1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan befikir. Penyusunan standar proses pendidikan diperlukan untuk menentukan kegiatan pembelajaran oleh guru sebagai upaya mencapai Standar Kompetensi Kelulusan (Wina, 2006: 49).
Dalam proses kegiatan belajar mengajar semangat belajar adalah salah satu hal yang sangat penting yang sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Seorang siswa yang mempunyai semangat untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, ia pasti akan mampu untuk menerima serta memahami tentang apa yang disampaikan guru. Hal ini dikarenakan dalam diri siswa sudah tertanamkan perasaan sadar dan pentingnya akan materi yang akan disampaian guru. Untuk menumbuhkan sikap sadar dan perasaan mengangap penting akan apa yang disampaikan pada diri siswa, dalam kegiatan pembelajaran seorang guru yang baik hendaknya mampu untuk membuat suasana kelas serta membuat siswa tertarik akan apa yang akan disampaikan. Sehingga siswa tidak akan mengalami hal yang namanya kejenuhan selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Suprijono (2009:163) menyatakan hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan perilaku. Motivasi belajar adalah proses yang memberi semangat belajar, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.
Semangat untuk mengikuti kegiatan pembelajara merupakan salah satu kunci yang amat penting dimana hal tersebut sangat mempengarui hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa. Banyak siswa yang hasil belajarnya tidak memuaskan karena bukannya siswa tersebut tidak mampu memahami materi. Akan tetapi dikarenakan banyaknya siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik.
Salah satu masalah yang sering ditemui dalam proses pembelajaran diantaranya banyak siswa yang melamun saat mengikuti pelajaran, siswa yang justru hanya bermain sendiri dan masih banyak lagi.
Dalam dunia pendidikan hasil belajar siswa merupakan hal yang penting karena hasil belajar merupakan salah satu tolak ukur bagi seorang baik itu bagi siswa, orang tua, guru dan pemerintah untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami tentang sebuah materi dan kemampuan siswa terhadap sesuatu yang ia pelajari. Dalam dunia pendidikan apabila seorang siswa mampu memperoleh sebuah hasil belajar yang tinggi bisa disimpulkan bahwa siswa tersebut sebagian besar telah mampu menguasai dan memahami sebuah materi yang disampaikan guru. Sedangkan seorang siswa yang memperoleh hasil belajar yang rendah dapat pula disimpulkan bahwa siswa tersebut mempunyai sebuah masalah dalam menguasai dan memahami sebuah materi.
Siswa yang hasil belajarnya rendah juga bisa di karenakan semangat siswa tersebut sangat kurang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk menumbuhkan semangat belajar siswa diantaranya dengan membuat pembelajaran yang menarik dan inovatif. Salah satunya adalah pemilihan model pembelajaran yang tepat yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Di Sekolah SD Negeri Getas 3, dalam kegiatan belajar mengajar khususnya bidang studi IPS masih belum mampu membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Selain hasil belajar yang diperoleh belum cukup memuaskan masih banyak masalah-masalah yang terjadi pada siswa. Dalam kegiatan pembelajaran masih banyak siswa yang belum berperan aktif, serta masih banyak yang malah melakukan kegiatan lain seperti tidur. Hal ini bisa di karenakan bidang studi IPS merupakan materi yang sangat berhubungan dengan kehidupan sosial sehari-hari anak jadi perlu membutuhkan bimbingan yang bisa diterima oleh anak sehingga anak mengerti. Serta pemilihan model-model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan pada bidang studi tersebut.
Dalam kegiatan pembelajaran sebenarnya terdapat banyak sekali model pembelajaran. Akan tetapi tidak semua model bisa diterapkan pada bidang studi IPS. Salah satu diantaranya adalah pemilihan model talking stick dan model team game
tournament dalam pembelajaran IPS. Melalui pemilihan model antara talking stick dan team game tournament ini diharapkan akan mampu untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini di karenakan model talking stick dan team game tournament merupakah metode pembelajaran inovatif dimana metode ini sangat bergantung pada peran siswa, dengan model ini siswa akan membuat siswa lebih berkonsentrasi dan akan mampu menggali sampai sejauh mana siswa menguasai materi yang dijelaskan oleh guru.
Pada tahap observasi, diperoleh hasil bahwa jumlah siswa kelas 5 di SD Negeri 3 Getas sebanyak 24 siswa sedangakan di SD Negeri Tlogowungu jumlah siswa kelas 5 sebanyak 21 siswa. Dari kedua SD tersebut KKM pada mata pelajaran IPS dari kedua SD tersebut memiliki selisih yang tidak begitu berbeda. KKM pada mata pelajaran IPS di SD Negeri 3 Getas adalah 66 dan KKM mata pelajaran IPS di SD Negeri Tlogowungu adalah 68. Pada siswa kelas 5 di SD Negeri 3 Getas, siswa yang tuntas dalam mata pelajaran IPS sebanyak 11 siswa sekitar 45,8% dan yang tidak tuntas sebanyak 13 siswa sekitar 54,2% dari jumlah keseluruhan 24 siswa. Pada siswa kelas 5 SD Negeri Tlogowungu, siswa yang tuntas dalam mata pelajaran IPS sebanyak 9 siswa sekitar 42,9% dan yang tidak tuntas sebanyak 12 siswa sekitar 57,1% dari jumlah keseluruhan 21 siswa. Selain banyaknnya jumlah siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal dalam kegiatan pembelajarannya masih banyak hal-hal yang perlu diselesaikan terutama masalah yang berhubungan dengan kegiatan proses pembelajaran. Dalam pembelajaran bidang studi IPS di SD Negeri 3 Getas , banyak sekali siswa yang kurang bisa memahami materi yang disampaikan guru. Dalam kegiatan belajar mengajar bidang studi IPS, suasana pembelajaran yang terjadi di kelas V SDN 3 Getas sangatlah kaku. Guru lebih cenderung menyampaikan materi dengan ceramah yang kurang bervariatif sehingga siswa mengalami hal yang dinamakan kejenuhan dalam belajar. Ditambah lagi setelah siswa mengalami kejenuhan justru siswa diberikan hal yang tidak mengobati kejenuhan yang siswa alami. Seperti siswa disuruh mengerjakan lembar kerja siswa (LKS). Keadaan suasana kelas inilah yang menyebabkan kurangnya semangat belajar siswa terhadap
bidang studi IPS sehingga hasil belajarnya juga menurun. Begitupun dengan masalah yang terjadi di SD Negeri Tlogowungu
Pemilihan model pembelajaran talking stick dan team game tournament menjadi pandangan untuk diterapkan dalam pembelajaran bidang studi IPS kelas V untuk mengetahui model inovatif manakah yang paling cocok . Model pembelajaran talking stick dan team game tournament merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran yang bertujuan untuk membuat siswa memperoleh hasil belajar yang bagus dengan proses yang menyenangkan. Hal ini dikarenakan penerapan kedua model hampir sama dengan permainan yang ada dalam kegiatan kepramukaan. Dimana kita tahu bahwa permainan kepramukaan merupakan kegiatan yang mampu membuat siswa menjadi tidak bosan. Maka dari itu apabila pembelajaran IPS diterapkan dengan penggunaan kedua model tersebut, diharapkan suasana kelas menjadi lebih menyenangkan sehingga siswa tidak akan bosan dan mempunyai semangat terhadap bidang studi IPS sehingga berpengaruh terhada hasil belajar yang rendah.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka untuk meningkatkan pemahaman konsep belajar siswa memerlukan perencanaan dan pendekatan yang sistematis dengan salah satunya melalui pemilihan model belajar yang tepat. Dalam penelitian eksperimen ini, diharapkan hasil belajar siswa akan bidang studi IPS menjadi lebih meningkat dengan diterapkannya kedua model pembelajaran tersebut .
Adapun alasan penggunaan model pembeljaran talking stick dan team game tournament merupakan dua buah model yang kooperatif dimana dengan penerapan model ini siswa akan menjadi lebih aktif, menyenangkan dan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan standrar proses yang seharusnya.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah penggunaan model pembelajaran talking stick dan model pembelajaran team game tournament dapat mengefektifkan kegiatan belajar sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada kelas 5 di SD Negeri 3 Getas dan SD Negeri telogowungu.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan efektifitas penggunaan model pembelajaran talking stick dan team game tournament terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V di SDN Getas 3 dan SD Negeri Telogowunggu.
1.4 Manfaat Penelitian
Dengan melakukan penelitian eksperimen ini, penulis berharap dapat memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung bagi dunia pendidikan. Maka dari itu, manfaat-manfaat tersebut dapat diuraikan dalam manfaat teoritis dan manfaat praktis.
1.4.1Manfaat Teoritis
1.4.1.1 Memperoleh suatu pengetahuan yang baru tentang pengauh model talking stick dan team game tournament terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran IPS untuk kelas 5.
1.4.1.2 Mendapatkan pengalaman baru dalam dunia ilmiah untuk mencari model yang sesuai dalam pembelajaran.
1.4.1.3 Bermanfaat bagi penelitian sebagai bahan pertimbangan peneliti untuk melakukan penelitian yang sejenis.
1.4.2 Manfaat Praktis 1.4.2.1 Manfaat Bagi Siswa
1.4.2.1.1 Dengan diterapkannya model pembelajaran talking stick siswa akan membuat siswa menjadi lebih bersemangat dan mampu untuk mengemukakan pendapatnya di depan kelas berdasarkan apa yang telah diterima dalam pembelajaran IPS.
1.4.2.1.2 Pemilihan model pembelajaran team game tournament yang diterapkan dalam mata pelajaran IPS untuk kelas V akan mampu membuat lebih meningkatkan daya ingat siswa karena proses
pembelajarannya yang menyenangkan serta mampu membuat siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga akan meningkatkan hasil belajar mereka.
1.4.2.2 Manfaat Bagi Guru
1.5.2.2.1 Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menerapkan model-model pembelajaran PAIKEM yang sesuai dengan materi yang diambil diantaranya adalah model pembelajaran talking stick dan team game tournament. Serta sebagai masukan bagi guru SD dalam mengajar.
1.4.2.3 Manfaat Bagi Sekolah
1.4.2.3.1 Sebagai masukan bagi guru SD untuk menerapkan model pembelajaran talking stick dan team game tournament dalam mata pelajaran IPS.
1.4.2.3.2 Sebagai sumbangan pemikiran untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS melalui model talking stick dan team game tournamen.
1.4.2.4 Manfaat Bagi Peneliti
1.4.2.4.1 Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian selanjutnnya.