• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBANGUNAN MRT TERANCAM MANDEK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBANGUNAN MRT TERANCAM MANDEK"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

NO. 450

l

selasa, 21 juli 2015

l

TaHuN Ke-2

1

Perkotaan

Terbentur

Pembebasan Lahan

di Lebak Bulus

PEMBANGUNAN MRT

TERANCAM MANDEK

3

Halaman

DKI Siap Bangun

10 Jalur Uji KIR lagi

4

Halaman

Daging Sapi

Ogah Turun

8

Halaman

(2)

aspirasi Warga

2

W

arga di RT 021/12 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkar-eng, Jakarta Barat, diminta tidak memelihara unggas atau ayam di lingkungan pemukiman. Karena, ko-torannya selain menimbulkan bau juga bisa membahayakan kesehatan yaitu menimbulkan penyakit flu burung.

Imbauan tersebut disampaikan Lurah Kapuk, Firmansyah kepada beberapa warga yang masih memelihara ayam di lingkungannya. Hal ini sebagai respon atas keluhan warga ke Pos Kota mela-lui SMS Aspirasi Warga Jakarta.

Isi pesannya, “Yth. Bapak Lurah Ka-puk. Tolong ke lapangan di wilayah RT 021/12 belakang APM Air masih ada yang piara ayam di lingkungan padat penduduk. Apa harus menunggu ada korban flu burung dulu baru bertindak? Mohon perhatian Bapak Lurah Kapuk. Terima kasih. (081213052xxx).

PINDAHKAN

Lurah Kapuk, Firmansyah men-egaskan pihaknya sudah mengecek ke pemukiman warga tersebut dan mendapati beberapa warga yang me-melihara ayam. “Kami sudah

melaku-kan pendekatan persuasif kepada warga yang memelihara ayam. Mereka tidak keberatan dan akan menjual dan memindahkannya,” jelas Firmansyah, Senin (20/7).

Lurah beri waktu untuk menjual atau memindahkan. Kalau nanti masih kedapatan memelihara ayam, terpaksa akan dimusnahkan dengan dipotong. “Tentunya kalau tidak menaati,” jelas-nya.

Tidak hanya pihak kelurahan yang mendatangi lokasi, dari Kasi Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Keca-matan Cengkareng juga telah menyo-sialisasikan kepada warga. “Memang sesuai aturan warga dilarang memeli-hara unggas atau ayam di lingkungan pemukiman, karena berdampak pada kesehatan,” katanya. n ak

Warga Kapuk Takut Flu Burung

“Mereka akan

Men-jual ayam

Peliharaan-nya”

--- Firmansyah,

Lurah Kapuk

---l

Peliput: Tarta

Disiarkan oleh:

PT Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta

Izin Usaha:

SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986, 13 Maret 1986

Pos Kota Online: www.poskotanews.com Penasihat Ahli: H.Sofyan Lubis Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: H. Toto Irianto

Wakil Pemimpin Umum: H. Joko Lestari Wakil Pemimpin Redaksi: Hj. Irdawati Wakil Pemimpin Redaksi Online: Binsar Aritonang Pemimpin Perusahaan: Hj. Nurmali Nurman, MBA

GM Pabrik Kertas: Risyur St Bongsu Kepala Bagian Iklan: Ali Usodo Kepala Bagian Pemasaran: Monang Sitorus Wakil Kepala Bagian Iklan: Nenny Indriasari

Telepon Pengaduan Redaksi :

021-63851729

Telepon Pengaduan Iklan:

021-6345824

Pemasaran:

021-6347602

Staf Redaksi:

H. Kamsul Hasan, H. Herman Budhi Wicaksono, Agus Suza-na, Warto Nur Alam, H.Chaerul Djamal, Percoyok, Bambang Suharnomo, Abdul Haris Irawan, H. Dwiyantoro, H. Saban Jr, Suryono Hadiyanto, Agus Santosa, Triharyanto, Achmad Sungkawa, H. Edisaputra Hasibuan (non aktif), Tri Haryanti, H. Rinaldi Rais, Anton Pulung, Bambang Prihandoko, Budi Setiawan, Rachmi Kurnia Siregar, Joko Sudadi, John Bardi, Sutarta, H. Chotim Wibowo, Faisal, Iwan Sukmawan, Sherly Silaen, H. Agus Johara, M. Kurniawati, Ballian R. Siregar, Win-oto, Sutiyo, Rizal Siregar, Yahya Abdul Hakim, Ilham S.Tanjung, Deni Zainudin, Suwandi, Sumiyati, Yopi Melianton Doroh, Ali Nurdin Harahap, Anggara S. Rengganis, Guruh Nara Persada, Maulina E. Nasution, Yulian Saputra, Muchamad Ifand, Embun Khairunnisa, Angga Pahlevi, Junius Simamora.

Kartunis/Karikaturis:

Koeswondo DS, Budi Prihono, A. Rahman, Yudhi Himawan, Adjis Gurauf, Aris Setiadi, Agung SW, Cahyono

Fotografer:

Timyadi, Rihadin, Fernando Toga, Yogi Ayodya.

Design Grafis:

Hiryanto, Kursin, As’ari, Sukatmo,

Firmansyah, Eryanto, Doharman T, Abdul Kohar, Widi Pramu-dio, Ikbal Muqorobin, Yendhi Yusriadi.

Koresponden:

Nourkinan (Karawang), H. Rahmat Haryono (Banten), Taryani (Indramayu), Sudarman (Cirebon), M.Hasbi Yahya (Palembang), Suatmadji (Semarang), Dono Darsono (Band-ung), Nurkomar Hadi (Surabaya), Dadan Sukmana (Pur-wakarta), Koesmayanti (Lampung), Kristo Samosir (Medan), Eman Sulaeman (Sukabumi).

Alamat Redaksi:

Jalan Gajah Mada No.98 - 100 Jakarta Barat - 11140. Telepon: 021-6341940 (Hunting), 021-6300168, 021-6349770, Fac-simile: 021-6340252. Telepon Iklan: 021-6346417. Pencetak: PT Metro Pos. Isi di luar tanggung jawab percetakan. Isi SMS kiriman warga di luar tanggung jawab penerbit. Pemuatan foto kegiatan warga tidak dipungut biaya.

Redaktur Pelaksana: H. Syahdu Utoro Sekretaris Redaksi : H. Endang Mihardi

Redaktur Senior: H.Gunarso Ts,

M. Djoko Yuwono.

Redaktur: H.Sugeng Indarto, H.Raffles Lesmana,

H.M.Dirham Sabirin, Dhika Kamesywara, H.Aden Kasadeni, Yuli Purwaningsih, Hari Bukhari, Untung Sumarwan,

Sutiyono, Dimas Supriyanto, H. Syamsir Bastian.

(3)

infrastruktur

3

Terbentur

Pembebasan Lahan

di Lebak Bulus

P

embangunan MRT di kawasan Lebak Bulus mandek. Hal terse-but disebabkan masalah pem-bebasan lahan. Karena itu, Gubernur Ahok segera menempuh jalur hukum.

Ia menjelaskan, mandeknya proyek mass rapid transit (MRT) di Lebak Bulus dikarenakan pihaknya masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan di sekitar area Stasiun Lebak Bulus. Tepatnya area Jl. Pasar Jumat, Jalan Fatmawati, Jl. TB Simatupang, Jl. Haji Nawi, dan Jl. Cipete Raya.

Selain itu, Stadion Lebak Bulus yang menjadi salah satu titik pembangunan moda transportasi massal ini, belum ada yang mau membeli meski sudah berkali-kali dilelang.

“Sebenarnya sudah ada harga ap-praisal atau pembanding. Kalau sudah memakai harga pasar dan warga tidak mau lepas, kami akan daftarkan ke pengadilan negeri,” tegasnya, kemarin.

TITIPKAN KE PENGADILAN Target pembangunan seharusnya mulai pada Desember 2013. Total jalur yang akan dibangun sepanjang 16 ki-lometer dari Lebak Bulus sampai Jalan

PEMBANGUNAN MRT

TERANCAM MANDEK

MH Thamrin.

Jalur 10 kilometer akan berbentuk jalur layang (Lebak Bulus-Blok M) dan 6 kilometer sisanya akan berbentuk jalur bawah tanah dari Jalan Sudirman sampai Jalan Thamrin.

Laode Jumaidin, Ketua Warga Peduli Jakarta, mengatakan, Ahok tidak perlu menggugat ke pengadilan. “Pembangu-nan bisa terus jalan. Apalagi ini pem-bangunan untuk masyarakat Jakarta,” katanya seraya Pemprov DKI Jakarta tinggal menitipkan uang konsinyasi ke pengadilan. n st/o

.

(4)

Transportasi

4

l

Peliput: Guruh

JAKARTA (Pos Kota) – Revitalisasi jalur uji kir dan dan pembangunan dua terrmial menjadi pekerjaan ru-mah yang harus segera diselesaikan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta. Mengingat pentingnya dua sarana tersebut untuk memberikan kenyamanan warga

“Saya minta 10 jalur uji kir diban-gun dan lima jalur direvitalisasi. Jadi totalnya ada 15 jalur kir. Itu baru ideal,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, Senin (20/7). “Makanya target kita di Jakarta ada 15

jalur uji kir.”

‎Menurut Saefullah, kurangnya kapasitas kendaraan di jalur uji kir selama ini masih menjadi persoalan yang harus segera dituntaskan. Setiap satu jalur uji kir idealnya menangani 80 kendaraan, namun yang terjadi saat ini, dalam satu jalur keluar 500 buku kir kendaraan.

“Padahal uji kir satu kendaraan itu idealnya 35 menit‎, tapi ternyata bisa memproduksi 500-an buku kir. Artinya ada banyak sekali yang tidak melalui proses uji kir,” bebernya.

DUA TERMINAL

Mantan Walikota Jakarta Pusat ini juga mendesak Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah segera menyelesaikan rancang bangun dua terminal di Jakarta yakni Terminal Pulo Gadung dan Pulo Gebang yang kon-truksi bangunannya bermasalah.

‎”‎Terminal Pulo Gedang dan Pulo Gadung kita minta diselesaikan ran-cang bangunnya. Sudah ada solusi be-lum? Ini terminal bus, tapi kontruksinya angkot. Saya minta Pak Andri Yansyah cek dokumen lama proyek kedua termi-nal itu,” cetusn‎ya.

Tak hanya itu, Saefullah juga ber-harap, mantan Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Timur‎ tersebut mengawa-si gerakan para personelnya di lapan-gan melalui radio trunking. Mengingat, di sejumlah titik kemacetan, masih banyak petugas Dishubtrans yang duduk-duduk santai di posko.

“Dari pengalaman di lapangan, mereka (personel Dishubtrans, red) ada yang hanya duduk-duduk di tenda dan posko, bukan mengatur lalu lintas. Itu harus dimonitor terus,” tandas Sae-fullah. n st

DKI Siap Bangun

10 Jalur Uji KIR lagi

“Target Kita di jakarta

ada 15 jalur uji Kir.”

(5)

---saluran

5

Antisipasi

Genangan

Ban-jir di Jakarta

Timur

lPeliput: Chotim

14 Saluran Phb dan 2 Waduk Dikeruk

Mengantisipasi banjir pada musim penghujan, 14 saluran pen-ghubung (Phb) dan dua waduk di Jakarta Timur akan dikeruk pada Agustus dan diharapkan rampung akhir Oktober 2015.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jaktim, Ahmad Yazied Bustomi mengatakan, pengerjaaan akan dikebut untuk mengatasi genangan yang dikhawatirkan terjadi. “Kami berlomba dengan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” ka-tanya, Senin (20/7).

Dari 14 saluran pen-ghubung yang dikeruk, lima di antaranya mengalir ke Waduk Ria Rio. Yaitu, Phb Pulomas Barat, Pulomas Utara, Pulo Nangka, Pu-lomas Timur dan Phb Tanah Mas

1. “Kelima saluran Phb ini juga kerap memicu genangan di pemu-kiman warga yang menjadi daerah lintasan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki saluran pen-ghubung Pulomas Barat, yang ter-putus karena aliran air di kawasan Kampung Ambon, tak mengalir lancar. “Jadi nantinya disaluran itu juga akan langsung disambungkan ke Waduk Ria-rio,” jelasnya.

ALAT BERAT

Kedalaman pengerukan, rata-rata 1-1,5 meter. Dari situ, diharapkan mampu menampung debit air yang banyak saat musim hujan. “Kami juga menggunakan alat berat agar pengerukan lebih

cepat selesai,” ungkap Yazied. Sedangkan dua waduk yang akan dikeruk pihaknya, adalah Situ Rawa Badung dan Situ Aneka Elok. Pengerukan kedua waduk tersebut sudah dianggarkan sejak jauh-jauh hari dan tahun ini anggarannya bisa digunakan. “Dua waduk ini juga di-harapkan dapat menampung debit air yang cukup besar lagi,” ujarnya. n sutiyono/irda

(6)

Pemerintahan

6

Antisipasi

Genangan

Ban-jir di Jakarta

Timur

lPeliput: Chotim

14 Saluran Phb dan 2 Waduk Dikeruk

Mengantisipasi banjir pada musim penghujan, 14 saluran pen-ghubung (Phb) dan dua waduk di Jakarta Timur akan dikeruk pada Agustus dan diharapkan rampung akhir Oktober 2015.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jaktim, Ahmad Yazied Bustomi mengatakan, pengerjaaan akan dikebut untuk mengatasi genangan yang dikhawatirkan terjadi. “Kami berlomba dengan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” ka-tanya, Senin (20/7).

Dari 14 saluran pen-ghubung yang dikeruk, lima di antaranya mengalir ke Waduk Ria Rio. Yaitu, Phb Pulomas Barat, Pulomas Utara, Pulo Nangka, Pu-lomas Timur dan Phb Tanah Mas

1. “Kelima saluran Phb ini juga kerap memicu genangan di pemu-kiman warga yang menjadi daerah lintasan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki saluran pen-ghubung Pulomas Barat, yang ter-putus karena aliran air di kawasan Kampung Ambon, tak mengalir lancar. “Jadi nantinya disaluran itu juga akan langsung disambungkan ke Waduk Ria-rio,” jelasnya.

ALAT BERAT

Kedalaman pengerukan, rata-rata 1-1,5 meter. Dari situ, diharapkan mampu menampung debit air yang banyak saat musim hujan. “Kami juga menggunakan alat berat agar pengerukan lebih

cepat selesai,” ungkap Yazied. Sedangkan dua waduk yang akan dikeruk pihaknya, adalah Situ Rawa Badung dan Situ Aneka Elok. Pengerukan kedua waduk tersebut sudah dianggarkan sejak jauh-jauh hari dan tahun ini anggarannya bisa digunakan. “Dua waduk ini juga di-harapkan dapat menampung debit air yang cukup besar lagi,” ujarnya. n sutiyono/irda

(7)

ekonomi

7

Antisipasi

Genangan

Ban-jir di Jakarta

Timur

lPeliput: Chotim

14 Saluran Phb dan 2 Waduk Dikeruk

Mengantisipasi banjir pada musim penghujan, 14 saluran pen-ghubung (Phb) dan dua waduk di Jakarta Timur akan dikeruk pada Agustus dan diharapkan rampung akhir Oktober 2015.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jaktim, Ahmad Yazied Bustomi mengatakan, pengerjaaan akan dikebut untuk mengatasi genangan yang dikhawatirkan terjadi. “Kami berlomba dengan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” ka-tanya, Senin (20/7).

Dari 14 saluran pen-ghubung yang dikeruk, lima di antaranya mengalir ke Waduk Ria Rio. Yaitu, Phb Pulomas Barat, Pulomas Utara, Pulo Nangka, Pu-lomas Timur dan Phb Tanah Mas

1. “Kelima saluran Phb ini juga kerap memicu genangan di pemu-kiman warga yang menjadi daerah lintasan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki saluran pen-ghubung Pulomas Barat, yang ter-putus karena aliran air di kawasan Kampung Ambon, tak mengalir lancar. “Jadi nantinya disaluran itu juga akan langsung disambungkan ke Waduk Ria-rio,” jelasnya.

ALAT BERAT

Kedalaman pengerukan, rata-rata 1-1,5 meter. Dari situ, diharapkan mampu menampung debit air yang banyak saat musim hujan. “Kami juga menggunakan alat berat agar pengerukan lebih

cepat selesai,” ungkap Yazied. Sedangkan dua waduk yang akan dikeruk pihaknya, adalah Situ Rawa Badung dan Situ Aneka Elok. Pengerukan kedua waduk tersebut sudah dianggarkan sejak jauh-jauh hari dan tahun ini anggarannya bisa digunakan. “Dua waduk ini juga di-harapkan dapat menampung debit air yang cukup besar lagi,” ujarnya. n sutiyono/irda

(8)

ekonomi

8

n

‘‘Di Pasar

Tradisional Rp140

Ribu/Kg‘‘

Daging Sapi

Ogah Turun

lPeliput: Chotim Tiga hari setelah Lebaran, harga daging sapi di pasar tradisional Jakarta Selatan ogah turun alias masih bertahan mahal Rp140.000/ Kg. Diperkirakan harga dag-ing baru akan turun menjadi Rp110.000 pekan depan.

“Maklum lah masih dalam sua-sana Lebaran, pedagangnya juga belum semua aktif berjualan. Jadi harga daging sapi memang masih di atas normal,” kata Solehudin, pedagang daging di Pasar Mam-pang Prapatan, Senin (20/7). Di los daging Pasar Mampang Prapatan ada sekitar 10 peda-gang, namun yang baru aktif ber-jualan hanya dua pedagang yakni Solehudin dan satu pedagang daging kambing.

Solehudin menjual daging sapi yang dibandrol Rp140.000/Kg dan tulang iga Rp90.000/Kg. Daging yang dijual merupakan sisa menje-lang Lebaran. Menurutnya pasaran daging sapi akan kembali normal di kisaran Rp110.000/Kg saat pekan depan.

DAGING AYAM

Sementara itu, harga daging ayam ras juga masih tinggi yakni Rp40.000/ekor dan ayam kampung berkisar Rp90.000/ekor sedang. Masih mahalnya harga daging sapi maupun ayam ras ini dike-luhkan masyarakat khususnya warga tidak mampu lantaran tetap saja sulit untuk membeli komoditi

tersebut.

“Pemerintah apa kerjanya? Setelah Lebaran saja harga daging sapi dan ayam ras ternyata masih sulit dijangkau warga miskin,” keluh Ahmad, warga Mampang Prapatan. Sedangkan pasaran sembi-lan bahan pokok (sembako) juga masih mahal seperti telor ayam ras Rp22.000/Kg, minyak goreng curah Rp13.000/Kg, beras premium Rp12.000/Kg dan terigu Rp8.000/Kg. Kondisi serupa juga

terpan-Pedagang daging di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

tau di kelompok sayuran dan bumbu dapur. Di antaranya kol dan tomat masing-masing Rp10.000/ Kg, wortel dan kentang masing-masing Rp12.000/Kg, daun bawang Rp10.000/Kg dan seledri Rp20.000/Kg, timun Rp13.000/ Kg. Seikat kangkung Rp5.000 dan bayam Rp3.000/ikat. Cabe rawit merah Rp60.000/Kg, cabe merah keriting Rp50.000/Kg, bawang merah Rp34.000/Kg dan bawang putih Rp28.000/Kg.. n sutiyono/irda

(9)

Kegiatan

9

n

‘‘Iseng-iseng

Cabut Benang

Dapat Uang‘‘

Iyos Manfaatkan

Waktu Luang

lPeliput: Chotim

Waktu adalah uang. Itulah yang jadi pegangan Ny. Iyos, 33, warga RT 008/04 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat.

Dia memanfaatkan waktu luang dengan bekerja menjadi pencabut atau pembuang benang dari salah satu usaha konveksi, guna membantu perekonomian keluarga.

Pekerjaan sampingan ini telah ia jalani berta-hun-tahun. Sebenarnya pekerjaan membuang benang ini yang bertanggung-jawab adalah tetangganya. Dirinya hanya disuruh untuk membantu mengerjakan. Setelah memasak, langsung mencabut atau mem-buang benang dari bahan konveksi.

“Ya, anggap aja iseng-iseng berhadiah. Dari pada diem nganggur lebih baik manfaatkan waktu dan menghasilkan,” ucap Iyos, Senin (20/7).

Meski upah, membuang benang ini kecil yaitu Rp800/dozin, namun hal itu tidak menyurutkan se-mangatnya. Baginya yang penting, tidak menganggur dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan. “Dalam seminggu saya bisa membersihkan hingga 20 dozin, jadi kalau sebulan bisa lumayan buat nambah uang dapur,” ujarnya.

ASAL HALAL

Ibu satu anak ini mengaku uang jerih payahnya tersebut begitu bermanfaat, apalagi suaminya hanya kerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentu. “Pekerjaan apa saja saya jalani asal-kan halal, agar ekonomi keluarga tetap jalan.” Meski kehidupannya, pas-pasan namun Iyos masih tetap bersyukur karena masih diberikan kemudahan rezeki. “Saya bersyukur pada Yang Maha Kuasa masih memberikan rejeki, meski hanya cukup untuk makan,” katanya.

Selama ini keluarganya tinggal di rumah kecil warisan orang tuanya berukuran 3 x 7 meter. Rumah-nya yang terbuat dari papan, kondisiRumah-nya sudah pada

rusak karena belum pernah diperbaiki. “Gimana mau memperbaiki, buat makan saja pas-pasan,” tuturnya.n sutiyono/irda

(10)

Wisata

10

n

‘‘4 Obyek

Wisata Diserbu

Warga

Taman Ragunan

Paling Favorit

lPeliput: Chotim

Sedikitnya empat lokasi wisata yang menjadi ikon Jakarta diserbu warga Jabodetabek sejak liburan Lebaran hingga saat ini. Keempat tempat itu adalah Taman Impian Jaya An-col (TIJA), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Mar-gasatwa Ragunan (TMR) dan Monumen Nasional (Monas). Terbukti baru tiga hari libur Lebaran, mulai tanggal 17-19 Juli 2015, total jumlah pengunjung di empat wisata ini sudah mencapai 809.963 orang. “Pengunjungnya, tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga bagi warga Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) dan beberapa daerah lain,” kata Kepala Bidang Pengkajian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Taufik Achmad, Senin (20/7).

Data pengunjung sebanyak itu, rinciannya, pengunjung TIJA mencapai 276.000 orang. Jumlah ini didapat dari hari pertama Lebaran, 17 Juli ada 60.000 pengunjung, hari kedua Lebaran, 18 Juli sebanyak 110.000 pengunjung dan 19 Juli ada sebanyak 106.000 pengunjung.

Lalu total jumlah pengunjung di TMII ada sebanyak 138.606 orang. Dengan rincian, pada 17 Juli ada sebanyak 19.302 orang, 18 Juli sebanyak 49.698 orang dan 19 Juli ada sebanyak 69.696 pengunjung.

Kemudian jumlah pengunjung di Ragunan ada sebanyak 360.892 pengunjung. Dengan rincian pada tanggal 17 Juli terdapat 28.591 orang, 18 Juli ada 128.998 orang dan 19 Juli terdapat 203.303 orang.

Selanjutnya total jumlah pengunjung di Monas tercatat sebanyak 34.465 orang. Jumlah itu didapatkan pada tang-gal 17 Juli sebanyak 4.807 orang, 18 Juli sebanyak 16.632 orang dan 19 Juli sebanyak 13.026.

TUJUAN WISATA UTAMA

Keempat tempat wisata tersebut, kata Taufik, memang merupakan tempat destinasi atau tujuan wisata utama di Jakarta. “Karena harga tiket masuknya relatif murah, dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” paparnya sambil menambahkan dari empat lokasi tersebut, Ragu-nan yang paling favorit karena harga tiketnya paling murah dibanding lainnya. Terlihat dari total jumlah pengunjung selama tiga hari di libur Lebaran ini menembus angka 300 ribuan pengunjung.

Jumlah pengunjung di empat wisata ini, lanjutnya, rata-rata telah melampui target yang telah ditentukan pihak pengelola yakni selama Lebaran sampai masuk seko-lah tanggal 26 Juli. Contohnya TIJA , targetnya 200 ribu pengunjung sudah terlampui di hari ketiga libur Lebaran. Begitu juga dengan Ragunan yang menargetkan 100 ribu pengunjung, telah terlampui targetnya pada hari ketiga Lebaran. Lalu Monas menargetkan 10 ribu pengunjung, dan target itu telah terlampaui pada hari kedua Lebaran. .

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan rahmat-Nya kepada penulis dalam menyelesaikan tesis yang berjudul Respons Pertumbuhan dan

Penelitian yang dilakukan oleh Viandhika Ditama, Sulistyo Saputro dan Agung Nugroho Catur menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran kimia pokok bahasan hidrolisis

 bantuan n moda modal l usaha usaha untuk untuk mewu mewujudkan judkan usaha usaha kami kami memba membangun ngun KUB KUBE E USAH USAHA A MANDIRI yang menjadi

KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TEPUNG SUKUN (Artocarpus communis) TERMODIFIKASI DENGAN VARIASI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN ASAM

Berdasarkan analisis framing yang peneliti lakukan pada enam teks berita mengenai Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DI DKI Jakarta yang diresmikan

Empowering Teaching for Participatory Citizenship: Evaluating the Impact of Alternative Civic Education Pedagogies on Civic Attitudes, Knowledge and Skills of

Triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi

Activity diagram Penulisan Pesan, dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Tulis Pesan No Tujuan Pesan Masuk Dekripsi Pesan Penerima Masukkan Key «include» Pesan