BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Kar
Karsisinomnoma a rekrekti ti mermerupakupakan an tumtumor or ganaganas s terterbanbanyak yak di di antantara ara tumtumor or ganaganas s salsaluraurann cerna, lebih 60% tumor kolorektal berasal dari rektum. Salah satu pemicu kanker rektal adalah cerna, lebih 60% tumor kolorektal berasal dari rektum. Salah satu pemicu kanker rektal adalah masalah nutrisi dan kurang berolah raga. Kanker rektal merupakan salah satu jenis kanker masalah nutrisi dan kurang berolah raga. Kanker rektal merupakan salah satu jenis kanker yang tercatat sebagai penyaki
yang tercatat sebagai penyakit t yang paling mematikayang paling mematikan n di dunia. Kanker di dunia. Kanker rektarektal l adalah kanker adalah kanker yang menyerang kolon dan rektum. Namun, penyakit ini bukannya tidak dapat disembuhkan. yang menyerang kolon dan rektum. Namun, penyakit ini bukannya tidak dapat disembuhkan. Jika penderita telah terdeteksi secara dini, maka kemungkinan untuk sembuh bisa mencapai 50 Jika penderita telah terdeteksi secara dini, maka kemungkinan untuk sembuh bisa mencapai 50 persen.
persen.
Setiap !aktu, kanker ini bisa menyerang seseorang. "isikonya akan terus meningkat Setiap !aktu, kanker ini bisa menyerang seseorang. "isikonya akan terus meningkat seiring dengan penambahan usia. #ata dari $merika Serikat dan nggris memperlihatkan, seiring dengan penambahan usia. #ata dari $merika Serikat dan nggris memperlihatkan, orang yang berusia antara 60 sampai &0 tahun berisiko tiga kali lipat dari kelompok usia orang yang berusia antara 60 sampai &0 tahun berisiko tiga kali lipat dari kelompok usia lainnya. 'ereka yang memiliki ri!ayat peradangan saluran cerna seperti kolit usus kronis, lainnya. 'ereka yang memiliki ri!ayat peradangan saluran cerna seperti kolit usus kronis, tergolong berisiko tinggi untuk berkembang menjadi kanker
tergolong berisiko tinggi untuk berkembang menjadi kanker kolorektal. #emikian juga dengankolorektal. #emikian juga dengan mer
mereka eka yayang ng memmemiliiliki ki ri!ri!ayaayat t penypenyakit akit kankkanker er tertersebsebut, ut, risrisiko iko terterkena kena penypenyakit akit ini ini bisbisaa menyerang pada kelompok usia mana pun di ba!ah 60 tahun.
menyerang pada kelompok usia mana pun di ba!ah 60 tahun.
(mumnya penderita datang dalam stadium lanjut, seperti kebanyakan tumor ganas (mumnya penderita datang dalam stadium lanjut, seperti kebanyakan tumor ganas lainnya) *0% diagnosis karsinoma rekti dapat ditegakkan dengan colok dubur. Sampai saat ini lainnya) *0% diagnosis karsinoma rekti dapat ditegakkan dengan colok dubur. Sampai saat ini pembedahan adalah terapi pilihan untuk karsinoma rekti.
pembedahan adalah terapi pilihan untuk karsinoma rekti.+,,,+0+,,,+0
+ +
BAB II BAB II
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA
II.. DDEEFFIINNIISSI I DDAAN N AANNAATTOOMMII
-arsinoma "ekti adalah kanker yang terjadi pada rektum. "ektum terletak di anterior -arsinoma "ekti adalah kanker yang terjadi pada rektum. "ektum terletak di anterior sa
sakrkrum um dadan n cococcyccygegeus us papanjanjangngnynya a kikira ra kikira ra +5 +5 cmcm.. Rectosigmoid Rectosigmoid junctionjunction terlterletak etak padapada bagian akhir
bagian akhir mesocolon sigmoid. mesocolon sigmoid. agian sepertiga atasnya agian sepertiga atasnya hampir seluruhnya hampir seluruhnya dibungkus olehdibungkus oleh peritoneum. #i setengah bagian ba!ah rektum keseluruhannya adalah ektraperitoneal.
peritoneum. #i setengah bagian ba!ah rektum keseluruhannya adalah ektraperitoneal.+,,+,,
Kar
Karsinsinoma oma mermerupakupakan an suasuatu tu proproses ses pempembelbelahan ahan selsel/se/sel l prprolioli1er1erasiasi2 2 yayang ng titidak dak me
mengingikutkuti i atatururan an babaku ku prprololi1i1ererasasi i yayang ng teterdrdapaapat t dadalalam m tutububuh h pprorolili1e1erarasi si ababnornormamal2l2.. 3roli1erasi ini di bagi atas non/neoplastik dan neoplastik, non/neoplastik dibagi
3roli1erasi ini di bagi atas non/neoplastik dan neoplastik, non/neoplastik dibagi atas 4atas 4 a.
a. ipiperperplaslasia adalaia adalah h proproli1li1eraerasi sel yang berlesi sel yang berlebihbihan. al ini dapat norman. al ini dapat normal karenaal karena bertujuan untuk perbaikan dalam kondisi 1isiologis tertentu misalny
bertujuan untuk perbaikan dalam kondisi 1isiologis tertentu misalnya kehamilan.a kehamilan. b.
b. ipertro1i ipertro1i adalah adalah peningkatan peningkatan ukuran ukuran sel sel yang yang menghasilkan menghasilkan pembesaran pembesaran organorgan tanpa ada pertambahan jumlah sel.
tanpa ada pertambahan jumlah sel. c.
c. 'et'etaplaplasiasia a adaadalah perulah perubahbahan dari satu jenian dari satu jenis tipe sel yang membes tipe sel yang membelah menjlah menjadi tipadi tipee yang lain, biasanya dalam kelas yang sama tapi kurang terspesialisasi.
yang lain, biasanya dalam kelas yang sama tapi kurang terspesialisasi. d.
d. #ispl#isplasia adalasia adalah kelaiah kelainan perkemnan perkembangan selbangan selularular, produk, produksi dari ssi dari sel abnormel abnormal yangal yang mengi
mengiringi hiperplasringi hiperplasia ia dan dan metaplmetaplasia.asia.3eruba3erubahan han yang termasuk yang termasuk dalam hal dalam hal iniini terdiri dari bertambahnya mitosis, produksi dari sel abnormal pada jumlah besar terdiri dari bertambahnya mitosis, produksi dari sel abnormal pada jumlah besar dan tendensi untuk tidak teratur.
dan tendensi untuk tidak teratur.
BAB II BAB II
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA
II.. DDEEFFIINNIISSI I DDAAN N AANNAATTOOMMII
-arsinoma "ekti adalah kanker yang terjadi pada rektum. "ektum terletak di anterior -arsinoma "ekti adalah kanker yang terjadi pada rektum. "ektum terletak di anterior sa
sakrkrum um dadan n cococcyccygegeus us papanjanjangngnynya a kikira ra kikira ra +5 +5 cmcm.. Rectosigmoid Rectosigmoid junctionjunction terlterletak etak padapada bagian akhir
bagian akhir mesocolon sigmoid. mesocolon sigmoid. agian sepertiga atasnya agian sepertiga atasnya hampir seluruhnya hampir seluruhnya dibungkus olehdibungkus oleh peritoneum. #i setengah bagian ba!ah rektum keseluruhannya adalah ektraperitoneal.
peritoneum. #i setengah bagian ba!ah rektum keseluruhannya adalah ektraperitoneal.+,,+,,
Kar
Karsinsinoma oma mermerupakupakan an suasuatu tu proproses ses pempembelbelahan ahan selsel/se/sel l prprolioli1er1erasiasi2 2 yayang ng titidak dak me
mengingikutkuti i atatururan an babaku ku prprololi1i1ererasasi i yayang ng teterdrdapaapat t dadalalam m tutububuh h pprorolili1e1erarasi si ababnornormamal2l2.. 3roli1erasi ini di bagi atas non/neoplastik dan neoplastik, non/neoplastik dibagi
3roli1erasi ini di bagi atas non/neoplastik dan neoplastik, non/neoplastik dibagi atas 4atas 4 a.
a. ipiperperplaslasia adalaia adalah h proproli1li1eraerasi sel yang berlesi sel yang berlebihbihan. al ini dapat norman. al ini dapat normal karenaal karena bertujuan untuk perbaikan dalam kondisi 1isiologis tertentu misalny
bertujuan untuk perbaikan dalam kondisi 1isiologis tertentu misalnya kehamilan.a kehamilan. b.
b. ipertro1i ipertro1i adalah adalah peningkatan peningkatan ukuran ukuran sel sel yang yang menghasilkan menghasilkan pembesaran pembesaran organorgan tanpa ada pertambahan jumlah sel.
tanpa ada pertambahan jumlah sel. c.
c. 'et'etaplaplasiasia a adaadalah perulah perubahbahan dari satu jenian dari satu jenis tipe sel yang membes tipe sel yang membelah menjlah menjadi tipadi tipee yang lain, biasanya dalam kelas yang sama tapi kurang terspesialisasi.
yang lain, biasanya dalam kelas yang sama tapi kurang terspesialisasi. d.
d. #ispl#isplasia adalasia adalah kelaiah kelainan perkemnan perkembangan selbangan selularular, produk, produksi dari ssi dari sel abnormel abnormal yangal yang mengi
mengiringi hiperplasringi hiperplasia ia dan dan metaplmetaplasia.asia.3eruba3erubahan han yang termasuk yang termasuk dalam hal dalam hal iniini terdiri dari bertambahnya mitosis, produksi dari sel abnormal pada jumlah besar terdiri dari bertambahnya mitosis, produksi dari sel abnormal pada jumlah besar dan tendensi untuk tidak teratur.
dan tendensi untuk tidak teratur.
Secara anatomi rektum terbentang dari ertebre sakrum ke/ sampai garis anorektal. Secara anatomi rektum terbentang dari ertebre sakrum ke/ sampai garis anorektal. Secara 1ungsional dan endoskopik, rektum dibagi menjadi bagian ampula dan s1ingter. agian Secara 1ungsional dan endoskopik, rektum dibagi menjadi bagian ampula dan s1ingter. agian s1ingter disebut juga annulus hemoroidalis, dikelilingi oleh muskulus leator ani dan 1asia coli s1ingter disebut juga annulus hemoroidalis, dikelilingi oleh muskulus leator ani dan 1asia coli dari 1asia supra/ani. agian ampula terbentang dari sakrum ke/ ke di1ragma pelis pada dari 1asia supra/ani. agian ampula terbentang dari sakrum ke/ ke di1ragma pelis pada insersi muskulus leator ani. 3anjang rektum berkisar +0/+5 cm, dengan keliling +5 cm pada insersi muskulus leator ani. 3anjang rektum berkisar +0/+5 cm, dengan keliling +5 cm pada rectosigmoid
rectosigmoid junction junction dan 5 dan 5 cm cm padpada a bagbagian ampulian ampula a yanyang g terterlualuas. s. 3ad3ada a oraorang ng de!ade!asasa din
dindinding g rekrektum tum memmempunypunyai ai 7 7 laplapisaisan n 4 4 mukmukosaosa, , subsubmukmukosaosa, , musmuskulkulariaris s sisirkurkuler ler dandan longitudinal2, dan lapisan serosa.
longitudinal2, dan lapisan serosa.5,++5,++
Gambar 1 : Anatomi R!t"m Gambar 1 : Anatomi R!t"m
Gambar #: La$i%an &in&in' r!t"m
3erdarahan arteri daerah anorektum berasal dari arteri hemoroidalis superior, media, dan in1erior. $rteri hemoroidalis superior yang merupakan kelanjutan dari a. mesenterika in1erior, arteri ini bercabang kiri dan kanan. $rteri hemoroidalis merupakan cabang a. iliaka interna, arteri hemoroidalis in1erior cabang dari a. pudenda interna. 8ena hemoroidalis superior berasal dari ple9us hemoroidalis internus dan berjalan ke arah kranial ke dalam . 'esenterika in1erior dan seterusnya melalui . lienalis menuju . porta. 8ena ini tidak berkatup sehingga tekanan alam rongga perut menentukan tekanan di dalamnya. Karsinoma
rektum dapat menyebar sebagai embolus ena ke dalam hati. 8ena hemoroidalis in1erior mengalirkan darah ke . pudenda interna, . iliaka interna dan sistem ena kaa.
Gambar ( : Pmb")"* &ara* Artri &an +na $a&a r!t"m
3embuluh lim1e daerah anorektum membentuk pleksus halus yang mengalirkan isinya menuju kelenjar lim1e inguinal yang selanjutnya mengalir ke kelenjar lim1e iliaka. n1eksi dan tumor ganas pada daerah anorektal dapat mengakibatkan lim1adenopati inguinal. 3embuluh rekrum di atas garis anorektum berjalan seiring dengan . hemoroidalis seuperior dan melanjut ke kelenjar lim1e mesenterika in1erior dan aorta.
3ersara1an rektum terdiri atas sistem simpatik dan parasimpatik. Serabut simpatik berasal dari pleksus mesenterikus in1erior yang berasal dari lumbal , , dan 7, serabut ini
mengatur 1ungsi emisi air mani dan ejakulasi. Serabut parasimpatis berasal dari sakral , , dan 7, serabut ini mengatur 1ungsi ereksi penis, klitoris dengan mengatur aliran darah ke dalam jaringan.
#. ANGKA KEJADIAN
#i (S$ -a kolorektal merupakan kanker gastrointestinal yang paling sering terjadi dan nomor dua sebagai penyebab kematian di negara berkembang. :ahun 005, diperkirakan ada +75,*0 kasus baru kanker kolorektal di (S$, +07,*50 kasus terjadi di kolon dan 70,70 kasus di rektal. 3ada 56,00 kasus dilaporkan berhubungan dengan kematian, 7;.;00 kasus -a kolon dan &,600 kasus -a rectal. -a kolorektal merupakan ++ % dari kejadian kematian dari semua jenis kanker.+, 7
#iseluruh dunia dilaporkan lebih dari *70,000 kasus baru dan terjadi kematian pada hampir 500,000 kasus tiap tahunnya. <orld ealth =rgani>ation, 002. 'enurut data di "S
Kanker #harmais pada tahun +**5/00, kanker rektal menempati urutan keenam dari +0 jenis kanker dari pasien yang dira!at di sana. Kanker rektal tercatat sebagai penyakit yang paling mematikan di dunia selain jenis kanker lainnya. Namun, perkembangan teknologi dan juga adanya pendeteksian dini memungkinkan untuk disembuhkan sebesar 50 persen, bahkan bisa dicegah.+,,7
#ari selutruh pasien kanker rektal, *0% berumur lebih dari 50 tahun. anya 5% pasien berusia kurang dari 70 tahun. #i negara barat, laki ? laki memiliki insidensi terbanyak
mengidap kanker rektal dibanding !anita dengan rasio berariasi dari &4; / *45.+,
Gambar ,. -a r!ti
(. ETIOLOGI
3rice dan <ilson +**72 mengemukakan bah!a etiologi karsinoma rektum sama seperti kanker lainnya yang masih belum diketahui penyebabnya. @aktor predisposisi munculnya karsinoma rektum adalah polyposis 1amilial, de1isiensi munologi, Kolitis (lserati1a, dan Aranulomatosis. @aktor predisposisi penting lainnya yang mungkin berkaitan adalah kebiasaan makan. 'asyarakat yang dietnya rendah selulosa tapi tinggi protein he!ani dan lemak, memiliki insiden yang cukup tinggi.
urkitt +*;+2 yang dikutip oleh 3rice dan <ilson mengemukakan bah!a diet rendah serat, tinggi karbohidrat re1ined, mengakibatkan perubahan pada 1lora 1eces dan perubahan degradasi garam/garam empedu atau hasil pemecahan protein dan lemak, dimana sebagian dari >at/>at ini bersi1at karsinogenik. #iet rendah serat juga menyebabkan pemekatan >at yang berpotensi karsinogenik dalam 1eses yang berolume lebih kecil. Selain itu, masa transisi
1eses meningkat. $kibatnya kontak >at yang berpotensi karsinogenik dengan mukosa usus bertambah lama.
,. PATOFISIOLOGI KARSINOMA REKTUM
3ada mukosa rektum yang normal, sel/sel epitelnya akan mengalami regenerasi setiap 6 hari. 3ada keadaan patologis seperti adenoma terjadi perubahan genetik yang mengganggu proses di1erensiasi dan maturasi dari sel/sel tersebut yang dimulai dengan inaktiasi gen
adenomatous polyposis coli (APC) yang menyebabkan terjadinya replikasi tak terkontrol. 3eningkatan jumlah sel akibat replikasi tak terkontrol tersebut akan menyebabkan terjadinya mutasi yang akan mengaktiasi K/ras onkogen dan mutasi gen p5, hal ini akan mencegah terjadinya apoptosis dan memperpanjang hidup sel.
Gambar . Pato/i%io)o'i Kar%inoma R!t"m
. FAKTOR RESIKO
.1. I&io$at*i0 In/)ammator Bo2) Di%a% .1.1. U)%rati/ Ko)iti%
(lserati1 kolitis merupakan 1aktor risiko yang jelas untuk kanker kolon sekitar +% dari pasien yang memiliki ri!ayat kronik ulserati1 kolitis. "isiko perkembangan kanker pada pasien ini berbanding terbalik pada usia terkena kolitis dan berbanding lurus dengan keterlibatan dan keakti1an dari ulserati1 kolitis. "isiko kumulati1 adalah % pada +0 tahun, &% pada 0 tahun, dan +&% pada 0 tahun. 3endekatan yang direkomendasikan untuk seseorang
dengan risiko tinggi dari kanker kolorektal pada ulserati1 kolitis dengan mengunakan kolonoskopi untuk menentukan kebutuhan akan total proktokolektomi pada pasien dengan kolitis yang durasinya lebih dari & tahun. Strategi yang digunakan berdasarkan asumsi bah!a lesi displasia bisa dideteksi sebelum terbentuknya inasi1 kanker. Sebuah studi prospekti1 menyimpulkan bah!a kolektomi yang dilakukan dengan segera sangat esensial untuk semua pasien yang didiagnosa dengan displasia yang berhubungan dengan massa atau lesi, yang paling penting dari analisa mendemonstrasikan bah!a diagnosis displasia tidak
menyingkirkan adanya inasi1 kanker. #iagnosis dari displasia mempunyai masalah tersendiri pada pengumpulan sampling spesimen dan ariasi perbedaan pendapat antara para ahli patologi anatomi.+
.1.#. Pna!it -ro*n3%
3asien yang menderita penyakit crohnBs mempunyai risiko tinggi untuk menderita kanker kolorektal tetapi masih kurang jika dibandingkan dengan ulserati1 kolitis. Keseluruhan insiden dari kanker yang muncul pada penyakit crohnBs sekitar 0%. 3asien dengan striktur kolon mempunyai insiden yang tinggi dari adenokarsinoma pada tempat yang terjadi 1ibrosis. $denokarsinoma meningkat pada tempat strikturoplasty menjadikan sebuah biopsy dari dinding intestinal harus dilakukan pada saat melakukan strikturoplasty. :elah dilaporkan juga bah!a sCuamous sel kanker dan adenokarsinoma meningkat pada 1istula kronik pasien dengan
crohnBs disease.+7
Gambar 4. -ro*n3% Di%a%
.#. Fa!tor Gnti!
.#.1. Ri2aat K)"ar'a
Sekitar +5% dari seluruh kanker kolon muncul pada pasien dengan ri!ayat kanker kolorektal pada keluarga terdekat. Seseorang dengan keluarga terdekat yang mempunyai kanker kolorektal mempunyai kemungkinan untuk menderita kanker kolorektal dua kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan seseorang yang tidak memiliki ri!ayat kanker kolorektal pada keluarganya.+
.#.1. Hr&itr Kan!r Ko)or!ta)
$bnormalitas genetik terlihat mampu memediasi progresi dari normal menuju mukosa kolon yang maligna. Sekitar setengah dari seluruh karsinoma dan adenokarsinoma yang besar berhubungan dengan mutasi. Dangkah yang paling penting dalam menegakkan diagnosa dari sindrom kanker herediter yaitu ri!ayat kanker pada keluarga. 'utasi sangat jarang terlihat pada adenoma yang lebih kecil dari + cm. $llelic deletion dari +;p ditunjukkan pada E dari
seluruh kanker kolon, dan deletion dari 5C ditunjukkan lebih dari +F dari karsinoma kolon dan adenoma yang besar. #ua sindrom yang utama dan beberapa arian yang utama dari sindrom ini menyebabkan kanker kolorektal telah dikenali karakternya. #ua sindrom ini, dimana mempunyai predisposisi menuju kanker kolorektal memiliki mekanisme yang berbeda, yaitu 1amilial adenomatous polyposis @$32 dan hereditary non polyposis colorectal
cancer N3--2.+
.#.1. FAP Fami)ia) A&nomato"% Po)$o%i%5
Aen yang bertanggung ja!ab untuk @$3 yaitu gen $3-, yang berlokasi pada kromosom 5C+. $danya de1ek pada $3- tumor supresor gen dapat menggiring kepada kemungkinan pembentukan kanker kolorektal pada umur 70 sampai 50 tahun. 3ada @$3 yang
telah berlangsung cukup lama, didapatkan polip yang sangat banyak untuk dapat dilakukannya kolonoskopi polipektomi yang aman dan adekuat) ketika hal ini terjadi, direkomendasikan untuk melakukan prophylactic subtotal colectomy diikuti dengan endoskopi pada bagian yang tersisa. dealnya prophylactic colectomy harus ditunda kecuali terdapat terlalu banyak polip yang dapat ditangani dengan aman. 3rosedur pembedahan elekti1 harus sedapat mungkin dihindari ketika memungkinkan. Screening untuk polip harus dimulai pada saat usia muda. 3asien dengan @$3 yang diberi 700 mg celeco9ib, dua kali sehari selama enam bulan mengurangi rata rata jumlah polip sebesar &%. :umor lain yang mungkin muncul pada sindrom @$3 adalah karsinoma papillary thyroid, sarcoma, hepatoblastomas, pancreatic carcinomas, dan medulloblastomas otak. 8arian dari @$3 termasuk gardnerBs syndrom dan turcotBs syndrom.+,+5
Gambar 4. Fami)ia) A&nomato"% Po)$o%i% 6 Ko)iti% U)%rati/a
.#.,. HNP-- 7Hr&itar Non Po)$o%i% -o)or0ta) -an0r5
3ola autosomal dominan dari N3-- termasuk lynchBs sindrom dan . Aenerasi multipel yang dipengaruhi dengan kanker kolorektal muncul pada umur yang muda G75 tahun2, dengan predominan lokasi kanker pada kolon kanan. $bnormalitas genetik ini terdapat pada mekanisme mismatch repair yang bertanggung ja!ab pada de1ek eksisi dari abnormal
repeating seCuences dari #N$, yang dikenal sebagai mikrosatellite mikrosatellite instability2. "etensi dari sCuences ini mengakibatkan ekspresi dari phenotype mutator, yang dikarakteristikkan oleh 1rekuensi #N$ replikasi error "H"I phenotype2, dimana predisposisi tersebut mengakibatkan seseorang memiliki multitude dari malignansi primer. 3asien dengan N3-- mungkin juga memiliki adenoma sebaceous, carcinoma sebaceous, dan multipel keratocanthoma, :ermasuk kanker dari endometrium, oarium, kandung kemih, ureter, lambung dan traktus biliaris. Jika dibandingkan dengan sporadic kanker kolorektal, tumor pada N3-- seringkali poorly di11erentiated, dengan gambaran mucoid dan signet/cell,
reaksi yang mirip crohnBs nodul lymphoid, germinal centers, yang berlokasi pada peri1er in1litrasi kanker kolorektal2, kehadiran in1iltrasi lymphocytes diantara tumor. Karsinogenesis yang terakselerasi muncul pada N3--, pada keadaan ini adenoma kolon yang berukuran kecil dapat menjadi karsinoma dalam / tahun, bila dibandingkan dengan proses pada rata/ rata kanker kolorektal yang membutuhkan !aktu &/+0 tahun.
3asien dengan N3-- mempunyai kecenderungan untuk menderita kanker kolorektal pada umur yang sangat muda, dan screening harus dimulai pada umur 0 tahun atau lebih dini 5 tahun dari umur anggota keluarga yang pertama kali terdiagnosa kanker kolorektal yang berhubungan N3--. $ngka rata/rata pasien dengan N3-- yang didiagnosa menderita kanker kolorektal pada umur 77 tahun, dibandingkan dengan pasien kontrol yang menderita
kanker kolorektal pada umur 6& tahun. 3rognosis dari pasien N3-- terlihat lebih baik daripada pasien dengan sporadic kanker kolon. #ari penelitian menunjukkan bah!a pasien dengan N3-- kurang mendapat man1aat dari adjuant kemoterapi berdasarkan kombinasi 1luorourasil daripada pasien tanpa kelainan ini. +,+5
.(. Dit
'asyarakat yang diet tinggi lemak, tinggi kalori, daging dan diet rendah serat berkemungkinan besar untuk menderita kanker kolorektal pada kebanyakan penelitian, meskipun terdapat juga penelitian yang tidak menunjukkan adanya hubungan antara serat dan kanker kolorektal. $da dua hipotesis yang menjelaskan mekanisme hubungan antara diet dan resiko kanker kolorektal. :eori pertama adalah pengakumulasian bukti epidemiologi untuk asosiasi antara resistensi insulin dengan adenoma dan kanker kolorektal. 'ekanismenya adalah menkonsumsi diet yang berenergi tinggi mengakibatkan perkembangan resistensi insulin diikuti dengan peningkatan leel insulin, trigliserida dan asam lemak tak jenuh pada sirkulasi. @aktor sirkulasi ini mengarah pada sel epitel kolon untuk menstimulus proli1erasi dan juga memperlihatkan interaksi oksigen reakti1. 3emaparan jangka panjang hal tersebut dapat meningkatkan pembentukan kanker kolorektal. ipotesis kedua adalah identi1ikasi berkelanjutan dari agen yang secara signi1ikan menghambat karsinogenesis kolon secara e9perimental. #ari pengamatan tersebut dapat disimpulkan mekanismenya, yaitu hilangnya 1ungsi pertahanan lokal epitel disebabkan kegagalan di1erensiasi dari daerah yang lemah akibat terpapar toksin yang tak dapat dikenali dan adanya respon in1lamasi 1okal, karakteristik ini didapat dari bukti terakti1asinya en>im -=/ dan stres oksidati1 dengan lepasnya mediator oksigen reakti1. asil dari proli1erasi 1okal dan mutagenesis dapat meningkatkan
resiko terjadinya adenoma dan aberrant crypt 1oci. 3roses ini dapat dihambat dengan a2 demulsi yang dapat memperbaiki permukaan lumen kolon) b2 agen anti/in1lamasi) atau c2 anti/oksidan. Kedua mekanisme tersebut, misalnya resistensi insulin yang berperan melalui tubuh dan kegagalan pertahanan 1okal epitel yang berperan secara lokal, dapat menjelaskan hubungan antara diet dan resiko kanker kolorektal.+,+6
.,. Gaa Hi&"$
3ria dan !anita yang merokok kurang dari 0 tahun mempunyai risiko tiga kali untuk memiliki adenokarsinoma yang kecil, tapi tidak untuk yang besar. Sedangkan merokok lebih dari 0 tahun berhubungan dengan risiko dua setengah kali untuk menderita adenoma yang berukuran besar.
#iperkirakan 5000/;000 kematian karena kanker kolorektal di $merika dihubungkan dengan pemakaian rokok. 3emakaian alkohol juga menunjukkan hubungan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal.
3ada berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan antara akti1itas, obesitas dan asupan energi dengan kanker kolorektal. 3ada percobaan terhadap he!an, pembatasan asupan energi telah menurunkan perkembangan dari kanker. nteraksi antara obesitas dan akti1itas 1isik menunjukkan penekanan pada akti1itas prostaglandin intestinal, yang berhubungan dengan risiko kanker kolorektal. :he Nurses ealth Study telah menunjukkan hubungan yang berkebalikan antara akti1itas 1isik dengan terjadinya adenoma, yang dapat diartikan bah!a penurunan akti1itas 1isik akan meningkatkan risiko terjadinya adenoma.
.. U%ia
3roporsi dari semua kanker pada orang usia lanjut 65 thn2 pria dan !anita adalah 6+% dan 56%. @rekuensi kanker pada pria berusia lanjut hampir ; kali +5& per +00.000 orang per tahun2 dan pada !anita berusia lanjut sekitar 7 kali ++* per +00.000 orang per tahun2 bila dibandingkan dengan orang yang berusia lebih muda 0/67 thn2. Sekitar setengah dari kanker yang terdiagnosa pada pria yang berusia lanjut adalah kanker prostat 75+ per +00.0002, kanker paru/paru ++& per +00.0002 dan kanker kolon +;6 per +00.0002. Sekitar 7&% kanker yang terdiagnosa pada !anita yang berusia lanjut adalah kanker payudara 7& per +00.0002, kanker kolon + per +00.0002, kanker paru paru ++& per +00.0002 dan kanker
lambung ;5 per +00.0002.
(sia merupakan 1aktor paling relean yang mempengaruhi risiko kanker kolorektal pada sebagian besar populasi. "isiko dari kanker kolorektal meningkat bersamaan dengan usia, terutama pada pria dan !anita berusia 50 tahun atau lebih, dan hanya % dari kanker kolorektal muncul pada orang dengan usia diba!ah 70 tahun. Dima puluh lima persen kanker terdapat pada usia 65 tahun, angka insiden +* per +00.000 populasi yang berumur kurang dari 65 tahun, dan ; per +00.000 pada orang yang berusia lebih dari 65 tahun.+
#i $merika seseorang mempunyai risiko untuk terkena kanker kolorektal sebesar 5%. Sedangkan kelompok terbesar dengan peningkatan risiko kanker kolorektal adalah pada usia diatas 70 tahun. Seseorang dengan usia diba!ah empat puluh tahun hanya memiliki kemungkinan menderita kanker kolorektal kurang dari +0%. #ari tahun 000/00, rata/rata usia saat terdiagnosa menderita kanker kolorektal pada usia ;+ tahun. nsidensi berdasarkan usia diba!ah 0 tahun sebesar 0,0%, 0/7 tahun sebesar 0,*%, 5/77 tahun sebesar ,5%,
75/57 tahun sebesar +0,*%, 55/67 tahun sebesar +;,6%, 65/;7 tahun sebesar 5,*%, ;5/&7 tahun sebesar &,&%, dan L &5 sebesar +,%.+;
4. MANIFESTASI KLINIK 4.1. Hi%to)o'i
istologi merupakan suatu 1aktor penting dalam hal etiologi, penanganan dan prognosis dari kanker. Secara mikroskopis kanker kolorektal mempunyai derajat di11erensiasi yang berbeda/beda, tidak hanya dari tumor yang satu dengan tumor yang lain tetapi juga dari area ke area pada tumor yang sama, mereka cenderung mempunyai mor1ologi yang heterogen. Aambaran histopatologis yang paling sering dijumpai adalah tipe adenocarcinoma *0/*5%2, adenocarcinoma mucinous +;%2, signet ring cell carcinoma /7%2, dan sarcoma 0,+/%2.
3ada penelitian mengenai gambaran histologi kanker kolorektal dari tahun +**&/00+ di $merika Serikat yang melibatkan 5.60 kasus kanker kolorektal. #idapatkan gambaran histopatologis dari kanker kolorektal sebesar *6% berupa adenocarcinoma, % karsinoma lainnya termasuk karsinoid tumor2, 0,7% epidermoid carcinoma, dan 0,0&% berupa sarcoma. 3roporsi dari epidermoid carcinoma, mucinous carcinoma dan carcinoid tumor banyak diketemukan pada !anita. Secara keseluruhan, didapatkan suatu pola hubungan antara tipe histopatologis, derajat di11erensiasi dan stadium dari kanker kolorektal. $denocarcinoma sering ditemukan dengan derajat di11erensiasi sedang dan belum bermetastase pada saat terdiagnosa, signet ring cell carcinoma banyak ditemukan dengan derajat di11erensiasi buruk dan telah bermetastase jauh pada saat terdiagnosa, lain pula pada carcinoid tumor dan sarcoma yang sering dengan derajat di11erensiasi buruk dan belum bermetastase pada saat terdiagnosa,
sedangkan small cell carcinoma tidak memiliki derajat di11erensiasi dan sering sudah bermetastase jauh pada saat terdiagnosa.
#ari 0+ kasus kanker kolorektal periode +**7/00 di "S Kanker #harmais "SK#2 didapatkan bah!a tipe histopatologis yang paling sering dijumpai adalah adenocarcinoma Mdi1erensiasi baik 7& ,&&%2, sedang ;& &,&0%2, buruk 75 ,*%2, dan yang jarang adalah musinosum +* *,75%2 dan signet ring cell carcinoma ++ 5,7;%2. Jika dari hasil penelitian di "SK# didapatkan bah!a 1rekuensi terbanyak adalah adenocarcinoma dengan
derajat di11erensiasi sedang &,&0%2, maka lain halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Soeripto et al di Jogjakarta pada tahun 00+ yang mendapati 1rekuensi derajat di11erensiasi kanker kolorektal banyak didominasi oleh derajat di11erensiasi baik. 3erbedaan pola demogra1ik dan klinis yang berhubungan dengan tipe histopatologis akan sangat
membantu untuk studi epidemiologi, laboratorium dan klinis di masa yang akan datang.+,+6
4.#. G8a)a K)ini%
:anda dan gejala yang mungkin muncul pada kanker rektal antara lain ialah 4+,,5,;,&,+
• 3erubahan pada kebiasaan $ atau adanya darah pada 1eses, baik itu darah segar
maupun yang ber!arna hitam.
• #iare, konstipasi atau merasa bah!a isi perut tidak benar benar kosong saat $ • @eses yang lebih kecil dari biasanya
• Keluhan tidak nyama pada perut seperti sering 1latus, kembung, rasa penuh pada perut
atau nyeri
• 3enurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya • 'ual dan muntah,
• "asa letih dan lesu
• 3ada tahap lanjut dapat muncul gejala pada traktus urinarius dan nyeri pada daerah
gluteus.
4.(. Mta%ta%
'etastase ke kelenjar lim1a regional ditemukan pada 70/;0% kasus pada saat direseksi. nasi ke pembuluh darah ena ditemukan pada lebih 60% kasus. 'etastase sering ke hepar, caum peritoneum, paru/paru, diikuti kelenjar adrenal, oarium dan tulang. 'etastase ke otak sangat jarang, dikarenakan jalur lim1atik dan ena dari rektum menuju ena caa in1erior, maka metastase kanker rektum lebih sering muncul pertama kali di paru/paru. erbeda dengan kolon dimana jalur lim1atik dan ena menuju ena porta, maka metastase kanker kolon pertama kali paling sering di hepar.++
9. DIAGNOSIS DAN STAGING 9.1. Dia'no%i%
$da beberapa tes pada daerah rektum dan kolon untuk mendeteksi kanker rektal, diantaranya ialah 4 +,,5,;,&,*,+
+2 3emeriksaan darah lengkap, pemeriksaan -H$ -arcinoma Hmbrionik $ntigen2 dan (ji
faecal occult blood test @=:2 untuk melihat perdarahan di jaringan
2 Digital rectal examination (DRE) dapat digunakan sebagai pemeriksaan skrining a!al.
Kurang lebih ;5 % karsinoma rektum dapat dipalpasi pada pemeriksaan rektal, pemeriksaan digital akan mengenali tumor yang terletak sekitar +0 cm dari rektum,
tumor akan teraba keras dan menggaung.
Gambar 9. Pmri!%aan 0o)o! &"b"r $a&a -a R!ti
$da gambaran khas dari pemeriksaan colok dubur, yaitu indurasi dan adanya suatu penonjolan tepi, dapat berupa 4
a. suatu pertumbuhan a!al yang teraba sebagai indurasi seperti cakram yaitu suatu plateau kecil dengan permukaan yang licin dan berbatas tegas.
b. suatu pertumbuhan tonjolan yang rapuh, biasanya lebih lunak, tetapi umumnya mempunyai beberapa daerah indurasi dan ulserasi
c. suatu bentuk khas dari ulkus maligna dengan tepi noduler yang menonjol dengan suatu kubah yang dalam bentuk ini paling sering2
d. suatu bentuk karsinoma anular yang teraba sebagai pertumbuhan bentuk cincin
3ada pemeriksaan colok dubur ini yang harus dinilai adalah4
a. Keadaan tumor4 ekstensi lesi pada dinding rektum serta letak bagian terendah terhadap cincin anorektal, ceri9 uteri, bagian atas kelenjar prostat atau ujung os coccygis. 3ada penderita perempuan sebaiknya juga dilakukan palpasi melalui agina untuk mengetahui apakah mukosa agina di atas tumor tersebut licin dan dapat digerakkan atau apakah ada perlekatan dan ulserasi, juga untuk menilai batas atas dari lesi anular. 3enilaian batas atas ini tidak dapat dilakukan dengan pemeriksaan colok dubur.
b. 'obilitas tumor4 hal ini sangat penting untuk mengetahui prospek terapi pembedahan. Desi yang sangat dini biasanya masih dapat digerakkan pada lapisan otot dinding rektum. 3ada lesi yang sudah mengalami ulserasi lebih dalam umumnya terjadi perlekatan dan 1iksasi karena penetrasi atau perlekatan ke struktur ekstrarektal seperti kelenjar prostat, buli/buli, dinding posterior agina atau dinding anterior uterus.
c. Hkstensi penjalaran yang diukur dari besar ukuran tumor dan karakteristik pertumbuhan primer dan sebagian lagi dari mobilitas atau 1iksasi lesi.
2 #apat pula dengan arium Hnema,. yaitu -airan yang mengandung barium dimasukkan
melalui rektum kemudian dilakukan seri 1oto 9/rays pada traktus gastrointestinal ba!ah.
O Gambar . Foto Ront'n &n'an Bari"m Enma
72 Sigmoidoscopy, yaitu sebuah prosedur untuk melihat bagian dalam rektum dan sigmoid
apakah terdapat polip kakner atau kelainan lainnya. $lat sigmoidoscope dimasukkan melalui rektum sampai kolon sigmoid, polip atau sampel jaringan dapat diambil untuk biopsi.
Gambar ;. Si'moi&o%!o$i
52 -olonoscopy yaitu sebuah prosedur untuk melihat bagian dalam rektum dan sigmoid
apakah terdapat polip kanker atau kelainan lainnya. $lat colonoscope dimasukkan melalui rektum sampai kolon sigmoid, polip atau sampel jaringan dapat diambil untuk biopsi.
62 iopsi. Jika ditemuka tumor dari salah satu pemeriksaan diatas, biopsi harus dilakukan.
Secara patologi anatomi, adenocarcinoma merupakan jenis yang paling sering yaitu sekitar *0 sampai *5% dari kanker usus besar. Jenis lainnya ialah karsinoma sel skuamosa, carcinoid tumors, adenosquamous carcinomas, dan undifferentiated tumors+,
9.#. Sta'in'
!"e American #oint Committee on Cancer (A#CC) memperkenalkan !$% staging system, yang menempatkan kanker menjadi satu dalam 7 stadium Stadium /82.+,,5
+. Stadium 0
3ada stadium 0, kanker ditemukan hanya pada bagian paling dalam rektum.yaitu pada mukosa saja. #isebut juga carcinoma in situ
. Stadium
3ada stadium , kanker telah menyebar menembus mukosa sampai lapisan muskularis dan melibatkan bagian dalam dinding rektum tapi tidak menyebar kebagian terluar dinding rektum ataupun keluar dari rektum. #isebut juga Du&es A rectal cancer
. Stadium
3ada stadium , kanker telah menyebar keluar rektum kejaringan terdekat namun tidak menyebar ke lim1onodi. #isebut juga Du&es ' rectal cancer .
7. Stadium
3ada stadium , kanker telah menyebar ke lim1onodi terdekat, tapi tidak menyebar kebagian tubuh lainnya. #isebut juga Du&es C rectal cancer .
5. Stadium 8
3ada stadium 8, kanker telah menyebar kebagian lain tubuh seperti hati, paru, atau oarium. #isebut juga Du&es D rectal cancer
Gambar 9. Sta&i"m -a R0ti I<I+
:abel +. -: Staging System 1or "ectal -ancerP
Sta&i"m D%!ri$%i
:+ 'assa polypoid ntraluminal) tidak ada penebalan pada dinding rectum : 3enebalan dinding rectum L6 mm) tidak ada perluasan ke perirectal :a 3enebalan dinding rectum dan inasi ke otot dan organ yang berdekatan. :b 3enebalan dinding rectum dan inasi ke pelic atau dinding abdominal :7 'etastasis jauh, biasanya ke lier atau adrenal
P'odi1ied 1rom :hoeni "adiology, +*&+2
:abel . :N'F'odi1ied #ukes -lassi1ication SystemP
TNM Sta&i"m
Mo&i/i& D"!% Sta&i"m
D%!ri$%i
:+ N0 '0 $ :umor terbatas pada submucosa
: N0 '0 + :umor terbatas pada muscularis propria
: N0 '0 3enyebaran transmural
: N+ '0 -+ :, pembesaran kelenjar mesenteric : N+ '0 - :, pembesaran kelenjar mesenteric
:7 - 3enyebaran ke organ yang berdekatan
$ny :, '+ # 'etastasis jauh
P'odi1ied 1rom the $merican Joint -ommittee on -ancer +**;2
. PENATALAKSANAAN
erbagai jenis terapi tersedia untuk pasien kanker rektal. eberapa adalah terapi standar dan beberapa lagi masih diuji dalam penelitian klinis. :iga terapi standar untuk kanker rektal yang digunakan antara lain ialah 4
.1. Pmb&a*an
3embedahan merupakan terapi yang paling la>im digunakan terutama untuk stadium dan kanker rektal, bahkan pada pasien suspek dalam stadium juga dilakukan pembedahan. 'eskipun begitu, karena kemajuan ilmu dalam metode penentuan stadium kanker, banyak pasien kanker rektal dilakukan presurgical treatment dengan radiasi dan kemoterapi. 3enggunaan kemoterapi sebelum pembedahan dikenal sebagai neoadjuant c"emot"erapy, dan pada kanker rektal, neoadjuant c"emot"erapy digunakan terutama pada stadium dan . 3ada pasien lainnya yang hanya dilakukan pembedahan, meskipun sebagian besar jaringan kanker sudah diangkat saat operasi, beberapa pasien masih
membutuhkan kemoterapi atau radiasi setelah pembedahan untuk membunuh sel kanker yang tertinggal. ,;
:ipe pembedahan yang dipakai antara lain 4+,,*
• Hksisi lokal 4 jika kanker ditemukan pada stadium paling dini, tumor dapat dihilangkan
tanpa tanpa melakukan pembedahan le!at abdomen. Jika kanker ditemukan dalam bentuk polip, operasinya dinamakan polypectomy.
• "eseksi4 jika kanker lebih besar, dilakukan reseksi rektum lalu dilakukan anastomosis.
Jiga dilakukan pengambilan lim1onodi disekitan rektum lalu diidenti1ikasi apakah lim1onodi tersebut juga mengandung sel kanker.
Gambar . R%!%i &an Ana%tomo%i% Gambar ;. R%!%i &an Ko)o%tomi
3engangkatan kanker rektum biasanya dilakukan dengan reseksi abdominoperianal, termasuk pengangkatan seluruh rectum, mesorektum dan bagian dari otot leator ani dan
dubur. 3rosedur ini merupakan pengobatan yang e1ekti1 namun mengharuskan pembuatan kolostomi permanen.
"ektum terbagi atas bagian yaitu +F atas, tengah dan ba!ah. Kanker yang berada di lokasi +F atas dan tengah 5 sFd +5 cm dari garis dentate 2 dapat dilakukan Q restoratie anterior resectionQ kanker +F distal rectum merupakan masalah pelik. Jarak antara pinggir ba!ah tumor dan garis dentate merupakan 1aktor yang sangat penting untuk menentukan jenis
operasi.
Aoligher dkk berdasarkan pengalamannya menyatakan bah!a kegagalan operasi QDo! anterior resection Q akan terjadi pada kanker rectum dengan jarak ba!ah rectum normal cm. $ngka 5 cm telah diterima sebagai jarak keberhasilan terapi. asil penelitian yang dilakukan oleh enara dkk pada 7 kasus menyimpulkan bah!a jarak lebih dari cm dari garis dentate aman untuk dilakukan operasi Q "estoratie resectionQ. Q-olonal anastomosisQ diilhami oleh hasil operasi "aitch dan Sabiston yang dilakukan pada kasus kolitis ulserati1. =perasi ini dapat diterapkan pada kanker rectum letak ba!ah, dimana teknik stapler tidak dapat dipergunakan. Docal e9cision dapat diterapkan untuk mengobati kanker rectum dini yang terbukti belum memperlihatkan tanda/tanda metastasis ke kelenjar getah bening. =perasi ini dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan yaitu transanal, transpinchteric atau transsacral. 3endekatan transpinshter dan transacral memungkinkan untuk dapat mengamati kelenjar mesorectal untuk mendeteksi kemungkinan telah terjadi metastasis. Sedang pendekatan transanal memiliki kekurangan untuk mengamati keterlibatan kelenjar pararektal.
3ada tumor rektum sepertiga tengah dilakukan reseksi dengan mempertahankan s1ingter anus, sedangkan pada tumor sepertiga distal dilakukan amputasi rektum melalui reseksi abdominoperineal Ruenu/'iles. 3ada operasi ini anus turut dikeluarkan.
3ada pembedahan abdominoperineal menurut Ruenu/'iles, rektum dan sigmoid dengan mesosigmoid dilepaskan, termasuk kelenjar lim1 pararektum dan retroperitoneal sampai kelenjar lim1 retroperitoneal. Kemudian melalui insisi perineal anus dieksisi dan dikeluarkan seluruhnya dengan rektum melalui abdomen.
"eseksi anterior rendah pada rektum dilakukan melalui laparotomi dengan menggunakan alat stapler untuk membuat anastomosis kolorektal atau koloanal rendah.
Hksisi lokal melalui rektoskop dapat dilakukan pada karsinoma terbatas. Seleksi penderita harus dilakukan dengan teliti, antara lain dengan menggunakan endoskopi ultrasonogra1ik untuk menentukan tingkat penyebaran di dalam dinding rektum clan adanya kelenjar ganas pararektal.
ndikasi dan kontra indikasi eksisi lokal kanker rectum +. ndikasi
• :umor bebas, berada & cm dari garis dentate
• :+ atau : yang dipastikan dengan pemeriksaan ultrasound
• :ermasuk !ell/di11rentiated atau moderately !ell di11rentiated secara histologi • (kuran kurang dari /7 cm
. Kontraindikasi
• :umor tidak jelas
• :ermasuk : yang dipastikan dengan ultrasound • :ermasuk 3oorly di11rentiated secara histologi
;.#. Ra&ia%i
Sebagai mana telah disebutkan, untuk banyak kasus stadium dan lanjut, radiasi dapat menyusutkan ukuran tumor sebelum dilakukan pembedahan. 3eran lain radioterapi adalah sebagai sebagai terapi tambahan untuk pembedahan pada kasus tumor lokal yang sudah
diangkat melaui pembedahan, dan untuk penanganan kasus metastasis jauh tertentu. :erutama ketika digunakan dalam kombinasi dengan kemoterapi, radiasi yang digunakan setelah pembedahan menunjukkan telah menurunkan resiko kekambuhan lokal di pelis sebesar 76% dan angka kematian sebesar *%. 3ada penanganan metastasis jauh, radiesi telah berguna mengurangi e1ek lokal dari metastasis tersebut, misalnya pada otak. "adioterapi umumnya digunakan sebagai terapi paliati1 pada pasien yang memiliki tumor lokal yang unresectable
+,,*
;.(. Kmotra$i
Adjuant c"emot"erapy, menengani pasien yang tidak terbukti memiliki penyakit residual tapi beresiko tinggi mengalami kekambuhan2, dipertimbangkan pada pasien dimana tumornya menembus sangat dalam atau tumor lokal yang bergerombol Stadium lanjut dan Stadium 2. :erapi standarnya ialah dengan 1luorouracil, 5/@(2 dikombinasikan dengan leucoorin dalam jangka !aktu enam sampai dua belas bulan. 5/@( merupakan anti metabolit dan leucoorin memperbaiki respon. $gen lainnya, leamisole, meningkatkan sistem imun, dapat menjadi substitusi bagi leucoorin. 3rotopkol ini menurunkan angka kekambuhan kira ? kira +5% dan menurunkan angka kematian kira ? kira sebesar +0%.+,,*
1=. PROGNOSIS
Secara keseluruhan *year surial rates untuk kanker rektal adalah sebagai berikut 4 a. Stadium / ;%
b. Stadium / 57% c. Stadium / *%
d. Stadium 8 / ;%
Dima puluh persen dari seluruh pasien mengalami kekambuhan yang dapat berupa kekambuhan lokal, jauh maupun keduanya. Kekambuhan lokal lebih sering terjadi pada. 3enyakit kambuh pada 5/0% pasien, biasanya pada tahu pertama setelah operasi. @aktor ? 1aktor yang mempengaruhi terbentuknya rekurensi termasuk kemampuan ahli bedah, stadium tumor, lokasi, dan kemapuan untuk memperoleh batas / batas negati1 tumor.
BAB III KESIMPULAN
-arsinoma "ekti adalah kanker yang terjadi pada rektum. "ektum terletak di anterior sakrum dan coccygeus panjangnya kira kira +5 cm. Rectosigmoid junction terletak pada bagian akhir mesocolon sigmoid. agian sepertiga atasnya hampir seluruhnya dibungkus oleh peritoneum. #i setengah bagian ba!ah rektum keseluruhannya adalah ektraperitoneal. 8ascularisasi rectum berasal dari cabang arteri mesentrika in1erior dan cabang dari arteri iliaca interna.
•
anyak 1aktor dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker rectal diantaranya adalah4
•
#iet tinggi lemak, rendah serat.
•
(sia lebih dari 65 tahun
•
Aaya hidup, 3emakaian alkohol juga menunjukkan hubungan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal.
•
"i!ayat keluarga satu tingkat generasi dengan ri!ayat kangker kolorectal mempunyai resiko lebih besar kali lipat.
•
+amilial polyposis coli, ander sindrome dan turcont sindrome , pada semua pasien ini tanpa melakukan kolektomi dapat berkembang menjadi kangker
rectal.
•
"esiko sedikit meningkat pada pasien juenil polyposis syndrome , pue- #eng"ers syndrome , dan muir syndrome
•
:erjadi pada 50% pasien kangker kolorectal erediter nonpolyposis. :anda dan gejala yang muncul pada ca recti antara lain4
3erubahan pada kebiasaan $ atau adanya darah pada 1eses, baik itu darah segar maupun yang ber!arna hitam.
#iare, konstipasi atau merasa bah!a isi perut tidak benar benar kosong saat $
@eses yang lebih kecil dari biasanya
Keluhan tidak nyama pada perut seperti sering 1latus, kembung, rasa penuh pada perut atau nyeri
3enurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya
'ual dan muntah,
"asa letih dan lesu
3ada tahap lanjut dapat muncul gejala pada traktus urinarius dan nyeri pada daerah gluteus.
3ada perkembangan selanjutnya, !"e American #oint Committee on Cancer (A#CC) memperkenalkan !$% staging system, yang menempatkan kanker menjadi satu dalam 7 stadium Stadium /82. +,,5
+. Stadium 0
3ada stadium 0, kanker ditemukan hanya pada bagian paling dalam rektum.yaitu pada mukosa saja. #isebut juga carcinoma in situ
. Stadium
3ada stadium , kanker telah menyebar menembus mukosa sampai lapisan muskularis dan melibatkan bagian dalam dinding rektum tapi tidak menyebar kebagian terluar dinding rektum ataupun keluar dari rektum. #isebut juga Du&es A rectal cancer
. Stadium
3ada stadium , kanker telah menyebar keluar rektum kejaringan terdekat namun tidak menyebar ke lim1onodi. #isebut juga Du&es ' rectal cancer .
7. Stadium
3ada stadium , kanker telah menyebar ke lim1onodi terdekat, tapi tidak menyebar kebagian tubuh lainnya. #isebut juga Du&es C rectal cancer .
5. Stadium 8
3ada stadium 8, kanker telah menyebar kebagian lain tubuh seperti hati, paru, atau oarium. #isebut juga Du&es D rectal cancer
erbagai jenis terapi tersedia untuk pasien kangker rectal. eberapa adalah terapi standard an beberapa lagi masih di uji dalam penelian klinis. :iga terapi standar untuk kangker rectal yang digunakan antara lain 4
+. 3H'H#$$N . "$#$S
. KH'=:H"$3
3rognosis Secara keseluruhan *year surial rates untuk kanker rektal adalah sebagai berikut 4 a. Stadium / ;% b. Stadium / 57% c. Stadium / *% d. Stadium 8 / ;% 5
DAFTAR PUSTAKA
+. assan, saac., 006. "ectal carcinoma. $ailable 1rom !!!.emedicine.com. #o!nload 4 +& Juni 00*2
. -irincione, Hli>abeth., 005. "ectal -ancer. $ailable 1rom !!!.emedicine.com. #o!nload 4 +& Juni 00*2.
. $nonim, 006. 'engatasi Kanker "ektal. "epublika online. $ailable 1rom !!!.republika.co.id. #o!nload 4 +& Juni 00*2
7. $merican -ancer Society, 006. -ancer @acts and @igures 006. $merican -ancer Society nc. $tlanta
5. $nonim, 006. $ 3atientBs Auide to "ectal -ancer. '# $nderson -ancer -enter, (niersity o1 :e9as.
6. $>amris, Na!a!ir ustani, 'isbach Jalins., +**;. Karsinoma "ekti di "S(3 #r. Jamil 3adang, -ermin dunia Kedokteran No.+0. $ailable 1rom http4FF!!!.kalbe.co.id #o!nload 4 +& Juni 00*2
;. $nonim, 006. "ectal -ancer @acts 4 <hatBs Tou Need :o Kno!. $ailable 1rom $ailable 1rom !!!.health$-.in1o. #o!nload 4 +& Juni 00*2
&. $nonim, 006. "ectal -ancer / =erie!, Screening, #iagnosis U Staging. $ailable 1rom !!!.=ncology-hannel.com. #o!nload 4 +& Juni 00*2
*. $nonim, 005. "ectal -ancer :reatment. $ailable 1rom !!!.nationalcancerinstitute.htm. #o!nload 4 +& Juni 00*2
+0. 'arijata, 006. 3engantar #asar edah klinis. (nit 3elayanan Kampus, @K (A'.