• Tidak ada hasil yang ditemukan

B1J009090 13.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "B1J009090 13."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

33

DAFTAR REFERENSI

Al-Khairi. 2008. Keragaman Genetik Jati Rakyat di Jawa Berdasarkan penanda Random Amplified Polimorphic DNA (RAPD). Fakultas Kehutanan Insitut Pertanian Bogor. Bogor. Skripsi (tidak dipublikasikan).

Bustamam, M., dan S. Moeljopawiro. 1993. RFLP-RAPD dan Aplikasinya dalam Bidang Pertanian. Pelatihan Kursus Biologi Molekuler. Pasuruan.

Croncuist, A. 1981. An Integrated System of Classification of Flowering Plants. Columbia University Press.New York.

Devereux, R. & S.S. Wilkinson. 2004. Amplification of Ribosomal RNA

Sequences. Kluwer Academic Publisher, Netherlands.

Halawane, J.E., Hidayah, H.N. dan Kinho J. 2011. Prospek Pengembangan Jabon Merah Anthocephalus macrophyllus (roxb.) Havil Solusi Kebutuhan Kayu Masa Depan. Balai Penelitian Kehutanan Manado Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kementrian Kehutanan, Manado.

Hartati, D., A. Rimbawanto., Taryono., E. Sulistyaningsih, dan A.Y.P.B.C Widyatmoko. 2007. Pendugaan keragaman genetik di dalam dan antar Provenan Pulai (Alstonia scholaris (L.) R.Br.) menggunakan penanda RAPD. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan 1 (2) : 89-98.

Julisaniah, N. I., L. Sulistyowati, dan A. N. Sugiharto. 2008. Analisis Kekerabatan Mentimun (Cucumis sativus L.) menggunakan metode RAPD-PCR dan Isozim. Biodiversitas 9 (2) : 99-102.

Kaidah, S., dan Suprapto. 2003. Penentuan Metode Isolasi DNA Tanaman Salak Komersial. Bulletin Penelitian 7 : 55-56.

Karsinah, Sudarsono, L. Setyobudi, dan H Aswidinnor. 2002. Keragaman genetik plasma nutfah jeruk berdasarkan penanda RAPD. Jurnal Bioteknologi

Pertanian 7 (1) : 8-16.

Khosravinia, H., H.N.N. Murthy, D.T. Parasad, & N. Pirany. 2007. Optimizing Factors Influencing DNA Extraction from Fresh Whole Avian Blood.

African Journal of Biotechnology. 6 (4) : 481-486.

Langga, I.F., Restu, M. & Kuswinanti, T., 2012. Optimalisasi Suhu dan Lama Inkubasi Dalam Ekstraksi DNA Tanaman Bitti (Vitex cofassus Reinw) serta Analisis Keragaman Genetik dengan Teknik RAPD-PCR. Jurnal Sains &

Teknologi, 12(3) : 265276.

Lashermes, P., J. Cros, P. Marmey, and A. Charrier. 1993. Use of Random Amplified DNA Markers to analyze genetic variability and relationship of

Coffe spesies. In Chrochemor, M L., L. M. Nunes. G. A. Andrade, H. B. C.

(2)

34

Molinari, and M. E. Vasconcellos. 2004. Varietal identification of Coffe seed by RAPD tehnique. Brazilian Archives of Biologi Technol 47 (1) : 7-11.

Leksono, B. 1998.Analisis Kombinasi Uji Provenansi dan Ras Lahan Sengon (Paraserianthes falcataria) Umur 6 Bulan di Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Bulletin Kehutanan. UGM.Yogyakarta. 36 : 13-14.

Lengkong, E. F., Hartana A.A. dan Suharsono. 1998. Keragaman Genetik Beberapa Kultivar Kelapa Berdasarkan penanda RAPD (Random Amplified

Polimorphic DNA).Prosiding Seminar Sehari Hasil-Hasil penelitian Bidang

Ilmu Hayati. Bogor, 3 September 1998.

Lestyaningsih, E. 2005. Keragaman Genetik Konservasi Ex-Situ Meranti Merah (Shorea leprosula Miq.) Populasi Sumatera Berdasarkan Analisis Isozim. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Skripsi (tidak dipublikasikan).

Lowe, A., S. Haris, and P. Ashton. 2004. Ecological Genetics : Design, Analysis,

and Application. Publishing Company. Australia.

Mathius, N. T., Z. Lalu, Soedarsono, dan H. Aswidinnor. 2002. Keragaman genetik klon-klon Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) yang resisten dan rentan terhadap Corynespora casiicola berdasarkan penanda RAPD dan AFLP. Menara Perkebunan 70 (2) : 35-49.

Mable, B.K. and Adam, A. 2007. Patterns of genetic diversity in outcrossing and selfing population of Arabidopsis iyrata. Molecular Ecology 16 (17) : 3565-3580.

Muladno. 2002. Seputar Teknologi Rekayasa Genetika. Pustaka Wirausaha Muda. Bogor.

Na’iem, M. 2001. Genetic variation of Shorea leprosula Miq. in three population

in Indonesia. Implication for ex situ conservation. Departement of Silvicultur Faculty of Forestry Gadjah Mada Universty. Yogyakarta.

Nei, M. 1972. Genetic Distance Between Populations. American Naturalist 106 : 283-292.

Novarianto, H. 1994. Beberapa Metode Analisis Kemiripan Genetik Kelapa.

Buletin Balitka 21: 56-59.

Pratiwi. 2003. Prospek pohon Jabon untuk pengembangan hutan tanaman. Buletin

Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta 4 (1) : 61-66.,

Poerba, Y.S. dan Yuzzami. 2008. Pendugaan Keragaman Genetik

Amorphophallus titanium Becc. Berdasarkan Marka Random Amplified

polymorphic DNA. Biodiversitas, 9 (2) : 103-107.

(3)

35

Rimbawanto, A dan Suharyanto. 2005. Keragaman Genetik Populasi Shorea leprosula Miq. dan Implikasinya untuk program konservasi genetik. Dalam : Hardiyanto E.B (ed). Prosiding Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Hutan-Peran Konservasi Sumber Daya Genetik, Pemuliaan dan Silvikultur dalam Mendukung Rehabilitasi Hutan. Fakultas Kehutanan UGM dan Internasional Tropical Timber Organization. Yogyakarta.

Rosalia, N. 2008. Penyebaran dan Karakteristik Tempat Tumbuh Pohon Tembesu (Fragraea fragrans Roxb.) : Studi Kasus di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Skripsi Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Schiliro, E., S. Predieri, and A. Bertaccini. 2001. Use of random amplified polymorphic DNA analysis to detec genetic variation in Pyrus sp. Plant Molecular Biology Reporter 19 (3). USA.

Shiraishi , S and Watanabe, A. 1995. Identification of chloroplast genom between

Pinus densiflora SIEB.Et Zucc and P. thunbergii PARL. Based on the

polymorphism in rbcL gene.J. jpn. 77 : 429-436.

Soerianegara and R. H. M. J. Lemmens. 1994. Plant Resources of South-East Asia (PROSEA). Timber trees : Major Commercial Timbers 5 (1) 102-108. Bogor.

Suharyanto. 2002. Analisis keragaman genetik dan hubungan kekerabatan pada tanaman sengon (Paraserianthes falcataria. Nielsen) dengan marka molekuler RAPD dan marka morfologi. Skripsi . Tidak Dipublikasikan. Suryanto, D. 2003. Melihat Keanekaragaman Organisme Melalui Beberapa

Teknik Genetika Molekuler. Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara . Sumatera Utara.

Tanskley, S. D., N. D. Yoaung, A. H Peterson and M. W. Bonrer. 1983. RFLP Mapping In Plant Breeding : New Tools for Analysis Old Science. Bio

Technology7 : 257-264.

Tshilenge, P., K. K. Nkongolo, M. Mehes, and A. Kalonji. 2009. Genetic variation in Coffe canephora L. (Var. Robusta) accessions from the founder gene pool evaluated with ISSR and RAPD. African Journal of Biotechnology 8 (3) : 380-390.

Virk, P. S., H. J. Newbury, M. T. Jackson, and B. V. Ford-Loyd. 1995. The Identification of Duplicate Accesion Within A Rice Germplasm Collection Using RAPD Analysis. Theor. Appl. Genet (90) : 1049-1055.

Weising, K., H. Nyobom, K. Wolf, and W. Meyer. 1995. DNA Fingerprinting In

Plant and Fungi. Boca Raton. Florida.

White, T.L., W.T. Adams dan D.B. Neale. 2007. Forest Genetic. Cromwell Press. Trowbride.

(4)

36

Widyatmoko, A.Y.P.B.C., R. D. Afritanti., Taryono, dan A. Rimbawanto. 2009. Keragaman genetik lima populasi Grynops vertegii di Lombok menggunakan penanda RAPD. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan 3 (1): 1-10.

Williams, J. G. K., A. R. Kubelik, K. J. Livak, J. A. Ravalski, and S. V. Tingey. 1990. DNA Polymorphisms amplified by arbitrary primer are useful as genetic markers. Nucleic Acids Research 18 (22): 6531-6535.

Yeh, F.C., R.C. Yang., T.B.J. Boyle., Z.H. Ye., J.X. Mao. 1999. POPGENE 1.32 The User Frendly Shareware for Populatiosn Genetic Analysis. Molecular Biology and Biotechnology Center. University of Alberta. Edmonton. Young, A., Boshier, D. & Boyle, T., 2000. Forest Conservation Genetics

Principles and Practice. Australia: CSIRO Publishing.

Zobel, B. and Talbert. J.A.. 1984. Applied Forest Tree Improve- ment. Wiley. New York.

Referensi

Dokumen terkait

RAPD adalah salah satu metode penanda genetik berbasis DNA yang telah cukup banyak digunakan untuk menilai keragaman genetik tanaman hutan.. RAPD memiliki keunggulan

AYU OSHIN YAP SINAGA: Analisis Keragaman Genetik Tanaman Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) Di Sumatera Utara Menggunakan Marka RAPD (Random Amplified Polymorphic

ROSLINA HULU: Analisis Keragaman Genetik Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Beberapa Aksesi di Samosir Menggunakan Marka RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA),

ROSLINA HULU: Analisis Keragaman Genetik Bawang Merah (Allium ascalonicum L .) pada Beberapa Aksesi di Samosir Menggunakan Marka RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA),

Analisis Keragaman Genetik Tanaman Aren ( Arenga pinnata Merr) di Tapanuli Selatan dengan Menggunakan Marka RAPD ( Random Amplified Polymorphic DNA ).. Program

HERMANYANTO LAIA, 2017 : Analisis Keragaman Genetik Klon Kelapa Sawit (Elaeis guinnensis Jacq.) Plasma Nutfah PT.. Socfindo Menggunakan Marka RAPD (Random Amplified

HERMANYANTO LAIA, 2017 : Analisis Keragaman Genetik Klon Kelapa Sawit (Elaeis guinnensis Jacq.) Plasma Nutfah PT.. Socfindo Menggunakan Marka RAPD (Random Amplified

MAHYUNI KHAIRIYAH HARAHAP : Analisis Keragaman Genetik Tanaman Aren ( Arenga pinnata Merr) Di Tapanuli Selatan dengan Menggunakan Marka RAPD ( Random Amplified Polymorphic