• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Perekonomian Kalimantan Barat yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku

pada Triwulan I-2014 mencapai Rp22,48 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000

mencapai Rp9,09 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan I-2014 dibandingkan triwulan IV-2013, yang

diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 mengalami

penurunan pertumbuhan sebesar minus 4,65 persen (q-to-q). Penurunan pertumbuhan tertinggi

dialami sektor jasa-jasa, sektor pertambangan-penggalian dan sektor konstruksi. Sektor yang masih

tumbuh positif adalah sektor pertanian yang tumbuh 8,08 persen.

PDRB Kalimantan Barat triwulan I-2014 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2013 (y-on-y)

mengalami pertumbuhan 4,69 persen. Semua sektor mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor

pertambangan-penggalian. Pertumbuhan tertinggi adalah sektor konstruksi 7,58 persen, sektor

perdagangan-hotel-restoran 5,70 persen, dan sektor pengangkutan-komunikasi 5,40 persen.

Struktur PDRB triwulan I-2014 masih didominasi oleh sektor pertanian 25,02 persen, sektor

perdagangan-hotel-restoran 23,00 persen dan sektor industri pengolahan15,74 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi (y-on-y) terjadi pada komponen lembaga swasta

nirlaba sebesar 24,99 persen dan komponen impor 14,61 persen. Kemudian konsumsi pemerintah,

konsumsi rumah tangga, dan PMTB masing-masing tumbuh sebesar 10,51 persen, 6,66 persen

dan 9,87 persen.

Struktur Ekonomi Kalimantan Barat triwulan I-2014 masih didominasi pada pengeluaran konsumsi

rumah tangga yaitu sebesar 52,70 persen, kemudian PMTB memiliki kontribusi sebesar 26,83

persen. Sedangkan komponen ekspor dan impor memberikan kontribusi masing-masing sebesar

23,72 dan 22,56 persen. Di sisi lain kontribusi untuk dua komponen penggunaan yang lain yaitu

konsumsi pemerintah dan konsumsi swasta nirlaba memiliki komposisi 17,37 dan 1,02 persen.

No. 27/05/61/Th. XVII, 5 Mei 2014

P

ERTUMBUHAN

E

KONOMI

K

ALIMANTAN

B

ARAT

T

RIWULAN

I-2014

E

KONOMI

K

ALIMANTAN

B

ARAT

T

UMBUH

4,69

P

ERSEN

I. Nilai PDRB Menurut Lapangan Usaha

Nilai PDRB Kalimantan Barat atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2014 mencapai Rp22.478,66 miliar, lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2012 yang mencapai Rp23.207,28 miliar, tetapi lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2013 yang mencapai Rp19.828,21 miliar. Demikian pula dengan PDRB atas dasar

(2)

harga konstan 2000, pada triwulan I-2013 mencapai Rp8.684,13 miliar, kemudian nilainya meningkat menjadi Rp9.534,15 miliar di triwulan IV-2013, dan pada triwulan I-2014 mencapai Rp9.091,28 miliar.

Terdapat tiga sektor lapangan usaha yang memiliki nilai tambah terbesar menurut harga berlaku pada triwulan I-2014 yaitu sektor pertanian Rp5.623,21 miliar, sektor perdagangan-hotel-restoran Rp5.170,11 miliar, dan sektor industri pengolahan Rp3.538,85 miliar. Sementara sektor konstruksi memberikan nilai tambah sebesar Rp2.684,21 miliar, diikuti sektor jasa-jasa Rp2.232,69 miliar, sektor pengangkutan-komunikasi Rp1.606,86 miliar, sektor keuangan Rp1.088,24 miliar, sektor pertambangan-penggalian Rp433,20 miliar, dan terakhir sektor listrik-gas-air bersih Rp101,30 miliar.

Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 berturut-turut adalah sektor pertanian Rp2.465,53 miliar, sektor perdagangan-hotel-restoran Rp1.919,40 miliar, sektor industri pengolahan Rp1.395,08 miliar, sektor jasa-jasa Rp924,38 miliar, sektor pengangkutan-komunikasi Rp869,92 miliar, sektor konstruksi Rp826,30 miliar, sektor keuangan Rp501,01 miliar, sektor pertambangan-penggalian Rp151,70 miliar, dan sektor listrik-gas-air bersih Rp37,98 miliar.

Tabel 1

PDRB menurut Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000 (Miliar Rupiah)

Lapangan Usaha

Harga Berlaku Harga Konstan 2000

Trw I-2013 Trw IV-2013 Trw I-2014 Trw I-2013 Trw IV-2013 Trw I-2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan, 5.164,82 5.166,31 5.623,21 2.363,89 2.281,31 2.465,53 Kehutanan dan Perikanan

2. Pertambangan dan Penggalian 396,01 481,70 433,20 153,36 169,28 151,70

3. Industri Pengolahan 3.302,89 3.642,14 3.538,85 1.351,48 1.463,35 1.395,08

4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 92,32 102,06 101,30 36,94 38,75 37,98

5. Konstruksi 2.218,80 2.855,65 2.684,21 768,05 911,42 826,30

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 4.448,07 5.219,59 5.170,11 1.815,93 1.973,54 1.919,40

7. Pengangkutan dan Komunikasi 1.399,21 1.712,42 1.606,86 825,37 940,61 869,92

8. Keuangan, Real Estate dan Jasa Persh. 943,51 1.107,37 1.088,24 487,45 522,59 501,01

9. Jasa-jasa 1.862,59 2.920,04 2.232,69 881,66 1.233,31 924,38

PDRB Kalimantan Barat 19.828,21 23.207,28 22.478,66 8.684,13 9.534,15 9.091,28

II. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2013

Perekonomian Kalimantan Barat triwulan I-2014 bila dibandingkan dengan triwulan IV-2013 (q-to-q), yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan 2000, mengalami kontraksi sebesar minus 4,65 persen. Kondisi tersebut didorong oleh penurunan di sektor jasa-jasa minus 25,05 persen, sektor pertambangan-penggalian minus 10,39 persen, sektor konstruksi minus 9,34 persen, sektor

(3)

pengangkutan-komunikasi minus 7,52 persen, sektor industri pengolahan minus 4,67 persen, sektor keuangan minus 4,13 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran minus 2,74 persen, dan sektor listrik-gas-air bersih minus 1,99 persen. Sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang tumbuh positif sebesar 8,08 persen.

Peningkatan pertumbuhan di sektor pertanian yang cukup tinggi pada triwulan I-2014 merupakan refleksi dari puncak musim panen tanaman padi. Secara rinci kenaikan sektor pertanian didukung oleh pertumbuhan subsektor tanaman bahan makanan sebesar 25,17 persen. Subsektor lainnya mengalami penurunan masing-masing sebesar minus 4,97 persen untuk subsektor peternakan, minus 3,49 persen untuk subsektor perikanan, minus 3,28 persen untuk subsektor perkebunan, dan minus 1,83 persen untuk subsektor kehutanan.

Tabel 2

Laju Pertumbuhan PDRB menurut Lapangan Usaha (Persen) Lapangan Usaha Trw I-2014 terhadap Trw IV-2013 (q-to-q) Trw I-2014 terhadap Trw I-2013 (y-on-y) Sumber Pertumbuhan (y-on-y) (1) (2) (3) (4)

1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan

8,08 4,30 1,17

2. Pertambangan dan Penggalian -10,39 -1,09 -0,02

3. Industri Pengolahan -4,67 3,23 0,50

4. Listrik, Gas, dan Air Bersih -1,99 2,81 0,01

5. Konstruksi -9,34 7,58 0,67

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran -2,74 5,70 1,19

7. Pengangkutan dan Komunikasi -7,52 5,40 0,51

8. Keuangan, Real Estate dan Jasa Perush. -4,13 2,78 0,16

9. Jasa-jasa -25,05 4,85 0,49

PDRB Kalimantan Barat -4,65 4,69 4,69

PDRB triwulan I bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya mencerminkan pertumbuhan PDRB selama satu tahun pada triwulan I (y-on-y). PDRB triwulan I-2014 dibandingkan triwulan I-2013 meningkat 4,69 persen dengan pertumbuhan di seluruh sektor ekonomi, kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh negatif sebesar 1,09 persen. Urutan sektor-sektor dari pertumbuhan yang tertinggi adalah sektor konstruksi 7,58 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran 5,70 persen, sektor pengangkutan-komunikasi 5,40 persen, sektor jasa-jasa 4,85 persen, sektor pertanian 4,30 persen, sektor industri pengolahan 3,23 persen, sektor listrik-gas-air bersih 2,81 persen, dan sektor keuangan 2,78 persen.

Pada Grafik 1. di bawah ini terlihat sumber pertumbuhan setiap sektor pada triwulan I-2014. Sektor konstruksi yang tumbuh sebesar 7,58 persen hanya memberikan kontribusi terhadap laju pertumbuhan ekonomi (y-on-y) sebesar 0,67 persen. Sumber pertumbuhan tertinggi pada triwulan I-2014 berasal dari sektor perdagangan-hotel-restoran 1,19 persen dan sektor pertanian 1,17 persen.

(4)

Grafik 1

Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDRB Kalimantan Barat Triwulan I-2014 Atas Dasar Harga Konstan 2000

(Persen) 4,30 -1,09 3,23 2,81 7,58 5,70 5,40 2,78 4,85 0,49 0,16 0,51 1,19 0,67 0,01 0,50 -0,02 1,17 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00

Pertanian Pertambangan Industri LGA Konstruksi Perdagangan Pengangkutan Keuangan Jasa-jasa

Pertumbuhan Ekonomi Sumber Pertumbuhan

III. Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha

Struktur PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2014 terutama berasal dari tiga sektor terbesar yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sektor industri pengolahan. Masing-masing sektor tersebut memberikan sumbangan sebesar 25,02 persen, 23,00 persen dan 15,74 persen. Sektor yang paling kecil sumbangannya adalah sektor listrik-gas-air bersih dengan 0,45 persen.

Tabel 3

Struktur PDRB menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2013 dan Triwulan I 2013-2014

(Persen)

Lapangan Usaha 2012 2013

Triwulan I

2013 2014

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan, 24,02 23,08 26,05 25,02

Kehutanan dan Perikanan

2. Pertambangan dan Penggalian 2,00 2,01 2,00 1,93

3. Industri Pengolahan 17,01 16,27 16,66 15,74

4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 0,47 0,45 0,47 0,45

5. Konstruksi 10,80 11,48 11,19 11,94

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 22,73 23,02 22,43 23,00

7. Pengangkutan dan Komunikasi 7,34 7,36 7,06 7,15

8. Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan 4,84 4,86 4,76 4,84

9. Jasa-jasa 10,80 11,48 9,39 9,93

PDRB Kalimantan Barat 100,00 100,00 100,00 100,00

Sektor konstruksi, sektor perdagangan-hotel-restoran, sektor jasa-jasa, sektor pengangkutan-komunikasi, dan sektor keuangan merupakan sektor-sektor yang mengalami kenaikan peranan pada triwulan

(5)

I-2014 dibandingkan triwulan I-2013. Sebaliknya sektor yang berkurang peranannya adalah sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor pertambangan-penggalian, dan sektor listik-gas-air bersih.

IV. PDRB Menurut Penggunaan

PDRB atas dasar harga berlaku Kalimantan Barat triwulan I tahun 2014 sebesar Rp22.478,66 miliar, sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga (KRT) sebesar Rp11.846,54 miliar. Komponen penggunaan lainnya meliputi pengeluaran untuk konsumsi swasta nirlaba sebesar Rp229,80 miliar, konsumsi pemerintah (KP) sebesar Rp3.905,06 miliar, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi fisik sebesar Rp6.030,00 miliar, perubahan stok bertambah sebesar Rp206,50 miliar, transaksi ekspor barang dan jasa (Eks) sebesar Rp5.332,75 miliar dan impor barang dan jasa (Imp) sebesar Rp5.071,99 miliar.

Tabel 4

Nilai PDRB Triwulan I Tahun 2013-2014

dan Laju Pertumbuhan Triwulan I Tahun 2014 Menurut Komponen Penggunaan

Jenis Pengeluaran

Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah)

Atas Dasar Harga Konstan

(Miliar Rupiah) Laju

Pertumbuhan (Y on Y) Sumber Pertumbuhan Triwulan I Tahun 2014 Triwulan I Tahun 2014 Triwulan I Tahun 2013 Triwulan I Tahun 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Konsumsi Rumah Tangga 10.451,10 11.846,54 4.675,97 4.987,50 6,66 3,59

2. Lembaga Swasta Nirlaba 177,26 81,01 229,80 101,25 24,99 0,23 3. Konsumsi Pemerintah 2.649,85 3.905,06 1.013,02 1.119,47 10,51 1,23 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 5.320,80 6.030,00 2.357,34 2.590,09 9,87 2,68 5. Perubahan Stok 655,67 212,65 206,50 235,83

6. Ekspor Barang dan Jasa 4.911,49 5.332,75 2.645,50 2.694,65 1,86 0,57

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 4.337,97 5.071,99 2.301,34 2.637,53 14,61 -3,87

PDRB Kalimantan Barat 19.828,21 22.478,66 8.684,13 9.091,28 4,69 4,69

Apabila didasarkan atas dasar harga konstan, maka PDRB Kalimantan Barat triwulan I-2014 sebesar Rp9.091,28 miliar, sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga (KRT) sebesar Rp4.987,50 miliar. Komponen penggunaan lainnya meliputi pengeluaran untuk konsumsi swasta nirlaba sebesar Rp101,25 miliar, konsumsi pemerintah (KP) sebesar Rp1.119,47 miliar, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi fisik sebesar Rp2.590,09 miliar, perubahan stok bertambah sebesar Rp235,83 miliar, transaksi ekspor barang dan jasa (Eks) sebesar Rp2.694,65 miliar dan impor barang dan jasa (Imp) sebesar Rp2.637,53 miliar.

V. Struktur PDRB Menurut Penggunaan Triwulan I tahun 2014

Komponen utama pada struktur ekonomi Kalimantan Barat menurut penggunaan masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan PMTB. Kedua komponen penggunaan ini merupakan komponen utama dalam aktifitas perekonomian Kalimantan Barat.

(6)

Pada triwulan I tahun 2014, berdasarkan atas dasar harga berlaku kontribusi rumah tangga sebesar 52,70 persen, kemudian PMTB memiliki kontribusi sebesar 26,83 persen. Sedangkan komponen ekspor dan impor memberikan kontribusi masing-masing sebesar 23,72 dan 22,56 persen. Di sisi lain kontribusi untuk dua komponen penggunaan yang lain yaitu konsumsi pemerintah dan konsumsi swasta nirlaba memiliki komposisi 17,37 dan 1,02 persen.

Tabel 5

Struktur PDRB Triwulan I-2013, Triwulan IV-2013 dan Triwulan I-2014 Menurut Komponen Penggunaan

(Miliar Rupiah)

Jenis Pengeluaran

Harga Berlaku Harga Konstan 2000

Trw I -2013 Trw IV-2013 Trw I-2014 Trw I -2013 Trw IV-2013 Trw I-2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Konsumsi Rumah Tangga 52,71 49,54 52,70 53,84 51,33 54,86

2. Lembaga Swasta Nirlaba 0,89 0,88 1,02 0,93 0,95 1,11

3. Konsumsi Pemerintah 13,36 20,20 17,37 11,67 13,67 12,31

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 26,83 26,20 26,83 27,15 27,85 28,49

5. Perubahan Stok 13,36 20,20 17,37 2,45 3,67 2,59

6. Ekspor Barang dan Jasa 24,77 24,07 23,72 30,46 30,01 29,64

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 21,88 21,65 22,56 26,50 27,47 29,01

PDRB Kalimantan Barat 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan, kontribusi komponen konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2014 adalah sebesar 54,86 persen. PMTB memiliki kontribusi sebesar 28,49 persen. Sedangkan komponen ekspor dan impor memberikan kontribusi masing-masing sebesar 29,64 dan 29,01 persen. Komponen penggunaan yang lain yaitu konsumsi pemerintah dan konsumsi swasta nirlaba memberikan konribusi terhadap PDRB masing-masing sebesar 12,31 dan 1,11 persen.

VI. Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat Triwulan I tahun 2014

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada tahun triwulan I 2014 apabila dibandingkan dengan triwulan I tahun 2014(y-on-y) tercatat sebesar 4,69 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh semua komponen PDRB penggunaan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen lembaga swasta nirlaba sebesar 24,99 persen dan komponen impor 14,61 persen. Kemudian konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga, dan PMTB masing-masing tumbuh sebesar 10,51 persen, 6,66 persen dan 9,87 persen. Komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan terkecil yaitu sebesar 1,84 persen.

Jika dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) terhadap triwulan IV tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan I tahun 2014 mengalami kontraksi sebesar 4,65 persen. Kontraksi pertumbuhan tertinggi terjadi pada pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 14,09 persen, kemudian diikuti oleh kontraksi komponen ekspor barang dan jasa sebesar 5,81 persen, komponen PMTB mengalami

(7)

konsumsi rumah tangga, komponen institusi nirlaba dan impor barang dan jasa tumbuh masing-masing sebesar 1,92 persen, 12,03 persen dan 0,70 persen (Tabel 6).

Tabel 6.

Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDRB Penggunaan Triwulan I-2014

Jenis Pengeluaran Triw IV 2013 thd Triw III 2013 (q-to-q) Pertumbuhan Triw I 2014 thd Triw IV 2014 (q-to-q) Pertumbuhan Triw I 2013 thd Triw I 2012 (y-on-y) Pertumbuhan Triw I 2014 thd Triw I 2013 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5)

Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 1,68 1,92 6,25 6,66

Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba 2,82 12,03 3,95 24,99

Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 12,04 -14,09 7,66 10,51

Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 6,59 -2,46 2,51 9,87

Ekspor Barang dan Jasa 5,56 -5,81 2,49 1,86

Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2,91 0,70 -1,53 14,61

P D R B / G R D P 3,68 -4,65 4,48 4,69

Apabila dikaji berdasarkan sumber utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2013 dari sisi penggunaan terhadap triwulan yang sama tahun sebelumnya, maka sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen konsumsi rumah tangga yang menyumbang 3,59 persen dan diikuti oleh komponen PMTB dan Komponen konsumsi pemerintah dengan sumbangan masing-masing sebesar 2,68 persen dan 1,23 persen. Sedangkan untuk tiga komponen penggunaan yang lainnya yaitu Konsumsi ekspor barang dan jasa dan konsumsi swasta nirlaba masing-masing memberikan sumbangan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,54 persen dan 0,23 persen.

(8)

Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Martalena, MM

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Telepon: 0561-735345 E-mail : [email protected]

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Referensi

Dokumen terkait

Penanda genetik env SU dengan metode RT- PCR atau PCR dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi sapi Bali yang dicurigai terin- feksi penyakit

Dari hasil tersebut disim- pulkan bahwa pengaruh tidak langsung lingkungan kerja ter- hadap kinerja pegawai melalui motivasi adalah tidak terbukti signifikan, dengan

Teknik pembenihan tiram lainnya yang menambah wawasan dan softskill mahasiswa yaitu teknik kultur pakan alami dan tenik pemijahan tiram mutiara metode donor

Kandungan modul telah dipilih dan disusun supaya dapat memberi pengalaman yang cukup kepada murid untuk membina asas yang kukuh dalam membuat pengiraan dan

Obat-obat vasodilator lebih lama digunakan untuk mengurangi impedansi (tekanan) terhadap penyemburan darah oleh ventrikel. Obat-obat ini memperbaiki pengosongan

Serbuk dibuat dari bahan obat tumbuh-tumbuhan yang dikeringkan secara alamiah atau merupakan campuran dua atulebih unsur kimia murni yang dibuat serbuk dalam perbandingan

Adapun tujuan dari diadakan kegiatan unit kerja KSDM (keuangan dan sumber daya manusia) yaitu member kontribusi yang paling optimal untuk mendukung pencapaian