• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Akhir Penyusunan Data Spasial Potensi Per Kecamatan se DIY 08092016081527

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Akhir Penyusunan Data Spasial Potensi Per Kecamatan se DIY 08092016081527"

Copied!
352
0
0

Teks penuh

(1)

POTENSI PARIWISATA PER KECAMATAN

SE-DIY

DINAS PARIWISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jalan Malioboro No.56, Yogyakarta Indonesia

(2)

|

Kegiatan Penyusunan Data Spasial Potens

salah satu paket kegiatan pada Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan

Penyusunan Data Spasial Potens

pelaksanaannya dipercayakan kepada PT Superintending Company Of Indonesia (SUCOFINDO).

Berdasarkan rangkaian dan tahapan yang ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK),

salah satu kegiatan yang harus dipenuhi adalah Penyusunan Laporan

secara sistematis terdiri atas:

BAB I : PENDAHULUAN, menguraikan tentang latar belakang, maksud dan tujuan,

sasaran keluaran (output) pekerjaan, ruang lingkup pekerjaan, jangka waktu

pelaksanaan pekerjaan dan sistematika laporan.

BAB II : DESKRIPSI WILAYAH, mengurai

fisik maupun dari segi sosial.

BAB III : METODE, menguraikan tentang tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan,

komposisi tim dan penugasan

BAB IV : KAJIAN, menguraikan

membuat sistem informasi dari hasil kajian tersebut.

BAB V : KESIMPULAN DAN REKOMENDASI, berisi simpulan dari

kepada pengambil kebijakan.

Demikian Laporan Akhir

Penyusunan Data Spasial Potens

bermanfaat.

Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

salah satu paket kegiatan pada Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan

Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se-DIY untuk Tahun Anggaran

pelaksanaannya dipercayakan kepada PT Superintending Company Of Indonesia (SUCOFINDO).

Berdasarkan rangkaian dan tahapan yang ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK),

salah satu kegiatan yang harus dipenuhi adalah Penyusunan Laporan Akhir. Lapora

: PENDAHULUAN, menguraikan tentang latar belakang, maksud dan tujuan,

keluaran (output) pekerjaan, ruang lingkup pekerjaan, jangka waktu

pelaksanaan pekerjaan dan sistematika laporan.

RIPSI WILAYAH, menguraikan kondisi umum wilayah baik dari segi kondisi

fisik maupun dari segi sosial.

: METODE, menguraikan tentang tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan,

komposisi tim dan penugasan, serta rincian kerja.

menguraikan tentang hasil analisis data yang ada di

membuat sistem informasi dari hasil kajian tersebut.

BAB V : KESIMPULAN DAN REKOMENDASI, berisi simpulan dari Kegiatan

kepada pengambil kebijakan.

ini disusun sebagai bagian yang tak terpisahkan dari

Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se-DIY. Semoga L

Yogyakarta,

PT. Superintending Company Of Indonesia

i

Pariwisata Per Kecamatan Se-DIY merupakan

salah satu paket kegiatan pada Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan

DIY untuk Tahun Anggaran 2015

pelaksanaannya dipercayakan kepada PT Superintending Company Of Indonesia (SUCOFINDO).

Berdasarkan rangkaian dan tahapan yang ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK),

. Laporan Akhir ini

: PENDAHULUAN, menguraikan tentang latar belakang, maksud dan tujuan,

keluaran (output) pekerjaan, ruang lingkup pekerjaan, jangka waktu

an kondisi umum wilayah baik dari segi kondisi

: METODE, menguraikan tentang tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan,

sis data yang ada di lapangan, dan

Kegiatan dan saran

gian yang tak terpisahkan dari kegiatan

Laporan Akhir ini

Desember 2015

PT. Superintending Company Of Indonesia

(3)

|

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR GRAFIK

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

1.2

Tujuan Pekerjaan

1.3

Sasaran Pekerjaan

1.4

Keluaran Pekerjaan

1.5

Lokasi Pekerjaan

1.6

Sumber Pendanaan

1.7

Nama Organisasi Pengguna Anggaran

1.8

Dasar Hukum Pelaksanaan

1.9

Ruang Lingkup Pekerjaan

1.10 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

1.11 Sistematika Penyajian

BAB 2

DESKRIPSI WILAYAH

2.1

Gambaran Um

2.2

Kondisi Fisik Wilayah

2.2.1 Kondisi Iklim

2.2.2 Geomorfologi dan Lingkungan Hidup

2.2.3 Kondisi Geologi

Latar Belakang

Tujuan Pekerjaan

Sasaran Pekerjaan

Keluaran Pekerjaan

Lokasi Pekerjaan

Sumber Pendanaan

Nama Organisasi Pengguna Anggaran

Dasar Hukum Pelaksanaan

Ruang Lingkup Pekerjaan

Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Sistematika Penyajian

DESKRIPSI WILAYAH

Gambaran Umum Lokasi Pekerjaan

Kondisi Fisik Wilayah

Kondisi Iklim

Geomorfologi dan Lingkungan Hidup

Kondisi Geologi

ii

i

ii

v

x

xii

I - 1

I - 1

I - 6

I - 6

I - 6

I - 6

I - 6

I - 7

I - 7

I - 8

I - 10

I - 11

(4)

|

2.2.4 Tanah

2.2.5 Hidrologi

2.2.6 Penggunaan Lahan

2.3

Kondisi Sosial Ekonomi

2.4

Kondisi Pemerintahan

2.5

Kondisi Pendudukan

BAB 3

METODE

3.1

Inventarisasi Data

3.1.1 Persiapan Pekerjaan

3.1.2 Tahapan Pekerjaan

3.1.3 Pengumpulan Data Sekunde

3.2

Komposisi Tim dan Penugasan

3.3

Metodologi Pelaksanaan

3.4

Metodologi Analisis Kajian

3.4.1 Desain Kuisioner

3.4.2 Penentuan Klasifikasi Potensi Destinasi Wisata dan

Pemasarannya

3.5

Metode Perancangan Sistem

3.5.1 Proses Perancangan Sistem

3.5.2 Perancangan Konseptual

BAB 4

ANALISIS

4.1

Profil Kabupaten

4.1.1 Kabupaten Kulon Progo

4.1.2 Kabupaten Bantul

4.1.3 Kabupaten Gun

4.1.4 Kabupaten Sleman

4.1.5 Kota Yogyakarta

Penggunaan Lahan

Kondisi Sosial Ekonomi

Kondisi Pemerintahan

Kondisi Pendudukan

Inventarisasi Data

Persiapan Pekerjaan

Tahapan Pekerjaan

Pengumpulan Data Sekunder

Komposisi Tim dan Penugasan

Metodologi Pelaksanaan

Metodologi Analisis Kajian

Desain Kuisioner

Penentuan Klasifikasi Potensi Destinasi Wisata dan

Pemasarannya

Perancangan Sistem

Proses Perancangan Sistem

Perancangan Konseptual

Profil Kabupaten

(5)

|

4.2

Hasil Kajian Lapangan

4.2.1 Profil Pengunjung Destinasi Wisata

4.2.2 Profil Destinasi Wisata

4.2.3 Hasil Penghitungan Indeks Potensi Desti

4.2.4 Hasil Penghitungan Indeks Potensi Destinasi Wisata Per

Kecamatan

4.2.5 Hasil Analisis Pemasaran Per Kecamatan

4.3

Sistem Informasi Geografi Potensi Pariwisata

4.3.1 Halaman Login

4.3.2 Halaman Dashboard

4.3.3 Halaman User

4.3.4 Halaman Aplikasi

4.3.5 Halaman Kelola Data Aplikasi

4.3.6 Halaman Pengaturan

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1

Kesimpulan

5.2

Rekomendasi

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Hasil Kajian Lapangan

Profil Pengunjung Destinasi Wisata

Profil Destinasi Wisata

Hasil Penghitungan Indeks Potensi Destinasi Wisata Per Daerah

Hasil Penghitungan Indeks Potensi Destinasi Wisata Per

Hasil Analisis Pemasaran Per Kecamatan

Sistem Informasi Geografi Potensi Pariwisata

Halaman Login

Halaman Dashboard

Halaman User

Halaman Aplikasi

Halaman Kelola Data Aplikasi

Halaman Pengaturan

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

komendasi

iv

IV - 84

IV - 84

IV - 90

nasi Wisata Per Daerah

IV - 99

IV - 103

IV - 116

IV - 124

IV - 124

IV - 125

IV - 127

IV - 127

IV - 130

IV - 135

V - 1

V - 1

V - 2

(6)

|

Tabel 1.1

Luas Wilayah Kabupaten/Kota di Yogyakarta

Tabel 1.2

Matriks Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

Tabel 1.3

Waktu Pelaksanaan Penelitian Penyus

Pariwisata Per Kecamatan Se

Tabel 2.1

Luas Wilayah, Ketinggian dan Jarak Lurus ke Ibukota menurut

Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta

Tabel 2.2

Jumlah Kecamatan dan Kelurahan di DIY

Tabel 2.3

Rata-rata Suhu Udara, Kelembaban, Tekanan Udara, Kecepatan

Angin, Arah Angin, Curah Hujan dan Hari Hujan di D.I. Yogyakarta

Tabel 2.4

Klasifikasi Iklim Menurut Schmidt & Ferguson

Tabel 2.5

Unit Litologi di DIY

Tabel 2.6

Penggunaan Lahan di D. I

Tabel 2.7

Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta Tahun

2008 - 2013

Tabel 3.1

Uraian Penugasan Tim Pelaksana

Tabel 3.2

Ilustrasi Pembobotan dan Skor untuk Klasifikasi DTW

Tabel 3.3

Ilustrasi Pembobotan dan Skor untuk Pemasaran DTW

Tabel 3.3a

Ilustrasi Rekapitulasi Output dari Perhitungan Kuesioner

Tabel 3.3b

Ilustrasi Rekapitulasi Output dari Perhitungan Kuesioner untuk

Potensi setiap DTW

Tabel 3.3c

Ilustrasi Rekapitulasi Output dari Perhitungan Kuesioner untuk

Pemasaran setiap DTW

Tabel 4.1

Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo

Tabel 4.2

Destinasi Wisata di Kabupaten Kulon Progo

Tabel 4.3

Destinasi Wisata di Kecamatan Temon

Luas Wilayah Kabupaten/Kota di Yogyakarta

Matriks Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se-DIY

Waktu Pelaksanaan Penelitian Penyusunan Data Spasial Potensi

Pariwisata Per Kecamatan Se-DIY

Luas Wilayah, Ketinggian dan Jarak Lurus ke Ibukota menurut

Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta

Jumlah Kecamatan dan Kelurahan di DIY

hu Udara, Kelembaban, Tekanan Udara, Kecepatan

Angin, Arah Angin, Curah Hujan dan Hari Hujan di D.I. Yogyakarta

Klasifikasi Iklim Menurut Schmidt & Ferguson

Unit Litologi di DIY

Penggunaan Lahan di D. I. Yogyakarta

Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta Tahun

Uraian Penugasan Tim Pelaksana

Ilustrasi Pembobotan dan Skor untuk Klasifikasi DTW

si Pembobotan dan Skor untuk Pemasaran DTW

Ilustrasi Rekapitulasi Output dari Perhitungan Kuesioner

Ilustrasi Rekapitulasi Output dari Perhitungan Kuesioner untuk

Potensi setiap DTW

ekapitulasi Output dari Perhitungan Kuesioner untuk

Pemasaran setiap DTW

Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo

Destinasi Wisata di Kabupaten Kulon Progo

Destinasi Wisata di Kecamatan Temon

v

hu Udara, Kelembaban, Tekanan Udara, Kecepatan

Angin, Arah Angin, Curah Hujan dan Hari Hujan di D.I. Yogyakarta

II - 4

II - 5

II - 9

II - 12

Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta Tahun

II - 15

(7)

|

Tabel 4.4

Destinasi Wisata di Kecamatan Panjatan

Tabel 4.5

Destinasi Wisata di Kecamatan Galur

Tabel 4.6

Destinasi Wisata di Kecamatan Lendah

Tabel 4.7

Destinasi Wisata di Kecamatan Sentolo

Tabel 4.8

Destinasi Wisata

Tabel 4.9

Destinasi Wisata di Kecamatan Kokap

Tabel 4.10

Destinasi Wisata di Kecamatan Girimulyo

Tabel 4.11

Destinasi Wisata di Kecamatan Kalibawang

Tabel 4.12

Destinasi Wisata di Kecamatan Samigaluh

Tabel 4.13

Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Bantul

Tabel 4.14

Destinasi Wisata di Kabupaten Bantul

Tabel 4.15

Destinasi Wisata di Kecamatan Srandakan

Tabel 4.16

Destinasi Wisata di Kecamatan Sanden

Tabel 4.17

Destinasi Wisata di Kecamatan Kretek

Tabel 4.18

Destinasi Wisata di Kecamatan Pundong

Tabel 4.19

Destinasi Wisata di Kecamatan Bambanglipuro

Tabel 4.20

Destinasi Wisata di Kecamatan Pandak

Tabel 4.21

Destinasi Wisata d

Tabel 4.22

Destinasi Wisata di Kecamatan Jetis

Tabel 4.23

Destinasi Wisata di Kecamatan Imogiri

Tabel 4.24

Destinasi Wisata di Kecamatan Dlingo

Tabel 4.25

Destinasi Wisata di Kecamatan Pleret

Tabel 4.26

Destinasi Wisata di Kecamatan Piyungan

Tabel 4.27

Destinasi Wisata di Kecamatan Banguntapan

Tabel 4.28

Destinasi Wisata di Kecamatan Sewon

Tabel 4.29

Destinasi Wisata di Kecamatan Kasihan

Tabel 4.30

Destinasi Wisata di Kecamatan Pajangan

Tabel 4.31

Destinasi Wisata di Kecamatan Sedayu

Tabel 4.32

Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul

Destinasi Wisata di Kecamatan Panjatan

Destinasi Wisata di Kecamatan Galur

Destinasi Wisata di Kecamatan Lendah

Destinasi Wisata di Kecamatan Sentolo

Destinasi Wisata di Kecamatan Pengasih

Destinasi Wisata di Kecamatan Kokap

Destinasi Wisata di Kecamatan Girimulyo

Destinasi Wisata di Kecamatan Kalibawang

Destinasi Wisata di Kecamatan Samigaluh

Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Bantul

Destinasi Wisata di Kabupaten Bantul

Destinasi Wisata di Kecamatan Srandakan

Destinasi Wisata di Kecamatan Sanden

Destinasi Wisata di Kecamatan Kretek

Destinasi Wisata di Kecamatan Pundong

Destinasi Wisata di Kecamatan Bambanglipuro

Destinasi Wisata di Kecamatan Pandak

Destinasi Wisata di Kecamatan Bantul

Destinasi Wisata di Kecamatan Jetis

Destinasi Wisata di Kecamatan Imogiri

Destinasi Wisata di Kecamatan Dlingo

Destinasi Wisata di Kecamatan Pleret

Destinasi Wisata di Kecamatan Piyungan

Destinasi Wisata di Kecamatan Banguntapan

Destinasi Wisata di Kecamatan Sewon

Destinasi Wisata di Kecamatan Kasihan

Wisata di Kecamatan Pajangan

si Wisata di Kecamatan Sedayu

Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul

(8)

|

Tabel 4.33

Destinasi Wisata di Kabupaten Gunungkidul

Tabel 4.34

Destinasi Wisata di

Tabel 4.35

Destinasi Wisata di Kecamatan Purwosari

Tabel 4.36

Destinasi Wisata di Kecamatan Paliyan

Tabel 4.37

Destinasi Wisata di Kecamatan Saptosari

Tabel 4.38

Destinasi Wisata di Kecamatan Tepus

Tabel 4.39

Destinasi Wisata di Kecamatan Tanjungsari

Tabel 4.40

Destinasi Wisata di Kecamatan Rongkop

Tabel 4.41

Destinasi Wisata di Kecamatan Girisubo

Tabel 4.42

Destinasi Wisata di Kecamatan Semanu

Tabel 4.43

Destinasi Wisata di Kecamatan Ponjong

Tabel 4.44

Destinasi Wisata di Kecamatan Karangmojo

Tabel 4.45

Destinasi Wisata di Kecamatan Wonosari

Tabel 4.46

Destinasi Wisata di Kecamatan Playen

Tabel 4.47

Destinasi Wisata di Keca

Tabel 4.48

Destinasi Wisata di Kecamatan Gedangsari

Tabel 4.49

Destinasi Wisata di Kecamatan Nglipar

Tabel 4.50

Destinasi Wisata di Kecamatan Ngawen

Tabel 4.51

Destinasi Wisata di Kecamatan Semin

Tabel 4.52

Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Sleman

Tabel 4.53

Destinasi Wisata di Kabupaten Sleman

Tabel 4.54

Destinasi Wisata di Kecamatan Moyudan

Tabel 4.55

Destinasi Wisata di Kecamatan Minggir

Tabel 4.56

Destinasi Wisata di Kecamatan Sayegan

Tabel 4.57

Destinasi Wisata di Kecamatan Godean

Tabel 4.58

Destinasi Wisata di Kecamatan Gamping

Tabel 4.59

Destinasi Wisata di Kecamatan Mlati

Tabel 4.60

Destinasi Wisata di Kecamatan Depok

Tabel 4.61

Destinasi Wisata di Kecamatan Berbah

Destinasi Wisata di Kabupaten Gunungkidul

Destinasi Wisata di Kecamatan Panggang

Destinasi Wisata di Kecamatan Purwosari

Destinasi Wisata di Kecamatan Paliyan

Destinasi Wisata di Kecamatan Saptosari

Destinasi Wisata di Kecamatan Tepus

Destinasi Wisata di Kecamatan Tanjungsari

Destinasi Wisata di Kecamatan Rongkop

Destinasi Wisata di Kecamatan Girisubo

Destinasi Wisata di Kecamatan Semanu

asi Wisata di Kecamatan Ponjong

Destinasi Wisata di Kecamatan Karangmojo

Destinasi Wisata di Kecamatan Wonosari

Destinasi Wisata di Kecamatan Playen

Destinasi Wisata di Kecamatan Patuk

Destinasi Wisata di Kecamatan Gedangsari

Destinasi Wisata di Kecamatan Nglipar

Destinasi Wisata di Kecamatan Ngawen

Destinasi Wisata di Kecamatan Semin

Luas Wilayah Kecamatan di Kabupaten Sleman

Destinasi Wisata di Kabupaten Sleman

Destinasi Wisata di Kecamatan Moyudan

Destinasi Wisata di Kecamatan Minggir

sata di Kecamatan Sayegan

Destinasi Wisata di Kecamatan Godean

Destinasi Wisata di Kecamatan Gamping

Destinasi Wisata di Kecamatan Mlati

Destinasi Wisata di Kecamatan Depok

Destinasi Wisata di Kecamatan Berbah

(9)

|

Tabel 4.62

Destinasi Wisata di Kecamatan Prambanan

Tabel 4.63

Destinasi Wisata di Kecamatan Kalasan

Tabel 4.64

Destinasi Wisata di Kecamatan Ngemplak

Tabel 4.65

Destinasi Wisata di Kecamatan Ngaglik

Tabel 4.66

Destinasi Wisata di Kecamatan Sleman

Tabel 4.67

Destinasi Wisata di Kecamatan Tempel

Tabel 4.68

Destinasi Wisata di Kecamatan Turi

Tabel 4.69

Destinasi Wisata di Kecamatan Pake

Tabel 4.70

Destinasi Wisata di Kecamatan Cangkringan

Tabel 4.71

Luas Wilayah Kecamatan di Kota Yogyakarta

Tabel 4.72

Destinasi Wisata di Kota Yogyakarta

Tabel 4.73

Destinasi Wisata di Kecamatan Mantrijeron

Tabel 4.74

Destinasi Wisata di Kecamatan Kraton

Tabel 4.75

Destinasi Wisata di Kecamatan Mergangsan

Tabel 4.76

Destinasi Wisata di Kecamatan Umbulharjo

Tabel 4.77

Destinasi Wisata di Kecamatan Kotagede

Tabel 4.78

Destinasi Wisata di Kecamatan Gondokusuman

Tabel 4.79

Destinasi Wisata di Kecamatan Danurejan

Tabel 4.80

Destinasi Wisata di Kecamatan Pakualaman

Tabel 4.81

Destinasi Wisata di Kecamatan Gondomanan

Tabel 4.82

Destinasi Wisata di K

Tabel 4.83

Destinasi Wisata di Kecamatan Gedongtengen

Tabel 4.84

Destinasi Wisata di Kecamatan Jetis

Tabel 4.85

Destinasi Wisata di Kecamatan Tegalrejo

Tabel 4.86

Penilaian Pengunjung Terhadap Destina

Tabel 4.87

Asal Pengunjung pada Destinasi Wisata

Tabel 4.88

Frekuensi Event

Tabel 4.89

Bayaknya Destinasi wisata yang saling Berdekatan

Tabel 4.90

Kondisi Kebersihan Destinasi wisata

Destinasi Wisata di Kecamatan Prambanan

Destinasi Wisata di Kecamatan Kalasan

Destinasi Wisata di Kecamatan Ngemplak

nasi Wisata di Kecamatan Ngaglik

Destinasi Wisata di Kecamatan Sleman

Destinasi Wisata di Kecamatan Tempel

Destinasi Wisata di Kecamatan Turi

Destinasi Wisata di Kecamatan Pakem

Destinasi Wisata di Kecamatan Cangkringan

Luas Wilayah Kecamatan di Kota Yogyakarta

Destinasi Wisata di Kota Yogyakarta

Destinasi Wisata di Kecamatan Mantrijeron

Destinasi Wisata di Kecamatan Kraton

Destinasi Wisata di Kecamatan Mergangsan

Destinasi Wisata di Kecamatan Umbulharjo

Destinasi Wisata di Kecamatan Kotagede

Wisata di Kecamatan Gondokusuman

Destinasi Wisata di Kecamatan Danurejan

Destinasi Wisata di Kecamatan Pakualaman

Destinasi Wisata di Kecamatan Gondomanan

Destinasi Wisata di Kecamatan Wirobrajan

Destinasi Wisata di Kecamatan Gedongtengen

Destinasi Wisata di Kecamatan Jetis

Destinasi Wisata di Kecamatan Tegalrejo

Penilaian Pengunjung Terhadap Destinasi Wisata

Asal Pengunjung pada Destinasi Wisata

Bayaknya Destinasi wisata yang saling Berdekatan

Kondisi Kebersihan Destinasi wisata

(10)

|

Tabel 4.91

Kondisi Pengelolaan Destinasi Wisata

Tabel 4.92

Keukupan Jumlah Pegawai/Petugas di Destinasi Wisata

Tabel 4.93

Fasilitas Parkir Kendaraan Roda 4

Tabel 4.94

Fasilitas Rumah Makan/Warung Makan

Tabel 4.95

Fasilitas Tempat Istiraha

Tabel 4.96

Fasilitas Tempat Penjualan Oleh

Tabel 4.97

Fasilitas Kios Suvenir/kerajinan/cindera mata

Tabel 4.98

Media/prasarana untuk mendukung aktivitas wisata

Tabel 4.99

Rekapitulasi Nilai Indeks Destinasi Wisata

Tabel 4.100

Parameter dan Pembobotan Potensi Destinasi Wisata

Tabel 4.101

Klasifikasi Potensi Destinasi Wisata

Tabel 4.102

Kategoro Destinasi Wisata Berdasarkan Nilai Indeks

Tabel 4.103

Potensi Destinasi Berdasarkan Per Kecamaan

Tabel 4.104

Potensi Destinasi Wisata

Tabel 4.105

Parameter dan Pembobotan Pemasaran Destinasi

Tabel 4.106

Klasifikasi Pemasaran Destinasi

Tabel 4.107

Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Kulon Progo

Tabel 4.108

Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Kulon Progo

Tabel 4.109

Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di

Tabel 4.110

Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di

Tabel 4. 111 Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di

Tabel 4. 112 Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di

Tabel 4.113

Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di

Tabel 4.114

Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di

Tabel 4.115

Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di

Tabel 4.116

Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di

Pengelolaan Destinasi Wisata

Keukupan Jumlah Pegawai/Petugas di Destinasi Wisata

Fasilitas Parkir Kendaraan Roda 4

Fasilitas Rumah Makan/Warung Makan

Fasilitas Tempat Istirahat Pengunjung/Rest Area/Taman

Fasilitas Tempat Penjualan Oleh-oleh di Destinasi Wisata

Fasilitas Kios Suvenir/kerajinan/cindera mata

Media/prasarana untuk mendukung aktivitas wisata

Rekapitulasi Nilai Indeks Destinasi Wisata

Parameter dan Pembobotan Potensi Destinasi Wisata

Klasifikasi Potensi Destinasi Wisata

Kategoro Destinasi Wisata Berdasarkan Nilai Indeks

Potensi Destinasi Berdasarkan Per Kecamaan

Destinasi Wisata Per Kecamatan Berdasarkan DTW

Parameter dan Pembobotan Pemasaran Destinasi Wisata

Klasifikasi Pemasaran Destinasi Wisata

Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Kulon Progo

Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Kulon Progo

Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Kota Yogyakarta

Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Kota Yogyakarta

Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Bantul

Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Bantul

Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Sleman

Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Sleman

Skor Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Gunungkidul

Kondisi Pemasaran Destinasi Per Kecamatan di Gunungkidul

(11)

|

Gambar 1.1

Skema Proses Sistem Informasi

Gambar 2.1

Peta Administrasi Daerah

Gambar 2.2

Fisiografi DIY

Gambar 2.3

Peta Geologi Lembar Yogyakarta

Gambar 2.4

Persentase Lahan Menurut Penggunaan Lahan di D.I. Yogyakarta

Tahun 2013

Gambar 3.1

Diagram Alir Tahapan Pekerjaan

Gambar 3.2

Model Sekuensial Linier

Gambar 3.3

Site Map

Gambar 3.4

Desain Halaman Login

Gambar 3.5

Desain Halaman Dashboard

Gambar 3.6

Desain Halaman User

Gambar 3.7

Desain Halaman

Gambar 3.8

Diagram Konteks

Gambar 3.9

Entity Relationship Diagram

Gambar 3.10 Relasi Antar Tabel

Gambar 4.1

Peta Administrasi Kabupaten Kulon Progo

Gambar 4.2

Peta Administrasi Kabupaten Bantul

Gambar 4.3

Peta Administrasi Kabupaten Gunungkidul

Gambar 4.4

Peta Administrasi Kabupaten Sleman

Gambar 4.5

Peta Administrasi

Gambar 4.6

Halaman Login

Gambar 4.7

Halaman Dashboard

Gambar 4.8

Matrix Perkembangan dan Potensi

Gambar 4.9

Halaman User

Gambar 4.10 Halaman Aplikasi

Skema Proses Sistem Informasi

Peta Administrasi Daerah Istimewa Yogyakarta

Peta Geologi Lembar Yogyakarta

Persentase Lahan Menurut Penggunaan Lahan di D.I. Yogyakarta

ahapan Pekerjaan

Model Sekuensial Linier

Desain Halaman Login

Desain Halaman Dashboard

Desain Halaman User

Desain Halaman Aplikasi

Diagram Konteks

Entity Relationship Diagram

Relasi Antar Tabel

Peta Administrasi Kabupaten Kulon Progo

Peta Administrasi Kabupaten Bantul

Peta Administrasi Kabupaten Gunungkidul

Peta Administrasi Kabupaten Sleman

Peta Administrasi Kota Yogyakarta

Halaman Dashboard

Matrix Perkembangan dan Potensi

Halaman Aplikasi

Persentase Lahan Menurut Penggunaan Lahan di D.I. Yogyakarta

II - 12

(12)

|

Gambar 4.11 Data Attribute suatu Object Wisata

Gambar 4.12 Tampilan rute dalam radius

Gambar 4.13 Halaman Kelola Data Aplikasi

Gambar 4.14 Halaman Quesioner

Gambar 4.15 Tambah Data Destinasi Wisata

Gambar 4.16 Filter destinasi eisat dan print data

Gambar 4.17 Tampilan print data

Gambar 4.18 Halaman Pengaturan

Gambar 4.19 Tampilan sub edit kecamatan

suatu Object Wisata

Tampilan rute dalam radius

Halaman Kelola Data Aplikasi

Halaman Quesioner

Destinasi Wisata

Filter destinasi eisat dan print data destinasi wisata

Tampilan print data

Halaman Pengaturan

Tampilan sub edit kecamatan

(13)

|

Grafik 4.1

Komposisi Umur Pengunjung

Grafik 4.2

Status Pengunjung

Grafik 4.3

Daerah Asal Pengunjung

Grafik 4.4

Frekuensi Kunjungan ke Destinasi Wisata di D.I. Yogyakarta

Grafik 4.5

Tujuan Pengunjung Datang ke Destinasi Wisata

Grafik 4.6

Frekuensi Pengunjung Berbelanja di De

Grafik 4.7

Rata-rata Besarnya Uang yang Dibelanjakan ke Destinasi Wisata

Grafik 4.8

Keinginan Berkunjung ke Destinasi Wisata Lain

Grafik 4.9

Jumlah Kunjungan ke Destinasi Wisata pada Hari Tertentu

Grafik 4.10

Jenis Destinasi Wisata (DTW)

Grafik 4.11

Sebaran Destinasi Wisata per Kabupaten/Kota

Komposisi Umur Pengunjung

Pengunjung

Daerah Asal Pengunjung

Frekuensi Kunjungan ke Destinasi Wisata di D.I. Yogyakarta

Tujuan Pengunjung Datang ke Destinasi Wisata

Frekuensi Pengunjung Berbelanja di Destinasi Wisata

rata Besarnya Uang yang Dibelanjakan ke Destinasi Wisata

Keinginan Berkunjung ke Destinasi Wisata Lain

Jumlah Kunjungan ke Destinasi Wisata pada Hari Tertentu

Jenis Destinasi Wisata (DTW)

Sebaran Destinasi Wisata per Kabupaten/Kota

(14)

|

1.1.

Latar Belakang

Pariwisata bagi Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan kontribusi besar terhadap

perputaran roda perekonomian daerah. Dalam rangka untuk mendapatkan

komprehensif tentang aktifitas pariwisata, perlu dilakukan kajian mendalam tentang kegiatan

kepariwisataan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mengetahui potensi kepariwisataan di

Daerah Istimewa Yogyakarta perlu adanya data potensi pariw

Istimewa Yogyakarta. Melalui penyusunan data ini, Pemeritah Daerah Istimewa Yogyakarta

khususnya Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta

potensi wisata yang dimiliki guna menunjang pertumbu

berkelanjutan, dengan kategori kegiatan ekonomi lainnya menuju arah yang lebih baik. Sesuai

visi Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta 2012

yang lebih berkarakter, berbudaya, maju, mand

baru,” sedang visi menurut Rencana Pembangunan Jangka Panjang 200

“Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya dan Daerah

Tujuan Wisata terkemuka di Asia Tenggara dalam

dan sejahtera”. Serta guna mendukung Visi Pembangunan Kepariwisataan DIY dalam RIPPARDA

Tahun 2012–2025, yaitu

“Terwujudnya Yogyakarta sebagai Destinasi Pariwisata berbasis

budaya terkemuka di Asia Tenggara, berkel

mendorong pembangunan Daerah untuk kesejahteraan masyarakat”.

pariwisata akan menjadi unggulan dan andalan dalam peningkatan ekonomi di DIY. Posisi

Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Masterpl

Ekonomi Indonesia (MP3EI) adalah sebagai koridor ekonomi

Pariwisata bagi Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan kontribusi besar terhadap

perputaran roda perekonomian daerah. Dalam rangka untuk mendapatkan gambaran secara

komprehensif tentang aktifitas pariwisata, perlu dilakukan kajian mendalam tentang kegiatan

kepariwisataan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mengetahui potensi kepariwisataan di

Daerah Istimewa Yogyakarta perlu adanya data potensi pariwisata per kecamatan se

Istimewa Yogyakarta. Melalui penyusunan data ini, Pemeritah Daerah Istimewa Yogyakarta

ata Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan mampu mengoptimalkan

potensi wisata yang dimiliki guna menunjang pertumbuhan ekonomi secara sinergi dan

berkelanjutan, dengan kategori kegiatan ekonomi lainnya menuju arah yang lebih baik. Sesuai

visi Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta 2012-2017 adalah Daerah Istimewa Yogyakarta

yang lebih berkarakter, berbudaya, maju, mandiri dan sejahtera menyongsong peradaban

sedang visi menurut Rencana Pembangunan Jangka Panjang 200

Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya dan Daerah

Tujuan Wisata terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan masyarakat yang maju, mandiri

Serta guna mendukung Visi Pembangunan Kepariwisataan DIY dalam RIPPARDA

“Terwujudnya Yogyakarta sebagai Destinasi Pariwisata berbasis

budaya terkemuka di Asia Tenggara, berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, mampu

mendorong pembangunan Daerah untuk kesejahteraan masyarakat”.

Sektor jasa termasuk

pariwisata akan menjadi unggulan dan andalan dalam peningkatan ekonomi di DIY. Posisi

Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembang

Ekonomi Indonesia (MP3EI) adalah sebagai koridor ekonomi (tapi bukan sebagai koridor

BAB

I-1

Pariwisata bagi Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan kontribusi besar terhadap

gambaran secara

komprehensif tentang aktifitas pariwisata, perlu dilakukan kajian mendalam tentang kegiatan

kepariwisataan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mengetahui potensi kepariwisataan di

isata per kecamatan se-Daerah

Istimewa Yogyakarta. Melalui penyusunan data ini, Pemeritah Daerah Istimewa Yogyakarta

diharapkan mampu mengoptimalkan

han ekonomi secara sinergi dan

berkelanjutan, dengan kategori kegiatan ekonomi lainnya menuju arah yang lebih baik. Sesuai

Daerah Istimewa Yogyakarta

iri dan sejahtera menyongsong peradaban

sedang visi menurut Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025 adalah:

Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya dan Daerah

lingkungan masyarakat yang maju, mandiri

Serta guna mendukung Visi Pembangunan Kepariwisataan DIY dalam RIPPARDA

“Terwujudnya Yogyakarta sebagai Destinasi Pariwisata berbasis

as dunia, berdaya saing, berkelanjutan, mampu

Sektor jasa termasuk

pariwisata akan menjadi unggulan dan andalan dalam peningkatan ekonomi di DIY. Posisi

an Percepatan dan Perluasan Pembangunan

(tapi bukan sebagai koridor

(15)

|

utama). Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari MP3EI Koridor Ekonomi Jawa

diharapkan dapat memperkuat konektivitas Nasional

infrastruktur pariwisata harus menjadi perhatian

ruang, 2) Pembangunan Destinasi

Kulon Progo. Dalam pengembangan suatu kawasan wisata diperlukan data yang valid dan

akurat. Kebutuhan akan data yang valid merupakan hal

sehingga perlu adanya penyusunan data poten

tersebut meliputi: 1) Daya Tarik Wisata

Perkembangan pariwisata yang cukup dinamis menyebabkan adany

pariwisata yang relatif dinamis juga. Hal tersebut menimbulkan konseku

pendataan mengenai potensi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dan informasi

pariwisata yang ada selama ini cenderung fragmentif tidak ter

lengkap, keadaan ini mengakibatkan kesulitan bagi pemerintah dalam menyusun rencana

pengembangan pariwisata yang lebih terarah. Untuk itu perlu dilakukan penyusunan data

potensi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta yang disusun secara sistematis, lengkap dan

mutakhir yang mampu menggambarkan kondisi potensi pariwisata secara lengkap, baik dari

administrasi, sarana prasarana beserta fasilitas pendukung lainnya.

Daerah Istimewa Yogyakarta

sebanyak 3.278.599 orang. Sedangkan kecamatan yang ada

tersebar di 4 kabupaten dan 1 kota. Adapun

masing-masing kecamatan disajikan pada Tabel 1.

Luas Wilayah

No. Kabupaten/Kota

1. Kulon Progo

utama). Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari MP3EI Koridor Ekonomi Jawa

diharapkan dapat memperkuat konektivitas Nasional. Sehubungan dengan hal tersebut,

infrastruktur pariwisata harus menjadi perhatian dalam hal: 1) Pengaturan lokasi dan tata

Pembangunan Destinasi, 3) Mendorong pemerataan di Gunungkidul

. Dalam pengembangan suatu kawasan wisata diperlukan data yang valid dan

akurat. Kebutuhan akan data yang valid merupakan hal

urgent

yang harus segera d

penyusunan data potensi pariwisata per kecamatan se-DIY

Tarik Wisata, 2) Fasilitas, 3) Event, dan 4) Services.

Perkembangan pariwisata yang cukup dinamis menyebabkan adanya

pariwisata yang relatif dinamis juga. Hal tersebut menimbulkan konsekuensi untuk melakukan

mengenai potensi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dan informasi

pariwisata yang ada selama ini cenderung fragmentif tidak tersusun secara

lengkap, keadaan ini mengakibatkan kesulitan bagi pemerintah dalam menyusun rencana

bangan pariwisata yang lebih terarah. Untuk itu perlu dilakukan penyusunan data

potensi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta yang disusun secara sistematis, lengkap dan

mutakhir yang mampu menggambarkan kondisi potensi pariwisata secara lengkap, baik dari

administrasi, sarana prasarana beserta fasilitas pendukung lainnya.

Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai luas sebesar 3.185,80 km

2

dengan penduduk

. Sedangkan kecamatan yang ada sebanyak 78 kecamatan yang

4 kabupaten dan 1 kota. Adapun kecamatan tiap kabupaten/kota dan luas wilayah

disajikan pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1

Luas Wilayah Kabupaten/Kota di Yogyakarta

Kecamatan Luas Wilayah (km 586,27

utama). Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari MP3EI Koridor Ekonomi Jawa

. Sehubungan dengan hal tersebut,

: 1) Pengaturan lokasi dan tata

Gunungkidul, Bantul, dan

. Dalam pengembangan suatu kawasan wisata diperlukan data yang valid dan

yang harus segera dipenuhi,

DIY. Adapun data

a perubahan data

ensi untuk melakukan

mengenai potensi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dan informasi

susun secara sistematik dan

lengkap, keadaan ini mengakibatkan kesulitan bagi pemerintah dalam menyusun rencana

bangan pariwisata yang lebih terarah. Untuk itu perlu dilakukan penyusunan data

potensi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta yang disusun secara sistematis, lengkap dan

mutakhir yang mampu menggambarkan kondisi potensi pariwisata secara lengkap, baik dari sisi

dengan penduduk

78 kecamatan yang

kota dan luas wilayah

(16)

|

Sambungan Tabel 1.1 No. Kabupaten/Kota 1. Kulon Progo

2. Bantul

3. Gunungkidul

Sambungan Tabel 1.1

Kecamatan Luas Wilayah (km 586,27

7. Pengasih 61,67

8. Kokap 73,80

9. Girimulyo 54,91

10. Nanggulan 39,61

11. Kalibawang 52,96

12. Samigaluh 62,29

506,85

1. Srandakan 18,32

2. Sanden 23,16

3. Kretek 26,77

4. Pundong 23,68

5. Bambanglipuro 22,70

6. Pandak 23,40

13. Banguntapan 28,48

14. Sewon 27,16

6. Tanjungsari 71,63

7. Rongkop 83,46

8. Girisubo 94,57

9. Semanu 108,39

10. Ponjong 104,49

11. Karangmojo 80,12

12. Wonosari 75,51

13. Playen 105,26

14. Patuk 72,04

15. Gedangsari 68,14

(17)

|

No. Kabupaten/Kota 4. Sleman

5. Yogyakarta

Sumber: DIY Dalam Angka 2014

Data per kecamatan yang sudah terkumpul dikompilasi menjadi

kemudian disusun dalam

database

bentuk peta, tabel, dan grafik yang berbasis

Informasi Geografi (SIG)

.

Sistem Informasi Geografi merup

komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis.

Secara umum pengertian SIG adalah

perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang

Kecamatan Luas Wilayah (km 574,82

17. Cangkringan 47,99

32,50

1. Mantrijeron 2,61

2. Kraton 1,40

3. Mergangsan 2,31

4. Umbulharjo 8,12

5. Kotagede 3,07

6. Gondokusuman 3,99

7. Danurejan 1,10

8. Pakualaman 0,63

9. Gondomanan 1,12

10. Ngampilan 0,82

11. Wirobrajan 1,76

12. Gedongtengen 0,96

13. Jetis 1,70

14. Tegalrejo 2,91

Sumber: DIY Dalam Angka 2014

Data per kecamatan yang sudah terkumpul dikompilasi menjadi suatu dokumen yang

database

Sistem Informasi Potensi Pariwisata yang disajikan dalam

bentuk peta, tabel, dan grafik yang berbasis

Geographic Information System (

(18)

|

untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui

mengintegrasikan, menganalisa dan menampilkan data informasi berbasis geografis. Dengan

SIG kita bisa melihat, memahami, bertanya, menterjemahkan dan menampilkan data dengan

banyak cara seperti relationship, simbol

grafik. Data dalam SIG dibagi menjadi dua bentuk yakni geographical (data spasial) dan attribut

(data aspasial). Data spasial adalah data yang terdiri dari lokasi eksplisit suatu g

diset kedalam bentuk koordinat. Data attribute adalah gambaran data yang terdiri dar

informasi yang relevan terhadap suatu lokasi seperti kedalaman, ketinggian, lokasi penjualan,

dan lain-lain dan bisa dihubungkan dengan lokasi tertentu denga

identifikasi seperti alamat, kode pin, dan lain

KOMPILASI DATA

POTENSI & KENDALA ( FAKTOR )

ASPEK

YANG MEWARNAI

Gambar 1. 1.

Dengan memperhatikan kemungkinan

terjadi dalam pengelolaan data dan informasi pariwisata di DIY, Dinas Pariwisata DIY akan

membangun sebuah geodatabase potensi Pariwisata DIY per Kecamatan berbasis SIG yang

diharapkan dapat mengelola basis data pariwisata, b

dapat digunakan untuk kepentingan analisis untuk mendukung pengambilan keputusan.

n, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi,

integrasikan, menganalisa dan menampilkan data informasi berbasis geografis. Dengan

SIG kita bisa melihat, memahami, bertanya, menterjemahkan dan menampilkan data dengan

erti relationship, simbol-simbol, dan trend dalam bentuk peta, laporan atau

grafik. Data dalam SIG dibagi menjadi dua bentuk yakni geographical (data spasial) dan attribut

(data aspasial). Data spasial adalah data yang terdiri dari lokasi eksplisit suatu g

diset kedalam bentuk koordinat. Data attribute adalah gambaran data yang terdiri dar

terhadap suatu lokasi seperti kedalaman, ketinggian, lokasi penjualan,

lain dan bisa dihubungkan dengan lokasi tertentu dengan maksud untuk memberikan

identifikasi seperti alamat, kode pin, dan lain-lain. Proses dalam sistim informasi ini

PLANNING

PROSES

ANALISA

ASPEK - ASPEK YANG MEWARNAI

SINTESA

ALTERNATIF ALTERNATIF ALTERNATIF

KEPUTUSAN PILIHAN

Gambar 1. 1. Skema Proses Sistem Informasi

Dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan otomatisasi proses

terjadi dalam pengelolaan data dan informasi pariwisata di DIY, Dinas Pariwisata DIY akan

membangun sebuah geodatabase potensi Pariwisata DIY per Kecamatan berbasis SIG yang

diharapkan dapat mengelola basis data pariwisata, bahkan pada perkembangan selanjutnya

dapat digunakan untuk kepentingan analisis untuk mendukung pengambilan keputusan.

I-5

, mengelola, memanipulasi,

integrasikan, menganalisa dan menampilkan data informasi berbasis geografis. Dengan

SIG kita bisa melihat, memahami, bertanya, menterjemahkan dan menampilkan data dengan

simbol, dan trend dalam bentuk peta, laporan atau

grafik. Data dalam SIG dibagi menjadi dua bentuk yakni geographical (data spasial) dan attribut

(data aspasial). Data spasial adalah data yang terdiri dari lokasi eksplisit suatu geografi yang

diset kedalam bentuk koordinat. Data attribute adalah gambaran data yang terdiri dari

terhadap suatu lokasi seperti kedalaman, ketinggian, lokasi penjualan,

n maksud untuk memberikan

tim informasi ini meliputi :

(19)

|

1.2.

Tujuan Pekerjaan

Kajian ini bertujuan untuk :

1.

Identifikasi potensi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Infrastruktur, fasilitas,

services

di kecamatan yang ada di DIY.

2.

Menyusun analisis pemasaran pariwisata per kecamatan yang ada di DIY.

3.

Membuat sistem informasi mengenai potensi pariwisata per kecamatan di DIY yang

digunakan oleh pihak internal sebagai alat untuk membantu pembuatan

(decision support system).

1.3.

Sasaran Pekerjaan

1.

Teridentifikasinya komponen potensi wisata, lingkungan per kecamatan di wilayah

Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.

Tersedianya analisis pemasaran pariwisata per kecamatan di Daerah Istimewa

Yogyakarta

3.

Tersedianya sistem informasi mengenai potensi pariwisata per kecamatan di Daerah

Istimewa Yogyakarta

1.4.

Keluaran Pekerjaan

Keluaran (output) dari pekerjaan ini berupa:

a.

Dokumen Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

b.

Sistim Informasi Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

1.5.

Lokasi Pekerjaan

Di seluruh kecamatan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, meliputi 1 Kota

(Yogyakarta) dan 4 Kabupaten (Sleman,

1.6.

Sumber Pendanaan

APBD DIY Tahun Anggaran 2015 DPA

Tanggal 30 Desember 2014.

Kajian ini bertujuan untuk :

Identifikasi potensi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Infrastruktur, fasilitas,

di kecamatan yang ada di DIY.

Menyusun analisis pemasaran pariwisata per kecamatan yang ada di DIY.

Membuat sistem informasi mengenai potensi pariwisata per kecamatan di DIY yang

digunakan oleh pihak internal sebagai alat untuk membantu pembuatan

(decision support system).

Teridentifikasinya komponen potensi wisata, lingkungan per kecamatan di wilayah

Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tersedianya analisis pemasaran pariwisata per kecamatan di Daerah Istimewa

Tersedianya sistem informasi mengenai potensi pariwisata per kecamatan di Daerah

Istimewa Yogyakarta

Keluaran (output) dari pekerjaan ini berupa:

Dokumen Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

tensi Pariwisata Per Kecamatan Se-DIY.

Di seluruh kecamatan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, meliputi 1 Kota

dan 4 Kabupaten (Sleman, Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul).

APBD DIY Tahun Anggaran 2015 DPA SKPD Dinas Pariwisata DIY Nomor

I-6

Identifikasi potensi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Infrastruktur, fasilitas,

event

dan

Menyusun analisis pemasaran pariwisata per kecamatan yang ada di DIY.

Membuat sistem informasi mengenai potensi pariwisata per kecamatan di DIY yang

digunakan oleh pihak internal sebagai alat untuk membantu pembuatan keputusan

Teridentifikasinya komponen potensi wisata, lingkungan per kecamatan di wilayah

Tersedianya analisis pemasaran pariwisata per kecamatan di Daerah Istimewa

Tersedianya sistem informasi mengenai potensi pariwisata per kecamatan di Daerah

Dokumen Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se-DIY

Di seluruh kecamatan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, meliputi 1 Kota

).

(20)

|

1.7.

Nama Organisasi Pengguna Anggaran

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta

1.8.

Dasar Hukum Pelaksanaan

1)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun

2)

Undang-Undang Republik Indonesi

Perencanaan Pembangunan Nasional;

3)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah;

4)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun

5)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan

Daerah Istimewa Yogyakarta;

6)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1950 tentang

pemberlakuan Undang

1950;

7)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana

Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010

8)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian

Peta Rencana Tata Ruang;

9)

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan

Barang/Jasa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun

2012;

10)

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 4 Tahun 2008

tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Istimewa Yogyakarta;

11)

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2012

tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta

Tahun 2012-2025;

12)

Peraturan Gubernur Daer

Uraian tugas dan fungsi Dinas Pariwisata Prov

ama Organisasi Pengguna Anggaran

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dasar Hukum Pelaksanaan

Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik;

ndang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang

Perencanaan Pembangunan Nasional;

Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan;

Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan

Daerah Istimewa Yogyakarta;

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1950 tentang

pemberlakuan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 2, 3, 10 dan 11 Tahun

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana

Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025;

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian

a Ruang;

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan

Barang/Jasa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 4 Tahun 2008

ntukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Istimewa Yogyakarta;

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2012

tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 43 Tahun 2009 tentang

Uraian tugas dan fungsi Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

I-7

1997 tentang Statistik;

Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistim

Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

2009 tentang Kepariwisataan;

Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1950 tentang

10 dan 11 Tahun

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan

Barang/Jasa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 4 Tahun 2008

ntukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Istimewa Yogyakarta;

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2012

tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta

(21)

|

1.9.

Ruang Lingkup Pekerjaan

1.

Melakukan studi identifikasi untuk mengetahui kondisi riil

informasi potensi pariwisata pada Dinas Pariwisata DIY;

2.

Menyusun kebutuhan data spasial untuk digunakan dalam Sistem Informasi Potensi

Pariwisata berdasarkan alur data dan informasi potensi pariwisata, kemudian

dilanjutkan dengan menetapkan daftar kebutuhan yang akan

membangun

geodatabase

a)

Mendefinisikan jenis input

dalam pembuatan kebutuhan fungsional untuk tiap subsektornya berikut

interfacenya;

b)

Mendefinisikan informasi yang akan dit

3.

Menentukan arsitektur data (fungsi berikut

database dalam skema yang mudah dipahami. Struktur data tersebut antara lain:

a)

Daya Tarik Wisata

b)

Fasilitas

c)

Event

d)

Services

e)

Peta Dasar DIY

-> jika dibutuhkan

f)

Peta Tata Ruang (RTRW Kabupaten/Kota)

4.

Melakukan ekspose hasil studi (poin 1) kepada stake holder yang terkait dalam

bentuk rancangan sistem dan arsitektur Sistem Informasi Potensi Pariwisata;

5.

Menentukan tingkat keamanan pengguna dari aplikasi sistem informasi, baik untuk

pembatasan pengguna maupun sistem

6.

Menyediakan

tools interface

keperluan komunikasi/berinteraksi dengan sistem pen

rangka memudahkan pengguna dalam melakukan input (

dan analisis data;

Ruang Lingkup Pekerjaan

Melakukan studi identifikasi untuk mengetahui kondisi riil

(existing)

ariwisata pada Dinas Pariwisata DIY;

Menyusun kebutuhan data spasial untuk digunakan dalam Sistem Informasi Potensi

Pariwisata berdasarkan alur data dan informasi potensi pariwisata, kemudian

dilanjutkan dengan menetapkan daftar kebutuhan yang akan

geodatabase

potensi pariwisata. Kegiatan tersebut meliputi :

Mendefinisikan jenis input-input data yang berfungsi sebagai masukan data

dalam pembuatan kebutuhan fungsional untuk tiap subsektornya berikut

an informasi yang akan ditampilkan dalam bentuk dashboard.

arsitektur data (fungsi berikut

responsibility

) beserta infrastruktur

database dalam skema yang mudah dipahami. Struktur data tersebut antara lain:

Daya Tarik Wisata

> jika dibutuhkan

Peta Tata Ruang (RTRW Kabupaten/Kota)

-> jika dibutuhkan

Melakukan ekspose hasil studi (poin 1) kepada stake holder yang terkait dalam

bentuk rancangan sistem dan arsitektur Sistem Informasi Potensi Pariwisata;

Menentukan tingkat keamanan pengguna dari aplikasi sistem informasi, baik untuk

pembatasan pengguna maupun sistem

database

;

tools interface

(

user interface

) yang langsung dapat digunakan untuk

keperluan komunikasi/berinteraksi dengan sistem pengolahan data base dalam

rangka memudahkan pengguna dalam melakukan input (

otomatisasi proses input

I-8

(existing)

alur data dan

Menyusun kebutuhan data spasial untuk digunakan dalam Sistem Informasi Potensi

Pariwisata berdasarkan alur data dan informasi potensi pariwisata, kemudian

dilanjutkan dengan menetapkan daftar kebutuhan yang akan dijadikan untuk

. Kegiatan tersebut meliputi :

input data yang berfungsi sebagai masukan data

dalam pembuatan kebutuhan fungsional untuk tiap subsektornya berikut

ampilkan dalam bentuk dashboard.

) beserta infrastruktur

database dalam skema yang mudah dipahami. Struktur data tersebut antara lain:

Melakukan ekspose hasil studi (poin 1) kepada stake holder yang terkait dalam

bentuk rancangan sistem dan arsitektur Sistem Informasi Potensi Pariwisata;

Menentukan tingkat keamanan pengguna dari aplikasi sistem informasi, baik untuk

(22)

|

7.

Melaksanakan pengumpulan data primer maupun sekunder sesuai dengan

kebutuhan penelitian, meliputi

Servis, yang tersusun dalam suatu matrik

Matriks Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

Kabupaten

: . . . .

Kecamatan

:. . . . . . .

NO URAIAN PEMBOBOTAN

I DAYA TARIK WISATA

Daya Tarik Wisata alam: - Pantai .…. - Goa - Gunung - Air terjun - Lain-lain

Daya Tarik Wisata Budaya : - Kraton

- Candi - Lain-lain

Daya Tarik Wisata Hasil Buatan Manusia :

- Museum - Kebun binatang - Water park - Desa wisata - Culiner - Lain-lain

II FASILITAS : - Hotel - Restoran

- Terminal kereta api - Air port

- Penginapan - Rumah sakit - Puskesmas

- Pusat cindera mata

Melaksanakan pengumpulan data primer maupun sekunder sesuai dengan

kebutuhan penelitian, meliputi: 1) Daya Tarik Wisata, 2) Fasilitas,

ersusun dalam suatu matrik seperti yang disajikan pada

Tabel 1.2

Matriks Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

: . . .

:. . . . . .

PEMBOBOTAN

TUMBUH BERKEMBANG

DAYA TARIK WISATA

Daya Tarik Wisata alam:

Daya Tarik Wisata Budaya :

Daya Tarik Wisata Hasil Buatan

Kebun binatang

Desa wisata

Terminal kereta api

Penginapan Rumah sakit

Pusat cindera mata

I-9

Melaksanakan pengumpulan data primer maupun sekunder sesuai dengan

3) Event, dan 4)

yang disajikan pada Tabel 1.2.

Matriks Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se-DIY

(23)

|

- Salon/spa - Kampus

- Sekolah Pariwisata - Pasar Tradisional - Kantor polisi - Money changer - Pusat kerajinan - Anjungan ATM - Kolam renang - MICE

- Travel Agent

III EVENT :

- Bersih Desa - Layang-layang

IV SERVICES :

- Guide Bersertifikat - SAR

- Emergency Call

1.10.

Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Dalam melaksanakan pekerjaan perlu dibuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan,

jadwal tersebut dijadikan sebagai panduan agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dan

termonitor dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

pekerjaan konsultansi

Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata Per

selama 180 (Seratus delapan puluh

administrasi. Adapun garis besar tahapan pekerjaan adalah sebagai berikut.

a.

Persiapan

b.

Pengumpulan data

c.

Evaluasi dan analisa data

d.

Penyusunan Dokumen

e.

Diskusi/Asistensi dan pelaporan

Jadwal pelaksanaan pekerjaan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel

Sekolah Pariwisata

Pasar Tradisional Kantor polisi Money changer Pusat kerajinan Anjungan ATM Kolam renang

Travel Agent

Bersih Desa layang

Guide Bersertifikat

Emergency Call

Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Dalam melaksanakan pekerjaan perlu dibuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan,

jadwal tersebut dijadikan sebagai panduan agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dan

termonitor dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Secara teknis pelaksanaan

Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

ratus delapan puluh) hari kalender atau 6 bulan termasuk penyelesaian masalah

Adapun garis besar tahapan pekerjaan adalah sebagai berikut.

Evaluasi dan analisa data

Penyusunan Dokumen Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

Diskusi/Asistensi dan pelaporan

Jadwal pelaksanaan pekerjaan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 1.3. berikut:

I-10

Dalam melaksanakan pekerjaan perlu dibuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan, dimana

jadwal tersebut dijadikan sebagai panduan agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dan

Secara teknis pelaksanaan

Kecamatan Se-DIY

termasuk penyelesaian masalah

si Pariwisata Per Kecamatan Se-DIY

(24)

|

Waktu Pelaksanaan Penelitian Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata

NO TAHAPAN

1. Perencanaan & koordinasi oleh Team Leader

2. System Analys 3. Analisis Ekonomi 4. Analisis Pariwisata

5. Analisis Pengembangan Wilayah 6. Analisis Tata Ruang

7. Desain dan implementasi Data base 8. Desain dan implementasi data base

berdasarkan web 9. Melakukan pemetaan

10. Mendesain program untuk Sistem Informasi

11. Membuat Web/desaign grafik 12. Pendataan (survey) pariwisata

13. Editing dan tabulasi data (operator komputer)

14. Administrasi

15. Pendataan (survey) pemetaan 16. Entry data

17. FGD Laporan Pendahuluan 18. Presentasi Draft Laporan Antara 19. FGD Laporan Antara

20. Seminar Laporan Akhir 21. Pencetakan Laporan

22. Penyerahan Sistem Informasi

1.11.

Sistematika Penyajian

Sistematika penyajian meru

digunakan dalam Penyususnan Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

1.

LAPORAN PENDAHULUAN

Laporan pendahuluan memuat antara lain :

a.

Latar belakang,

b.

Metodologi penelitian,

Tabel 1.3

Waktu Pelaksanaan Penelitian Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata

per kecamatan se - DIY

BULAN

I II III IV V

Perencanaan & koordinasi oleh Team

Membuat Web/desaign grafik Pendataan (survey) pariwisata

Editing dan tabulasi data (operator

Pendataan (survey) pemetaan

FGD Laporan Pendahuluan

Presentasi Draft Laporan Antara

Penyerahan Sistem Informasi

Sistematika penyajian merupakan Tahap Penyusunan laporan/Sistem pelaporan yang

Penyususnan Data Spasial Potensi Pariwisata Per Kecamatan Se

Laporan pendahuluan memuat antara lain :

I-11

Waktu Pelaksanaan Penelitian Penyusunan Data Spasial Potensi Pariwisata

TOTAL

(25)

|

c.

Metodologi analisis kajian,

d.

Mekanisme pelaksanan pekerjaan yang berisi:

Rencana Kerja dan strategi;

Alokasi pengerahan tenaga ahli dan pendukung;

Dekripsi dari permasalahan yang dihadapi;

Jadwal pelaksanaan pekerjaan;

Data-data pendukung yang terkait dengan kegiatan.

2.

DRAFT LAPORAN ANTARA

Draft Laporan antara memuat antara lain :

1.

Laporan pekerjaan harian sesuai kondisi riil,

2.

Hasil sementara kompilasi, analisis data dan rekomendasi sementara terkait dengan

kebutuhan system sebagai bahan semiloka/workshop dengan instansi terkait/pelaku.

3.

LAPORAN ANTARA

Laporan antara memuat antara lain :

a.

Laporan pekerjaan harian sesuai kondisi riil,

b.

Hasil akhir seluruh kompilasi dan analisis data

pariwisata serta rekomendasi Sistem Informasi Potensi

semiloka/workshop dengan instansi terkait/pelaku.

4.

LAPORAN AKHIR

Laporan akhir memuat antara lain :

a.

Laporan Akhir memuat Laporan Pendahuluan, Laporan Antara Pertama dan Laporan

Antara Kedua yang telah disempurnakan;

b.

Seluruh laporan kompilasi dan analisis

rekomendasi yang dapat digunakan untuk pengembangan kepariwisataan.

Metodologi analisis kajian,

laksanan pekerjaan yang berisi:

Rencana Kerja dan strategi;

Alokasi pengerahan tenaga ahli dan pendukung;

Dekripsi dari permasalahan yang dihadapi;

Jadwal pelaksanaan pekerjaan;

data pendukung yang terkait dengan kegiatan.

antara memuat antara lain :

Laporan pekerjaan harian sesuai kondisi riil,

Hasil sementara kompilasi, analisis data dan rekomendasi sementara terkait dengan

kebutuhan system sebagai bahan semiloka/workshop dengan instansi terkait/pelaku.

antara memuat antara lain :

Laporan pekerjaan harian sesuai kondisi riil,

Hasil akhir seluruh kompilasi dan analisis data beserta data spasial tentatif potensi

pariwisata serta rekomendasi Sistem Informasi Potensi Pariwisata

/workshop dengan instansi terkait/pelaku.

Laporan akhir memuat antara lain :

ir memuat Laporan Pendahuluan, Laporan Antara Pertama dan Laporan

edua yang telah disempurnakan;

Seluruh laporan kompilasi dan analisis data, informasi serta kesimpulan dan

rekomendasi yang dapat digunakan untuk pengembangan kepariwisataan.

I-12

Hasil sementara kompilasi, analisis data dan rekomendasi sementara terkait dengan

kebutuhan system sebagai bahan semiloka/workshop dengan instansi terkait/pelaku.

beserta data spasial tentatif potensi

Pariwisata sebagai bahan

ir memuat Laporan Pendahuluan, Laporan Antara Pertama dan Laporan

(26)

| IIII-

2.1. Gambaran Umum Lokasi Pekerjaan

Daerah Istimewa Yogyakarta ad

Indonesia dan terletak di Pulau Jawa bagian

selatan dibatasi oleh Samudera Hindia

wilayah Provinsi Jawa Tengah. Letak geografis D

lintang Selatan dan 110

o

5’ – 110

km

2

atau 0,17% dari luas wilayah

kota menurut Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta disajikan pada Tabel 2.1

Luas

ke Ibukota m

No Kabupaten/Kota Ibukota

1 Kulonprogo Wates

2 Bantul Bantul

3 Gunungkidul Wonosari

4 Sleman Sleman

5 Yogyakarta Yogyakarta

DIY Yogyakarta

Sumber: DIY Dalam Angka, 2014

Gambaran Umum Lokasi Pekerjaan

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi dari 34 provinsi di wilayah

Indonesia dan terletak di Pulau Jawa bagian tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta di bagian

Samudera Hindia, sedangkan di bagian timur, utara dan barat dibatasi oleh

wilayah Provinsi Jawa Tengah. Letak geografis D.I. Yogyakarta terletak antara 7

110

o

50’ Bujur Timur. Luas wilayah D.I. Yogyakarta

wilayah Indonesia. Luas wilayah, ketinggian, dan jarak lurus

Kota di D.I. Yogyakarta disajikan pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1

Luas Wilayah, Ketinggian dan Jarak Lurus

menurut Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta

Ibukota Luas Wilayah Area (km2) Luas area (%) Persentase Ketinggian (m)

Wates 586,27 18,40 50

Bantul 506,85 15,91 45

Wonosari 1485,36 46,63 185

Sleman 574,82 18,04 145

Yogyakarta 32,50 1,02 75

Yogyakarta 3185,80 100,00

BAB

II-1

provinsi di wilayah

Yogyakarta di bagian

, sedangkan di bagian timur, utara dan barat dibatasi oleh

Yogyakarta terletak antara 7

o

33’ – 8

o

15’

Yogyakarta adalah 3.185,80

, ketinggian, dan jarak lurus ke ibu

n Jarak Lurus (km)

22 12 30 9 2

2

Gambar

Gambar 2.2. Fisiografi DIY
Gambar 2.3. Peta Geologi Lembar Yogyakarta Gambar
Tabel 2.7
Gambar 3.3. Site Map
+7

Referensi

Dokumen terkait

Aria Duta Panel, perusahaan melakukan perhitungan penyusutan aset tetapnya dari 2007-2013 terjadi kesalahan cara perhitungan dari estimasi masa manfaat aset tetap

penelitian ini maka seni lukis sulam akan dikenal sebagai salah satu karya seni.

Apakah dengan adanya SPJF online dapat mengurangi pengeluaran biaya.. *pengurangan biaya dapat diukur dari berkurangnya pembelian atk, telfon, fax

[r]

“ Iya kan itu dibahas saat rakornis dengan dispora, titik singgahnya pun kan rekomendasi mereka, cuma memang di beberapa daerah banyak yang tidak terprediksi

Sosialisasi Sosialisasi Pemanfaatan Sel Surya Sebagai Sumber Energi Terbarukan Dan Instalasi Panel Surya ini dapat meningkatkan citra STT PLN di masyarakat umum sebagai

Dengan kegiatan mengamati video cara menjaga kesehatan organ peredaran darah, siswa dapat membuat poster menjaga kesehatan organ peredaran darah manusia dengan tepat.. Cara

Alhamdulillah puji syukur kami selalu panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat, rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami masih diberi kesehatan untuk melakukan