• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

2. 1. Letak Geografis dan Keadaan Alam

2. 1. 1. Deskripsi Kecamatan Medan Maimun

Kecamatan Medan Maimun memiliki luas wilayah sekitar 3.345 Km2 dengan 27 meter diatas permukaan laut, terletak diantara 30 – 320 Lintang Utara dan 980 – 390 Bujur Timur. Secara administratif Kecamatan Medan Maimun berbatasan dengan :

- Di sebelah timur dengan Kecamatan Medan Barat; - Di sebelah barat dengan Kecamatan Medan Polonia; - Di sebelah selatan dengan Kecamatan Medan Johor; - Di sebelah utara dengan Kecamatan Medan Kota.

Kecamatan Medan Maimun terdiri dari beberapa kelurahan yang membentuknya, kelurahan-kelurahan tersebut antara lain :

1. Kelurahan Sei Mati; 2. Kelurahan Aur; 3. Kelurahan Sukaraja; 4. Kelurahan Jati;

5. Kelurahan Hamdan; dan 6. Kelurahan Kampung Baru.

Yang menjadi fokus lokasi penelitian adalah Kelurahan Kampung Baru yang terletak di Kecamatan Medan Maimun Kota Medan yang akan digambarkan secara jelas dibawah ini.

(2)

2. 1. 2. Deskripsi Kelurahan Kampung Baru

Secara geografis dan secara administratif Kelurahan Kampung Baru berbatasan dengan :

- Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Sungai Mati Kecamatan Medan Maimun;

- Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Sukadame Kecamatan Medan Polonia;

- Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor;

- Sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Sitirejo I dan Kelurahan Sitirejo II Kecamatan Medan Kota.

Kelurahan Kampung Baru adalah sebuah kelurahan secara administratif dan merupakan bagian dari Kecamatan Medan Maimun Kota Medan. Kelurahan Kampung Baru ini secara administratif dibagi menjadi 21 lingkungan, yaitu lingkungan I sampai dengan lingkungan XXI. Tiap-tiap lingkungan dikepalai oleh seorang Kepala Lingkungan atau biasa disebut Kepling. Antara lingkungan yang satu dengan lingkungan yang lain dapat dicapai dengan berjalan kaki. Selain itu Kelurahan Kampung Baru juga memiliki 24 RW, 51 RT dan 48 buah Blok Sensus. (Sumber : Kantor Kelurahan Kampung Baru, 2007).

(3)

Kelurahan Kampung Baru memiliki luas wilayah 127 Ha dengan persentasi sekitar 37,97% terhadap luas Kecamatan Medan Maimun dengan perincian tanah sebagai berikut :

No.

Komposisi Luas Wilayah Kelurahan Kampung Baru

Tabel 1 Jenis penggunaan tanah Luas (Ha) % 1 Pemukiman /toko 64,90 51,1% 2 Jalan/gang 5,10 4 % 3 Perkuburan 9,35 7,3 % 4 Lahan kosong 7,30 5,7 % 5 Lain-lain 6,25 4,9 % Jumlah 127 100 %

Sumber : Kantor Kelurahan Kampung Baru, 2007, data diolah kembali oleh penulis

Dari tabel di atas diketahui bahwa lebih dari 50 % wilayah kelurahan Kampung Baru adalah merupakan pemukiman penduduk Kampung Baru, toko-toko dan perkantoran. Kemudian 7,3% wilayah merupakan lokasi perkuburan, 5,7 % nya adalah lahan kosong, 4 % merupakan jalan/gang dan yang lain-lain sebesar 4,9 %.

Sebagai daerah yang terletak hampir di tengah kota, kondisi geografis Kelurahan Kampung Baru dapat dikatakan cukup baik dengan terletak diantara 90 – 270 Lintang Utara dan 980 – 250 Bujur Timur. Dengan kisaran 27 meter diatas permukaan laut, Kelurahan Kampung Baru memiliki tanah dengan kualitas yang cukup baik dengan terdiri dari banyak bebatuan. Disamping itu terdapat sungai yang melintasi Kelurahan Kampung Baru yakni bagian dari sungai Sei Deli.

(4)

Suhu udara terendah adalah 230 C dan suhu yang tertinggi adalah 280 C. Dikarenakan Kelurahan Kampung Baru merupakan salah satu rute jalan besar terusan dari tengah kota maka lalu lintasnya cukup padat terutama pada pagi hari dan sore hari, tetapi tingkat pencemaran udara di Kelurahan Kampung Baru masih dalam tingkat yang ringan. Iklimnya juga cenderung normal. Walaupun belakangan ini cenderung tidak menentu, kadang bisa cerah sekali dan kadang bisa hujan tidak tergantung pada musim, dikarenakan cuaca yang kurang stabil.

2. 2. Sejarah Lokasi Penelitian

Menurut cerita dari para penduduk yang sudah lama sekali tinggal dan menetap di Kelurahan Kampung Baru ini, konon daerah ini sebelumnya tidak bernama. Asal mula nama Kampung Baru merupakan penamaan dari para penduduk yang dulu tinggal di daerah ini karena daerah ini dulunya merupakan suatu perkampungan, tetapi setelah banyaknya penduduk pendatang yang melakukan banyak pembangunan–pembangunan serta pembaharuaan–pembaharuan yang terjadi di perkampungan ini, sehingga para penduduk sepakat untuk menamai daerah ini dengan nama Kampung Baru. Konon pula pemilihan nama itu ada partisipasi dari Raja kerajaan Maimun yang dulu berkuasa sampai ke daerah ini sehingga akhirnya daerah ini sampai sekarang bernama Kampung Baru dan secara legitimasi menjadi wilayah administrasi kelurahan yang merupakan bagian daripada Kecamatan Medan Maimun.

(5)

2. 3. Pemerintahan Desa

Kelurahan Kampung Baru merupakan salah satu kelurahan yang dikepalai oleh seorang Lurah. Dalam melaksanakan tugasnya Lurah dibantu oleh perangkat-perangkat pemerintahan kelurahan dan kepala-kepala lingkungan. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada susunan organisasi berikut ini :

Kaur Pemerintahan Emmiwaty NIP : 400036622

LURAH

Drs. Zainul Achmadidin. Y.MAP NIP : 400041316

SUSUNAN ORGANISASI KELURAHAN KAMPUNG BARU KECAMATAN MEDAN MAIMUN TAHUN 2007

SEKRETARIS Kosong sejak januari 2006

Kaur Umum Rahimah NIP : 010118785 Kaur Keuangan Henny Hasibuan NIP : 400044801 Kaur Kesra Julkarnaen Nasution NIP : 400028368 Kaur Ekbang Ramli NIP : 400028368

(6)

KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB KEPALA KELURAHAN DAN PERANGKAT KELURAHAN

A. Lurah

• Kedudukan Kepala Kelurahan

Kepala Kelurahan berkedudukan sebagai alat pemerintah yang berada langsung dibawah Camat.

• Tugas Kepala Kelurahan

Tugas Kepala Kelurahan adalah sebagai penyelenggara dan penanggung jawab utama di bidang pemerintahan.

• Fungsi Kepala Kelurahan

a. Menggerakkan partisipasi masyarakat.

b. Melaksanakan tugas dari pemerintah atasannya.

c. Melaksanakan koordinasi terhadap jalannya pemerintahan kelurahan. d. Melaksanakan tugas dibidang pembangunan dan kemasyarakatan. e. Melaksanakan tugas-tugas dalam rangka pembinaan ketentraman dan

ketertiban.

• Tanggung Jawab Kepala Kelurahan

Kepala Kelurahan bertanggung jawab kepada Bupati atau Walikota Kepala Daerah Tingkat II melalui Camat.

B. Sekretaris

• Kedudukan Sekretaris Kelurahan

Sekretaris Kelurahan berkedudukan sebagai staf yang membantu kelancaran pelaksanaan tugas Kepala Kelurahan.

• Tugas Sekretaris Kelurahan

Tugas Sekretaris Kelurahan adalah menyelenggarakan pembinaan

administrasi pemerintah kelurahan dan memberikan pelayanan staf kepada Kepala Kelurahan.

• Fungsi Sekretaris Kelurahan

a. Melaksanakan urusan surat-menyurat, kearsipan dan laporan. b. Melaksanakan urusan keuangan, urusan pemerintahan, urusan

(7)

c. Melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Kelurahan apabila Kepala Kelurahan berhalangan .

• Tanggung Jawab Sekretaris Kelurahan

Bertanggung Jawab kepada Kepala Kelurahan. C. Kepala Lingkungan

• Kedudukan Kepala Lingkungan

Adalah sebagai unsur pelaksana tugas Kepala Kelurahan dalam wilayah kerjanya.

• Tugas Kepala Lingkungan

Kepala Lingkungan mempunyai tugas membantu pelaksanaan tugas Kepala Kelurahan dalam wilayah kerjanya

• 3.3 Fungsi Kepala Lingkungan

Membantu pelaksanaan tugas Kepala Kelurahan dalam wilayah kerjanya.

• 3.4 Tanggung Jawab Kepala Lingkungan

Bertanggung jawab kepada Kepala Kelurahan. D. Kepala Urusan Kelurahan

• Kedudukan Kepala Urusan Kelurahan

Sebagai unsur pembantu Sekretaris Kelurahan dalam bidang tugasnya.

• Tugas Kepala Urusan Kelurahan

Mempunyai tugas menjalankan kegiatan Sekretaris Kelurahan dalam bidang tugasnya.

• Fungsi KepalaUrusan Kelurahan

Melaksanakan kegiatan-kegiatan urusan pembangunan, kesejahteraan, keuangan dan umum sesuai bidang tugas masing-masing.

• Tanggung Jawab Kepala Urusan Kelurahan

(8)

2. 4. Keadaan Penduduk 2. 4. 1. Jumlah Penduduk

Dengan luas daerah pemukiman/kantor 64,90 Ha dan lahan kosongnya sekitar 7,30 Ha. Kelurahan Kampung Baru merupakan daerah kelurahan yang cukup padat karena didiami oleh 24.824 orang penduduk dengan berbagai usia, jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan berbagai etnis atau suku bangsa. Hal ini akan lebih dijelaskan dengan rincian-rincian yang ada di bawah ini.

2. 4. 2. Komposisi Penduduk

No

Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 2

Jenis Kelamin Jumlah / Orang %

1 Laki-laki 12342 49,7%

2 Perempuan 12482 50,3%

Jumlah 24824 100 %

Sumber : Kantor Kelurahan Kampung Baru, 2007, data diolah kembali oleh penulis

Berdasarkan data yang diperoleh dari kantor Kelurahan Kampung Baru, jumlah penduduk Kelurahan Kampung Baru pada data kantor kelurahan terakhir Juni 2007 adalah 24.824 orang yang terdiri atas 12.342 orang laki-laki dan 12.482 orang perempuan. Dapat dilihat bahwa jumlah warga perempuan pada Kelurahan Kampung Baru lebih besar dari jumlah warga laki-lakinya dengan selisih sekitar 140 orang. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana jumlah warga laki-laki pada Kelurahan Kampung Baru lebih banyak dari pada warga perempuannya.

(9)

No

Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia

Tabel 3

Umur (tahun) Jumlah / Orang %

1 0 – 5 Tahun 1935 7,8 %

2 6 – 25 Tahun 10102 40,7%

3 25 – 64 Tahun 11328 45,6%

4 65 + keatas 1459 5,9 %

Jumlah 24824 100 %

Sumber : Kantor Kelurahan Kampung Baru, 2007, data diolah kembali oleh penulis

Menurut data dari kantor Kelurahan Kampung Baru, penduduk mayoritas Kelurahan Kampung Baru adalah penduduk pada usia produktif (15-64 tahun) yaitu berjumlah 11.328 orang. Kemudian dibawahnya adalah penduduk dengan usia sekolah (6-25 tahun) yaitu 10.102 orang, disusul usia balita (0-5 tahun) berjumlah 1.935 orang dan usia lanjut usia (65 tahun+) yang berjumlah 1.459 orang.

(10)

No.

Komposisi Penduduk berdasarkan Agama

Tabel 4

Agama Jumlah Penduduk/Orang %

1 Islam 17789 71,7% 2 Budha 4819 19,4% 3 Kristen Protestan 1861 7,5% 4 Kristen Katolik 254 1 % 5 Hindu 101 0,4% Jumlah 24824 100 %

Sumber : Kantor Kelurahan Kampung Baru, 2007, data diolah kembali oleh penulis

Lebih dari 70% penduduk Kelurahan Kampung Baru beragama Islam yaitu berjumlah 17789 orang. Kemudian disusul penganut agama Budha yang berjumlah 4819 orang, lalu penganut agama Kristen Protestan 1861 orang, penganut agama Kristen Katolik 254 orang dan terakhir penganut agama Hindu 101 orang.

(11)

No.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa

Tabel 5

Jenis suku bangsa Jumlah / Orang %

1 Melayu 2798 11,3% 2 Batak 3785 15,2% 3 Karo 1779 7,1 % 4 Mandailing 3877 15,6% 5 Dairi 66 0,2 % 6 Nias 40 0,7 % 7 Minang 4128 16,6 % 8 Aceh 207 0,8 % 9 Jawa 3881 15,7% 10 WNI keturunan 4263 17,2% 11 lain lain Jumlah - 24824 0 % 100 %

Sumber : kantor kelurahan Kampung Baru, 2007, data diolah kembali oleh penulis

Tabel diatas menunjukkan adanya keanekaragaman etnis suku bangsa para penduduk yang bermukim di Kelurahan Kampung Baru dimana mayoritas yang menjadi penduduknya adalah suku Tionghoa atau WNI keturunan yang berjumlah 4263 orang, disusul dengan yang suku Minang berjumlah 4128 orang, lalu suku Jawa berjumlah 3881 orang, suku Mandailing berjumlah 3877 orang, suku Batak/Simalungun berjumlah 3785 orang, suku Melayu berjumlah 2798 orang, suku Karo berjumlah 1779 orang, suku Aceh berjumlah 207 orang, suku Dairi berjumlah 66 orang dan yang terakhir suku Nias yang berjumlah 40 orang.

(12)

No.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Tabel 6

Pendidikan Terakhir Jumlah / Orang %

1 SD 6023 24,2% 2 SMP 6873 27,7% 3 SLTA 5723 23 % 4 S-1 437 1,8 % 5 S-2 45 0,1 % 6 S-3 13 0,1 % Jumlah 24824 100 %

Sumber : kantor kelurahan Kampung Baru, 2007, data diolah kembali oleh penulis

Menurut data terakhir kantor Kelurahan Kampung Baru 2007 mengenai pendidikan terakhir para penduduk, kebanyakan penduduk hanya berpendidikan terakhir sampai dengan tingkat SLTP/SMP yakni sebanyak 6873 orang. Kemudian 6023 orang yang hanya berpendidikan terakhir SD, 5723 orang yang berpendidikan terakhir SLTA/SMU, 437 orang yang Sarjana S1, 45 orang yang Sarjana S2 dan 13 orang yang berpendidikan terakhir sampai dengan Sarjana S3.

(13)

No.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

Tabel 7

Mata Pencaharian Jumlah / Orang %

1 PNS 280 1.3% 2 TNI 35 0.1% 3 POLRI 35 0.1% 4 Guru PNS 70 0.3% 5 Guru Swasta 25 0.1% 6 Karyawan Swasta 2372 9.5% 7 Buruh 983 3.9% 8 Pedagang 1321 5.3% Jumlah 24824 100%

Sumber : kantor kelurahan Kampung Baru, 2007, data diolah kembali oleh penulis

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa mayoritas jenis mata pencaharian penduduk Kelurahan Kampung Baru adalah yang bekerja sebagai karyawan swasta atau wiraswasta yakni berjumlah 2372 orang. Kemudian disusul dengan pedagang 1321 orang, lalu yang bekerja sebagai buruh sebanyak 983 orang, pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 280 orang, guru PNS sebanyak 70 orang, TNI dan POLRI masing-masing sebanyak 35 orang dan yang terakhir yang bekerja sebagai guru swasta 25 orang.

(14)

2. 5. Pola Pemukiman

Kelurahan Kampung Baru terletak tidak begitu jauh dari pusat kota Medan. Daerah ini dibatasi oleh jalan-jalan raya besar, gang–gang kecil dan bangunan-bangunan pertokoan, dan rumah-rumah penduduk. Di pinggiran jalan pada umumnya yang terlihat adalah bangunan-bangunan perkantoran dan jejeran bangunan berbentuk Rumah Toko (RUKO) yang memakai corak bangunan pertokoan modern. Rumah jenis ini biasanya pemiliknya adalah penduduk Kelurahan Kampung Baru yang merupakan etnis tionghoa. Mereka lebih memilih rumah jenis ini dikarenakan alasan dengan rumah jenis ruko selain dapat dijadikan sebagai tempat tinggal juga dapat dijadikan sebagai tempat usaha misalnya untuk berdagang. Mereka inilah yang banyak membangun toko-toko di sekitar wilayah Kelurahan Kampung Baru. Rumah-rumah pemukiman penduduk lainnya biasanya terlihat apabila kita sudah masuk kedalam gang. Hal ini dikarenakan perumahan penduduk sudah banyak tertutup oleh jejeran bangunan ruko yang ada di depannya. Di belakang gedung-gedung ruko yang bertingkat ini barulah kita dapati rumah-rumah penduduk yang mengelompok cukup padat yang dihubungkan dengan gang-gang kecil. Rumah-rumah penduduk ini memiliki pola pemukiman yang berupa perumahan yang saling berhadap-hadapan dan lurus ke belakang gang dengan kontur tanah yang cukup datar. Rumah-rumah penduduk ini masing-masing memiliki pekarangan yang tidak terlalu besar, cenderung sempit, tetapi masih cukup banyak pepohonan dan antara rumah yang satu dengan rumah yang lainnya jaraknya cukup rapat. Rumah-rumah jenis ini biasanya didiami para penduduk Kelurahan Kampung Baru yang bersuku Mandailing, Padang, Batak dan lain-lain.

(15)

Masyarakat kawasan Kelurahan Kampung Baru pada umumnya tidak pernah memiliki kesulitan dalam mencari air bersih, rata–rata penduduk memiliki sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air, yaitu air ledeng yang diusahakan oleh PDAM Tirtanadi. Penduduk juga telah memiliki kesadaran tentang runah yang sehat dan semua rumah memiliki kamar mandi dan kakus. Aliran pembuangan dan got di kawasan ini juga cukup baik. Pengadaan listrik di daerah Kampung Baru juga cukup baik, yang diusahakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Walaupun akhir–akhir ini sering sekali PLN melakukan pemadaman listrik yang cukup meresahkan warga, sehingga untuk mengatasinya banyak dari warga masyarakat yang menggunakan generator atau genset untuk sumber daya rumah tangga atau keperluan bisnis mereka apabila sedang terjadi pemadaman listrik tersebut

Masyarakat setempat (host population) Kelurahan Kampung Baru terdiri dari berbagai macam suku bangsa tinggal berdampingan dengan masyarakat etnis tionghoa dan beberapa masyarakat lainnya. Mereka yang tinggal di Kelurahan Kampung Baru ini hidup rukun dan jarang terdengar masalah diantara masyarakat yang berbeda suku. Walaupun ada sedikit jarak diantara masyarakat etnis dengan masyarakat pribumi tetapi tidak nampak secara jelas di Kelurahan Kampung Baru ini.

(16)

2. 6. Sarana dan Prasarana

Lingkungan Kelurahan Kampung Baru ini merupakan daerah yang memiliki cukup banyak sarana kehidupan masyarakat, bisa dibilang cukup lengkap. Terutama di daerah pasarnya. Di daerah ini terdapat berbagai macam toko yang menjual bermacam–macam peralatan, pusat–pusat perbelanjaan seperti supermarket, bank-bank swasta dan bank-bank pemerintah serta berbagai sarana kehidupan kota seperti : Supermarket Suzuya, Supermarket Sun Smart, Supermarket Agung, Bank Central Asia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Permata, Bank Sumut, BNI 46, Bank NISP,dan lain lain. Terdapat pula banyak apotik, bengkel sepeda motor dan mobil, pasar tradisional, kantor Lurah Kampung Baru, dan sebagainya.

Toko–toko yang terdapat di daerah pasar Kelurahan Kampung Baru ini pun bervariasi, ada toko yang menjual peralatan rumah tangga seperti furniture, toko yang menjual spare part sepeda motor, toko yang menjual barang–barang elektronik yang jumlahnya cukup banyak, toko roti seperti Majestik, Iseya dan Winner, berbagai optik yang menyediakan kacamata dan lain-lainnya, toko–toko kelontong, toko–toko obat cina tradisional, toko yang menjual peralatan sembahyang etnis tionghoa, toko–toko ponsel, toko-toko mas, toko jam dan reparasinya, toko yang menjual buah–buahan, toko sepatu bermerek terkenal dan toko–toko sepatu biasa lainnya, toko–toko serba lima ribu yang jumlahnya dua buah, toko yang menjual barang–barang kebutuhan wanita seperti tas, pakaian, dompet, dan toko-toko lainnya. Toko–toko ini mayoritas menggunakan tenaga kerja perempuan sebagai pramuniaga tokonya. Di samping keberadaan toko–toko tersebut, di kawasan Kelurahan Kampung Baru terdapat juga rumah–rumah makan,

(17)

warung–warung kecil, kedai kopi, rental dvd atau vcd, kios–kios penjualan vcd, dan salon–salon kecantikan yang tidak terlalu besar.

Di bidang sarana komunikasi seperti media massa dapat dikatakan sangat baik dimana masyarakat Kelurahan Kampung Baru sudah terbiasa menggunakan media massa seperti koran dan majalah-majalah. Sedangkan media elektronik telah dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dapat dilihat bahwa hampir seluruh rumah penduduk memiliki televisi, radio atau media massa elektronik lainnya. Alat komunikasi telepon bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat Kelurahan Kampung Baru apalagi di jaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Hampir di semua rumah penduduk menggunakan sambungan telepon rumah dari Telkom, atau menggunakan telepon genggam (Handphone) untuk sarana bertelekomunikasinya, disamping terdapat beberapa telepon umum yang terletak di jalan-jalan dan berbagai warung telekomunikasi yang menyediakan jasa telekomunikasi yang dapat kita temui di berbagai sudut Kampung Baru.

Dalam bidang sarana kesehatan di Kampung Baru juga cukup lengkap, dapat dilihat dengan adanya dua unit rumah sakit yang salah satunya sekaligus sebagai rumah bersalin yang sudah ada sejak lama yaitu rumah sakit Wina dan adanya satu unit puskesmas yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah sakit tersebut (laporan BPS tahun 2004). Biasanya di puskesmas tersebut warga sekitar bisa mendapat pengobatan gratis hanya dengan menunjukkan kartu keluarga saja. Adapula beberapa praktek dokter umum yang letaknya di pinggir jalan utama yang setiap hari selalu ramai dikunjungi pasiennya. Selain itu juga akan kita temukan adanya praktek dokter gigi, praktek klinik kecantikan dan lain sebagainya.

(18)

Dalam bidang sarana pendidikan, Kelurahan Kampung Baru juga cukup lengkap. Sarana pendidikannya dapat kita lihat dalam tabel berikut :

No.

Sarana Pendidikan Kelurahan Kampung Baru

Tabel 8 Jenis Jumlah % 1 TK/Playgroup 4 21 % 2 SD 8 42,1% 3 SMP 5 26,3% 4 SMA/SMK 2 10,5% 5 Perguruan Tinggi - 0 % Jumlah 19 100%

Sumber : Kantor Kelurahan Kampung Baru, 2007, data diolah kembali oleh penulis.

Dimana disini terdapat beberapa TK Islam maupun TK reguler yang berjumlah 4 buah, SD negeri dan swasta yeng berjumlah 8 buah, SMP negeri dan swasta yang berjumlah 5 buah, dan SMU/SMK negeri maupun swasta yang berjumlah 2 buah, Biasanya sekolah-sekolah swasta tergabung dalam suatu lembaga–lembaga pendidikan yang dalam satu wilayah terdapat semua tingkat pendidikan seperti Al–Wasliyah, W.R. Supratman, Harapan Mandiri dan lain–lain. Selain itu juga di kawasan Kelurahan Kampung Baru terdapat pula berbagai kursus–kursus keterampilan seperti kursus bahasa Inggris, kursus komputer, dan lain–lain.

Di bidang sarana peribadatan, di Kelurahan Kampung Baru terdapat 9 buah mesjid dan 12 buah langgar yang menjadi tempat ibadah warga sekitar yang mayoritas beragama Islam (laporan kantor Kelurahan Kampung Baru, 2007). Walaupun mayoritas penduduk beragama Islam tetapi toleransi beragamanya masih tetap terjaga

(19)

dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari kunjungan-kunjungan antar umat bila ada Hari Raya, ataupun hari besar umat beragama lainnya.

Di bidang sarana pengangkutan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa daerah Kelurahan Kampung Baru merupakan daerah yang lalu lintasnya cukup padat. Hal ini dikarenakan Kelurahan Kampung Baru merupakan salah satu rute jalan besar terusan dari tengah kota. Jadi, banyak sekali kita dapati trayek angkutan umum yang melintasi daerah Kampung Baru sebagai rute perjalanannya misalnya dari daerah Padang Bulan untuk dapat mencapai ke daerah Kampung Baru, kita dapat menggunakan angkutan umum yang bernomor trayek 02 yang berwarna kuning, trayek 121 atau 120 yang berwarna merah dengan biaya perjalanan sebesar Rp. 2.500,-. Angkutan-angkutan umum lain yang melintas di Kampung Baru bervariasi, tapi yang paling banyak adalah angkutan umum yang bernomor trayek 08 dan 17 yang rute-nya juga melintasi kawasan Titi Kuning, Deli Tua, dan ke kawasan Terminal Sambu. Biaya atau ongkos yang diperlukan untuk menggunakan kedua trayek ini juga relatif sama, yaitu sebesar Rp.2.500,- – Rp.3.000,-. Jalan besar ini dilapisi aspal tebal dan untuk memisahkan jalan terdapat trotoar. Hal ini dibangun untuk memudahkan para pengguna jalan.

2. 7. Sistem Kemasyarakatan 2. 7. 1. Sistem Kekerabatan

Masyarakat Kelurahan Kampung Baru adalah masyarakat yang heterogen, dikatakan demikian, karena terdiri dari banyak suku bangsa yang hidup dan bertempat tinggal di Kelurahan Kampung Baru sejak lama seperti suku Batak, Mandailing, Padang, Nias, Dairi, Aceh, Jawa, Melayu, Karo dan etnis Tionghoa. Mereka umumnya memiliki

(20)

sistem kekerabatan patrilineal yaitu melihat garis keturunan menurut garis ayah. Dapat kita lihat pada kartu keluarga di setiap keluarga di Kelurahan Kampung Baru yang menekankan ayah sebagai kepala keluarga. Jadi dalam artian masyarakat tetap mempertahankan ikatan-ikatan kultural. Masing-masing masyarakat beraneka suku saling berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan dan masyarakat lainnya. Bagi masyarakat pribumi di Kelurahan Kampung Baru biasanya yang mengikat mereka adalah kesamaan agama. Mereka saling bantu-membantu apabila ada peristiwa-peristiwa penting seperti perkawinan, bencana, kematian, mendirikan rumah dan peristiwa-peristiwa lainnya. Masyarakat tionghoa biasanya juga akan ikut membantu tetapi hanya sekedarnya saja atau misalnya datang ketika ada acara perkawinan atau kematian di masyarakat pribumi.

Seperti sistem kekerabatannya, prinsip patrilineal juga mempengaruhi kelompok-kelompok kekerabatan. Kelompok kekerabatan yang terkecil di daerah ini adalah adalah keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya yang belum kawin. Keluarga inti ini biasanya sekaligus menjadi suatu rumah tangga. Karena anak yang sudah kawin memisahkan diri dengan orangtua dan mengurus ekonomi keluarganya sendiri, sehingga sudah jarang ditemui bentuk keluarga luas. Hanya kadangkala ditemui orangtua yang tinggal bersama anaknya karena tidak mampu lagi mengurus dirinya sendiri.

Kelompok kekerabatan ada yang berupa klen besar yaitu yang terdiri dari semua keturunan sejenis ialah keturunan laki-laki maupun perempuan (Koentjaraningrat 1990 : 126). Dalam hal ini adalah keturunan laki-laki (patrilineal). Disini dijumpai kelompok kekerabatan yang berdasarkan suku bangsa, seperti pada kelompok keluarga suku Aceh, kelompok keluarga Tionghoa dan lain-lain. Tetapi kelompok-kelompok ini hanya aktif apabila ada kejadian penting dalam kehidupan anggota-anggotanya.

(21)

Disamping kelompok kekerabatan ini, di Kelurahan Kampung Baru terdapat organisasi sosial yang merupakan institusi modern dalam rangka melancarkan aktivitas hidup bermasyarakat. Organisasi sosial itu adalah organisasi keagamaan seperti pengajian ibu-ibu, perkumpulan remaja mesjid, dan lain-lainnya. Selain itu terdapat juga organisasi kepemudaan seperti organisasi pemuda pancasila (PP) dan organisasi olahraga seperti perkumpulan sepakbola, perkumpulan bulu tangkis dan lain-lain.

2. 7. 2. Kesatuan Hidup Setempat

Di Kelurahan Kampung Baru juga terdapat kesatuan hidup setempat, yang dinamakan Serikat Tolong Menolong (STM). Yang menjadi anggotanya adalah tiap-tiap kepala rumah tangga di seluruh daerah Kelurahan Kampung Baru. Aktivitas kelompok ini tampak pada saat anggotanya mengalami kejadian-kejadian penting seperti perkawinan, bencana, dan kematian. Mereka biasanya akan memberikan bantuan langsung berupa teratak, sumbangan uang, tenaga, dan perlengkapan penguburan apabila ada peristiwa kematian diantara anggota atau anggota keluarga daripada STM tersebut. Tetapi untuk memperoleh hal-hal tersebut, setiap anggota wajib memberikan iuran wajib anggota STM sebesar Rp. 2000,- perbulan dan Rp. 1000,- apabila ada anggota STM yang mendapat kemalangan.

Kesatuan hidup yang lebih luas lagi adalah kesatuan hidup satu kelurahan yang mempunyai satu lurah sebagai seorang pemimpin formal.

(22)

2. 7. 3. Sistem Kepemimpinan

Sistem kepemimpinan terdiri dari pemimpin formal dan pemimpin informal. Pemimpin informal adalah orang yang dituakan dan dianggap memiliki kemampuan agama yang lebih daripada penduduk Kampung Baru lain, yang hanya berfungsi pada saat adanya acara-acara adat. Sedangkan pemimpin formal adalah lurah, kepala-kepala lingkungan dan perangkat pemerintahan lainnya.

Gambar

Tabel diatas menunjukkan adanya keanekaragaman etnis suku bangsa para  penduduk yang bermukim  di Kelurahan Kampung Baru dimana mayoritas  yang  menjadi penduduknya  adalah suku Tionghoa atau WNI keturunan yang berjumlah  4263  orang, disusul  dengan yang

Referensi

Dokumen terkait

Selama praktik di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berbagai tugas telah diberikan oleh bidang yang saya tempati yaitu bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) diantaranya yaitu Pelayanan

Terlepas apakah kerusuhan pada demonstrasi mahasiswa memang di- setting untuk chaos atau tanpa sengaja terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu, aksi gerakan yang

BOGOR 2006.. Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Analisis Pengembangan Perikanan mini purse seine Berbasisi Optimasi Sumberdaya Ikan Pelagis Kecil di Provinsi Maluku

400.000 jiwa ÷ 70 jiwa/ha (kepadatan penduduk Kota Makassar pada 2003)≒ 5.700 ha 5.700 ha ÷ 120~130 % (perbaikan efisiensi tata guna lahan)≒ about 4.500 ha Dengan

Semakin besar total aset diharaphan semakin besar hasil operasional yang dihasilkan oleh perusahaan.Peningkatan total aset yang diikuti peningkataan hasil operasi akan

Kode untuk merubah font yaitu <font face&'#ourier'> dan diakhiri dengan kode </font> karena ini tulisan $rial maka jika Kucing arong diganti akan menjadi

Di sisi lain… Seandainya kita memiliki aktivitas lain di luar trading… Mungkin sekolah, kuliah, kerja kantoran, wiraswasta dll… Maka tingkat urgency akan profit

Ucapan yang menyejukkan akan meninggalkan kesan yang positif bagi orang lain. Setidaknya, ucapan sejuk yang kita kemukakan akan menjadi modal untuk memperoleh