BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakterisitik Subjek Penelitian
Berisi tentang tempat, waktu dan subjek penelitian yang akan dilakukan dan bagaimana karakteristik dari kelas tersebut seperti komposisi siswa laki-laki dan perempuan, latar belakang dan siapa saja yang terlibat dalam penelitian ini.
3.1.1 Setting Penelitian
Penelitian dilakukan di SD Negeri Ronggo 01 Kecamatan Jaken kabupaten Pati pada siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Ronggo 01 yang terletak di Desa Ronggo Kecamatan Jaken Kabupaten Pati Jawa Tengah dan Gugus sekolah ini adalah Gugus panglima Sudirman. SDN Ronggo 01 berjarak sekitar 12 Km dari Dinas Pendidikan Kecamatan yang juga termasuk SD terpencil . Desa Ronggo merupakan daerah yang cukup jauh dari laut, sehingga 75% mata pencaharian penduduknya adalah bertani. Rata–rata keadaan perekonomian penduduk desa Ronggo masih terbilang kurang. SD Negeri Ronggo 01 sering mengikuti lomba dan mendapatkan prestasi yang cukup memuaskan, baik dalam lomba tingkat kecamatan, kota maupun provinsi. Waktu Penelitian penelitian dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2016/2017 di SD Negeri Ronggo 01 mulai bulan juni sampai selesai Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yaitu bulan Juli sampai bulan Agustus 2016. Bulan Juni persiapan dengan membuat proposal penelitian, bulan Juli merupakan perencanaan tindakan yang meliputi menentukan SK, KD, dan indikator pembelajaran berdasarkan materi IPA yang akan diajarkan, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyiapakan kartu soal dan kartu jawaban, menyiapkan alat peraga, menyusun lembar observasi
aktivitas guru dan siswa dan yang terakhir yaitu menyusun soal tes formatif. Sedangkan pada bulan Agustus merupakan pelaksanaa penelitian siklus I dan Siklus II. Selanjutnya pada bulan peneliti mengolah data hasil penelitian, menyusun laporan penelitian , konsultasi laporan serta persiapan untuk melaksanakan ujian ujian.
Tabel 3.1 Waktu Penelitian
No Kegiatan Juni Juli Agustus
1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Penyusunan Proposal x 2 Pengajuan proposal x 3 Penyusunan Instrumen x 4 Observasi PBM di Kelas pada Pra-siklus dan Pembahasan hasil Pra-siklus
x x
5
Observasi PBM di Kelas Siklus 1 dan Pembahasan hasil siklus ke-1
x x x
6
Observasi PBM di Kelas Siklus 2 dan Pembahasan hasil siklus ke-2
x x x
7 Membuat kesimpulan x
8 Menyusun laporan x x
Berdasarkan tabel 3.1 dapat diketahui bahwa kode X menunjukkan tahap persiapan yang dilaksanakan pada bulan Juni, kode X menunjukkan tahap perencanaan yang dilaksanakan pada bulan minggu ke tiga sampai awal bulan Agustus, X di bulan Agustus menunjukkan tahap pelaksanaan yang dilaksanakan pada Minggu ke satu dan kedua dan yang terakhir yaitu X bulan agustus sampai selesai menunjukkan tahap pelaporan penelitian.
Subjek dari penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV sejumlah 21 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Karakteristik siswa kelas IV yang rata - rata berumur 11 tahu menuju tahap berpikir konkret atau nyata. Kondisi sosial ekonomi orang tua siswa juga sangat beragam. Sebagian besar berprofesi 75% sebagai petani. Banyak siswa yang kurang dipantau dalam perkembangan belajarnya. Saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, banyak siswa yang asyik bermain sendiri, berbincang – bincang dengan temannya tanpa memperhatikan guru yang sedang menjelaskan dan siswa kurang aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sehingga dalam hal ini mempengaruhi hasil belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran IPA yang masih rendah.
3.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaborasi, dimana peneliti melakukan penelitian dengan cara kolaborasi antara peneliti, observer dan guru kelas IV di SD Negeri Ronggo 01.
3.3 Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu Example non example dan hasil belajar IPA. Adapun rinciannya sebagai berikut:
1) Example non example merupakan variabel independen atau variabel bebas dalam penelitian ini. Variabel bebas adalah variabel yang keberadaannya tidak dipengaruhi oleh variabel yang lain atau tidak tergantung oleh variabel yang lain.
2) Hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Ronggo 01 merupakan variabel dependen atau variabel terikat dalam penelitian ini. Variabel terikat adalah unsuryang keberadaannya dipengaruhi oleh variabel bebas.
Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel yang digunakan dalam penelitian ini mengandung arti bahwa model pembelajaran Example non example mempengaruhi hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Ronggo 01 Kabupaten Pati. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu Example non Example dan hasil belajar IPA. Adapun rinciannya sebagai berikut
3.3 Rencana Tindakan
Penelitian ini direncanakan dengan menggunakan model Hopkins dalam Arikunto (2009:105) yang menggambarkan adanya tiga langkah, meliputi: perencanaan tindakan (planning), penerapan tindakan (action) dan observasi (observation), serta melakukan refleksi (reflecting). Rincian prosedur tindakan dapat digambarkan pada bagan sebagai berikut:
Gambar 3.1 Model Penelitian Tindakan oleh Hopkins
Berdasarkan gambar 3.1, penelitian akan dilaksanakan melalui beberapa siklus sampai proses belajar dan hasil belajar mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan oleh peneliti. Sebelum dilaksanakan penelitian, peneliti menyusun suatu perencanaan mengenai apa saja yang akan dilaksanakan dan diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran. Setelah perencanaan akan dilaksanakan tindakan dengan suatu pengamatan tentang jalannya tindakan dalam pembelajaran. Setelah
tindakan kemudian dilaksanakan refleksi berdasarkan hasil pengamatan. Hasil refleksi untuk menemukan kelemahan dan kekurangan yang ditemukan pada tindakan siklus I kemudian akan dilaksanakan dan diperbaiki pada siklus selanjutnya.
3.4.1 Rencana Tindakan Siklus I
Berdasarkan pembelajaran Example non Example pada mata pelajaran IPA maka kegiatan siklus I dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Menentukan SK, KD, dan indikator pembelajaran berdasarkan materi IPA yang akan diajarkan.
b. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
c. Menyiapakan contoh- contoh gambar, video materi pembelajaran. d. Menyiapkan alat peraga (Lapetopte, LCD Proyektor, Sound system) e. Menyusun lembar observasi aktivitas guru dan siswa.
f. Menyusun soal tes formatif.
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Observasi tidak dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan karena observasi dilakukan selama tindakan berlangsung dan peneliti mempunyai peran sebagai observer. Observer mengamati jalannya pembelajaran untuk menilai kemampuan guru dalam mengelola kelas serta aktivitas siswa dalam pembelajaran. Observer melakukan pengamatan terhadap proses pelaksanaan tindakan dengan mengisi lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa. Adapun gambaran pelaksanaan tindakan sebagai berikut:
b) Mempersiapkan media pembelajaran dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
c) Melakukan apersepsi untuk menuju materi yang akan disampaikan. d) Guru menyampaikan dan menyajikan materi melalui/ berbantu audio
visual (LCD Proyektor) diiringi tanya jawab dengan siswa.
e) Pembagian kelompok, yakni kelompok untuk melakukan diskusi menjawab soal yang akan di berikan guru.
f) Guru menjelaskan tata cara pelaksanaan pembelajaran dalam menjawab pertanyaan..
g) Siswa melakukan diskusi untuk menjawab pertanyaan yang di berikan guru berkaitan dengan materi yang telah di tampilkan.
h) Masing – masing Kelompok menjawab pertanyaan atau mempresentasikan jawaban di depan kelas .
i) Kelompok yang lain memberikan tanggapan jawaban yang sudah di sampaikan oleh kelompok yang berpresentasi.
j) Guru menjadi moderator dan narasumber dalam kegiatan diskusi antar kelompok.
k) Guru membimbing siswa dalam menarik kesimpulan.
l) Guru menanamkan nilai moral pada siswa berdasarkan kegiatan pembelajaran yang baru saja dilakukan dan bersama siswa menarik kesimpulan disertai menulis dalam buku tulis siswa dilanjuutkan menempelkan hasil diskusi pada papan pajangan siswa.
m) Siswa mengerjakan soal – soal tes formatif. 3. Tahap Refleksi
Pada tahap ini perlu memahami hal-hal yang berkaitan dengan proses dan hasil yang diperoleh dari tindakan yang telah dilakukan. Kemudian melakukan analisis terhadap temuan-temuan yang berupa hambatan, kekurangan atau kelemahan yang diperoleh selama pelaksanaan siklus pertama sebagai masukan untuk siklus berikutnya. Berdasarkan data yang telah dianalisis tersebut maka peneliti dapat menyimpulkan apakah semua kegiatan telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.
Pada tahap refleksi juga dilakukan perencanaan tindak lanjut siklus II untuk memperbaiki kekurangan siklus I.
3.4.2 Rancangan Siklus II
Rancangan siklus II dan seterusnya sama seperti pada siklus I, tetapi dikembangkan berdasarkan refleksi siklus I dengan langkah-langkah seperti pada siklus I. Penelitian dilakukan sampai semua indikator baik indikator proses maupun indikator hasil sudah mencapai indikator kinerja.
3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Berikut ini akan disajikan mengenai teknik dan instrumen pengumpulan data. Teknik yang dipakai untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik tes. Sedangkan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan butir soal tes dengan bentuk pilihan ganda.
3.5.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada dua yaitu dengan teknik observasi dan tes. Teknik observasi digunakan untuk mengukur aktivitas guru, dan aktivitas siswa. Sedangkan teknik tes yang berbentuk soal pilihan ganda digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa
a) Observasi
Observasi adalah suatu proses pengambilan data dalam penelitian ketika peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian menurut Hamzah (2006:90). Teknik observasi ini digunakan untuk mengetahui perkembangan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam menerapkan pembelajaran make a match pada mata pelajaran IPA.Observer bertugas untuk melakukan pengamatan dan penilaian melalui pengisian lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi siswa pada setiap pertemuan. Masing-masing indikator terdapat pada lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi siswa. Untuk menentukan apakah aktivitas guru dan aktivitas siswa sudah berjalan baik atau belum, peneliti membuat 4 kategori yaitu kategori sangat baik, baik, cukup dan kurang. Jumlah skor yang didapatkan pada masing-masing lembar observasi aktivitas guru
dan lembar observasi siswa kemudian disimpulkan termasuk dalam kategori sangat baik, baik, cukup dan kurang. Dalam penelitian ini, salah satu syarat pembelajaran dikatakan berhasil jika jumlah skor dari lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi siswa berada pada kategori baik.
b) Tes
Tes adalah seperangkat rangsangan yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang dijadikan penetapan
skor angka menurut Hamzah ( 2006: 104).Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa sebelum dan sesudah menerapkan pembelajaran make a match pada pembelajaran IPA. Bentuk tes yang diberikan pada siswa ialah berupa soal pilihan ganda. Tes setelah tindakan siklus I, dan setelah tindakan siklus II.
3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi untuk mengukur aktivitas guru dan aktivitas siswa dan butir soal tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa.
a) Lembar Observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan penerapan pembelajaran example non example yang berbantuan media audio visual dari awal sampai akhir pembelajaran. Pengisian lembar observasi ini dengan memberikan tanda checklist (√) pada kolom skor sesuai hasil yang diamati observer terhadap aktivitas guru dan aktivitas pembalajaaran siswa.
Tabel 3.2
Kisi-kisi Lembar Observasi Aktivitas Guru
1 Pra
Pembelajaran
1. Kesiapan ruang, alat dan media pembelajaran 2. Memeriksa kesiapan siswa
1 2 2 2 Kegiatan Awal 1. Melakukan kegiatan apersepsi 2. Menyampaikan kompetensi (tujuan)yang akan dicapai dan rencana kegiatan
3 4
2
3 Kegiatan Inti 1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran 2. Mengaitkan materi dengan
pengtahuan lain yang relevan
3. Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki belajar 4. Mengaitkan materi dengan
realitas kehidupan 5. Memberi keteladanan,
membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas siswa 6. Menyajikan pembelajaran sesuai materi pembelajaran 7. Mengajar dengan memedukan berbagai muatan pelajaran dalam satu PBM
8. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai 9. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkatan perkembangan dan kebutuhan siswa 10.Melaksanakan
pembelajaran secara runtut 11.Menguasai kelas
12.Melaksanakan
pembelajaran yang bersifat 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 29
kontektual 13.Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif 14.Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan
15.Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media 16.Menggunakan media
secara efektif dan efisien 17.Melibatkan siswa dalam
pemanfaatan media 18.Menumbuhkan partisipasi
aktif siswa dalam pembelajaran
19.Merespons secara positif terhadap partisipasi siswa 20.Memfasilitasi terjadinya
interaksi guru, siswa dan sumber pembelajaran 21.Menunjukkan sikap terbuka
terhadap respons siswa 22.Menunjukkan hubungan
antar pribadi yang kondusif 23.Menumbuhkan keceriaan
dan antusiasme siswa dalam belajar
24.Membantu kemajuan belajar 25.Melakukan penilaian akhir
sesuai dengan kompetensi (tujuan)
26.Penggunaan bahasa
27.Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar 28.Menggunakan bahasa tulis
yang baik dan benar 29.Menyampaikan pesan
dengan gaya yang sesuai
17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33
4 Kegiatan 1. Melakukan refleksi pembelajaran dengan
akhir ( penutup)
melibatkan siswa 2. Menyusun rangkuman
dengan melibatkan siswa 3. Melaksanakan tindak lanjut
35 36
3
Jumlah 36 36
Tabel 3.3
Kisi – Kisi Lembar Observasi Aktivitas Siswa
No Aspek Indikator No.item jumlah
1 Pra
pembelajaran
a. Menyiapkan perlengkapan pembelajaran (buku, alat tulis) yang digunakan selama pembelajaran.
b. Kesiapan siswa dalam menerima materi
pembelajaran.
1
2
2
2 Kegiatan Awal a. Siswa memperhatikan dan menanggapi apersepsi yang dilakukan guru dengan melakukan tanya jawab. b. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang
disampaikan oleh guru.
3
4
2
3 Kegiatan Inti a. Siswa mendengarkan penjelasan guru.
b. Siswa mengajukan pertanyaan yang
berhubungan dengan materi kepada guru.
c. Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru.
d. Siswa baris menurut kelompok masing-masing
5 6
7 8
dan berhadap-hadapan dengan kelompok lain e. Masing-masing siswa menerima satu kartu. f. Siswa mencari kartu pasangan berdasarkan waktu yang telah ditentukan.
g. Siswa membacakan kartu soal dan kartu jawaban pasangannya masing – masing.
h. Siswa memberikan tanggapan tentang
kecocokan kartu pasangan yang sedang melakukan presentasi.
i. Siswa memperhatikan konfirmasi guru tentang kebenaran dan kecocokan pertanyaan dan jawaban dari pasangan yang melakukan presenta 9 10 11 12 13 9
4 Kegiatan Akhir a. Siswa membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
b. Siswa melakukan refleksi dengan membacakan pesan moral yang terdapat dalam kartu
14
15 2
Jumlah 15 15
Instrumen butir soal tes digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan
tingkat pemahaman siswa terhadap pembelajaran, untuk mengetahui kondisi akhir hasil belajar dan sebagai pembanding peningkatan hasil belajar antar siklus. Soal tes ini berbentuk pilihan ganda yang diberikan pada akhir kegiatan pembelajaran tiap siklusnya.
Penelitian ini dilaksanakan sampai siklus II. Adapun kisi-kisi soal siklus I dan siklus II sebagai berikut:
Tabel 3.4
Kisi- kisi Soal IPA Pelaksanaan siklus 1 Standar
Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator No.Item jumlah
Memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya, serta pemeliharaannya Mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya Mengidentifikasi alat indra manusia berdasarkan pengamatan 1,4 2 Menjelaskan bagian struktur indra penglihat dan fungsinya 2,3,5,6,7 5 Menjelaskan bagian struktur indra pendengar dan fungsinya 8,9,13 3 Menjelaskan bagian struktur indra pembau dan fungsinya 18,19,20 3 Menjelaskan 15,16,17
bagian struktur indra perasa dan fungsinya
3
Menjelaskan bagian struktur indra peraba dan fungsinya 21,22,25 3 Menjelaskan cara memelihara kesehatan panca indra 10,11,12,14,24 5 Total 25 Tabel 3.5
Kisi-Kisi Soal IPA Siklus 2 Standar
Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator No.Item jumlah Memahami hubungan antara struktur bagian Menjelaskan hubungan antara struktur bagian Mengidentifikasi bagian-bagian tumbuhan 1,2,3, 3 Menjelaskan struktur
bagian daun dan fungsinya
4,5,6
tumbuhan dengan fungsinya tumbuhan dan fungsinya Menjelaskan struktur bagian bunga dan fungsinya
7,8,9,10,
11,12 5
Menjelaskan struktur bagian buah dan fungsinya
13,14,15 3 Menjelaskan struktur
bagian batang dan fungsinya
16,17,18 3 Menjelaskan struktur
bagian akar dan fungsinya 19,20,21, 22 4 Menjelaskan cara merawat tumbuhan 23,24,25 3 Total 25
Soal Siklus 1 dan siklus 2 disajikan dalam bentuk soal pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban. Skala pengukuran yang digunakan pada instrumen ini adalah anatest sehingga akan didapat jawaban yang tegas, yaitu “benar dan salah” dengan teknik skoring untuk jawaban benar diberi skor 1(satu) dan untuk jawaban salah diberi skor 0 (nol) kriteria Sugiyono(2009: 139).
3.6 Uji Coba Instrumen
Sebelum dilaksanakan penelitian terlebih dahulu peneliti menguji instrumen soal yang akan digunakan.Instrumen yang akan digunakan sebelumnya harus diuji validitas, relibilitas, dan tingkat kesukarannya. Uji validitas dan reabilitas ini diujikan kepada siswa kelas 5 SDN Ronggo 01 yang berjumlah 21 siswa.
3.6.1 Uji Validitas
Validitas instrumen digunakan untuk mengukur suatu instrumen tertentu valid atau tidak. Dasar pengambilan item yang valid berdasarkan kriteria Sugiyono(2009:188-189) bahwa syarat minimum dianggap memenuhi syarat
apabila r = 0,3. Jadi kalau korelasi antara butir dengan skor total kurang dari 0,3 maka butir dalam instrumen tersebut dianggap tidak valid. Namun dalam penelitian ini, untuk menentukan valid atau tidaknya peneliti menggunakan ketentuan berdasarkan jumlah responden atau siswa yaitu 21 siswa menurut R Produck Moment dari Sugiyono(2009:455) yang ketentuan untuk megukur item soal syarat validitasnya adalah r ≥0,381.Uji validitas dilakukan dengan bantuan SPSS 22. Sebelum tindakan jumlah soal dibuat sebanyak 25 butir soal pilihan ganda untuk tiap siklus diujikan pada siswa berjumlah 21 orang. Hasil uji validitas siklus I dan II dapat dilihat pada tabel 3.6 dan table sebagai berikut :
Tabel 3.6
Hasil Uji Validitas Instrumen Soal Siklus 1 Analisis
data
Soal Evaluasi Hasil Belajar siklus 1
Instrumen Valid Instrumen Tidak Valid Analisis 1 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14, 15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25 -Analisis 2 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14, 15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25 -Tabel 3.7
Hasil Uji Validitas Instrumen Soal Siklus 1 Analisis
data
Soal Evaluasi Hasil Belajar siklus 1
Instrumen Valid Instrumen Tidak Valid Analisis 1 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14, 15,16,17,18,19,20 -Analisis 2 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14, 15,16,17,18,19,20
-Pada uji validitas siklus I menghasilkan 25 butir soal yang valid dari 25 butir soal. Pada uji validitas siklus II menghasilkan 25 butir soal yang valid dari 25 butir soal. Output data statistik hasil uji validtitas intrumen selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
3.6.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas instrumen digunakan untuk mengetahui tingkat keajegan instrumen dari variabel yang diukur. Pengukuran reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan pedoman dari Sugiyono (2009:190) yakni suatu instrumen dinyatakan reliabel bila koefisien reliabilitas atau cronbach’s alpha minimal 0,809.Hasil perhitungan uji reliabilitas setelah dikurangi item soal yang tidak valid pada siklus I dan II dapat dilihat pada tabel 3.8 dan tabel 3.9 sebagai berikut :
Table 3.8
Hasil Uji reliabilitas Instrumen Soal Siklus 1 Reliability Statistics RELIABILITAS TES ================ Rata2= 9.81 Simpang Baku= 2.77 KorelasiXY= 0.10 Reliabilitas Tes= 1.18
Nama berkas: E:\PROPOSAL PTK M. HADI\ANATES SIKLUS 1.ANA Hasil uji Relibilitas Instrumen Soal Siklus II
RELIABILITAS TES ================ Rata2= 4.85 Simpang Baku= 1.57 KorelasiXY= -0.35 Reliabilitas Tes= 1.05
Tabel 3.8 menunjukan bahwa pada siklus I dari 25 butir soal yang valid memiliki nilai rata- rata 9,81, simpang baku 2,77 korelasi xy 0.10 reliabilitas tes 1.18. Hal ini menunjukan bahwa
reliabilitasnya atau cronbach’s alpha sudah diatas ketentuan yang sudah ditetapkan yaitu 1.18 , sehingga soal yang valid dan reliabel sebanyak 22 butir soal dapat digunakan sebagai intrumen dalam penelitian. Tabel 3.9 menunjukan bahwa pada siklus II dari 25 butir soal yang valid memiliki nilai cronbach’s alpha sebesar 1.05.Hal ini menunjukan bahwa reliabilitasnya sudah diatas ketentuan yang sudah ditetapkan yaitu 1.05, sehingga soal yang valid dan reliabel sebanyak 25 butir soal . Berdasarkan dari hasil uji validitas dan reliabilitas maka pada penelitian ini ditetapkan 25 butir soal pada siklus I dan 25 butir soal pada siklus II yang digunakan.
3.6.3 Uji Tingkat Kesukaran
Asumsi yang digunakan untuk memperoleh kualitas soal yang baik disamping memenuhi validitas dan reliabilitas adalah adanya keseimbangan dari tingkat kesukaran atau kesulitan soal tersebut. Keseimbangan yang dimaksud adalah adanya soal-soal yang termasuk mudah, sedang, dan sukar secara proporsional. Tingkat kesukaran soal dipandang dari kemampuan siswa dalam menjawabnya, bukan dilihat dari sudut guru sebagai pembuat soal.
Cara melakukan analisis untuk menentukan tingkat kesukaran soal adalah dengan menggunakan rumus (Nana Sudjana, 2014:137) sebagai berikut: I = B:N
Keterangan:
I = indeks kesulitan untuk setiap butir soal
B = banyaknya siswa yang menjawab benar untuk setiap butir soal N = jumlah siswa
Kriteria indeks kesulitan soal sebagai berikut: 0 - 0,30 = soal kategori sukar
0,71- 1.00 = soal kategori mudah
Untuk menentukan tingkat kesukaran butir soal siklus I dan II dapat dilihat hasil indeks kesukaran intrumen pada table 3.10 sebagai berikut :
Table 3.10
Indek Kesukaran Instrumen soal siklus 1 TINGKAT KESUKARAN
================= Jumlah Subyek= 21 Butir Soal= 25
Nama berkas: E:\PROPOSAL PTK M. HADI\ANATES SIKLUS 1.ANA No Butir Baru No Butir Asli Jml Betul Tkt. Kesukaran(%) Tafsiran 1 1 9 42.86 Sedang 2 2 16 76.19 Mudah 3 3 5 23.81 Sukar 4 4 10 47.62 Sedang 5 5 14 66.67 Sedang 6 6 2 9.52 Sangat Sukar 7 7 4 19.05 Sukar 8 8 4 19.05 Sukar 9 9 7 33.33 Sedang 10 10 8 38.10 Sedang 11 11 2 9.52 Sangat Sukar 12 12 12 57.14 Sedang 13 13 5 23.81 Sukar 14 14 13 61.90 Sedang 15 15 10 47.62 Sedang 16 16 9 42.86 Sedang 17 17 11 52.38 Sedang 18 18 18 85.71 Sangat Mudah
19 19 15 71.43 Mudah 20 20 1 4.76 Sangat Sukar 21 21 3 14.29 Sangat Sukar 22 22 6 28.57 Sukar 23 23 4 19.05 Sukar 24 24 17 80.95 Mudah 25 25 1 4.76 Sangat Sukar Table 3.10
Indek Kesukaran Instrumen soal siklus 1 TINGKAT KESUKARAN
================= Jumlah Subyek= 20 Butir Soal= 20
Nama berkas: E:\PROPOSAL PTK M. HADI\ANATES SIKLUS2.ANA No Butir Baru No Butir Asli Jml Betul Tkt. Kesukaran(%) Tafsiran 1 1 13 65.00 Sedang 2 2 6 30.00 Sukar 3 3 10 50.00 Sedang 4 4 3 15.00 Sangat Sukar 5 5 3 15.00 Sangat Sukar 6 6 2 10.00 Sangat Sukar 7 7 3 15.00 Sangat Sukar 8 8 2 10.00 Sangat Sukar 9 9 7 35.00 Sedang 10 10 2 10.00 Sangat Sukar 11 11 4 20.00 Sukar 12 12 4 20.00 Sukar 13 13 5 25.00 Sukar 14 14 4 20.00 Sukar 15 15 7 35.00 Sedang 16 16 1 5.00 Sangat Sukar 17 17 4 20.00 Sukar 18 18 4 20.00 Sukar 19 19 5 25.00 Sukar
20 20 8 40.00 Sedang
Tabel 3.10 menunjukan indeks kesukaran butir soal pada siklus I dari 25 butir soal terdapat 1 butir soal kriteria sangat mudah , 3 butir soal kriteri mudah , 10 butir soal kriteria sedang, 6 butir soal kriteria sukar, dan 5 butir soal kriteria sangat sukar.Pada siklus II dari 20 butir soal terdapat 5 butir soal kriteria sedang, 8 butir soal kriteria sukar dan 7 butir soal kriteria sangat sukar.
3.7 Indikator Kinerja
Untuk menentukan keberhasilan dalam penelitian ini, maka ditentukan indikator kinerja. Indikator kinerja berupa indikator hasil. Indikator hasil belajar dalam penelitian ini berhasil jika minimal 100% dari 21 siswa mencapai ketuntasan belajar dengan KKM ≥ 70.
3.8 Teknik Analisis Data
Data yang dikumpulkan dalam PTK ini berbentuk data kuantitatif dan data
kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari tes yang dilakukan di akhir kegiatan setiap siklusnya. Analisis data kuantitatif dilakukan secara diskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil belajar berdasarkan nilai tes pada setiap sikulsnya. Sedangkan analisis data kualitatif dilakukan dengan cara analisis deskriptif berdasarkan hasil observasi aktivitas kinerja guru dan observasi aktivitas siswa.
3.8.1 Data Kuantitatif
Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diperoleh selama mengikuti proses pembelajaran. Langkah awal yang harus dilakukan dalamproses pengolahan hasil belajar adalah penskoran dari data mentah berdasarkan hasil belajar siswa menurut Arifin (2012: 221).
Langkah selanjutnya adalah mengubah angka hasil penilaian menjadi nilai-nilai untuk mendaptkan gambaran yang jelas menganai hasil belajar siswa.
Pemberian skor pada tes hasil belajar dilakukan dengan cara memberikan skor pada soal pilihan ganda.
a) Penskoran soal bentuk pilihan ganda
Penskoran tes yang berbentuk pilihan ganda menurut Arifin (2012: 229) ada tiga macam cara yaitu: penskoran tanpa koreksi, penskoran ada koreksi, dan penskoran dengan butir beda bobot. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan cara penskoran tanpa koreksi, dimana penskoran yang dilakukan dengan cara setiap butir soal yang dijawab benar akan mendapat nilai satu. Untuk mengetahui skor yang diperoleh siswa dilakukan dengan cara membagi jumlah jawaban yang benar dengan jumlah soal kemudian dikalikan seratus menurut Arifin (2012: 229). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat penjelasan di bawah ini:
Keterangan : B = Jumlah jawaban benar N = Jumlah soal
Skala = 0-100
b) Menghitung rata-rata hasil belajar menurut Sudjana (2014:109) menggunakan rumus di bawah ini :
Keterangan: X = rata- rata (mean) ∑x= jumlah seluruh skor N = banyaknya subjek
c) Menentukan batas minimal ketuntasan belajar
Dalam penelitian ini setiap siswa dikatakan tuntas apabila hasil belajar yang didapat diakhir pelajaran dalam menjawab soal evaluasi mendapat nilai diatas KKM yang telah ditentukan yaitu ≥ 70. Dalam menentukan kriteria tingkat keberhasilan siswa dapat dilihat pada table 3.11.
Skor= B:N x 100
Table 3. 11 No Rentang Nilai Kriteria
1 50 -59 Kurang Sekali 2 60 – 69 Kurang 3 70 – 79 Cukup 4 80 – 89 Baik 5 90 - 99 Baik Sekali 3.8.2 Data Kualitiatif
Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil observasi kinerja guru dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Pengolahan data hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa selama pelaksanaan siklus I dan siklus II. Observasi kinerja guru atau aktivitas guru dan siswa digunakan untuk mengukur apakah guru dan siswa sudah baik dalam menerapkan pembelajaran example non example. Lembar observasi guru terdiri dari 36 indikator yang terbagi dalam kegiatan pra pembelajaran, kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Sedangkan untuk lembar observasi aktivitas siswa terdiri dari 15 indikator yang terbagi dalam kegiatan pra pembelajaran, kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Observer mengamati aktivitas guru dan siswa selama dua siklus. Tugas observer adalah mengisi lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa siswa dengan menggunakan skala Likert ( Sugiyono, 2009:135). Yaitu dengan memberikan tanda centang atau cheklis pada kolom skor 1( jika pernyataan dilakukan guru dalam kategori sangat tidak baik), 2 ( jika pernyataan dilakukan guru dalam kategori tidak baik), 3 ( jika pernyataan dilakukan guru dengan kategori baik), dan 4 ( jika pernyataan dilakakukan guru dala kategori sangat baik). Setelah itu skor yang diperoleh dapat dihitung dengan rumus menurut Purwanto ( 2013:207) sebagai berikut:
Nilai = Skor yang diperoleh X Skala Skor Maximum
Keterangan = skala yang digunakan 0-100(%)
Setelah dinilai kemudian dikategorikan pada kualifikasi yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang, dan kurang sekali. Kategori dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.12
Pedoman Pengkatagorian Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Aktivitas Siswa
(%) Nilai Huruf Bobot Kualifikasi
90% - 100% A 4 Sangat Baik
80% - 89% B 3 Baik
70% - 79% C 2 Cukup
60% - 69% D 1 Kurang