) -22.2 Positif

Bollinger Band (Mid) 695 Negatif

MA5 625 Positif 600 700 800 900 1,000 1,100 1,200

Jun Jul August September October November NICK MA Swing Sys tem - SSIA - Daily - 10/11/2015 -

Op-590 Hi-675 Lo-580 Cl-665 Vol= 56,509,200.000

665 665 631.875 627 620 585.958 580 665 690.5 752.5 780 795.042 980.325 56,509,200 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 SSIA - Stochastic %D(5,3,3) = 20.39, Stochastic %K = 37.46, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

20.3876 20.3876 20 37.4635 37.4635 80 -18.0 -12.0 -6.0 0.0 6.0 12.0 18.0 0.0 SSIA - MACD (6,9) = -9.27, Signal() = -12.24

-12.2364 -9.27322 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 SSIA - TSI(3,5,3) = -22.21 -22.212 -42.7735 0.00000

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

MIKA

TRADING BUY

S1 2660 R1 2730 Trend Grafik Major Down Minor Down

S2 2590 R2 2800

Closing

Price 2695

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI mendekati area oversold • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp 2695-Rp 2730 • Entry Rp 2670, take Profit Rp 2730

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 19.6 Positif

MACD -21.6 Positif

True Strength Index (TSI) -40.8 Positif

Bollinger Band (Mid) 2790 Negatif

MA5 2660 Positif 2,300 2,400 2,500 2,600 2,700 2,800 2,900 3,000 3,100 3,200

Jun Jul August September October November NICK MA Swing Sys tem - MIKA - Daily - 10/11/2015 -

Op-2625 Hi-2700 Lo-2570 Cl-2695 Vol= 42,892,800.000

2,705 2,695 2,695 2,695 2,660 2,605 2,586.95 2,706.25 2,785 2,835 2,898.75 2,983.05 42,892,800 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 MIKA - Stochastic %D(5,3,3) = 19.62, Stochastic %K = 31.15, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

20 19.6248 19.6248 31.1501 31.1501 80 -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 0.0 MIKA - MACD (6,9) = -21.63, Signal() = -23.82

-23.8158 -21.628 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 MIKA - TSI(3,5,3) = -40.80 -40.8016 -50.622 0.00000

(12)

      

 

 

 

 

 

 

11 November 2015

11 November 2015

THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

10-11-15 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low

Agriculture

AALI Trading Sell 18700 18700 18450 17675 18450 19225 20000 Negatif Negatif Negatif 22100 16725

LSIP Trading Buy 1365 1365 1390 1300 1345 1390 1435 Positif Positif Negatif 1585 1310

SGRO Trading Buy 1290 1290 1325 1205 1265 1325 1385 Positif Positif Negatif 1400 1010

Mining

PTBA Trading Sell 7325 7325 7250 7000 7250 7500 7750 Negatif Negatif Negatif 7825 5350

ADRO Trading Sell 610 610 600 575 600 625 650 Negatif Negatif Negatif 710 510

MEDC Trading Sell 1095 1095 1080 1050 1080 1110 1140 Negatif Negatif Negatif 1315 1065

INCO Trading Sell 2135 2135 2090 2000 2090 2180 2270 Negatif Negatif Negatif 2700 1900

ANTM Trading Sell 342 342 331 310 331 352 373 Negatif Negatif Negatif 453.59 336

TINS Trading Sell 570 570 515 515 555 595 635 Negatif Negatif Negatif 740 585

Basic Industry and Chemicals

WTON Trading Buy 920 920 940 850 895 940 985 Positif Positif Negatif 1090 765

SMGR Trading Sell 9950 9950 9825 9450 9825 10200 10575 Negatif Negatif Negatif 11300 8650

INTP Trading Buy 18100 18100 18725 16875 17800 18725 19650 Positif Positif Negatif 21025 16000

SMCB Trading Sell 1035 1035 1000 1000 1025 1050 1075 Negatif Negatif Negatif 1160 965

Miscellaneous Industry

ASII Trading Buy 6500 6500 6625 6075 6350 6625 6900 Positif Positif Negatif 6875 4975

GJTL Trading Sell 585 585 550 550 575 600 625 Negatif Negatif Negatif 690 478

Consumer Goods Industry

INDF Trading Sell 5375 5375 5300 5050 5300 5550 5800 Negatif Negatif Negatif 6425 4960

GGRM Trading Sell 46400 46400 46025 44925 46025 47125 48225 Negatif Negatif Negatif 48450 39500

UNVR Trading Sell 35400 35400 34975 33675 34975 36275 37575 Negatif Negatif Negatif 40000 35350

KLBF Trading Sell 1370 1370 1355 1305 1355 1405 1455 Negatif Negatif Negatif 1610 1250

Property, Real Estate and Building Construction

BSDE Trading Buy 1640 1640 1685 1505 1595 1685 1775 Positif Positif Negatif 1795 1235

PTPP Trading Buy 3675 3675 3735 3515 3625 3735 3845 Positif Positif Negatif 3930 3350

WIKA Trading Buy 2755 2755 2805 2595 2700 2805 2910 Positif Positif Negatif 3150 2485

ADHI Trading Buy 2225 2225 2280 1990 2135 2280 2425 Positif Positif Negatif 2410 1841

WSKT Trading Buy 1685 1685 1715 1575 1645 1715 1785 Positif Positif Negatif 1770 1525

Infrastructure, Utilities and Transportation

PGAS Trading Sell 2700 2700 2660 2535 2660 2785 2910 Positif Positif Negatif 3160 2530

JSMR Trading Sell 4915 4915 4825 4825 4890 4955 5025 Negatif Negatif Negatif 5625 4680

ISAT Trading Sell 4795 4795 4625 4355 4625 4895 5175 Negatif Negatif Positif 4575 3600

TLKM Trading Buy 2695 2695 2715 2655 2685 2715 2745 Positif Positif Negatif 2830 2485

Finance

BMRI Trading Sell 8400 8400 8300 8000 8300 8600 8900 Positif Positif Negatif 9650 7150

BBRI Trading Buy 10450 10450 10625 10025 10325 10625 10925 Positif Positif Negatif 11700 7975

BBNI Trading Buy 4830 4830 1915 4595 4755 4915 5075 Negatif Negatif Negatif 5375 3800

BBCA Trading Buy 12925 12925 13150 12500 12825 13150 13475 Positif Positif Negatif 13775 11300

BBTN Trading Buy 1120 1120 1140 1050 1095 1140 1185 Positif Positif Negatif 1230 970

Trade, Services and Investment

UNTR Trading Sell 17600 17600 17250 16275 17250 18225 19200 Negatif Negatif Negatif 21200 15225

(13)

 

 

 

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :