• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Intra Natal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Asuhan Keperawatan Pada Pasien Intra Natal"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN IBU BERSALIN

Ny.N G1 P0 A0 UMUR 26 th

DI KAMAR BERSALIN RSUP.Dr.SARDJITO

YOGYAKARTA

DISUSUN OLEH KELOMPOK IV :

1. MARSITI PO7120109010

2. MARYATI PO7120109011

3. MASRIDA SINAGA PO7120109012

KEMENKES REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA

PROGSUS SARDJITO JURUSAN KEPERAWATAN DIII 2010

(2)

TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN

Hari / tanggal : Selasa 30 November 2010

Jam : 07. 00 WIB

Tempat : Ruang Kamar Bersalin RSUP DR SARDJITO Oleh : Kelompok IV

Sumber data : Klien,Keluarga ,Observasi , Pemeriksaa ,Fisik Bidan,Dokter

Metode : Wawancara, Observassi ,Studi Dokumen. 1. Identitas

a. Klien

Nama : Ny R

Umur : 26 th

Jenis kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Status perkawinan : Menikah

Pendidikan : D3

Pekerjaan : PNS

Suku / bangsa : Jawa /Indonesia

Alamat : Gunung Kidul

No RM : 1 34 59 80 Tanggal masuk : 29 -11-2010 b. Penaggung jawab Nama : Bp Y Umur : 28 th Pendidikan : D3 Pekerjaan : PNS

Alamat : Gunung Kidul Hubungan klien : Suami

2. Riwayat Kesehatan a. Kesehatan klien

1. Riwayat kesehatan sekarang a) Keluan utama

Klien mengatakan hamil 9 bulan lebih , belum ada tanda –tanda Persalinan,saat ini pasien dalam induksi persalinan dengan misoprostol 3 x 50 mg

b) Alasan masuk

Klien datang karena hamil nya sudah lebih dari 9 bulan ,rencana partus pervagina,rencana induksi persalinan

(3)

c) Riwayat Kehamilan HPM : 15-2-2010 HPL : 22-11-2010 UK : 41 mgg

ANC : 10 x di RSUP DR SARDJITO Imunisasi : 2x

d) Riwayat persalinan : G1 P0 A0 2. Riwayat kesehatan yang lalu

a) Klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular dan menurun ,seperti DM , hepatitis , hipertensi .

b) Riwayat perkawinan

Klien menikah 1x pada usia 24 th , usia perkawinan 2 th c) Riwayat haid

Menarche usia 14 th ,siklus haid 28-30 hari , lama haid 5-7 hari Keluhan haid : nyeri pada hari pertam haid

d) Riwayat kontrasepsi Klien belum pernah pakai

(4)

b. Kesehatan keluarga a) Genogram Keterangan : : Bayi laki-laki : Perempuan : Laki-laki : Garis keturunan : Tinggal serumah b) Riwayat kesehatan

Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit menular , menurun maupun cacat bawaan .Dalam keluarga tidak ada riwayat kembar.

3. Pola Kebiasaan

a. Aspek Fisik-Biologis 1. Pola nutrisi

− Sebelum persalinan /selama persalinan Klien makan 3x sehari berupa nasi , sayur, lauk, Klien makan dirumah 1 porssi habis , tidak ada makanan pantangan . Klien minum 7-8 gelas air putih perhari

(5)

Klien tidak ada nafsu makan , minum habis 2 gelas rasa nya mual.

2. Pola eliminasi − Selama hamil

Klien b.a.b teratur 1x sehari pagi hari . konsistensi lembek, bau khas . Klien b.a.k 8x sehari, warna kuning jernih ,bau khas, tidak ada darah.

− Selama kala 1-IV

Klien belum b.a.b selama di rumah sakit .Saat kala II ( pengeluaran )tidak keluar feces.

3. Pola Istirahat –Tidur − Selama hamil

Klien mengatakan tidur malam jam 21.00 - 04.30 Klien tidak pernah tidur siang , klien mengatakan

lebih mengutamakan tidur malam.Klienmengatakan tidurnya terganggu sejak kehamilan umur 9 bulan,sering terbangun.

− Selama kala 1-IV

Klien tidur nya kurang sejak masuk rumah sakit karena merasa sakit , saat di induksi dan saat terasa kenceng-kenceng.

4. Pola Kebersihan − Selama hamil

Klien mandi 2x sehari menggunakan sabun .Klien gosok gigi 2x sehari pagi hari dan sebelum tidur Klien keramas 2x seminggu menggunakan shampoo. Klien membersihkan genetalia saat b.a.k. b.a,b dan mandi. − Selama kala 1- IV

Klien baru ini mandi di lap ,selama di rumah sakit belum mandi,Klien mengatakan sebelum masuk RS keramas.

b. Aspek Mental ,Intektual ,Sosial,Spiritual 1) Konsep Diri

− Identitas diri

Klien merasa dirinya perempuan , berpakaian layak nya perempuan

− Gambaran diri

Klien merasa senang dan mensyukuri keadaan saat ini − Ideal diri

Klien mengatakan ingin segera sehat dan pulang. − Harga diri

Klien bangga mampu menjaga kandungan dan mendapat perhatian suami.

(6)

2) Intelektual

Klien sedikit tahu tentang proses persalinan, klien menyatakan hamil pertama

3) Mekanisme koping

Klien selalu bercerita dengan suami tiap kali ada masalah. 4) Hubungan intrapersonal

Selama di umah sakit , klien selalu di temani suami. Orang tua klien juga menunggu dan menemani klien.

5) Support system

Klien mendapat dukungan suami dan orang tuanya. Klien di temani suami saat kala 1-IV, Saat kala II suami member support pada klien agar tetap kuat

6) Aspek sosial

Klien selalu mengikuti kegiatan ibu-ibu PKK dan arisan 7) Spritual

Sebelum kala 1-IV, klien selalu sholat 5 waktu.

Memasuki kala 1-IV ,klien berdoa agar persalinan lancar dan baji sehat serta normal.

4. Pemeriksaan Fisik a. Keadaan Umum : baik

1) Kesadaran : Compos mentis 2) Status gizi : a) Sebelum hamil TB : 155 cm BB : 52 kg IMT : 21.6 b) Selama hamil TB : 155 cm BB : 63 kg IMT : 26.1 c) Suhu : 36,5º c Nadi : 88 x/ menit RR : 20 x/menit TD : 120 /80 mmHg

(7)

b. Pemeriksaan Cepalo – Kaudal 1) Kepala

a) Kepala : bentuk mesochepal , rambut klien hitam panjang kulit kepala bersih ,tidak ada ketombe.

b) Mata : Konjungtiva tidak aneis , sclera tidak ikterik.

c) Hidung : Simetris , tidak ada keluar cairan,tidak ada kelainan fungsi indra penciuman

d) Telinga : Bentuk simestri , bersih fungsi pendengaran baik. e) Mulut : Membran mukosa kering , mulut agak bau

2) Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. 3) Dada : simetris tidak keluar cairan

Inspeksi : Simetris ,tidak ada lesi. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan Perkusi : Terdengar suara sonor

Auskultasi : Tidak ada wheezing tidak ada ronchie H 4) Payu dara : Putting menonjol , areola cklat ,puting

mengeluarkan cairan. 5) Abdomen

Inspeks I : Cembung , terdapat strie glavidarum, tidak ada luka Palpasi : Nyeri tekan ,TFU 1 jari dibawah pusat

Auskultasi : Peristaltik 15 x/ menit. Perkusi : Timpani

Hasil periksaan

Leopold I : TFU 28 cm dan tidak melintang Ieopold II : Punggung kanan posisi janin

Leoplot III : Presentasi kepala sudah masuk panggul Leopold IV : Janin sudah masuk pintu panggul

Askultasi : DJJ 142 X /menit , klien mengatakan nyeri di perut Kontraksi uterus : 3-4 kali dalam 10 menit , intensitas kuat durasi 60-90 detik

6) Genetalia

Hasil Pemeriksaan Dalam

Jam 07. 30 WIB : Vagina licin ,servik lunak pembukaan 10 cm , selaput lender positif , pres kep kepala turun

Lengkap ,lendir + , air ketuban -7) Ektremitas :

Atas : Tidak ada kelainan bentuk ,tidak ada oedem. Bawah : tidak ada kelaian bentuk , tidak ada oedem.

(8)

5. Hasil Pemeriksaan Penunjang

Labaratorium darah tanggal 29-11-2010

Jenis pemeriksaan Nilai Normal − HB : 12,3 g/dl 12.00-16.00 g/dl − HCT : 36,7 % 36,0- 46,0 % − PLT : 213 rb/mmk 140-1440 rb/mmk − PPT : 11,2 − BT : 2, 5 menit − AL : 9,32 rb/mmk 4,10-13,00rb/mmk − AE : 3,83 − Golongan darah : O 6.THERAPY − Amoxan 3 x 500 mg/hari − Mefinal 2 x 500 mg/hari − Becom c 1 x 1 cpt / hari

(9)

PENGKAJIAN

1. Aktifitas /istirahat

Klien terbaring ,miring kiri ,kanan ,saat kenceng –kenceng klien meringis menahan nyeri dan klien menyatakan “ sakit “

2. Integritas ego

Klien tidak tahu apa yang akan terjadi , klien hanya pasrah dan berdoa . 3. Nyeri /tidak kenyamanan

− Klien merasa sakit ,meringis (nyeri) pada waktu perut saat kenceng-kenceng, Skala nyeri 7 (1-10)

− Klien merintih kesakitan

− Terlihat keringat banyak di dahi dan leher. − His 4 kali dalam 10 menit , lamanya 60-90 detik 4. Keamanan

Irama jantung ( DJJ) terdeteksi di bawah pusat 5. Seksualitas

Dilatasi serviks 10 cm 6. Eliminasi

− Klien belum b.a.b

− Klien mengatakan ingin b.a.b dan b.a .k terus –menerus. 7. Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Compos metis Tanda vital

TD : 120 / 80 mmHg. RR : 20 x/menit S : 36.5º C N : 88 x/menit

(10)

ANALISA DATA

DATA MASALAH PENYEBAB

DS :

− Klien mengatakan sakit ,bila terasa ken ceng-kenceng.

− Klien mengatakan perut,punggung sakit saat kontraksi semakin kuat

DO:

Dilatasi serviks 9-10 cm Klien meringis menahan nyeri

Terlihat keringat di dahi dan leher

Skala nyeri 7( 1-10) HIS 4 kali tiap 10 menit

Nyeri akut Dilatasi serviks,tekanan

(11)

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri akut berhubungan dengan dilatasi serviks , tekanan mekanik bagian presentasi , di tandai dengan.

DS:

Klien mengatakan sakit bila terasa kenceng-kenceng

Klien mengatakan perut .punggung sakit saat kontraksi semakin kuat DO:

− Dilatasi serviks 9-10 − Klien menahan nyeri

− Klien terlihat keringat di dahi dan leher − skala nyeri 7(1-10) HIS 4 kali tiap 10 menit.

Diagnose : Nyeri. Diagnose keperawatan

Perencanaan

Tujuan Intervensi Rasional

30/11/10 Pkl 07.15 Nyeri akut berhubungan dengan dilatasi serviks, tekanan mekanik bagian presentasi, di tandai dengan : DS : -Klien mengatakan,sakit bila terasa kenceng – kenceng -Klein mengatakan perut ,punggung sakit saat kontraksi semakin kuat DO: Klien meringis menahan nyeri dilatasi serviks 9-10 cm 30/11/10 Pkl 07.15 Setelah dilakukan tindakam keperawatanselama Kala 1 nyeri berkurang ,dengan kriteria: -Klien menggunakantehni k yang tepat untuk mengontrol nyeri (tehnik nafas dalam) -istirahat diantara kontraksi - Skala nyeri 5-6 30/11/10 Pkl 07 15 -Kaji derajat ketidaknyamanan -Kaji kebutuan klien terhadap kebutuhan sentuhan fisik selama kontraksi -Bantu dan ajarkan kepada keluarga tindakan kenyamanan dengan gosokan punggung -Pantau tanda vital. -Sikap terhadap nyeri ,reaksi terhadap nyeri adalah individual -Sentakan dapat di gunakan sebagai distraksi -Meningkatkan peran keluarga dan mengingkatkan kenyamanan fisik ,psikologis,klien -Peningkatan tanda vital merupakan identifik

(12)

-Terlihat keringat didahi dan leher -Skala nyeri 7 (1-10)HIS 4 kali tiap 10 menit . -Ajarkan tehnik relaksasi nafas dalam. -Anjurkan klien untuk miring kanan /kiri -Dapat memberi Impuls nyeri dalam korteks serebral melalui respon kondisi, memudah kan persalinannormal -meningkatkan kenyamanan dan menurunkan hipoksia.

(13)

KALA II (PENGELUARAN ) PENGKAJIAAN

1. Aktifitas / istirahat

Klien istirahat dan menghirup nafas sambil mengumpulkan tenaga tiap kali selesai mengejan.Klien terlihat mengangkat glutel saat proses persalinan dan kaki klien tampak kaku .Klien mengatakan tidak tahan jika posisinya tetap . 2. Integritas Ego

− Pada awal mengejan ,klien tidak menuruti perintah petugas. − Klien tidak mengejan dengan efektif.

− Klien berusaha mendengar dan mengikuti aba-aba dari petugas yang memimpin persalinan.

− Klien mampu mengejan secara efektif ,klien memegangi pergelangan kaki nya ,klien mengejan seirama perintah dokter.

3. Nyeri

Klien merasa nyeri di jalan lahirnya ,skala nyeri 9 (1-10).Klien tampak mengejan ,wajah klien memerah dan berkeringat saat mengejan.

4. Genetalia

− Anus tampak menonjol ,labia membuka perineum menonjol − Serviks dilatasi penuh (10 cm) mulai jam 07. 55 WIB

− Episiotium kurang lebih 1 cm . − Perdarahan kala II : 0 cc 5. Antropometri bayi

Bayi lahir spontan pukul 08.07 WIB , jenis laki-laki menangis kuat . BB: 3000 gr , PB : 49 cm , LK : 32 cm, LD : 32 CM , LL : 11 cm.

APGAR Score : 1 menit 5 menit

Deyut jantung : 2 2 Pernafasan : 2 2 Tonus otot : 1 1 Refleks : 1 2 Warna kulit : 1 2 Jumlah : 7 9

(14)

ANALISA DATA

DATA MASALAH PENYEBAB

DS: Klien mengatakan tidak tahan jika posisi nya tetap

DO

− Klien terlihat mengangkat

gluteal saat melahir kan

− Klien terlihat tegang dan kaki kaku − Klien awal nya tidak

mengejan efektif

(15)

DIAGNOSE KEPERAWATAN Diagnose

keperawatan Tujuan Perencanaan Intervensi Rasional 30/11/10 Pkl 08.07 Resiko perlukaan berhubungan dengan proses persalinan ditandai dengan : DS : Klien mengatakan tidak tahan jika posisinya tetap DO : − Klien terlihat mengangkat gluteal saat melahirkan − Klien terlihat tegang dan kaki kaku − Klien awalnya tidak mengejan efektif 30/11/10 Pkl 08.07 Setelah dilakukan tindakan keperawatan

selama kala II ,tidak terjadi perlukaan dengan kriteria : − Klien tidak mengangkat gluteal − Klien tidak berubah posisi − Kaki klien rileks 30/11/10 Pkl 08.07 I. Anjurkan klien untuk tidak mengangkat gluteal II. Anjurkan klien untuk tidak berubah posisi III. Anjurkan klien untuk kakinya rileks saat melahirkan IV. Anjurkan klien mengatur upaya mengejar spontan V. Bantu klien dalam posisi maksimal untuk mengejan dengan nafas dalam I. pengankatan Gluteal resiko perlukaan dalam jalan lair II.dengan posisi uang tetap dapat mengurangi resiko perlukaan

III.kaki yang kaku saat proses melahirkan,mem persempit jalan lahir dan memper lama proses per salinan

IV.upaya mengejan spontan hindari efek penu runan kadar oksi gen ibu dan janin

V.posisi yang tepat dengan relaksasi mengoptimalkan upaya mengejan memudahkan ke majuan persalinan

(16)

Kala III ( Pengeluaran Plasenta) Pengkajian

I. Aktivitas / Istirahat

Klien terlihat cemas, keluar keringat, pakaian tampak basah II. Makanan / Cairan

Klien terlihat minum air putih sebanyak ½ gelas,klien belum makan karena perut terasa tidak enak,klien merasa haus,kehilangan / perdarahan sampai kala III : 150 cc , mukosa bibir kering

III. Keamanan

Terdapat luka episiotomy 1 cm IV. Seksualitas

− Keluar darah merah kehitaman dan vagina saat placenta keluar − Perut tampak kecil

− Plasenta lahir spontan,lengkap pada jam 08.15 WIB

− Cara pelepasan placenta dengan schultze (plasenta lepas dari bagian tengah)

− Ukuran plasenta 22 x 20 x 2 cm,berat badan 480 mg,insersi parasentralis lengkap

− Panjang tali pusat 30 cm − TFU 1 jari bawah pusat V. Nyeri / Ketidaknyamanan

− Klien meringis dan mengatakan sakit di daerah genetalia − Panjang luka 1 cm

− Skala nyeri : 4 (rentang 1 – 10) VI. Lama kala III 10 menit

(17)

ANALISA DATA

DATA MASALAH PENYEBAB

DS:

− Klien mengatakan merasa haus

− Klien mengatakan sebelumnya belum makan karena perut tidak enak

DO

− Klien tampak lemas − Mukosa bibir kering

− Pedarahan sampai skala III 150 cc

Resiko kekurangan volume cairan

(18)

DIAGNOSE KEPERAWATAN

1. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan kelelahan ditandai dengan :

DS :

− Klien mengatakan merasa haus

− Klien mengatakan sebelumnya belum makan karena perut tidak enak DO :

− Klien tampak lemas − Mukosa bibir kering

(19)

Diagnose keperawatan Perencanaan

Tujuan Intervensi Rasional

30/11/10 Pkl 08.15 Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan kelelahan,ditandai dengan : DS : − Klien mengatakan merasa haus − Klien mengatakan sebelumnya belum makan karena perut tidak enak DO : − Klien tampak lemas − Mukosa bibir kering − Pedarahan sampai skala III 150 cc 30/11/10 Pkl 08.15 Setelah dilakukan tindakan keperawatan

selama kala III klien melaporkan tidak merasakan lemas setelah melahirkan,denga kriteria : − Mukosa bibir kering − Klien mau makan pada masa recovery 30/11/10 Pkl 08.15 1. Anjurkan klien untuk banyak minum 2. Instruksikan kepada klien untuk mendorong pd kontraksi,meng arahkan perhatian untuk mengejan 1. Mengurang i resiko dehidrasi 2. Perhatian klien sacara alami pd bayi baru lahir,keletih an dapat memerlu-kan bantuan dini mengarah dalam membantu pelepasan plasenta membantu pelepasan dan pengelua- ran,menu-runkan kehilangan darah dan menging-katkan kontraksi uterus

(20)

3. Lakukan massage fundus 4. Catat waktu dan mekaisme plasenta 3. Merang-sang kontraksi uterus dan mengontrol pendarah-an 4. Pelepasan plasenta harus terjadi dalam 5 menit setelah melahirkan ,lebih , banyak waktu yang dibutuhkan dalam pengelua-ran plasenta maka lebih banyak waktu dimana miometriu m tetap rileks sehinggi lebih banyak darah yang hilang

(21)

KALA IV PENGKAJIAN 1. Aktifitas/Istirahat

Klien beristirahat dengan berbaring dan mengatakan lemas setelah melahirkan . Klien mengatakan tidak tidur nyenyak.

TD : 120/80 mmHg N : 88 x/menit RR : 20 x/menit

S : 36ºC 2. Integritas Ego

Klien tampak lemas ,tetapi gembira dengan kelahiran anaknya yang pertama . Klien mengucapkan Alhamdulillah kelahirannya tidak ada gangguan apapun ?

3. Makan/ cairan

Klien mengatakan haus dan lapar. 4. Nyeri /ketidaknyamanan

Klien mengatakan merasa mules

Klien mengatakan Sakit di daerah luka jaitan skala nyeri 5 5. Sekualitas

− TFU : 1 jari di bawah pusat − Terdapat luka episiotomy − Loklia rubra ,warna merah

− Perdarahan sampai kala IV 175 cc 6. THERAPI

− Amoxsan 3 x 500 mg oral − Mefinal 3 x 500 mg oral − Becom c 1 x 1 cpt oral

(22)

ANALISA DATA

DATA MASALAH PENYEBAB

DS:

− Klien mengatakan lemas setelah melahirkan

DO

− Klien terlihat lemah berbaring di tempat tidur . − TD : 120/20 mmHg

− N : 88 x/menit − RR: 20 x/menit − S : 36ºC

− Perdarahan sampai kala IV 175 cc − Klien tampak berkeringat dan basah

Keletihan Proses

persalinan

DIAGNOSA KEPERAWATAN

(23)

DS:

Klien mengatakan merasa lemes setelah melahirkan DO:

− Klien terlihat lemah dan berbaring di tempat tidur − TD : 120/80 mmHg

− N : 88 x/menit − RR : 20 x/menit − S : 36ºC

− Perdarahan sampai kala IV 175 cc − Klien tampak berkeringat dan basah.

(24)

Diagnose keperawatan Perencanaan

Tujuan Intervensi Rasional

30/11/10 Pkl 08.20 Keletihan berhubungan Dengan proses persalinan, di tandai dengan DS : − Klien mengatakan lemas setelah melahirkan DO : − Klien terlihat lemas dan berbaring di tempat tidur − TD : 120/80 mmHg − N : 88 x/mt − S : 36ºC − RR: 20 x/mt − Perdarahan sampai skala IV = 125 cc − Klien tampak berkeringat dan basah 30/11/10 Pkl 08.20 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 jam keletihan klien berkurang ditandai dengan : − Wajah klien lebih rileks − Klien mengungka pkan keletihan-nya berkurang − Tanda vital dalam batas normal 30/11/10 Pkl 08.20 1. Kaji tingkat keletihan

2. Kaji tanda vital

3. Anjurkan klien untuk menutup mata,meluruska n kaki dan relaks 1. Keletihan dapat menggang gu kemampu-an fisik dkemampu-an psikologis pasien 2. Penurunan tanda vital menunjuk-an kelelahan 3. Posisi yang nyaman memudah-kan relaksasi otot

Halaman Pengesahan

(25)

Yogyakarta , 2010

Pembimbing Akademik , Pembimbing Lapangan ,

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian dan diskusi untuk menjelaskan kebijakan hukum pidana terhadap resiko kejahatan di bidang ketenagakerjaan adalah ketentuan peraturan mengenai masalah hukum

Berdasarkan hasil uji bending diatas, didapatkan bahwa metode Clamping tidak menurunkan dan tidak mempengaruhi kuali- tas sambungan las khususnya ketahanan retak

Asosiasi antara Kadalan dengan beberapa primata endemik Sulawesi merupakan interaksi atau hubungan simbiosis tipe komensalisme, dimana burung Kadalan mendapat

Bukunya yang ternama ialah sepuluh soal tentang mata, buku ini disusun secara sistematis untuk pelajar-pelajat ilmu ophtalmology (ilmu mata). 13 Dari uraian di

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui besarnya Energi Gap pada hasil karakterisasi UV-Vis dengan variasi waktu (10 menit, 20 menit, dan 30 menit) pencampuran

Faktor sosioekonomi ini juga merupakan penyebab dari peningkatan prevalensi Kebutaan akibat Trauma mata oleh karena rendahnya penghasilan masyarakat setempat yang pada

Digitized Pictures adalah sebuah video yang diambil apakah itu dari kamera video, VCR, video disc player atau live video yang disimpan pada sebuah komputer dan digunakan

Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa homoseksual dalam pandangan Islam diharamkan karena homoseksual merupakan suatu perbuatan yang keji yang dapat merusak akal