BAB II
URAIAN TEORITIS
A.
Penelitian Terdahulu
Penelitian T Dedy Rahmatsyah (2008) tentang pengaruh harga dan
promosi terhadap minat pelanggan menggunanakan jasa studio rekaman Citra
Medan dengan menggunakan data penelitian tahun 2005-2007. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa promosi mempunyai pengaruh positif terhadap
peningkatan jumlah konsumen untuk menggunakan jasa studio rekaman Citra
Medan.
Haryani (2006), melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Harga,
Produk, dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Deterjen Daia Konsumen
Ibu Rumah Tangga di Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo”. Penelitian
tersebut dilakukan dengan didasarkan oleh variabel harga, produk, dan
promosi. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ada pengaruh yang
signifikan antara harga, produk, dan promosi terhadap keputusan pembelian
deterjen Daia konsumen ibu rumah tangga di kecamatan Gebang kabupaten
Purworejo. Variabel produk yang paling dominan mempengaruhi keputusan
pembelian dalalah variabel produk.
B.
Pengertian Bauran Pemasaran
karena begitu terkenalnya. Kegiatan pemasaran merupakan awal dari kegiatan
suatu perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
untuk berkembang dan mendapatkan laba.
Konsep marketing mix (bauran pemasaan) pertama kali diperkenalkan
oleh Jerome McCarthy (Bapak marketing mix) terdiri dari 4P ;
1. Produk (product)
2. Harga (price)
3. Tempat (place)
4. Promosi (promotion)
Bila ditinjau dari sudut pelanggan 4P bisa dirumuskan menjadi 4C ;
1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customers’ needs and wants)
2. Biaya (cost)
3. Komunikasi (communication)
4. Kenyamanan (convenience)
Kotler (2005) mendefenisikan bauran pemasaran merupakan taktik
dalam mengintegrasikan tawaran logistik, dan komunikasi produk atau jasa
suatu perusahaan.
Bauran pemasaran adalah panduan strategi produk, promosi, tempat,
dan harga yang bersifat unik yang dirancang untuk menghasilkan
pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju (Lamb, Hair, &
McDaniel, 2001:55).
Bauran pemasaran adalah seperangkat alat yang dapat digunakn
pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yang ditawarkan kepada
pelanggan.(Tjiptono 2005:30) Selain unsur 4P, Tjiptono menambahkan : people,
physical evidence, process,dan customer service.
a. People
People berarti orang yang melayani ataupun merencanakan pelayanan
terhadap para konsumen. Karena sebagian besar jasa dilayani oleh orang,
maka orang tersebut perlu diseleksi, dilatih, dimotivasi sehingga
memberikan kepuasaan terhadap pelanggan. Setiap karyawan harus
berlomba-lomba berbuat kebaikan terhadap konsumen dengan sikap
perhatian, responsive, inisiatif, kreatif, pandai memecahkan masalah, sabar
dan iklas (Alma, 2003:37)
b. Physical evidence
Physical evidence berupa bukti fisik berarti konsumen akan melihat
keadaan nyata yang menghasilkan jasa tersebut. Misalnya orang yang
berkunjung ke bank akan memperhatikan bangunan, interior, peralatan,
perabot, bahkan sampai ke pakaian seragam karyawan. Lebih rinci,
beberapa contoh bukti fisik ialah untuk fasilitas eksternal misalnya;
konsumen akan memperhatikan desain eksterior, tempat parkir,
taman-taman, suasana lingkungan dan sebagainya. Untuk fasilitas interior
konsumen akan memperhatikan perlengkapan, gambar-gambar, penataan
ruang, kesegaran udara dan temperatur suhu ruangan. (Alma, 2003:38)
c. Process
Proses ini terjadi di luar pandangan konsumen. Konsumen tidak tahu
bagaimana proses tejadi, yang penting jasa yang ia terima harus
memuaskan. Proses ini terjadi berkat dukungan karyawan dan dengan
lancar. Yang penting semua proses operasional, apalagi yang behubungan
dengan konsumen harus betul-betul memuaskan. Semua rantai nilai yang
ikut dalam proses tersebut harus bekerjasama dengan penampilan yang
prima. (Alma, 2003 38)
d. Customer service
Customer service (layanan pelanggan) memiliki perbedaan makna pada
organisasi yang berbeda. Dalam sektor jasa, layanan pelanggan dapat
diartikan sebagai kualitas total jasa yang dipersepsikan oleh pelanggan.
Oleh sebab itu, tanggung jawab bauran pemasaran ini tidak hanya bisa
diserahkan pada departemen layanan pelanggan saja. Semua personel
harus memiliki perhatian dan tanggung jawab terhadap masalah
layanan pelanggan ini. Manajemen kualitas jasa layanan pelanggan
yang ditawarkan berkaitan erat dengan kebijakan desain produk dan
personalia (Tjiptono, 2005:32)
C.
Harga ( Price )
1.
Pengertian Harga
Harga adalah estimasi penjual terhadap arti ekspresi nilai yang
menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui
iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi serta
layanan yang menyertai suatu produk (Kartajaya, 2002 : 481). Jadi harga
tidaklah sekadar perhitungan biaya-biaya ditambah sejumlah persentase
tertentu sebagai tingkat keuntungan yang diharapkan.
Kotler dan Amstrong (2001:439) harga adalah sejumlah uang yang di
bebankan atas suatu produk, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen
atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk tersebut.
2.
Tujuan Penetapan Harga
Menurut Lovelock dan Patterson (Tjiptono, 2005:193) tujuan umum
penetapan harga adalah untuk mendukung strategi bauran pemasaran secara
keseluruhan. Setiap keputusan mengenai strategi penetapan harga harus
didasarkan pada pemahaman secara mendalam atas tujuan sepesifik yang
ingin perusahaan capai. Ada tiga kategori tujuan spesifik penetapan harga
jasa, yakni ;
1. Tujuan berorientasi pendapatan
a. Mengejar profit
• Menghasilkan surplus sebesar mungkin
• Mencapai tingkat target spesifik, tetapi tidak berusaha
memaksimalkan laba
b. Menutup biaya
• Menutup biaya teralokasi secara penuh (termasuk biaya
overhead institusional)
• Menutup biaya penyediaan satu kategori jasa atau produk
tertentu (setelah dikurangi biaya overhead institusional dan
segala macam hibah spesifik).
• Menutup biaya penjualan inkremental kepada satu
pelanggan ekstra.
2. Tujuan berorientasi kapasitas
Mengubah harga sepanjang waktu untuk memastikan bahwa
permintaan sesuai dengan penawaran yang tersedia pada setiap
waktu tertentu (sehingga bisa mengoptimalkan kapasitas produktif).
3. Tujuan berorientasi pelanggan
a. Memaksimumkan permintaan (apabila kapasitasnya tidak
terbatas) dalam rangka mencapai tingkat pendapatan minimum
tertentu.
b. Menetapkan harga sesuai dengan perbedaan kemampuan
membayar berbagai segmen pasar yang menjadi target
pemasaran organisasi.
c. Menawarkan metode pembayaran (termasuk fasilitas kredit) yang bisa meningkatkan kemungkinan membeli.
Swastha (2001) menjelaskan tingkat harga terjadi dipengaruhi oleh
beberapa faktor, seperti :
1) Keadaan perekonomian
Keadaan perkonomian sangat mempengaruhi tingkat harga yang belaku. 2) Permintaaan dan penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang diminta oleh pembeli pada tingkat harga tertentu. Penawaran yaitu suatu jumlah yang ditawarkan oleh penjual pada tingkat harga tertentu.
3) Elastisitas permintaan
Faktor lain yang dapat mempegaruhi penentuan harga adalah sifat permintaan pasar.
4) Persaingan
Harga jaul beberapa macam barang sering dipengaruhi oleh keadaan persaingan yang ada.
5) Biaya
Biaya merupan dasar dalam penentuan harga, sebab suatu tingkat harga tidak dapat menutup biaya akan mengakibatkan kerugian.
6) Tujuan perusahaan
Tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan adalah :
a) Laba maksimum
b) Volume penjualan tertentu
c) Penguasaan pasar
7) Pengawasan pemerintah
Pengawasan pemerintah dapat diwujudkan dalam bentuk : penentuan
harga maksimum dan minimum, diskriminasi harga, serta
praktek-praktek lain yang mendorong atau mencegah usaha-usaha ke arah
monopoli.
3.
Strategi Penetapan Harga
Strategi penentuan harga ( pricing ) sangat signifikan dalam pemberian
value kepada konsumen dan mempengaruhi image produk, serta keputusan
konsumen untuk membeli. Harga juga berhubungan dengan pendapatan dan
turut mempengaruhi supply atau marketing channels. Akan tetapi, yang
paling penting adalah keputusan dalam harga harus konsisten dengan
strategi pemasaran secara keseluruhan. Menurut Tjiptono (2005:198-200)
strategi penerapan harga jasa adalah sebagai berikut :
a. Strategi penetapan harga berdasarkan nilai yang akan diterima :
1. Statisfaction-Based Pricing (penetapan harga berdasrkan kepuasan)
Karakteristik intangibilitas jasa menghadirkan tantangan bagi perusahaan
dan pelanggan dalam hal menciptaan nilai jasa secara jelas. Tujuan
utamanya adalah untuk mengurangi ketidakpastian yang dirasakan
pelanggan. Penyedia jasa mengupayakan sebagai berikut:
a. Garansi jasa (service guarantees) ; penetapan harga disertai garansi
b. Benefit-driven pricing ; penetapan harga berdasrkan nilai tambah
c. Flate-rate pricing; penetapan harga berdasrkan biaya aktual
2. Relationship pricing
Adalah penetpan harga berdasrkan upaya yang menarik, mempertahankan,
dan meningkatkan relasi dengan para konsumen, seperti ;
penetapan harga berdasrkan kontrak dengan insentif harga dan
nonharga kepada pelanggan agar mereka bersedia mengikat diri
pada relasi jangka panjang.
b. Price bundling ;
adalah strategi penetapan harga dengan menjual satu jasa atau
lebih dalam satu paket. Harga satu paket harus lebih murah
daripada harga total masing-masing item bila dijual terpisah.
3. Efficiency pricing
Aspek utama dalam strategi ini adalah pemahaman, pengelolaan dan
penekanan biaya. Sebagian atau keseluruhan penghematan biaya akan
diteruskan kepada para pelanggan dalam bentuk harga yang lebih murah.
b. Strategi penetapan harga konvensional ke dalam sektor jasa;
1. Cost-based pricing ; metode penetapan harga berdasarkan perhiutngan
biaya- biaya finansial.
2. Competition-based pricing; strategi ini berfokuspada harga yang
ditetapkan oleh perusahaan-perusahaan lain dalam industri atau pasar
yang sama.
3. Demand-based pricing (value-based pricing) ; penetapan harga
berdasarkan pada perspektif pelanggan yaitu permintaan.
c. Strategi penetapan harga berdasrkan persepsi pelanggan ;
1. Nilai adalah harga murah;
a). Discounting ; penetapan harga yang disertai dengan diskon
b). Odd pricing ; pemberian harga ganjil agar lebih dipersepsikan murah
c). Synchro-pricing ; pengelolaan harga berdasrkan sifat strategis
d). Penetration pricing ; penetapan harga murah untuk percobaan
2. Nilai adalah sesuatau yang diinginkan dari sebuah jasa;
a). prestige pricing; penetapan harga mahal untuk kualitas pretisius
b). skimming pricing ; penetapan harga mahal dengan dana besar
promosi
3. Nilai adalah kualitas yang didapatkan;
a). Value pricing ; penetapan harga berdasarkan paket
b). Market segmentation pricing ; penetapan harga berdasarkan segmen
pasar
4. Nilai adalah semua yang telah diberikan;
a) Price framing ; mengorganisasi harga berdasrkan refernsi akurat
b) Price bundling ; menetapkan harga berdasrkan paket
c) Complementary pricing ; menetapkan harga untuk sifatnya
melengkapi
d). Results-based pricing ; menetapkan harga berdasrkan hasil jasa.
D.
Pengertian Promosi
Menurut Swastha (2001:222), Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mempengaruhi seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan kesadaran, memberitahukan, membujuk dan mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan perusahaan.
Berdasarkan defenisi tersebut dapat dijelaskan bahwa promosi merupakan kegiatan perusahaan untuk memberikan informasi dan mengingatkan calon konsumen akan produk yang dihasilkan dengan harapan calon konsumen melakukan tindakan
pembelian terhadap produk perusahaan.
Menurut Kismono (2001:374), Promosi adalah usaha yang dilakukan oleh pemasar untuk mempengaruhi pihak lain agar berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran.
Defenisi ini memiliki pengertian yang berbeda-beda tetapi mengarah pada tiga karakteristik promosi yaitu:
1. Kegiatan promosi adalah kegiatan atau proses komunikasi yang bertujuan sebagai perantara seperti untuk meyakinkan, mendidik atau menciptakan image yang positif.
2. Kegiatan promosi merupakan kegiatan yang terprogram, jadi bukan kegiatan yang serampangan.
3. Promosi bertujuan untuk memisah-misahkan konsumen.
Pengertian promosi yang diberikan berbeda-beda namun secara garis besar mereka menganggap bahwa promosi merupakan alat komunikasi yang digunakan produsen untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat untuk membeli produk yang ditawarkan. Kegiatan promosi yang dilakukan dapat berhasil dengan baik jika promosi tersebut telah direncanakam secara formal dan tepat sehingga tercapai tujuan yang diharapkan.
E.
Tujuan Promosi
Tujuan promosi secara umum adalah membangkitkan keinginan konsumen untuk membeli produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Perusahaan melalui promosi diharapkan dapat mempengaruhi cara berpikir konsumen untuk melakukan pembelian terhadap produk yang dihasilkan perusahaan.
yang akan membantu tercapainya tujuan secara lebih luas. Program-program promosi dapat di dasarkan atas satu atau lebih tujuan berikut ini:
1.
Memberikan informasi.Tujuan dasar dari semua kegiatan promosi adalah memberikan informasi
kepada konsumen potensial tentang produk yang ditawarkan, dimana
konsumen dapat membelinya, dan berapa harga yang ditetapkan. Konsumen
memerlukan informasi-informasi tersebut dalam pengambilan keputusan
pembelinya.
2.
Meningkatkan penjualanKegiatan promosi juga merupakan salah satu cara meningkatkan penjualan.
Perusahaan dapat merancang promosi penjualan dengan memberikan kupon belanja, sampel produk dan sebagainya. Untuk membujuk konsumen mencoba produk yang ditawarkan dengan harga yang lebih murah atau dengan tambahan keuntungan lain.
3.
Menstabilkan penjualanPada saat pasar lesu, perusahaan perlu melakukan kegiatan promosi agar tingkat penjualan perusahaan tidak mengalami penurunan yang berarti.
4.
Memposisikan produkPerusahaan perlu memposisikan produknya dengan menekankan keunggulan
produknya dibanding produk pesaing. Strategi promosi yang tepat seperti iklan dapat membantu perusahaan.
5.
Membentuk citra produkKegiatan promosi yang dilakukan perusahaan dapat membantu membentuk image konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Perusahaan dapat menggunakan media iklan untuk membangun citra produknya di mata konsumen.
F. Bauran Promosi (Promotion Mix)
Promosi merupakan salah satu variabel marketing mix yang sangat
penting. Pada strategi promosi ini terdapat kombinasi dari berbagai macam media
promosi dengan tujuan untuk memaksimalkan pencapaian target pasar.
Secara umum bauran promosi (promotion mix) terdiri dari periklanan, promosi penjualan, penjualan pribadi, publisitas dan pemasaran langsung. Di dalam promosi di bidang jasa, bauran promosi ditambah tiga unsur yaitu : public relation, word of mouth, direct & online marketing Bauran promosi antara lain :
1.
Periklanan (Advertising)
Iklan adalah segala bentuk penyajian non pribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran (Kotler,2005:323)
Tujuan periklanan adalah komunikasi tertentu, yang harus dilakukan dengan audiens sasaran tertentu selama periode waktu tertentu (Kotler & Armstrong,2001:154). Penggunaan promosi dengan iklan dapat dilakukan dengan berbagai media seperti lewat:
1)
Pemasangan billboard (papan nama) di jalan-jalan strategik.2)
Pencetakan brosur disebarkan di setiap cabang atau pusat-pusat perbelanjaan.3)
Pemasangan Spanduk di lokasi tertentu dan strategik.4)
Melalui Koran,5)
Melalui Majalah.6)
Melalui internet.7)
Melalui Televisi.8)
Melalui Radio,dan2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi lain di samping promosi lewat iklan dapat dilakukan melalui
promosi penjualan atau sales promotion. Tujuan promosi penjualan adalah untuk
meningkatkan jumlah pelanggan. Promosi penjualan dilakukan untuk menarik
nasabah untuk segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan.
Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan
berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan
segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan
(Tjiptono,2005:229).
3. Publisitas (Publicity)
Promosi yang ketiga adalah publisitas. Publisitas merupakan kegiatan promosi untuk memancing perhatian penonton melalui kegiatan seperti pameran, reality show, bakti sosial serta kegiatan lainnya. Kegiatan publisitas dapat meningkatkan minat calon konsumen untuk membeli tiket nonton.
Lamb, dkk (2001:234), Publisitas adalah informasi publik mengenai sebuah perusahaan, barang atau jasa yang tampil di media massa sebagai suatu jenis baru. Publisitas menampilkan tiga ciri khusus:
a.
Nilai kepercayaan yang tinggiArtikel dan berita di media biasanya lebih otentik dan lebih dipercaya oleh pembaca dari pada iklan.
b.
Dorongan keluarPublisitas bisa menjangkau banyak pilihan yang menghindari wiraniaga atau iklan.
c.
Seperti iklan publisitas mempunyai potensi untuk mendramatisir suatu perusahaan atau produk.Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang diperoleh perusahaan jika menggunakan media publisitas ini sebagai salah satu media promosi, antara lain :
a.
Publisitas dapat menjangkau orang-orang yang tidak mau membaca iklanb.
Publisitas dapat ditempatkan di halaman utama surat kabar ataupun padatempat yang dapat dilihat pembaca
c.
Publisitas lebih mudah karena dapat dilakukan lebih luas dan tidak dipungut biaya.4. Penjualan Pribadi (Personal Selling)
Penjualan perorangan/langsung adalah persentasi langsung dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih calon pembeli, dengan maksud untuk mendapatkan penjualan (Cravens,2000:77).
Penjualan perorangan merupakan alat promosi yang mahal tetapi
mempunyai peranan yang sangat besar bagi industri jasa. Penjualan
perorangan mempunyai kelebihan antara lain:
a.
Para penjual dapat berinteraksi dengan para pembeli untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan mengatasi penolakan.b.
Para penjual dapat mengatasi penolakan.c.
Para penjual mempunyai kapasitas untuk mengumpulkan pengetahuan pasar.d.
Memberikan umpan balik.Perusahaan dalam melakukan kegiatan penjualan terlebih dahulu mempersiapkan tenaga pemasarnya yang berhubungan langsung dengan konsumen. Penjualan pribadi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a
. Berhadapan langsung, yaitu melibatkan hubungan yang hidup, cepat dan interaktif antara dua orang atau lebih.b. Pengembangan yaitu berusaha mengembangkan hubungan yang ada menjadi hubungan yang berlangsung lama atau hubungan yang berkelanjutan.
c. Respon yaitu mengenai respon yang terjadi dari konsumen dengan adanya penjualan perorangan ini.
5. Pemasaran Langsung (direct marketing)
Simamora (2006:260), Pemasaran langsung adalah kombinasi dari berbagai metode promosi yang ditujukan langsung kepada pasar sasaran dan berusaha untuk memperoleh respon langsung. Dalam direct marketing kombinasi promosi ditujukan langsung kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi konsumen yang bersangkutan, baik melalui telepon, pos atau dengan datang langsung ke tempat pemasar. Contoh dari direct marketing adalah katalog, surat, dan lain-lain.
G. Strategi promosi
Menurut Boyd (2000:65), Strategi promosi adalah sebuah program terkendali dan terpadu dari metode komunikasi dan material yang dirancang untuk menghadirkan perusahaan dan produk-produknya kepada calon konsumen, menyampaikan ciri-ciri produk yang memuaskan kebutuhan untuk- mendorong penjualan yang akhirnya akan memberi kontribusi pada kinerja laba jangka panjang.
Keputusan yang menyangkut target pasar dan produk, distribusi dan harga akan mengarahkan:
1. Menetapkan strategi promosi
Dalam menetapkan strategi promosi, hal yang dilakukan adalah:
b.
Pengidentilikasian tugas-tugas komunikasi spesifik aktivitas promosi. 2. Mengembangkan strategi promosiDalam mengembangkan strategi promosi, hal yang dilakukan adalah: a. Meningkatkan permintaan
Tujuan terakhir dari sebuah promosi adalah meningkatkan permintaan untuk barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen.
b. Membedakan produk
Diferensiasi produk adalah satu upaya promosi. Permintaan yang beraneka ragam berarti para konsumen menganggap bahwa keluaran perusahaan pada akhimya adalah identik dengan produk pesaingnya.
c. Pengenalan kebutuhan
Salah satu tujuan komunikasi khususnya untuk pengenalan produk
baru
adalah untuk memicu suatu kebutuhan. Pengenalan kebutuhan dapat pula penting bagi produk dan jasa yang ada, khususnya pada saat pembelian atau memilih atau tidak membeli.3. Memilih bauran promosi
Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan metode promosi yang akan digunakan. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a. Tipe pasar
Tipe pasar dimana produk ditawarkan apakah perusahaan menggunakan strategi menarik (pull strategy) atau strategi mendorong (push strategy) dalam promosi, tahap dalam daur hidup produk dan peringkat perusahaan di pasar.
b. Strategi menarik atau mendorong
Strategi mendorong (push strategy) dalam promosi adalah mendorong produk melalui saluran distribusi. Perusahaan mengarahkan kegiatan pemasaran
(umumnya berupa penjualan personal dan promosi dagang) kepada perantara untuk mernpromosikannya kepada konsumen akhir. Dengan strategi menarik (pull strategy) perusahaan aktivitas pemasarannya (umumnya iklan dan promosi konsumen) langsung kepada konsumen akhir agar mereka tertarik kepada produk.
c. Tahap kesiapan konsumen
Dampak promosi berbeda-beda sesuai dengan tahap kesiapan pembeli.
Pada
tahap kesadaran dan pengetahuan iklan dan hubungan masyarakat dan tahap keyakinan untuk membeli. Tahap terakhir yaitu berupa pembelian oleh konsumen.d. Daur hidup produk
Efek promosi juga berbeda sesuai dengan tahap-tahap yang dilalui produk pada daur hidupnya. Meliputi tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan tahap penurunan promosi harus dikurangi. Iklan dilakukan sesedikit mungkin sekedar untuk mengingatkan pembeli yang masih setia kepada produk tersebut. Yang paling berperan di sini adalah promosi penjualan, itulah sebabnya stok lama diberi diskon yang tinggi atau dengan istilah cuci gudang.
G. Keputusan Pembelian Konsumen
Boyd (2000:120), Pengambilan keputusan pada dasarnya merupakan proses pemecahan masalah. Kebanyakan konsumen, baik konsumen individu maupun pembeli organisasi melalui proses mental yang hampir sama dalam memutuskan produk dan merek apa yang akan dibeli. Walaupun nyata sekali bahwa berbagai konsumen akhirnya memilih untuk membeli barang-barang yang berbeda disebabkan oleh perbedaan karakteristik pribadi (kebutuhan, manfaat yang dicari, sikap, nilai, pengalaman masa lalu,dan gaya hidup) dan pengaruh social (perbedaan kelas sosial, kelompok rujukan, atau kondisi keluarga).
1. Jenis-jenis pengambilan keputusan konsumen
Boyd (2000:123) Proses pengambilan keputusan konsumen ketika melakukan pembelian adalah bervariasi, dikelompokkan menjadi 2 kategori :
a. Keputusan pembelian dengan keterlibatan tinggi
Keputusan pembelian dengan keterlibatan tingkat tinggi meliputi produk atau jasa secara psikologis penting bagi seorang konsumen karena dapat memenuhi kebutuhan sosial atau pribadinya.. Untuk mengurangi resiko sehubungan dengan pembelian produk/jasa dengan keterlibatan tinggi, banyak konsumen yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang kompleks. Mereka mencari informasi secara luas dari berbagai sumber untuk mengevaluasi produk/jasa pilihan untuk meminimalkan kemungkinan konsekuensi negatif yang tidak terduga setelah pembelian.
b. Keputusan pembelian dengan keterlibatan rendah
Adalah keputusan pembelian produk/jasa yang biasanya tidak membutuhkan keterlibatan tinggi dan penting bagi konsumen. Pencarian informasi untuk mengevaluasi merek alternatif biasanya sedikit.
2. Proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan terdiri dari lima tahap, yaitu : pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, pengevaluasian alternative, pencarian informasi, keputusan pembelian, dan perilaku setelah pembelian.
a. Pengenalan kebutuhan
Tahap pertama proses pengambilan keputusan pembelian di mana konsumen mengenali permasalahan atau kebutuhan
Tahap proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen tergerak untuk mencari informasi tambahan, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian atau mungkin mencari informasi secara aktif.
c. Pengevaluasian alternatif
Tahap proses keputusan pembelian dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi berbagai merek alternatif di dalam serangkaian pilihan. d. Keputusan pembelian
Tahap proses keputusan di mana konsumen secara aktual melakukan pembelian. e. Perilaku setelah pembelian
Tahap proses keputusan pembelian konsumen melakukan tindakan lebih lanjut setelah pembelian bedasrkan kepada kepuasan atau ketidakpuasan mereka.
Sumber : Sumarwan (2003:122)
Gambar 2.1 Model Pengambilan Keputusan Pembelian
3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Proses Pengambilan Keputusan Konsumen
Ketika akan membeli produk atau jasa konsumen sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor hal ini terbentuk oleh ruang lingkup pribadi maupun lingkungan yang berbeda-beda, seperti :
1. Faktor pengaruh psikologi dan pribadi ; a. Persepsi dan memori,
b. Kebutuhan dan sikap, c. Demografi dan gaya hidup.
2. Faktor sosial; Pengenalan kebutuhan Pencarian informasi Pengevaluasian alternatif Keputusan pembelian Perilaku setelah pembelian
a. Budaya b. Kelas sosial
c. Kelompok referensi d. Keluarga