• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar : KESIAPAN DOKTER INDONESIA MENGHADAPI MEA 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengantar : KESIAPAN DOKTER INDONESIA MENGHADAPI MEA 2015"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Pengantar :

KESIAPAN DOKTER INDONESIA

MENGHADAPI MEA 2015

Oleh

Dr. Zaenal Abidin

Ketua Umum PB IDI

(2)

Konstitusi Indonesia

Pemb UUD 1945

• Tujuan Pembentukan Negara: “…… Memajukan Kesejahteraan Umum; Mencerdaskan Kehidupan Bangsa…..”

• Memajukan kesejehteraan umum:

1. Meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia

2. Memajukan ekonomi (meningkatkan pendapatan rakyat Indonesia)

• Orientasi pembangunan tidak boleh keluar atau bahkan bertentangan aturan dasar tersebut

• Pemerintah NKRI wajib memimpin rakyat agar memegang teguh amanat konstitusi.

(3)

Batang Tubuh UUD 1945:

• Pasal 27 (2): “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi

prikemanusiaan”

• Pasal 28H: intinya “Negara menjamin hak warga negara untuk hidup sehat dan mendapatkan pelayanan

kesehatan yang bermutu.”

• Pasal 33 (2): “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.”

(4)

• “Cita-cita keadilan dan kemakmuran sebagai tujuan akhir dari

revolusi Indonesia, hendak diwujudkan dengan jalan

memadukan demokrasi politik dengan demokrasi ekonomi melalui pengembangan dan peningtegrasian pranata

kebijakan ekonomi dan pranata kebijakan sosial yang berorientasi kerakyatan, keadilan, dan kesejahteraan. Keadilan ekonomi dan jaminan sosial diupayakan tanpa mengorbankan hak milik dan usaha swasta (pasar). Daulat pasar dihormati dalam rangka panguatan daulat rakyat

(keadilan sosial)” Yudi Latif: Mata Air Keteladanan Pancasila Dalam Perbuatan

(5)

• Usaha mencapai keadilan dan kesejahteraan tidak dipercayakan kepada PASAR BEBAS, yg berbasis individualisme-kapitalisme karena Indonesia

mengalami pengalaman buruk penindasan politik dan pemiskinan ekonomi yang ditimbulkan

kolonialisme  perpanjangan tangan dari individualisme-kapitalisme.

• Soekarno: “ Kemerdekaan Indonesia pada hakikatnya merupakan PROTES KERAS yang maha hebat kepada dasar individualisme”

(6)

CITA-CITA NASIONAL BANGSA INDONESIA

Pembukaan UUD NRI 1945: “Indonesia yang merdeka,

bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.

Indonesia yang merdeka Indonesia yang bersatu Indonesia yang berdaulat Indonesia yang berkeadilan

(7)

TUJUAN NASIONAL

• Tujuan Nasional  wujud misi suatu negara

• Pembukaan UUD NRI 1945  Tujuan Nasional:

“Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,

mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

(8)

TUJUAN NASIONAL BANGSA INDONESIA

Prof. Mr. Moh. Yamin: Tujuan negara RI ada dua macam

1. Tujuan Nasional:

- Kebahagiaan dalam negara

- Kemajuan kesejahteraan umum - Kecerdasan kehidupan negara

2. Tujuan Interanasional: “Melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan”:

- Kemerdekaan

- Perdamaian abadi - Keadilan sosial

(9)

PEMBANGUNAN KESEHATAN

(UU NO.36 THN 2009)

 Kesehatan  suatu hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia.. .Dst.

 Pembangunan Kesehatan  untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi tiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya ...dst

(10)

• Kesehatan  Ketahanan nasional

• Kesehatan  Kesejahteraan penduduk • Kesehatan  Investasi bangsa

• Kesehatan  Hak azazi

• Kesehatan  Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia

(11)

CITA-CITA DAN TUJUAN BOEDI OETOMO

• “Kemajuan nusa dan bangsa yang harmonis dengan

jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, kebudayaan,

mempertinggi cita-cita kemanusiaan, untuk

(12)

TUJUAN IDI

(Psl.7 - AD IDI)

1. Mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

2. Memadukan potensi dokter di Indonesia,

meningkatkan harkat, martabat, dan kehormatan diri dan profesi kedokteran di Indonesia,

(13)
(14)

Mega Check up ke Singapura

Surya, 3 September 2003

Pelayanan dokter dan pengelolaan RS di Indonesia memprihatinkan. Senang atau tidak senang, kita harus mengakui masyarakat lebih mempercayai pelayanan kesehatan diluar negeri.

Megawati, Jawa Post,Sabtu 4 Oktober 2003

Taufik Kiemas

Innalillahi wainalillahi rojiun………. 8 Juni 2013 bapak Taufik Kiemas

telah berpulang, meninggalkan kita semua di RS Singapura

Presiden Suharto Check up kesehatan di Herz Zentrum Nordhein Westfalen Bad Oeynhausen Germany

(15)

Presiden menandatangani Perpres Nomor 105 dan 106 Tahun 2013 tentang Jaminan Pemeliharaan

Kesehatan bagi Pimpinan Lembaga Negara.

Susilo Bambang Yudoyono 28 Desember 2013

Presiden mempertimbangkan risiko dan beban tugas menteri dan pejabat tertentu, serta ketua, wakil ketua dan anggota lembaga negara sehingga pemerintah memutuskan membuat perlindungan kesehatan khusus bagi pejabat negara. Menteri dalam perpres ini adalah pimpinan kementerian dan pejabat yang diberi

kedudukan atau hak keuangan dan

fasilitas setingkat menteri. Adapun pejabat tertentu adalah pejabat yang memimpin lembaga pemerintah non-kementerian, pejabat eselon I, dan pejabat yang

diberikan kedudukan atau hak keuangan dan fasilitas setingkat eselon I.

30 December 2013

PerPres 105 dan 106 Dicabut oleh Presiden

Pimpinan negara TIDAK PERCAYA pada layanan kesehatan bangsanya

sendiri

Dengan perpres ini, para menteri, pejabat eselon I dan pimpinan lembaga negara dimudahkan untuk berobat ke

luar negeri. Seluruh biaya itu nantinya akan ditanggung oleh negara.

KARENA TEKANAN POLITIK Spiritnya ~ TIDAK percaya

(16)

Operasi Jantung:

• Pertama tahun 1989 • Kedua tahun 2007

Dr Tan Sri Dato’ Yahya Awang

(17)

MAYAPADA GROUP MH 2 MH 3 MH1 MH 4 MH 6 MH 8 MH 5 MH7 MH: MAYAPADA HOSPITAL Dato’ Dr Tahir MBA

MAYAPADA GROUP

MAYAPADA membangun 10 World Class Hospital

Bersama National Health Care Group Singapore Oktober 2012 diresmikan SBY

Seharusnya kita membuka lebar pekerja asing masuk Indonesia

Memang, mentalitas orang Indonesia takut bersaing

(18)

Layanan kesehatan

Singapore, Malaysia, Thailand, Brunei  Surplus

Vietnam & Philippine  mandiri

(siap Health Tourism)

INDONESIA

MINUS

PETA ASEAN

HUKUM ALAM arus surplus minus

(19)

Armida Alisyahbana Ketua Bappenas

Asean Economic Community (AEC), 2015: liberalisasi tenaga kerja di 12 sektor

segera hadir, termasuk industri jasa kesehatan.

Armida Alisyahbana, Ketua Bappenas mengakui, SDM Indonesia di sektor ini masih minim skill

Jawa Pos, Kamis, 27 Maret 2014

Lha kok tetep dibuka bulik Mida …..

(20)

INDONESIAN DOCTORS GAP • Knowledge & Skill

• High Tech Competency • Language

• International Certification

• Reputation (Scientific, Intellectual, Business) • Brand (Local >< International Doctors)

(21)

THE ASEAN CHARTER

DITANDA TANGANI PLENO DPR 21 OKTOBER 2008

Article 1 The purposes of Asean are (5)

To create a single market and production base which is stable, prosperous, highly competitive and economically integrated with effective facilitation for trade and investment in which there is free flow of goods, services and investment;

movement of business persons,

professionals, talent labor and free flow of capital.

Article 34 Formal language is English

Article 52 Legal Continuity (2)

In case of inconsistency between the rights and obligation of ASEAN Member States under such instruments and this Charter 

the Charter shall prevail.

Pelayanan kesehatan berubah secara fundamental  mekanisme pasar,

Artinya:

semula driven force pelayanan Kesehatan adalah pemerintah Pedagang.

Dokter (sebagai pencari kerja) akan

berhadapan langsung dengan Pedagang (corporation) sipemberi kerja.

Penyedia layanan kesehatan  KORPORASI

Tujuan JKN-BPJS membangun bangsa atau pemadam kebakaran saja? Hanya

merawat rakyat yang terlempar dari pasar? Aturan main ASEAN MASUK PERANGKAP PASAR secara ekonomi Indonesia  ASEAN

(22)
(23)

Joseph E. Stiglitz:

 Globalisasi sdh menjadi kenyataan hidup  sulit untuk ditolak

 Globalisasi adalah pertarungan (olimpiade) keras, yang tidak berimbang, tidak demokratis dan tidak transparan.

 Globalisasi (kompetisi) yang kini tidak dimanage dengan baik  hanya akan menguntungkan beberapa negara ekonomi maju saja dan sama sekali tidak akan menguntungkan negara berkembang  menimbukan masalah bagi negara miskin

 Negara Kreditor berlebihan membujuk negara miskin agar mau pinjam atau negara miskin yang mengemis berlebihan ?

 Bagaimana bila negara miskin tidak bisa kembalikan utangnya?

 Indonesia tidak perlu gaga-gagahan pro-globalisasi tanpa mengukur kemampuan

 Karena itu perlu mengukur diri, menyiasati, memilih dan memilah mana saja yang perlu diikuti

(24)

KEWAJIBAN NEGARA

MEMBANGUN KESEHATAN MANDIRI

(DILAKUKAN OLEH SEMUA NEGARA)

 Memimpin kompetisi teknologi

 Berdaulat dalam menjaga kesehatan bangsa

 Harus dilakukan oleh bangsa sendiri demi

keamanan-ketahanan negara dan tujuan berbangsa.

 TEROBOSAN mengejar ketertinggalan teknologi dipimpin

langsung oleh pemerintah dengan melengkapi fasilitas dan

membangun SDM bangsa sendiri yang tangguh.

 IDI merubah dokter Indonesia  pejuang kesehatan.

(25)

Jusuf Kalla

Muktamar IDI, 22 November 2012

Kemajuan teknologi kedokteran luar biasa cepatnya, 2 kali lebih cepat dari pada teknologi pada umumnya.

Pemerintah tidak akan sanggup mendanai perkembangan teknologi.

mau tidak mau dunia kedokteran harus bergantung pada dunia industri.

INDUSTRI PUNYA AGENDA SENDIRI

Transactional.…siapa pakai siapa?

KERJA SAMA DENGAN DUNIA INDUSTRI

Pln B

Persoalan: Apakah spirit dunia industri dapat selalu seiring dengan nilai kemanusiaan dan

(26)

Sistem Pelayanan Terpadu dan Kerja Gotong Royong,

Berjejaring dan Beretika, yang ditopang oleh

Jaminan Kesehatan Nasional (SJSN)

(27)

“Dokter ”, “Doter Gigi”, “Bidan”, “Perawat”, “Apoteker” “Administrasi/ Keuangan” “dll. GATE KEEPER SEKALI-SEKALI PIRAMIDA DIMIRINGKAN

(28)

Kolektifitas Kesejawatan: Sebagai Kekuatan Utama

 Kode etik profesi kesehatan (IDI, PDGI, IAI, PPNI, IBI, IAKMI): menghormati kesejawatan

 Kesejawatan dalam suatu profesi merupakan suatu yang sangat esensi

Definisi Sejawat Peer,

Sepekerjaan; sejabatan; teman, Teman, sahabat, kawan.

(29)

Contoh: Kolektifitas Kesejawatan Dokter - Apoteker Dokter  Anamnesa  Pemeriksaan Fisik  Pemeriksaan Penunjang  Diagnosis  Terapi Pasien Apoteker  Interpretasi resep  Meracik obat  KIE

Pengobatan yang komprehensif

Resep Concelling

Obat Concelling Interaksi timbal balik

(30)

Contoh: Kolektifitas Jejaring dan Kepemilikan

Fasiltitas

(31)

RS Dr SOETOMO Airlangga RSOS RSES RSUS ORTHO RSOS Bdg RSOS JKT RKZ ADI HUSADA HCOS SILOAM MITRA KELUARGA amc

(AIRLANGGA MEDICAL CONNECTION)

Peer Group IDI Jatim

Peer Group Dr Pranawa Dr Purnomo Budi Dr Widodo DW Dr Ario Djatmiko 2004

UMKM

amc

Entrepreneurship

(32)

Contoh: Kolektifitas Jejaring dan Kepemilikan

Fasiltitas dalam Satu Kota

(33)

DR. Haridadi Sudjono, SE (mantan Dubes RI untuk Kuba) dalam bukunya,Globalisasi Perkembangan Serta Kemungkinan Bencana Bagi Indonesia:

”Sejak awal berdirinya, Kuba sudah banyak menyerap pelajaran

berharga dari Indonesia , khususnya dalam pembangunan politik dan ekonomi, karena itu negara yang dipimpin Fidel Castro

tersebut membebaskan semua investasi asing ke negerinya, hal: pendidikan, kesehatan, dan keamanan”.

 Alasannya sangat jelas, karena ketiga sektor tersebut sangat sensitif dan menyangkut nasib negara serta masyarakat Kuba.

Bergantian Belajar dengan Kuba

(34)

KEDAULATAN dan MASA DEPAN NEGARA: • HANKAM • KESEHATAN • PENDIDIKAN • HUKUM HARUS DIJAGA NEGARA TIDAK BOLEH DIKENDALIKAN ASING HEALTH SECURITY: • KEAMANAN NEGARA • RAWAN SABOTASE

• DUAL USE OF RESEARCH CONCERN

• KETAHANAN BANGSA • DAYA SAING BANGSA • TUJUAN NEGARA

TIDAK BISA DIREDUKSI MENJADI

PROSES JUAL BELI

KEPENTINGAN (RAKYAT) INDONESIA TIDAK SAMA DENGAN KEPENTINGAN ASEAN (My weaknesses is your opportunity)

Surat PB IDI ke Presiden RI

(35)

 Memimpin?

 Membantu?

 Meringankan?

 Tidak membantu dan

tidak meringankan?

 Memberatkan?

 Sangat memberatkan?

PERAN PEMERINTAH INDONESIA

(dalam kompetisi teknologi)

HARUS

JELAS

(36)

1. Pembinaan etik bersama Konsil Kedokteran Indonesia (KKI);

2. Melaporkan dokter yang melanggar etik ke KKI (untuk dicatat oleh KKI); 3. Memberi masukan (koordinasi) dalam penyusunan standar pendidikan

dokter/dokter spesialis;

4. Menyelenggarakan pendidikan kedokteran berkelanjutan (PKB/CPD) dan mengakreditasi lembaga penyelenggara PKB;

5. Menetapkan standar PKB;

6. Menerbitkan rekomendasi izin praktik;

7. Pembinaan dan pengawasan terselenggaranya kendali mutu dan kendali biaya dokter yang berpraktik;

8. Membuat Standar Profesi (Muktamar IDI 2006, Standar: Etika, Kompetensi, Pendidikan, Pelayanan);

9. Menerima terusan pengaduan dari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran (MKDKI) yang menyangkut soal pelanggaran etika.

(37)

PERAN DOKTER

1. Dokter sebagai warga intelektual  sosok yang

mengerti situasi dan pandai mencari jalan

keluar, memiliki kontribusi dan peran sosial

untuk melahirkan perubahan di tengah

masyarakat dan bangsanya.

2. Dokter sebagai warga profesi kedokteran 

sosok yang memiliki kepandaian khusus dalam

bidangnya.

(38)

PERAN IDI

(Psl.11 AD IDI)

• IDI adalah organisasi yang mendorong peningkatan peran dokter yang meliputi peran profesional medis, agen

pembaharu (agent of change), dan pelaku pembangunan di bidang kesehatan.

• IDI  organisasi profesi kedokteran dan organisasi kaum intelektual

(39)

 Spirit AFTA tidak sesuai dengan tujuan bernegara

 DIALOG  untuk membangun kesadaran kolektif  upaya

kolektif/gotong rorong: Ekonomi, politik, bisnis, media dibawah

bendera Indonesia.

 Mulai membangun Struktur yang kuat cerdas dan adaptif

(Pemerintahan, RS, Universitas, Organisasi Profesi, dll ).

 Maksimalkan peran IDI untuk menyusun strategi yang terbaik

 Fokus pada pemberi layanan kesehatan kecil dan menengah.

 Jangan berhenti berlatih

 Berikan kesempatan pertama (hak) kepada pekerja Indonesia untuk

setiap peluang kerja yang ada di Indonesia.

Kedaulatan Indonesia tidak sejalan atau bahkan bisa bertolak belakang ASEAN Charter

(40)

Lee Kyung Haen lulus cum laude Universitas di Seoul

(1975 ). Memutuskan menjadi petani dan berhasil menjadi petani teladan & sukses di Seoul.

Lee terbang ke Cancun Meksiko protes, ….BUNUH DIRI menusuk jantungnya didepan kongres WTO!!!

(Jawa Pos,18 September 2003).

Kematian Lee untuk memperjuangkan petani diseluruh dunia

MENGAPA DISAAT BANYAK NEGARA MENOLAK, NEGARA KITA JUSTRU

MENERIMA AFTA?

Jenazah Lee Kyung Haen disambut 600 petani berbaju hitam di airport Seoul

Referensi

Dokumen terkait

Ketahanan pangan ( food security) adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup baik ( jumlah dan

dalam negeri dan mendapat peluang ekonomi yang lebih besar dari Negara. anggota ASEAN

Globalisasi mengarah pada suatu perjanjian baru, negara-negara maju menciptakan kondisi ekonomi dunia yang berujung pada ketidakberdayaan negara berkembang.. Perintah untuk

Pasar Tunggal dan Basis Produksi Regional Kawasan Berdaya- saing Tinggi Kawasan dengan Pembangunan Ekonomi yang Merata Integrasi dengan Perekonomian Dunia..

Dalam pandangan neoliberal, globalisasi merupakan suatu wadah yang baik bagi negara-negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang lambat untuk berkembang melalui kerjasama

Thornburg (Tulus 2009:1) menyebutkan Negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, Prancis dan Kanada, UMKM dijadikan sebagai motor penting dari pertumbuhan

Globalisasi di bidang kontrak-kontrak perdagangan internasional sudah lama terjadi, karena negara-negara maju membawa transaksi baru ke negara berkembang, maka mitra

 Salah satu kendala yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia pada umumnya adalah kemampuan berbahasa asing yang masih minim, terutama bahasa Inggris.. Jika