Filosofi Pendidikan Vokasi
Filosofi eksistensialisme berpandangan
bahwa pendidikan kejuruan harus
mengembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melalui fasilitas yang dilaksanakan melalui proses pendidikan yang bermartabat, kreatif, inovatif,
menumbuhkan bakat, minat dan
Filosofi esensialisme berpandangan bahwa
Esensialisme juga menekankan bahwa
pendidikan harus relevan dengan
Aliran idealis yang mengambil pemikiran
Plato, mengusulkan adanya persamaan kesempatan mengikuti pendidikan tanpa memandang jenis kelamin. Pemikiran Plato dijadikan dasar dalam mengembangkan
tujuan pendidikan kejuruan yaitu menyiapkan siswa menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang mampu meningkatkan kualitas hidup, mampu mengembangkan dirinya, dan
aliran empirisme tentang tabula rasa dan
sensation reflection dapat dikembangkan lewat kolaborasi antara sekolah dengan dunia kerja. Sekolah kejuruan akan efektif hanya jika siswanya diperkenalkan dengan situasi nyata untuk berfikir, berperasaan, berperilaku seperti halnya pekerja di
(1) Beberapa pandangan yang sama dari
philosopher, menunjukkan supaya anak didik belajar produktif;
(2) Pendidikan kejuruan harus
dikembangkan oleh orang-orang yang
paham dan simpatik terhadap pendidikan kejuruan, dan penyelenggaraannya
membutuhkan fasilitas yang penuh dan guru-guru yang terdidik;
prinsip pengembangan
(3) Pendidikan kejuruan merupakan program
terminal, khususnya bagi orang-orang yang tidak mampu, namun sesuai dengan perkembangannya dimungkinkan lulusan sekolah kejuruan dapat
melanjutkan sebagai para pemikir pendidikan kejuruan;
(4) Pembelajaran ditekankan pada trial and error,
(3) Pendidikan kejuruan merupakan program
terminal, khususnya bagi orang-orang yang tidak mampu, namun sesuai dengan
perkembangannya dimungkinkan lulusan sekolah kejuruan dapat melanjutkan sebagai para
pemikir pendidikan kejuruan; (4) Pembelajaran ditekankan pada trial and error, konsep learning by doing dan berorientasi life skill, sehingga
pelaksanaan pendidikan kejuruan mempunyai proporsi praktik yang lebih banyak. Prinsip
(8) Pengetahuan-pengetahuan bisa didapat
melalui aplikasi ide-ide yang sudah ada dengan merunut hubungan ide-ide
tersebut. Peserta didik harus mengalami sendiri proses belajarnya, berdasarkan pengalaman nyata; dan
(9) Sekolah kejuruan harus