• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1951

TENTANG

PERNYATAAN BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG KECELAKAAN TAHUN 1947 NR. 33, DARI REPUBLIK INDONESIA UNTUK SELURUH INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa dal am Negara Kesat uan Republ ik Indonesia bel um ada perundang-undangan perburuhan yang sesuai dengan keadaan sekar ang;

bahwa ket iadaan per undang-undangan it u sangat dirasakan dan ol eh karenanya perl u dengan seger a mengadakannya;

bahwa dengan menunggu sel esainya pekerj aan t er sebut t erl ebih dahul u perl u dij al ankan Undang-undang perburuhan Republ ik Indonesia yang sudah ada;

bahwa "Undang-undang Kecel akaan 1947" ial ah sal ah sat u Undang-undang yang dibut uhkan dan ol eh karenanya perl u l ekas dij al ankan unt uk sel uruh Indonesi a.

Mengi ngat : pasal 36 dan 89 Undang-undang Dasar Sement ara Republ ik Indonesia.

Dengan perset uj uan Dewan Perwakil an Rakyat Republ ik Indonesia.

Memut uskan

Dengan membat al kan segal a perat uran yang berl awanan dengan Undang-undang i ni, menet apkan :

UNDANG-UNDANG TENTANG PERNYATAAN BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG KECELAKAAN 1947 No. 33 DARI REPUBLIK INDONESIA UNTUK SELURUH INDONESIA.

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(2)

Pasal I.

Menyat akan berl aku unt uk sel uruh Indonesia Undang-undang Kecel akaan t anggal 18 Okt ober 1947 No. 33 dari Republ i k Indonesia yang bunyinya sebagai sebagai berikut .

Bagian I.

At uran-at uran umum.

Pasal 1.

(1) Diperusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan, maj ikan berwaj ib membayar gant i-ker ugian kepada buruh yang mendapat kecel akaan berhubung dengan hubungan kerj a pada perusahaan it u, menurut yang dit et apkan dal am Undang-undang ini .

(2) Penyakit yang t imbul karena hubungan ker j a dipandang sebagai kecel akaan.

(3) Jikal au buruh meninggal dunia kar ena akibat kecel akaan yang demikian it u, maka kewaj iban membayar kerugi an it u berl aku t erhadap kel uarga yang dit inggal kannya.

(4) Jikal au hak at as perusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan it u beral ih pada maj ikan l ain, buruh dan kel uarga bur uh yang dit i nggal kan t et ap mempunyai hak-hak sepert i yang dit et apkan dal am Undang-undang ini yang har us dipenuhi ol eh maj ikan bar u.

Pasal 2.

(1) Yang diwaj ibkan memberi t unj angan yait u perusahaan :

1. yang mempergunakan sat u at au beberapa t enaga mesi n;

2. yang mempergunakan gas-gas yang t el ah dicairkan, di kempa at au yang j adi cai r karena t ekanan;

3. yang mempergunakan zat -zat bai k padat , baik cair , maupun gas yang amat t inggi panasnya at au mudah t erbakar at au menggigit , mudah mel et us, mengandung r acun, menimbul kan penyakit at au dengan cara yang l ain berbahaya at au dapat merusak kesehat an; 4. yang membangkit kan, mengobah, membagi-bagi , mengal ir kan

at au mengumpul kan t enaga-l ist r ik;

5. yang mencari at au yang mengel uarkan barang gal ian dari t anah; 6. yang menj al ankan pengangkut an orang at au barang-barang; 7. yang menj al ankan peker j aan memuat dan membongkar bar

ang-ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(3)

barang;

8. yang menj al ankan pekerj aan mendirikan, mengobah, membet ul kan at au membongkar bangun-bangunan, bai k dal am at au di at as t anah, maupun dal am ai r, membuat sal uran-sal uran dal am t anah dan j al an-j al an;

9. yang mengusahakan hut an; 10. yang mengusahakan si aran radio; 11. yang mengusahakan pert anian; 12. yang mengusahakan per kebunan; 13. yang mengusahakan per ikanan.

(2) Jikal au sesuat u macam perusahaan, bel um t ermasuk dal am ayat (1), t ernyat a berbahaya bagi buruhnya, maka dengan Undang-undang macam perusahaan t ersebut dapat diwaj ibkan memberi t unj angan.

Pasal 3.

Yang dinamakan dengan pengert ian perusahaan dal am Undang-undang i ni i al ah perusahaan-per usahaan, baik mil ik Negar a maupun bukan dan j aw at an-j awat an Negeri yang mempekerj akan seorang buruh at au l ebih.

Pasal 4.

Yang dimaksudkan dengan kat a maj ikan dal am Undang-undang ini ial ah t iap-t iap orang aiap-t au badan hukum yang mempekerj akan seorang buruh aiap-t au l ai n diperusahaan yang diw aj ibkan memberi t unj angan.

Pasal 5.

Yang dimaksudkan dengan kat a pengurus dal am Undang-undang ini ial ah orang yang diwaj ibkan memimpin perusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan, sel uruhnya at au memimpin sebagian dar i per usahaan it u yang berdiri sendi ri.

Pasal 6.

(1) Yang dimaksudkan dengan kat a buruh dal am Undang-undang i ni ial ah t iap-t iap or ang yang beker j a pada maj ikan di perusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan dengan mendapat upah, kecual i hal -hal t er sebut dal am ayat (3) dar i pasal i ni.

(2) Dal am Undang-undang ini di anggap sebagai buruh

a. magang, murid dan sebagainya yang bekerj a pada perusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan, j uga dal am hal mereka t idak menerima upah;

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(4)

b. mereka yang memborong pekerj aan yang biasa dikerj akan diperusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan, kecual i j ikal au mereka yang memborong it u sendi ri menj al ankan perusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan;

c. mereka yang bekerj a pada seor ang yang memborong pekerj aan yang biasa dikerj akan di perusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan, mereka it u dianggap bekerj a di perusahaannya maj ikan yang memborongkan peker j aan it u, kecual i j i kal au perusahaan maj ikan yang memborong it u sendiri suat u perusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan dal am mana pekerj aan yang diborong it u dikerj akan;

d. orang-orang hukuman yang bekerj a di perusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan, akan t et api mereka t i dak berhak mendapat gant i-kerugian karena kecel akaan sel ama mereka it u menj al ani hukumannya.

(3) Bukan buruh menurut Undang-undang ini ial ah :

a. pegawai -pegaw ai dan pekerj a-pekerj a Negeri at au dari badan-badan Pemeri nt ah didiri kan at as Undang-undang Pemer int ah, yang dil indungi ol eh per at uran-perat ur an Pemeri nt ah, j i kal au mereka dapat kecel akaan;

b. buruh yang dil indungi ol eh Undang-undang kecel akaan yang berl aku di l uar daerah Negara Republ ik Indonesia;

c. buruh yang bekerj a di rumahnya sendiri , unt uk perusahaan yang diwaj ibkan memberi t unj angan dan dal am menj al ankan peker j aan it u t idak mempergunakan gas-gas yang dicairkan, dikempa at au gas-gas dal am keadaan cai r karena t ekanan, zat -zat baik yang padat , maupun yang cai r at au yang berupa gas yang deraj at panasnya t inggi, mudah t erbakar at au memakan barang-barang yang keras, misal nya air ker as, mudah mel et us, mengandung racun, menimbul kan penyakit at au karena cara l ain berbahaya at au merusak kesehat an.

Pasal 7.

(1) Yang dimaksudkan dengan kat a upah dal am Undang-undang ini ial ah : a. t iap-t iap pembayaran ber upa uang yang dit erima ol eh buruh

sebagai gant i-peker j aan;

b. perumahan, makan, bahan-makanan dan pakaian dengan percuma, yang nil ai nya dit aksir menur ut harga umum di t empat it u.

(2) Orang-or ang yang dimaksudkan dal am pasal 6, ayat (2) a, dal am Undang-undang i ni, dianggap menerima upah yang j uml ahnya sama dengan upah

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(5)

yang t erendah dari buruh yang beker j a diperusahaan it u yang mengerj akan peker j aan sama at au hampir sama dengan peker j aan yang dikerj akan ol eh mereka.

(3) Upah dari orang-or ang yang dimaksudkan dal am pasal 6, ayat (2) b, dal am Undang-undang ini , dianggap sama dengan upah dari buruh yang bekerj a pada perusahaan maj ikan at au perusahaan semacam it u sekur ang-kur angnya sel ama sat u t ahun dan yang mengerj akan pekerj aan orang-orang it u.

(4) Orang-or ang hukuman yang dimaksudkan dal am pasal 6 ayat (2) d, dal am Undang-undang ini dianggap menerima upah sama dengan upah dari buruh biasa yang beker j a diperusahaan it u at au per usahaan yang semacam it u, at au mengerj akan peker j aan yang sama at au hampir sama dengan peker j aan mereka.

Pasal 8.

(1) Yang dimaksudkan dengan kat a upah sehari dal am Undang-undang ini : a. j ikal au upah it u dit et apkan harian, ial ah upah yang harus dibayar

unt uk sat u hari;

b. j ikal au upah it u dit et apkan mingguan, i al ah upah yang harus dibayar unt uk sat u minggu dibagi 7;

c. j ikal au upah it u dit et apkan bul anan, i al ah upah yang harus dibayar unt uk sat u bul an dibagi 30.

(2) Jikal au upah it u dit ent ukan l ain dar i pada harian, mingguan at au bul anan, maka banyaknya upah it u dal am Undang-undang i ni dit et apkan ol eh pegawai-pengawas yang dimaksudkan dal am pasal 9 dengan mengingat pert imbangan maj ikan dan buruh. Jikal au dal am penet apan ini t erdapat per sel isi han paham, maka yang berkepent ingan dal am wakt u sat u minggu dapat memaj ukan hal ini kepada Ment er i Perburuhan unt uk diberi put usan.

(3) Jikal au buruh sesudah dapat kecel akaan masih menerima bagian-bagian dari upah yang dimaksudkan dal am pasal 7, ayat (1) b, maka sel ama bagian-bagian upah it u dit erima ol eh bur uh, bagi an-bagian it u t idak dipakai unt uk menghit ung banyaknya upah sehari guna menent ukan besarnya gant i kerugian.

(4) Jikal au banyaknya upah l ebih dari Rp. 20, - (dua pul uh rupiah) sehari, maka kel ebihan t idak dipakai guna menet apkan besarnya gant i kerugi an.

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(6)

Pasal 9.

Dengan at au berdasar kan at as perat ur an Pemerint ah unt uk menj al ankan Undang-undang ini dit et apkan dokt er -dokt er penasehat dan pegaw ai-pegawai pengawas yang daerah j abat annya dit ent ukan pul a.

BAGIAN II.

Macam dan besarnya gant i kerugian

Pasal 10.

Gant i ker ugian yang dimaksudkan dal am pasal I ial ah :

a. biaya pengangkut an buruh yang mendapat kecel akaan kerumahnya at au kerumah sakit ;

b. biaya pengobat an dan peraw at an bur uh yang dapat kecel akaan, t ermasuk j uga biaya pemberian obat -obat dan al at -al at pembal ut sej ak kecel akaan t erj adi sampai berakhimya keadaan sement ara t idak mampu bekerj a;

c. biaya unt uk mengubur buruh yang meninggal dunia karena kecel akaan banyaknya Rp 125. - (serat us dua pul uh l ima r upiah);

d. uang t unj angan yang dit ent ukan dal am pasal -pasal berikut ini .

Pasal 11.

(1) Maj i kan diw aj ibkan memberi uang t unj angan kepada bur uh yang kar ena kecel akaan :

a. sement ara t idak mampu beker j a.

Uang t unj angan karena ini besar nya sama dengan upah sehari unt uk t iap-t iap hari, t erhit ung mul ai pada hari buruh t idak menerima upah l agi, bai k penuh maupun sebagian, dan dibayar pal ing l ama 120 hari. Jikal au sesudah l ewat 120 hari bur uh it u bel um mampu bekerj a, maka uang t unj angan demiki an it u dikurangi menj adi 50 % dari upah sehari unt uk t iap-t iap hari dan dibayar sel ama buruh t idak mampu beker j a;

b. sel ama-l amanya t idak mampu bekerj a sebagi an.

Uang t unj angan kar ena ini dit et apkan seki an persen dari upah sehari unt uk t iap-t iap hari, menurut daf t ar yang dil ampirkan pada Undang-undang i ni, dimul ai set el ah pembayaran uang t unj angan yang dimaksudkan dal am a berakhir dan dibayar sel ama buruh t idak mampu bekerj a sebagian;

c. bercacat badan sel ama-l amanya yang t idak disebut dal am daf t ar yang dil ampirkan pada Undang-undang ini .

Banyaknya persenan dar i upah sehari it u dit et apkan ol eh pegawai

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(7)

pengawas dengan perset uj uan dokt er -dokt er penasehat dal am daerah kecel akaan it u t erj adi.

Jika t erdapat persel isi han paham dal am hal menet apkan besar nya persenan it u, maka Ment eri Perbur uhan menent ukannya dengan mengingat pert imbangannya Ment eri Kesehat an t ent ang hal i ni; d. sel ama-l amanya t idak mampu bekerj a sama sekal i dan karena it u

sekal i- kal i t idak dapat l agi mengerj akan sesuat u peker j aan dengan mendapat upah yang biasa dikerj akannya sebel um buruh it u dapat kecel akaan.

Upah t unj angan kar ena i ni besarnya 50% dari upah sehari unt uk t iap-t iap har i dan j uml ah t ersebut dit ambah menj adi 70% j ikal au kecel akaan it u menyebabkan buruh t erus-menerus memerl ukan pert ol ongannya or ang l ai n.

Tunj angan it u dimul ai set el ah t unj angan yang dimaksudkan dal am a. dari ayat ini berakhir dan dibayar sel ama buruh t idak mampu bekerj a sama sekal i.

(2) Sel ama menurut pert imbangan dokt er penasehat bel um dapat dit ent ukan t ent ang hal t idak mampu bekerj a sebagian at au sama sekal i sepert i yang dimaksudkan ayat (1) b, c dan d, maka berl akul ah yang dit ent ukan dal am ayat (1) a.

(3) Pembayaran uang t unj angan yang dimaksudkan ayat (1) a, b, c dan d dil akukan pada t i ap-t iap wakt u buruh meneri ma upahnya, kecual i j ikal au ant ara maj ikan dan buruh dibuat per j anj ian l ain dar i pada it u.

Pasal 12.

(1) Jikal au buruh meninggal dunia kar ena kecel akaan, maka kel uar ga yang dit inggal kannya dapat uang t unj angan sebesar :

a. 30 % dari upah sehari unt uk t iap-t i ap hari bagi j anda at au j anda-j anda yang naf kah hidupnya semua at au sebagian besar dicar ikan ol eh buruh it u. Begit upun pul a bagi j anda l aki-l aki yang t idak mampu bekerj a dan naf kah hidupnya semua at au sebagian besar dit anggung ol eh bur uh t adi .

Dal am hal t erdapat l ebih dari seorang j anda, maka uang t unj angan it u dibagi rat a dan sama banyaknya ant ar a mereka; b. 15% dar i upah sehari unt uk t iap-t i ap hari bagi seorang anak yang

sah at au di sahkan, yang berumur di baw ah 16 t ahun dan bel um kawin.

Jikal au anak it u karena meninggal nya buruh menj adi yat im piat u, maka banyaknya t unj angan t adi dit ambah menj adi 20% dari upah buruh sehari unt uk t i ap-t iap hari ;

c. pal ing banyak 30% dari upah sehari unt uk t iap-t iap hari bagi bapak

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(8)

dan ibu at au j ikal au bur uh it u t idak punya bapak dan ibu l agi, kepada kakek dan nenek yang naf kah hidupnya sel uruhnya at au sebagian besar dicar ikan ol eh bur uh it u:

d. pal ing banyak 20% dari upah sehari unt uk cucu yang t idak berorang-t ua l agi dan naf kah hidupnya sel uruhnya at au sebagian besar dicarikan ol eh buruh it u;

e. pal ing banyak 30% dari upah sehari unt uk mert ua l aki -l aki dan mert ua per empuan yang naf kah hidupnya sel uruhnya at au sebagian besar dicar ikan ol eh bur uh it u.

(2) Juml ah t unj angan-t unj angan yang dimaksudkan dal am ayat (1) a, b, c, d dan e, besarnya pal i ng banyak 60% dar i upah sehari unt uk t iap-t iap hari dan dij al ankan sepert i beri kut :

Uang t unj angan kepada anggaut a-kel uarga yang dimaksudkan dal am ayat (1) e hanya dibayarkan, j ikal au anggaut a-kel uarga yang dimaksudkan dal am ayat (1) a, b, c dan d t el ah menerima uang t unj angan penuh. Uang t unj angan kepada anggaut a-kel uarga yang dimaksudkan dal am ayat (1) hanya dibayar kan, j ikal au anggaut a-kel uarga yang dimaksudkan dal am ayat (1) a, b, dan c t el ah menerima uang t unj angan penuh dan uang t unj angan kepada anggaut a-kel uarga yang dimaksudkan dal am ayat (1) c dibayarkan, j ikal au anggaut a-kel uarga yang dimaksudkan dal am ayat (1) a dan b t el ah menerima uang t unj angan penuh.

(3) Jikal au j uml ah t unj angan-t unj angan yang di maksudkan dal am ayat (1) a dan b l ebih dari upah sehari , maka uang t unj angan bagi kel uarga-kel uarga it u akan dikurangi sehi ngga bagi an masing-masing seimbang dengan j uml ah yang dit et apkan unt uk t iap-t iap gol ongan kel uarga yang dit et apkan menurut ayat t ersebut .

(4) Pembayaran t unj angan yang dimaksudkan dal am ayat (1) a, b, c, d dan e it u dil akukan t iap-t iap bul an.

Pasal 13.

(1) Dengan perset uj uannya pegawai pengaw as, t unj angan berkal a yang dimaksudkan dal am pasal II ayat (1) b, c dan d dan pasal 12 ayat (1) a, b, c, d dan e dirobah menj adi t unj angan yang di bayarkan sekal igus :

a. j ikal au dapat dij amin, bahwa buruh at au kel uarga yang dit inggal kannya, set el ah menerima t unj angan sekal igus, t idak akan t erl ant ar hidupnya;

b. j ikal au buruh at au kel uarga yang dit inggal kannya meninggal kan daerah Negar a Republ ik Indonesi a;

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(9)

(2) Tunj angan ber kal a yang dimaksudkan dal am ayat (1) dari pasal ini dirobah menj adi t unj angan yang dibayar sekal igus :

a. j ikal au maj ikan yang diwaj ibkan memberi uang t unj angan it u meninggal dunia dan ahl i warisnya menerima hart a peninggal annya dengan perj anj ian hart a peninggal an it u harus didaf t arkan;

b. j ikal au maj ikan it u suat u badan hukum yang dibubarkan.

(3) Besar nya t unj angan sekal igus yang dimaksudkan dal am ayat (1) dan (2) ial ah :

a. 48 kal i dari t unj angan yang dit er ima t iap-t iap bul an j ikal au t unj angan berkal a it u t el ah dibayar sel ama kurang dari I t ahun; b. 40 kal i dari t unj angan yang dit erima t iap-t iap bul an, j ikal au

t unj angan-t unj angan berkal a it u t el ah dibayar sel ama 1 t ahun at au l ebih, t et api kurang dari 2 t ahun;

c. 32 kal i dari t unj angan yang dit erima t iap-t iap bul an, j ikal au t unj angan ber kal a it u dibayar sel ama 2 t ahun at au l ebih, t et api kurang dar i 3 t ahun;

d. 24 kal i dari t unj angan yang dit erima t iap-t iap bul an, j i kal au t unj angan berkal a it u t el ah dibayar sel ama 3 t ahun at au l ebih.

Pasal 14.

Jikal au j anda, at au j anda l aki -l aki dari buruh yang meninggal dunia karena kecel akaan, kaw in l agi, maka set el ah t erdapat perset uj uan dari pegawai pengawas, maj i kan bol eh menghent ikan pembayaran t unj angan yang dimaksudkan dal am pasal 12 ayat (1) a sesudah ia membayar kepada j anda at au j anda l aki-l aki it u uang t unj angan yang harus dibayar sekal igus sebesar 24 kal i dari t unj angan yang dit erima t iap-t iap bul an.

BAGIAN III.

Tent ang pembebasan kewaj iban membayar gant i kerugi an, menunda pembayaran dan mer ubah gant i kerugian.

Pasal 15.

(1) Maj i kan t idak diwaj ibkan memberi t unj angan kepada buruh at au seorang kel uarga yang dit i nggal kannya dal am hal -hal sepert i berikut :

a. j ikal au kecel akaan yang menimpa buruh it u t erj adi nya disengaj a ol ehnya;

b. j ikal au buruh yang dit impa kecel akaan it u dengan t idak ada al asan yang sah menol ak dir inya diperiksa at au diobat i ol eh dokt er yang berhak yang dit ent ukan ol eh maj ikan;

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(10)

c. j ikal au buruh sebel umnya sembuh, menol ak pert ol ongan t er sebut di b dengan t idak al asan yang sah;

d. j ikal au bur uh yang dit impa kecel akaan pergi ke t empat l ain sehingga dokt er yang ber hak yang dit et apkan ol eh maj ikan, t idak dapat memberi pert ol ongan yang dianggap perl u unt uk mengembal ikan kesehat annya buruh it u.

(2) Sebagai al asan yang sah yang dimaksudkan dal am b dan c dari ayat (1) ial ah ant ar a l ain t akut akan pembedahan yang menurut dokt er penasehat t ermasuk pembedahan yang berbahaya.

(3) Buruh yang dit impa kecel akaan at au kel uar ga yang dit inggal kannya gugur haknya menerima t unj angan ber kal a sel ama mereka menj al ani hukuman penj ar a yang l amanya 3 bul an at au l ebih.

Demikian pul a sel ama mereka dit empat kan di rumah pendidikan anak-anak nakal yang didirikan ol eh Pemerint ah.

Pasal 16.

Maj i kan bol eh menunda pembayaran t unj angan yang dimaksudkan dal am pasal 11, ayat (1) a, sampai pal i ng l ama l ima hari t erhit ung mul ai dar i kecel akaan it u t erj adi , j ikal au buruh yang dit impa kecel akaan di rawat t idak dengan perant araan perusahaan at au j i kal au bel um didapat surat ket er angan dokt er yang ber hak, yang menerangkan, bahwa bur uh it u t idak dapat bekerj a karena dit impa kecel akaan.

Pasal 17.

(1) Jikal au bur uh, dal am wakt u kecel akaan t erj adi , sedang di baw ah pengar uh minuman keras at au pengaruh barang-bar ang l ain yang memabokkan, maka dengan perset uj uan pegawai pengawas, maj ikan bol eh mengurangi besarnya t unj angan dengan sebanyak-banyaknya 50 %. Tent ang put usan pegawai pengawas dal am hal ini, sebel um l ewat 1 minggu, bol eh dimint a put usan yang l ebih t inggi kepada Ment eri Perburuhan.

(2) Jikal au buruh yang dit impa kecel akaan di pekerj akan kembal i dal am perusahaan dengan mendapat upah, maka maj ikan bol eh mengurangi t unj angan yang dimaksudkan dal am pasal 11, ayat (1) a, b dan c, sehingga j uml ah upah sesudah dit impa kecel akaan dan t unj angan it u t idak kurang dari upah yang dit erima bur uh pada wakt u kecel akaan t erj adi .

(3) Jikal au bur uh at au kel uarga yang dit inggal kannya mendapat uang gant i kerugian at au uang t unj angan at au mendapat pensiun j anda dan pensiun

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(11)

piat u, karena bur uh yang dit impa kecel akaan it u, ber hubung dengan perj anj ian bekerj a at au berhubung dengan sesuat u assur ansi yang dimasuki ol eh maj ikan, at au kar ena bur uh it u berhubung dengan perj anj ian bekerj a menj adi anggaut a dar i sesuat u f onds, maka maj i kan berhak mengurangi t unj angan yang har us dibayar menurut yang dit et apkan ol eh bagian di muka ini dengan gant i ker ugian at au t unj angan t ersebut di at as.

Pengur angan t unj angan demikian it u hanya dapat dij al ankan set el ah didapat perset uj uan dar i pegaw ai pengawas.

Ment eri Perburuhan berhak memberi put usan t ent ang hal ini , j ika t idak didapat perset uj uan.

Pasal 18.

(1) Baik buruh yang dit impa kecel akaan, maupun maj ikan sebel um l ewat 3 t ahun set el ah kecel akaan it u t erj adi bol eh memaj ukan permint aan kepada pegaw ai pengawas unt uk menet apkan l agi j uml ah uang t unj angan yang t el ah dit et apkan menur ut ket ent uan Bagian II, j i kal au dat a keadaan sel ama-l amanya t idak mampu bekerj a it u t erdapat perubahan yang nyat a.

Dal am hal ini pegawai pengaw as t idak akan memberi put usan sebel um dapat perset uj uan dari dokt er penasehat .

Jikal au ant ara pegaw ai pengawas dan dokt er penasehat ada persel isihan paham, maka hal it u diput uskan ol eh Ment eri Perbur uhan.

(2) Jikal au t unj angan it u t el ah dibayarkan sekal igus, maka perubahan yang dimaksudkan dal am ayat (1) hanya dapat dij al ankan, j ikal au keadaan t idak mampu bekerj a ini bert ambah.

(3) Perubahan yang dimaksudkan dal am pasal ini t idak mengenai keadaan bert ambah t idak mampunya bekerj a yang disengaj a ol eh buruh at au karena akibat nya kecel akaan baru.

BAGIAN IV.

Hal administ rasi , pengawasan dan menj al ankan perkara j ikal au t imbul persel isihan.

Pasal 19.

(1) Maj i kan at au pengurus, j ikal au pengur us dit et apkan, diwaj ibkan mel aporkan kepada pegaw ai pengawas at au inst ansi yang dit unj uk ol eh Ment eri Perburuhan t i ap-t iap kecel akaan yang menimpa seseor ang buruh dal am perusahaannya sel ekas l ekasnya, t idak l ebih dari 2 kal i 24 j am.

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(12)

(2) Disamping kew aj iban yang dit ent ukan dal am ayat (1) t ersebut di at as maj ikan at au pengurus, j ikal au pengur us dit et apkan, diwaj ibkan memberit ahukan kecel akaan it u dengan sur at t ercat at kepada pegawai pengawas dal am wakt u 2 kal i 24 j am.

(3) Buruh yang dit impa kecel akaan, kel uarganya, kaw an-kawannya sekerj a at au serikat -seker j anya bol eh memberi t ahukan kecel akaan yang menimpa buruh it u kepada pegawai pengawas.

Pasal 20.

(1) Maj i kan at au pengurus perusahaan. diw aj ibkan mengadakan daf t ar kecel akaan di perusahaan at au dibagian yang berdiri sendiri . Daf t ar ini harus dibuat menurut bent uk yang dit et apkan ol eh Ment eri Perburuhan.

(2) Maj i kan at au pengurus perusahaan diwaj ibkan mencat at dengan car a yang benar pembayaran uang gant i kerugian yang t el ah dij al ankan dan perubahan-perubahan pembayaran uang gant i kerugi an yang dimaksudkan dal am pasal 10, 11, 12, 13, 14 dan 15 dal am daf t ar t ersebut dal am ayat (1) at au dal am daf t ar l ain yang mengenai hal -hal l ain.

(3) Maj i kan at au pengurus diwaj ibkan membuat daf t ar kel uar ga sebagai dimaksud dal am pasal 12 Undang-undang i ni.

Pasal 21.

(1) Set el ah kecel akaan t er j adi , maj ikan at au pengurus per usahaan diwaj ibkan sel ekas-l ekasnya membuat perhit ungan banyaknya uang t unj angan berdasarkan undang-undang ini unt uk buruh yang dit impa kecel akaan at au kel uarga yang dit inggal kannya.

(2) Jikal au buruh yang dit impa kecel akaan meni nggal dunia at au l uka parah, maka maj ikan at au pengurus perusahaan harus memberit ahukan hal ini sel ekas-l ekasnya kepada kel uarga buruh it u.

Pasal 22.

(1) Set el ah mener ima pemberit ahuan yang di maksudkan dal am pasal 19 dengan sel ekas-l ekasnya pegawai pengaw as menj al ankan pengusut an di t empat kecel akaan t ent ang sebab-sebab kecel akaan dan akibat kecel akaan it u.

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(13)

(2) Orang-or ang yang dimint a memberi ket erangan at au memberi bant uan keakhl i annya ol eh pegawai pengawas berhubung dengan pengusut an it u diwaj ibkan memenuhi permint aan it u.

(3) Maj i kan at au pengur us perusahaan diwaj ibkan memberikan kepada pegawai pengawas daf t ar kecel akaan yang dimaksudkan dal am pasal 20 dan semua daf t ar yang memuat ket erangan ket erangan yang dibut uhkan unt uk membuat perhit ungan gant i kerugi an, unt uk diperiksa.

(4) Sesudah pegawai pengawas mengadakan pemeriksaan ia diwaj ibkan mengusul kan kepada Jawat an Pengawasan Kesel amat an Kerj a, supaya diadakan t indakan-t i ndakan sehingga kecel akaan-kecel akaan t ersebut dal am pasal 19 undang-undang ini j angan t er ul ang l agi .

Pasal 23.

Persel isihan paham dal am menj al ankan per at uran-per at uran yang dit et apkan dal am at au berdasarkan undang-undang ini , kecual i pasal -pasal yang mengenai pel anggar an dan kej ahat an, sedapat mungkin dicegah dan di sel esaikan ol eh pegawai pengaw as dengan j al an damai.

Pasal 24.

(1) Jikal au dal am suat u per sel isi han paham t ent ang kewaj iban memberi t unj angan dimint a put usan hakim, dal am keadaan mendesak, dengan menunggu put usan it u, pegawai pengawas berhak mew aj ibkan maj ikan : a. memberi pert ol ongan dal am hal pengobat an dan perawat an

b. memberi biaya penguburan menur ut yang dit et apkan dal am pasal 10 c;

c. memberi t unj angan unt uk sement ar a kepada buruh at au kel uarga yang dit inggal kannya yang besarnya dit et apkan ol eh pegaw ai pengawas.

(2) Kewaj iban yang dimaksudkan dal am sub c ayat (1), hanya bol eh dit unt ut , j ikal au ant ara kedua f ihak t el ah didapat per set uj uan t ent ang pemberian uang t unj angan dan persel isihan hanya mengenai besar nya uang t unj angan it u.

(3) Jikal au pemberi an gant i-kerugian t el ah dit et apkan dengan per set uj uan hakim yang sudah dapat dij al ankan, maka pembayaran unt uk sement ara yang dit et apkan ol eh pegawai pengawas t ersebut dal am ayat (1), diperhit ungkan dengan gant i kerugian it u.

(4) Jikal au j uml ah uang gant i kerugi an yang dimaksudkan dal am ayat (3)

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(14)

kurang dari pada uang pembayaran unt uk sement ar a yang t el ah dij al ankan at au j i kal au dengan put usan hakim yang sudah dapat dij al ankan, dit et apkan bahwa gant i ker ugi an t idak di waj ibkan, maka uang kel ebihan pembayar an at au pembayaran unt uk sement ara it u dibayar kembal i ol eh Pemer int ah kepada maj ikan.

Pasal 25.

Jikal au di ant ara kedua pihak t el ah ada per set uj uan t ent ang hal besarnya uang t unj angan it u, akan t et api sungguhpun demikian maj ikan t et ap t idak membayar t unj angan yang t el ah dit et apkan it u pada w akt u t ersebut dal am pasal 11 ayat (3) dan pasal 12 ayat (4), maka pegaw ai pengawas ber hak mewaj ibkan maj ikan seket ika it u j uga membayar t unj angan yang t el ah dit et apkan.

Pasal 26.

(1) Hal menunt ut pembayaran uang t unj angan yang berdasar kan undang-undang i ni gugur bagi buruh, set el ah l ew at 1 t ahun sej ak kecel akaan t erj adi dan bagi kel uarga yang dit inggal kannya set el ah l ewat 1 t ahun sej ak ia menerima pemberit aan buruh it u meninggal dunia.

(2) Uang t unj angan it u t idak dapat dit agih l agi, set el ah l ew at 1 t ahun, dihit ung mul ai pada hari pert ama sej ak uang t unj angan dapat dit agih.

(3) sungguhpun wakt u yang dit et apkan dal am ayat (1) dan (2) t el ah l ewat , pembayaran uang gant i kerugian it u dapat j uga dil akukan, apabil a yang berkepent ingan memberi ket er angan-ket er angan yang dapat dit erima ol eh hakim, bahwa ia (yang berkepent ingan), karena sebab-sebab di l uar kesal ahannya, t idak menunt ut hak-haknya dal am wakt u yang dit et apkan dal am ayat (1) dan (2) it u.

BAGIAN V.

At uran-at uran hukuman dan t anggung j aw ab berdasarkan hukum perdat a.

Pasal 27.

Barang si apa t idak memenuhi kewaj iban yang dit et apkan dal am pasal 19, ayat (1) dan (2), pasal 20, 21, pasal 22 ayat (2) dan (3), pasal 24 ayat (1) dan pasal 25, dihukum dengan hukuman kurungan set i nggi-t i ngginya 3 bul an at au dengan denda sebanyak-banyaknya Rp. 500, - (l ima rat us rupi ah), kecual i j ikal au ia menurut at au berdasar kan undang-undang i ni dibebaskan dari kewaj iban it u.

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(15)

Pasal 28.

Dihukum dengan hukuman penj ara set inggi-t inggi nya 4 bul an at au dengan denda sebanyak-banyaknya Rp. 800, - (del apan rat us rupi ah) :

1. barang siapa yang dengan sengaj a membuj uk seorang buruh yang dit impa kecel akaan at au kel uarga yang dit inggal kannya, supaya t idak memberit ahukan kecel akaan it u kepada pegawai-pengawas;

2. barang siapa yang dengan sengaj a membuj uk seorang buruh yang dit impa kecel akaan at au kel uarga yang dit inggal kannya dengan j al an yang t ersebut dal am Undang-undang Hukum Pidana pasal 35 ayat (1), pada 2e, supaya j angan menunt ut hak-haknya yang diber ikan ol eh undang-undang l ai n;

3. barang siapa yang dengan sengaj a memberi ket erangan yang t idak benar kepada pegawai pengawas t ent ang hal -hal yang berhubungan dengan sesuat u kecel akaan dan akibat nya.

Pasal 29.

Perbuat an-perbuat an yang dapat dikenakan hukuman menurut pasal 27 dianggap pel anggaran dan yang dapat dikenakan hukuman menurut pasal 28 dianggap kej ahat an.

Pasal 30.

(1) Jikal au perbuat an-perbuat an yang dapat dikenakan hukuman menurut pasal 27 dil akukan ol eh badan hukum, maka yang dit unt ut di muka pengadil an dan yang dikenakan hukum ial ah anggaut a-anggaut a pengur us yang ber kedudukan di daerah Negara Republ ik Indonesi a, at au j ikal au anggaut a- anggaut a it u t idak ada, waki l badan hukum it u yang berkedudukan di daerah Republ ik Indonesi a.

(2) Yang t el ah dit et apkan dal am ayat (1) berl aku pul a dal am hal -hal j ikal au badan-hukum it u bert indak sebagai pengurus at au w akil dari badan hukum l ain.

Pasal 31.

(1) Yang diwaj ibkan mengusut perbuat an-perbuat an yang dapat dikenakan hukuman menur ut undang-undang ini sel ain dari pada pegawai -pegaw ai yang pada umumnya diwaj ibkan mengusut perbuat an-perbuat an yang dapat dikenakan hukuman, j uga pegawai -pegawai yang dit ent ukan dengan perat uran Pemerint ah.

(2) Pegawai -pegaw ai t ersebut dal am ayat (1) berhak, j ikal au perl u dengan

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(16)

bant uan pol isi , sewakt u-wakt u masuk di t empat buruh beker j a, dan bangunan- bangunan dari perusahaan yang dipakai sebagai t empat t inggal bur uh at au dipakai unt uk meraw at buruh.

Pasal 32.

Tiap-t iap perj anj i an yang dibuat unt uk membebaskan maj i kan dari t anggung j awab at au mengurangi t anggung j awab maj ikan ber hubung dengan berl akunya Undang-undang ini, t idak sah.

Pasal 33.

Maj i kan dibebaskan dar i t anggungan membayar gant i ker ugian kepada bur uh, yang dit impa kecel akaan menur ut Hukum Perdat a, j ikal au unt uk kecel akaan it u t el ah dibayar gant i kerugi an berdasarkan undang-undang ini.

BAGIAN VI.

At uran-at uran penut up.

Pasal 34.

(1) Hak unt uk mendapat gant i kerugian berdasar kan Undang-undang i ni t idak bol eh diserahkan kepada orang l ain, digadai kan at au dibuat t anggungan pinj aman, pun t idak bol eh disit a unt uk menj al ankan put usan hakim at au sement ara menant i put usan hakim at aupun unt uk menj al ankan f ail l issement .

(2) Perint ah unt uk membayar sesuat u gant i ker ugian sewakt u-wakt u dapat dicabut kembal i.

Segal a per j anj ian yang bert ent angan dengan ini t idak sah.

Pasal 35.

Segal a surat -menyurat yang dibuat berhubung dengan dij al ankannya Undang-undang i ni bebas. dari biaya met er ai.

Pasal 36.

(1) Dengan sesuat u perat uran Pemerint ah, perusahaan-perusahaan yang diwaj ibkan membayar gant i kerugi an berdasarkan Undang-undang ini , diwa- j ibkan dengan Perat ur an Pemer int ah it u unt uk membayar i uran guna mendi rikan suat u f onds.

Dal am hal -hal yang dit ent ukan dal am perat ur an Pemeri nt ah it u, gant i

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(17)

kerugian akan dibayar dari f onds t ersebut .

(2) Sel ama yang dit et apkan dal am ayat (1) bel um dij al ankan, gant i ker ugian yang har us dibayar ol eh maj ikan yang dinyat akan f ail l iet at au karena sebab-sebab l ain t idak mampu memberi t unj angan, dibayar ol eh Negara kepada orang yang ber hak menerimanya menur ut perat uran-perat uran yang dit et apkan dengan perat uran Pemerint ah.

(3) Karena pembayaran sepert i t ermaksud dal am ayat (2) it u, maka segal a hak-hak penunt ut an pihak buruh yang bersangkut an t er hadap maj i kan yang f ail l iet at au t idak mampu membayar , dengan sendir inya pi ndah pada Neger i.

Pasal 37.

Segal a perat uran yang masi h diperl ukan unt uk mel aksanakan Undang undang ini, dit et apkan dengan at au berdasarkan at as perat ur an Pemer int ah.

Pasal II.

Undang-undang ini mul ai berl aku pada har i di undangkan.

Agar supaya set iap orang dapat menget ahui nya, memerint ahkan pengundangan undang-undang ini dengan penempat an dal am Lembara-Negara Republ ik

Indonesia.

Disahkan di Jakart a

pada t anggal 6 Januari 1951. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SOEKARNO.

MENTERI PERBURUHAN,

SUROSO.

Diundangkan di Jakart a pada t anggal 8 Januari 1951. MENTERI KEHAKIMAN,

WONGSONEGORO.

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(18)

DAFTAR LAMPIRAN UNDANG-UNDANG No. 2 TAHUN 1951 TENTANG

PERNYATAAN BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG KECELAKAAN 1947 No. 33 DARI REPUBLIK INDONESIA

UNTUK SELURUH INDONESIA.

Yang dimaksudkan dal am pasal II, ayat (1) b.

SELAMA-LAMANYA TAK MAMPU TUNJANGAN

BEKERJA SEBAHAGIAN, KARENA BERAPA %

KEHILANGAN: DARI UPAH

l engan kanan dari sendi bahu ke bawah . . . 40

l engan kiri dari sendi bahu ke bawah . . . 35

l engan kanan dari at au dari at as siku ke bawah . . . 35

l engan kiri dari at au dar i at as siku ke baw ah . . . 30

t angan kanan dari at au dari at as pergel angan ke bawah . . . . 30

t angan kiri dari at au dar i at as pergel angan ke bawah . . . 28

kedua bel ah kaki dari pangkal paha ke bawah . . . 70

sebel ah kaki dari pangkal paha ke baw ah . . . 35

kedua bel ah kaki dari mat a kaki ke bawah . . . 50

sebel ah kaki dari mat a kaki ke bawah . . . 25

kedua bel ah mat a . . . 70

sebel ah mat a . . . 30

pendengaran pada kedua bel ah t el inga . . . 40

pendengaran pada sebel ah t el inga . . . 10

ibu j ari t angan kanan . . . 15

ibu j ari t angan ki ri . . . 12

t el unj uk t angan kanan . . . 9

t el unj uk t angan kir i . . . 7

sal ah sat u j ari l ai n dari t angan kanan . . . 4

sal ah sat u j ari l ai n dari t angan kir i . . . 3

sal ah sat u ibu j ari kaki . . . 3

sal ah sat u j ari kaki yang l ain . . . 2

Ket erangan :

1. Buat orang kidal , kal au kehil angan sal ah sat u l engan t angan at au j ari , maka ket er angan kanan dan kir i yang t ersebut dal am daf t ar di at as ini dipert ukarkan l et aknya.

2. Dal am hal kehil angan beberapa anggaut a badan yang t ersebut di at as ini, maka besar nya t unj angan dit et apkan dengan menj uml ahkan banyak persen dari t i ap-t iap anggaut a badan it u.

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(19)

Juml ah t unj angan yang didapat t idak bol eh l ebih dar i 70% dari upah sehari.

3. Anggaut a badan yang t idak dapat dipakai sama sekal i karena l umpuh, dianggap sebagai hil ang.

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

Referensi

Dokumen terkait