BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini membahas tentang metode penelitian yang meliputi setting penelitian, subjek penelitian, waktu penelitian, variabel penelitian, rencana tindakan, teknik dan instrumen pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, analisis taraf kesukaran item soal, indikator keberhasilan dan analisis data secara lebih rinci akan dijelaskan seperti berikut.
3.1 Setting Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelas II SD Negeri Samban 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016. Alasan mengambil lokasi atau tempat ini karena sekolah dengan rumah dekat jangkaunnya, dan telah mengamati permasalahan yang ada dan cocok untuk penerapan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi dalam penelitian ini.
3.2 Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri Samban 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 24 siswa, laki laki sebanyak 14 anak dan perempuan 10 anak. Siswa SD Negeri Samban 02 ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Mata pencaharian dari orang tuanya pun beragam, asal daerah siswa dari berbagai daerah di Bawen. Karakteristik yang berbeda membuat tingkat kesadaran dan tingkat belajar yang beragam pula.
3.3 Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan selama 4 bulan yaitu dari bulan Februari sampai Mei semester 2 tahun pelajaran 2015/2016. Dari bulan Februari sampai pertengahan April peneliti melakukan persiapan. Pertengahan bulan april sampai pertengahan bulan mei peneliti mulai melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Mulai pertengahan bulan Mei sampai Juni peneliti membuat laporan hasil penelitian dan menganalisis data.
3.4 Variabel Penelitian
Menurut Slameto (2015: 195), variabel penelitian adalah suatu nilai/sifat dari objek, individu/ kegiatan yang mempunyai banyak variasi tertentu antara satu dan lainnya yang telah ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari informasinya serta ditarik kesimpulannya. Variabel merupakan faktor yang sangat penting dan perlu dipahami, karena sangat berpengaruh sebagai tempat berpijak dalam menentukan hipotesa dan data penelitian. Selain itu variabel juga sangat penting dalam penentuan disain penelitian, pengembangan instrument penelitian serta penetapan uji statistik. Menurut Sudjarwo dan Basrowi (2009 : 169) variabel adalah konsep yang dapat diukur dan mempunyai variasi nilai. Sedangkan menurut Eko Putro ( 2012 : 2), variabel adalah suatu konsep yang memiliki variasi nilai.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa variabel adalah suatu konsep dari kegiatan yang bervariasi dan memiliki nilai yang dapat diukur. Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi dan hasil belajar siswa.
3.4.1 Variabel Bebas (X)
Variabel bebas adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain (Slameto, 2015:198). Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian dapat mempengaruhi variabel yang lain. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi.
3.4.2 Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat atau variabel tergantung adalah variabel yang timbul sebagai akibat langsung dari manipulasi dan pengaruh variabel bebas (Slameto, 2015: 198). Dalam penelitian, variabel tergantung diamati dan diukur untuk mengetahui pengaruh variabel bebas. Variabel tergantung merupakan variabel yang diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas.
Variabel terikat dari penelitian ini adalah hasil belajar siswa, sebagai kemampuan anak untuk menciptakan ataupun memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah yang nantinya akan mempengaruhi tingkat keberhasilan siswa. Kemampuan yang dihasilkan anak itu memberikan inovasi terbaru, sehingga pembelajaran menuju kearah yang lebih baik.
3.5 Definisi Operasional
1. Penerapan adalah proses mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan pertama kali oleh Freudenthal di Belanda pada tahun 1970 . Teori ini mengacu pada pendapat Freudenthal yang mengatakan bahwa matematika harus dikaitkan dengan realita dan matematika merupakan aktivitas manusia. Ini berarti matematika harus dekat dengan anak dan relevan dengan kehidupan nyata sehari-hari.
3. Media adalah setiap orang, materi atau peristiwa yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap (W. S. Winkel , 2007:38).
4. Peningkatan adalah proses atau cara yang dilakukan untuk meningkatkan usaha atau kegiatan menjadi lebih baik atau lebih tinggi dari sebelumnya. 5. Hasil belajar menurut Nawawi (dalam K. Brahim, 2007) dapat diartikan
sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajarai materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu.
6. Matematika menurut Ruseffendi (dalam Heruman, 2007) adalah bahasa symbol; ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktian secara induktif; ilmu tentang pola keteraturan, dan struktur yang terorganisasi, mulai dari unsure yang tidak didefinisikan, ke aksioma atau postulat, dan akhirnya ke dalil.
3.6 Rencana Tindakan
Dalam pelaksanaan tindakan kelas tiap siklus memuat kegiatan yang terdiri dari persiapan untuk menyusun perangkat pembelajaran, pengajaran (Penerapan persiapan), evaluasi proses dan hasil pendidikan, analisis hasil evaluasi, dan tindak lanjut dapat berupa remidi dan pengayaan (Slameto, 2015: 154).
3.6.1 Siklus I
Kegiatan pembelajaran pada siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan. Pada siklus I materi yang diajarkan adalah tentang pembagian bilangan dua angka. Pada pertemuan pertama rencana yang disusun membahas tentang konsep pembagian, memecahkan soal permasalahan realistik tentang pembagian, menuliskan pembagian sebagai pengurangan berulang, menyatakan pembagian sebagai lawan perkalian, membagi satu bilangan dengan bilangan 1, dan membagi satu bilangan dengan bilangan itu sendiri. Pertemuan kedua membahas tentang pembagian sampai dua angka dan menyelesaikan soal cerita tentang pembagian. Pertemuan ketiga atau yang terakhir pemantapan materi dan evaluasi siklus 1.
I. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Menentukan kelas penelitian, waktu penelitian, dan
kolabolator.
b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi. c. Melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan guru kelas untuk mengungkap permasalahan yang terjadi sehubungan dengan penelitian yang akan dilaksanakan.
d. Menyiapkan alat dan bahan pelajaran untuk melakukan pengamatan.
e. Menyusun lembar observer/guru pendamping peneliti sebagai observer kedua terhadap guru aktivitas guru kelas selama kegiatan belajar berlangsung.
f. Penyusunan asesmen yaitu menggunakan tes dan hasil observasi.
II. Pelaksanaan dan Observasi
Penelitian tindakan kelas ini merupakan implementasi kegiatan pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang ada yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi. Pelaksanaan pada siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan, setiap pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi sebagai berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengucap salam
b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. c. Guru mengabsen kehadiran siswa.
d. Apersepsi
e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
f. Guru membentuk kelompok (berpasangan)
g. Guru memberikan permasalahan kontekstual kepada siswa (memahami masalah kontekstual).
2. Kegitan Inti
a. Guru menjelaskan masalah kontekstual yang harus diselesaikan siswa secara berpasangan dengan memanfaatkan media batang lidi (menjelaskan masalah kontekstual).
b. Siswa membentuk tim kerja (berpasangan) dan membagikan lembar kerja siswa (LKS).
c. Siswa secara berpasangan menyelesaikan permasalahan kontekstual menggunakan media lidi dengan
bimbingan guru (menyelesaikan masalah kontekstual secara berkelompok dengan penggunaan media)
d. Siswa mendiskusikan dan membandingkan jawaban dari permasalahan yang diberikan oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelas (mendiskusikan dan membandingkan jawaban).
e. Siswa menarik kesimpulan suatu konsep dengan bimbingan guru, kemudian guru meringkas atau menyelesaikan konsep yang termuat dalam soal (menyimpulkan hasil diskusi).
f. Siswa mendengarkan penjelasan guru lebih lanjut mengenai materi yang sedang dipelajari.
3. Kegiatan Penutup
a. Guru dan siswa melakukan tanya-jawab mengenai materi yang belum dimengerti.
b. Siswa mengerjakan evaluasi.
c. Guru dan siswa membuat kesimpulan untuk pelajaran yang sudah dipelajari.
d. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucap salam.
Observasi dilakukan sebelum penelitian dimulai. Peneliti melakukan pengamatan pada bulan Maret. Observasi untuk mengamati guru dan siswa. Hasil observasi bisa digunakan peneliti untuk perbaikan di siklus berikutnya. Hal-hal yang diamati adalah sebagai berikut:
1. Pengamat mengamati proses kegiatan guru dalam penggunaan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi.
2. Pengamat mencatat semua temuan pada saat proses pembelajaran. 3. Untuk siswa yaitu perhatian siswa dalam memahami materi yang
4. Untuk guru yaitu persiapan, membuka pelajaran, memotivasi siswa, penguasaan materi, penyajian sesuai dengan uraian materi, bimbingan yang diberikan pada siswa dan evaluasi.
III. Refleksi
Refleksi dilakukan di akhir pertemuan 1, 2, dan 3 pada siklus I. Dilakukan untuk memaknai dari kegiatan pembelajaran dan mengimplementasikan dalam kehidupan. Jika dalam siklus I ditemukan kekurangan-kekurangan, akan diperbaiki dalam siklus 2. Sedangkan kelebihan di siklus I bisa dipertahankan dalam siklus 2. 3.6.2 Siklus II
Berdasarkan hasil refleksi yang diidentifikasi pada proses pembelajaran siklus I serta diskusi dengan kolaborator, maka peneliti menyusun rencana pembelajaran siklus II dengan langkah-langkah sebagai berikut:
I. Perencanaan
a. Permasalahan diidentifikasi dan dirumuskan berdasarkan refleksi pada siklus I.
b. Merancang kembali instrumen penelitian seperti pada siklus I yang meliputi RPP, lembar observasi, soal-soal.
II. Pelaksanaan dan Observasi 1. Kegiatan Pendahuluan
a. Guru mengucap salam
b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. c. Guru mengabsen kehadiran siswa.
d. Apersepsi
e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. f. Guru membentuk kelompok (berpasangan)
g. Guru memberikan permasalahan kontekstual kepada siswa (memahami masalah kontekstual).
h. Guru menjelaskan masalah kontekstual yang harus diselesaikan siswa secara berpasangan dengan memanfaatkan media batang lidi (menjelaskan masalah kontekstual).
2. Kegitan Inti
a. Siswa membentuk tim kerja (berpasangan) dan membagikan lembar kerja siswa (LKS).
b. Siswa secara berpasangan menyelesaikan permasalahan kontekstual menggunakan media lidi dengan bimbingan guru (menyelesaikan masalah kontekstual secara berkelompok dengan penggunaan media)
c. Siswa mendiskusikan dan membandingkan jawaban dari permasalahan yang diberikan oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelas (mendiskusikan dan membandingkan jawaban).
d. Siswa menarik kesimpulan suatu konsep dengan bimbingan guru, kemudian guru meringkas atau menyelesaikan konsep yang termuat dalam soal (menyimpulkan hasil diskusi).
e. Siswa mendengarkan penjelasan guru lebih lanjut mengenai materi yang sedang dipelajari.
3. Kegiatan penutup
a. Guru dan siswa melakukan tanya-jawab mengenai materi yang belum dimengerti.
b. Siswa mengerjakan soal evaluasi.
c. Guru dan siswa membuat kesimpulan untuk pelajaran yang sudah dipelajari.
III. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi tersebut, guru dapat merefleksi diri tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan demikian peneliti akan dapat mengetahui efektifitas kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Sebagaimana siswa mengalami peningkatan pada siklus II. Seperti yang diharapkan hasil refleksi yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut: 1. Peneliti telah melakukan perbaikan pelajaran sesuai dengan perencanaan
pembelajaran.
2. Siswa aktif dan giat selama proses pembelajaran.
3. Siswa berani dalam bertanya dan mengungkapkan pendapat dalam pembelajaran.
4. Secara sungguh-sungguh siswa mengerjakan tugas dan aktif mengikuti pembelajaran.
3.7 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini, maka ditentukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti, yaitu :
3.7.1 Teknik Pengumpulan Data
3.7.1.1 Teknik Pengumpulan Data Variabel Bebas
Pengumpulan data pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi dilakukan dengannon tes. Teknik non tes ini dilakukan melalui lembar observasi. Menurut Sudjana (2014: 84) “Observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan.” Observasi ini digunakan untuk mengamati tindakan guru dalam menerapkan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi dan respon siswa dalam menerima pembelajaran. Sebagai pengamat dalam kegiatan observasi ini adalah guru kolaborator. Observasi dilakukan pada saat proses kegiatan pelaksanaan tindakan itu berlangsung.
3.7.1.2 Teknik Pengumpulan Data Variabel Terikat
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan dari penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2012: 308). Menurut Eko Putro (2012: 33), metode pengumpulan data merupakan strategi atau cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitiannya. Pengumpulan data dalam penelitian dimaksudkan untuk memperoleh bahan-bahan, keterangan, kenyataan-kenyataan, dan informasi yang dapat dipercaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi, tes sebagai berikut:
1. Wawancara (Interview)
Menurut Eko Putro (2012: 40), wawancara merupakan suatu proses tanya jawab atau dialog secara lisan antara pewancara (interviewer) dengan responden atau orang yang diinterviuw (interviewee) dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Sedangkan menurut Esterberg dalam Sugiyono (2012: 317), wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah proses tanya-jawab yang dilakukan dua orang untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan peneliti dengan Guru Kelas II dan Kepala Sekolah SD Negeri Samban 02 untuk memperoleh informasi mengenai identitas sekolah, kurikulum yang berlaku di sekolah, serta kondisi sekolah terutama kelas yang akan diteliti.
2. Pengamatan (Observasi)
Menurut Slameto (2015: 232), observasi atau pengamatan merupakan aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis. Sedangkan menurut Eko Putro (2012: 46), observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data di mana pengumpul data mengamati secara visual gejala yang diamati serta menginterpretasikan hasil pengamatan
tersebut dalam bentuk catatan sehingga validitas data sangat tergantung pada kemampuan observer.
Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa observasi adalah pencatatan fenomena yang diamati secara visual untuk mengumpulkan data. Observasi pada penelitian ini menggunakan jenis observasi sistematis. Observasi sistematis adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis, karena observer telah mengetahui aspek-aspek apa saja yang relevan dengan masalah serta tujuan penelitian (Eko Putro, 2012: 48). Observasi dilaksanakan pada kelas II SD Negeri Samban 02. Peneliti mengamati cara guru melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengamati karakteristik peserta didik lebih mendalam, dan motivasi peserta didik. 3. Tes
Menurut Suharsimi Arikunto ( dalam Sitiatava Rizema, 2013:107), instrument adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang melakukan tugas atau mencapai tujuan secara efektif atau efisien. Di samping itu, instrument sering disebut juga sebagai alat. Dengan demikian, instrument evaluasi dapat diartikan sebagai sebagai alat evaluasi. Sedangkan menurut Farida Yusuf Tayibnapis (2000: 102), instrument merupakan alat yang digunakan untuk merekam informasi yang dikumpulkan. Berdasarkan pengertian instrument di atas, maka dapat disimpulkan bahwa instrument evaluasi adalah alat yang digunakan untuk tujuan memperoleh (menilai atau mengukur) seberapa jauh kemampuan peserta didik dalam memahami pelajaran.
Dalam kegiatan penelitian untuk memperoleh data yang berasal dari lapangan, seorang peneliti biasanya menggunakan instrumen yang baik dan mampu mengambil informasi dari objek atau subjek yang diteliti. Di bidang pendidikan ada tingah laku, instrumen penelitian pada umumnya perlu mempunyai dua syarat penting, yaitu valid dan reliabel (Sukardi, 2003: 121).
3.7.2 Instrumen Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang diperlukan disusun instrumen dalam bentuk observasi dan tes. Instrumen ini akan diuraikan berdasarkan variabel yang ditentukan peneliti.
3.7.2.1 Instrumen Pengumpulan Data Variabel Bebas
Instrumen pengumpulan data untuk variabel bebas adalah lembar observasi. Lembar observasi ini digunakan untuk mengukur aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi dan respon siswa dalam menerima pembelajaran. Kegiatan pembelajaran harus mencerminkan tahap pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Tabel 4
Kisi-Kisi Implementasi Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Berbantuan Media Lidi
No Aspek Indikator Rumusan
Item 1. Kegiatan
Pendahuluan
Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik dengan berdoa sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran.
1
Guru mengabsen kehadiran siswa. 2
Guru melakukan apersepsi yang mengarah ke materi pembagian.
3 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi
dasar yang diharapkan, serta cara belajar yang akan dipakai.
4 Guru mengelompokkan siswa secara berpasangan untuk kerja
dalam kelompok kecil.
Guru memberi siswa sebuah permasalahan realistik atau soal cerita yang ditunjukkan di papan tulis.
5
6
2. Kegiatan Inti
Guru memberi penjelasan situasi dan kondisi soal dengan memberikan petunjuk cara menyelesaikan soal dengan menggunakan atau memanfaatkan media yang sudah tersedia yaitu media lidi.
7
Dengan menggunakan lembar kegiatan siswa, siswa mengerjakan soal bersama dengan pasangannya.
8 Guru hanya memberi arahan kepada siswa untuk
menggunakan media lidi dan siswa berfikir mandiri bersama pasangannya untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan media tersebut.
No Aspek Indikator Rumusan Item Guru menyediakan waktu diskusi untuk siswa bersama
dengan pasangannya dan membandingkan jawaban dari soal. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelas bersama guru untuk penyelesaian masalah.
Menyimpulkan hasil diskusi.
Guru menjelaskan pokok bahasan yang selanjutnya Guru memberi beberapa pertanyaan atau soal .
Guru memotivasi siswa untuk menggunakan media sebagai alat bantu untuk menyelesaikan pertanyaan atau soal.
Siswa menjawab pertanyaan dari guru secara acak dengan maju ke depan kelas dan menuliskan jawaban di papan tulis. Guru bersama siswa melakukan diskusi kelas untuk mengoreksi jawaban dari siswa yang maju.
Guru memberi penghargaan kepada siswa-siswa yang sudah menjawab pertanyaan. 10 11 12 13 14 15 16 17 3. Kegiatan penutup
Siswa dan guru bersama-sama membuat rangkuman dan kesimpulan dari kegiatan pembelajaran.
18
Siswa melakukan refleksi dan tanya-jawab tentang kegiatan yang sudah dilakukan dan guru menjadi fasilitator.
19
Tabel 5
Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan Guru
No
Aspek Indikator No
Item 1. Pra pembelajaran Mempersiapkan perlengkapan pembelajaran atau alat
peraga yang digunakan selama proses pembelajaran. Memeriksa kesiapan siswa .
1
2 2. Kegiatan Awal Guru mengucap salam
Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. Guru mengabsen kehadiran siswa.
Apersepsi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Guru membentuk kelompok (berpasangan).
Guru memberikan permasalahan kontekstual kepada siswa (memahami masalah kontekstual).
Guru menjelaskan masalah kontekstual yang harus diselesaikan siswa secara berpasangan dengan memanfaatkan media batang lidi (menjelaskan masalah kontekstual). 3 4 5 6 7 8 9 10 3. Kegiatan Inti
Guru membentuk siswa menjadi berkelompok yaitu secara berpasangan dan membagikan lembar kerja siswa kepada tiap pasangan.
Guru membimbing siswa secara kerja kelompok menyelesaikan permasalahan kontekstual menggunakan media lidi (menyelesaikan masalah kontekstual secara berkelompok dengan penggunaan media)
Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dan membandingkan jawaban dari permasalahan yang diberikan oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelas (mendiskusikan dan membandingkan jawaban).
Guru membimbing siswa menarik kesimpulan suatu konsep, kemudian guru meringkas atau menyelesaikan konsep yang termuat dalam soal (menyimpulkan hasil diskusi).
Guru menjelaskan lebih lanjut mengenai materi yang sedang dipelajari.
Siswa mengerjakan soal latihan.
11 12 13 14 15 16
4. Kegiatan Akhir Guru melakukan tanya-jawab mengenai materi yang belum dimengerti.
Guru memberikan soal evaluasi kepada seluruh siswa. Guru dan siswa membuat kesimpulan untuk pelajaran yang sudah dipelajari.
Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucap salam. 17 18 19 20 Total
Setelah dihitung skor total dari seluruh indikator kegiatan guru selama proses pembelajaran maka kemudian dihitung presentase pelaksanaan kegiatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi yang sesuai dengan indikator. Penghitungan presentase tersebut dengan cara: Jumlah skor yang diperoleh
Jumlah skor maksimal
Kisi-kisi lembar observasi kegiatan belajar siswa disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 6
Kisi-kisi Observasi Kegiatan Siswa
No Aspek Indikator No Item
1. Pra pembelajaran Mempersiapkan perlengkapan pembelajaran atau alat peraga yang digunakan selama proses pembelajaran. Memeriksa kesiapan siswa .
1
2 2. Kegiatan Awal Siswa mengucap salam dan berdoa.
Apersepsi
Siswa mendengarkan penjelasan guru ketika menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Siswa membentuk kelompok secara berpasangan (2 orang)
Siswa menerima permasalahan atau pertanyaan kontekstual dan mencoba untuk memahaminya (memahami masalah kontekstual).
Siswa mendengarkan guru menjelaskan masalah kontekstual yang harus diselesaikan siswa secara berpasangan dengan memanfaatkan media batang lidi (menjelaskan masalah kontekstual).
3 4 5 6 7 8 3. Kegiatan Inti
Siswa secara kerja kelompok menyelesaikan permasalahan kontekstual menggunakan media lidi (menyelesaikan masalah kontekstual secara berkelompok dengan penggunaan media)
Siswa mendiskusikan dan membandingkan jawaban dari permasalahan yang diberikan oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelas (mendiskusikan dan membandingkan jawaban).
Siswa menarik kesimpulan suatu konsep, kemudian guru meringkas atau menyelesaikan konsep yang termuat dalam soal (menyimpulkan hasil diskusi).
Siswa mendengarkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang sedang dipelajari.
9
10
11
No Aspek Indikator No Item
4. Kegiatan Akhir Siswa melakukan tanya-jawab mengenai materi yang belum dimengerti.
Siswa mengerjakan soal evaluasi.
Siswa membuat kesimpulan untuk pelajaran yang sudah dipelajari dengan bimbingan guru.
13
14 15
Total
Setelah dihitung skor total dari seluruh indikator kegiatan siswa selama proses pembelajaran maka kemudian dihitung presentase pelaksanaan kegatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi yang sesuai dengan indikator. Penghitungan presentase tersebut dengan cara:
Jumlah skor yang diperoleh Jumlah skor maksimal
3.7.2.2 Instrumen Pengumpulan Data Variabel Terikat
Tabel 7
Kisi-Kisi Instrumen Soal Pretest
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Tujuan Pembelajaran Teknik Pengukuran
Contoh Soal Butir
Soal 3.Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka 3.1 Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka.
3.1.1 Mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang. 1. Diberikan soal perkalian dengan bilangan satu angka, siswa dapat menentukan bentuk penjumlahan berulang dari perkalian tersebut dengan tepat.
Tes 1) 2 x 7 sama artinya dengan . . . . a. 7+7+7 b. 2+2+2+2+2+2+2 c. 7+7 1, 2, 3, 4 3.1.2 Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya dua angka. 2. Diberikan soal perkalian, siswa dapat menentukan jawaban dari Tes 2) 3 x 9 = . . . . a. 24 b. 27 c. 37 5, 6, 7,8,9,10, 11, 12, 13, 14, 15, 16,
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Tujuan Pembelajaran Teknik Pengukuran
Contoh Soal Butir
Soal
3.1.3
Menyelesaikan masalah atau soal cerita yang berkaitan dengan perkalian.
perkalian yang hasilnya dua angka.
3. Diberikan soal cerita, siswa dapat menentukan hasil dari soal cerita yang berkaitan dengan perkalian.
Tes
3) Bu guru membawa 4 kardus buku. Setiap kardus berisi 8 buku. Berapa jumlah seluruh buku yang dibawa bu guru? a. 32
b. 33 c. 34
17.
Tabel 8
Kisi-Kisi Instrumen Soal Evaluasi Siklus I
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Tujuan Pembelajaran Teknik pengukuran
Contoh soal Butir Soal 3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka. 3.2 Melakukan pembagian bilangan dua angka. 3.2.1 Menuliskan pembagian sebagai pengurangan berulang sampai habis. 3.2.2 Menyatakan pembagian sebagai lawan perkalian. 3.2.3 Membagi satu bilangan dengan bilangan 1. 1) Diberikan soal pembagian bilangan bulat, siswa dapat menentukan bentuk pembagian sebagai pengurangan berulang sampai habis dengan runtun dan benar. 2) Diberikan soal pembagian sederhana beserta jawabannya, siswa dapat menyatakan pembagian sebagai lawan perkalian. 3) Diberikan soal pembagian satu bilangan, siswa dapat menentukan hasil satu bilangan dengan bilangan 1. Test Test Test 1) 15 : 3 dapat ditulis dalam bentuk . . . a. 3-15-15=0 b. 3-15-15-15=0 c. 15-3-3-3-3-3=0 2) 8 : 4 = 2 bentuk perkaliannya . . . . a. 2 x 4 b. 3 x 2 c. 4 x 3 3) 9 : 1 = . . . a. 2 b. 4 c. 9 3 1 2, 4, 5
3.2.4 Membagi satu bilangan dengan bilangan itu sendiri.
3.2.5 membagi bilangan sampai dua angka. 3.2.6 Menyelesaikan masalah kontesktual mengenai pembagian dengan menggunakan media lidi. 4) Diberikan soal pembagian satu bilangan, siswa dapat menentukan hasil pembagian satu bilangan dengan bilangan itu sendiri dengan menggunakan media lidi sebagai alat bantu hitung. 5) Diberikan soal
pembagian dua angka, siswa dapat menghitung hasil pembagian dua angka dengan menggunakan media lidi sebagai alat bantu hitung. 6) Diberikan masalah kontekstual mengenai pembagian, siswa dapat menentukan hasil pembagian dari masalah tersebut dengan menggunakan media lidi. Test Test Test 4) 2 : 2 = . . . a. 0 b. 1 c. 2 5) 20 : 5 = . . . a. 4 b. 5 c. 6 6) Bu Guru membeli 14 buah buku tulis. Buku-buku tersebut akan dibagikan kepada siswa yang berprestasi sebanyak 7 orang. Berapakah bagian setiap anak? a. 2 b. 3 c. 4 9 6, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18 19, 20
Tabel 9
Kisi-Kisi Instrumen Soal Evaluasi Siklus II
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Tujuan Pembelajaran Teknik
pengukuran
Contoh Soal Butir Soal 3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka. 3.3 Melakukan pengerjaan hitung campuran. 3.3.1 Menghitung secara cepat perkalian dan pembagian dengan bilangan dua angka.
3.2.2 Menentukan urutan pengerjaan hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
1) Diberikan soal perkalian, siswa dapat menentukan hasil perkalian dengan bilangan dua angka.
2) Diberikan soal
pembagian, siswa dapat menentukan hasil pembagian dengan dua angka.
3) Diberikan soal hitung campuran, siswa dapat menentukan hasil pengerjaan hitung campuran dengan runtun dan benar. Test Test Test 1) 12 x 5 = …. a. 60 b. 50 c. 30 2) 48 : 4 = …. a. 10 b. 11 c. 12 3) 26 + (20 –16) = …. a. 30 b. 33 c. 40 1, 2, 3 4, 5, 6, 7 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17
3.2.3 Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
4) Diberikan soal cerita, siswa dapat menentukan hasil hitung campuran yang melibatkan penjumlahan, pengurangan,
perkalian,dan pembagian dengan menggunakan media batang lidi.
Test 4) Pak Gembul membeli 4 keranjang buah mangga. Setiap keranjang berisi 6 mangga. Mangga tersebut akan dibagikan kepada 8 anak sama banyak. Berapa mangga yang diterima tiap anak? a. 2
b. 3 c. 4
3.8 Uji Prasyarat 3.8.1 Uji Validitas
Menurut Widiyoko (2012:141), validitas dapat dikatakan sahih, tepat, dan cermat. Menurut Sugiyono (2011:121), uji validitas adalah ketepatan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Suatu instrumen yang valid merupakan instrumen yang dapat mengukur dengan tepat apa yang akan diukur, menunjukkan ketepatan mengenai data yang diperoleh. Dalam penelitian ini uji validitas digunakan untuk menguji validitas instrumen dari variabel (Y) yang berupa tes meliputi pretest dan post test dan instrumen non tes. Uji validitas dilakukan dengan bantuan SPSS 16,0 dengan menggunakan Coreected Item – Total Correlation yang merupakan korelasi antara skor item dengan skor total item (nilai r hitung) dibandingkan dengan nilai r tabel. Kriteria soal dikatakan valid, jika nilai r hitung > 0,3 (Sugiyono, 2009:178).
Pada penelitian ini, uji validitas Siklus I dilakukan pada kelas III SD Negeri Samban 02 Bawen mata pelajaran matematika dengan materi pembagian sedangkan uji validitas Siklus II dilakukan dengan materi hitung campuran.
3.8.1.1 Hasil Rekap Uji Validitas Soal Pretest Table 10
Hasil Rekap Uji Validitas Soal Pretest
Nomor soal R Kategori 1 -.033 Tidak valid 2 .238 Tidak valid 3 .444 Valid 4 .420 Valid 5 -.025 Tidak valid 6 .292 Tidak Valid 7 .521 Valid 8 .636 Valid 9 .127 Tidak valid
Nomor soal R Kategori 10 .157 Tidak valid 11 .365 Valid 12 .776 Valid 13 .630 Valid 14 .042 Tidak valid 15 .428 Valid 16 .383 Valid 17 .608 Valid 18 .662 Valid 19 .677 Valid 20 .557 Valid 21 .519 Valid 22 .401 Valid 23 .498 Valid 24 .662 Valid 25 .470 Valid 26 .221 Tidak valid 27 .552 Valid 28 .401 Valid 29 .326 Valid 30 .188 Tidak valid
Berdasarkan uji validitas soal pretest yang dilakukan, dapat diperoleh bahwa soal yang valid ada 21 soal yaitu soal nomor 3, 4, 7, 8, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 28, dan 29.
Sedangkan soal yang tidak valid atau nilai r kurang dari 0,3 ada 9 soal yaitu nomor 1, 2, 5, 6, 9, 10, 14, 26, dan 30.
Soal dikatakan reliabel apabila sudah valid, maka soal-soal pretest yang valid juga merupakan soal yang reliabel. Peneliti mengambil 20 soal untuk menjadi soal pretest yang diujikan siswa kelas II SD Negeri Samban 02 untuk mengetahui kemampuan awal siswa.
3.8.1.2 Hasil Rekap Uji Validitas Soal Posttest Siklus I Tabel 11
Hasil Rekap Uji Validitas Soal Posttest Siklus I
Nomor soal R Kategori 1 .046 Tidak valid 2 .015 Tidak valid 3 .579 Valid 4 .403 Valid 5 .035 Tidak valid 6 .431 Valid 7 .729 Valid 8 .636 Valid 9 .492 Valid 10 .090 Tidak valid 11 .431 Valid 12 .913 Valid 13 .814 Valid 14 .068 Tidak valid 15 .431 Valid 16 .663 Valid 17 .702 Valid 18 .663 Valid 19 .732 Valid 20 .807 Valid 21 .491 Valid 22 .540 Valid 23 .732 Valid 24 .723 Valid 25 .576 Valid 26 .199 Tidak valid 27 .636 Valid 28 .320 Valid 29 .252 Tidak valid 30 .176 Tidak valid
Berdasarkan uji validitas soal post test yang dilakukan, dapat diperoleh bahwa soal yang valid ada 22 soal yaitu soal nomor 3, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27, dan 28. Sedangkan soal yang tidak valid atau nilai r kurang dari 0,3 ada 8soal yaitu nomor 1, 2, 5, 10, 14, 26, 29, dan 30.
Soal dikatakan reliabel apabila sudah valid, maka soal-soal post test yang valid juga merupakan soal yang reliabel. Peneliti mengambil 20 soal untuk dijadikan soal tes evaluasi siswa kelas II SD Negeri Samban 02 pada siklus I.
3.8.1.3 Hasil Rekap Uji Validitas Soal Posttest Siklus II Tabel 12
Hasil Rekap Uji Validitas Soal Posttest Siklus II
Nomor soal R Kategori 1 .060 Tidak valid 2 .699 Valid 3 .580 Valid 4 .602 Valid 5 .027 Tidak valid 6 .370 Valid 7 .697 Valid 8 .574 Valid 9 .793 Valid 10 .087 Tidak Valid 11 .489 Valid 12 .916 Valid 13 .797 Valid 14 .761 Valid 15 .489 Valid 16 .671 Valid 17 .683 Valid 18 .696 Valid 19 .871 Valid 20 .798 Valid 21 .458 Valid 22 .596 Valid 23 .725 Valid 24 .546 Valid 25 .500 Valid 26 .857 Valid 27 .574 Valid 28 .286 Tidak Valid 29 .463 Valid 30 .787 Valid
Berdasarkan uji validitas soal post test yang dilakukan, dapat diperoleh bahwa soal yang valid ada 25 soal yaitu soal nomor 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 29, dan 30. Sedangkan soal yang tidak valid atau nilai r kurang dari 0,3 ada 5soal yaitu nomor 1, 5, 10, dan 28.
Soal dikatakan reliabel apabila sudah valid, maka soal-soal post test yang valid juga merupakan soal yang reliabel. Peneliti mengambil 20 soal untuk dijadikan soal tes evaluasi siswa kelas II SD Negeri Samban 02 pada siklus II.
3.8.2 Uji Reliabilitas
Menurut Suharsimi, Arikunto (2006: 154), reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.
Reliabilitas berkenaan dengan tingkat keajegan atau ketetapan hasil pengukuran (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009). Kuesioner dikatakan reliabel jika dapat memberikan hasil relative sama (ajeg) pada saat dilakukan pengukuran kembali pada obyek yang berlainan pada waktu yang berbeda atau memberikan hasil yang tetap.
Apabila koefisien Cronbach Alpha (r11) ≥ 0,7 maka dapat dikatakan instrument tersebut reliabel (Johnson & Christensen, 2012).
Adapun acuan tinggi rendahnya reliabilitas menurut Sutriyono (2004) sebagai berikut:
0,00 – 0,20 : Reliabilitas rendah sekali 0,21 – 0,40 : Reliabilitas rendah 0,41 – 0,60 : Relibilitas cukup 0,61 – 0,80 : Reliabilitas tinggi 0,81 – 1,00 : Relibiltas sangat tinggi
3.8.2.1 Hasil Uji Reliabilitas Soal Pretest
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.872 21
Berdasarkan hasil uji reliabel soal pretest, dapat diketahui bahwa tingkat reliabilitasnya termasuk pada kategori reliabilitas sangat tinggi karena di atas 0, 81.
3.8.2.2 Hasil Uji Reliabilitas Soal Posttest Siklus I
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.898 22
Berdasarkan hasil uji reliabel soal posttest siklus I, dapat diketahui bahwa tingkat reliabilitasnya termasuk pada kategori reliabilitas sangat tinggi karena di atas 0, 81.
3.8.2.3 Hasil Uji Reliabilitas Soal Post Test Siklus II
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.883 25
Berdasarkan hasil uji reliabel soal posttest siklus II, dapat diketahui bahwa tingkat reliabilitasnya termasuk pada kategori reliabilitas sangat tinggi karena di atas 0, 81.
3.9 Tingkat Kesukaran
Menurut Sudjana (2014: 135), ”Mengkaji soal tes dari segi kesulitannya sehingga dapat memperoleh soal yang termasuk mudah, sedang dan sukar”. Rumus mencari taraf atau indeks kesukaran adalah (Sudjana 2014:137).
𝐼 =
B
N
Keterangan:
I = indeks kesulitan untuk setiap butir soal.
B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar dalam setiap butir soal.
N = banyaknya siswa yang memberikan jawaban pada soal yang dimaksud.
Kriteria yang digunakan adalah semakin kecil indeks yang diperoleh maka semakin sulit soal tersebut. Dan sebaliknya jika semakin besar indeks yang diperoleh maka semakin mudah soal tersebut. Kriteria indeks soal tersebut adalah sebagai berikut:
0,00 – 0,30 adalah soal kategori sukar 0,31 – 0,70 adalah soal kategori sedang 0,71 – 1,00 adalah soal kategori mudah 3.9.1 Hasil Try Out Instrumen
Sebelum soal tes diberikan kepada siswa kelas II SD Negeri Samban 02 Bawen, penulis melaksanakan Try out soal pretest terlebih dahulu di kelas III SD Negeri Samban 02 Bawen. Try Out dilaksanakan dengan memberikan soal pilihan ganda sebanyak 30 soal yang berkaitan dengan materi perkalian. Hasil pengerjaan soal pilihan ganda yang dikerjakan oleh 33 siswa kelas III kemudian diolah dengan SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas. Dari 30 soal pilihan ganda penulis akan mengambil 20 soal pilihan ganda untuk dijadikan soal pretest untuk siswa kelas II SD Negeri Samban 02.
Berikut ini hasil uji validitas dan reliabilitas yang sudah dilaksanakan. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas untuk soal Pre Test yang telah diujikan pada siswa kelas III SD Negeri Samban 02 diperoleh beberapa data yang tidak valid dan berada dibawah kriteria validitas instrument tes yang diharapkan penulis sebesar 0,30. Beberapa soal yang tidak valid dan dibawah kriteria yang penulis tetapkan adalah soal nomor 1, 2, 5, 10, 14, 26, 29, dan 30 kemudian soal tersebut penulis hilangkan dari uji validitas dan reliabilitas yang penulis lakukan. Demikian dengan data valid yang ditetapkan oleh penulis adalah soal nomor 3, 4, 7, 8, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 28, dan 29.
Setelah peneliti memberikan soal pretest, maka berikutnya yaitu melakukan Try Out instrument soal posttest siklus I kepada siswa kelas III SD Negeri Samban 02. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas untuk soal Siklus I yang telah diujikan, diperoleh beberapa data yang tidak valid dan berada di bawah kriteria validitas instrument tes yang diharapkan penulis sebesar 0,30. Beberapa soal yang tidak valid dan dibawah kriteria yang penulis tetapkan adalah soal nomor 1, 2, 5, 10, 14, 26, 29, dan 30. Kemudian soal tersebut penulis hilangkan dari uji validitas dan reliabilitas yang penulis lakukan. Demikian dengan data valid yang ditetapkan oleh penulis adalah soal nomor 3, 4, 7, 8, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 28, dan 29.
Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas untuk soal Siklus II yang telah diujikan, diperoleh beberapa data yang tidak valid dan berada di bawah kriteria validitas instrument tes yang diharapkan penulis sebesar 0,30. Beberapa soal yang tidak valid dan di bawah kriteria yang penulis tetapkan adalah soal nomor 1, 5, 10, 26, dan 28 . Kemudian soal tersebut penulis hilangkan dari uji validitas dan reliabilitas yang penulis lakukan. Demikian dengan data valid yang ditetapkan oleh penulis adalah soal nomor 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 29, dan 30 .
3.9.2 Tingkat Kesukaran Instrumen Soal Pretest Tabel 13
Kriteria Tingkat Kesukaran Soal Pretest
Kategori Butir Soal
Sukar -
Sedang 4, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 19, 27 Mudah 3, 7, 8, 20, 21, 22, 23, 24, 25,
28, 29 3.9.3 Tingkat Kesukaran Soal Posttest Siklus I
Tabel 14
Kriteria Tingkat Kesukaran Soal Posttest Siklus I
Kategori Butir Soal
Sukar -
Sedang 7, 12
Mudah 3, 4, 8, 11, 13, 15, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 28,
29 3.9.4 Tingkat Kesukaran Soal Posttest Siklus II
Tabel 15
Kriteria Tingkat Kesukaran Soal Posttest Siklus II
Kategori Butir Soal
Sukar -
Sedang 7, 14, 25, 27
Mudah 2, 3, 6, 8, 11, 12, 15, 16, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 29, 30.
3.10 Indikator Keberhasilan
Pada penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila 100% atau pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi telah diterapkan pada kegiatan pembelajaran di kelas II SD Negeri Samban 02 Bawen, dan 80 % atau lebih siswa kelas II SD Negeri Samban 02 berhasil tuntas dengan perolehan nilai matematika di atas KKM pada setiap siklus (KKM = 65) setelah penerapan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi.
3.11 Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dalam 2 tahapan, yaitu teknik analisis untuk data hasil observasi dan teknik analisis untuk data hasil tindakan.
3.11.1 Data untuk Variabel Bebas (X)
Data hasil observasi dalam penelitian ini meliputi data hasil observasi kegiatan guru, data hasil observasi kegiatan siswa dan observasi implementasi pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi. Observasi kegiatan guru dilakukan selama pelaksanaan tindakan siklus I dan pelaksanaan tindakan siklus II. Observasi kegiatan guru digunakan untuk mengukur apakah guru sudah baik dalam menerapkan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media lidi. Lembar observasi kegiatan guru terbagi dalam kegiatan pra pembelajaran, kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Observer mengamati kegiatan guru selama 2 siklus pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Observer mengisi lembar observasi kegiatan guru dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom “ya” apabila kegiatan guru dilaksanakan dengan baik dan kolom“tidak” apabila tidak terlaksana.
3.11.2 Data untuk Variabel Terikat (Y)
Setelah dilakukan analisis data terhadap data hasil observasi kemudian dilakukan analisis data terhadap data hasil tindakan. Data hasil tindakan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah data mengenai hasil belajar siswa.
Data mengenai hasil belajar siswa diperoleh padasiklus I dan siklus II. Untuk mengukur hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran MATEMATIKA bisa dengan tes evaluasi. Data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes evaluasi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Nilai akhir =skor yang diperoleh
skor maksimal x 100
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) dikonfirmasikan dalam kriteria ketuntasan sebagai berikut:
Tabel 16
Kriteria Ketuntasan Hasil Belajar Matematika SD Negeri Samban 02 KKM Kualifikasi
≥65 Tuntas
<65 Belum Tuntas
Setelah didapatkan data mengenai hasil belajar siswa, kemudian penulis membuat tabel distribusi frekuensi prasiklus, siklus I, dan siklus II untuk mempermudah dalam membaca data mengenai hasil belajar siswa. Kemudian data mengenai hasil belajar siswa dibuat dalam bentuk diagram lingkaran (pie). Setelah itu peneliti membuat tabel ketuntasan belajar siswa untuk menentukan jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas. Untuk lebih memperjelas mengenai persentase ketuntasan belajar siswa, peneliti membuat diagram lingkaran hasil belajar prasiklus, siklus I, dan siklus II.
Dari segi hasil belajar, salah satu syarat pembelajaran dikatakan berhasil ialah minimal 80% dari jumlah siswa mencapai ketuntasan belajar (KKM=65).