program supervisi 2010-2011

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan dan perubahan pengelolaan sistem pendidikan secara terus-menerus berdampak pada upaya yang menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan pengelolaan sistem pendidikan, yang diharapkan mampu bersaing dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman di masa yang akan datang. Esensi dari tuntutan pembaharuan pengelolaan sistem pendidikan diakui sebagai suatu kebutuhan yang fundamental dan strategis untuk pengembangan kemampuan dimensi manusia secara komprehensif dan seutuhnya.

Atas dasar tuntutan tersebut, maka pendidikan seharusnya menjadi kepedulian semua komponen bangsa. Karena kualitas masa depan manusia sangat tergantung kepada pengelolan sistem pendidikan saat ini. Harapan tersebut, tersirat dan tersurat dalam UU NO 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang berkenaan dengan pasal-pasal sebagai berikut :

(2)

sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

2. Pasal 35 ayat (1) tentang Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.

Sekolah sebagai institusi pendidikan, merupakan wadah tempat proses pelayanan jasa pendidikan, memiliki sistem yang kompleks dan dinamis. Dalam kegiatannya, sekolah adalah bukan hanya sekedar tempat berkumpul guru dan murid, melainkan berada dalam satu tatanan sistem yang rumit dan saling berkaitan. Oleh karena itu perlu pengelolaan secara proporsional dan profesional. Lebih dari pada itu, kegiatan organisasi sekolah adalah mengelola sumber daya manusia yang diharapkan menghasilkan output dan outcome berkualitas. Sesuai dengan tuntutan masyarakat, serta pada gilirannya dapat memberikan kontribusi kepada pembangunan bangsa. Maka perlu upaya dikembangkan iklim proses pembelajaran yang dapat mengembangkan dan menumbuhkan rasa percaya diri sendiri serta sikap perilaku yang inovatif dan kreatif.

Berasumsi dari pernyataan di atas, maka perlu kesadaran bersama bahwa:

1. Peningkatan mutu pendidikan merupakan komitmen guna meningkatkan mutu sumber daya manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai modal dasar generasi penerus dalam mewujudkan pembangunan bangsa. 2. Pemerataan daya tampung pendidikan harus disertai dengan

(3)

menjangkau seluruh masyarakat, dan pada gilirannya mampu mewujudkan masyarakat yang siap bersaing dalam perkembangan dan perubahan dimasa yang akan datang.

Perubahan perkembangan pendidikan tidak sekedar membawa perubahan dalam kewenangan akademik dan tatanan pengelolaan sekolah, akan tetapi membawa perubahan pula dalam pola kebijakan dan orientasi partisipasi sumber daya sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan sekolah. Apabila dihubungkan dengan praktik otonomi daerah dengan penekanan implementasi otonomi sekolah, maka terkandung adanya pelimpahan wewenang untuk perumusan kebijakan dan penetapan program sekolah dan stakeholder-nya, praktik tersebut mengarah pada praktek otonomi pengelolaan sekolah.

Kepentingan utama format otonomi sekolah adalah tampilnya kemandirian, meningkatkan kinerja dengan mengakomodasi berbagai sumber daya sekolah, yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam wujud mutu hasil belajar siswa. Dalam konteks ini, hendaknya mampu menciptakan sekolah tempat yang kondusif bagi layanan pembelajaran. Dengan demikian, sekolah selalu membaca lingkungan dan menanggapi secara cermat apa yang mungkin terjadi di masa depan.

(4)

makna, baik bagi dirinya maupun masyarakat yang benar-benar memilki sumber daya kompetitif.

Kesadaran tentang pentingnya pendidikan dapat memberikan harapan dan kemungkinan yang lebih baik pada masa mendatang, telah memotivasi pendidikan berubah seiring dengan kondisi zaman. Itulah sebabnya, pendidikan senantiasa memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan sejalan dengan semakin tingginya kebutuhan dan tuntutan kehidupan masyarakat, melalui program kerja sekolah yang matang.

Pola pikir perubahan ini, sejalan dengan visi pendidikan nasional yaitu pendidikan yang mengutamakan kemandirian menuju keunggulan untuk meraih kemajuan dan kemakmuran berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Kemandirian dalam rumusan tersebut mengandung makna memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam tata hubungan sistematik dan sinergi pada skala nasional maupun global. Penerapan prinsip keunggulan juga terkandung maksud bahwa keunggulan hanya dapat dilakukan secara selektif dan urutan prioritas. Tujuan yang mulia ini, mempersyaratkan kepedulian keluarga, masyarakat, organisasi dan institusi pendidikan nasional yang mandiri serta mampu melakukan inovasi menuju ke suatu sistem pendidikan nasional yang unggul.

(5)

Salah satu program kinerja sekolah yang terkait dengan hal tersebut, adalah Program Supervisi . Program tersebut, dipandang perlu karena merupakan bagian integral dalam proses pengelolaan pendidikan yang di sekolah. Dengan kata lain bahwa program tersebut sebagai acuan kepala sekolah dalam melakukan kinerjanya. Untuk itu, perlu diperhatikan karena sebagai rambu-rambu pengelolaan sekolah yang merupakan wujud produk layanan jasa. Program Supervisi yang terencana adalah sosok yang mampu memberikan terobosan dan solusi. Karena dalam praktiknya secara kemitraan bekerja sama dengan guru-guru, dalam mengungkit dan

mendobrak masalah yangb terjadi dalam proses belajar mengajar. Dalam upaya menciptakan optimalisasi layanan pendidikan yang diharapkan oleh stakeholder, yang secara bersama-sama berupaya merubah tantangan

menjadi peluang.

B. Dasar Pelaksanaan

Penyusunan program supervisi disusun berdasarkan rujukan, sebagai berikut :

1. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. PP RI No.29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah 3. PP RI No.38 tahun 1992 tentang Tenaga Pendidikan

(6)

5. Keputusan Mendikbud RI N0. 201/P/1999 tentang Pemberian Kuasa dan Delegasi Wewenang Pelaksanaan Kegiatan Administrasi Kepegawaian kepada pejabat tertentu di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

6. Keputusan Mendiknas RI No. 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan SPM Penyerlenggaraan Persekolah Bidang Dikdasmen

7. Pasal 30 PP N0 29 tahun 1990 menyatakan :

(1) Pemerintah melaksanakan pengawasan terhadap sekolah menengah dan dasar dalam rangka pembinaan, pengembangan dan pelayanan sekolah yang bersangkutan. (2) Pengawasan dilakukan terhadap penyelenggaraan

pendidikan dan administasi sekolah yang bersangkutan

C. Tugas dan Fungsi Sekolah

Berkaitan dengan usaha sadar dan terencana dalam upaya membentuk pertumbuhan dan perkembangan manusia, maka sekolah sebagai lembaga mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mengembangkan berbagai komptensi setiap siswa. Proses tersebut, diharapkan dapat memiliki makna bagi bekal kehidupan dimasa mendatang. Dalam skala yang banyak, sekolah memiliki rumusan yang dicita-citakan, antara lain :

(7)

belajar dengan sungguh-sungguh. Membangun jasmani yang sehat serta derajatnya terukur secara berkala.

2. Menata lingkungan sebagai wahana pendidikan yang mendukung kuat pemberdayaan, penyelarasan, dan pelestarian sumber daya lingkungan dalam kerangka sistem alam yang berpotensi sebagai sumber daya pendidikan.

3. Membangun keyakinan bahwa sekolah yang sehat merupakan prasyarat pembinaan rohani warganya. Kekuatan rohani ditandai dengan keimanan dan ketaqwaan, melaksanakan nilai-nilai hidup jujur, amanah saling menghargai. Segala upaya senantiasa menempatkan aktivitasnya merupakan bagian dari pengabdian kepada Tuhan YME.

4. Membangun interaksi fungsional, imformasional, sosial, budayadan politik dengan dilandasi semangat silih asah, silih asih dan silih asuh. Dalam rangka mencapai kondisi silih wangi yang dilandasi semangat belajar, kreatif dan inovatif.

5. Membentuk dan mengembangkan semangat kerja sama dalam semua aspek kegiatan serta mengembangkan potensi setiap individu. Agar dapat berkembangan secara optimal dengan melalui kerja sama tim, sehingga mutu profesionalisme pelayanan meningkat dari waktu ke waktu.

(8)

7. Membangun etos belajar pada seluruh warga sekolah, sehingga perencanaan dan pelaksanaannya dirancang bersama sesuai dengan asumsi dasar bahwa setiap siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh komunitas sekolah memiliki kemampuan untuk dapat mengembangkan sekolah secara optimal.

8. Merancang beban belajar sesuai dengan kemampuan fisiknya dan kedewasaan penalaran dalam rangka proses peningkatan mutu secara terencana, bertahap dan berkelanjutan.

9. Mengembangkan kesenian dengan filter norma-norma keagamaan, sehingga seni berkembang sebagai ekspresi budaya luhur bangsa yang mendapat penghargaan dari masyarakat.

10.Mengembangkan kehidupan sosial di sekolah yang harmonis, dilandasi dengan semangat kekeluargaan, dan semangat mencari solusi terbaik untuk kepentingan bersama.

11.Menguasai teknologi tepat guna untuk mengembangkan percepatan dan penguatan kegiatan belajar dan peningkatan mutu diri.

Selain itu, bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai Unit PelaksanaTeknis pendidikan formal. Secara garis besarnya sekolah memilik fungsi dan tugas, sebagai berikut :

1. Menyelenggarakan pendidikan formal selama jangka waktu tertentu 2. Menyelenggarakan pendidikan formal sesuai dengan kurikulum yang

berlaku

(9)

5. Meningkatkan Kemampuan profesional tenaga kependidikan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

6. Melaksanakan urusan Tata Usaha dan Urusan Rumah Tangga Sekolah 7. Membina hubungan kerja sama dengan orang tua, masyarakat, Dewan

sekolah, Dunia Usaha/Industri dan intansi terkait.

8. Mempertanggungjawabkan setiap tugas dan kegiatan yang diembannya kepada pihak yang berwenang.

D. Tujuan Penyusunan Program Supervisi

Dengan berorientasi pada keinginan untuk tampil beda dengan sekolah-sekolah lain, seperti yang diamanatkan dalam visi dan misi. Serta termotivasi untuk mewujudkan SMP Negeri Satu Atap 1 Limbangan menjadi sekolah unggul dan mandiri yang berorientasi pada kepentingan siswa dimasa mendatang, sesuai yang diamanatkan dalam tujuan Pendidikan Nasional.

Setelah mempertimbangkan kondisi sekolah dengan kurang dan lebihnya, keberadaan potensi dengan tantangannya, keberadaan potensi dengan kelemahannya, serta faktor lingkungan masyarakat sekitar sekolah. Maka tujuan penyusunan program supervisi, adalah guna memberikan arah kinerja yang jelas terhadap seluruh guru dan karyawan lain dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan selama satu tahun mendatang. Program supervisi ini, tidak terlepas dari bagian program jangka menengah dan jangka panjang.

(10)

1. Menciptakan kesadaran guru tentang tanggungjawabnya terhadap pelaksanan dan kualitan proses pembelajaran

2. Membantu guru senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajarn

3. Mengidentifikasi sumber daya sekolah berkaitan dengan kekuatan dan kelemahannya serta hambatan dan peluangnya.

4. Memberikan arah dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi secara sistematis serta berkesinambungan dalam palaksanan proses belajar mengajar.

5. Memberikan arah yang jelas terhadap pengelolaan teknik edukatif dan pengelolaan administratif dalam rangka melaksanakan kurikulum yang berlaku dalam upaya mencapai hasil yang optimal.

(11)

BAB II PELAKSANAAN A. Ruang Lingkup

Dalam implementasinya program supervisi diarahkan pada kualitas kinerja guru dan karyawan lain. Dengan berorientasi pada lingkungan sekolah maka ruang lingkup sebagai sasaran obyeknya adalah guru mata pelajaran dan tenaga admnistratif. Artinya bahwa, supervisi diarahkan pada tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga pendidik, yang menyangkut persiapan administrasi perangkat pembelajaran dan proses aplikasi administrasi yang di lakukan dalam kegiatan proses kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Sedangkan untuk tenaga lain (Tenaga Pelaksana Administrasi/TU) diarahkan pada kinerja pengelolaan administrasi sebagai pendukung pengelolaan pendidikan yang di selenggarakan sekolah.

B. Pengertian Supervisi

1. Supervisi ialah bantuan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah untuk mengembangkan situasi belajar yang lebih baik. Yang dimaksud dengan supervisi di sini bukan bersifat inpeksi orang lain yang serba tahu, tetapi merupakan bagian proses pembinaan dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam kata lain bahwa prosesnya lebih mengarah kepada pembinaan seseorang atau kelompok.

(12)

penampilan proses pembelajaran dengan tujuan untuk dapat membantu meningkatkan keterampilan dan sikap profesionalnya. Sedang tahapannya, meliputi pendahuluan, observasi dan balikan

C. Teknik Supervisi

Kepala sekolah agar dalam melaksanakan tugasnya secara efektif, selain harus menguasai hakekat, fungsi dan tujuan supervisi, juga harus memahami teknik-teknik supervisi pengajaran. Teknik supervisi pengajaran merupakan strategi kepala sekolah dalam memberikan pelayanan dan pembinaan profesional kepada guru. Banyak teknik yang telah dikemukakan dan dikembangan para pakar supervisi pendidikan yang satu sama lainnya terdapat persamaan , tergantung cara dan sudut pandang yang digunakan. Sebagai gambaran kami menukil pendapat Baharuddin Harahap ( 1983 : 11) teknik supervisi dapat digolongkan menjadi :

1. Teknik individual dan kelompok 2. Teknik lisan dan tulisan

3. Teknik langsung dan tidak langsung 4. Lain-lain

Kemudian Oteng Sutisna ( 1987 : 34) menjelaskan secara rinci teknik supervisi pengajaran adalah sebagai berikut :

1. Kunjungan kelas

(13)

7. Bulletin supervisi

8. Perpustakaan profesional 9. Lokakarya dan survey sekolah

(14)

BAB III TINDAK LANJUT

Identifikasi Masalah

Dalam kegiatan identifikasi masalah, kepala sekolah mengkaji berdasarkan hasil supervisi yang dilakukan terhadap guru-guru tentang pointer-pointer yang dipertimbangkan dan akan diangkat sebagai masalah yang ditemukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Pemahaman dalam langkah ini adalah kepala sekolah memahami benar, bahwa masalah tersebut adalah sangat dominan dan berpengaruh pada tujuan yang akan dicapai berdasarkan pokok bahasan dan atau sub pokok bahasan. Sehingga esensi dari materi yang disampaikan pada siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung tidak nampak atau nampak secara tersamar. Hal ini, bisa disimpulkan bahwa proses pembelajaran tidak bermakna baik untuk guru mata pelajaran maupun peserta didik.

Rumusan Masalah

(15)

itu muncul dari sebagian besar guru. Sehubungan dengan hal tersebut, maka erat kaitannya dengan teknik apa yang paling efektif dan efisien yang perlu dilakukan oleh kepala sekolah. diskusi.

Pemecahan Masalah

Ketajaman mengangkat masalah akan lebih memudahkan mencari

solusi, untuk itu tidak ada salahnya sebelum dibicarakan secara formal dapat ditempuh dengan upaya diskusi. Dalam kesempatan ini, perlu penekanan sebagai refleksi dimensi pengetahuan bahwa fungsi utama supervisi diarahkan bagaimana membantu sekolah atau mewakili pemerintah dalam upaya mencapai tujuan pendidikan, yakni membantu peseta didik dalam pengembangan individunya. Upaya pemecahan masalah tersebut, tidak mustahil melahirkan masalah baru. Untuk mengantisipasi hal ini, maka kepala sekolah senantiasa berkolaborasi dengan para PKS (Pembantu Kepala Sekolah) agar sumbangan pemikiran-pemikiran dari orang banyak diharapkan dapat memberikan gambaran upaya pemecahan masalah. Kesiapan serangan balik sebagai manuver dari konsekuensi program supervisi akan melahirkan tuntutan. Dan ini merupakan sesuatu yang wajar dan alami karena perubahan diperlukan pengorbanan, baik material maupun moril.

Sebagai gambaran upaya pemecahan masalah yang senantiasa dilakukan adalah berupaya menghadirkan nara sumber, menambah referensi sebagai bahan kajian untuk guru, pemenuhan media/fasilitas pembelajaran, mengikuti seminar dan lokakarya.

(16)

Pemanfaatan Hasil Supervisi

Dalam kegiatan ini, yang merupakan langkah berikutnya adalah bahwa hasil .supervisi dapat dimanfaatkan, diantaranya sebagai berikut : 1. Sebagai bahan pertimbangan untuk pergembangan program sekolah

dimasa yang akan datang.

2. Dapat berfungsi sebagai pembinaan profesional oleh kepala sekolah terhadap guru-guru.

3. Sebagai modal dasar untuk diarahkan kepada program unggulan sekolah

4. Sebagai bahan masukan dalam Rencana Induk Pengembangan Sekolah yang dapat dituangkan RAKS dan RKS

5. Sebagai koreksi timbal balik kepada kepala sekolah sebagai ilmuan profesional yang senantiasa menggali dan berupaya kearah peningkatan mutu pendidikan.

(17)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Rencana program supervisi dilaksanakan selama satu tahun pelajaran, dengan beberapa sasaran program. Dalam rangka upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya SMP Negeri satu Atap 1 Limbangan. Program tersebut, dapat direalisasikan dalam kurun waktu satu tahun pelajaran, dengan berorientasi pada sasaran program yang telah disepakati bersama, yakni yang menjadikan komitmen warga sekolah untuk senantiasa melakukan kinerja berdasarkan subtansi dan kualifikasi kemampuannya masing-masing. Selain itu pelaksanaan program kerja sekolah, tidak terlepas dari program kerja jangka panjang.Perolehan Nilai Ujian Nasional dengan rata-rata 7.86. program pada tahun pelajaran 2010/2011 menjadikan wacana pemikiran untuk ditindak lanjuti dengan pengkajian program yang matang. Maka Peningkatan Sumber Daya Manusia, dalam hal ini guru bidang studi, peningkatan disiplin guru secara komprehensif, terbentuknya keharmonisan lingkungan organisasi (kerja), merupakan bagian integral untuk disikapi secara positif.

(18)

B. Rekomendasi

Dalam upaya melaksanakan setiap komponen program kinerja sekolah, pengelola sekolah perlu membuat program kerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, serta tanggung jawabnya. Program kerja tersebut, tidak terlepas dari komitmen pengelola sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja sekolah inklusif dengan peningkatan mutu pembelajaran. Pencapaian sasaran program yang dikontribusikan dalam elemen komponen program kertja sekolah, pengelola sekolah perlu penekanan pada deskripsi tugas. Jika dalam operasionalnya tidak dapat dilaksanakan atau ada hambatan, sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas sumber daya sekolah dan lingkungan sekitarnya. Untuk lebih mengarah pada tujuan pendidikan melalui program kerja sekolah, maka rencana berikutnya secara periodik dianalisis, dievaluasi dan dilakukan pengendalian, serta pelaksanaan program diupayakan semaksimal mungkin.Upaya pengkajian dalam rangka menemukan masalah, senantiasa dilakukan secara terus menerus, untuk dilakukan upaya perbaikan.

(19)

C. Saran-Saran

Bertitik tolak dari pengkajian potensi sekolah dan temuan-temuan permasalahan dalam menjalankan program supervisi pada tahun pelajaran yang lalu, maka SMP Negeri Satu Atap 1 Limbangan berupaya untuk meningkatkan prestasinya. Dengan terwujudnya program kerja sekolah sebagai pedoman kinerja maupun untuk penelitian sejauh mana tingkat efektivitas dan efisiensi program kerja. Pada kesempatan ini kami mengemukakan saran-saran sebagai berikut:

1. Hendaknya kepada setiap guru dan karyawan Tata Usaha lebih giat lagi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya serta mempertinggi sikap profesional yang positif.

2. Hendaknya kepala sekolah lebih berupaya lagi memberi dorongan, membina dan memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk selalu meningkatkan kemampuan dalam mengelola sistem pembelajaran bervariasi

3. Hendaknya Dinas Pendidikan lebih sering lagi memberikan pelatihan-pelatihan, bantuan fisik serta memberikan pembinaan kepada guru-guru. 4. Dalam upaya memberikan bantuan dari pihak pemerintah kepada sekolah, maka pengelola sekolah perlu “mengeksplorasi” potensi-potensi sekolah yang dapat menjadikan peluang untuk maju dan berkembang, serta mempunyai “selling point” yang tinggi.

(20)

6. Jika tindakan kepala sekolah terhadap guru dan guru terhadap siswa normatif, maka akan berpengarug terhadap kualitas kegiatan belajar mengajar

E. Implikasi Pendidikan

Essensi dari pendidikan yang diselenggarakan di sekolah, adalah terjadinya tatanan nilai kehidupan manusia secara mikro. Sekolah merupakan lembaga formal berfungsi sebagai wadah pengembangan budi-daya siswa melalui transfer nilai yang terkandung dalam kurikulum, yang termuat dalam kandungan kompetensi setiap mata pelajaran. Pemahaman secara lebih mendalam, bahwa setiap kompetensi dasar inklusif dengan nilai-nilai kecakapan hidup manusia. Prosesinya dalam bentuk lembaga formal jelas, bahwa acuan pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah bertujuan membekali generasi penerus (siswa) sebagai aset pemimpin masa yang akan datang.

Dengan acuan tersebut, maka sekolah berfungsi sebagai media/fasilitas untuk membekali berbagai ilmu dasar dalam rangka membentuk manusia yang kreatif, inovatif dan mandiri. Sehingga mereka mampu menghadapi berbagai tantangan dimasa mendatang.

Secara yuridis formal dijelaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidkan Nasional No. 20 tahun 2003, bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses

(21)

yang diperlukan dirinya dalam realisasi bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Implikasi pendidikan dalam nuansa era globalisasi sebagai gambaran kehidupan mayarakat modern, memberikan kontribusi dan konstelasi wahana perjuangan, upaya dan prestasi sehubungan dengan hak setiap warga negara mempunyai kesempatan yang luas meraih kedudukan yang setinggi-tingginya dalam kehidupan mayarakat. Sekolah merupakan pendidikan formal, akan dapat memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kemajuan seseorang. Karena tata nilai pelaksanaan pendidikan merupakan wahana sosial dalam memobilisasi diri untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dengan kompetesi yang sehat dan terbuka serta tidak mengindahkan untuk senantiasa membangun kerukunan, kebersamaan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :