Hal: 38-42
Implementasi Metode Internal Rate Of Return
Dalam Menentukan Nilai Investasi Emas
Fazar Anggita1Program Studi Teknik Informatika, Universitas Budi Darma, Medan, Sumatera Utara, Indonesia Email: 1[email protected]
Abstrak
Investasi dalam bidang ekonomi memiliki pengertian, sebuah penyertaan modal dengan jumlah tertentu untuk membiayai proses usaha dengan pembagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Dalam berinvestasi, terdapat 2 (dua) macam aset, yaitu aset riil dan aset finansial, yang sama – sama dapat dipertimbangkan sebagai sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan perekonomian. Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi jangka panjang, emas merupakan salah satu pilihan yang sangat menjanjikan dikarenakan harga emas akhir-akhir ini mengalami kenaikan. Permasalahan yang dihadapai di dalam menentukan nilai investasi emas yang disebabkan dan dipengaruhi oleh harga pasar emas dunia seperti London, New York atau pasar Hongkong. Secara tidak langsung menjadi rujukan pasar emas global dalam menentukan patokan harga dasar emas. Faktor-faktor penyebab harga emas sulit untuk diperkiraan adalah faktor jangka pendek seperti permintaan dan penawaran serta faktor jangka panjang yang antara lain meliputi nilai tukar dolar dan pengendalian modal. Metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah menentukan nilasi investasi emas adalah Internal Rate Of Return (IRR).
Kata Kunci : Implementasi, Internal Rate of Return, Nilai Investasi Emas
1. PENDAHULUAN
Investasi dalam bidang ekonomi memiliki pengertian, sebuah penyertaan modal dengan jumlah tertentu untuk membiayai proses usaha dengan pembagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Tapi dengan seiring perkembangan jaman seperti sekarang ini, banyak jenis investasi yang bisa kita lakukan dengan modal yang tidak terlalu besar. Investasi bisa dilakukan secara individu atau perorangan dengan berbagai macam tujuan investasi yang ada di sekitar kita.
Dalam berinvestasi, terdapat 2 (dua) macam aset, yaitu aset riil dan aset finansial, yang sama – sama dapat dipertimbangkan sebagai sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan perekonomian. Oleh karena itu sebelum berinvestasi ada baiknya mengetahui dengan baik aset yang akan dipilih sebagai investasi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rina Nufaili dan Christiono Utomo yang berjudul Analisa Investasi Hotel Pesonna Makasar, Jurnal Teknik POMITS, Vol. 3, No. 2 (2014), ISSN : 2337-3539, mengatakan bahwa emas adalah logam mulia yang bernilai harganya dan juga merupakan bahan tambang yang tidak dapat diproduksi atau diciptakan. Sehingga keberadaanya dibumi ini terbatas. Harga emas memang selalu mengalami fluktuasi disetiap hari dan bulannya. Namun berdasarkan grafik harga emas setiap tahunnya, harga emas tidak pernah mengalami penurunan. Peran emas dalam perekonomian Indonesia semakin tinggi sera semakin dicari oleh semua orang karena emas adalah investasi yang sangat menjanjikan. Faktor-faktor rasional dan berbagai faktor tidak rasional menjadi faktor penentu dalam pembelian emas [1].
Investasi emas akan menjadi tren bisnis investasi berjangka (future). Produk ini memiliki harga yang stabil dan cenderung meningkat di setiap tahun. Investasi emas merupakan investasi strategis untuk investasi jangka panjang karena kenaikan harga logam mulia cenderung
berbagai bentuk atau cara, yaitu emas batangan, emas simpanan, reksa dana emas, serta perhiasan dan koin emas. Namun demikian, cara berinvestasi emas yang terbaik adalah dalam bentuk batangan (emas batangan). Berinvestasi emas terutama emas batangan atau koin memiliki kelebihan.
Banyak masyarakat tertarik berinvestasi emas batangan, namun tidak cukup berani membeli karena sejumlah keraguan dan kekhawatiran. Padahal investasi logam mulia ini terbilang paling sederhana, menguntungkan dengan risiko lebih kecil dibandingkan investasi keuangan lainnya seperti saham. Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi jangka panjang, emas merupakan salah satu pilihan yang sangat menjanjikan dikarenakan harga emas akhir-akhir ini mengalami kenaikan. Namun, bagi masyarakat atau toko yang bergerak di bidang jual beli emas, menentukan waktu pembelian dan penentuan waktu penjualan sangatlah penting karena akan mepengaruhi keuntungan yang akan diperoleh.
Permasalahan yang dihadapai di dalam menentukan nilai investasi emas yang disebabkan dan dipengaruhi oleh harga pasar emas dunia seperti London, New York atau pasar Hongkong. Secara tidak langsung menjadi rujukan pasar emas global dalam menentukan patokan harga dasar emas. Faktor-faktor penyebab harga emas sulit untuk diperkiraan adalah faktor jangka pendek seperti permintaan dan penawaran serta faktor jangka panjang yang antara lain meliputi nilai tukar dolar dan pengendalian modal. Fluktuasi harga emas yang tidak menentu dan harganya relatif mahal, menyebabkan pedagang emas tidak berani untuk membeli emas dalam jumlah banyak. Para pelaku bisnis emas takut bila setelah membeli emas ternyata harga emas pada hari-hari berikutnya mengalami penurunan dan dapat mengalami kerugian.
Untuk mengatasi permasalahan diperlukan sistem yang dapat membantu dalam menentukan nilai investasi harga emas tersebut. Metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah menentukan nilasi investasi emas
Hal: 38-42 Menurut Sentosa, SL dalam jurnalnya yang berjudul
“Studi Kelayakan Ekonomi Pembangunan Underpass Pada Simpang Jl. Gatot Subroto-Jl. Ahmad Yani Di Kota Denpasar”, mengatakan bahwa metode Internal Rate Of Return (IRR) sering juga disebut sebagai laju pengembalian modal. Dalam hal ini laju pengembalian modal dapat dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dalam suatu proyek. Jika besarnya laju pengembalian modal ini melebihi nilai discount rate maka sudah pasti dapat dikatakan bahwa proyek layak untuk dikerjakan namun jika lebih kecil dari discount rate sekalipun nilai BCR-nya >1, kelayakan proyek masih perlu ditinjau ulang [2].
2. TEORITIS A. Investasi
Menurut Tandelili, Eduardus dalam bukunya yang berjudul “Analisis Investasi dan Menejemn Porotofolio” menyatakan bahwa investasi adalah komitmen atas sejumlah data atau sumberdana lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa depan [5].
B. Emas
Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol AU. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat. Emas terpercaya yang bisa mempertahankan nilainya dan digunakan dalam transaksi. Selain itu emas mempunyai sifat yang unik dan langka karena emas terbuat dari proses magmatis atau pengkonsentrasian permukaan bumi.
C. Metode Internal Of Return (IRR)
Metode Internal Rate Of Return (IRR) sering juga disebut sebagai laju pengembalian modal. Dalam hal ini laju pengembalian modal dapat dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dalam suatu proyek. Jika besarnya laju pengembalian modal ini melebihi nilai discount rate maka sudah pasti dapat dikatakan bahwa proyek layak untuk dikerjakan namun jika lebih kecil dari discount rate sekalipun nilai BCR-nya >1, kelayakan proyek masih perlu ditinjau ulang [2].
Metode ini digunakan untuk mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan di masa datang, atau penerimaan kas, dengan pengeluaran investasi awal. Rumus yang digunakan sebagai berikut[10] :
Dimana :
t = tahun ke n = jumlah tahun I0 = nilai investasi awal
CF = arus kas bersih
IRR = tingkat bunga yang dicari harga nya
Nilai IRR dapat dicari misalnya dengan coba-coba (trial and error). Caranya, dihitung nilai sekarang dari arus kas dari suatu investasi dengan menggunakan suku bunga yang wajar, misalnya 10%, lalu bandingkan dengan biaya investasi, jika nilai investasi lebih kecil, maka dicoba lagi dengan suku bunga yang lebih tinggi demikian seterusnya sampai biaya investasi menjadi sama besar.
3. ANALISA A. Analisa Masalah
Investasi merupakan kegiatan penting yang memerlukan biaya besar dan berdampak jangka panjang terhadap kelanjutan usaha.Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang.Investasi dapat dimaksudkan sebagai akumulasi dari suatu bentuk aktiva untuk memperoleh manfaat dimasa yang akan datang.Investasi pada aset-aset riil dapat berbentuk pembelian asset produktif.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kegagalan atau kerugian akibat investasi yang akan kita laksanakan, maka hendaknya terlebih dahulu dilakukan suatu penilaian kelayakan investasi. Hal ini dimaksudkan untuk menilai investasi yang akan dilaksanakan pada masa mendatang. Penilaian di sini tidak lainadalah untuk memberikan rekomendasi apakah investasi tersebut layak dilaksanakan atau sebaliknya.
Investasi emas merupakan investasi yang sangat sederhana, menguntungkan dengan resiko lebih kecil dibandingkan investasi keuangan lainnya.Sulitnya penentuan nilai dari investasi emas disebabkan oleh penentuan harga emas yang ditentukan pada pasar dunia.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif.Analisis kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan pertama dan kedua, yaitu untuk menganalisis tingkat keuntungan dan kelayakan secara finansial, dengan kriteria kelayakan investasi, yaitu Net Present Value (NPV)dan Internal Rate Return (IRR). Berikut ini merupakan data penjualan tahun 2013 sampai dengan 2018 serta kas bersih dari penjualan emas tersebut.
Tabel 1. Data Penjualan dan Kas Bersih Bulan Penjualan Kas Bersih Desember 5.000.000 1.750.000 Januari 6.500.000 1.900.000 Februari 7.500.000 2.050.000
Maret 8.500.000 2.200.000
April 9.000.000 2.450.000
B. Penerapan Metode Internal Rate Of Return (IRR) Internal rate of return (IRR) adalah besarnya tingkat pengembalian modal sendiri yang dipergunakan dalam menjalankan usaha.Internal rate of return mengukur kemanfaatan modal sendiri untuk menghasilkan laba.Jadi bila besar internal rate of return (IRR) > bunga bank,
Hal: 38-42 dikatakan usahanya tersebut dinilai layak untuk diberi
kredit bank.Namun jika internal rate of return (IRR) < bunga bank berarti usahanya tidak layak untuk diberi kredit bank.Untuk menentukan besarnya nilai IRR harus dihitung nilai NPV1 dan nilai NPV2. Apabila nilai NPV1 telah
menunjukkan angka positif maka adiscount factor yang kedua harus lebih besar dari SOCC (Social Opportunity Cost of Capital) dan sebaliknya apabila NPV1
menunjukkan angka negatif maka discount factor yang kedua berada dibawah SOCC atau discount factor.Metode ini digunakan untuk mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan di masa datang, atau penerimaan kas, dengan pengeluaran investasi awal. Rumus yang digunakan sebagai berikut : 𝐼0=∑ 𝐶𝐹𝑡
(1+𝐼𝑅𝑅)𝑡 𝑛
𝑡=1
Internal rate of return (IRR) merupakan alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern.Ada dua cara yang digunakan untuk mencari IRR.Cara yang pertama digunakan untuk mencari IRR adalah sebagai berikut: 1. Cari rata-rata kas bersih yaitu sebesar 2.070 yang
diperoleh dari : (dalam jutaan)
1.750+1.900+2.050+2.200+2.450
5 =2.070
2. Perkiraan besarnya PP yaitu: PP = 5000
2070 = 2,416
3. Dalam tabel 3.2, tahun ke 5 diketahui yang terdekat dengan angka 2,416 adalah 2,436 adalah 30%
4. Secara subjektif tiap discount dikurangi 2% menjadi 28% sehingga NPV nya dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 2. Perhitungan tabel (dalam ribuan) Bulan Kas bersih D.F.
(28%) PV Kas Bersih Desember 1.750.000 0.781 1.366.750 Januari 1.900.000 0.610 1.159.000 Februari 2.050.000 0.477 977.850 Maret 2.200.000 0.373 820.600 April 2.450.000 0.291 712.950
Total PV kas Bersih 5.037.150
Nilai NPV positif yaitu 5.037.150 – 5.000.000 = 37.150 Kemudian untukdiscount factor 29% NPVnya dapat diperlihatkan dalam tabel berikut:
Tabel 3. Perhitungan tabel (dalam ribuan) Bulan Kas bersih D.F.
(29%) PV Kas Bersih Desember 1.750.000 0.775 1.356.250 Januari 1.900.000 0.601 1.142.900 Februari 2.050.000 0.466 955.300 Maret 2.200.000 0.361 794.200 April 2.450.000 0.280 686.000
Total PV kas Bersih 4.933.650
Nilai NPV sudah negatif 4.933.650 – 5.000.000 = -66.350 Kemudian jika tabel tersebut digabungkan sebagai berikut:
Tabel 4. Total Perhitungan Keseluruhan
Tahu n Kas Bunga 28% Bunga 29% DF PV Kas Bersih DF PV Kas Bersih Desemb er 1.750.0 00 0.78 1 1.366.7 50 0.77 5 1.356.2 50 Januari 1.900.0 00 0.61 0 1.159.0 00 0.60 1 1.142.9 00 Februari 2.050.0 00 0.47 7 977.850 0.46 6 955.300 Maret 2.200.0 00 0.37 3 820.600 0.36 1 794.200 April 2.450.0 00 0.29 1 712.950 0.28 0 686.000 Total PV Kas Bersih Total PV investasi 5.037.1 50 4.933.6 50 5.000.0 00 5.000.0 00 NPV C1 37.150 C2 -66.350
Interpolasi PVIFA PVIFA
28% 5.037.150 5.037.150 Initial investment 5.000.000 29% 4.933.650 (-) (-) 103.500 37.150 IRR = 28 + 37.150 103.500 X 1% IRR = 28 + 0,359% = 28,359%
Cara yang kedua adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut: IRR = PI – C1 x 𝑃2−𝑃1𝐶2−𝐶1 Dimana : P1 = tingkat bunga 1 P2 = tingkat bunga 2 C1 = NPV 1 C2 = NPV 2
Mencari NPV positif dan NPV negatif terlebih dahulu, sampai diperoleh dengan menggunakan tingkat suku bunga tertentu seperti yang tertera dalam tabel berikut:
Tabel 5. Total Perhitungan Keseluruhan
Tahu n Kas Bunga 28% Bunga 29% DF PV Kas Bersih DF PV Kas Bersih Desemb er 1.750.0 00 0.78 1 1.366.7 50 0.77 5 1.356.2 50 Januari 1.900.0 00 0.61 0 1.159.0 00 0.60 1 1.142.9 00 Februari 2.050.0 00 0.47 7 977.850 0.46 6 955.300 Maret 2.200.0 00 0.37 3 820.600 0.36 1 794.200 April 2.450.0 00 0.29 1 712.950 0.28 0 686.000 Total PV Kas Bersih Total PV investasi 5.037.1 50 4.933.6 50 5.000.0 00 5.000.0 00 NPV C1 37.150 C2 -66.350
Hal: 38-42 Jika di masukkan ke dalam rumus sebagai berikut:
P1 = 28% P2 = 29% C1 = 37.150 C2 = -66.350 IRR = P1 – C1 x 𝑃2−𝑃1 𝐶2−𝐶1 IRR = 28 – 37.150 x −66.350−37.15029−28 IRR = 28 + 37.150 103.500 IRR = 28 + 0,359 IRR = 28,359
Dari perhitungan diatas maka hal ini menyatakan bahwa investasi layak untuk dilakukan.
4. IMPLEMENTASI
Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaaan sudah dianggap fix. Perangkat keras yang digunakan adalah seperangkat komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Monitor : Minimal 21”
2. CPU : Minimal Intel Dual Core 3 GHz 3. Harddisk : Minimal 120 Gigabyte
4 Kartu Grafis : Minimal GeForce2 MX 400 1 GB 5. Memori : Minimal 1 GB DDR SDRAM 6. Perangkat Masukan : Mouse dan Keyboard
Program aplikasi ini dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman macromedia flash. Pemilihan IDE ini dikarenakan kakas ini sifatnya Open Source dan memiliki fungsionalitas dan stabilitas yang tidak kalah dengan kakas lain yang sifatnya komersial. Selain itu kakas ini lebih ringan dalam penggunaan prosesor dan memori dibandingkan dengan versi komersial sehingga saat pengembangan tidak ada hambatan dalam hal kecepatan proses, baik saat perancangan maupun saat kompilasi.
A. Tampilan Pengujian
Adapun tampilan dari menu login dapat di lihat pada gambar 1. di bawah ini.
Gambar 1. Tampilan Menu Login
Antarmuka menu utama adalah halaman yang muncul pertama kali saat sistem dijalankan. Antarmuka menu utama dapat dilihat pada gambar 2. berikut.
Gambar 2. Antarmuka Menu Utama
Adapun tampilan dari menu proses dalam melakukan investasi emas dapat di lihat pada gambar 3. di bawah ini.
Gambar 3. Tampilan Menu Proses
Adapun tampilan untuk menu hasil dapat di lihat pada gambar 4. di bawah ini.
Gambar 4. Tampilan Menu Hasil 5. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari penulisan penelitian ini adalah Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa dari segi finansial, dapat dilihat dari perolehan Net Present Value (NPV) yang bernilai positif (NPV>0), pada tingkat suku bunga 12% per tahun, Internal Rate of Return (IRR) diperoleh nilai 24,7% lebih besar dari pada arus pengembalian yang diinginkan sebesar 12% dan dari hasil analisa Payback Period (PP). Dimana dari hasil analisis yang dilakukan dengan asumsi tiga tingkat suku bunga bank yaitu: 12%,
Hal: 38-42 15% dan 18% per tahun didapatkan nilai NPV positif,
BCR lebih dari satu dan IRR diatas tingkat suku bunga bank. Dari hasil analisa keluaran program terbukti dengan menggunakan metode IRR pada proses investasi emas menggunakan metode IRR.
REFERENCES
[1] Rina Nufaili dan Christiono Utomo, 2014, “Analisa Investasi Hotel Pesonna Makasar”, Jurnal Teknik POMITS, Vol. 3, No. 2, ISSN : 2337-3539
[2] Santosa, SL, dkk, 2016, “Studi Kelayakan Ekonomi
Pembangunan Underpass Pada Simpang Jl. Gatot Subroto-Jl. Ahmad Yani Di Kota Denpasar”, Jurnal Spektran, Vol. 4, No. 1
[3] Sismoro, Hery, 2005, “Pengantar Logika dan Informatika”, Penerbit Informatika
[4] Abdi, Sudirman, 2017, “Analisis Rencana Investasi Aktiva Tetap
Terhadap Perluasan Usaha Pada PT. Taspi TRDCOY Dikota Makasar”, Jurnal IDAARAH, Vol. 1, No.2
[5] Tandelilin, Eduardus, 2010, “Analisis Investasi dan Manajemen
Portofolio”, Penerbit Andi, Yogyakarta.
[6] Jogiyanto, 2007, “Teori Portofolio dan Analisis Investasi”, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.
[7] Fahmi, Hadi, 2009, “Dasar-dasar Investasi”, Penerbit Alfabeta, Bandung.
[8] Sunariyah, 2004, “Pengantar Pengetahuan Pasar Modal”, Penerbit Alfabeta, Bandung.
[9] http://id.m.wikipedia.org/wiki/emas, diakses tanggal 29 April 2019.
[10] Umar, 2007, “Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Bisnis”, Penerbit : PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
[11] Daryanto, 2010, “Media Pembelajaran”, Penerbit Gava Media, Yogyakarta.
[12] Irwanto. D, 2007, “Perancangan Object Oriented Software
Dengan UML, Penerbit Andi, Yogyakarta.
[13] Raharjo, Budi, 2018, “Modul Pemrograman WEB”, Penerbit Modula, Cimahi.