• Tidak ada hasil yang ditemukan

SELENIUM ASPARTAT SELENIUM ASPRATATE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SELENIUM ASPARTAT SELENIUM ASPRATATE"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

SELENIUM ASPARTAT

SELENIUM ASPRATATE

1. N a m a Golongan Mineral Sinonim/Nama Dagang (1,2)

Tidak tersedia. Selenium aspartat merupakan komposisi dari sodium selenite, l-Aspartic acid, dan protein sayur yang terhidrolisasi (hydrolyzed vegetable

protein)

Nomor Identifikasi (1,2)

Nomor CAS : Tidak tersedia Nomor RTECS : Tidak tersedia

2. Sifat Fisika Kimia

Nama bahan

Selenium aspartat

Deskripsi(1,2,3)

Serbuk putih selenium dan asam aspartat, dilarutkan dalam polisakarida. Konsentrasi selenium kurang dari 1,1%. Berat molekul 343,14948. Rumus molekul C8H12N2O8Se. Gravitasi spesifik (H2O=1): 0,57; Tekanan uap (mmHg): tidak tersedia; Kerapatan uap (udara=1): tidak tersedia.

Frasa Risiko, Frasa Keamanan dan Tingkat Bahaya

Peringkat NFPA (Skala 0-4) (1,2):

Kesehatan 1 = Tingkat keparahan rendah Kebakaran 1 = Dapat terbakar

Reaktivitas 0 = Tidak reaktif

3. Penggunaan(4)

Selenium aspartat merupakan suplemen yang digunakan untuk mencegah defisiensi selenium. Digunakan juga sebagai agen oklusif pada kulit.

(2)

2

4. Identifikasi Bahaya(1,2)

Risiko utama dan sasaran organ

Bahaya utama terhadap kesehatan:

Hanya sedikit atau tidak ada bahaya yang ditimbulkan pada kesehatan dan tidak ada bahaya yang cukup besar kecuali jika melibatkan api

Rute paparan

Paparan jangka pendek

Terhirup

Bahaya ringan, iritasi pada saluran nafas

Kontak dengan kulit

Bahaya ringan, Iritasi kulit

Kontak dengan mata

Bahaya ringan, Iritasi mata atau menimbulkan rasa terbakar pada mata.

Tertelan

Diperkirakan bahayanya rendah. Tidak ada bahaya pada penggunaan zat ini sebagai suplemen nutrisi

Paparan jangka panjang

Terhirup

Iritasi pada saluran nafas

Kontak dengan kulit

Iritasi kulit kulit

Kontak dengan mata

Iritasi mata atau menimbulkan rasa terbakar pada mata, dengan gejala mata terasa tersengat, berair, memerah, dan membengkak.

Tertelan

Tidak ada bahaya pada penggunaan zat ini sebagai suplemen nutrisi pada dosis yang tepat/normal.

(3)

3

5. Stabilitas dan Reaktivitas(1,2)

Reaktivitas : Dapat terbakar pada suhu tinggi

Kondisi yang harus dihindari

: Jauhkan dari oksida kuat, panas yang berlebihan, pembentukan debu

Bahan tak tercampurkan : Selenium oksida, asap korosif dari ammonia,oksida toksik dari nitrogen dan karbon.

Stabilitas : Stabil pada suhu dan tekanan normal.

Polimerisasi : Tidak akan terjadi pada kondisi normal

6. Penyimpanan(1,2)

 Simpan di tempat yang ventilasinya baik.

 Simpan di tempat yang sejuk, jauh dari bahan tidak tercampurkan.

 Simpan di tempat yang kering untuk mencegah kelembaban dan terbentuknya caking.

 Hindari semua sumber nyala (percikan atau api).  Jauhkan dari panas dan bahan tak tercampurkan

7. Toksikologi

Toksisitas

Data pada hewan(1,2)

LD50 dan LC50 tidak tersedia.

Paparan yang berulang dan dalam jangka panjang tidak diketahui dapat menyebabkan perburukan pada kondisi medis.

Data Karsinogenik(1) Tidak tersedia Data Mutagenik(1) Tidak tersedia Data Teratogenik(4) Tidak tersedia Informasi Ekologi(1,4)

(4)

4

Tidak tersedia

BOD5 dan COD: Tidak tersedia.

Produk Biodegradasi: Produk degradasi yang mungkin berbahaya pada jangka

pendek mungkin tidak ada, tetapi produk degradasi untuk jangka panjang dapat meningkat

Toksisitas dari Produk Biodegradasi: Tidak tersedia

8. Efek Klinis(1,2)

Keracunan akut

Terhirup

Bahaya ringan, Iritasi pada saluran nafas

Kontak dengan kulit

Bahaya ringan, Iritasi kulit kulit

Kontak dengan mata

Bahaya ringan, Iritasi mata atau menimbulkan rasa terbakar pada mata.

Tertelan

Diperkirakan bahayanya rendah. Tidak ada bahaya pada penggunaan zat ini sebagai suplemen nutrisi

Keracunan Kronik

Terhirup

Iritasi pada saluran nafas

Kontak dengan kulit

Iritasi kulit kulit

Kontak dengan mata

Iritasi mata atau menimbulkan rasa terbakar pada mata, dengan gejala mata terasa tersengat, berair, memerah, dan membengkak.

Tertelan

Tidak ada bahaya pada penggunaan zat ini sebagai suplemen nutrisi pada dosis yang tepat/normal.

(5)

5

9. Pertolongan Pertama(1,2)

Terhirup

Jika terhirup, pindahkan korban ke tempat yang berudara bersih. Jika korban tidak bernafas berikan pernafasan buatan. Jika pernafasan sulit, berikan oksigen. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kontak dengan kulit

Lepas pakaian yang terkontaminasi. Cuci dengan air dan sabun selama kurang lebih 15 menit. Olesi kulit yang terkontaminasi dengan emolien.

Kontak dengan mata

Periksa dan lepaskan kontak lensa, segera bilas mata dengan air mengalir sekitar 15 menit, Jaga kelopak mata terbuka. Bisa dilakukan irigasi dengan larutan sodium tiosulfat 10%. Bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika terjadi iritasi.

Tertelan

Jangan menginduksi muntah, kecuali jika diarahkan oleh dokter. Jangan berikan apapun melalui mulut pada korban yang tidak sadarkan diri. Longgarkan pakaian, dasi, atau ikat pinggang. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

10. Penatalaksanaan Oleh Petugas Kesehatan

Stabilisasi

a. Penatalaksanaan jalan nafas, yaitu membebaskan jalan nafas untuk menjamin pertukaran udara.

b. Penatalaksanaan fungsi pernafasan untuk memperbaiki fungsi pernafasan dengan tabung oksigen untuk menjamin cukupnya kebutuhan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida.

c. Penatalaksanaan sirkulasi, bertujuan mengembalikan fungsi sirkulasi darah.

Dekontaminasi

(6)

6 - Posisi pasien duduk atau berbaring dengan kepala tengadah dan miring

ke sisi mata yang terkena atau terburuk kondisinya.

- Secara perlahan bukalah kelopak mata yang terkena dan cuci dengan sejumlah air bersih dingin diguyur perlahan selama 15-20 menit atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata.

- Hindarkan bekas air cucian mengenai wajah atau mata lainnya. - Jika masih belum yakin bersih, cuci kembali selama 10 menit. - Jangan biarkan pasien menggosok matanya.

- Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat dan konsul ke dokter mata.

b. Dekontaminasi kulit (termasuk rambut dan kuku)

- Bawa segera pasien ke air pancuran terdekat.

- Cuci segera bagian kulit yang terkena dengan air mengalir yang dingin atau hangat serta sabun minimal 15 menit.

- Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut pasien dengan kain atau kertas secara lembut. Jangan digosok.

- Lepaskan pakaian, arloji, dan sepatu yang terkontaminasi dan buanglah dalam wadah/plastik tertutup.

- Penolong perlu dilindungi dari percikan, misalnya dengan menggunakan sarung tangan, masker hidung, dan apron. Hati-hati untuk tidak menghirupnya.

- Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut.

c. Dekontaminasi saluran cerna

Jangan menginduksi muntah, kecuali jika diarahkan oleh dokter. Jangan berikan apapun melalui mulut pada korban yang tidak sadarkan diri.

Antidotum : tidak ada informasi mengenai antidotum spesifik untuk

keracunan selenium aspartat.

11. Batas Paparan dan Alat Pelindung Diri(1,4) Batas Paparan

(7)

7

Proteksi personel: Kaca mata pengaman, jas lab, sarung tangan, respirator

uap. Pastikan respirator uap yang digunakan bersertifikat.

Proteksi personel dari tumpahan yang besar: Kaca mata pengaman, setelan

lengkap, sarung tangan, sepatu boot, respirator uap. Perlengkapan pernafasan lengkap harus digunakan untuk menghindari inhalasi bahan. Pakaian protektif mungkin tidak cukup, konsultasikan dengan ahli sebelum menangani produk ini.

Pakaian: Gunakan pakaian pelindung yang untuk mencegah paparan terhadap

kulit.

Respirator: Gunakan NIOSH/MSHA jika paparan melewati batas paparan. Preteksi kulit dan mata: Gunakan sarung tangan karet atau neoprene,

kacamata pengaman, dan pakaian yang tepat untuk melindungi kulit dari debu.

Kebutuhan ventilasi: ventilasi dibutuhkan untuk mengeliminasi debu dari area

kerja dan menjaga konsentrasi di bawah batas.

12. Manajemen Pemadam Kebakaran(1,2)

Bahaya ledakan dan kebakaran: Sedikit dapat terbakar sampai dapat terbakar

dengan adanya panas.

Kebakaran kecil: kebakaran kecil gunakan serbuk kimia kering

Kebakaran besar: Gunakan semprotan air, asap atau busa. Jangan gunakan

water jet.

Tanda khusus pada bahaya kebakaran: Seperti zat padat organik lainnya, api

dapat meningkat pada suhu tinggi. Bahan dapat menyebabkan serbuk dan ledakan serbuk.

13. Manajemen Tumpahan(1,2)

Pakailah pakaian pelindung yang telah disebutkan sebelumnya.

Tumpahan kecil: Gunakan alat yang tepat untuk menempatkan tumpahan

padat pada wadah yang tepat. Bersihkan permukaan yang terkena tumpahan dengan menyiramkan air ke permukaan tersebut. Buang sesuai dengan ketentuan kewenangan lokal dan regional.

(8)

8

Tumpahan besar: Gunakan sekop untuk menyimpan bahan yang tumpah ke

wadah pembuangan yang tepat. Bersihkan permukaan yang terkena tumpahan dengan menyiramkan air ke permukaan tersebut. Buang melalui sistem sanitasi. 14. Daftar Pustaka 1. http://www.aicma.com/msds/Selenium%20Aspartate.pdf (diunduh Oktober 2012) 2. https://www.spectrumchemical.com/MSDS/S0053.PDF (diunduh Oktober 2012) 3. http://www.chemicalbook.com/ChemicalProductProperty_EN_CB5284328.h tm (diunduh Oktober 2012) 4. http://www.drugs.com/cons/se-aspartate.html (diunduh Oktober 2012) --- Disusun oleh:

Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKerNas) Pusat Informasi Obat dan Makanan, Badan POM RI Tahun 2012

Referensi

Dokumen terkait

Visi yang diambil bisa dikaitkan dengan visi GKJ yang ada, atau bisa juga visi yang dimilikinya adalah harapan ke depannya terhadap gereja yang dilayaninya,

Sementara itu Bidang Penelitian Teknologi Pasca Panen menyajikan dua artikel masing-masing adalah pengeringan karet remah dengan sumber energi biomassa dan

menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistensikannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang

Penerapan Perencanaan Pajak Pada PBB Dan BPHTB Dalam Rangka Pencapaian Efisiensi Beban Pajak Terhutang (Kasus di Yayasan "X" Surabaya)..

Berdasarkan hasil wawancara dengan koordinator Bimbingan dan Konseling sekolah tersebut, dilengkapi dengan data pendukung dari AUM (Alat Ungkap Masalah) yang dibuat

Jumlah saham yang ditawarkan 650.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 250,- (dua ratus lima puluh rupiah) setiap saham. Penjamin Pelaksana

Sedang- kan hasil analisis dari peta neraca sumberdaya hutan mangrove (1997- 2009), luas hutan mangrove di Kabupaten Pohuwato pada tahun 1997 adalah 9.189 ha yang tersebar