• Tidak ada hasil yang ditemukan

jangan lupa bersyukur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "jangan lupa bersyukur"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Certiicate No: 10071

ISO 9001:2008 Pemberi Beasiswa YatimTerbanyak 2011

Donatur:

atim Mandiri Mar

et 2017 / Jumadil Akhir - Rajab 1438 H

Jangan Lupa Bersyukur

Hukum Mengelap Anggota

Tubuh Sehabis Wudhu

Mengatasi Pusing

dan Mudah Letih

(2)
(3)

“Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah

sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama

(ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu

meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat

kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa

dia masih diberi kelebihan.”

(HR. Tirmidzi)

(4)

BANK INFAK SHODAKOH ZAKAT WAKAF Mandiri 1400003117703 1420010313327 1420010313350 BCA 0101 358 363 0883 996 647 088 399 6621 BRI 009601001 968305 Muamalat 701 0054 803 70 100 548 04

BNI Syariah 010 835 1174 02 114 97 003

Syariah Mandiri 700 1201 454 700 1241 782 700 1241 782 Permata Syariah 0290 1444 415 02901445144

BNI 2244 900 000

009601001969301 Perum Griya Metropolitan Blok DI-4 Pekayon Jaya Bekasi (021) 8240 1706, 0851 0805 6400.

BLITAR Jl. Bali No.262 Kota Blitar. Telp. (0342) 4559117, 0851 0376 1333. BOGOR Jl. Sempur Kaler No. 2 Bogor Tengah - Kota Bogor Telp (0251) 8409054, 0813 3177 1830. BOJONEGORO

Jl. Panglima Polim Gg. Mangga 2 Sumbang Bojonegoro. Telp. (0353) 5254809, 0857 3336 4999. DENPASAR Jl. Gunung cemara 7K Perumnas Monang Maning, Denpasar - Bali, Telp. 081 333 241 Graha Permai 14B RT 31/RW 06 Jl. Pattimura Gang III Jombang, Telp. (0321) 865879, 0851 0015 0808.

KEDIRI Jl. Dr. Saharjo No. 119 Campurejo Mojoroto Kediri, Telp. (0354) 3782141, 0812 3389 7975. LAZNAS YATIM MANDIRI

SK. Menteri Agama No. 185/2016

VISI

Menjadi Lembaga Terpercaya dalam Membangun Kemandirian Yatim

MISI

1. Membangun nilai-nilai kemandirian yatim dhuafa 2. Meningkatkan pertisipasi masyarakat dan dukungan

sumberdaya untuk kemandirian yatim dan dhuafa 3. Meningkatkan Capacity Building Organisasi

Pembina

GM Regional Office I GM Regional Office II

Penasehat

Penasehat Hukum

H. Nur Hidayat, S.Pd Prof. Dr. Moh. Nasih. Ak Moch. Hasyim Ir. Bimo Wahyu Wardoyo Drs. H. Abdul Rokib Yusuf Zain, S.Pd, MM Drs. Sumarno H. Mutrofin, SE Zaini Faisol

Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA Prof. Dr. HM. Roem Rowi, MA Drs. Agustianto, MA

KH. Abdurahman Navis, Lc., MHI Drs. Sumarno Ir. H. Jamil Azzaini, MM Dr. Muhammad Nafik H. Mahfud, SH

HEAD OFFICE

Graha Yatim Mandiri

Jl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya 60232 Telp. (031) 8283488 (Hunting) Fax. (031) 8291757

Website: www.yatimmandiri.org Email: [email protected]

REDAKSI MAJALAH YATIM MANDIRI

Dewan Redaksi: Sumarno, Zaini, Mutroin Pemimpin Umum: Zaini Faisol

Wakil Pemimpin Umum: Kindy M. U Pemimpin Redaksi: Bambang Prianggodo Reporter : M. Irsyad

Layout : Hilya F. dan Hevi Metalika A. Fotografer : M. Irsyad, Sirkulasi : Naura Diterbitkan oleh : LAZNAS Yatim Mandiri Alamat Redaksi : Graha Yatim Mandiri,

Jl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya telp. (031) 8283488, fax. (031) 8291757

Email : [email protected] ISSN : 1410-542X

Surat Donatur

Para Donatur yang budiman, bila anda ingin memberikan masukan atau usulan terhadap Majalah Yatim Mandiri, silahkan kirimkan kirimkan melalui:

email : [email protected] SMS Center : 0856 4844 3000

Yanu Trisna Lestari

Alhamdulillah, sangat memudahkan untuk

bersedekah yang insyaAllah tersampaikan dan

merata untuk adik2 yatim.

Bunda Keysa

Sebuah lembaga sosial yg mmg ditggu

keberadaannya...maju teruz n suxses lah yatim

mandiri

Pinky Widiasty

Yatimmandiri investasi akhirat untuk kita semua

aamiin

Aan Khunaefi

selalu ada untuk yatim dhuafa Indonesia!

website

www.yatimmandiri.org

Saksikan liputan berita dan tausiyah di Yatim

Mandiri TV Channel dengan subscribe di:

(5)

Salam Redaksi

KUDUS Jl. Ganesha 2 No. 4 Purwosari Kudus 59316, Telp. (0291) 2912735, 0851 0275 4279. KEPANJEN Jl. Panglima Sudirman 209 A Kepanjen, Telp. (0341) 392199, 081 3329 006 39. LAMPUNG Jl. Z A Pagar Alam No. 11 RT 04 LK.02, Rajabasa Nunyai, Rajabasa, Bandar Lampung, Telp. (0721) 700953, 0852 7566 9977.

LAMONGAN Jl. Nangka No.3 Perum Deket Permai, Lamongan, Telp. (0322) 324025, 0821 3993 9427. LUMAJANG JL. Suwandak No. 42, Lumajang, Telp. (0334) 890300, 081 2491 424 53. MADIUN Jl. MT. Haryono No. 105 Madiun, Telp. (0351) 457740, 081 332 537 501. MAKASSAR JL. Andi Tonro No.11 Kec. Tamalate, Kota Makassar, Telp. 0813 3000 3450, 0853 9561 5116. MALANG Jl. Titan 2 BB.12 Purwantoro-Blimbing, Kota Malang, Telp. (0341) 4371011, 0857 4567 8974. MAROS

Jl.Ibrahim (HM kasim DM) NO. 19 Turikale, MAROS, Telp. (0411) 371635, 0823 4343 0681. MOJOKERTO Perum Kranggan Permai C-14 Jl. Pahlawan, Mojokerto, Telp. (0321) 322964, 3869898, 0851 0786 9898. PALEMBANG Jl. R. Sukamto Lorong Pancasila No.73, Telp. (0711) 362598, 0852 6734 8612. PASURUAN

Perum Pondok Sejati Indah blok 8 No. 11b Pasuruan, Telp. (0343) 4742 017, 0888 0550 8832, 0852 3499 3585. PEKALONGAN Jalan Bina Griya blok B-IV No. 191 Medono, Pekalongan, Telp (0285) 421082, 0853 2927 7285, 0822 4440 1333. PONOROGO Jl. Urip Sumoharjo gang I No. 20 Mangkujayan Ponorogo 63413. Telp (0352) 488223, 0812 5951 5665. PROBOLINGGO Jl. Mawar No.50 Kota Probolinggo, Telp. (0335) 894623, 085 1036 44 849.

PURWOKERTO Jl. Patriot No. 073 RT/RW 03/03 Kel. Karangpucung Kec. Purwokerto Selatan, Telp 0281-639042, 0851 0092 6664. SEMARANG Jl. Nangka Timur No. 35 Semarang, Telp. (024) 8416166, 0812 2715 3899, 0857 5154 3068. SIDOARJO Perum Taman Tiara Regency Blok A No. 2 Sidoarjo, Telp. (031) 9970 2587, 0851 0049 0045 Fax. (031) 8921021. SOLO Jl. Nakula no 38 Protojayan, Serengan, Surakarta. Telp. (0271) 656218, 0851 0301 2224. SRAGEN Jl. Raya Sukowati No. 514 Sragen Wetan, Sragen, Telp. 0823 0013 4410, 0857 2597 3921, 0877 3307 4777. SURABAYA Jl. Bendul Merisi Selatan I/2A Surabaya, Telp. (031) 8494100, 0851- 0098-6844. TANGERANG Jl. Cibodas Raya No. 7 Perumnas 1 Karawaci Baru Tangerang, Telp. (021) 2917 0263, 0851 0168 4004. TUBAN Jl. Soekarno - Hatta No. 29 Tuban, Telp. (0356) 327118, 0813 3388 3360. TULUNGAGUNG. Pahlawan III No. 5A, Kedungwaru Tulunga-gung, Telp. (0355) 332 306, 0851 0577 0187. YOGYAKARTA Jl. Jazuli Karangkajen MG III/892. RT/RW 043/011 Yogyakarta, Telp. (0274) 2871601, 0822 4359 0007. GRAHA YATIM MANDIRI Jl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya, Telp. (031) 8283488, Fax. (031) 8291757. MEC Jl. Jambangan No. 70 Surabaya, Telp. (031) 8299970, 0857 4888 8170, Fax : 031-8297654. KAMPUS STAI AN NAJAH INDONESIA MANDIRI Jl. Raya Sarirogo No. 1 Sidoarjo, Telp. (031) 99700528, 082 333 2727 04. ICMBS Jl. Raya Sarirogo No. 1 Sidoarjo. Telp. (031) 8076436, 0822 3224 7576, 0857 0491 9337.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

A

lhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, serta

shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.

Tiap detik, Allah melimpahkan nikmatNya kepada setiap makhluk. Misalnya, nikmat umur, iman, dan Islam. Kita wajib bersyukur kepada Allah atas berbagai nikmatNya. Wujud syukur yang sebenarnya adalah melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya.

Abul Laits as-Samarqandi dalam Tanbih al-Ghailin membagi syukur menjadi tiga macam. Pertama, jika seseorang menerima nikmat, maka ingatlah ia kepada yang memberi untuk memuji padanya. Kedua, ia ridha dan puas terhadap nikmat yang diterima. Ketiga, selama ia merasakan manfaat nikmat itu, maka ia tidak menggunakannya untuk perbuatan maksiat.

Seorang hakim berkata, “Saya sibuk

mensyukuri empat macam. Pertama, Allah telah men-jadikan seribu macam makhluk, sedang yang termulia dari semua itu anak Adam, lalu Allah menjadikan aku dari anak Adam. Kedua, Allah telah melebihkan orang lelaki daripada wanita, lalu menjadikan aku lelaki.

Ketiga, saya mengetahui bahwa Islam itu sebaik-baik agama, dan yang diterima oleh Allah, lalu saya dijadikan seorang muslim. Keempat, saya mengetahui bahwa umat Muhammad itu paling utamanya umat, lalu Allah menjadikan aku dari umat Muhammad SAW.”

Itulah tema bahasan utama pada rubrik Bekal Hidup Majalah LAZNAS Yatim Mandiri Edisi Maret 2017. Serta kami juga menyajikan tema bahasan menarik di rubrik-rubrik lainnya.

Selain itu, pada 31 Maret 2017, LAZNAS Yatim Mandiri genap berusia 23 Tahun dalam membantu dan memberdayakan anak-anak yatim dhuafa di seluruh Indo-nesia. Hal ini tak lepas dari sinergi LAZNAS Yatim Mandiri dengan para donatur. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur atas partisipasinya dalam memandirikan anak-anak yatim.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(6)

JANGAN LUPA BERSYUKUR

“DAN JIKA KAMU MENGHITUNG-HITUNG NIKMAT

ALLAH, NISCAYA KAMU TIDAK DAPAT

MENENTUKAN JUMLAHNYA”

(QS. AN-NAHL: 18)

(7)

T

iap detik, Allah melimpahkan nikmatNya kepada setiap makhluk. Misalnya, nikmat

umur, iman, dan Islam. “Dan jika kamu

menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.” (QS. An-Nahl:

18)

Kita wajib bersyukur kepada Allah atas berbagai nikmatNya. Menurut Imam al-Ghazali, bersyukur adalah salah satu maqam yang lebih tinggi dari sabr, khauf kepada Allah dan maqam lainnya.

Bila kita bersyukur, berarti kita telah menempatkan nikmat Allah pada tempat yang sesungguhnya. Wujud syukur yang sebenarnya adalah melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya.

Abul Laits as-Samarqandi dalam Tanbih al-Ghailin membagi syukur menjadi tiga macam. Pertama, jika seseorang menerima nikmat, maka ingatlah ia kepada yang memberi untuk memuji padanya.

Kedua, ia ridha dan puas terhadap nikmat yang diterima. Ketiga, selama ia merasakan manfaat nikmat itu, maka ia tidak menggunakann-ya untuk perbuatan maksiat.

Seorang hakim berkata, “Saya sibuk mensyukuri empat macam. Pertama, Allah telah menjadikan seribu macam makhluk, sedang yang termulia dari semua itu anak Adam, lalu Allah menjadikan aku dari anak Adam. Kedua, Allah telah melebihkan orang lelaki daripada wanita, lalu menjadikan aku lelaki.

Ketiga, saya mengetahui bahwa Islam itu sebaik-baik agama, dan yang diterima oleh Allah, lalu saya dijadikan seorang muslim. Keempat, saya mengetahui bahwa umat Muhammad itu paling utamanya umat, lalu Allah menjadikan aku dari umat Muhammad SAW.”

Nikmat Sehat

Ibnu Abbas mengutip sabda Nabi

Muhammad, “Dua macam nikmat yang

kebanyakan manusia rugi (kecewa) dalam menerima keduanya. Yaitu

nikmat sehat afiat dan libur (tidak

ada kerja). Jarang orang yang dapat menggunakan dengan sungguh-sungguh masa sehat dan libur itu.”

Imam al-Ghazali mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah. Pertama, bersyukur dengan hati, yaitu mengakui dan menya-dari segala nikmat Allah. Kedua, bersyukur dengan lidah, yaitu mengucapkan ungkapan rasa syukur.

Seorang ulama berkata, “Barangsiapa merasa menerima nikmat, hendaknya ia membaca banyak

hamdalah (alhamdulillah). Dan barangsiapa yang

sering risau, hendaklah ia sering membaca

istighfar (astaghfirullah), dan barangsiapa merasa

tertekan oleh kemiskinan, hendaknya ia membaca

laa hawla wa laa quwwata illaa billahi al-aliyyi al-adziimi.

Ketiga, bersyukur dengan amal perbuatan, yaitu mengamalkan dan memanfaatkan anggota tubuh sesuai dengan agama. Bagi al-Ghazali, anggota tubuh yang terpenting meliputi mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan (seksual), dan kaki.

Jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmatNya kepada kita, dan jika mengingkarinya, azabNya sangat pedih (QS. Ibrahim: 7). Bila kita bersyukur, sesungguhnya kita bersyukur untuk kebaikan sendiri (QS. An-Naml: 40; QS. Luqman: 12).

Lagi pula, ada empat orang yang diberi keuntungan dunia dan akhirat. Orang yang menggunakan lidahnya untuk berdzikir, hatinya untuk bersyukur, badannya untuk bersabar, dan memiliki istri mukminah shalihah.

Wallahu a’lam.(*)

(8)

M

ata kita selalu terbiasa melihat kekurangan. Ini yang biasanya terjadi, selalu dan selalu yang kita lihat hanya kekurangan. Padahal Allah berirman

“Dan janganlah engkau tujukan penglihatanmu pada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, berupa perhiasan dunia, supaya Kami menguji mereka padanya, sedang rezeki Tuhanmu lebih baik dan kekal.” (QS. Thâha: 131)

Orang yang tinggi melihat bahwa ia kurus. Orang yang pendek melihat betapa enaknya bila bisa bertambah tinggi 5-10 cm. Yang punya TV 14” kepingin punyai TV yang 21”. Yang punya

rumah tipe 36, kepingin tipe 72. Yang punya mobil satu, pengen dua. Teruuuus begitu….

Tidak salah memang punya keinginan. Namanya saja manusia. Tapi sudahkah kita syukuri apa yang sudah kita terima? Ini pertanyaan yang harus kita pertanyakan kepada diri kita. Jangan-jangan yang ada saat ini pun belum kita syukuri, lalu kita sudah kepingen ini dan itu sebagai tambahannya.

Jadilah kita manusia yang tidak pernah terpuaskan dahaga keinginannya. Kalau sudah begini, andai penyalurannya tepat, yakni lebih giat berusaha dan lebih cermat menangkap peluang, mungkin positif hasilnya.

Tapi andai salah penyalurannya, misal mencari jalan pintas, maka bisa ditebak, keinginan tersebut menjebak dia pada situasi kehidupan yang bermasalah. Ibaratnya, ia berenang di kolam yang tak bertepi.

Kehidupan itu indah, kalau dijalani dengan kebersyukuran. Apa yang ada di sekeliling kita, kita nikmati dulu sebagai pemberian Allah Yang Maha Baik. Keinginan dipasang, tapi tidak menjadi pasung yang mengharuskan kita memenuhi keinginan itu dengan membabi buta.

Berterima kasihlah pada Allah atas segala kebaikanNya, pasti Allah akan berkenan

memberikan tambahannya. “… Jika kamu

ber-syukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tapi jika kamu mengingkari, ingatlah azabKu sangat pedih.” (QS. Ibrâhîm: 7)

Dan salah satu cara berterima kasih itu, adalah menerima apa yang ada dan mau berbagi. Wallahu a’alam.(*)

Sudahkah Kita

Bersyukur?

JANGAN BUTAKAN MATA KITA.

HANYA SEBAB SATU DUA

KEINGINAN YANG TIDAK TERCAPAI,

LALU KITA MENJADI MANUSIA

PENGE-LUH, YANG TERHAMBAT SEBAB

FOKUS-NYA HAFOKUS-NYA PADA KEKURANGAN.

(9)

A

da banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. Secara garis besar, mensyukuri nikmat ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Syukur dengan Hati

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh baik besar, kecil, banyak maupun sedikit semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah SWT. Allah SWT berirman,

“Segala nikmat yang ada pada kamu (berasal) dari Allah.” (QS. An-Nahl: 53)

2. Syukur dengan Lisan

Ketika hati seseorang sangat yakin bahwa segala nikmat yang ia peroleh bersumber dari Allah, spontan ia akan mengucapkan

“Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah), “Wasysyukrulillah” (dan segala bentuk syukur

juga milik Allah). Karenanya, apabila ia memperoleh nikmat dari seseorang, lisannya tetap memuji Allah SWT. Sebab ia yakin dan sadar bahwa orang tersebut hanyalah perantara yang Allah SWT kehendaki untuk “menyampaikan” nikmat itu kepadanya.

3. Syukur dengan Perbuatan

Syukur dengan perbuatan mengandung arti bahwa segala nikmat dan kebaikan yang kita terima harus dipergunakan di jalan yang diridhoiNya. Misalnya untuk beribadah kepada Allah, membantu orang lain dari kesulitan, dan perbuatan baik lainnya. Nikmat Allah harus kita pergunakan secara

proporsional dan tidak berlebihan untuk berbuat kebaikan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmatNya pada hambaNya.”

(HR. Tirmidzi).

Allah SWT berirman, “Dan terhadap nikmat

Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).” (QS. Adh-Dhuha: 11)

4. Menjaga Nikmat dari Kerusakan

Ketika nikmat dan karunia didapatkan, cobalah untuk dipergunakan dengan

sebaik-baiknya. Setelah itu, usahakan untuk menjaga nikmat itu dari kerusakan. Misalnya, ketika kita dianugerahi nikmat kesehatan, kewajiban kita adalah menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bugar agar terhindar dari sakit. Demikian pula halnya dengan nikmat iman dan Islam. Kita wajib menjaganya dari “kepunahan” yang disebabkan pengingkaran, pemurtadan dan lemahnya iman. Untuk itu, kita harus senantiasa memupuk iman dan Islam kita dengan shalat, membaca Al-Quran, menghadiri majelis-majelis taklim, berdzikir dan berdoa. Kita pun harus membentengi diri dari perbuatan yang merusak iman seperti munaik, ingkar dan kemungkaran. Intinya setiap nikmat yang Allah berikan harus dijaga dengan

sebaik-baiknya.

Rasulullah SAW bersabda, “Lihatlah kepada orang

yang lebih rendah dari pada kamu dan janganlah kamu melihat orang yang di atasmu. Maka hal itu lebih baik untuk tidak meremehkan

nikmat Allah atasmu.” (Muutafaq ‘Alaih).(*)

Cara Bersyukur Kepada

Allah SWT

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah

engkau nyatakan (dengan bersyukur)”

(QS. Adh-Dhuha: 11)

(10)

S

ecara i trah, manusia bergembira jika me-nerima pemberian atau hadiah. Apakah itu pemberian berupa materi maupun non materi. Apalagi jika pemberian itu tanpa pamrih apapun dari pemberinya. Sejak awal, Allah

SWT telah menjelaskan sifat manusia ini. “Maka

adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan maka dia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakan aku’.” (QS. Al Fajr: 15)

Ada dua hal yang harus dipahami setiap insan ketika mendapat kenikmatan atau kesenangan. Yaitu respon kita terhadap sang pemberi dan pemeliharaan kita terhadap zat pemberian itu.

Pertama, seorang mukmin selalu bersyukur atas segala pemberian Tuhan, kecil maupun besar bentuk anugerah yang ia terima. Itulah respon yang baik. Jika mendapat kemalangan, ia

merespon dengan kesabaran. Itu pun respon yang baik pula. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan mukmin itu. Jika mendapat kebaikan, ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapat musibah, ia bersabar. Itu juga baik baginya.”

Sikap syukur ini ‘mengundang’ pemberian

berikutnya. Allah SWT telah berjanji, “Dan

(ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS.

Ibrahim: 7) Dan syukur ini bukti dari keimanan seseorang. Karena orang yang tidak bersyukur

atau berterima kasih disebut kufur. “…Tetapi jika

mengingkari (nikmatKu), maka pasti azabKu sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)

Kedua, pemeliharaan kita terhadap zat yang kita terima sebagai pemberian. Bentuk dari syukur antara lain dengan merawat pemberian itu dengan baik. Karena setiap nikmat yang kita teri-ma selalu ada ujian yang mengiringinya. Misalnya jika kita memiliki mobil, maka kita harus merawat

mobil itu agar awet. Sebaliknya, jika enggan merawat atau bahkan menyia-nyiakannya, pasti mobil itu cepat rusak. Jika demikian, tentu kita tak akan bisa memanfaatkannya lagi.

Semakin rajin kita merawat nikmat itu, makin lama manfaatnya bagi kita. Itulah salah satu (di antara berjuta) makna syukur. Allah akan mem-perpanjang atau dengan kata lain menambah ke-nikmatan pemberian itu. Sehingga kita benar-be-nar mampu memanfaatkannya lebih lama.

Orang mukmin tidak membedakan pembe-rian itu besar atau kecil. Seorang mukmin akan memperhatikan siapa pemilik sesungguhnya dari nikmat itu. Meski seringkali kita menerima pem-berian dari orang lain, namun hakikatnya, seluruh alam raya dan seisinya bahkan diri kita ini adalah pemberian Allah SWT.

Orang lain adalah pemilik yang nisbi. Pemilik mutlak adalah Allah Ta’ala. Sebagai adab yang baik, wajib bagi kita untuk berterima kasih kepada orang lain yang memberi kita. Namun, adab seo-rang hamba adalah mengakui semua ini hanyalah pemberianNya atas kuasaNya semata.

Kita harus memahami bahwa semua ini adalah titipan Allah, Sang Khaliq. Maka sikap sabarlah hal terbaik, jika Allah mengambilnya kembali. Semua ini dari Allah dan akan kembali dari Allah. Sebelum Allah mengambilnya kembali, maka kita harus paham betul untuk apa Allah menitipkan segala anugerahNya kepada kita. Seperti apa pemanfaatannya selama nikmat itu berada dalam genggaman kita.

Cara pemanfaatan telah dicontohkan manu-sia teladan, Rasulullah Muhammad SAW. Maka apakah pemberian itu dalam rangka ketaatan kepadaNya semata atau hanya untuk kesenangan duniawi saja. Pepatah Arab menyatakan (artinya): yang halal akan di-hisab dan yang haram akan diazab.(*)

Syukur,

‘Memperpanjang’

Nikmat

Oleh: Oki Aryono

Fungsionaris Bina Qalam Indonesia

(11)

“Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhuma, ia berkata: Ketika itu hujan turun di masa

Nabi SAW, lalu Nabi bersabda, ‘Atas hujan

ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata, ‘Inilah rahmat Allah’. Orang yang kufur nikmat berkata, ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu.” (HR. Muslim)

Syukur dalam agama, adalah se-bagaimana yang dijabarkan oleh Ibnul Qayyim, “Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.”

Lawan dari syukur adalah kufur nik-mat, yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan ada-lah dari Alada-lah SWT. Semisal Qarun yang berkata,

“Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki.” (QS. Al

Qashash: 28)

Orang yang bersyukur senantiasa menisbat-kan setiap nikmat yang didapatnya kepada Allah Ta’ala. Ia senantiasa menyadari bahwa hanya atas takdir dan rahmat Allah sematalah nikmat itu bisa diperoleh. Sedangkan orang yang kufur nikmat senantiasa lupa akan hal ini.

Sungguh indah irman Allah, “Barangsiapa

bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar maka sesunggunya Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.” (QS. Luqman: 12)

Maka, bersyukur adalah menjalankan perintah Allah. Dan enggan bersyukur serta mengingkari nikmat Allah adalah bentuk pembangkangan terhadap perintah Allah.

Buah manis dari syukur:

1. Syukur adalah sifat orang beriman.

Rasu-lullah SAW bersabda, “Seorang mukmin

itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan ter-jadi demikian kecuali pada seorang mukmin

sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia ber-syukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.”

(HR. Muslim)

2. Merupakan sebab datangnya ridha Allah. Allah Ta’ala berirman, “Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hambaNya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian.” (QS. Az Zumar: 7)

3. Merupakan sebab selamatnya seseorang dari

azab Allah. Allah Ta’ala berirman, “Tidaklah

Allah akan mengadzab kalian jika kalian ber-syukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim.” (QS. An Nisa: 147)

4. Merupakan sebab ditambahnya nikmat. Allah Ta’ala berirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan: “Sesung-guhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.

Ibrahim: 7)

5. Ganjaran di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala

berirman, “Dan sungguh orang-orang yang

bersyukur akan kami beri ganjaran” (QS. Al

Imran: 145)

Drs. Usman Daud, M.A

Konsultan Hukum Islam dan keluarga

Syukur Itu Ibadah

(12)

N

amanya Najmatus Shobah. Anak ini tinggal di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Usianya baru 12 tahun, penampilanya juga seperti kebanyakan anak desa seusianya. Lugu dan agak pemalu. Hanya senyumnya saja yang sesekali terlihat diraut wajahnya yang sekilas menunjukan bahwa ia selalu optimis.

Sejak pertama kali Sanggar Genius dibuka oleh LAZNAS Yatim Mandiri di Kelurahan Mersi, gadis yang akrab disapa Nana ini selalu rajin datang untuk belajar. Hasilnya sungguh luar biasa, Nana berhasil mengalahkan 25 teman sekaligus lawannya dalam ajang Olimpiade Matematika yang digelar oleh LAZNAS Yatim Mandiri Purwokerto.

Menjadi juara pertama pada ajang tersebut, sempat membuatnya terheran-heran. Rasa tidak percaya juga ditunjukan oleh sang ibu, Aprilistiani Mujiatun, ketika mendengar cerita sang anak yang akan ke Jakarta mewakili LAZNAS Yatim Mandiri Purwokerto pada ajang Olimpiade Genius Nasional.

Bahkan para guru di sekolahnya juga merasa kaget bercampur bangga, karena Nana akan mengikuti Olimpiade

Matematika Tingkat Nasional. Terlebih ia bukanlah murid yang diperhitungkan oleh guru-gurunya untuk bidang mata pelajaran matematika. Namun, dukungan serta doa dari ibu dan guru-gurunya membuat anak kelahiran Banyumas, 15 Juni 2005 ini optimis dan bersemangat.

Gadis kecil ini pun membuat semua orang takjub.

Di Olimpiade Genius Nasional, ia menunjukan prestasi yang luar biasa. Nana berhasil menembus 25 besar dari 100 peserta, dengan menempati ranking 19. Meski tidak berhasil meraih juara, tapi itu adalah prestasi terbaiknya yang telah

diusahakannya.

Dari sinilah Nana kini semakin terpacu untuk belajar lebih giat lagi di Sanggar Genius. Hasilnya adanya perubahan signiikan diperlihatkan olehnya dibawah bimbingan intensif guru Sanggar Genius, Kharis Hidayat. Yakni saat Raport untuk semester ganjil kelas 6 dibagikan, Nana mendapat nilai matematika 91. Sekaligus menjadikannya siswa dengan nilai matematika tertinggi dikelasnya.

Bahkan saat ujian akhir semester, gadis ini mampu meraih nilai 100 untuk bidang studi matematika. Padahal, saat masih semester genap kelas 5, nilai matematikanya hanya 67.

Hal ini tak lepas dari rutin dan intensnya Nana belajar di Sanggar Genius LAZNAS Yatim Mandiri. Yakni sebuah program pendampingan belajar

pada anak-anak yatim untuk menggali potensI kecerdasan dan kreativitas, khususnya dibidang matematika. Najmatus Shobah adalah sebagian kecil anak yatim binaan LAZNAS

Yatim Mandiri yang luar biasa. Masih banyak anak-anak yatim lainnya yang berprestasi dan memiliki potensi-potensi yang menakjubkan. Harapannya,

mereka mampu meraih kemandirian dan bisa mewujudkan impiannya. (*)

(13)

Monumen Jariah

Donatur

Yatim

Mandiri

Oleh: Drs. Sumarno

Direktur Utama LAZNAS Yatim Mandiri

S

yukur Alhamdulillah kita panjatkan

kehadirat Allah SWT atas segala karunia dan rahmatNya, dan sholawat serta salam terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW. Dipenghujung bulan Maret 2017 ini, LAZNAS Yatim Mandiri genap berusia 23 tahun, sejak berdiri tahun 1994 yang diawa-li dari pemikiran sederhana untuk dapat mengantar anak-anak yatim negeri ini agar mampu hidup mandiri dengan bekal ilmu dan keterampilan.

Alhamdulillah gayung pun bersambut. Program-program sederhana tapi berimplikasi besar dalam membangun kemandirian anak yatim yang ditawarkan kepada masyarakat dan donatur mendapat dukungan positif. Hal ini tidak lepas dari pertolongan Allah SWT, dan keistiqomahan para donatur yang turut serta mengiringi perjalanan LAZNAS Yatim Mandiri.

Beberapa bukti monumen jariah donatur untuk kemandirian anak yatim telah berjalan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh anak yatim, diantaranya:

1. Kampus Kemandirian Mandiri Entrepreneur Center (MEC)

Mulai di buka tahun 2006, diberi nama Kampus Kemandirian, berlokasi di Jalan Jambangan 70, Surabaya. Di sinilah anak yatim tamatan SMTA (purna asuh) dididik dan dilatih untuk mandiri dalam waktu setahun. Kampus yang dilengkapi dengan asrama ini, mampu menampung

150 anak yatim laki-laki dan perempuan. Ribuan alumni telah dibina di kampus ini dan mereka kini telah mandiri, berani menjalani hidup dengan ikhtiar dan jeri payah sendiri. Semoga pahala jariah terus mengalir ke semua donatur LAZNAS Yatim Mandiri. Aamiin.

2. Sekolah SMP-SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMBS)

Komplek Sekolah ICMBS ini terletak di Jalan Raya Sarirogo, Sidoarjo. Di atas lahan seluas tiga setengah hektar ini, telah berdiri gedung sekolah SMP-SMA yang representatif, asrama siswa, berbagai sarana olahraga serta sarana ibadah berupa Masjid Ulul Albab berkapasitas 1000 jama’ah. Kita mohon kepada Allah SWT, semoga anak-anak yang dididik di ICMBS kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin yang amanah dan teladan yang baik pada zamannya. Mereka inilah harapan kita, kelak yang akan melantunkan

doa-doanya untuk kita, serta mengalirkan pahala jariah yang tak terputus kepada semua donatur. Aamiin.

3. Sekolah Tinggi An-Najah Indonesia Mandiri (STAINIM)

LAZNAS Yatim Mandiri juga menyiapkan Sekolah Tinggi An-Najah Indonesia Mandiri (STAINIM). Yakni kuliah berasrama bebas biaya untuk anak ya-tim. Dan saat ini sedang berlangsung pembangu-nan Kampus STAINIM 7 lantai yang terletak satu komplek dengan Sekolah SMP-SMA ICMBS di Jalan Sarirogo, Sidoarjo. Keberadaan STAINIM ini diharapkan dapat meningkatkan derajat hidup anak-anak yatim melalui pendidikan dan menjadi amal jariah bagi semua donatur. Aamiin.

4. Pesantren Kemandirian

Berlokasi di Desa Jati Batur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Lahannya merupakan wakaf dari donatur berupa lahan pertanian dan bangunan untuk asrama. Di sini anak yatim purna asuh belajar pertanian, budidaya ikan serta peternakan. Alhamdulillah, adanya Pe-santren Kemandirian ini juga menginspirasi berkem-bangnya perekonomian dilingkungan sekitarnya.

Selain itu, masih ada beberapa proyek jariah donatur lainnya seperti Diklat MEC di Semarang dan Bogor, Mobil Sehat, Alat Tulis Sekolah, dan lainnya. Yang semuanya dapat dilaksanakan karena dukungan dan partisipasi para donatur dalam menyalurkan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf- nya di LAZNAS Yatim Mandiri. Semoga semuanya menjadi amal jariah yang sholeh di sisi Allah SWT. Aamiin.(*)

(14)

“Jamu bu..!!!” Begitu seruan halus terdengar. Aku spontan keluar sembari berucap, “Ya bu…!!” Ibu penjual jamu itu pasti bertandang ke rumah tiap jam 7 pagi. Sebenarnya, aku bukanlah langganan jamu, obat-obatan, atau apapun yang berbau medis dan herbal.

Tetapi, yang menarik perhatian dari pertama bertemu dengannya, adalah sosoknya yang masih muda. Usianya berkisar 25-26 tahun, lumayan cantik untuk ukuran mbok jamu yang didominasi ibu-ibu paruh baya. “Ada jamu sirih, beras kencur, kunir asem, jamu paitan juga ada lho bu,” begitu sapaann-ya. “Tapi saya juga nggak minum jamu-jamuan, bu,” jawabku jujur.

“Tapi jajanan juga ada lho bu, blendung, gath-ot, thiwul, peyek, krupuk puli, kacang goreng. Kalo sayur, ada urap-urap, oseng daun kates. Murah kok bu, pokok e serba 1000an,” terangnya ramah. Aku langsung tertarik pada nama-nama jajanan pasar jadul khas kota Trenggalek, tempat kelahiranku. Blendung adalah pipilan jagung rebus yang dicam-pur parutan kelapa. Gathot adalah fermentasi ketela yang diredam air sampai berwarna coklat kehitaman dengan parutan kelapa diatasnya. Rasanya pasti aneh bagi yang belum pernah mencoba.

Tapi bagiku yang lahir dan besar dikota kecil, itu adalah salah satu jajanan favorit yang sudah sangat langka. Aku pernah menemukan gathot kering di salah satu pusat oleh-oleh di Sidoarjo, tapi hargan-ya hampir 25 kali lipat dari tawaran ibu jamu. Aku langsung pesan 2 bungkus per item jajan, 5 bungkus peyek kacang, Teri dan Drago. Urap-urap dan terong. “Namanya siapa mbak?” tanyaku. “Kulo, Yati bu,” jawabnya pendek. “Sudah punya putro (anak) bera-pa?” tanyaku kemudian. “Pun gadah setunggal bu (sudah punya satu anak),” jawabnya. “Lah, terus kalo sampeyan kerja gini, sama siapa putrane?” tanyaku lebih lanjut. “Ya sama mbah putrine (sama neneknya). Semua jadi 13 ribu bu..,” imbuhnya. Lalu kusodor-kan selembar uang dua puluh ribuan. “Kembalinya ambil saja ya mbak...,” kataku. “Waduh bu.. kathahe (banyaknya), matur sembah nuwun sanget lho bu..” jawabnya dengan mata berbinar.

Sejenak, hatiku terharu. Dengan menerima

Mengenang 2 Tahun Alm. Zakariya Zain, S.Ag

(Direktur Yatim Mandiri Periode 2008-2010)

kelebihan kembali 7 ribu saja sampai segitunya ia berterima kasih. Apalagi kalau menerima 50 ribu, 100 ribu, seperti apa lagi ekspresi terima kasihnya? Hatiku dipenuhi rasa malu.

Ya Allah ya Rahman ya Rahim, ampuni hambamu ini yang terlampau sering alpa dan menaikan betapa banyak rezeki yang telah Engkau limpahkan kepada hamba. Kesehatan terus-menerus, anak-anak yang sehat dan pandai, saleh, dan sholehah, tanpa cacat sedikit pun, materi yang selalu mencukupi, mempu-nyai teman dan tetangga yang baik, sanak saudara yang senantiasa memberi semangat dan dukungan, orang tua lengkap yang tak pernah putus

mendo-akan. “Fabi ayya aala irobbikuma tukadz dzibaan”

penggalan Surat Ar Rahman terlintas dibenakku. Ampuni hamba yang dhaif ini Ya Allah…

Keteguhan imanku sempat diuji dengan moment kehilangan terbesar sepanjang hidup, yaitu mening-galnya “Sang Belahan Jiwa”. Suamiku yang tidak hanya menarik secara isik, tetapi juga baik akhlakn-ya, penuh tanggung jawab dan cintanya yang begitu luar biasa. Ah.. hatiku sering bergetar mengingat segala perhatian, cinta kasih dan pengorbanan beliau selama kurang lebih 19 tahun mengenal beliau dan 17 tahun mengarungi bahtera rumah tangga.

Seandainya boleh manusia menyembah kepada manusia lainnya, sepatutnya istri menyembah kepada suaminya, begitu penggalan salah satu hadist Rasu-lullah SAW, karena besarnya hak suami atas istrinya. Subhanallah…….. Aku merasakan sendiri betapa sebagian Asmaul Husna Mu menetes pada suami hamba ini Ya Allah. Sebagai suami, ayah, anak, kakak,

pimpinan, rekan, kawan, beliau selalu do and give the

best. I love him so much, but Allah love him more…

Terima kasih Ya Allah… Engkau sempatkan hamba mendampingi beliau, Engkau titipkan tunas beliau yang saleh dan sholehah. Pertemukan kami kelak di Jannah Mu Ya Allah. Hanya dengan Rahman dan Ro-him Mu, semua itu akan terwujud. “Hiduplah dengan penuh rasa kebersyukuran, niscaya hidup akan tam-bah berkah, melimpah, tenang dan tam-bahagia.” Semoga Khusnul Khotimah.(*)

(Penulis adalah istri alm. Zakariyah Zain, S.Ag)

Oleh: Dewi ‘Aisyah

Setetes Embun

Penumbuh Asa

Alm. Zakariya Zain, S.Ag

(15)

D

ulu saya pernah punya partner bisnis yang berkhianat kepada saya. Dari perbuatannya itu, membuat bisnis saya bangkrut satu per satu. Ketika itu, saya jengkel dan marah luar biasa.

Dan seiring berjalannya waktu, saya pun mam-pu memaafkan mereka. Setelah saya memaafkan mereka, beberapa diantaranya kemudian menga-jak kerjasama lagi dan menunjukkan kepada saya perubahan dan kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukannya.

Meski saya sudah memaafkan bukan berarti saya menerima tawaran kerjasamanya. Sungguh berbeda antara memaafkan dan kesedian untuk kerjasama.

Salah satu diantara mereka ada yang berkirim pesan “Allah SWT itu pemaaf, hambaNya yang bertaqwa seharusnya juga pemaaf. Mari kita ker-jasama lagi. Saya sudah taubat koq.”

Saya pun menjawab pesannya “Saya sudah

Memaafkan dan

Kerjasama

memaafkan Anda sejak dulu. Silakan Anda beker-jasama dengan yang lain. Sementara saya cukup kerjasama dengan yang ada saja dulu.” Jawaban saya ini sangat tidak memuaskan mereka.

Apakah semua yang pernah berbuat salah kepada saya, semuanya saya tolak untuk beker-jasama dengan saya? Jawabnya adalah tidak.

Ada diantara mereka yang kemudian beker-jasama lagi. Tentu setelah saya melihat peruba-han dan banyak kebaikannya dilakukan secara konsisten atas kesadaran bukan karena pencitraan semata.

Kita perlu menjadi orang yang pemaaf namun bukan berarti orang yang sudah memaafkan se-cara otomatis bisa diajak bekerjasama lagi.

Sungguh memaafkan dan kerjasama adalah dua hal yang berbeda. Bersegeralah memaafkan kesalahan orang namun jangan terburu-buru bekerjasama dengannya. Setuju?

Salam SuksesMulia

Oleh: Jamil Azzaini

Penasehat Yatim Mandiri

(16)

Tausiyah

Mengikis Sikap Otoriter

Oleh: Abdullah Gymnastiar

S

alah satu yang berbahaya diantara

penyakit hati yang kita miliki adalah sifat egois, sifat tidak mau kalah, sifat ingin menang sendiri, sifat ingin selalu merasa benar, atau sifat ingin selalu merasa bahwa memang dirinya tidak berpeluang untuk berbuat salah. Sifat seperti ini biasanya banyak menghinggapi orang-orang yang diamanahi kedudukan, seperti para pimpinan dalam skala apapun.

Sifat-sifat tadi ujung-ujungnya akan bermuara pada sikap otoriter, bahkan lebih jauh lagi menjadi seorang diktator (suatu sebutan yang diantaranya dinisbahkan pada pemimpin pemerintahan NAZI Jerman, Adolf Hitler atau pada pemerintahan fasis Italia zaman Benito Musolini, dan juga para pemimpin diktator dunia lainnya).

Pastilah pula kita tidak akan pernah nyaman mendengar kata-kata seperti itu dan kita juga tidak akan pernah suka melihat orang yang otoriter, yang segalanya sepertinya harus dalam geng-gamannya. Dan hasilnya kita tahu sendiri, bahwa

orang-orang yang memiliki cap otoriter, orang yang selalu ingin segalanya dalam kekuasaannya, semuanya tunduk dan patuh kepadanya, ujungnya adalah kejatuhan dan kehinaan.

Tapi sayang, sepertinya kita jarang menyisihkan waktu untuk bertanya secara jujur pada diri sendiri, apakah sifat-sifat itu ada pada diri kita atau tidak? Apakah kita ini orang otoriter atau bukan? Maaf-maaf saja kepada para orang tua, guru, manager, pimpinan, direktur, pokoknya orang-orang yang diamanahi kekuasaan oleh Allah, biasanya memiliki kecenderungan sifat seperti ini.

(17)

Tepatlah baginya pepatah, ‘nila setitik rusak susu sebelanga’. Artinya, karena kesalahan sedikit, jeleklah seluruh kelakuannya. Bagi orang otoriter, biasanya tidak ada pilihan lain selain 100% harus sesuai keinginannya.

Hasil kajian sebuah penelitian menyebutkan bahwa para korban NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif lainya) diantaranya adalah mereka yang tumbuh besar dari kalangan orang tua otoriter, keras, mau menang sendiri, tidak berkomunika-si, dan tidak ada dialog antar anggota keluarga. Sehingga si anak menjadi seorang yang bersikap apatis, acuh, bahkan akhirnya si anak melarikan rasa

ketertekanannya ini ke NAPZA, naudzhubillah.

Ada pula anak yang selalu bentrok dengan ibunya, karena si ibu begitu menuntut agar dia

nurut 100% tanpa reserve. Maka munculah ungkapan,

“Sedikit-sedikit salah sedikit-sedikit salah!”, bahkan saking kesalnya si anak ini berkata, “Kalau saya ini salah terus, lalu kapan benarnya saya sebagai manusia ini? Padahal kalau si anak belum mengerti, seharusnya orang tua yang lebih dulu mengerti, ka-lau si anak belum bisa paham seharusnya orang tua yang duluan paham. Tapi karena orang tuanya tidak mengerti dan kurang ilmu, akhirnya tanpa disadari si ibu telah menggiring dan menjerumuskan anaknya ke dunia NAPZA.

Ternyata beginilah, gaya mendidik yang otoriter, yang kaku, dan kurang komunikatif akan menghasilkan anak-anak dalam kondisi tertekan, tidak aman, hingga ujungnya ia lari dari kenyataan yang dihadapinya.

Otoriter di Kantor

Begitupun di kantor-kantor atau perusahaan-perusahaan yang memiliki pimpinan bertipe otoriter, pastilah dia akan membuat karyawannya tertekan. Hal ini dapat diamati saat pimpinannya datang ke ruang kerja karyawannya, semua karyawan menjadi tegang, gugup, dan panik.

Ini terjadi karena kalau pimpinan datang, maka yang dilihat hanya kesalahan-kesalahan karyawan-nya saja. Jarang memuji, jarang menghargai, jarang menyapa dengan baik, bahkan sangat jarang senyum. Pada akhirnya karyawan disiplinnya menjadi disiplin takut atau disiplin semu. Padahal sebenarnya karyawan merasa tertekan, sakit hati, dan bahkan benci ke si pimpinan yang otoriter ini.

Oleh sebab itu, hati-hatilah bagi para pemimpin yang otoriter, dan bersiap-siaplah menjadi orang yang tidak disukai karena saking banyaknya orang yang merasa teraniaya. Orang otoriter itu marahnya saja biasanya dilakukan di sembarang tempat, asal dia ketemu dengan yang dimarahinya, marahnya akan meledak-ledak. Padahal kemarahan seperti itu justru akan mempermalukan si pemarah itu sendiri karena orang yang melihatnya akan menge-luarkan penilaian yang negatif kepada dia. Hati-hati nih bagi para pimpinan yang suka marah-marah, ter-utama orang-orang yang tidak biasa jadi bawahan, kadang-kadang ia agak otoriter.

Pernah ada sebuah keluarga dengan empat anak, ternyata tiga diantaranya mengalami depresi berat karena sang ayah terlalu kaku dalam memimpin rumah tangga yang pengelolaannya disamakan seperti kantornya. Jangan heran bila ada orang yang sukses di kantor belum tentu sukses di rumah tangga.

Guru yang Otoriter

Perlu diwaspadai pula bahwa biasanya pemimpin yang otoriter akan membuahkan pula bibit-bibit anak didik yang otoriter. Seperti guru yang otoriter, akan menghasilkan anak-anak didik yang otoriter pula, bahkan nakal. Guru yang otoriter di kelas, di-antara sifat-sifatnya adalah maunya menang sendiri, kata-katanya tajam, dan suka mempermalukan.

Kelakuan ini sebenarnya akan jadi bumerang bagi guru itu sendiri, seperti tidak disukai pelajarannya, tidak disenangi perangainya, dan tentu saja ini suatu hal yang kontra produktif. Apalagi perilaku-perilaku seperti ini sangat bertentangan dengan sikap-sikap yang dituntunkan Rasulullah SAW yang ternyata memiliki pribadi yang sangat indah, san-tun, dan berakhlak mulia.

Bagi orang yang bagus perangainya, berwajah ceria, serta mulia akhlaknya maka ia laksana mawar yang kuncup di musim semi, dia akan beroleh banyak teman yang membawa kedamaian dan ketentraman, semua pintu terbuka baginya.

Sementara orang pemberang, mudah marah, egois, dan otoriter harus menggedor pintu untuk bisa sekedar berbincang dengan seorang kawan.

Karenanya, yang terbaik adalah keramahan akhlak dan keceriaan. Rasulullah SAW sendiri adalah seorang yang senantiasa berwajah cerah ceria penuh sungging senyuman, insya Allah.(*)

(18)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Ustad Navis, mohon pencerahan tentang hukum mengelap muka atau anggota tubuh lainnya yang terkena air wudhu sebelum melaksanakan shalat. Karena ada beberapa teman yang mengatakan bahwa sehabis berwudhu, kita tidak boleh mengeringkan bekas wudhu tersebut dengan kain lap atau handuk, biarkan mengering dengan sendirinya. Kalau mengambil wudhu di masjid memang mungkin saja tidak dilap, tetapi jika

mengambil wudhu di rumah, saya terbiasa mengeringkan bekas wudhunya baik di wajah maupun tangan (dan terkadang sampai kaki) dengan handuk.

Yang ingin saya tanyakan,

1. bagaimanakah hukum sebenarnya mengenai hal ini, salahkah saya? 2. Apakah ada dalil atau hadits khusus

mengenai hal ini?

3. Dan bagaimana sebaiknya setelah wudhu, mengelapnya atau membiarkannya? Demikian pertanyaan dari saya.

Atas jawaban dan bimbingan Ustad Navis, saya mengucapkan terima kasih.

Rohman, Jakarta

HUKUM

MENGELAP

ANGGOTA

TUBUH

SEHABIS

WUDHU

(19)

Solusi Islam

KH. Abdurrahman Navis, Lc, MHI

Ketua Bidang Fatwa MUI Jawa Timur

Jawaban :

Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarkatuh.

Pak Rohman yang saya hormati, mayoritas ulama berpendapat bahwa mengeringkan air di badan setelah wudhu itu boleh, tapi kurang baik (makruh), tidak haram dan tidak membatalkan wudhunya.

Namun, sebagian ulama berbeda pendapat sebagaimana penjelasan berikut ini:

Imam An-Nawawi dalam kitabnya al-Majmu’ menyebutkan keterangan al-Muhamili ketika membahas hukum mengeringkan anggota wudhu. Al-Muhamili menyebutkan keterangan adanya sepakat ulama, bahwa mengeringkan anggota wudhu tidak haram. Perbedaan hanya dalam masalah apakah itu dimakruhkan ataukah tidak. Allahu a’lam.

Mengenai madzhab para ulama tentang mengeringkan anggota badan setelah wudhu. Kami telah singgung bahwa yang shahih dalam madzhab kami (Syaiiyah), dianjurkan untuk ditinggalkan. Tidak kita katakan hukumnya makruh. Ibnul Mundzir menyebutkan ulama yang berpendapat mengeringkan anggota wudhu hukumnya mubah, Utsman bin Afan, Hasan bin Ali, Anas bin Malik, Basyir bin Abi Mas’ud, Hasan al-Bashri, Ibnu Sirin, Alqamah, al-Aswad, Masruq, ad-Dhahaq, Malik, at-Tsauri, ulama Kufah, Ahmad, dan Ishaq. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 1/462)

Dalil yang menguatkan pendapat mereka: Pertama, hadits dari Aisyah, beliau mengatakan,

“Rasulullah SAW memiliki handuk kecil yang beliau gunakan untuk mengeringkan anggota badan setelah wudhu.” (HR. Turmudzi, An-Nasai).

Kedua, hadits dari Salman al-Farisi, “Nabi SAW

pernah berwudhu, kemudian beliau membalik jubah wol yang beliau pakai, dan beliau gunakan untuk mengusap wajahnya.” (HR. Ibn Majah 468)

Syaikh Ibrahim al Bajuri dalam kitabnya

mengatakan, “Termasuk kesunnahan setelah wudhu

adalah tansyif, yaitu tidak mengusap anggota wudhu dengan kain tanpa adanya udzur, karena hal tersebut dapat menghilangkan atsar/bekas ibadah, jika ada udzur semisal kedinginan, khawatir tertem-pel perkara najis, atau ia hendak tayammum setelah wudhu, maka hukumnya tidak makruh baginya melakukan hal tersebut.” (Hasyiah al Bajuri 1/62)

Apakah disunnahkan meninggalkan tansyif (mengusap anggota setelah wudhu)? Menurut qoul Aujah, meninggalkan mengusap anggota wudhu dengan handuk hukumnya sunnah, seperti yang ada di Kitab Roudhoh.

Menurut salah satu pendapat hukum mengu-sap wajah dengan handuk atau tidak mengumengu-sap hukumnya adalah sama, yaitu boleh (mubah) dan inilah pendapat yang dipilih Imam Nawawi dalam kitab Syarah Muhaddzab.

Menurut pendapat lain, meninggalkan tansyif hukumnya sunnah mutlak, dan pendapat yang lainnya lagi tansyif hukumnya makruh mutlak. (Kifayatul Akhyar 1/26).

(20)

D

isadari atau tidak, begitu banyak emosi negatif yang mengular di sekitar kita. Anak yang pulang sekolah dengan muka ditekuk dan langsung melempar tas, suami yang cuma bereaksi hm..hm... saja sambil kon-sentrasi didepan HP ketika diajak bicara, ketemu kerabat yang senang bergibah, teman yang seti-ap ketemu minta bantuan dengan alasan ini itu… dan seribu dua pesan dari orang yang dikenal maupun tidak, yang membawa dan atau dapat menimbulkan emosi negatif pada diri kita.

Sepotong kalimat terakhir di atas perlu kita bicarakan dengan serius dan seksama. Seringkali emosi negatif yang muncul pada diri kita, dan akhirnya bikin kita jadi ‘baper’, dipicu oleh ulah orang lain yang langsung ditujukan kepada kita atau kepada orang lain yang tidak ada

hubungannya dengan kita.

Teman saya, yang lumayan‘baperan’,

seringka-li mengucap ‘It’s ruin my day’. Seharian moodnya

bisa hancur, gara-gara sebuah ulah orang di pagi

hari. Kadang-kadang, kalau sedang enak mood

juga, saya tanya dia: Coba di ingat-ingat, sebelum kamu kontak dengan dia, apa yang terjadi pada dirimu? Bagaimana perasaanmu sebelum itu terjadi?

Sumber Energi Negatif

Saya bertanya begitu karena biasanya kita sudah punya sumber atau bibit emosi negatif sebelumnya. Misalnya malam sebelumnya kita tidak dapat tidur nyenyak karena AC rusak. Atau

Izinkan

Diri

Untuk

Bahagia

Oleh: Elly Risman

Pakar Parenting,

Yayasan Kita dan Buah Hati

..Saat ini, sumber emosi

negatif bertambah dengan

makin seringnya kita

meneri-ma pesan lewat HP kita, bisa

berupa pesan di whatsapp

group, postingan teman di

media sosial, berita hoax di

situs abal-abal,

kejadian-ke-jadian mengenaskan yang

membombardir kita melalui

berbagai media, online

mau-pun konvensional..

(21)

tukang sayurpun bisa membuat kita naik darah saat dia mengabarkan kenaikan harga sayuran. Apalagi anak yang baru teringat ada PR pas jem-putan datang. Ulah orang lain seringkali hanya sebagai pemicu kita naik darah.

Saat ini, sumber emosi negatif bertambah dengan makin seringnya kita menerima pesan lewat HP kita, bisa berupa pesan di whatsapp group, postingan teman di media sosial, berita hoax di situs abal-abal, kejadian-kejadian

mengenaskan yang membombardir kita melalui berbagai media, online maupun konvensional.

Yang sedang ’trend’ sekarang adalah

meng-hide post atau unfollow. Bahkan unfriend teman

di media sosial. Ada juga keluar dari whatsapp

group atau sekedar mendelete percakapan.

Daripada postingan mereka bikin pusing kepala dan perasaan tidak nyaman, banyak orang melakukannya. Itulah enaknya di dunia maya.

Nyaman Sepanjang Hari

Lah, bagaimana dong kalau sumbernya adalah manusia yang bertemu muka selalu. Mau di delete juga? Bagaimana membuat diri kita bisa

nyaman sepanjang hari? Resepnya sederhana. Pertama, kita harus memutuskan sendiri: apakah kita mengizinkan diri kita mengalami emosi negatif karena ulah orang? Jika kita tidak mengizinkan, inshaa Allah hal itu tidak akan terja-di. Begitu juga sebaliknya.

Seringkali kita mengizinkan diri kita mengala-mi emosi negatif, dengan membiarkan orang lain

mengoyak-ngoyak emosi kita. Ketika kita jadi kesal sepanjang hari gara-gara pembantu datang terlambat. Kira-kira siapa ya yang mengontrol emosi kita?

Ketika kita marah hingga memaki-maki di media sosial sewaktu dikecewakan oleh seseorang, sehingga mengundang reaksi yang membuat kita malu. Siapa yang mengontrol emosi kita? Padahal, jika kita tidak mengizinkan, perasaan yang muncul akan lain sama sekali.

Kedua, ketika bangun tidur, syukuri kita bisa bangun dengan masih bernapas, lalu berdoa agar hari ini dapat dijalani dengan aman, selamat, lancar dan bermanfaat. Mintalah kepada Allah untuk mengizinkan diri ini nyaman dan bahagia. Dengan mengizinkan diri nyaman dan bahagia, kita bisa merespon segala sesuatu dari sudut pandang positif.

Misalnya pagi hari, buka situs berita, sudah ada berita yang menyedihkan. Segeralah mengu-cap syukur bahwa kita tidak mengalami hal itu, dan berdoa agar kita dan keluarga tidak mengalaminya. Lalu doakan orang-orang yang terlibat dalam peristiwa itu agar mereka bisa keluar dari masalahnya.

Satu langkah lagi, berdoalah agar kita punya solusinya jika punya kesempatan memban-tu mengatasi masalah tersebut. Inshaa Allah seharian kita bisa merespon segala sesuatu yang mampir di diri kita dengan lebih positif, membuat diri nyaman dan bahagia. Dan menyamankan dan membahagiakan orang lain. Inshaa Allah.(*)

(22)
(23)
(24)

Gadis Entrepreneur,

Sukses dengan Es Mie Bakso

A L U M N I M E C S U R A B AYA

Ana Kurniawati

A

da banyak ide untuk memulai sebuah

bisnis. Biasanya, ide-ide ini muncul secara spontan dan tanpa diduga. Hal inilah yang pernah dialami Ana Kurniawati, alumni MEC (Mandiri Entrepreneur Center) Surabaya Angkatan IX.

Ia mendapatkan sebuah ide bisnis ketika minum es, yakni es mie telor. Sebelum menyem-purnakan idenya tersebut, gadis yang akrab disapa Ana ini mulai mencari-cari tentang bahan dasar es mie telor. “Saat di MEC, kami diajari tentang bisnis plan. Yakni konsep ATM yang artinya Amati, Tiru dan Modiikasi. Dari situlah akhirnya saya mene-mukan ide untuk berjualan Es Mie Bakso,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, ia mengajak teman-temannya untuk bergabung. Namun, kebanyakan dari mereka menolak ajakannya untuk berbisnis. Tapi ada satu teman kuliahnya yang tertarik untuk berbisnis dengannya. Sebagai modal awal, Ana membutuhkan biaya sekitar Rp 4 Juta. Dan modal ini berhasil diperoleh setelah ia dan temannya urunan.

Tepat pada hari pertama di bulan Ramadhan tahun 2015, Ana melaunching bisnisnya. “Tempat jualannya di Jalan Karang Menjangan, Surabaya. Karena di situ banyak orang yang sedang ngabuburit untuk nyari takjil,” ujar gadis kelahiran Gresik, 26 September 1994.

Pada saat hari pertama buka, Es Mie Bakso yang ia jajakan laku keras. Banyak orang-orang yang membelinya. “Alhamdulillah, dibulan Ramadhan itu, berhasil mendapat laba bersih sebanyak Rp 1,3 Juta,” sambungnya.

Awal yang baik telah didapatnya untuk memulai bisnisnya. Untuk memaksimalkan pelayanan, ia lantas mengajak temannya untuk membantu melayani pembeli. Meski begitu, Ana mengaku bisnisnya pernah berhenti selama 4 bulan. Karena disibukan dengan ujian semester dan tidak adanya teman untuk membantunya berjualan lagi.

Kemudian Ana memindahkan lokasi jualannya di daerah pertokoan Kanjeng

Sepu, Sedayu, Gresik. dan penjualan Es Mie Bakso langsung ditangani ibunya. “Bulan Desember lalu, saya mulai berjualan lagi di Gresik, dibantu ibu dan satu karyawan. Alhamdulillah, jualannya selalu habis terjual,” ungkap gadis yang kini kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Selain sibuk kuliah, ia juga bekerja di Koperasi Syariah BMT Amanah Ummah sebagai marketing. Ditambah lagi untuk membeli kebutuhan jualannya, ia harus pulang pergi Sidoarjo-Gresik. “Karena di Gresik masih belum tersedia bahan baku yang dibutuhkan,” ujarnya.

Hingga saat ini bisnis es mie bakso yang digelutinya semakin berkembang. Bahkan kini ia juga menerima pesanan es mie bakso untuk berbagai acara. Kedepannya, Ana ingin membuka cabang Es Mie Bakso di daerah Sekapuk, Gresik. “Mohon doanya semoga diberi kemudahan untuk

membuka cabang.” (*)

Saat di MEC,

kami diajari

tentang konsep

bisnis plan ATM

(Amati, Tiru dan

(25)

S

etiap Muslim pasti mendambakan ke-hidupan yang penuh keberkahan. Berkah, dalam bahasa Arab disebut barakah, yakni kebaikan yang melimpah (al-khair al-wai r). Muslim yang mengucapkan salam berarti men-doakan hidup penuh kedamaian, kasih sayang, dan keberkahan. Hidup penuh berkah menjadi limpahan kebaikan dan selalu mendapat petunjuk Allah SWT.

Menurut Iman Maghazi al-Syarqawi, hidup penuh berkah itu dapat diaktualisasikan dengan meneladankan enam sikap dan sifat terpuji. Per-tama, membiasakan sifat malu yang positif. Malu (al-haya’) adalah kunci keutamaan sebab rasa malu membuat Muslim bersikap hati-hati untuk tidak berbuat maksiat kepada Allah dan RasulNya.

Rasulullah SAW pernah memberi nasihat

ke-pada para sahabatnya. “Hendaklah kalian merasa

malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya.” Para sahabat menimpali, “Alhamdulillah, kami sudah merasa malu kepada Allah, ya Rasul.”

Rasul lalu menyatakan, “Tidak, kalian belum merasa malu. Orang yang betul-betul merasa malu dihadapan Allah hendaklah menjaga kepala berikut isinya (pikiran positif), menjaga perut berikut isinya (makanan dan minuman yang halal dan thayib), dan mengingat mati serta musibah. Siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat, hendaklah meninggalkan perhiasan dunia. Siapa yang sudah melakukan itu semua, berarti telah betul-betul memiliki rasa malu.” (HR. Tirmidzi)

Kedua, bersyukur karena ia merupakan kunci peningkatan rezeki. Menurut Ibn Qayyim al-Jauz-iyah, syukur merupakan pujian dan pengakuan hamba terhadap nikmat Allah yang disertai rasa cinta dan ketaatan kepadaNya. (QS. Ibrahim: 7)

Ketiga, tutur kata dan komunikasi yang baik

(al-kalam al-thayyib). Hal ini merupakan kunci terbukanya hati dan pikiran. Komunikasi dan tutur kata yang baik adalah sedekah. Sedekah yang paling ringan dan mudah adalah memberi senyu-man kepada sesama.

“Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan, maka kalian akan dapat saling mencintai? Nabi SAW bersabda, “Tebarkan-lah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Keempat, berbakti kepada kedua orang tua. Sikap ini merupakan kunci keridhaan dan ke-suksesan hidup. Keridhaan dan doa orang tua merupakan pintu masuk segala kebaikan dan keberkahan hidup.

Kelima, menghiasi diri dengan sifat qanaah (merasa berkecukupan). Sifat ini merupakan kunci kekayaan. Orang yang bersifat qanaah tidak akan serakah dan egois, sehingga ia tidak mudah ter-goda oleh kekayaan duniawi.

Keenam, konsisten dan teguh pendirian (al-mudawamah wa al-istiqamah) dalam berdoa. Doa adalah kunci segala kebaikan dan ketentera-man jiwa. Doa adalah kekuatan dan energi spir-itual hamba kepada Allah. Dengan doa, seorang Muslim mengembalikan segala persoalan kepada Allah SWT.

Kunci semua itu adalah aktualisasi iman, ilmu, amal, dan takwa sebagai modal spiritual dan kendaraan keberkahan hidup. Jika keduanya diak-tualisasikan dengan baik, niscaya janji Allah pasti akan dipenuhi. (QS. al-A’raf: 96)

Meraih hidup penuh berkah harus senan-tiasa mendekatkan diri kepadaNya sekaligus mendekatkan diri dengan sesamaNya melalui kesalehan personal, ritual, dan kesalehan sosial serta moral. Wallahu a’lam.(*)

Kunci

Hidup Berkah

Kunci

Hidup Berkah

“Sedekah yang paling ringan dan

mudah adalah memberi senyuman

kepada sesama”

(26)

Saus Stroberi

Bahan Waffle

- 1 3/4 gr tepung terigu - 1 sdm baking powder - 1/4 sdt garam - 2 butir kuning telur - 1 3/4 cangkir susu

- 1/2 cangkir minyak goreng - 2 putih telur

Cara Membuat Waffle

Aduk tepung bersama dengan baking powder dan garam di dalam mangkuk. Buatlah lubang di tengah campuran tepung tadi.

Kocok kuning telur ke dalam mangkuk yang lain, kemudian masukkan susu dan minyak.

Masukkan campuran kuning telur

sekaligus ke dalam campuran tepung tadi. Aduk sampai adonan basah dan kental.

Bagian penting selanjutnya, kocok putih telur kedalam mangkuk lainnya sampai menjadi kaku dan lembut.

Campur putih telur dengan adonan campuran tepung dan kuning telur, tapi ingat jangan overmix.

Tuang sekitar satu cangkir adonan ke cetakan waffle, tunggu sampai matang, kemudian angkat.

Sajikan dengan menggunakan saus stroberi atau buah menurut selera anda.

Tips Menikmati Waffle

Disajikan hangat lebih nikmat.

Nikmatilah waffle dengan segelas kopi panas atau ice cream.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

1. 2.

Waffle

(27)

H

araplah kebaikan selalu. Percayalah sepenuhnya kepada Allah. Namun, jangan pula mengabaikan terhadap kerugian yang mungkin akan terjadi. Jangan pesimis menghadapi apapun.

Jangan melihat kehidupan serba gelap. Yakinlah, hal itu akan memberikan energi positif bagi suami dalam menghadapi berbagai peristiwa. Jadilah tangan yang penyayang, yang dengannya suami merasa tenang ketika menghadapai kesulitan. Selama suami kita berjalan di atas kebenaran dan menempuh sebab-sebab sesuai dengan

kemampuannya, insya Allah semuanya akan baik-baik saja. Istri yang beriman, adalah istri yang membuat suaminya tenang ketika diguncang sua-tu masalah, dan selalu memberikan kabar gembira.

Perhatikanlah bagaimana sikap Ibunda Khadijah ketika suaminya kembali kerumahnya dalam keadaan panik dan jiwanya terguncang karena bertemu dengan Jibril. Saat itu, Muhammad SAW pertama kali mendapatkan wahyu dan melihat ma-laikat secara langsung.

Beliau kembali kerumah dalam keadaan gemetar yang hebat, dan bingung dengan keadaan dirinya. Apalagi apa yang dialaminya adalah suatu peristiwa besar yang akan menentukan perjalanan

hidupnya dan seluruh manusia.

Suami Khadijah pulang kerumah dan berkata, “Selimuti aku…”. Setelah cukup tenang, suaminya menceritakan apa yang dialaminya dan berkata, “Saya khawatir terhadap diriku sendiri!” Lalu apakah yang dikatakan oleh Ibunda Khadijah, selaku seorang istri yang penuh perhatian dan kasih sayang?

Beliau mengatakan sesuatu yang tercatat da-lam sejarah keagungan Ummul Mukminin. Suatu perkataan yang menyejukan hati seorang suami yang sedang bimbang luar biasa.

“Sekali-kali tidak! Allah tidak akan mengecewakan mu, selamanya. Sesungguhnya kamu menyambung tali persaudaraan, memikul beban kesulitan orang lain, suka membantu, menjamu tamu dan senantiasa membela kebenaran.”

Khadijah tidak hanya mengingatkan tentang Allah, tetapi juga menyanjung dan memuji kepribadian suaminya, disaat jiwa suaminya sedang berguncang. Maka, sirnalah rasa khawatir pada diri Muhammad SAW, dan muncullah rasa tenang.

Perhatikanlah, wahai istri yang ikhlas dan santun. Kalimat yang dilontarkan oleh Khadijah sungguh sangat lembut dan sejuk. Apakah kita pernah memberikan ketentraman kepada suami kita seperti ini? Semoga! (*)

JADILAH

MUSLIMAH

YANG

OPTIMIS

PERCAYALAH

SEPENUHNYA

KEPADA ALLAH

(28)
(29)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang terhormat dr. Irmayanti. Akhir akhir ini saya sering mengalami pusing, lemas, mudah capek, susah tidur dan kaki saya kalau dipakai jalan seperti kurang seimbang dan juga sering kesemutan. Selain itu, akhir-akhir ini badan saya juga terasa kurang i t.

Yang ingin saya tanyakan adalah: 1. Kira-kira apa penyebabnya? 2. Dan apa solusinya ya dok?

Demikian pertanyaan yang saya ajukan. Atas jawaban dan bimbingan dr. Irmayanti, saya men-gucapkan terima kasih.

Ita, Malang

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Terima kasih atas pertanyaan dari saudara Ita. Dari gejala pusing yang disertai dengan gang-guan keseimbangan, kemungkinan besar Anda mengidap vertigo.

Vertigo biasanya disebabkan oleh gangguan saraf telinga bagian dalam (kanalis semisirkularis) yang memiliki fungsi untuk mengkontrol keseim-bangan tubuh Anda.

Namun ada juga hal lain yang bisa memicu vertigo yakni :

1. Anemia: kurang asupan zat besi pembentuk sel darah merah.

2. Stress. 3. Kelelahan. 4. Kurang tidur.

5. Perubahan posisi kepala tertentu (BPPV). 6. Penyakit Menier.

7. Vestibuler neuritis (infl amasi saraf vestibular

telinga bagian dalam).

8. Gangguan pada otak. Misal tumor. 9. Obat-obatan tertentu yang menyebabkan

kerusakan telinga.

Sebagian kasus vertigo, bisa sembuh tan-pa pengobatan. Hal ini bisa terjadi karena otak berhasil beradaptasi dengan perubahan telinga bagian dalam. Obat-obatan yang bisa diberikan

adalah prochlorperazine, antihistamin, dan

beta-Mengatasi

Oleh: dr. Irmayanti Soeratmi

Dokter Klinik Rumah Sehat Mandiri

histin. Cara mencegah gejala vertigo meliputi:

1. Menghindari gerakan tiba-tiba agar tidak terjatuh.

2. Segera duduk jika vertigo menyerang. 3. Hindari gerakan kepala mendongak, jongkok

atau membungkuk.

4. Cukup istirahat dan manajemen stres dengan baik.

Kesemutan merupakan gangguan sistem s

en-sorik akibat rangsang listrik di sistem saraf tidak

tersalurkan secara maksimal, saraf terjepit, aliran darah menjadi tidak lancar.

Kesemutan bisa disebabkan oleh:

1. Penekanan saraf yang berlangsung lama. 2. Gangguan metabolik: diabetes.

3. Kekurangan vitamin B1,B6 dan B 12.

Untuk mengobati kesemutan, kenali terlebih dahulu gejala awal kesemutan tersebut. Jika hanya kaki atau tangan tertekuk lama, biasanya kesemutan hilang dengan sendirinya.

Sementara itu kesemutan yang disebab-kan faktor lain, maka penyebabnya disesuaidisebab-kan dengan faktor penyebabnya. Jika pusing atau kesemutan berlangsung lama (lebih dari 7 hari), ada baiknya Anda konsultasikan masalah keseha-tan Anda dengan dokter spesialis saraf.

Demikian info yang saya dapat berikan, semo-ga bermanfaat. Salam sehat.(*)

Pusing dan Mudah Letih

(30)

Jangan lupa

bersedekah.

Karena salah

satu berkah

sedekah

ada-lah

kelancar-an dalam

berbisnis.

Ga

da

ng

Is

m

u W

a

r

dho

no

Owner JAMZ EO

(31)

Pintu Rezeki

K

etika seseorang ingin menjalani sebuah

bisnis, biasanya berawal dari sesuatu hal yang disukainya. Sama seperti yang dilakukan oleh Gadang Ismu Wardhono, donatur LAZNAS Yatim Mandiri Bogor. Lelaki berdarah Jawa yang lahir di Bukit Tinggi, 10 Juni 1964, ini gemar merancang sebuah kegiatan.

Sejak duduk di sekolah dasar, ia senang melibatkan diri dalam kepanitian pada sebuah acara. Hingga suatu ketika, terpikir olehnya untuk mendirikan sebuah lapangan pekerjaan di bidang event organizer.

Dan kebetulan saat itu, ia masih karyawan swasta di Bogor. Karena ingin mendapatkan suasana baru, ia lantas memlilih untuk mengundur-kan diri dari tempatnya bekerja. “Karena saya sudah mahir di urusan membuat acara, ya akhirnya saya, Bismillah, membuka bisnis EO (Event Organizer),” kata ayah 2 anak ini.

Namun, bukan event organizer yang ada pada umumnya. Tapi, pria yang akrab disapa Gadang ini, membuat EO dengan konsep wisata alam dan wisata budaya. Dirinya ingin fokus berwirausaha sambil berbagi ilmu. “Saya ingin memberikan sebuah edukasi dalam berwisata. Disetiap kegiatan yang saya buat, saya selalu agendakan kunjungan ke Museum Istana Kepresidanan Bogor,” jelasnya.

Dengan mengenalkan museum, lanjutnya, Konsep yang belum pernah ada di bidang usaha event organizer. Dari situlah, yang menjadi nilai lebih guna menarik perhatian para wisatawan dengan ciri khas yang ada di Kota Bogor. “Untuk sekarang saya masih fokus di wilayah Bogor dulu,” sambung Gadang.

Bisnis ini mulai dirintisnya pada tahun 2016 lalu. Dan semakin lama, event organizer yang di-jalani Gadang mulai memiliki banyak peminat. Yakni dari perusahaan ternama hingga ke sekolah-sekolah. Umumnya, mereka ingin merasakan sensa-si liburan yang berbeda. Yaitu, berwisata alam sekaligus mengenal budaya Kota Bogor.

Kunci Dalam Berbisnis

Saat ini, bisnis event organizer miliknya yang diberi nama Jamz EO mulai naik daun. Menurut Gadang, ia memiliki kunci agar bisnis yang digelutinya berjalan dengan baik. Pertama, ia senangi dulu apa yang akan ia usahakan. Kedua, harus memiliki niat, komitmen dan konsisten. Ketiga, memiliki tim yang kuat dan saling percaya. Keempat, menjalin kemitraan. Dan kelima kita pasrahkan hasilnya kepada Allah. “Selain itu juga

jangan lupa bersedekah. Karena salah satu berkah sedekah adalah kelancaran dalam berbisnis,” beber alumni UPN Yogyakarta Fakultas Pertanian ini.

Selain bisnis EO, Gadang mulai

bereksperimen untuk membuka bisnis baru. Kali ini dirinya menangkap sebuah peluang yang dirasa menjanjikan. Yakni bisnis kuliner dalam bentuk minuman. Lalu ia bersama istri, merintis bisnis home industri minuman Sari Pala. “Saya mulai memperkenalkan produk rumahan, yakni minuman Sari Pala. Awalnya minuman ini saya pakai untuk souvenir bagi wisatawan yang memakai EO saya. Tapi karena mendapat respon yang baik, akhirnya saya coba untuk

membuatnya,” tuturnya.

Berkah Sedekah

Menurut Gadang, yang dirasakannya saat ini adalah berkah dari sedekah yang dilakukannya. Sebagai seorang Pramuka, membantu sesama adalah prioritas utama. Jiwa kepramukaannya yang telah mendarah daging inilah yang membuat dirinya ringan tangan untuk bersedekah.

Lalu ia teringat, saat pertama kali mengenal LAZNAS Yatim Mandiri. Yakni ketika ia diminta rekan kerjanya untuk me-nemui Zisco LAZNAS Yatim Mandiri, dalam menerangkan program-program untuk kemandirian anak yatim. Dan dari sinilah Gadang mengaku langsung tertarik untuk menjadi donatur.

“Alhamdulillah, selama 6 tahun saya jadi donatur Yatim Mandiri, saya merasa bahwa lembaga ini seperti saudara. Setiap kali saya bisa membantu, insya Allah saya akan ban-tu, entah dengan materi, motivasi, atau pun berbagi ilmu,” ucapnya seraya bersyukur.

Untuk kedepannya, Gadang berharap bisa menjalin sinergi dengan LAZNAS Yatim Mandiri. Dirinya ingin berbagi ilmu apapun yang telah ia peroleh selama ini. Baginya, membantu sesama itu tidak harus dengan materi. Bisa juga dengan mem-berikan ilmu yang bermanfaat. Karena hal itu bisa menjadi sebuah amal jariyah untuk bekal di ahkirat nantinya.

Ia pun berharap, LAZNAS Yatim Mandiri bisa lebih kokoh lagi dan terus memberikan manfaat kepada anak-anak yatim dhuafa. “Semoga saya, masyarakat Indonesia dan Yatim Mandiri bisa membantu meringankan beban anak yatim dhuafa, agar kelak mere-ka bisa mandiri,” ujarnya.(*)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Kali ni kita akan membuat manipulasi foto Orang Terkenal, Osama bin laden pasti kalian semua udah pernah mendengar bahkan dah pernah kenalan sama itu orang, yap benar sekali dia

Saat ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai indeks harga. Tentu kalian sering mendengar kata indeks, namun apa itu indeks harga? Sebelum memahami indeks harga,

Saya berjanji tidak akan membuka rahasia kita ini kepada siapa pun," kata Tanda Bulan menyenangkan hati ibunya.. Sejak mendengar cerita ibunya bahwa dia adalah

Penggunaan kata yang menabrak kaidah bahasa Indonesia ini akan kita jumpai dalam 100 sajak Nanang yang terpilih dalam buku puisi ini?. Nanang sangat suka mengerjai kata

About radikalisme meliputi sesuatu hal yang terjadi dan juga sesuatu yang sanget mencengkam apabila kita mendengar perihal kata tersebut, akan tetapi dengan munculnya

Mendengar kata demi kata saat pertemuan pertama kita membuat saya tau bahwa Ane adalah sosok dengan karakteristik yang akan menjaga kepercayaan yang diberikan dengan seluruh

Ketika mendengar kata multimedia, kita pasti akan membayangkan sesuatu yang dahsyat dan hebat, sesuatu yang berkaitan dengan komputer, dengan gambar diam atau

Oleh karena itu pengalaman kita berbeda dengan pengalaman orang lain, sebenarnya makna yang kita berikan pada kata-kata tidak akan pernah persis sama dengan makna yang orang