• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Kerja Kementerian Negara 2005

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Rencana Kerja Kementerian Negara 2005"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA KEMENTERIAN NEGARA/ LEMBAGA (RENJA-KL)

DEPARTEMEN KEHUTANAN TAHUN 2005

I. PENDAHULUAN

Pembangunan kehut anan t ahun 2005 merupakan kelanj ut an pembangunan kehut anan pada era 2000 – 2004 yang menekankan pada upaya rehabilit asi, konservasi, rest rukt urisasi indust ri, pemberdayaan masyarakat , sert a pemberant asan pencurian kayu dan perdagangan kayu illegal. Kelima f okus t ersebut merupakan penj abaran SK Ment eri Kehut anan No. 456/ Menhut -II/ 2004 t ent ang Lima Kebij akan Priorit as Bidang Kehut anan Dalam Program Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Bersat u.

Kebij akan t ersebut didasari oleh kehendak Depart emen Kehut anan unt uk t et ap mement ingkan perlindungan pemanf aat an Sumber Daya Alam Hayat i (SDAH) secara lest ari yang t idak mengurangi kont ribusi kehut anan t erhadap perekonomian Nasioanal , t erut ama pengembangan ekonomi skal a pedesaan.

Langkah ini diharapkan selain meningkat kan peran produksi hasil hut an bukan kayu (Non Ti mber For est Pr oduct / NTFP) dan j asa lingkungan j uga dapat mendorong peningkat an penyerapan t enaga kerj a dan peningkat an usaha kecil sekt or kehut anan t erut ama yang berada di sekit ar hut an.

Rencana Kerj a Kement erian Negara/ Lembaga (Renj a-KL) Depart emen Kehut anan t ahun 2005 sudah t erint egrasi dengan Rencana Kerj a Pemerint ah (RKP) t ahun 2005, dimana didal amnya memuat program dan kegiat an pokok sert a sasarannya pada masing-masing Depart emen. Dengan demikian kebij akan pr iorit as yang t elah dirancang t ercermin dalam kegiat an-kegiat an pokok pada RKP.

Kegiat an-kegiat an pokok t ersebut sert a sasaran yang hendak dicapai akan menj adi payung bagi penj abaran dal am kegiat an-kegiat an yang lebih t erinci dan dij abarkan dalam Renj a-KL Depart emen Kehut anan t ahun 2005.

II. VISI DAN MISI

Visi dan Misi Depart emen Kehut anan t ahun 2005-2009 merupakan penj abaran mandat sekt or kehut anan yang t erdapat dal am Undang Undang (UU) No. 41 t ahun 1999 t ent ang Kehut anan dan UU lainnya yang berkait an dengan kehut anan.

VISI

Terwuj udnya Penyelenggaraan Kehut anan Unt uk Menj amin Kelest arian Hut an dan Peningkat an Kemakmuran Rakyat

MISI

1. Menj amin keberadaan hut an dengan luasan yang cukup dan sebaran yang proporsional

2. Mengopt imalkan aneka f ungsi hut an dan ekosist em perairan yang meliput i f ungsi konservasi, lindung dan produksi unt uk mencapai manf aat lingkungan sosial, budaya dan ekonomi yang seimbang dan lest ari.

3. Meningkat kan daya dukung Daerah Aliran Sungan (DAS).

4. Mendorong peransert a masyarakat

5. Menj amin dist ribusi manf aat yang berkeadilan dan berkelanj ut an.

6. Memant apkan koordinasi Pusat dan Daerah dalam pembangunan kehut anan

III. KEMAJUAN KEGIATAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN S/ D TAHUN 20 04

(2)

Agust us 2002. Realisasi t ersebut t erlihat pada pencapaian sasaran dari kebij akan priorit as yang t elah dit et apkan, sepert i diuraikan sebagai berikut :

1. Pemberant asan Pencurian kayu, dengan realisasi ant ara l ain:

ƒ Memperkuat kerj asama Mabes TNI, POLRI dal am pelaksanaan operasi proses j ust isia t erhadap kasus-kasus yang dit emukan, melalui kont inuit as operasi wanalaga, operasi wanabahari, operasi khusus di wil ayah perbat asan RI-Mal aysia, dan operasi f ungsional.

ƒ Memperkuat kerj asama dengan Mabes POLRI, Kej aksaan, dan Kehakiman unt uk mempercepat proses persidangan pencurian kayu ƒ Melanj ut kan kampanye nasional ant i pencurian kayu t erut ama bagi

aparat kehut anan di Pusat dan Daerah

ƒ Menyempurnakan t at a usaha kayu (hasil hut an) t erut ama di Jawa unt uk mencegah penyelundupan.

ƒ Pembangunan t erpadu 9 TN yang rawan pencurian kayu (Berbak, Bukit Tiga Puluh, Kerinci Seblat , Meru Bet iri, Gunung Palung, Bet ung Kerihun, Tanj ung Put ing, Kut ai dan Lore Lindu)

ƒ Memperkuat koordinasi ant ara pusat dan daerah dalam memberant as pencurian kayu

ƒ Menyusunan draf t Perppu pemberant asan pencurian kayu yang melibat kan seluruh inst ansi penegak hukum, inst ansi t erkait lainnya sert a masyarakat .

ƒ Membangunan FLEG (Task For ce on For est Law Enf or cement and Governance) mel al ui SK Menhut No. 8808/ Kpt s-II/ 2002

ƒ Menginisiasi Task For ce and Advi sor y Gr oup on East Asi a Pasi f i c For est Law Enf or cement and Gover ment yang dilaksanakan di j akar t a pada t anggal 27 – 29 Januari 2003.

ƒ Kerj asama Luar Negeri unt uk penggal akan pemberant asan pencurian kayu (MOU dengan Pemerint ah Inggris, MOU dengan RRC, MOU dengan Jepang, MOU dengan Korea Selat an, Financing Agreement ant ar Menhut dan EU dengan pembent ukan Illegal Logging Response Cent er).

2. Penanggulangan Kebakaran Hut an, dengan realisasi al:

ƒ Pembent ukan lima (5) Brigade Pengendalian Kebakaran Hut an dengan nama Manggala Agni di 5 Provinsi (Sumut , Riau, Jambi, Kalbar, Kalt eng), melibat kan personil sebanyak 1. 080 orang t erbagi dal am 72 regu.

ƒ Operasional isasi pengendalian kebakaran hut an di daerah-daerah paling rawan.

ƒ Pengembangan sist em peringat an dini bahaya kebakaran hut an. ƒ Kampanye pengendalian kebakaran hut an.

ƒ Penyiagaan Posko Radio Komunikasi dan St asiun Pengendali kebakaran 3. Rest rukt urisasi Sekt or Kehut anan, dengan realisasi al :

ƒ Penerapan “ sof t landing” (penurunan j at ah t ebangan). Tahun 2003 j at ah t ebangan dit et apkan sebesar 6. 892. 000 m3 dan t ahun 2004 j at ah t ebangan dit et apkan sebesar 5. 743. 700 m3

(3)

15 Provinsi (5 unit diberikan sert if ikat PHPL, 29 berkat egori baik, 33 unit buruk).

ƒ Penilaian t erhadap 41 unit IUPHHK/ HPH dari 149 pemegang IUPHHK yang diundang unt uk present asi t ent ang kinerj a PHAPL. Dengan hasil 15 unit diserahkan kembali ke Dephut , 26 unit masih bisa beroperasi. ƒ Pembent ukan Pokj a Rest rukt urisasi HTI unt uk mempersiapkan

rest rukt urisasi pengelolaan hut an t anaman. Telah dilakukan penilaian t erhadap 92 unit HTI. Dengan hasil 31 unit dinyat akan layak t eknis dan layak f inansial, 61 unit t idak layak t eknis dan f inansial.

ƒ Penil aian kinerj a usaha pemanf aat an hut an t anaman ol eh LPI sebanyak 192 unit . Yang sudah diselesaikan penilaian pada 90 unit perusahaan, yang dinyat akan lulus 63 unit dan t idak lulus 27 unit .

ƒ Rest rukt urisasi Indust ri primer hasil hut an kayu (IPHHK). Telah dievaluasi/ verif ikasi t erhadap 243 unit yang t erdaf t ar pada BRIK. Dengan hasil perij inan t elah sesuai ket ent uan sebanyak 162 unit , perij inan perluasan t idak sesuai PP 34/ 2002 sebanyak 6 unit , Perij inan t idak sesuai Keppres 96/ 2000 dan PP 34/ 2002 sebanyak 67 unit , IPHHK belum memil iki Ij in Usaha Indust ri (IUI) sebanyak 8 unit .

ƒ Pelelangan IUPHHK dengan real isai s/ d 2003 adalah sebanyak 11 unit . Pada t ahun 2004 sedang diproses pelel angan IUPHHK sebanyak 22 unit . ƒ Terus mendorong upaya pembangunan hut an t anaman yang baru. ƒ Realisasi Penerimaan Negara Bukan Paj ak pada t ahun 2001 sebesar 3, 3

t rilyun, t ahun 2002 sebesar 2, 9 t ril yun, t ahun 2003 sebesar 2, 7 t rilyun dan t ahun 2004 (sept 2004) sebesar 1, 85 t rilyun.

4. Rehabilit asi dan Konservasi Sumber Daya Alam (SDA), dengan realisasi al : ƒ Melakukan Gerakan Nasional Rehabilit asi Hut an dan Lahan (GN-RHL)

dengan real isasi penanaman mencapai 89, 9 ribu Ha.

ƒ Melakukan perbenihan t anaman hut an unt uk mendukung GN-RHL direncanakan sebanyak 268, 4 j ut a bat ang, dengan realisasi sebanyak 243, 4 j ut a bat ang.

ƒ Penyusunan Mast er Plan RHL di 15 Provinsi. ƒ Melanj ut kan Pengembangan Social Forest ry.

ƒ Terus melanj ut kan pengembangan usaha perhut anan rakyat di 15 Wilayah DAS

ƒ Penunj ukan Kawasan Konservasi seluas 23, 1 j ut a Ha dan Hut an Lindung 34 j ut a Ha

ƒ Pengembangan sist em pengelolaan kawasan konservasi melalui pola

col l abor at i ve management (al: TN Bunaken dengan Dewan Pengelola TN Bunaken, TN Komodo dengan CI, TN Bali Barat dengan Yayasan Forum Pengelolaan TN Bali Barat , TN Kayan Ment arang dengan Dewan penent u Kebij akan Pengelolaan TN t ingkat Kabupat en, TN Gede Pangrango dengan Konsorsium Gedepahal, TN Bogani Nani Wart abone dengan Dewan Mit ra Pengelola TN)

ƒ Perluasan TN Gede Pangrango (dari 15. 000 Ha menj adi 21. 975 Ha) dan TN Halimun (dari 40. 000 Ha menj adi 113. 357 Ha).

ƒ Penet apan 9 (sembilan) TN baru seluas ±1. 316. 566 ha. 5. Penguat an Desent ralisasi Sekt or kehut anan

(4)

pelaksanaan desent ralisasi (al: PP No. 34 t ahun 2002, PP No. 35 t ahun 2002, PP. No. 63 t ahun 2002, PP No. 44 t ahun 2004, PP. No. 45 Tahun 2004).

ƒ Menerbit kan 37 Kepmenhut sebagai t indak l anj ut t erbit nya PP.

6. Pelaksanaan Kebij akan Pendukung Pembangunan Kehut anan, dengan realisasi al:

ƒ Penyusunan rencana-rencana kehut anan (al: Renst ra Dephut 2001-2005, REPETA t ahun 2004, Renst ra Pengelolaan Kawasan Hut an Wilayah Perbat asan RI-Malaysia di Kalimant an).

ƒ Penyusunan NSDH Nasional

ƒ Pengembangan assesment dat a/ inf ormasi pembangunan kehut anan ƒ Penyusunan krit eria dan pedoman Pembent ukan Kesat uan Pengelolaan

Hut an Produksi).

ƒ Penyusunan bl ue pr i nt pengembangan SDM Kehut anan. ƒ Pengembangan lembaga PAC (Per sonal Assesment Cent er).

ƒ Terus melakukan upaya-upaya Penelit ian dan Pengembangan (Lit bang).

IV. KEBIJAKAN PRIORITAS

Pada lima t ahun mendat ang (2005-2009) sumber daya hut an berupa kayu yang berasal dari hut an al am unt uk sement ara t idak lagi menj adi andalan perekonomian nasional, paling t idak unt uk j angka wakt u sepuluh sampai dua puluh t ahun ke depan.

Produksi kayu dari hut an alam yang selama ini merupakan hasil hut an yang ut ama akan dikurangi secara bert ahap. Sement ara it u, unt uk mengimbangi penurunan kegiat an akibat penurunan produksi kayu, Pemerint ah akan mendorong pemanf aat an NTFP dan j asa lingkungan. Seiring dengan it u produksi kayu dari hut an t anaman (HTI) t erus dit ingkat kan.

Penet apan kebij akan priorit as Depart emen Kehut anan 2005-2009 pada dasarnya merupakan kelanj ut an dan modif ikasi dari 5 kebij akan priorit as pada t ahun-t ahun sebelumnya yang sampai dengan t ahun 2004 belum t unt as dil aksanakan. Kebij akan priorit as t ersebut adal ah sebagai berikut :

1. Penanggulangan pencurian kayu di hut an negara, dan perdagangan kayu illegal;

Kebij akan ini dimaksudkan unt uk :

ƒ Menegakkan moral, t at anan sosial maupun bernegara dan berbangsa. ƒ Tegaknya kepast ian hukum di bidang kehut anan.

ƒ Mendorong iklim usaha di bidang kehut anan secara sah dan benar ƒ Meningkat kan part isipasi berbagai pihak sert a masyarakat dal am

melest arikan hut an.

ƒ Menj amin keberadaan hut an sebagai modal pembangunan. 2. Revit alisasi sekt or kehut anan, khususnya revit alisasi indust ri kehut anan;

Kebij akan ini dimaksudkan unt uk :

ƒ Mencipt akan indust ri kehut anan yang t angguh dan mampu bersaing secara global sert a t erwuj udnya st rukt ur indust ri pengolahan kayu yang ef isien dan berwawasan lingkungan yang dapat menghasilkan produk bernilai t inggi dan berdaya saing global.

ƒ Meningkat kan penyerapan t enaga kerj a

(5)

ƒ Mewuj udkan pengelol aan hut an lest ari (Sust ai nabl e For est

Management/ SFM) yang mendukung pengembangan indust ri kehut anan

3. Rehabilit asi dan Konservasi Sumberdaya Hut an;

Kebij akan ini dimaksudkan unt uk :

ƒ Menj aga dan memelihara keut uhan ekosit em hut an dan f ungsinya ƒ Mempercepat pemulihan hut an yang krit is

ƒ Meningkat kan daya dukung lingkungan lokal, nasional dan global ƒ Meningkat kan manf aat hut an bagi kesej aht eraan masyarakat . ƒ Meningkat kan part isipasi masyarakat dal am memelihara hut an dan

berusaha di sekt or kehut anan

ƒ Meningkat kan dan menj aga daya dukung DAS

4. Pemberdayaan ekonomi masyarakat di dalam dan sekit ar kawasan hut an.

Kebij akan ini dimaksudkan unt uk :

ƒ Meningkat kan peran sert a masyarakat dal am pembangunan kehut anan. ƒ Meningkat kan akses masyarakat set empat dal am pemanf aat an hut an. ƒ Meningkat kan lapangan pekerj aan bagi masyarakat set empat . ƒ Meningkat kan part isipasi masyarakat dal am memelihara kel est arian

hut an

ƒ Meningkat kan kesej aht eraan masyarakat sekit ar hut an

5. Pemant apan Kawasan Hut an

Kebij akan ini dimaksudkan unt uk :

ƒ Menj amin keberadaan kawasan hut an dan penut upan hut an. ƒ Menj amin berj alannya unit -unit pengelolaan hut an unt uk berbagai

pemanf aat an hut an dan hasil hut an.

ƒ Menj amin int ensif ikasi pengelolaan hut an dan hasil hut an.

ƒ Menj amin kelest arian usaha dan daya dukung kehidupan dari hut an.

Dalam rangka f ormulasi kegiat an-kegiat an kehut anan yang benar-benar mendukung kebij akan priorit as yang t elah dit et apkan perlu dit et apkan sasaran-sasaran yang akan dicapai. Ident if ikasi t erhadap sasaran-sasaran ini sekaligus unt uk mensinkronkan dengan program yang t elah dit et apkan dal am Rencana Kerj a Pemerint ah (RKP).

Dalam kait an dengan pembangunan sekt or kehut anan, kegiat an-kegiat an pokok Renj a-KL Depart emen Kehut anan, t ert ampung dalam 9 program yang t erdapat dalam Rencana Kerj a Pemerint ah t ahun 2005, yait u :

ƒ Program Peningkat an Pengawasan dan Akunt abil it as Aparat ur Negara ƒ Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerint ahan ƒ Program Pembangunan dan Pembinaan Kehut anan.

ƒ Program Pembinaan Produksi Kehut anan ƒ Program Perlindungan dan Konservasi SDA

(6)

ƒ Program Penelit ian dan Pengembangan Ilmu Penget ahut an dan Teknologi

(7)

n kualit as dan akses inf ormasi SDA dan LH

Pendidikan kedinasan

- - - - - V

Penelit ian dan pengemban gan ilmu penget ahua n dan t eknologi

- - - - - V

Dengan memadukan Rencana Kerj a Kement erian Negara/ Lembaga (Renj a-KL) Depart emen Kehut anan t ahun 2005 dengan Rencana Kerj a Pemerint ah t ahun 2005, dimana didal amnya memuat program dan kegiat an pokok sert a sasaran pada masing-masing sekt or, maka kebij akan priorit as yang t elah dirancang t ercermin dalam kegiat an-kegiat an pokok yang t elah dit et apkan pada RKP.

Kegiat an-kegiat an pokok t ersebut sert a sasaran yang hendak dicapai akan menj adi payung bagi penj abaran dalam kegiat an-kegiat an yang lebih t erinci dan dij abarkan dalam Renj a-KL Depart emen Kehut anan t ahun 2005.

V. SASARAN

Mengacu pada kebij akan yang t elah dit et apkan, sasaran umum pembangunan kehut anan yang ingin dicapai dalam t ahun 2005, ant ara lain:

a. Terwuj udnya kemaj uan proses penet apan/ kepast ian hukum dan st at us kawasan hut an

b. Terj aganya f ungsi ekosist em hut an dari kegiat an-kegiat an ill egal a. l. : pencurian kayu, perambahan hut an, konversi hut an t anpa ij in, melalui upaya-upaya penegakan hukum yang t egas.

c. Terpulihkannya kondisi hut an yang saat ini sedang mengalami degradasi melal ui upaya-upaya rehabilit asi hut an dan l ahan secara opt imal pada 31 DAS, melanj ut kan GN-RHL, t ermasuk j uga f asilit asi pembangunan hut an t anaman.

d. Opt imalisasi manf aat hut an yang mel iput i al. : kayu, non kayu, j asa lingkungan, ekowisat a, pengembangan dana alt ernat if sepert i CDM dan DNS.

e. Revit alisasi indust ri kehut anan yang didukung mel al ui proses peningkat an kinerj a indust ri, penilaian pengelol aan hut an oleh Lembaga Penilai

Independen/ LPI, proses pelel angan IUPHHK, pengurangan j at ah t ebangan (sof t l andi ng), dan st andarisasi pengelol aan hut an lest ari/ PHL.

f . Melanj ut kan opt imalisasi manf aat sosial hut an dengan f okus pada

pengembangan communi t y economi c empower ment dengan t uj uan unt uk : membangkit kan kegiat an ekonomi masyarakat di dal am dan sekit ar hut an; percepat an rehabilit asi hut an dengan ket erlibat an semua sumberdaya; meningkat kan part isipasi masyarakat dalam pembangunan kehut anan; mengendalikan kerusakan SDH dan meningkat kan kapasit as kelembagaan masyarakat .

g. Tercapainya peningkat an penguat an kelembagaan kehut anan meliput i : SDM, organisasi, sarana/ prasarana, IPTEK, perencanaan & perat uran perundangan, pengawasan & pengendalian.

(8)

Rencana kegiat an t ahun 2005, mengacu pada kegiat an pokok dari lima kebij akan priorit as t ahun 2005-2009 sepert i yang t ert uang dalam Renst ra-KL, sebagai berikut :

. Pemberant asan pencurian kayu di hut an negara dan perdagangan kayu illegal ƒ Menyediakan inf ormasi lokasi-lokasi rawan pencurian kayu.

ƒ Menggalang masyarakat peduli pemberant asan pencurian kayu. ƒ Menurunkan gangguan t erhadap hut an.

ƒ Mengint ensif kan langkah-langkah koordinasi dengan POLRI-TNI, Kej aksaan Agung, Kehakiman, dan sekt or t erkait lain dalam penanganan illegal logging unt uk operasi dan penyelesaian t indak pidana kehut anan

ƒ Melakukan upaya-upaya operasi-operasi pemberant asan illegal l ogging dan illegal t rade.

a. Revit alisasi sekt or kehut anan khususnya indust ri kehut anan

ƒ Melakukan f asilit asi peningkat an perf or mance indust ri kehut anan ƒ Mengupayakan pelaksanaan pengel ol aan hut an lest ari pada 200 unit

IUPHHK hut an alam dan IUPHHK Hut an t anaman

ƒ Mengupayakan peningkat an produk hasil hut an bukan kayu (non t i mber f or est pr oduct / NTFP)

ƒ Mengopt imal kan PNBP t ermasuk DR

ƒ Menf asilit asi pembangunan HTI seluas minimal 5 j ut a Ha ƒ Menf asilit asi pembangunan hut an rakyat seluas 2 j ut a Ha

b. Rehabilit asi dan konservasi Sumberdaya hut an

ƒ Mendorong ef ekt ivit as pelaksanaan RHL pada areal seluas 5 j ut a Ha (60 % dalam kawasan hut an, 40 % luar kawasan hut an)

ƒ Pengelolaan dan pemanf aat an kawasan konservasi di 200 unit KSA/ KPA ƒ Membent uk 20 unit model Taman Nasional dan dapat beroperasi ƒ Penanggulangan kebakaran hut an

ƒ Mengupayakan berf ungsinya 458 DAS priorit as secara opt imal ƒ Mendorong peningkat an pengelolaan j asa lingkungan mel alui

pengelolaan hut an wisat a

c. Pemberdayaan ekonomi masyarakat di dalam dan sekit ar kawasan hut an ƒ Mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di dalam dan sekit ar

hut an

ƒ Peningkat an iklim usaha kecil dan menengah sert a akses masyarakat kepada hut an

ƒ Memberikan j aminan akan ket ersediaan bahan baku unt uk UKM kehut anan

ƒ Melanj ut kan pengembangan “ Social f orest ry” d. Pemant apan kawasan hut an

ƒ Mengupayakan penyelesaian penunj ukan kawasan hut an

ƒ Mendorong penyelesaian penet apan kawasan hut an pada 30 % luas kawasan hut an yang t el ah dit at a bat as

(9)

ƒ Mempert ahankan keberadaan kawasan hut an yang ada. ƒ Menyediakan kelengkapan inf ormasi SDAH, meliput i al: pot ensi

penut upan lahan, kayu komersiil dan non komersiil, pot ensi non kayu, hidupan liar, j asa lingkungan dan wisat a.

ƒ Menyediakan dat a/ inf ormasi spat ial dan non spat ial kehut anan. ƒ Menf asilit asi t erbent uknya unit pengelolaan hut an KPHP, KPHL dan

KPHK

e. Kebij akan Pendukung

Unt uk mendukung program kerj a dari kebij akan priorit as yang t el ah dit et apkan, maka diperlukan kegiat an-kegiat an pendukung ant ara lain :

ƒ Menyusun Rencana-rencana kehut anan (al: Renst ra-KL; Renj a-KL; RKA-KL; Permen Sist em Perencanaan Kehut anan; Rencana Induk/ makro Rehabilit asi, Pemanf aat an, Konservasi; Rumusan Nat ional Forest St at ement / NFS)

ƒ Meningkat kan kegiat an Lit bang sehingga IPTEK dapat mendukung penanganan permasal ahan kehut anan

ƒ Peningkat an implement asi konvensi-konvensi int ernasional ƒ Peningkat an SDM kehut anan

ƒ Peningkat an sarpras ƒ Evaluasi dan Wasdal

Kegiat an-kegiat an pada t ahun 2005 dirancang sebagai bagian dari kegiat an pokok yang

dicanangkan dalam Renst ra Depart emen Kehut anan periode 2005-2009 yang disesuaikan

dengan f inal draf t Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2009.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Berdasarkan surat penetapan pelelangan gagal Kegiatan Operasional BLUD, Pekerjaan Pembangunan Gedung CATHLAB RSUD Kardinah Tahun Anggaran 2017 nomor : 005 / ULP-PKCAT /VI

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) Paket Pekerjaan Konstruksi: Pengadaan Lampu Hias Asmaul Husna, Kegiatan Penataan RTH pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

Perdagangan bebas akan membawa dampak yang menguntungkan buat perusahaan-perusahaan yang ikut dalam perdagangan bebas tersebut karena mereka bisa menjual

[r]

[r]

[r]

Penelitian dilakukan dengan desain crossectional terhadap 74 orang ibu bersalin yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu ibu bersalin di Puskesmas dan ibu bersalin di Bidan