• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 OBJEK DAN METODA PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 OBJEK DAN METODA PENELITIAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

31 3.1 Objek Penelitian

3.1.1 Sejarah Singkat

Bank DKI pertama kali didirikan di Jakarta dengan nama “PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya” sebagaimana tercantum dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas Perusahaan Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya (PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya) No. 30 tanggal 11 April 1961 dibuat oleh dan dihadapan Eliza Pondaag S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh penetapan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A.5/31/13 tanggal 11 April 1961 dan telah didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. 1274 tanggal 26 Juni 1961 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 206 Berita Negara Republik Indonesia No. 41 tanggal 1 Juni 1962.

Dalam rangka penyesuaian ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1962 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah dan berdasarkan Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 6 Tahun 1978 tanggal 21 Agustus 1978 tentang Bank Pembangunan Daerah Jakarta (BPD Jaya), bentuk Badan Hukum Perusahaan diubah dari Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Jakarta Raya menjadi Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta. Berdasarkan Peraturan Daerah No. 1 Tahun 1993 tanggal 15 Januari 1993 dilakukan penambahan modal dasar dari sebesar Rp. 50.000.000.000 menjadi sebesar Rp. 300.000.000.000.

Pada tanggal 1 Februari 1999, Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta selaku pemegang saham menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 1 tahun 1999 tentang Perubahan Bentuk Hukum Bank Pembangunan DKI Jakarta dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta, sehingga bentuk badan hukum perusahaan yang semula Perusahaan Daerah (PD) berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) dengan modal dasar sebesar Rp. 700.000.000.000 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 4 tanggal 6 Mei 1999 tentang Akta Pendirian Perseroan Terbatas yang dibuat oleh dan dihadapkan Notaris Harun Kamil, S.H., di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman berdasarkan Surat Keputusan No. C-8270.HT.01.01.Th.99 tanggal 7 Mei 1999 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 45, Tambahan No. 3283 tanggal 4 Juni 1999.

(2)

Dalam Rangka penyesuaian ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Bank DKI melakukan perubahan Anggaran Dasar termasuk penambahan modal dasar menjadi Rp. 1.500.000.000.000 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 21 tanggal 12 September 2008 tentang Pernyataan Keputusan Rapat PT. Bank DKI yang dibuat oleh dan dihadapan Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan Peretujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. AHU-79636.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 29 Oktober 2008.

Sebagaimana tercantum dalam Akta No. 09 tanggal 5 November 2012 tentang Pernyataan Keputusan Rapat PT. Bank DKI yang dibuat oleh dan dihadapan Notaris Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta, telah dilakukan penambahan modal dasar yang semula Rp. 1.500.000.000.000 menjadi Rp. 3.500.000.000.000 dan telah mendapatkan Persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-57968.AH.01.02 tahun 2012 tanggal 13 November 2012.

Ruang lingkup kegiatan Bank adalah untuk menjalankan aktivitas umum perbankan. Pada tanggal 30 November 1992, Bank memperoleh izin untuk melakukan aktivitas sebagai Bank Devisa berdasarkan SK Direksi Bank Indonesia No. 25/67/KEP/DIR. Pada bulan maret 2004, bank mulai melakukan kegiatan operasional berdasarkan prinsip syariah berdasarkan Surat Bank Indonesia No. 6/39/DpbS, tanggal 13 Januari 2004 tentang prinsip pembukaan kantor cabang syariah Bank dalam aktivitas komersial Bank.

3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi dan misi Bank DKI merupakan arah dan tujuan yang hendak dicapai oleh setiap manajemen dan karyawan Bank DKI. Pada tahun 2006, seluruh karyawan Bank DKI, bersama dengan manajemen pada saat itu, telah merumuskan visi dan misi serta nilai budaya kerja sebagai upaya perubahan budaya di Bank DKI dan telah ditetapkan dalam Keputusan Direksi No. 156 Tahun 2006 tanggal 11 Desember 2006 tentang penetapan visi, misi dan nilai-nilai budaya perusahaan PT. Bank DKI.

(3)

Visi:

“Menjadi Bank Terbaik Yang Membanggakan” Visi tersebut memiliki pernyataan yaitu:

Bank Terbaik:

a. Memiliki kinerja terbaik diantara bank sekelasnya (Menurut Kriteria Permodalan API).

b. Menjadi bank jangkar yang terbaik. Yang Membanggakan:

a. Memiliki kinerja dan reputasi yang baik dan menjadi pilihan utama nasabah dan stakeholder lainnya.

b. Memberikan dividen dan kontribusi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

c. Karyawan memiliki jalur karir yang jelas dan kesejahteraan yang baik.

Misi:

“Bank berkinerja unggul, mitra strategis dunia usaha, masyarakat dan andalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberi nilai tambah bagi stakeholder melalui pelayanan terpadu dan profesional.”

3.1.3 Bidang Usaha

PT. Bank DKI bergerak di bidang industri perbankan dan jasa keuangan.

3.1.4 Produk-produk

PT. Bank DKI memudahkan aktivitas bisnis nasabah dengan memberikan layanan perbankan dengan berbagai fasilitas yang dirancang oleh PT Bank DKI demi kepuasan nasabah.

3.1.4.1 Dana

1. Tabungan Monas

Tabungan Monas merupakan produk tabungan Bank DKI yang dapat digunakan untuk menyimpan dana sekaligus untuk aktivitas bertransaksi yang aman, mudah dan menguntungkan.

(4)

2. Tabungan Simpeda

Tabungan SIMPEDA merupakan tabungan Bank DKI yang juga dimiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia sebagai sarana untuk menyimpan dana secara aman, mudah, dan menguntungkan.

3. TabunganKU

Tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

4. Deposito

Simpanan dalam mata uang rupiah maupun valuta asing (valas) berdasarkan perjanjian yang disepakati sebelumnya antara bank dan nasabah mengenai jumlah nominal deposito, jangka waktu, suku bunga, mata uang dan syarat-syarat lainnya.

a. Deposito Berjangka

Simpanan dalam mata uang rupiah dengan jangka waktu: 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan dapat diperpanjang (Automic Roll Over) dengan tingkat suku bunga disesuaikan dengan jangka waktu deposito yang bersangkutan. Nasabah mendapatkan bunga deposito pada saat jatuh waktu penarikan atau pencairan.

b. Sertifikat Deposito/Demand Certificate Of Deposit

Simpanan berjangka dalam mata uang rupiah dengan waktu tertentu berdasarkan jangka waktu tertentu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dengan nominal tertentu yang penarikannya atas unjuk (tidak atas nama) sehingga dapat diperjual belikan kepada pihak ketiga. Nasabah mendapatkan bunga yang diperhitungkan di muka (bunga diskonto). c. Deposito On Call/Call Deposit

Simpanan dalam mata uang rupiah, dengan jangka waktu kurang dari 1 bulan. Pencairan pokok dan bunga deposito dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari nasabah deposan minimal 1 (satu) hari sebelumnya atau ditentukan lain. Nasabah mendapatkan bunga deposito pada saat jatuh waktu penarikan atau pencairan.

(5)

5. Giro

Simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

3.1.4.2 Kredit

1. Kredit Multi Guna

Kredit yang diperuntukan guna memenuhi kebutuhan nasabah yang memiliki penghasilan tetap untuk memberikan kenyamanan bagi nasabah dengan bunga menarik, proses mudah dan cepat. Fasilitas kredit multiguna diberikan kepada pegawai Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, BUMD dan BUMN, Perusahaan Swasta Nasional, dan Pemprov DKI Jakarta.

2. Kredit Purna Karya 3. KPR Griya Monas

Yaitu fasilitas kredit untuk pembelian unit hunian baru maupun hunian lama/bekas, berupa rumah tinggal, rumah susun, apartemen, rumah toko (ruko), rumah kantor (rukan), toko, kios, kantor, kanto (kantor toko). 4. KUMK Monas

a. Monas 25 b. Monas 75 c. Monas 500 5. Kredit Usaha Kecil

Kredit pembiayaan modal kerja usaha produktif untuk pengusaha kecil. 6. Kredit Modal Kerja

Kredit jangka pendek yang diberikan kepada usaha perorangan atau perusahaan, untuk membiayai kebutuhan modal bagi usahanya.

7. Kredit Investasi

Kredit jangka menengah atau jangka panjang untuk pembelian barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk pendirian proyek baru, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi proyek yang sudah ada meliputi :

(6)

a. Kredit Investasi Jangka Umum

Yang dibiayai adalah sektor perhubungan yaitu perhubungan darat, laut dan udara, sektor perhotelan baik pemerintah maupun swasta, sektor jasa lain seperti perbengkelan, telekomunikasi, dan lain-lain. b. Kredit Investasi Jasa Perhotelan

Untuk pembiayaan pembangunan gedung hotel berikut bangunan pelengkap lainnya.

8. Kredit Bangun Karya

Kredit yang ditujukan bagi kontraktor yang mendapatkan proyek-proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan persyaratan yang mudah dan fleksibel.

(7)

3.1.5 Struktur Organisasi

Sumber: www.bankdki.com

(8)

Sumber: Buku Pedoman Perkreditan – Kredit Mikro Bank DKI

Gambar 3.2 Struktur Organisasi Divisi Bisnis Kredit Mikro

Tugas dan tanggung jawab dari struktur organisasi PT. Bank DKI khusus divisi bisnis kredit mikro adalah sebagai berikut:

Pemimpin Divisi Kredit Mikro:

1. Secara struktur bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Grup Ritel. Membawahi langsung Sales and Distribution Manager, Relationship and Collection, Manager Risk Management and Reviewer Manager.

2. Bertanggung jawab terhadap pencapaian dan pertumbuhan portofolio micro banking yang sehat sebagai salah satu sumber bisnis bank.

3. Bertanggung jawab dan mengkoordinir semua aktivitas Team Micro Banking Kantor Pusat, di unit-unit Micro Banking maupun Area Micro Banking dalam menjaga kualitas kredit, maintenance debitur, restrukturisasi, collection serta litigasi yang dapat membantu pencapaian target kualitas kredit Micro Banking serta memonitor hasilnya.

4. Bertanggung jawab dalam mengkoordinir semua aktivitas yang meliputi layanan dan pengembangan kebijakan kredit serta produk micro banking.

(9)

5. Memonitor program-program yang berkaitan dengan sales and marketing serta aktivitas lainnya baik di Kantor Pusat maupun di unit-unit, Area Micro Banking termasuk memastikan ketersediaan infrastrukturnya. 6. Turut menjaga kualitas assets dan layanan micro banking

Sales and Distribution Manager

1. Bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Divisi Kredit Mikro (PDKM), Sales and Distribution Manager (SDM) membawahi langsung Sales Management Officer, Business Support Officer, Micro Area Head (MAH) dan unit-unit mikro dibawahnya.

2. Bertanggung jawab terhadap pencapaian dan pertumbuhan portofolio Micro Banking sebagai salah satu sumber bisnis.

3. Bertanggung jawab dalam koordinasi semua aktivitas Team Business Kantor Pusat serta Cabang/Capem, Area dan Unit dalam hal:

a. Pencapaian target Sales & Marketing, Maintenance and Collection serta memonitor hasilnya.

b. Memonitor program-program yang berkaitan dengan sales & marketing serta aktivitas lainnya termasuk memastikan ketersediaan infrastrukturnya

4. Bertanggung jawab dalam mengkoordinir semua aktivitas yang meliputi layanan dan pengembangan kebijakan dan produk micro banking

5. Turut menjaga kualitas assets dan layanan micro banking

Relationship and Collection Manager

1. Secara struktur berada langsung dibawah Pemimpin Divisi Kredit Mikro (PDKM), membawahi Relationship and Collection Officer serta jajaran dibawahnya. Melakukan koordinasi dengan Micro Area Head (MAH) dan unit-unit Mikro sehubungan dengan collection dan relationship dengan debitur.

2. Bertanggung jawab terhadap maintenance and collection debitur

3. Bertanggung jawab terhadap pemeliharaan Repayment Rate dan Non Performing Loan yang di harapkan.

(10)

5. Melakukan monitoring terhadap prestasi dan kinerja Area Collection Head (ACH) dan Relationship and Collection (RC) dalam organisasinya.

Risk Management and Reviewer Manager

1. Secara struktur berada langsung dibawah Divisi Kredit Mikro – Grup Ritel.

2. Merumuskan, membuat kebijakan Buku Pedoman Perkreditan – Kredit Mikro.

3. Menjalankan fungsi kontrol dan bertanggung jawab melakukan review kualitas portofolio kredit dan review proses penyaluran kredit untuk mengidentifikasi potensi risiko kredit, serta mengetahui kualitas portofolio kredit.

4. Merupakan pasangan dari tim bisnis dalam memutus kredit sesuai dengan wewenangnya.

5. Membawahi langsung Risk Management and Reviewer Officer.

6. Melakukan pembinaan terhadap Credit Reviewer, Area Credit Reviewer, Risk Management and Reviewer Officer.

Risk Management & Reviewer Officer

1. Secara struktur berada langsung dibawah Risk Management and Reviewer Manager.

2. Menjalankan fungsi kontrol dan bertanggung jawab melakukan review kualitas portofolio kredit dan review proses penyaluran kredit untuk mengidentifikasi potensi risiko kredit, serta mengetahui kualitas portofolio kredit.

3. Merupakan pasangan dari tim bisnis dalam memutus kredit sesuai dengan wewenangnya.

Sales Management Officer

1. Melakukan analisa marketing dan monitoring sales atas proses Sales Management dan Sales Management Audit (SMA) dengan tujuan meningkatan disiplin proses.

2. Membuat mekanisme monitoring produktivitas sales, membuat program peningkatan pencapaian sasaran penjualan, membuat program sales

(11)

refreshment, membuat program retention & appreciation program, membuat ketentuan branch grading dan benefit dengan tujuan terciptanya sustainable performance untuk mencapai pertumbuhan portofolio micro busniess.

3. Mempersiapkan anggaran, materi, jadwal, pelaksanaan dan pengawasan proses Sales Management Audit (SMA) dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas sales setiap personil Unit Mikro.

4. Membuat dan memberikan laporan secara periodik perihal kegiatan dan pencapaian hasil kerja atas tanggungjawabnya tersebut diatas.

Business Support Officer

1. Melakukan pembuatan prosedur operasi untuk segmen mikro dan melakukan improvement terhadap proses yang dapat mempercepat dan mengefektifkan proses operasional.

2. Melakukan identifikasi dan penyelesaian masalah yang timbul dalam proses di bisnis mikro.

3. Bertanggung jawab terhadap kebutuhan unit-unit Mikro seperti sarana dan prasarana, berkoordinasi dengan Grup Quality Assurance.

4. Mengelola Management Information System (MIS) untuk pelaporan monitoring performance.

3.2 Prosedur Pemberian Kredit

Alur proses pemberian kredit mikro di gambarkan pada lampiran 1, narasi proses pemberian kredit adalah sebagai berikut:

A. Prospek dan Seleksi Awal

1. Marketing melakukan prospek dan seleksi awal terhadap calon debitur. Pada tahap ini marketing harus memastikan bahwa aplikasi permohonan kredit telah diisi dan ditandatangani oleh debitur sebelum menyerahkan dokumen-dokumen tersebut kepada credit reviewer. Dokumen yang di persyaratkan terdiri dari (KTP yang mengajukan dan suami/istri, NPWP, Akta Nikah, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Usaha, dokumen agunan dan lain-lain).

(12)

2. Setelah itu credit reviewer akan melakukan pengecekan apakah aplikasi permohonan kredit telah di isi dan ditandatangani oleh debitur, begitu juga dengan kelengkapan dokumen yang diberikan oleh debitur.

3. Apabila besar kredit lebih besar dari kewenangan unit maka pemeriksaan oleh area credit reviewer diperlukan. Maka pengecekan apakah aplikasi permohonan kredit telah di isi dan ditandatangani oleh debitur, begitu juga dengan kelengkapan dokumen yang diberikan oleh debitur dilakukan juga oleh area credit reviewer. B. Underwriting dan Persetujuan

1. Credit reviewer melakukan pengecekan konsistensi dan kesesuaian terhadap kebijakan yang terdapat pada formulir aplikasi kredit dengan dokumen-dokumen yang diterima apakah telah sesuai dengan persyaratan/kebijakan yang terdapat pada Buku Pedoman Perkreditan Mikro.

2. Area credit reviewer juga akan melakukan pengecekan apakah semua

data-data yang diterima telah sesuai dengan Buku Pedoman Perkreditan Mikro. Hal ini terjadi jika besar kredit lebih besar dari kewenangan unit.

3. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi atas calon debitur yang dilakukan oleh Micro Unit Head, jika jumlah kredit lebih dari Rp. 25.000.000 maka akan dilakukan proses BI Checking terhadap debitur yang dilakukan oleh Admin. Kredit Cabang. Jika limit pengajuan kredit merupakan limit Micro Unit Head, maka verifikasi dilakukan oleh Micro Area Head.

4. Credit reviewer melakukan verifikasi atas usaha, tujuan kredit dan penghasilan debitur. Verifikasi diperlukan untuk mengecek kebenaran data-data yang disampaikan debitur di formulir aplikasi kredit dan membuat Laporan Kunjungan Debitur berdasarkan hasil verifikasi. Verifikasi usaha terdiri dari lokasi usaha, jenis usaha, lamanya usaha, aktivitas usaha, persediaan barang, perhitungan working investment, dan perputaran persediaan. Sedangkan verifikasi penghasilan debitur terdiri dari informasi keuangan debitur yang berfungsi untuk digunakan dalam analisa seperti analisa neraca sederhana, laba/rugi

(13)

sederhana debitur, repayment capacity, installment to dispossible income. Apabila besar kredit lebih besar dari kewenangan unit maka pemeriksaan juga dilakukan oleh area credit reviewer.

5. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi atas lain

6. Setelah dilakukan verifikasi maka akan dilakukan penilaian jaminan oleh credit reviewer namun khusus Monas 500 maka penilaian jaminan wajib dilakukan oleh credit reviewer dan area credit reviewer. Penilaian agunan harus sesuai dengan kondisi agunan pada saat dilakukan survey dan semua hasil survey wajib membubuhkan tanda tangan di kolom yang telah di sediakan pada Laporan Penilaian Agunan. Agunan dapat berupa tanah kosong, tanah dan bangunan, kendaraan roda 4 dan 6/ roda 2, kios/los/dasaran/lapak lainnya yang sejenis dan juga deposito yang ada pada Bank DKI.

7. Credit reviewer akan melakukan pengisian data berdasarkan

informasi yang keuangan yang di dapatkan dari debitur lalu dimasukan ke dalam sistem CAS (credit application system) lalu akan dilakukan analisa neraca sederhana, laba/rugi sederhana, repayment capacity, dan installment to dispossible income. Setelah dilakukan analisa tersebut maka credit reviewer akan melakukan scoring yang mencakup analisa keuangan (repayment capacity, current ratio, profitability ratio), analisa karakter, analisa manajemen, analisa kondisi lingkungan usaha, analisa fasilitas dan analisa agunan. Jika tingkat hasil scoring menunjukan high risk maka proses kredit tidak dapat dilanjutkan. Untuk produk Monas 500, harus analisa juga harus dilakukan oleh area credit reviewer.

8. Sebelum meneruskan proses persetujuan kredit kepada Micro Unit Head/Micro Area Head maka credit reviewer dan area credit reviewer wajib melakukan pemeriksaan dokumen kembali. Setelah itu Micro Unit Head/Micro Area Head wajib melakukan pengecekan karakter dan tujuan kredit debitur, jika sudah sesuai maka Micro Unit Head/Micro Area Head akan menandatangani Memorandum Analisa Kredit. Dengan begitu credit reviewer, area credit reviewer, dan Micro Unit Head/Micro Area Head bertanggung jawab terhadap seluruh informasi yang telah diverifikasi dan tercantum di dokumen

(14)

kredit beserta kelengkapan dokumen. Setelah itu akan dilakukan persetujuan kredit, persetujuan tersebut dilakukan oleh pejabat yang berwenang sesuai kewenangan, kemudian akan diterbitkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK).

Keputusan kredit segmen mikro harus disetujui oleh pemutus kredit berdasarkan hasil rekomendasi dari pemberi rekomendasi, yaitu: a. Plafond kredit Rp. 5.000.000 s/d Rp/ 50.000.000: maka credit

reviewer sebagai pemberi rekomendasi dan micro unit head sebagai pemutus kredit.

b. Plafond kredit Rp. 50.000.000 s/d Rp/ 100.000.000: maka area credit reviewer sebagai pemberi rekomendasi dan micro area head sebagai pemutus kredit.

c. Plafond kredit Rp. 100.000.000 s/d Rp/ 150.000.000: maka risk officer sebagai pemberi rekomendasi dan sales and distribution manager sebagai pemutus kredit.

d. Plafond kredit Rp. 150.000.000 s/d Rp/ 500.000.000: maka risk manager sebagai pemberi rekomendasi dan pemimpin divisi kredit mikro sebagai pemutus kredit.

C. Dokumentasi dan Pencairan Pembiayaan

1. Credit reviewer akan menyiapkan perjanjian akad kredit yang merupakan perikatan pinjam meminjam uang secara tertulis antara bank (sebagai kreditur) dengan pihak lain (sebagai debitur) yang mengatur hak dan kewajiban para pihak sebagai akibat adanya pinjam meminjam uang.

2. Setelah terjadinya persetujuan kredit maka dilakukanlah penandatanganan perjanjian kredit oleh micro unit head.

3. Dalam pencairan kredit, Credit Reviewer membuat Memorandum Pencairan Kredit (MPK) dan memastikan isi MPK sudah sesuai kelengkapan dokumen asli dan menandatangani MPK tersebut. Sebelum menandatangani MPK, micro unit head wajib memastikan MPK telah ditandatangani oleh Credit Reviewer dan sesuai dengan MPK serta kelengkapan dokumen kredit dan agunan. Setelah MPK ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, MUH menyampaikan

(15)

MPK dan seluruh file dokumen kredit asli kepada administrasi kredit cabang/capem.

4. Admin cabang/capem melakukan review apakah berkas dokumentasi kredit sudah lengkap atau belum, apabila sudah lengkap maka proses pencairan kredit bisa dijalankan sesuai prosedur produk dan admin cabang/capem menyimpan berkas jaminan.

5. Credit reviewer membuat rekap hasil realisasi per hari dan wajib melakukan rekonsiliasi hasil realisasi setiap hari berdasarkan informasi dari administrasi kredit cabang/capem.

(16)

Gambar

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Kantor Pusat PT. Bank DKI
Gambar 3.2 Struktur Organisasi Divisi Bisnis Kredit Mikro

Referensi

Dokumen terkait

ANALISIS ALOKASI DANA DESA DALAM FORMULASI ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA DAERAH KABUPATEN JEMBER TAHUN 2012 ; Agisma Dyah Fastari, 060910201079; 2013, 77 halaman;

Bagan Kerja Metode Winkler untuk Mengukur BOD5. (Suin, 2002) dihitung nilai

1) Penguatan UMKM ke depan hendaknya memberi perhatian pada perkuatan modal usaha, fasilitasi sarana dan prasarana, penyiapan pasar grosir.pusat pemasaran produk UMKM,

Selanjutnya beliau menjelaskan pengunaan software aplikasi e-SPI yang dapat digunakan untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan audit.. Dalam Praktikum Audit menggunakan

Apapun yang dicapai oleh koperasi mencerminkan pengelolaan usaha dari pengurus atau menunjukkan kinerja pengurus koperasi yang dinilai profesional dalam menjalankan

Dalam sebuah implementasi kebijakan, sumber daya manusia merupakan subyek dan objek suatu kebijakan. berdasarkan hasil penelitian, sesuai dengan pasal 6 ayat 1,

Table 5 shows that the Adjusted Odds ratios between underweight and normal weight and its predictors shows that it was not in fl uence by rural- urban area, while the older they

Istilah RPLBK ini bisa dikatakan hal yang baru karena dulu dikenal dengan istilah Satuan Kegiatan Layanan (SATLAN). RPLBK merupakan hal yang sangat dibutuhkan